<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[m²]  Sepi Ing Pamrih - Rame Ing gawe ! &#187; bisu</title>
	<atom:link href="http://mbah-marijan.org/tag/bisu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mbah-marijan.org</link>
	<description>Kliping Blog Simbah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Jan 2012 11:44:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=353</generator>
		<item>
		<title>Kisah Husnul Khotimah: Perpisahan Terakhir*</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/06/23/kisah-husnul-khotimah-perpisahan-terakhir/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/06/23/kisah-husnul-khotimah-perpisahan-terakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 16:21:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Critone Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Umar basyir Al-Maidani]]></category>
		<category><![CDATA[Al-lahazhat Al-hasimah]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[Az-Zairul Akhir]]></category>
		<category><![CDATA[bisu]]></category>
		<category><![CDATA[Jaridahul Jazirah]]></category>
		<category><![CDATA[Kholid Abdurrohman Asy-Syayi']]></category>
		<category><![CDATA[Kholid Abu Sholih]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Husnul Khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah perpisahan suami istri]]></category>
		<category><![CDATA[Misteri Menjelang Ajal]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad ibn Abdul Aziz Al-Musnid]]></category>
		<category><![CDATA[Musyahidul Ihtidhor]]></category>
		<category><![CDATA[Perpisahan Terakhir]]></category>
		<category><![CDATA[Sulthon ibn Fahd Ar-Rosyid]]></category>
		<category><![CDATA[takdir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=588</guid>
		<description><![CDATA[*Kisah ini disebutkan dalam bentuk berita di surat kabar Jaridahul Jazirah edisi 10183. Di sini disebutkan sesuai redaksi aslinya. Ia seorang wanita sholihah, seorang wanita pendidik yang agung. Ia gemar bersedekah dan amat murah hati. Itu berdasarkan persaksian orang-orang yang dekat dengannya. Namun, selama lima puluh tahun masa hidupnya, ia dalam keadaan bisu. Suami dan keluarganya sudah terbiasa dengan kondisinya tersebut. Mereka yakin akan takdir dan ketetapan Alloh. Alloh tentu saja memiliki hikmah dalam segala sesuatu yang diatur-Nya dalam kehidupan alam semesta ini. Seorang muslim harus ridho terhadap takdir dan ketetapan Alloh setiap kali ia tertimpa bala atau musibah. Suatu malam, tidak seperti biasanya, ia bangun lebih cepat, beberapa jam sebelum sholat Shubuh. Ia bangkit dan sholat menghadap Alloh &#8216;Azza wa Jalla. Tiba-tiba ia berbicara dengan suara yang terdengar jelas, sehingga sang suami kontan terbangun dari tidurnya saat mendengar suara tersebut. &#8220;Ya Ilahi! Apa yang terjadi? Apakah selama lima puluh tahun ia hanya membisu kini tiba-tiba lidahnya berbicara?&#8221; Ya. ia memang berbicara untuk mengucapkan dua kalimat syahadat dengan bahasa yang jelas dan lugas. Ia berdoa kepada Alloh dengan pasrah, dengan kata-kata yang terdengar jelas. Si suami menunggu sampai sang istri selesai sholat dengan hati penasaran. Ia ingin bertanya apa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><small>*Kisah ini disebutkan dalam bentuk berita di surat kabar <em>Jaridahul Jazirah</em> edisi 10183. Di sini disebutkan sesuai redaksi aslinya.</small></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-589 aligncenter" title="spirituality_by_muslim_women" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2009/06/spirituality_by_muslim_women-300x227.jpg" alt="spirituality_by_muslim_women" width="300" height="227" /></p>
<p>Ia seorang wanita sholihah, seorang wanita pendidik yang agung. Ia gemar bersedekah dan amat murah hati. Itu berdasarkan persaksian orang-orang yang dekat dengannya. Namun, selama lima puluh tahun masa hidupnya, ia dalam keadaan bisu.<span id="more-588"></span></p>
<p>Suami dan keluarganya sudah terbiasa dengan kondisinya tersebut. Mereka yakin akan takdir dan ketetapan Alloh. Alloh tentu saja memiliki hikmah dalam segala sesuatu yang diatur-Nya dalam kehidupan alam semesta ini. Seorang muslim harus ridho terhadap takdir dan ketetapan Alloh setiap kali ia tertimpa bala atau musibah.</p>
<p>Suatu malam, tidak seperti biasanya, ia bangun lebih cepat, beberapa jam sebelum sholat Shubuh. Ia bangkit dan sholat menghadap Alloh<em> &#8216;Azza wa Jalla</em>.</p>
<p>Tiba-tiba ia berbicara dengan suara yang terdengar jelas, sehingga sang suami kontan terbangun dari tidurnya saat mendengar suara tersebut.</p>
<p><em>&#8220;Ya Ilahi! Apa yang terjadi? Apakah selama lima puluh tahun ia hanya membisu kini tiba-tiba lidahnya berbicara?&#8221;</em></p>
<p>Ya. ia memang berbicara untuk mengucapkan dua kalimat <em>syahadat </em>dengan bahasa yang jelas dan lugas. Ia berdoa kepada Alloh dengan pasrah, dengan kata-kata yang terdengar jelas.</p>
<p>Si suami menunggu sampai sang istri selesai sholat dengan hati penasaran. Ia ingin bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Akan tetapi ia sudah terdahului oleh takdir Alloh. Belum selesai sang istri sholat, Alloh sudah mengambil ruhnya, saat ia masih berada di atas sajadahnya yang empuk.</p>
<p>Ia telah menutup kehidupannya dengan kaliamat tauhid dan do&#8217;a. Pernahkah kita mendengar akhir kehidupan yang lebih indah daripada ini?</p>
<p><strong>Sumber:</strong><br />
Judul Asli <em>Al-lahazhat Al-hasimah, Muhammad ibn Abdul Aziz Al-Musnid</em><br />
Judul Asli <em>Az-Zairul Akhir, Kholid Abu Sholih</em><br />
Judul Asli <em>Musyahidul Ihtidhor </em>(cuplikan), <em>Kholid Abdurrohman Asy-Syayi&#8217;</em> dan <em>Sulthon ibn Fahd Ar-Rosyid</em><br />
Judul Terjemah <em>Misteri Menjelang Ajal</em>, Penerjemah <em>Abu Umar basyir Al-Maidani</em></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/06/23/kisah-husnul-khotimah-perpisahan-terakhir/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/06/23/kisah-husnul-khotimah-perpisahan-terakhir/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/06/23/kisah-husnul-khotimah-perpisahan-terakhir/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/06/23/kisah-husnul-khotimah-perpisahan-terakhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

