<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[m²]  Sepi Ing Pamrih - Rame Ing gawe ! &#187; kisah</title>
	<atom:link href="http://mbah-marijan.org/tag/kisah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mbah-marijan.org</link>
	<description>Kliping Blog Simbah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Jan 2012 11:44:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=162</generator>
		<item>
		<title>Kisah Su&#8217;ul khotimah: Wanita Yang Tak Pernah Shalat, Mati Saat Sedang Berdandan!!</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/06/26/kisah-suul-khotimah-wanita-yang-tak-pernah-shalat-mati-saat-sedang-berdandan/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/06/26/kisah-suul-khotimah-wanita-yang-tak-pernah-shalat-mati-saat-sedang-berdandan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 08:58:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Critone Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[apa itu su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[apa itu su'ul kotimah]]></category>
		<category><![CDATA[cerita nyata suul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[cerita orang yg pernah mati]]></category>
		<category><![CDATA[cerita siksa kubur orang yang tak pernah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri mayit yang meninggal dalam keadaan suul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[ciri2 mati dalam keadaan su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[ciri2 meninggal khusnul khotomah]]></category>
		<category><![CDATA[contoh mati suul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[foto kematian su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[foto memandikan mayat]]></category>
		<category><![CDATA[gambar mati suulkhotimah]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah shalat]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah - kisah su'ul hatimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah meninggal saat sholat]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata mati siksa kubur]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata mati su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata mbah marijan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata suulkhotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata wafat su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah orang meninggal su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah orang yang meninggal dengan su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah orang yang meninggal dunia dalam keadaan suul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah orang yg meninggal su ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[kisah siksa kubur wanita yg tidak menutup aurat]]></category>
		<category><![CDATA[kisah su'ul hotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah-kisah su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[mati dalam keadaan su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[mati su ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[mati su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[mati su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal dengan su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal dengan su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal dunia dalam su'ul hatimah]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[mereka yang mati suul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[mesir]]></category>
		<category><![CDATA[serial kisah teladan -kumpulan kisah-kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[siapa yang udah pernah mati]]></category>
		<category><![CDATA[siksa kubur orang yang tidak shalat]]></category>
		<category><![CDATA[siksa kubur untuk orang yang su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[Su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[su'ul khotima]]></category>
		<category><![CDATA[Su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[su'ul khotimah di dalam kubur]]></category>
		<category><![CDATA[su'ul khotimah krn belum nikah]]></category>
		<category><![CDATA[tabaruj]]></category>
		<category><![CDATA[tanda su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda suul katimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda tanda mati su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda tanda orang meninggal suul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda tanda suud khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda kematian su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda su'ul kotimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda2 orang meninggal su,ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[tragedi su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[ujub dan su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[usul kotimah]]></category>
		<category><![CDATA[www.cerita orang meninggal dalam suul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[www.kisah nyata orang yang mati su'ul khotimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[Temanku berkata kepadaku, &#8220;Ketika perang teluk berlangsung, aku sedang berada di Mesir dan sebelum perang meletus, aku sudah terbiasa menguburkan mayat di Kuwait yang aku ketahui dari masyarakat setempat. Salah seorang familiku menghubungiku meminta agar menguburkan ibu mereka yang meninggal. Aku pergi ke pekuburan dan aku menunggu di tempat memandikan mayat. Di sana aku melihat empat wanita berhijab bergegas meninggalkan tempat memandikan mayat tersebut. Aku tidak menanyakan sebab mereka keluar dari tempat itu karena memang bukan urusanku. Beberapa menit kemudian wanita yang memandikan mayat keluar dan memintaku agar menolongnya memandikan mayat tersebut. Aku katakan kepadanya, &#8216;Ini tidak boleh, karena tidak halal bagi seorang lelaki melihat aurat wanita.&#8217; Tetapi ia mengemukakan alasannya bahwa jenazah wanita yang satu ini sangat besar. Kemudian wanita itu kembali masuk dan memandikan mayat tersebut. Setelah selesai dikafankan, ia memanggil kami agar mayat tersebut diusung. Karena jenazah ini terlalu berat, kami berjumlah sebelas orang masuk ke dalam untuk mengangkatnya. Setelah sampai di lubang kuburan (kebiasaan penduduk Mesir membuat pekuburan seperti ruangan lalu dengan menggunakan tangga, mereka menurunkan mayat ke ruangan tersebut dan meletakkannya di dalamnya dengan tidak ditimbun). Kami buka lubang masuknya dan kami turunkan dari pundak kami. Namun tiba-tiba jenazahnya terlepas dan terjatuh ke dalam dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-596" title="8dfdf71c236803484e45076982f2d470" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2009/06/8dfdf71c236803484e45076982f2d470-150x150.jpg" alt="8dfdf71c236803484e45076982f2d470" width="150" height="150" />Temanku berkata kepadaku, &#8220;Ketika perang teluk berlangsung, aku sedang berada di Mesir dan sebelum perang meletus, aku sudah terbiasa menguburkan mayat di Kuwait yang aku ketahui dari masyarakat setempat. Salah seorang familiku menghubungiku meminta agar menguburkan ibu mereka yang meninggal. Aku pergi ke pekuburan dan aku menunggu di tempat memandikan mayat.</p>
<p>Di sana aku melihat empat wanita berhijab bergegas meninggalkan tempat memandikan mayat tersebut. Aku tidak menanyakan sebab mereka keluar dari tempat itu karena memang bukan urusanku. Beberapa menit kemudian wanita yang memandikan mayat keluar dan memintaku agar menolongnya memandikan mayat tersebut. Aku katakan kepadanya, &#8216;<em>Ini tidak boleh, karena tidak halal bagi seorang lelaki melihat aurat wanita</em>.&#8217; Tetapi ia mengemukakan alasannya bahwa jenazah wanita yang satu ini sangat besar.<span id="more-595"></span></p>
<p>Kemudian wanita itu kembali masuk dan memandikan mayat tersebut. Setelah selesai dikafankan, ia memanggil kami agar mayat tersebut diusung. Karena jenazah ini terlalu berat, kami berjumlah sebelas orang masuk ke dalam untuk mengangkatnya. Setelah sampai di lubang kuburan (kebiasaan penduduk Mesir membuat pekuburan seperti ruangan lalu dengan menggunakan tangga, mereka menurunkan mayat ke ruangan tersebut dan meletakkannya di dalamnya dengan tidak ditimbun).</p>
<p>Kami buka lubang masuknya dan kami turunkan dari pundak kami. Namun tiba-tiba jenazahnya terlepas dan terjatuh ke dalam dan tidak sempat kami tangkap kembali hingga aku mendengar dari gemeretak tulangnya yang patah ketika jenazah itu jatuh. Aku melihat ke dalam ternyata kain kafannya sedikit terbuka sehingga terlihat auratnya. Aku segera melompat ke jenazah dan menutup aurat tersebut.</p>
<p>Lalu dengan susah payah aku menyeretnya ke arah kiblat dan aku buka kafan di bagian mukanya. Aku melihat pemandangan yang aneh. Matanya terbe-lalak dan berwarna hitam. Aku menjadi takut dan segera memanjat ke atas dengan tidak menoleh ke belakang lagi.</p>
<p>Setelah sampai di apartemen, aku menghubungi salah seorang anak perempuan jenazah. Ia bersumpah agar aku menceritakan apa yang terjadi saat memasukkan jenazah ke dalam kuburan. Aku berusaha untuk mengelak, namun ia terus mendesakku hingga akhirnya terpaksa harus memberitahukannya. Ia berkata, &#8220;<em>Ya Syaikh </em>(panggilan yang sering diucapkan kepada seorang ustadz-red), <em>ketika anda melihat kami bergegas keluar dikarenakan kami melihat wajah ibu kami menghitam, karena ibu kami tidak pernah sekalipun melaksanakan shalat dan meninggal dalam keadaan berdandan.</em>&#8221;</p>
<p>Kisah nyata ini menegaskan bahwa Allah <em>Subhanahu wata&#8217;ala </em>menghendaki agar sebagian hamba-Nya melihat bekas Su&#8217;ul khatimah hamba-Nya yang durhaka agar menjadi pelajaran bagi yang masih hidup. Sesungguhnya yang demikian itu merupakan pelajaran bagi orang-orang yang berakal.</p>
<p><strong>Sumber:</strong> Serial Kisah Teladan karya Muhammad bin Shalih al-Qahthani, Juz 2 seperti yang dinukilnya dari Kisah-Kisah Nyata karya Abdul Hamid Jasim al-Bilaly, PENERBIT DARUL HAQ) <em>via </em>Note Teman</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/06/26/kisah-suul-khotimah-wanita-yang-tak-pernah-shalat-mati-saat-sedang-berdandan/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/06/26/kisah-suul-khotimah-wanita-yang-tak-pernah-shalat-mati-saat-sedang-berdandan/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/06/26/kisah-suul-khotimah-wanita-yang-tak-pernah-shalat-mati-saat-sedang-berdandan/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/06/26/kisah-suul-khotimah-wanita-yang-tak-pernah-shalat-mati-saat-sedang-berdandan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Husnul Khotimah: Perpisahan Terakhir*</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/06/23/kisah-husnul-khotimah-perpisahan-terakhir/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/06/23/kisah-husnul-khotimah-perpisahan-terakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 16:21:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Critone Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Umar basyir Al-Maidani]]></category>
		<category><![CDATA[Al-lahazhat Al-hasimah]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[Az-Zairul Akhir]]></category>
		<category><![CDATA[bisu]]></category>
		<category><![CDATA[Jaridahul Jazirah]]></category>
		<category><![CDATA[Kholid Abdurrohman Asy-Syayi']]></category>
		<category><![CDATA[Kholid Abu Sholih]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Husnul Khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah perpisahan suami istri]]></category>
		<category><![CDATA[Misteri Menjelang Ajal]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad ibn Abdul Aziz Al-Musnid]]></category>
		<category><![CDATA[Musyahidul Ihtidhor]]></category>
		<category><![CDATA[Perpisahan Terakhir]]></category>
		<category><![CDATA[Sulthon ibn Fahd Ar-Rosyid]]></category>
		<category><![CDATA[takdir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=588</guid>
		<description><![CDATA[*Kisah ini disebutkan dalam bentuk berita di surat kabar Jaridahul Jazirah edisi 10183. Di sini disebutkan sesuai redaksi aslinya. Ia seorang wanita sholihah, seorang wanita pendidik yang agung. Ia gemar bersedekah dan amat murah hati. Itu berdasarkan persaksian orang-orang yang dekat dengannya. Namun, selama lima puluh tahun masa hidupnya, ia dalam keadaan bisu. Suami dan keluarganya sudah terbiasa dengan kondisinya tersebut. Mereka yakin akan takdir dan ketetapan Alloh. Alloh tentu saja memiliki hikmah dalam segala sesuatu yang diatur-Nya dalam kehidupan alam semesta ini. Seorang muslim harus ridho terhadap takdir dan ketetapan Alloh setiap kali ia tertimpa bala atau musibah. Suatu malam, tidak seperti biasanya, ia bangun lebih cepat, beberapa jam sebelum sholat Shubuh. Ia bangkit dan sholat menghadap Alloh &#8216;Azza wa Jalla. Tiba-tiba ia berbicara dengan suara yang terdengar jelas, sehingga sang suami kontan terbangun dari tidurnya saat mendengar suara tersebut. &#8220;Ya Ilahi! Apa yang terjadi? Apakah selama lima puluh tahun ia hanya membisu kini tiba-tiba lidahnya berbicara?&#8221; Ya. ia memang berbicara untuk mengucapkan dua kalimat syahadat dengan bahasa yang jelas dan lugas. Ia berdoa kepada Alloh dengan pasrah, dengan kata-kata yang terdengar jelas. Si suami menunggu sampai sang istri selesai sholat dengan hati penasaran. Ia ingin bertanya apa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><small>*Kisah ini disebutkan dalam bentuk berita di surat kabar <em>Jaridahul Jazirah</em> edisi 10183. Di sini disebutkan sesuai redaksi aslinya.</small></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-589 aligncenter" title="spirituality_by_muslim_women" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2009/06/spirituality_by_muslim_women-300x227.jpg" alt="spirituality_by_muslim_women" width="300" height="227" /></p>
<p>Ia seorang wanita sholihah, seorang wanita pendidik yang agung. Ia gemar bersedekah dan amat murah hati. Itu berdasarkan persaksian orang-orang yang dekat dengannya. Namun, selama lima puluh tahun masa hidupnya, ia dalam keadaan bisu.<span id="more-588"></span></p>
<p>Suami dan keluarganya sudah terbiasa dengan kondisinya tersebut. Mereka yakin akan takdir dan ketetapan Alloh. Alloh tentu saja memiliki hikmah dalam segala sesuatu yang diatur-Nya dalam kehidupan alam semesta ini. Seorang muslim harus ridho terhadap takdir dan ketetapan Alloh setiap kali ia tertimpa bala atau musibah.</p>
<p>Suatu malam, tidak seperti biasanya, ia bangun lebih cepat, beberapa jam sebelum sholat Shubuh. Ia bangkit dan sholat menghadap Alloh<em> &#8216;Azza wa Jalla</em>.</p>
<p>Tiba-tiba ia berbicara dengan suara yang terdengar jelas, sehingga sang suami kontan terbangun dari tidurnya saat mendengar suara tersebut.</p>
<p><em>&#8220;Ya Ilahi! Apa yang terjadi? Apakah selama lima puluh tahun ia hanya membisu kini tiba-tiba lidahnya berbicara?&#8221;</em></p>
<p>Ya. ia memang berbicara untuk mengucapkan dua kalimat <em>syahadat </em>dengan bahasa yang jelas dan lugas. Ia berdoa kepada Alloh dengan pasrah, dengan kata-kata yang terdengar jelas.</p>
<p>Si suami menunggu sampai sang istri selesai sholat dengan hati penasaran. Ia ingin bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Akan tetapi ia sudah terdahului oleh takdir Alloh. Belum selesai sang istri sholat, Alloh sudah mengambil ruhnya, saat ia masih berada di atas sajadahnya yang empuk.</p>
<p>Ia telah menutup kehidupannya dengan kaliamat tauhid dan do&#8217;a. Pernahkah kita mendengar akhir kehidupan yang lebih indah daripada ini?</p>
<p><strong>Sumber:</strong><br />
Judul Asli <em>Al-lahazhat Al-hasimah, Muhammad ibn Abdul Aziz Al-Musnid</em><br />
Judul Asli <em>Az-Zairul Akhir, Kholid Abu Sholih</em><br />
Judul Asli <em>Musyahidul Ihtidhor </em>(cuplikan), <em>Kholid Abdurrohman Asy-Syayi&#8217;</em> dan <em>Sulthon ibn Fahd Ar-Rosyid</em><br />
Judul Terjemah <em>Misteri Menjelang Ajal</em>, Penerjemah <em>Abu Umar basyir Al-Maidani</em></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/06/23/kisah-husnul-khotimah-perpisahan-terakhir/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/06/23/kisah-husnul-khotimah-perpisahan-terakhir/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/06/23/kisah-husnul-khotimah-perpisahan-terakhir/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/06/23/kisah-husnul-khotimah-perpisahan-terakhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

