<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[m²]  Sepi Ing Pamrih - Rame Ing gawe ! &#187; islam</title>
	<atom:link href="http://mbah-marijan.org/tag/islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mbah-marijan.org</link>
	<description>Kliping Blog Simbah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Jan 2012 11:44:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=164</generator>
		<item>
		<title>Sepenggal kisah R.A Kartini</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2011/04/21/sepenggal-kisah-r-a-kartini/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2011/04/21/sepenggal-kisah-r-a-kartini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 05:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Critone Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[adat istiadat]]></category>
		<category><![CDATA[adat istiadat ing bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[al qur]]></category>
		<category><![CDATA[al qur'an terjemahan bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa jawa tentang r a kartini]]></category>
		<category><![CDATA[biografi r a kartini dalam bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[c e r i t a r .a k a r t i n i]]></category>
		<category><![CDATA[carita ibu kartini versi bahasa sunda]]></category>
		<category><![CDATA[cerita ibu r.a.kartini]]></category>
		<category><![CDATA[cerita jawa sopan santun]]></category>
		<category><![CDATA[cerita perjuangan r.a.kartini]]></category>
		<category><![CDATA[cerita perjuangan raden ajeng kartini]]></category>
		<category><![CDATA[cerita r.a. kartini]]></category>
		<category><![CDATA[cerita riwat kartini]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sejarah raden ajeng kartini]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seputar ra kartini]]></category>
		<category><![CDATA[cerita tentang kehidupan r.a kartini bahasa sunda]]></category>
		<category><![CDATA[cerita tentang r.a.kartini singkat]]></category>
		<category><![CDATA[cerita titik bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[cerita tokoh r.a.kartini]]></category>
		<category><![CDATA[crita r.a kartini]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[itu]]></category>
		<category><![CDATA[jalan cerita r.a kartini]]></category>
		<category><![CDATA[kisah - kisah ra kartini]]></category>
		<category><![CDATA[kisah cerita ra kartini]]></category>
		<category><![CDATA[kisah hidup r.a. kartini]]></category>
		<category><![CDATA[kisah perjuangan kartini]]></category>
		<category><![CDATA[kisah perjuangan ra kartini]]></category>
		<category><![CDATA[kisah sejarah ibu kartini]]></category>
		<category><![CDATA[kisah sejarah ibu kartini (masa peperangan)]]></category>
		<category><![CDATA[kisah sepenggal sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah tentang r.a kartini]]></category>
		<category><![CDATA[menceritakan riwayat r.a kartini]]></category>
		<category><![CDATA[menceritakan tentang perjuangan r.a kartini]]></category>
		<category><![CDATA[menceritakan tokoh pahlawan raden ajeng kartini]]></category>
		<category><![CDATA[menceritakan tokoh r.a kartini]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan r.a kartini bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan r.a. kartini bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan ra kartini]]></category>
		<category><![CDATA[perjungan r kartini]]></category>
		<category><![CDATA[profil r.a kartini dalam bahasa sunda]]></category>
		<category><![CDATA[r.a. kartini]]></category>
		<category><![CDATA[ra kartini dalam bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[ra kartini dan perjuangannya, terjemahannya]]></category>
		<category><![CDATA[riwayat hidup dan perjuangan raden ajeng kartini]]></category>
		<category><![CDATA[riwayat hidup ra kartini dan perjuangannya]]></category>
		<category><![CDATA[riwayat perjuangan r.a kartini]]></category>
		<category><![CDATA[riwayat perjuangan ra.kartini]]></category>
		<category><![CDATA[riwayat ra kartini]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah cerita r a kartini]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah kartini dengan bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah kehidupan kartini]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah perjuangan ra kartini]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah r a kartini pakai bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah r.a kartini ke dalam basa jawa ?]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah ra kartini]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah ra kartini basa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah ra kartini versi islam]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah ra kartiv]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah ra katini]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah ra.karti]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah raden ajeng kartini terjemahkan kedalam bahasa sunda]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah riwayat dan masa perjuangan ra kartini]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah riwayat r.a kartini]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah singkat perjuangan r.a]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah tentang r. a.kartini]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah tentang ra kartini]]></category>
		<category><![CDATA[sepengal sejarah nkri]]></category>
		<category><![CDATA[sepenggal cerita r.a kartini dalam bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[surat ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[tentang wanita]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=741</guid>
		<description><![CDATA[Kyai Sholeh Darat, sempat tertegun ketika Kartini muda yang baru berusia belasan tahun bertanya dengan nada protes kepadanya, “Kyai, perkenankanlah saya menanyakan bagaimana hukumnya apabila ada seorang berilmu, namun dia menyembunyikan ilmunya?” “Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?”, Sang kyai balik bertanya. “Kyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama, dan induk Al-Qur’an yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hatiku kepada ALLOH. Namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa selama ini ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Qur’an dalam bahasa Jawa. Bukankah Al-Qur’an itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?” jawab Kartini. Tergugah oleh pertanyaan Kartini inilah, Kyai Sholeh menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam bahasa Jawa dengan judul Faizhur Rahman Fit Tafsiril Qur’an. Terjemahan ini terdiri dari 13 juz, mulai dari surat Al-Fatihah sampai surat Ibrahim, dihadiahkan kepada Kartini pada hari pernikahannya. Dialah Kartini, seorang pahlawan yang banyak di-salah-tafsir-kan sejarahnya. Baru sekian abad berselang R.A. Kartini merangkai pemikirannya tentang wanita, kini kaum wanita sepeninggalnya terbata-bata membaca sejarahnya yang tak lagi utuh. Apa yang dulu dibangun Kartini, kini diuraikan orang-orang yang mengaku pewaris perjuangannya. Apa yang dulu tak pernah dikatakan, kini dengan seenaknya sendiri orang menisbatkan kepadanya. Terlalu banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left; "><a href="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2011/04/200px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Portret_van_Raden_Ajeng_Kartini_TMnr_100187761.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-766" title="200px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Portret_van_Raden_Ajeng_Kartini_TMnr_10018776" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2011/04/200px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Portret_van_Raden_Ajeng_Kartini_TMnr_100187761.jpg" alt="" width="200" height="262" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Kyai Sholeh Darat, sempat tertegun ketika Kartini muda yang baru berusia belasan tahun bertanya dengan nada protes kepadanya, “Kyai, perkenankanlah saya menanyakan bagaimana hukumnya apabila ada seorang berilmu, namun dia menyembunyikan ilmunya?” “Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?”, Sang kyai balik bertanya. “Kyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama, dan induk Al-Qur’an yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hatiku kepada ALLOH. Namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa selama ini ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Qur’an dalam bahasa Jawa. Bukankah Al-Qur’an itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?” jawab Kartini.</p>
<p><span id="more-741"></span></p>
<p>Tergugah oleh pertanyaan Kartini inilah, Kyai Sholeh menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam bahasa Jawa dengan judul Faizhur Rahman Fit Tafsiril Qur’an. Terjemahan ini terdiri dari 13 juz, mulai dari surat Al-Fatihah sampai surat Ibrahim, dihadiahkan kepada Kartini pada hari pernikahannya.<br /> Dialah Kartini, seorang pahlawan yang banyak di-salah-tafsir-kan sejarahnya. Baru sekian abad berselang R.A. Kartini merangkai pemikirannya tentang wanita, kini kaum wanita sepeninggalnya terbata-bata membaca sejarahnya yang tak lagi utuh. Apa yang dulu dibangun Kartini, kini diuraikan orang-orang yang mengaku pewaris perjuangannya. Apa yang dulu tak pernah dikatakan, kini dengan seenaknya sendiri orang menisbatkan kepadanya. Terlalu banyak kezaliman dilakukan orang terhadap R.A. Kartini.</p>
<p>Sedangkan bukti paling autentik tentang cita-cita yang sebenarnya ada pada surat-surat yang dikirimnya (dikumpulkan menjadi sebuah buku Door Duisternis Tot Licht).</p>
<p><strong>PERGOLAKAN PEMIKIRAN KARTINI</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada mulanya Kartini sangat kecewa dengan ajaran Islam dan adat istiadat Jawa. Keduanya dianggap sebagai penghambat kemajuan. kritiknya terhadap tradisi Jawa tampak dalam ungkapan berikut: “Sesungguhnya adat sopan santun kami orang Jawa amatlah rumit. Adikku harus merangkak, bila hendak berlalu dihadapanku. Kalau adikku duduk di kursi, saat aku lalu, haruslah segera ia turun duduk di tanah, dengan menundukkan kepala, sampai aku tidak kelihatan lagi. Adik-adikku tidak boleh ber-kamu dan ber-engkau kepadaku. Mereka hanya boleh menegur aku dengan bahasa kromo inggil. Tiap kalimat yang diucapkan haruslah selalu diakhiri dengan sembah&#8230;.” (Surat Kartini kepada Stella, 18 Agustus 1899).</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan lebih lanjut dia katakan: “Peduli apa aku dengan segala tata cara itu, segala peraturan-peraturan semua itu bikinan manusia, dan menyiksa diriku saja.” Sementara terhadap ajaran Islam, agama yang dipegang dengan teguh, Kartini pernah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan dengan guru ngajinya. Kepada Stella, ia menulis: “Mengenai agamaku Islam, Stella, aku harus menceritakan apa? Agama Islam melarang umatnya mendiskusikan dengan umat lain. Lagi pula sebenarnya agamaku Islam karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, kalau aku tidak mengerti, tidak boleh memahaminya? Al-Qur’an terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apapun. Di sini tidak ada orang yang mengerti bahasa Arab. Di sini orang diajar membaca Al-Qur’an tetapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Kupikir pekerjaan gilakah, orang diajar membaca tetapi tidak diajar makna yang dibacanya.” (Surat Kartini kepada Stella, 6 November, 1890).</p>
<p style="text-align: justify;">Kekecewaan Kartini semakin berkepanjangan kepada Islam lantaran guru-guru mengajinya yang tidak mampu menjelaskan hakekat Islam. Al-Qur’an tidak lebih hafalan-hafalan yang tidak dimengerti maksudnya. Kepada Abendanon, ia pernah menulis: “Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang aku tidak tahu apa perlunya dan manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Al-Qur’an, belajar menghafalkan perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya. Katakanlah kepadaku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa, kitab yang mulia itu terlalu suci sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya.” (Kepada EE. Abendanon, 15 Agustus 1902).</p>
<p style="text-align: justify;">ALLOH Subhanahu wata&#8217;ala mengaruniakan hidayah-NYA kepada siapa saja yang dikehendaki. Sejarah hidup Kartini mulai berubah sejak bertemu dengan ulama besar, Kyai Sholeh Darat, dalam pengajian keluarga di rumah pamannya di Demak. Sejak peristiwa itulah nada surat-suratnya mulai berubah . Keyakinannya mulai tumbuh dan semakin tebal, sementara kritik-kritiknya kepada budaya Eropa dan ajaran Kristen mulai bermunculan. Terlebih-lebih sejak ia mendapat hadiah pernikahan berupa terjemah Al-Qur’an dalam bahasa Jawa dari Kyai Sholeh. Pernikahan R.A. Kartini telah menjadi titik awal perubahan besar persepsinya tentang Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">Pandangan kritis Kartini tertuju kepada peradaban Barat yang selama itu menjadi kiblat orang Jawa yang keblinger. Ia mulai cerdas mencermati kerusakan peradaban Eropa. Kepada Abendanon, ia menulis: “Sudah lewat masanya , tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?” (Surat untuk EE. Abendanon, 27 Oktober 1902).</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami sekali-kali tidak hendak menjadikan murid-murid kami menjadi orang-orang setengah Eropa, atau orang Jawa yang kebarat-baratan.” (Kepada Ny. Abendanon, 10 Juli 1902).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>HAKIKAT PERJUANGAN KARTINI</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kartini tidak pernah mengajarkan emansipasi wanita yang didefinisikan sebagai wanita harus keluar berkarier menjadi pesaing para pria di berbagai lapangan kehidupan, untuk kemudian membiarkan anak-anak dan rumah-tangganya terbengkelai.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan bagi anak-anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.” (Kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902).</p>
<p style="text-align: justify;">Memang banyak anggapan yang menghinakan wanita Ada yang menganggap wanita itu manusia kelas dua, sehingga tidak diberi kesempatan mengenyam<br /> pendidikan dan pengajaran. Wajar jika Kartini mengangkat hal itu untuk diperhatikan. Akan tetapi bukan persamaan dalam segala hal antara lelaki dan wanita &#8211; emansipasi, kata orang &#8211; yang dituntut Kartini. Lihatlah ungkapannya yang sangat jelas: “&#8230;bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan lelaki dalam perjuangan hidupnya”, tetapi, “&#8230;agar wanita lebih cakapmelakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tanggannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama”.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>KARTINI MENENTANG MISSIONARIS</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Entah ini rekayasa sebuah kekuatan misi dunia atau bukan, yang jelas teman-teman Kartini yang berpolemik lewat surat itu ternyata para missionaris Kristen dan agen-agen gerakan feminisme Yahudi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dr. Adriani misalnya, salah seorang teman surat-menyurat Kartini yang dikenalnya lewat Ny. Abendanon, ia adalah seorang ahli bahasa dan pendeta yang bertugas menyebarkan ajaran kristen kepada suku Toraja Sul-Sel.</p>
<p style="text-align: justify;">Ny. Abendanon dan suaminya Mr. J.H.Abendanon, seorang direktur Departemen Pendidikan, Agama dan Kerajinan yang bertugas melaksanakan politik etis di Indonesia. Dia banyak berkonsultasi dengan Dr. Snouck Hurgronye (yang menyamar dengan nama palsu Abdul Ghafar), musuh besar umat Islam yang menyarankan pembaratan golongan Islam terutama santrinya (sekulerisasi).</p>
<p style="text-align: justify;">Stella, teman Kartini yang didapat setelah menawarkan diri sebagai sahabat pena untuk wanita Eropa, ternyata seorang wanita Yahudi di Belanda. Stella adalah seorang anggota militan Pergerakan Feminis di Belanda.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang tak kalah gencarnya dalam upaya mengkristenkan Kartini adalah Ny. Van Kol (Nellie Van Kol) yang sempat dituturkannya kepada Dr. Andriani: “Nyonya Van Kol banyak menceritakan kepada kami tentang Yesus yang tuan muliakan itu, tentang rasul-rasul Petrus dan Paulus, dan kami senang mendengar semua itu” (Surat kartini kepada Dr. Andriani, 5 Juli 1902).</p>
<p style="text-align: justify;">Ny. Van Kol ternyata gagal mengkristenkan Kartini. Walaupun Kartini sempat terpengaruh dengan nilai-nilai kristiani, namun dia segera sadar dengan misi Kristenisasi yang telah melingkupi bangsanya. Inilah puncak kesadaran agama, pribadi Kartini: “Dan saya menjawab, tidak ada Tuhan kecuali ALLOH. Kami mengatakan bahwa kami beriman kepada ALLOH dan kami tetap beriman kepada-NYA. Kami ingin mengabdi kepada ALLOH dan bukan kepada manusia. Jika sebaliknya tentulah kami sudah memuja orang dan bukan ALLOH.” (Surat kepada Ny. Abendanon, 12 oktober 1902).</p>
<p style="text-align: justify;">“Kesusahan kami hanya dapat kami keluhkan kepada ALLOH. Tidak ada yang dapat membantu kami dan hanya Dialah yang dapat menyembuhkan&#8230;. Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu hamba ALLOH.” (Surat kartini kepada Ny. Abendanon, 1 Agustus 1903)</p>
<p style="text-align: justify;">“Moga-moga kami mendapat rahmat, dan bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai.” (Kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1802)</p>
<p style="text-align: justify;">“ALLOH Pelindung orang-orang yang beriman, Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Dan orang-orang kafir, pelindung-pelindungnya adalah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Qs. Al-Baqoroh(Sapi betina) 2, 257).</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: Buletin Jum&#8217;at Masjid Muhammadiyah di Jogja tahun 2003</p>
<ul class="erp_pingback">
<li style="text-align: justify;"><strong><br /></strong></li>
</ul>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2011/04/21/sepenggal-kisah-r-a-kartini/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2011/04/21/sepenggal-kisah-r-a-kartini/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2011/04/21/sepenggal-kisah-r-a-kartini/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2011/04/21/sepenggal-kisah-r-a-kartini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jawaban Terakhir: Pemakaman Michael Jackson</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/07/08/jawaban-terakhir-pemakaman-michael-jackson/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/07/08/jawaban-terakhir-pemakaman-michael-jackson/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2009 09:14:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[apakah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[jacko]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Jackson]]></category>
		<category><![CDATA[MichaelJackson]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Pemakaman]]></category>
		<category><![CDATA[Pemakaman Michael Jackson]]></category>
		<category><![CDATA[Yehovah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=608</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu rumor besar yang mengiringi kematian raja musik pop dunia, Michael Jackson adalah: apakah Jackoâ€”begitu panggilannyaâ€”seorang Muslim? Jacko sendiri semasa hidupnya tak pernah mengeluarkan pernyataan di depan publik bahwa ia seorang Muslim. Ketika mengumumkan kematian adiknya, Jermaine Jacksonâ€”yang memang seorang Muslimâ€”mengakhirinya dengan ucapan, â€œSemoga Allah senantiasa bersamamu, Michael.â€ Tapi itu saja sama sekali belum cukup untuk menunjukkan bahwa Jacko adalah Muslim. Tahun 2007, Jermaine mencoba mengajak Jacko untuk memeluk Islam. Jadi selama tidak ada pernyataan atau dokumentasi yang bisa dijadikan sebagai bukti bahwa ia seorang Muslim, hal terakhir yang bisa dilihat adalah pemakamannya yang akan diselenggarakan akhir pekan ini, yang rencananya akan dilakukan di Neverland, sebuah kebun binatang dan dunia fantasi milik Jacko pribadi yang berlokasi di Los Angeles. Seperti diketahui bahwa keluarga Jackson adalah para pemeluk Kristen Yehovah dan saat ini anggota keluarga Jackson tengah sibuk menginginkan pemakaman Jacko menurut keyakinan mereka. Sejauh ini, semua prosesi pra-pemakaman Jacko tidak seperti cara-cara orang Islam. Secara umum, kremasi dan otopsi dalam Islam selalu dilakukan dengan segera pada seorang Muslim yang meninggal, biasanya hanya satu atau dua hari setelah meninggal. Sedangkan dalam keyakinan Yehovah, pemakaman biasanya dilakukan dengan sangat sederhana dan singkat. Jadi hampir tidak ada bedanya dengan pemakaman seorang Muslim. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-thumbnail wp-image-616 alignleft" title="mother_by_nariscuss" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2009/07/mother_by_nariscuss-150x150.jpg" alt="mother_by_nariscuss" width="150" height="150" />Salah satu rumor besar yang mengiringi kematian raja musik pop dunia, Michael Jackson adalah: apakah Jackoâ€”begitu panggilannyaâ€”seorang Muslim? Jacko sendiri semasa hidupnya tak pernah mengeluarkan pernyataan di depan publik bahwa ia seorang Muslim.</p>
<p>Ketika mengumumkan kematian adiknya, Jermaine Jacksonâ€”yang memang seorang Muslimâ€”mengakhirinya dengan ucapan, â€œSemoga Allah senantiasa bersamamu, Michael.â€ Tapi itu saja sama sekali belum cukup untuk menunjukkan bahwa Jacko adalah Muslim. Tahun 2007, Jermaine mencoba mengajak Jacko untuk memeluk Islam.</p>
<p><span id="more-608"></span></p>
<p>Jadi selama tidak ada pernyataan atau dokumentasi yang bisa dijadikan sebagai bukti bahwa ia seorang Muslim, hal terakhir yang bisa dilihat adalah pemakamannya yang akan diselenggarakan akhir pekan ini, yang rencananya akan dilakukan di Neverland, sebuah kebun binatang dan dunia fantasi milik Jacko pribadi yang berlokasi di Los Angeles.</p>
<p>Seperti diketahui bahwa keluarga Jackson adalah para pemeluk Kristen Yehovah dan saat ini anggota keluarga Jackson tengah sibuk menginginkan pemakaman Jacko menurut keyakinan mereka. Sejauh ini, semua prosesi pra-pemakaman Jacko tidak seperti cara-cara orang Islam. Secara umum, kremasi dan otopsi dalam Islam selalu dilakukan dengan segera pada seorang Muslim yang meninggal, biasanya hanya satu atau dua hari setelah meninggal.</p>
<p>Sedangkan dalam keyakinan Yehovah, pemakaman biasanya dilakukan dengan sangat sederhana dan singkat. Jadi hampir tidak ada bedanya dengan pemakaman seorang Muslim. Namun, satu-satunya hal yang kuat dalam pemakaman Jacko adalah, apakah akan ada pengumandangan adzan? Hal ini lah yang akan menjadi bukti dan petunjuk terakhir apakah Jacko benar-benar memeluk Islam ataukah tidak.</p>
<p>Prosesi pemakaman Jackson mungkin akan dilaksanakan secara Islam atau menurut keyakinan Yehovah atau gabungan keduanya. Jika karir artis Michael Jackson masih tetap berlangsung dan dapat dijual, opsi ketiga tampaknya tak akan menjadi sebuah kejutan sama sekali.</p>
<p>sumber :<a href="http://eramuslim.com/berita/dunia/jawaban-terakhir-pemakaman-michael-jackson.htm" target="_self">eramuslim</a></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/07/08/jawaban-terakhir-pemakaman-michael-jackson/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/07/08/jawaban-terakhir-pemakaman-michael-jackson/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/07/08/jawaban-terakhir-pemakaman-michael-jackson/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/07/08/jawaban-terakhir-pemakaman-michael-jackson/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Untuk menghormati perjuangan R.A Kartini</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/04/21/untuk-menghormati-perjuangan-ra-kartini/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/04/21/untuk-menghormati-perjuangan-ra-kartini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 05:39:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[adat istiadat]]></category>
		<category><![CDATA[ajaran islam]]></category>
		<category><![CDATA[al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[al qur]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[cara cara untuk menghormati ra kartini]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[itu]]></category>
		<category><![CDATA[r.a. kartini]]></category>
		<category><![CDATA[surat ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2009/04/21/untuk-menghormati-perjuangan-ra-kartini/</guid>
		<description><![CDATA[Kyai Sholeh Darat, sempat tertegun ketika Kartini muda yang baru berusia belasan tahun bertanya dengan nada protes kepadanya, â€œKyai, perkenankanlah saya menanyakan bagaimana hukumnya apabila ada seorang berilmu, namun dia menyembunyikan ilmunya?â€ â€œMengapa Raden Ajeng bertanya demikian?â€, Sang kyai balik bertanya. â€œKyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama, dan induk Al-Qurâ€™an yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hatiku kepada ALLOH. Namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa selama ini ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Qurâ€™an dalam bahasa Jawa. Bukankah Al-Qurâ€™an itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?â€ jawab Kartini. Tergugah oleh pertanyaan Kartini inilah, Kyai Sholeh menerjemahkan Al-Qurâ€™an ke dalam bahasa Jawa dengan judul Faizhur Rahman Fit Tafsiril Qurâ€™an. Terjemahan ini terdiri dari 13 juz, mulai dari surat Al-Fatihah sampai surat Ibrahim, dihadiahkan kepada Kartini pada hari pernikahannya. Dialah Kartini, seorang pahlawan yang banyak di-salah-tafsir-kan sejarahnya. Baru sekian abad berselang R.A. Kartini merangkai pemikirannya tentang wanita, kini kaum wanita sepeninggalnya terbata-bata membaca sejarahnya yang tak lagi utuh. Apa yang dulu dibangun Kartini, kini diuraikan orang-orang yang mengaku pewaris perjuangannya. Apa yang dulu tak pernah dikatakan, kini dengan seenaknya sendiri orang menisbatkan kepadanya. Terlalu banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><img align="left" alt="NGB09254.JPG" id="image485" style="width: 109px; height: 145px" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2008/04/NGB09254.thumbnail.JPG" /> Kyai Sholeh Darat, sempat tertegun ketika Kartini muda yang baru berusia belasan tahun bertanya dengan nada protes kepadanya, â€œKyai, perkenankanlah saya menanyakan bagaimana hukumnya apabila ada seorang berilmu, namun dia menyembunyikan ilmunya?â€ â€œMengapa Raden Ajeng bertanya demikian?â€, Sang kyai balik bertanya. â€œKyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama, dan induk Al-Qurâ€™an yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hatiku kepada ALLOH. Namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa selama ini ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Qurâ€™an dalam bahasa Jawa. Bukankah Al-Qurâ€™an itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?â€ jawab Kartini.</p>
<div align="left"></div>
<p align="left"><span id="more-565"></span></p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Tergugah oleh pertanyaan Kartini inilah, Kyai Sholeh menerjemahkan Al-Qurâ€™an ke dalam bahasa Jawa dengan judul Faizhur Rahman Fit Tafsiril Qurâ€™an. Terjemahan ini terdiri dari 13 juz, mulai dari surat Al-Fatihah sampai surat Ibrahim, dihadiahkan kepada Kartini pada hari pernikahannya.</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Dialah Kartini, seorang pahlawan yang banyak di-salah-tafsir-kan sejarahnya. Baru sekian abad berselang R.A. Kartini merangkai pemikirannya tentang wanita, kini kaum wanita sepeninggalnya terbata-bata membaca sejarahnya yang tak lagi utuh. Apa yang dulu dibangun Kartini, kini diuraikan orang-orang yang mengaku pewaris perjuangannya. Apa yang dulu tak pernah dikatakan, kini dengan seenaknya sendiri orang menisbatkan kepadanya. Terlalu banyak kezaliman dilakukan orang terhadap R.A. Kartini.</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Sedangkan bukti paling autentik tentang cita-cita yang sebenarnya ada pada surat-surat yang dikirimnya (dikumpulkan menjadi sebuah buku Door Duisternis Tot Licht</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">PERGOLAKAN PEMIKIRAN KARTINI</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Pada mulanya Kartini sangat kecewa dengan ajaran Islam dan adat istiadat Jawa. Keduanya dianggap sebagai penghambat kemajuan. kritiknya terhadap tradisi Jawa tampak dalam ungkapan berikut: â€œSesungguhnya adat sopan santun kami orang Jawa amatlah rumit. Adikku harus merangkak, bila hendak berlalu dihadapanku. Kalau adikku duduk di kursi, saat aku lalu, haruslah segera ia turun duduk di tanah, dengan menundukkan kepala, sampai aku tidak kelihatan lagi. Adik-adikku tidak boleh ber-kamu dan ber-engkau kepadaku. Mereka hanya boleh menegur aku dengan bahasa kromo inggil. Tiap kalimat yang diucapkan haruslah selalu diakhiri dengan sembah&#8230;.â€ (Surat Kartini kepada Stella, 18 Agustus 1899).</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Bahkan lebih lanjut dia katakan: â€œPeduli apa aku dengan segala tata cara itu, segala peraturan-peraturan semua itu bikinan manusia, dan menyiksa diriku saja.â€</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Sementara terhadap ajaran Islam, agama yang dipegang dengan teguh, Kartini pernah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan dengan guru ngajinya. Kepada Stella, ia menulis: â€œMengenai agamaku Islam, Stella, aku harus menceritakan apa? Agama Islam melarang umatnya mendiskusikan dengan umat lain. Lagi pula sebenarnya agamaku Islam karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, kalau aku tidak mengerti, tidak boleh memahaminya? Al-Qurâ€™an terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apapun. Di sini tidak ada orang yang mengerti bahasa Arab. Di sini orang diajar membaca Al-Qurâ€™an tetapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Kupikir pekerjaan gilakah, orang diajar membaca tetapi tidak diajar makna yang dibacanya.â€ (Surat Kartini kepada Stella, 6 November, 1890).</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Kekecewaan Kartini semakin berkepanjangan kepada Islam lantaran guru-guru mengajinya yang tidak mampu menjelaskan hakekat Islam. Al-Qurâ€™an tidak lebih hafalan-hafalan yang tidak dimengerti maksudnya. Kepada Abendanon, ia pernah menulis: â€œDan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang aku tidak tahu apa perlunya dan manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Al-Qurâ€™an, belajar menghafalkan perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya. Katakanlah kepadaku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa, kitab yang mulia itu terlalu suci sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya.â€ (Kepada EE. Abendanon, 15 Agustus 1902).</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">ALLOH Shubhanahu wata&#8217;ala mengaruniakan hidayah-NYA kepada siapa saja yang dikehendaki.</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Sejarah hidup Kartini mulai berubah sejak bertemu dengan ulama besar, Kyai Sholeh Darat, dalam pengajian keluarga di rumah pamannya di Demak. Sejak peristiwa itulah nada surat-suratnya mulai berubah . Keyakinannya mulai tumbuh dan semakin tebal, sementara kritik-kritiknya kepada budaya Eropa dan ajaran Kristen mulai bermunculan. Terlebih-lebih sejak ia mendapat hadiah pernikahan berupa terjemah Al-Qurâ€™an dalam bahasa Jawa dari Kyai Sholeh. Pernikahan R.A. Kartini telah menjadi titik awal perubahan besar persepsinya tentang Islam.</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Pandangan kritis Kartini tertuju kepada peradaban Barat yang selama itu menjadi kiblat orang Jawa yang keblinger. Ia mulai cerdas mencermati kerusakan peradaban Eropa. Kepada Abendanon, ia menulis: â€œSudah lewat masanya , tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa dibalik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?â€ (Surat untuk EE. Abendanon, 27 Oktober 1902).</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">â€œKami sekali-kali tidak hendak menjadikan murid-murid kami menjadi orang-orang setengah Eropa, atau orang Jawa yang kebarat-baratan.â€ (Kepada Ny. Abendanon, 10 Juli 1902).</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">HAKIKAT PERJUANGAN KARTINI</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Kartini tidak pernah mengajarkan emansipasi wanita yang didefinisikan sebagai wanita harus keluar berkarier menjadi pesaing para pria di berbagai lapangan kehidupan, untuk kemudian membiarkan anak-anak dan rumah-tangganya terbengkelai.â€œKami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan bagi anak-anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.â€ (Kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902).</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Memang banyak anggapan yang menghinakan wanita Ada yang menganggap wanita itu manusia kelas dua, sehingga tidak diberi kesempatan mengenyampendidikan dan pengajaran. Wajar jika Kartini mengangkat hal itu untuk diperhatikan. Akan tetapi bukan persamaan dalam segala hal antara lelaki dan wanita &#8211; emansipasi, kata orang &#8211; yang dituntut Kartini. Lihatlah ungkapannya yang sangat jelas:</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">â€œ&#8230;bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan lelaki dalam perjuangan hidupnyaâ€, tetapi, â€œ&#8230;agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tanggannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tamaâ€.</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">KARTINI MENENTANG MISSIONARIS</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Entah ini rekayasa sebuah kekuatan misi dunia atau bukan, yang jelas teman-teman Kartini yang berpolemik lewat surat itu ternyata para missionaris Kristen dan agen-agen gerakan feminisme Yahudi.</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Dr. Adriani misalnya, salah seorang teman surat-menyurat Kartini yang dikenalnya lewat Ny. Abendanon, ia adalah seorang ahli bahasa dan pendeta yang bertugas menyebarkan ajaran kristen kepada suku Toraja Sul-Sel.</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Ny. Abendanon dan suaminya Mr. J.H.Abendanon, seorang direktur Departemen Pendidikan, Agama dan Kerajinan yang bertugas melaksanakan politik etis di Indonesia. Dia banyak berkonsultasi dengan Dr. Snouck Hurgronye (yang menyamar dengan nama palsu Abdul Ghafar), musuh besar umat Islam yang menyarankan pembaratan golongan Islam terutama santrinya (sekulerisasi).Stella, teman Kartin yang didapat setelah menawarkan diri sebagai sahabat pena untuk wanita Eropa, ternyata seorang wanita Yahudi di Belanda. Stella adalah seorang anggota militan Pergerakan Feminis di Belanda.</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Yang tak kalah gencarnya dalam upaya mengkristenkan Kartini adalah Ny. Van Kol (Nellie Van Kol) yang sempat ditutrkannya kepada Dr. Andriani: â€œNyonya Van Kol banyak menceritakan kepada kami tentang Yesus yang tuan muliakan itu, tentang rasul-rasul Petrus dan Paulus, dan kami senang mendengar semua ituâ€ (Surat kartini kepada Dr. Andriani, 5 Juli 1902).</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Ny. Van Kol ternyata gagal mengkristenkan Kartini. Walaupun Kartini sempat terpengaruh dengan nilai-nilai kristiani, namun dia segera sadar dengan misi Kristenisasi yang telah melingkupi bangsanya. Inilah puncak kesadaran agama, pribadi Kartini:</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">â€œDan saya menjawab, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) kecuali ALLOH. Kami mengatakan bahwa kami beriman kepada ALLOH dan kami tetap beriman kepada-NYA. Kami ingin mengabdi kepada ALLOH dan bukan kepada manusia. Jika sebaliknya tentulah kami sudah memuja orang dan bukan ALLOH.â€ (Surat kepada Ny. Abendanon, 12 oktober 1902).</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">â€œKesusahan kami hanya dapat kami keluhkan kepada ALLOH. Tidak ada yang dapat membantu kami dan hanya Dialah yang dapat menyembuhkan&#8230;. Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu hamba ALLOH.â€ (Surat kartini kepada Ny. Abendanon, 1 Agustus 1903)</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">â€œMoga-moga kami mendapat rahmat, dan bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai.â€ (Kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1802)</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">â€œALLOH Pelindung orang-orang yang beriman, Dia mengeluarkan mereka dari KEGELAPAN pada CAHAYA. Dan orang-orang kafir, pelindung-pelindungnya adalah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.â€ (Qs. Al-Baqoroh(Sapi betina) 2, 257). Fb</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/04/21/untuk-menghormati-perjuangan-ra-kartini/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/04/21/untuk-menghormati-perjuangan-ra-kartini/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/04/21/untuk-menghormati-perjuangan-ra-kartini/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/04/21/untuk-menghormati-perjuangan-ra-kartini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MUI: Ayat Al-Quran Boleh Jadi Ringtone</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/04/19/mui-ayat-al-quran-boleh-jadi-ringtone/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/04/19/mui-ayat-al-quran-boleh-jadi-ringtone/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 10:17:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[1Woro Woro]]></category>
		<category><![CDATA[ayat al quran]]></category>
		<category><![CDATA[belum ada]]></category>
		<category><![CDATA[detikinet]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kanpur india]]></category>
		<category><![CDATA[majelis ulama indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mengeluarkan]]></category>
		<category><![CDATA[menurut]]></category>
		<category><![CDATA[pelarangan]]></category>
		<category><![CDATA[saja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2009/04/19/mui-ayat-al-quran-boleh-jadi-ringtone/</guid>
		<description><![CDATA[- Sebuah komunitas Islam di India tengah menyiapkan fatwa pelarangan penggunaan ayat Al-Quran sebagai ringtone (nada dering). Namun, menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI) penggunaan ayat Al-Quran sebagai ringtone sah-sah saja. &#8220;Itu kan hanya cara berpikir mereka, kalau di kita sih sah-sah saja mendengar ayat Al-Quran terpotong, toh kaset juga seperti itu. Kalau di toilet (menggunakan ponsel-red) itu baru ngga boleh,&#8221; ujar Ketua MUI KH Ma&#8217;ruf Amin kepada detikINET, Kamis (16/4/2009). Sebelumnya diberitakan bahwa komunitas Islam di Kanpur India, Jamia Ashraf-ul-Madaris akan mengeluarkan fatwa pelarangan penggunaan ayat Al-Quran sebagai ringtone. Dengan dalih, jika ada panggilan di ponsel, ayat tersebut akan terpenggal. Menurut mereka pemenggalan ayat Al-Quran di tengah jalan dikhawatirkan dapat mengubah arti sebenarnya dari ayat tersebut. Ma&#8217;ruf Amin menambahkan bahwa belum ada rencana dari MUI untuk mengeluarkan fatwa serupa. &#8220;Sampai saat ini di Indonesia belum ada rencana mengeluarkan larangan seperti itu.&#8221; ( faw / faw ) sumber http://www.detikinet.com/read/2009/04/16/111703/1116347/398/mui-ayat-al-quran-boleh-jadi-ringtone Tweet]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" id="image478" alt="fitna285.jpg" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2008/03/fitna285.thumbnail.jpg" />- Sebuah komunitas Islam di India tengah menyiapkan fatwa pelarangan penggunaan ayat Al-Quran sebagai ringtone (nada dering). Namun, menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI) penggunaan ayat Al-Quran sebagai ringtone sah-sah saja.</p>
<p>&#8220;Itu kan hanya cara berpikir mereka, kalau di kita sih sah-sah saja mendengar ayat Al-Quran terpotong, toh kaset juga seperti itu. Kalau di toilet (menggunakan ponsel-red) itu baru ngga boleh,&#8221; ujar Ketua MUI KH Ma&#8217;ruf Amin kepada detikINET, Kamis (16/4/2009).</p>
<p><span id="more-564"></span><br />
Sebelumnya diberitakan bahwa komunitas Islam di Kanpur India, Jamia Ashraf-ul-Madaris akan mengeluarkan fatwa pelarangan penggunaan ayat Al-Quran sebagai ringtone. Dengan dalih, jika ada panggilan di ponsel, ayat tersebut akan terpenggal. Menurut mereka pemenggalan ayat Al-Quran di tengah jalan dikhawatirkan dapat mengubah arti sebenarnya dari ayat tersebut.</p>
<p>Ma&#8217;ruf Amin menambahkan bahwa belum ada rencana dari MUI untuk mengeluarkan fatwa serupa. &#8220;Sampai saat ini di Indonesia belum ada rencana mengeluarkan larangan seperti itu.&#8221;<br />
(	faw	/	faw	)</p>
<p>sumber</p>
<p>http://www.detikinet.com/read/2009/04/16/111703/1116347/398/mui-ayat-al-quran-boleh-jadi-ringtone</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/04/19/mui-ayat-al-quran-boleh-jadi-ringtone/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/04/19/mui-ayat-al-quran-boleh-jadi-ringtone/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/04/19/mui-ayat-al-quran-boleh-jadi-ringtone/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/04/19/mui-ayat-al-quran-boleh-jadi-ringtone/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>â€œAsmara Subuh â€œ Yang Banyak Disesalkan</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2008/09/04/%e2%80%9casmara-subuh-%e2%80%9c-yang-banyak-disesalkan/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2008/09/04/%e2%80%9casmara-subuh-%e2%80%9c-yang-banyak-disesalkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 08:34:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[1Woro Woro]]></category>
		<category><![CDATA[batu malang]]></category>
		<category><![CDATA[Bukan]]></category>
		<category><![CDATA[bulan suci ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kota kota]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda motor]]></category>
		<category><![CDATA[syariat islam]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2008/09/04/%e2%80%9casmara-subuh-%e2%80%9c-yang-banyak-disesalkan/</guid>
		<description><![CDATA[Kegiatan seperti ini ditunjukan kalangan muda-mudi dengan berjalan-jalan ke pantai atau sekedar keliling kota pada bulan suci Ramadhan. Sebagaimana dikutip Antara, di Banda Aceh, Senin (1/9) , memperlihatkan pada hari pertama puasa Ramadhan 1429 Hijriyah, para remaja sebagian besar berusia sekolah menengah pertama (SMP) dan menengah atas (SMA) memadati jalan-jalan Kota Banda Aceh. Bukan hanya remaja putra tapi juga remaja putri bahkan terkadang pasangan muda-mudi berduaan mengendarai sepeda motor berkeliling kota. Budaya asmara subuh hampir setiap Ramadhan terjadi, padahal kegiatan tersebut dinilai hanya menyia-siakan waktu dan lebih banyak tidak bermanfaat serta menodai kesucian bulan puasa. Kepala Dinas Syariat Islam dan keluarga Sejahtera Kota Banda Aceh, HM Natsir Ilyas mengatakan, asmara subuh lebih banyak mudharatnya dibandingkan manfaat karena biasanya dilakukan oleh muda-mudi yang bukan muhrim. Dia mengatakan, hal-hal yang menyerempet membatalkan puasa sebaiknya dihindari dan mengimbau orangtua lebih ketat mengawasi anaknya agar tidak terjerumus dalam hal-hal yang dilarang dalam ajaran agama dan membatalkan puasa. â€œKita imbau orang tua mengawasi anaknya. Kalau memang ke masjid juga diawasi,â€ tambahnya.Menurut Natsir, asmara subuh bukan merupakan tradisi masyarakat Aceh sama seperti kunjungan masyarakat beramai-ramai ke pantai pada pekan terakhir menjelang puasa Ramadhan. Untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan, pihaknya bersama petugas Wilayatul Hisbah (WH/petugas penegak syariat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia">Kegiatan seperti ini ditunjukan kalangan muda-mudi dengan</span><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia"> berjalan-jalan ke pantai atau sekedar keliling </span><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia">kota</span><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia"> pada bulan suci Ramadhan. Sebagaimana dikutip <em>Antara</em>, di Banda Aceh, Senin (1/9) , memperlihatkan pada hari pertama puasa Ramadhan 1429 Hijriyah, para remaja sebagian besar berusia sekolah menengah pertama (SMP) dan menengah atas (SMA) memadati jalan-jalan Kota Banda Aceh.</span></p>
<p><span id="more-527"></span></p>
<p><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia" /></p>
<p style="margin-right: 9pt"><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia">Bukan hanya remaja putra tapi juga remaja putri bahkan terkadang pasangan muda-mudi berduaan mengendarai sepeda motor berkeliling </span><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia">kota</span><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia">.</span></p>
<p style="margin-right: 9pt"><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia">Budaya </span><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia">asmara</span><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia"> subuh hampir setiap Ramadhan terjadi, padahal kegiatan tersebut dinilai hanya menyia-siakan waktu dan lebih banyak tidak bermanfaat serta menodai kesucian bulan puasa.</span></p>
<p style="margin-right: 9pt"><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia">Kepala Dinas Syariat Islam dan keluarga Sejahtera Kota Banda Aceh, HM Natsir Ilyas mengatakan, asmara subuh lebih banyak mudharatnya dibandingkan manfaat karena biasanya dilakukan oleh muda-mudi yang bukan muhrim. </span></p>
<p style="margin-right: 9pt"><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia">Dia mengatakan, hal-hal yang menyerempet membatalkan puasa sebaiknya dihindari dan mengimbau orangtua lebih ketat mengawasi anaknya agar tidak terjerumus dalam hal-hal yang dilarang dalam ajaran agama dan membatalkan puasa. </span></p>
<p style="margin-right: 9pt"><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia">â€œKita imbau orang tua mengawasi anaknya. Kalau memang ke masjid juga diawasi,â€ tambahnya.Menurut Natsir, </span><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia">asmara</span><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia"> subuh bukan merupakan tradisi masyarakat Aceh sama seperti kunjungan masyarakat beramai-ramai ke pantai pada pekan terakhir menjelang puasa Ramadhan.</span></p>
<p style="margin-right: 9pt"><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia">Untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan, pihaknya bersama petugas <em>Wilayatul Hisbah </em>(WH/petugas penegak syariat Islam) akan memperketat pengawasan di tempat-tempat yang berpotensi terjadi pelanggaran syariat Islam. </span></p>
<p style="margin-right: 9pt"><strong><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia">Serupa</span></strong></p>
<p style="margin-right: 9pt"><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia">Kegiatan â€˜</span><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia">asmara</span><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia"> subuhâ€™ selama bulan Ramadhan ini sebenarnya tak hanya terjadi di Banda Aceh. Di beberapa tempat, terutama kota-kota besar seperti </span><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia">Surabaya</span><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia"> dan </span><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia">Malang</span><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia"> kasus serupa juga terjadi. </span></p>
<p style="margin-right: 9pt"><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia">Di Kota Batu, </span><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia">Malang</span><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia">, misalnya, para remaja putra-putri bergerombol dan berpelukan di atas sepeda motor tanpa rasa risih dan malu. </span></p>
<div align="left"><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia">Sayangnya, sampai saat ini tak ada petugas keamanan, lebih-lebih organisasi </span><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia">massa</span><span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia"> Islam yang bertindak mengingatkan pemandangan yang merusak kesucian Ramadhan ini.Â  [ant/cha/hid/<a href="http://www.hidayatullah.com/">www.hidayatullah.com</a>]</span></div>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2008/09/04/%e2%80%9casmara-subuh-%e2%80%9c-yang-banyak-disesalkan/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2008/09/04/%e2%80%9casmara-subuh-%e2%80%9c-yang-banyak-disesalkan/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2008/09/04/%e2%80%9casmara-subuh-%e2%80%9c-yang-banyak-disesalkan/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2008/09/04/%e2%80%9casmara-subuh-%e2%80%9c-yang-banyak-disesalkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengamat Intelijen: Waspadai Hidden Agenda kasus Monas</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2008/06/06/pengamat-intelijen-waspadai-hidden-agenda-kasus-monas/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2008/06/06/pengamat-intelijen-waspadai-hidden-agenda-kasus-monas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 07:55:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[antar]]></category>
		<category><![CDATA[departemen kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[hasad]]></category>
		<category><![CDATA[hasut]]></category>
		<category><![CDATA[hidayatullah]]></category>
		<category><![CDATA[intelijen]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[Pengamat]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2008/06/06/pengamat-intelijen-waspadai-hidden-agenda-kasus-monas/</guid>
		<description><![CDATA[Pengamat intelijen, Soeripto memperingatkan umat Islam untuk tidak terjebak dengan silang-pendapat dalam kasus Monas, I Juni 2008 yang telah melahirkan polemik dan saling serang antar kelompok-kelompok Islam. Pengamat intelijen lulusan AMN Magelang 1960 ini menegaskan, kasus bentrokan AKKBB dan FPI yang belakangan telah memancing konflik horisontal antar kelompok Islam sudah dinilai telah keluar dari konteks awalnya dan ada pembelokan isu. Karena itu, dia berharap umat Islam mewaspadai adanya unsur-unsur tersembunyi (hidden agenda) agar tidak merugikan umat Islam sendiri. â€œUmat Islam harus bisa paham, apakah gerakan ini sudah mulai ada hidden agenda yang bisa merugikan umat, â€œ ujarnya kepada www.hidayatullah.com. Namun yang jelas, ia merasakan sudah mulai ada agenda tersembunyi terhadap peristiwa yang belakangan ini telah membuat konflik antar ormas Islam. Menurut Soeripto, tanda-tanda jika masalah ini sudah mengarah kepada sebuah hidden agenda yakni di mana target nya adalah konflik horisontal. â€Targetnya adalah saling tuding dan saling menyerang,â€ jelasnya. Tentu saja, target besar yang dimaksudkan adalah keamanan dan citra umat Islam. â€œAda usaha untuk membuat citra kekerasan pada umat Islam atau violent behavior, â€œtambah Soeripto. Citra (image) itulah yang kini sedang dimunculkan. Usaha-usaha seperti ini, menurut Soeripto, tidak tertutup kemungkinan dilakukan oleh intelijen asing. Karenanya, ia meminta kepada seluruh komponen umat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengamat intelijen, Soeripto memperingatkan umat Islam untuk tidak terjebak dengan silang-pendapat dalam kasus Monas, I Juni 2008 yang telah melahirkan polemik dan saling serang antar kelompok-kelompok Islam.<br />
<span id="more-504"></span></p>
<p>Pengamat intelijen lulusan AMN Magelang 1960 ini menegaskan, kasus bentrokan AKKBB dan FPI yang belakangan telah memancing konflik horisontal antar kelompok Islam sudah dinilai telah keluar dari konteks awalnya dan ada pembelokan isu. Karena itu, dia berharap umat Islam mewaspadai adanya unsur-unsur tersembunyi (hidden agenda) agar tidak merugikan umat Islam sendiri.</p>
<p>â€œUmat Islam harus bisa paham, apakah gerakan ini sudah mulai ada hidden agenda yang bisa merugikan umat, â€œ ujarnya kepada www.hidayatullah.com.</p>
<p>Namun yang jelas, ia merasakan sudah mulai ada agenda tersembunyi terhadap peristiwa yang belakangan ini telah membuat konflik antar ormas Islam. Menurut Soeripto, tanda-tanda jika masalah ini sudah mengarah kepada sebuah hidden agenda yakni di mana target nya adalah konflik horisontal. â€Targetnya adalah saling tuding dan saling menyerang,â€ jelasnya.</p>
<p>Tentu saja, target besar yang dimaksudkan adalah keamanan dan citra umat Islam. â€œAda usaha untuk membuat citra kekerasan pada umat Islam atau violent behavior, â€œtambah Soeripto. Citra (image) itulah yang kini sedang dimunculkan.</p>
<p>Usaha-usaha seperti ini, menurut Soeripto, tidak tertutup kemungkinan dilakukan oleh intelijen asing. Karenanya, ia meminta kepada seluruh komponen umat Islam untuk melakukan kewaspadaan internal.</p>
<p>Mantan Sekjen Departemen Kehutanan dan Perkebunan (Dephutbun) ini menambahkan, sebenarnya di tengah silang pendapat yang telah membuat konflik antar umat ini adalah menemukan siapa dalang yang telah memecah-belah ummat. â€œYang lebih penting itu menemukan siapa â€œsi hasadâ€ dan â€œsi  hasutâ€â€, katanya menyudahi. [cha/www.hidayatullah.com]</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2008/06/06/pengamat-intelijen-waspadai-hidden-agenda-kasus-monas/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2008/06/06/pengamat-intelijen-waspadai-hidden-agenda-kasus-monas/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2008/06/06/pengamat-intelijen-waspadai-hidden-agenda-kasus-monas/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2008/06/06/pengamat-intelijen-waspadai-hidden-agenda-kasus-monas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Islamnya Marinir AS setelah 14 hari</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2008/03/31/islamnya-marinir-as-setelah-14-hari/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2008/03/31/islamnya-marinir-as-setelah-14-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 03:39:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Critone Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[agama islam]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[korps marinir]]></category>
		<category><![CDATA[Latihan]]></category>
		<category><![CDATA[marinir tni al]]></category>
		<category><![CDATA[masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[states marine corps]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Wray]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2008/03/31/islamnya-marinir-as-setelah-14-hari/</guid>
		<description><![CDATA[Surabaya &#8211; Keyakinan Kapten Wray, anggota marinir AS (USMC/Unites States Marine Corps), berubah setelah 14 hari berada di markas Komando Latihan Marinir (Kolatmar) Gunungsari Surabaya. Dia meninggalkan keyakinan lamanya dan menjadi muslim. Masjid yang berada di lingkungan Kolatmar Gunungsari Surabaya menjadi saksi bisu saat Wray mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai ikrar masuk Islam. Wray mengucapkan syahadat di masjid ini pada Jumat (28/3/2008) lalu. Wray berketetapan menjadi muallaf setelah tiap hari menyaksikan rutinitas anggota Marinir Indonesia dalam menjalankan ibadah salat lima waktu. &#8220;Jadi masuknya dia (Wray) itu secara spontanitas, karena saking seringnya dia melihat anggota menjalankan kewajiban ibadah salat lima waktu dan melihat anggota usai salat terlihat tenang dan damai,&#8221; kata Lettu (mar) Mardiono, Humas Korps Marinir, kepada detiksurabaya.com. Selain itu, kata Mardino, selama latihan bersama di Kolatmar, Wray juga sering mengeluh jika selama ini hidupnya seakan hampa. Wray merasa tidak memiliki harapan dan tujuan dalam hidup. Yang semakin membuat Wray semakin tertarik dengan Islam, setelah melihat sikap anggota Marinir Indonesia. Wray tertegun dengan sikap sopan santun para anggota marinir Indonesia yang selalu permisi jika akan berjalan di depan tamu. Menurut Mardiono, Wray selama mengikuti latihan perang bersama Korps Marinir TNI AL yang bernama Marine Tactical Warfighting Simulator System (MTWS) juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><strong><img align="left" src="http://www.detiksurabaya.com/images_content/2008/03/31/466/wray1dalam.jpg" />Surabaya &#8211; </strong> Keyakinan Kapten Wray, anggota marinir AS (USMC/Unites States Marine Corps), berubah setelah 14 hari berada di markas Komando Latihan Marinir (Kolatmar) Gunungsari Surabaya. Dia meninggalkan keyakinan lamanya dan menjadi muslim.</p>
<p>Masjid yang berada di lingkungan Kolatmar Gunungsari Surabaya menjadi saksi bisu saat Wray mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai ikrar masuk Islam. Wray mengucapkan syahadat di masjid ini pada Jumat (28/3/2008) lalu.</p>
<p>Wray berketetapan menjadi muallaf setelah tiap hari menyaksikan rutinitas anggota Marinir Indonesia dalam menjalankan ibadah salat lima waktu.<span id="more-480"></span></p>
<p>&#8220;Jadi masuknya dia (Wray) itu secara spontanitas, karena saking seringnya dia melihat anggota menjalankan kewajiban ibadah salat lima waktu dan melihat anggota usai salat terlihat tenang dan damai,&#8221; kata Lettu (mar) Mardiono, Humas Korps Marinir, kepada <strong>detiksurabaya.com</strong>.</p>
<p>Selain itu, kata Mardino, selama latihan bersama di Kolatmar, Wray juga sering mengeluh jika selama ini hidupnya seakan hampa. Wray merasa tidak memiliki harapan dan tujuan dalam hidup.</p>
<p>Yang semakin membuat Wray semakin tertarik dengan Islam, setelah melihat sikap anggota Marinir Indonesia. Wray tertegun dengan sikap sopan santun para anggota marinir Indonesia yang selalu permisi jika akan berjalan di depan tamu.</p>
<p>Menurut Mardiono, Wray selama mengikuti latihan perang bersama Korps Marinir TNI AL yang bernama Marine Tactical Warfighting Simulator System (MTWS) juga lebih suka makan di luar. Dia lebih suka makan di warung kaki lima dan selalu bertanya kepada penjual tentang agama yang dianutnya.</p>
<p>&#8220;Ketika penjual mengaku beragama Islam, mungkin dari situ, Wray semakin mantap untuk memeluk agama Islam,&#8221;<br />
imbuh dia.<br />
<strong><br />
Keterangan Foto: </strong></p>
<p>Kapten Wray saat mengucapkan syahadat (foto: courtesy Marinir)</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.detiksurabaya.com/indexfr.php?url=http://www.detiksurabaya.com/index.php/detailberita.main/y/2008/m/03/d/31/tts/075534/idkanal/466/idnews/915641">detiksurabaya.com </a></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2008/03/31/islamnya-marinir-as-setelah-14-hari/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2008/03/31/islamnya-marinir-as-setelah-14-hari/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2008/03/31/islamnya-marinir-as-setelah-14-hari/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2008/03/31/islamnya-marinir-as-setelah-14-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dianggap Gila Setelah Menemukan Islam</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2008/02/08/dianggap-gila-setelah-menemukan-islam/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2008/02/08/dianggap-gila-setelah-menemukan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Feb 2008 10:31:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Critone Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kewarganegaraan]]></category>
		<category><![CDATA[mabuk]]></category>
		<category><![CDATA[Mereka]]></category>
		<category><![CDATA[muallaf]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[nikmatnya]]></category>
		<category><![CDATA[tentang islam]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2008/02/08/dianggap-gila-setelah-menemukan-islam/</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya, ia menikmati hidup dengan hura-hura. Pesta, minum alkohol, mabuk-mabukkan. Pokoknya â€œhappy.&#8221; Tapi ia dianggap &#8220;gila&#8221; setelah menemukan Islam Namanya Yahya Schroeder. Ia muallaf baru asli Jerman. Memeluk Islam setahun lalu atau tepatnya Nopember 2006. Saat itu ia berusia 17 tahun. Saat remaja lain sibuk mereguk nikmatnya puncak masa remaja, Yahya justru sedang berada di puncak pencarian spiritualnya. Melalui situs www.readingislam.com (11/9) ia menorehkan kisah perjalanan spiritualnya itu kepada publik, semata-mata untuk berbagi pengalaman dengan sesame saudara se-Islam, terutama yang berdomisili di negara non-Muslim. *** Sebagai seorang muallaf, Yahya mengaku lebih mudah mengikuti dan mengamalkan Islam ketimbang muslim tradisonal yang lahir dan dibesarkan di Jerman. Ada sebagian pemuda muslim yang lahir disana, sepengetahuan Yahya, justru ingin dikenal sebagai orang Jerman. â€œMereka tidak bangga dengan Islamnya. Bagi mereka Islam hanyalah sebuah tradisi. Malah ada yang berani menggadaikan keislamannya hanya agar bisa berganti kewarganegaraan,â€ ungkap pemuda murah senyum itu. Naâ€™uzubillah!. Memang, seperti diakui Yahya, hidup sebagai seorang Muslim di Jerman tidaklah mudah. â€œJika orang Jerman ditanya apa yang mereka ketahui tentang Islam, maka mereka akan jawab Islam identik dengan yang berbau Arab. Jadi persis seperti sebuah simbol operasi dalam matematika, Islam=Arab. Mereka belum tahu kebesaran Islam yang sebenarnya,â€ imbuhnya. Masa remaja penuh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://hidayatullah.com/images/stories/masuk%20islam.jpg" alt="http://hidayatullah.com/images/stories/masuk%20islam.jpg" align=left /> Sebelumnya, ia menikmati hidup dengan hura-hura. Pesta, minum alkohol, mabuk-mabukkan. Pokoknya â€œhappy.&#8221;  Tapi ia dianggap &#8220;gila&#8221; setelah  menemukan Islam<br />
<span id="more-453"></span><br />
Namanya Yahya Schroeder. Ia muallaf baru asli Jerman. Memeluk Islam setahun lalu atau tepatnya Nopember 2006. Saat itu ia berusia 17 tahun. Saat remaja lain sibuk mereguk nikmatnya puncak masa remaja, Yahya justru sedang berada di puncak pencarian spiritualnya. Melalui situs www.readingislam.com (11/9) ia menorehkan kisah perjalanan spiritualnya itu kepada publik, semata-mata untuk berbagi pengalaman dengan sesame saudara se-Islam, terutama yang berdomisili di negara non-Muslim.</p>
<p>***</p>
<p>Sebagai seorang muallaf, Yahya mengaku lebih mudah mengikuti dan mengamalkan Islam ketimbang muslim tradisonal yang lahir dan dibesarkan di Jerman. Ada sebagian pemuda muslim yang lahir disana, sepengetahuan Yahya, justru ingin dikenal sebagai orang Jerman. â€œMereka tidak bangga dengan Islamnya. Bagi mereka Islam hanyalah sebuah tradisi. Malah ada yang berani menggadaikan keislamannya hanya agar bisa berganti kewarganegaraan,â€ ungkap pemuda murah senyum itu. Naâ€™uzubillah!.</p>
<p>Memang, seperti diakui Yahya, hidup sebagai seorang Muslim di Jerman tidaklah mudah.</p>
<p>â€œJika orang Jerman ditanya apa yang mereka ketahui tentang Islam, maka mereka akan jawab Islam identik dengan yang berbau Arab. Jadi persis seperti sebuah simbol operasi dalam matematika, Islam=Arab.  Mereka belum tahu kebesaran Islam yang sebenarnya,â€ imbuhnya.</p>
<p><strong>Masa remaja penuh ceria</strong></p>
<p>Yahya dibesarkan di sebuah desa kecil di pinggiran Potsdam. Ia tergolong anak keluarga berada. â€œAku tinggal di sebuah rumah mewah dengan ibu dan ayah tiriku. Rumah kami memiliki halaman yang cukup luas dan ada kolam renangnya. Sebagai seorang remaja aku sangat menikmati hidup ini. Punya banyak teman, kami sering bikin pesta, minum alkohol, mabuk-mabukkan, dan acara gila-gilaan lainnya. Ya seperti kebanyakan pemuda Jerman umumnya, Pokoknya happy,â€ ujar Yahya mengenang.</p>
<p>â€œKala itu aku punya segalanya; rumah mewah, mobil, uang, dan berbagai macam jenis mainan canggih. Aku tidak pernah kekurangan uang, tapi entahlah, aku merasa hidup tidak tenang, selalu gelisah. Kala itu pun aku berpikir untuk mencari â€œsesuatuâ€ yang lain,â€ sambungnya.</p>
<p>Memasuki umur 16 tahun ia bersua dengan komunitas Muslim di kota Potsdam melalui perantaraan ayah kandungnya. Ayahnya memang telah duluan memeluk Islam tahun 2001. Ya kendati telah bercerai dengan sang ibu, namun Yahya senantiasa menjenguk ayahnya sekali dalam sebulan dan sering pula menghadiri pengajian warga muslim disana.</p>
<p>Secara perlahan, Yahya mulai tertarik dengan Islam. Rupanya sang ayah memerhatikan gejala itu. Sang Ayah ingin ia belajar lebih jauh tentang Islam dari orang yang memiliki ilmu yang lebih tinggi. Sejak saat itu Yahya mulai serius belajar Islam dan menghadiri forum pengajian rutin setiap bulannya.</p>
<p>Satu ketika, terjadilah sesuatu yang tak diinginkan, yang nantinya merubah semua jalan hidupnya. â€œCeritanya, satu hari aku ikut kawan-kawan pergi berenang. Nah saat melompat ke kolam, aku terpeleset dan jatuh tidak sempurna. Akibatnya, punggungku mengalami retak berat dan kepala berbenturan hebat dengan dasar kolam. Cederaku cukup parah hingga ayah segera melarikanku ke rumah sakit.â€</p>
<p>â€œDi rumah sakit, dokter menyarankan agar jangan banyak bergerak. Cedera punggungku cukup parah yang mengakibatkan engsel tangan kanan bergeser. Katanya: â€œNak, janganlah banyak bergerak. Sedikit saja salah bergerak bisa menyebabkan cacat nantinya.â€ Kalimat dokter itu sungguh sangat tidak membantu. Malah membuatku tertekan luar biasa.â€</p>
<p>Sejurus kemudian, sebelum dibawa ke ruang operasi, Ahmir salah seorang sahabatnya berujar.â€Yahya, hidupmu kini ada di tangan Allah. Ini mirip seperti sebuah perjudian, antara hidup dan mati. Kini kamu berada di puncak kenikmatan dari sebuah pencarian. Bertahanlah, sabarlah sahabat. Allah pasti bantu.â€ Kalimat Ahmir dirasakan Yahya sangat luar biasa. Ia sangat termotivasi dan semangat hidupnya muncul kembali.</p>
<p>â€œOperasi berjalan selama lima jam dan aku siuman selepas 3 hari. Saat terjaga tangan kananku sulit digerakkan. Namun, entah mengapa, aku merasa orang yang paling bahagia di muka bumi ini. Bahkan kepada dokter kuberitahukan bahwa aku tidak peduli dengan cedera yang kualami. Aku justru bahagia Allah masih mengizinkanku hidup,â€ kenang Yahya.</p>
<p>â€œDokter mengatakan aku harus tinggal di rumah sakit selama beberapa bulan. Tapi tahukah kawan, aku dirawat cuma dua pekan saja! Itu karena aku latihan rutin dan penuh disiplin. Satu hari dokter datang dan bilang: â€Hari ini kita coba latihan naik tangga ya.â€ Padahal tanpa sepengetahuan mereka sebenarnya aku telah melakukan latihan atas inisiatif sendiri, dua hari sebelum dokter datang,â€ sambungnya. Begitulah, akhirnya ia dapat menggerakkan kembali tangan kanannya seperti sediakala dan cuma dua pekan di rumah sakit.</p>
<p>â€œKecelakaan itu telah mengubah jalan hidupku. Aku jadi suka merenung. Jika Allah inginkan sesuatu, maka kehidupan seorang individu bisa berubah hanya dalam hitungan detik. Aku pun mulai serius berpikir tentang hidup ini dan Islam tentunya. Keinginan untuk memeluk Islam makin menjadi-jadi, yang berarti harus meninggalkan rumah, keluarga yang kucintai dan semua kemewahan hidup disana,â€ungkapnya. Akhirnya ia memutuskan pindah ke Potsdam.</p>
<p>Kala pindah ke Potsdam Yahya cuma membawa beberapa lembar pakaian, buku sekolah dan beberapa CD kesayangannya. Ia tinggal sementara di apartemen ayahnya.</p>
<p>â€œKecil memang tempatnya, hingga aku musti tidur di dapur. Tapi itu tidak masalah bagiku. Aku merasa bahagia. Sangat bahagia, persis seperti kala terjaga dari siuman di rumah sakit selepas kecelakaan hebat itu.â€</p>
<p><strong>Mengucap dua kalimah syahadah</strong></p>
<p>Tak berapa lama ia mulai menjalani hari pertama di sekolah. Mendadak semua serba baru baginya. Apartemen baru, sekolah baru, teman baru dan pertamakali tanpa keluarga lengkap. Persis sehari selepas hari pertama di sekolah, ia pun bersyahadah. Begitu teman-teman sekolahnya tahu ia beragama Islam mulailah mereka mengejek dengan kalimat-kalimat usil.</p>
<p>â€œAda terorisâ€, â€œUsamah bin Laden datang,â€ â€œIslam itu kotorâ€. Begitu mereka mengejek Yahya. Sebagiannya malah ada yang menganggapnya gila. Lebih parahnya lagi, bahkan ada yang tidak percaya ia orang Jerman asli.</p>
<p>â€œAku bisa maklumi, karena mereka hanya tahu Islam dari media yang cenderung memojokkan Islam,â€ tukasnya</p>
<p>Akan tetapi setelah 10 bulan berjalan situasinya benar-benar berubah. Sikap teman-temannya berubah drastis. Rekan-rekan sekelasnya berhenti bersikap usil. Malah mereka sering bertanya tentang Islam. Pandangan mereka tentang Islam pun berubah. Menurut mereka, ternyata Islam itu cool! Indah! Subhanallah!</p>
<p>â€œPerubahan itu tentu saja tidak serta merta. Secara halus dan perlahan aku melakukan dakwah di kelas. Tentu saja bukan dengan ceramah agama. Sikap dan tingkah lakulah yang banyak membantu mereka mengenal Islam. Percaya tidak, kini aku bahkan punya ruang shalat khusus. Padahal akukah satu-satunya siswa Muslim di sekolah itu,â€ ujar Yahya senang.</p>
<p>â€œMereka baru tahu ternyata Islam punya adab atau tata tertib dalam hidup. Yang menarik bagi mereka, Islam tidak ekslusif, tidak mengelompokkan diri dalam kelompok-kelompok khusus. Seperti di sekolahku ini,â€ imbuhnya.</p>
<p>Dikatakannya, di sekolah itu ada tiga kelompok utama yakni kelompok yang suka hura-hura. kongkow-kongkow; lalu ada kelompok punk; dan satunya lagi kelompok yang suka pesta-pestaan. Setiap orang selalu mencoba untuk jadi anggota kelompok dari salah satu grup, semata-mata supaya diterima oleh yang lainnya.</p>
<p>â€œKecuali aku! Aku tidak masuk kelompok manapun, namun diterima oleh semua mereka. Aku bisa menjadi teman bagi setiap orang. Tidak perlu menggunakan pakaian tertentu supaya dibilang â€œcool.â€ Bahkan mereka selalu mengundangku, demikian juga teman-temanku yang Islam pada acara-acara mereka,â€ kisah Yahya.</p>
<p>Mereka menaruh respek pada Yahya sebagai seorang muslim. Bahkan lebih dari itu, jika ada acara mereka secara khusus menyiapkan makanan halal untuknya. Misalnya acara bakar sate, maka mereka siapkan dua alat pembakar. Satunya untuk mereka dan satunya lagi khusus untuk Yahya dan rekan-rekan Muslimnya.</p>
<p>â€œBukan main! Kini mereka benar-benar terbuka dengan Islam. Aku hanya berdoa agar Allah beri mereka hidayah. Amiin,â€ harapnya sembari berdoa.</p>
<p>Selepas memeluk Islam, kesibukan Yahya kini bertambah. Ia menjadi produser film. YaYa Productions nama perusahaannya yang berlokasi di Potsdam. Produksinya terutama film-film dokumenter yang kebanyakan mengisahkan perjalanan hidup seorang muallaf dan kebanyakan dalam bahasa Jerman dengan terjemahan bahasa Inggris.</p>
<p>â€œTujuan aku buat film adalah untuk menunjukkan kepada kalangan non-Muslim bagaimana Islam yang sebenarnya. Jauh dari apa yang ditampilkan media selama ini. Mudah-mudahan film-film itu bisa mencerahkan pandangan mereka,â€ ujar Yahya yang meyakini pekerjaannya itu sebagai bagian dari dakwah. [zulkarnain jalil (Aceh)/www.hidayatullah.com]</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2008/02/08/dianggap-gila-setelah-menemukan-islam/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2008/02/08/dianggap-gila-setelah-menemukan-islam/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2008/02/08/dianggap-gila-setelah-menemukan-islam/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2008/02/08/dianggap-gila-setelah-menemukan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

