<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[m²]  Sepi Ing Pamrih - Rame Ing gawe ! &#187; mesir</title>
	<atom:link href="http://mbah-marijan.org/tag/mesir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mbah-marijan.org</link>
	<description>Kliping Blog Simbah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Jan 2012 11:44:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=389</generator>
		<item>
		<title>Kisah Su&#8217;ul khotimah: Wanita Yang Tak Pernah Shalat, Mati Saat Sedang Berdandan!!</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/06/26/kisah-suul-khotimah-wanita-yang-tak-pernah-shalat-mati-saat-sedang-berdandan/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/06/26/kisah-suul-khotimah-wanita-yang-tak-pernah-shalat-mati-saat-sedang-berdandan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 08:58:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Critone Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[apa itu su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[apa itu su'ul kotimah]]></category>
		<category><![CDATA[cerita nyata suul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[cerita orang yg pernah mati]]></category>
		<category><![CDATA[cerita siksa kubur orang yang tak pernah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri mayit yang meninggal dalam keadaan suul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[ciri2 mati dalam keadaan su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[ciri2 meninggal khusnul khotomah]]></category>
		<category><![CDATA[contoh mati suul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[foto kematian su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[foto memandikan mayat]]></category>
		<category><![CDATA[gambar mati suulkhotimah]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah shalat]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah - kisah su'ul hatimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah meninggal saat sholat]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata mati siksa kubur]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata mati su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata mbah marijan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata suulkhotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata wafat su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah orang meninggal su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah orang yang meninggal dengan su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah orang yang meninggal dunia dalam keadaan suul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah orang yg meninggal su ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[kisah siksa kubur wanita yg tidak menutup aurat]]></category>
		<category><![CDATA[kisah su'ul hotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah-kisah su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[mati dalam keadaan su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[mati su ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[mati su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[mati su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal dengan su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal dengan su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal dunia dalam su'ul hatimah]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[mereka yang mati suul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[mesir]]></category>
		<category><![CDATA[serial kisah teladan -kumpulan kisah-kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[siapa yang udah pernah mati]]></category>
		<category><![CDATA[siksa kubur orang yang tidak shalat]]></category>
		<category><![CDATA[siksa kubur untuk orang yang su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[Su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[su'ul khotima]]></category>
		<category><![CDATA[Su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[su'ul khotimah di dalam kubur]]></category>
		<category><![CDATA[su'ul khotimah krn belum nikah]]></category>
		<category><![CDATA[tabaruj]]></category>
		<category><![CDATA[tanda su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda suul katimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda tanda mati su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda tanda orang meninggal suul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda tanda suud khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda kematian su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda su'ul kotimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda2 orang meninggal su,ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[tragedi su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[ujub dan su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[usul kotimah]]></category>
		<category><![CDATA[www.cerita orang meninggal dalam suul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[www.kisah nyata orang yang mati su'ul khotimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[Temanku berkata kepadaku, &#8220;Ketika perang teluk berlangsung, aku sedang berada di Mesir dan sebelum perang meletus, aku sudah terbiasa menguburkan mayat di Kuwait yang aku ketahui dari masyarakat setempat. Salah seorang familiku menghubungiku meminta agar menguburkan ibu mereka yang meninggal. Aku pergi ke pekuburan dan aku menunggu di tempat memandikan mayat. Di sana aku melihat empat wanita berhijab bergegas meninggalkan tempat memandikan mayat tersebut. Aku tidak menanyakan sebab mereka keluar dari tempat itu karena memang bukan urusanku. Beberapa menit kemudian wanita yang memandikan mayat keluar dan memintaku agar menolongnya memandikan mayat tersebut. Aku katakan kepadanya, &#8216;Ini tidak boleh, karena tidak halal bagi seorang lelaki melihat aurat wanita.&#8217; Tetapi ia mengemukakan alasannya bahwa jenazah wanita yang satu ini sangat besar. Kemudian wanita itu kembali masuk dan memandikan mayat tersebut. Setelah selesai dikafankan, ia memanggil kami agar mayat tersebut diusung. Karena jenazah ini terlalu berat, kami berjumlah sebelas orang masuk ke dalam untuk mengangkatnya. Setelah sampai di lubang kuburan (kebiasaan penduduk Mesir membuat pekuburan seperti ruangan lalu dengan menggunakan tangga, mereka menurunkan mayat ke ruangan tersebut dan meletakkannya di dalamnya dengan tidak ditimbun). Kami buka lubang masuknya dan kami turunkan dari pundak kami. Namun tiba-tiba jenazahnya terlepas dan terjatuh ke dalam dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-596" title="8dfdf71c236803484e45076982f2d470" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2009/06/8dfdf71c236803484e45076982f2d470-150x150.jpg" alt="8dfdf71c236803484e45076982f2d470" width="150" height="150" />Temanku berkata kepadaku, &#8220;Ketika perang teluk berlangsung, aku sedang berada di Mesir dan sebelum perang meletus, aku sudah terbiasa menguburkan mayat di Kuwait yang aku ketahui dari masyarakat setempat. Salah seorang familiku menghubungiku meminta agar menguburkan ibu mereka yang meninggal. Aku pergi ke pekuburan dan aku menunggu di tempat memandikan mayat.</p>
<p>Di sana aku melihat empat wanita berhijab bergegas meninggalkan tempat memandikan mayat tersebut. Aku tidak menanyakan sebab mereka keluar dari tempat itu karena memang bukan urusanku. Beberapa menit kemudian wanita yang memandikan mayat keluar dan memintaku agar menolongnya memandikan mayat tersebut. Aku katakan kepadanya, &#8216;<em>Ini tidak boleh, karena tidak halal bagi seorang lelaki melihat aurat wanita</em>.&#8217; Tetapi ia mengemukakan alasannya bahwa jenazah wanita yang satu ini sangat besar.<span id="more-595"></span></p>
<p>Kemudian wanita itu kembali masuk dan memandikan mayat tersebut. Setelah selesai dikafankan, ia memanggil kami agar mayat tersebut diusung. Karena jenazah ini terlalu berat, kami berjumlah sebelas orang masuk ke dalam untuk mengangkatnya. Setelah sampai di lubang kuburan (kebiasaan penduduk Mesir membuat pekuburan seperti ruangan lalu dengan menggunakan tangga, mereka menurunkan mayat ke ruangan tersebut dan meletakkannya di dalamnya dengan tidak ditimbun).</p>
<p>Kami buka lubang masuknya dan kami turunkan dari pundak kami. Namun tiba-tiba jenazahnya terlepas dan terjatuh ke dalam dan tidak sempat kami tangkap kembali hingga aku mendengar dari gemeretak tulangnya yang patah ketika jenazah itu jatuh. Aku melihat ke dalam ternyata kain kafannya sedikit terbuka sehingga terlihat auratnya. Aku segera melompat ke jenazah dan menutup aurat tersebut.</p>
<p>Lalu dengan susah payah aku menyeretnya ke arah kiblat dan aku buka kafan di bagian mukanya. Aku melihat pemandangan yang aneh. Matanya terbe-lalak dan berwarna hitam. Aku menjadi takut dan segera memanjat ke atas dengan tidak menoleh ke belakang lagi.</p>
<p>Setelah sampai di apartemen, aku menghubungi salah seorang anak perempuan jenazah. Ia bersumpah agar aku menceritakan apa yang terjadi saat memasukkan jenazah ke dalam kuburan. Aku berusaha untuk mengelak, namun ia terus mendesakku hingga akhirnya terpaksa harus memberitahukannya. Ia berkata, &#8220;<em>Ya Syaikh </em>(panggilan yang sering diucapkan kepada seorang ustadz-red), <em>ketika anda melihat kami bergegas keluar dikarenakan kami melihat wajah ibu kami menghitam, karena ibu kami tidak pernah sekalipun melaksanakan shalat dan meninggal dalam keadaan berdandan.</em>&#8221;</p>
<p>Kisah nyata ini menegaskan bahwa Allah <em>Subhanahu wata&#8217;ala </em>menghendaki agar sebagian hamba-Nya melihat bekas Su&#8217;ul khatimah hamba-Nya yang durhaka agar menjadi pelajaran bagi yang masih hidup. Sesungguhnya yang demikian itu merupakan pelajaran bagi orang-orang yang berakal.</p>
<p><strong>Sumber:</strong> Serial Kisah Teladan karya Muhammad bin Shalih al-Qahthani, Juz 2 seperti yang dinukilnya dari Kisah-Kisah Nyata karya Abdul Hamid Jasim al-Bilaly, PENERBIT DARUL HAQ) <em>via </em>Note Teman</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/06/26/kisah-suul-khotimah-wanita-yang-tak-pernah-shalat-mati-saat-sedang-berdandan/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/06/26/kisah-suul-khotimah-wanita-yang-tak-pernah-shalat-mati-saat-sedang-berdandan/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/06/26/kisah-suul-khotimah-wanita-yang-tak-pernah-shalat-mati-saat-sedang-berdandan/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/06/26/kisah-suul-khotimah-wanita-yang-tak-pernah-shalat-mati-saat-sedang-berdandan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sumur Sekampung Memerah</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2006/12/09/sumur-sekampung-memerah/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2006/12/09/sumur-sekampung-memerah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Dec 2006 08:33:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[Air]]></category>
		<category><![CDATA[ana]]></category>
		<category><![CDATA[bakteri]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[edisi cetak]]></category>
		<category><![CDATA[merah]]></category>
		<category><![CDATA[mesir]]></category>
		<category><![CDATA[sekampung]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2006/12/09/sumur-sekampung-memerah/</guid>
		<description><![CDATA[Banyuwangi- Warga RT 06/RW02 Dusun Karanganyar, Desa Karangsari, geger. Air semua sumur di kampung tersebut tiba-tiba berubah warna jadi merah. Dengan berita tersebut ana coba cari-cari apa penyebabnya, apakah ada berita sebelumnya dari masyarakat banyuwangi itu sebab ana teringat tentang Kisah nabi Musa, dimana sungai Nil menjadi merah karena bakteri. Sungai Nil adalah sumber kehidupan utama bagi bangsa Mesir. Kerusakan apa pun yang terjadi pada sumber ini dapat berarti kematian bagi seluruh Mesir. Jika bakteri telah menutupi seluruh permukaan Sungai Nil sampai mengubahnya berwarna merah, setiap mahkluk hidup yang menggunakan air tersebut akan terinfeksi oleh bakteri ini. Akhirnya, bagaimanapun terjadinya bencana tersebut dan apa pun dampak yang diakibatkannya, baik Fir&#8217;aun maupun kaumnya tetap tidak berpaling kepada Allah dengan penuh perhatian, mereka malah tetap bertahan dengan keangkuhannya. Berita di JawaposHari ini 8-desmber-2006 hal 12 (edisi cetak, ngak ada di versi web-nya) sumber milis, gambar ilustrasi Tweet]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="sumur-merah.jpg" id="image311" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2006/12/sumur-merah.jpg" /></p>
<p>Banyuwangi- Warga RT 06/RW02 Dusun Karanganyar, Desa Karangsari, geger. Air semua sumur di kampung tersebut tiba-tiba berubah warna jadi merah.<span id="more-305"></span></p>
<p>Dengan berita tersebut ana coba cari-cari apa penyebabnya, apakah ada berita sebelumnya dari masyarakat banyuwangi itu sebab ana teringat tentang Kisah nabi Musa, dimana sungai Nil menjadi merah karena<br />
bakteri.</p>
<p>Sungai Nil adalah sumber kehidupan utama bagi bangsa Mesir. Kerusakan apa pun yang terjadi pada sumber ini dapat berarti kematian bagi seluruh Mesir. Jika bakteri telah menutupi seluruh permukaan Sungai Nil sampai mengubahnya berwarna merah, setiap mahkluk hidup yang menggunakan air tersebut akan terinfeksi oleh bakteri ini.</p>
<p>Akhirnya, bagaimanapun terjadinya bencana tersebut dan apa pun dampak yang diakibatkannya, baik Fir&#8217;aun maupun kaumnya tetap tidak berpaling kepada Allah dengan penuh perhatian, mereka malah tetap bertahan dengan keangkuhannya.</p>
<p>Berita di JawaposHari ini 8-desmber-2006 hal 12 (edisi cetak, ngak ada di versi web-nya)</p>
<p><span style="font-style: italic">sumber milis, gambar ilustrasi</span></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2006/12/09/sumur-sekampung-memerah/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2006/12/09/sumur-sekampung-memerah/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2006/12/09/sumur-sekampung-memerah/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2006/12/09/sumur-sekampung-memerah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

