<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[m²]  Sepi Ing Pamrih - Rame Ing gawe !</title>
	<atom:link href="http://mbah-marijan.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mbah-marijan.org</link>
	<description>Kliping Blog Simbah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Jan 2012 11:44:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=246</generator>
		<item>
		<title>Sultan &#8216;Tergiur&#8217; Bikin Esemka Jokowi di Yogya</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2012/01/04/sultan-tergiur-bikin-esemka-jokowi-di-yogya/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2012/01/04/sultan-tergiur-bikin-esemka-jokowi-di-yogya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 11:44:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Buwono]]></category>
		<category><![CDATA[Esemka]]></category>
		<category><![CDATA[esemka jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[foto mobil kiat esemka]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[kiat esemka]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[mobil kiat esemka]]></category>
		<category><![CDATA[seperti]]></category>
		<category><![CDATA[sri sultan mobil esemka]]></category>
		<category><![CDATA[sultan esemka]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=875</guid>
		<description><![CDATA[Yogyakarta - Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menuturkan Yogyakarta memiliki potensi besar untuk merakit mobil komersial sendiri seperti yang telah dilakukan Kiat Esemka menjadi mobil dinas Wali Kota Joko Widodo. “Yogyakarta tidak ada masalah dengan potensinya untuk melakukan perakitan (mobil) sendiri seperti itu. Sangat bisa kita lakukan,” kata Sultan menjawab pertanyaan Tempo saat mengunjungi korban banjir di Dusun Joho Condong Catur Sleman, Rabu, 4 Januari 2012. &#160; detail Tempo  Tweet]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mbah-marijan.org/media/uploads/2012/01/esemka.gif"><img class="size-full wp-image-876 alignright" title="esemka" src="http://mbah-marijan.org/media/uploads/2012/01/esemka.gif" alt="" width="400" height="259" /></a></p>
<p><strong>Yogyakarta - </strong>Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menuturkan Yogyakarta memiliki potensi besar untuk merakit mobil komersial sendiri seperti yang telah dilakukan Kiat Esemka menjadi mobil dinas Wali Kota Joko Widodo.</p>
<p>“Yogyakarta tidak ada masalah dengan potensinya untuk melakukan perakitan (mobil) sendiri seperti itu. Sangat bisa kita lakukan,” kata Sultan menjawab pertanyaan <em>Tempo</em> saat mengunjungi korban banjir di Dusun Joho Condong Catur Sleman, Rabu, 4 Januari 2012.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>detail <a href="http://www.tempo.co/read/news/2012/01/04/058375356/Sultan-Tertantang-Bikin-Esemka-ala-Jokowi-di-Yogya">Tempo </a></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2012/01/04/sultan-tergiur-bikin-esemka-jokowi-di-yogya/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2012/01/04/sultan-tergiur-bikin-esemka-jokowi-di-yogya/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2012/01/04/sultan-tergiur-bikin-esemka-jokowi-di-yogya/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2012/01/04/sultan-tergiur-bikin-esemka-jokowi-di-yogya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMP 3 Candimulyo Juara II  Percepat Kesuburan dengan Abu Vulkanik</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2011/09/20/smp-3-candimulyo-juara-ii-percepat-kesuburan-dengan-abu-vulkanik/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2011/09/20/smp-3-candimulyo-juara-ii-percepat-kesuburan-dengan-abu-vulkanik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 11:55:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Techno]]></category>
		<category><![CDATA[Candimulyo]]></category>
		<category><![CDATA[cara memanfaatkan abu vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Juara]]></category>
		<category><![CDATA[juara penelitian ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[kandungan abu vulkanik yang menyuburkan tanah]]></category>
		<category><![CDATA[karya ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[karya ilmiah smp 3]]></category>
		<category><![CDATA[kesuburan tanah]]></category>
		<category><![CDATA[melalui]]></category>
		<category><![CDATA[microorganisme]]></category>
		<category><![CDATA[panti asuhan]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[pir perpisahan kls 3 smp]]></category>
		<category><![CDATA[proses fermentasi dengan abu]]></category>
		<category><![CDATA[smp sexs]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=866</guid>
		<description><![CDATA[Tim Penelitian Ilmiah Remaja (PIR) dari SMP 3 Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jateng,  berhasil menemukan pemanfaatan abu vulkanik Gunung Merapi untuk pertanian melalui proses fermentasi Effective Microorganisme (EM4) yang berguna untuk mempercepat proses pelapukan abu vulkanik yang bermanfaat bagi kesuburan tanah. Atas eksperimen tersebut, tim PIR dari SMP 3 Candimulyo yang mewakili Kabupaten Magelang terdiri dari tiga siswa kelas IX, Nazola Soares, Tri Wahyuni, dan Dwi Ristanti berhasil bersaing dengan 21 tim karya ilmiah kabupaten dan kota di Provinsi Jateng, dan meraih juara II pada bidang teknik dan rekayasa yang digelar pada 12-14 September lalu di Pusdiklat BKK Semarang. Ketua tim, Nazola Soares, Selasa (20/9/2011), mengaku senang dan bangga dapat memenangkan juara dua lomba penelitian ilmiah remaja ini.  Nazola dan kawan-kawan berhasil mempresentasikan pemanfaatan abu vulkanik untuk pertanian tanpa harus menunggu proses alami yang membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun, dengan melalui proses fermentasi, sehingga abu vulkanik dapat dimanfaatkan para petani untuk menyuburkan tanah dalam waktu yang cukup singkat yaitu dalam waktu satu minggu. Ketua tim, Nazola Soares menjelaskan, tujuan utama dari penelitian ini adalah mempersingkat proses pelapukan alamiah abu vulkanik yang  sebelumnya kandungan mineralnya baru dapat diserap tanaman dengan optimal setelah dua hingga tiga tahun melalui proses pelapukan alamiah dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2011/09/74850_468100832696_575712696_5371634_7369674_n.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-867 alignright" title="74850_468100832696_575712696_5371634_7369674_n" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2011/09/74850_468100832696_575712696_5371634_7369674_n-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>Tim Penelitian Ilmiah Remaja (PIR) dari SMP 3 Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jateng,  berhasil menemukan pemanfaatan abu vulkanik Gunung Merapi untuk pertanian melalui proses fermentasi Effective Microorganisme (EM4) yang berguna untuk mempercepat proses pelapukan abu vulkanik yang bermanfaat bagi kesuburan tanah.</p>
<p>Atas eksperimen tersebut, tim PIR dari SMP 3 Candimulyo yang mewakili Kabupaten Magelang terdiri dari tiga siswa kelas IX, Nazola Soares, Tri Wahyuni, dan Dwi Ristanti berhasil bersaing dengan 21 tim karya ilmiah kabupaten dan kota di Provinsi Jateng, dan meraih juara II pada bidang teknik dan rekayasa yang digelar pada 12-14 September lalu di Pusdiklat BKK Semarang.</p>
<p>Ketua tim, Nazola Soares, Selasa (20/9/2011), mengaku senang dan bangga dapat memenangkan juara dua lomba penelitian ilmiah remaja ini.  Nazola dan kawan-kawan berhasil mempresentasikan pemanfaatan abu vulkanik untuk pertanian tanpa harus menunggu proses alami yang membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun, dengan melalui proses fermentasi, sehingga abu vulkanik dapat dimanfaatkan para petani untuk menyuburkan tanah dalam waktu yang cukup singkat yaitu dalam waktu satu minggu.</p>
<p>Ketua tim, Nazola Soares menjelaskan, tujuan utama dari penelitian ini adalah mempersingkat proses pelapukan alamiah abu vulkanik yang  sebelumnya kandungan mineralnya baru dapat diserap tanaman dengan optimal setelah dua hingga tiga tahun melalui proses pelapukan alamiah dengan bantuan air dan mikroba tanah.</p>
<p>&#8220;Namun melalui proses fermentasi EM4 ini dalam sepekan abu vulkanik dapat dimanfaatkan oleh petani,&#8221; kata siswa yang tinggal di panti asuhan Dusun Bolong, Desa Tegalsari, Kecamatan Candimulyo ini. <strong>(*)</strong></p>
<p>Sumber: <a href="http://jogja.tribunnews.com/2011/09/20/smp-3-candimulyo-percepat-kesuburan-abu-vulkanik">http://jogja.tribunnews.com/</a></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2011/09/20/smp-3-candimulyo-juara-ii-percepat-kesuburan-dengan-abu-vulkanik/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2011/09/20/smp-3-candimulyo-juara-ii-percepat-kesuburan-dengan-abu-vulkanik/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2011/09/20/smp-3-candimulyo-juara-ii-percepat-kesuburan-dengan-abu-vulkanik/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2011/09/20/smp-3-candimulyo-juara-ii-percepat-kesuburan-dengan-abu-vulkanik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Menghadapi “Penunggu” Tol Cipularang</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2011/09/20/cara-menghadapi-%e2%80%9cpenunggu%e2%80%9d-tol-cipularang/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2011/09/20/cara-menghadapi-%e2%80%9cpenunggu%e2%80%9d-tol-cipularang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 23:48:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[allah tempat aku berlindung]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan nabi ketika masuk tempat tempat sepi]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan yang dianjurkan rasulullah ketika melewati jalan sepi]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya]]></category>
		<category><![CDATA[cara melihat penunggu]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[do'a lewat tempat sepi]]></category>
		<category><![CDATA[do'a meminta perlindungan kepada allah]]></category>
		<category><![CDATA[doa ketika melewati tempat angker]]></category>
		<category><![CDATA[doa melewati jalan angker]]></category>
		<category><![CDATA[doa melewati tempat yang angker]]></category>
		<category><![CDATA[doa memasuki daerah angker]]></category>
		<category><![CDATA[jalan tol cipularang]]></category>
		<category><![CDATA[jawa barat]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[jin jin]]></category>
		<category><![CDATA[laki laki]]></category>
		<category><![CDATA[setan]]></category>
		<category><![CDATA[tol cipularang]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=863</guid>
		<description><![CDATA[  Telah lama beredar kabar tentang angkernya tol Cipularang, sebuah tol panjang yang menghubungkan Jakarta-Bandung dan berbagai kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Konon kabarnya di kilo meter tertentu sering terjadi keanehan-keanehan yang tidak jarang berakibat pada kecelakaan pengguna jalan hingga merenggut nyawa banyak orang, termasuk istri salah seorang terkenal di negeri ini. Benar tidaknya cerita-cerita keangkeran yang dianggap sebagai penyebab kecelakaan di jalan tol Cipularang, bukanlah maksud kami untuk ikut berpolemik dalam masalah ini. Hanya saja yang perlu dipahami, cerita-cerita tersebut sangat mungkin benar terjadi dan telah dimaklumi cerita-cerita serupa juga terdapat di tempat lain. Sebab, hal itu sudah merupakan metode dan modus operandi para setan dari kalangan jin untuk menyesatkan manusia, yang mereka gunakan dari masa ke masa. Tujuan utama mereka agar manusia tergoda untuk melakukan dosa terbesar yang dapat mengekalkan pelakunya di neraka, yaitu berbuat syirik atau menyekutukan Allah ta’ala dalam bentuk berdoa; memohon perlindungan (isti’adzah) kepada selain Allah ta’ala, yaitu kepada setan-setan “penunggu” atau “penguasa” suatu tempat. Allah ta’ala berfirman: وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left; "><a href="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2011/09/tol-cipularang-1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-864" title="tol-cipularang (1)" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2011/09/tol-cipularang-1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p> </p>
<p>Telah lama beredar kabar tentang angkernya tol Cipularang, sebuah tol panjang yang menghubungkan Jakarta-Bandung dan berbagai kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Konon kabarnya di kilo meter tertentu sering terjadi keanehan-keanehan yang tidak jarang berakibat pada kecelakaan pengguna jalan hingga merenggut nyawa banyak orang, termasuk istri salah seorang terkenal di negeri ini.</p>
<p style="text-align: justify; ">Benar tidaknya cerita-cerita keangkeran yang dianggap sebagai penyebab kecelakaan di jalan tol Cipularang, bukanlah maksud kami untuk ikut berpolemik dalam masalah ini. Hanya saja yang perlu dipahami, cerita-cerita tersebut sangat mungkin benar terjadi dan telah dimaklumi cerita-cerita serupa juga terdapat di tempat lain. Sebab, hal itu sudah merupakan metode dan modus operandi para setan dari kalangan jin untuk menyesatkan manusia, yang mereka gunakan dari masa ke masa.</p>
<p style="text-align: justify; ">Tujuan utama mereka agar manusia tergoda untuk melakukan dosa terbesar yang dapat mengekalkan pelakunya di neraka, yaitu berbuat syirik atau menyekutukan Allah ta’ala dalam bentuk berdoa; memohon perlindungan (<em>isti’adzah</em>) kepada selain Allah ta’ala, yaitu kepada setan-setan “penunggu” atau “penguasa” suatu tempat.</p>
<p style="text-align: justify; ">Allah ta’ala berfirman:</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify; "><strong>“</strong>Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” <strong>[Al-Jin (72): 6]</strong></p>
<p style="text-align: justify; "><strong>Al-Imam Ibnu Katsir Asy-Syafi’i</strong> <em>rahimahullah</em> menjelaskan dalam <strong><em>Tafsir</em></strong>beliau:</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>إذا نزلوا واديا أو مكانا موحشا من البراري وغيرها كما كان عادة العرب في جاهليتها يعوذون بعظيم ذلك المكان من الجان</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">“Apabila mereka (kaum musyrikin di masa Jahiliyah) mendatangi suatu lembah atau tempat tertentu yang angker di suatu daratan atau tempat lainnya, sebagaimana kebiasaan orang Arab di masa Jahiliyah, mereka memohon perlindungan kepada jin penguasa tempat tersebut.” [<strong><em>Tafsir Ibnu Katsir</em></strong>, 8/239]</p>
<p style="text-align: justify; ">Kaum musyrikin di zaman Jahiliyah memohon perlindungan kepada jin penguasa di tempat tersebut setelah ditakut-takuti oleh setan-setan yang mendiami tempat itu. Dan ternyata, pada awalnya setan juga takut dengan kedatangan manusia di tempat mereka, demi melihat ketakutan manusia kepada mereka dalam bentuk permohonan agar diberi perlindungan, maka para setan pun mulai menakut-nakuti manusia, maka jadilah hal ini sebuah metode untuk menyesatkan manusia.</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>Al-Imam Ibnu Abi Hatim</strong> <em>rahimahullah</em> meriwayatkan dengan <em>sanad</em>nya:</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>عن عكرمة قال: كان الجن يَفْرَقُون من الإنس كما يفرَق الإنس منهم أو أشد، وكان الإنس إذا نزلوا واديا هرب الجن، فيقول سيد القوم: نعوذ بسيد أهل هذا الوادي.</strong><strong> </strong><strong>فقال الجن: نراهم يفرقون منا كما نفرق منهم. فدنوا من الإنس فأصابوهم بالخبل والجنون</strong><strong></strong></p>
<p style="text-align: justify; ">“Dari Ikrimah, beliau berkata, dahulu jin lari dari manusia (karena takut) sebagaimana manusia lari dari jin bahkan lebih takut lagi. Dan ketika manusia mendatangi lembah tertentu maka jin pun lari, lalu pemimpin kaum manusia (yang melewati lembah tersebut) berkata, <em>“Kami berlindung dengan penguasa (jin) yang menghuni lembah ini,”</em>maka jin berkata, <em>“Kami lihat mereka (manusia) takut kepada kita sebagaimana kita takut kepada mereka.”</em> Lalu para jin mulai mendekat kepada manusia dan menimpakan penyakit gila dan linglung (yakni kesurupan).” [<strong><em>Tafsir Ibnu Katsir</em></strong>, 8/239]</p>
<p style="text-align: justify; ">Maka jelaslah, keangkeran suatu tempat bukan karena adanya kuburan atau makam tertentu, bukan pula karena ada arwah penasaran yang meninggal secara tidak wajar di tempat tersebut, semua itu hanyalah tipu daya setan untuk menyesatkan manusia. Minimalnya, jika seseorang telah berkeyakinan bahwa orang yang sudah mati ruhnya dapat bergentayangan lagi di dunia dan bisa memberi manfaat atau menimpakan bahaya maka aqidah tauhidnya menjadi rusak, sebab telah dikabarkan dalam dalil-dalil syari’at bahwa ruh yang sudah meninggal dunia hanya memiliki dua keadaan, apakah nikmat atau azab kubur yang dia dapatkan. Demikian pula, orang yang sudah mati tidak dapat memberi manfaat dan menimpakan bahaya selain Allah ta’ala.</p>
<p style="text-align: justify; ">Pembaca yang budiman, minimal ada 6 bentuk kesyirikan kepada Allah ta’ala yang tersebar di tengah-tengah masyarakat, sebagai hasil dari metode setan; menakut-nakuti manusia di tempat-tempat angker. Kami sebutkan secara ringkas (<em>insya Allah</em> pada kesempatan lain akan kami rinci):</p>
<p style="text-align: justify; ">1.      Syirik dalam do’a atau <em>isti’adzah</em>, yaitu memohon perlindungan kepada selain Allah ta’ala. Dalam hal ini permohonan kepada setan, seperti ucapan sebagian orang, “Mbah permisi, saya mau lewat, tolong jangan diganggu.”</p>
<p style="text-align: justify; ">Pembahasan masalah ini lebih luas dapat didownload dalam artikel <a title="Memohon Perlindungan Kepada Selain Allah Ta’ala Termasuk Syirik" href="http://nasihatonline.wordpress.com/2011/09/10/memohon-perlindungan-kepada-selain-allah-taala-termasuk-syirik-2/" target="_blank">Memohon Perlindungan Kepada Selain Allah Ta’ala Termasuk Syirik</a></p>
<p style="text-align: justify; ">Link: <a href="http://nasihatonline.wordpress.com/2011/09/10/memohon-perlindungan-kepada-selain-allah-taala-termasuk-syirik-2/" target="_blank">http://nasihatonline.wordpress.com/2011/09/10/memohon-perlindungan-kepada-selain-allah-taala-termasuk-syirik-2/</a></p>
<p style="text-align: justify; ">2.      Syirik dalam tawakal, yaitu bergantungnya hati kepada selain Allah ta’ala dalam perkara yang  tidak mampu dilakukan kecuali hanya oleh Allah ta’ala semata. Dalam hal ini tawakal kepada setan dalam meraih suatu keselamatan dari bahaya.</p>
<p style="text-align: justify; ">Pembahasan masalah ini lebih luas dapat didownload dalam artikel <a title="Bagaimana Merealisasikan Tawakkal Kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala" href="http://nasihatonline.wordpress.com/2011/09/10/bagaimana-merealisasikan-tawakkal-kepada-allah-subhanahu-wa-taala/" target="_blank">Bagaimana Merealisasikan Tawakkal Kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala</a></p>
<p style="text-align: justify; ">Link: <a href="http://nasihatonline.wordpress.com/2011/09/10/bagaimana-merealisasikan-tawakkal-kepada-allah-subhanahu-wa-taala/" target="_blank">http://nasihatonline.wordpress.com/2011/09/10/bagaimana-merealisasikan-tawakkal-kepada-allah-subhanahu-wa-taala/</a></p>
<p style="text-align: justify; ">3.      Syirik dalam <em>khauf</em> (takut), yaitu takutnya seseorang kepada sesuatu dengan keyakinan ia dapat menimpakan kemudharatan kepadanya selain Allah ta’ala, padahal setan-setan itu tidak sedikitpun mampu menimpakan bahaya kepada manusia kecuali dengan izin Allah ta’ala.</p>
<p style="text-align: justify; ">Pembahasan masalah ini lebih luas dapat didownload dalam artikel <a title="Janganlah Engkau Takut Kepada Selain Allah Subhanahu wa Ta’ala" href="http://nasihatonline.wordpress.com/2011/09/10/janganlah-engkau-takut-kepada-selain-allah-subhanahu-wa-taala/" target="_blank">Janganlah Engkau Takut Kepada Selain Allah Subhanahu wa Ta’ala</a></p>
<p style="text-align: justify; ">Link: <a href="http://nasihatonline.wordpress.com/2011/09/10/janganlah-engkau-takut-kepada-selain-allah-subhanahu-wa-taala/" target="_blank">http://nasihatonline.wordpress.com/2011/09/10/janganlah-engkau-takut-kepada-selain-allah-subhanahu-wa-taala/</a></p>
<p style="text-align: justify; ">4.      Syirik dalam <em>roja’</em> (harap), yaitu mengharapkan sesuatu yang tidak mampu dilakukan kecuali hanya oleh Allah ta’ala, yaitu mengharapkan perlindungan kepada setan, yang tidak mampu diberikan kecuali hanya oleh Allah ta’ala.</p>
<p style="text-align: justify; ">Pembahasan masalah ini lebih luas dapat didownload dalam artikel <a title="Gantungkan Harapanmu Hanya Kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala" href="http://nasihatonline.wordpress.com/2011/09/10/gantungkan-harapanmu-hanya-kepada-allah-subhanahu-wa-taala/" target="_blank">Gantungkan Harapanmu Hanya Kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala</a></p>
<p style="text-align: justify; ">Link: <a href="http://nasihatonline.wordpress.com/2011/09/10/gantungkan-harapanmu-hanya-kepada-allah-subhanahu-wa-taala/" target="_blank">http://nasihatonline.wordpress.com/2011/09/10/gantungkan-harapanmu-hanya-kepada-allah-subhanahu-wa-taala/</a></p>
<p style="text-align: justify; ">5.      <em>Taqorrub</em> (mendekatkan diri) kepada setan. Kesyirikan dalam bentuk ini sangat beragam dan luas, terkadang dalam bentuk sembelihan ataupun sesajen berupa macam-macam makanan untuk setan, sampai-sampai di tempat tertentu manusia dijadikan tumbal untuk setan. Demikian pula, mengadakan ziarah khusus ke makam tertentu disertai ritual-ritual ibadah tertentu, dengan harapan penghuni makam tersebut dapat memberi suatu kemanfaatan atau melindungi dari suatu bahaya.</p>
<p style="text-align: justify; ">Beribadah di kuburan dan berlebih-lebihan (ghuluw) dalam menyikapi kuburan termasuk sarana yang dapat mengantarkan kepada kesyirikan. Pembahasan masalah ini lebih luas dapat didownload dalam artikel <a title="Berlebih-lebihan Terhadap Kuburan Menyebabkan Perbuatan Syirik" href="http://nasihatonline.wordpress.com/2011/09/10/berlebih-lebihan-terhadap-kuburan-menyebabkan-perbuatan-syirik/" target="_blank">Berlebih-lebihan Terhadap Kuburan Menyebabkan Perbuatan Syirik</a></p>
<p style="text-align: justify; ">Link: <a href="http://nasihatonline.wordpress.com/2011/09/10/berlebih-lebihan-terhadap-kuburan-menyebabkan-perbuatan-syirik/" target="_blank">http://nasihatonline.wordpress.com/2011/09/10/berlebih-lebihan-terhadap-kuburan-menyebabkan-perbuatan-syirik/</a></p>
<p style="text-align: justify; ">6.      Syirik dalam <em>rububiyyah</em>, yaitu meyakini ada selain Allah ta’ala yang bisa memberikan kemanfaatan dan menimpakan bahaya atau menolaknya.</p>
<p style="text-align: justify; ">Lalu bagaimana cara menghadapi setan pengganggu di tempat-tempat angker?</p>
<p style="text-align: justify; ">Jawabannya adalah dengan mentauhidkan Allah <em>subhanahu wa ta’ala</em>, yaitu dengan menghindari semua bentuk perbuatan syirik kepada Allah ta’ala, sebab hanya dengan itu seseorang akan mendapatkan keamanan dan perlindungan Allah ta’ala dari segala bahaya. Allah ta’ala berfirman:</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>الَّذِينَ آمَنُواْ وَلَمْ يَلْبِسُواْ إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُوْلَئِكَ لَهُمُ الأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُون</strong><strong></strong></p>
<p style="text-align: justify; "><strong>“</strong>Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” <strong>[Al-An’am (6): 82]</strong></p>
<p style="text-align: justify; "><strong>Makna kezaliman dalam ayat ini adalah perbuatan syirik yang merupakan kezaliman terbesar, sebagaimana diterangkan dalam hadits <strong>Abdullah bin Mas’ud</strong><em>radhiyallahu’anhu</em>, beliau berkata:</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">لَمَّا نَزَلَتْ (الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ) شَقَّ ذَلِكَ عَلَى أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَقَالُوا أَيُّنَا لاَ يَظْلِمُ نَفْسَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَيْسَ هُوَ كَمَا تَظُنُّونَ إِنَّمَا هُوَ كَمَا قَالَ لُقْمَانُ لاِبْنِهِ يَا بُنَىَّ لاَ تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ</p>
<p style="text-align: justify; ">“Ketika turun ayat, <em>“</em><em>Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman</em><em>.”</em> <strong>[Al-An’am (6): 82] </strong>Hal itu memberatkan para sahabat Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, sampai mereka berkata, <em>“Siapa diantara kita yang tidak menzhalimi dirinya sendiri.”</em> Maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “(Kezhaliman dalam ayat tersebut) tidak seperti yang kalian kira, hakikat kezhaliman yang dimaksud adalah (syirik) sebagaimana ucapan Luqman kepada anaknya,<em>“Wahai anakku janganlah menyekutukan Allah, sesungguhnya syirik itu adalah kezaliman yang besar.”</em> <strong>[Luqman (31): 13]</strong>.” <strong>[HR. Al-Bukhari no. 6973 dan Muslim, no. 342]</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">Terutama mentauhidkan Allah ta’ala dalam 6 perkara di atas, yaitu:</p>
<p style="text-align: justify; ">1.      Hanya berdo’a dan memohon perlindungan kepada Allah ta’ala, sebagaimana perintah-Nya:</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيم</strong><strong></strong></p>
<p style="text-align: justify; ">“Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”<strong>[Fushshilat (41): 36]</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">2.      Hanya bertawakal kepada Allah ta’ala, karena barangsiapa yang bertawakal kepada Allah ta’ala maka pasti Allah ta’ala akan melindunginya, sebagaimana firman-Nya:</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُه</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">“Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. “ <strong>[Ath-Tholaq (65): 3]</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">3.      Hanya takut kepada Allah ta’ala, sebagaimana perintah-Nya:</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” <strong>[Ali Imron (3): 175]</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">4.      Hanya mengharap kepada Allah ta’ala, karena tidak ada satu pun yang dapat diharapkan bisa memberi manfaat dan menolak bahaya selain Allah ta’ala. Oleh karena itu Allah ta’ala melarang kita berdoa kepada selain-Nya:</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">“Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudarat (bahaya) kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang lalim”.<strong>[Yunus (10): 106]</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">5.      Hanya mendekatkan diri kepada Allah ta’ala, baik dengan sholat, sembelihan maupun semua bentuk ibadah, hanya boleh dipersembahkan kepada Allah ta’ala, sebagaimana perintahnya:</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ</strong><strong></strong></p>
<p style="text-align: justify; ">“Maka dirikanlah salat karena Rabbmu dan Menyembelihlah (hanya untuk-Nya).” <strong>[Al-Kautsar (108): 2]</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">Dengan mendekatkan diri kepada Allah ta’ala; melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, seorang hamba akan semakin dekat dengan pertolongan Allah <em>tabaraka wa ta’ala</em> dan semakin jauh dari gangguan setan.</p>
<p style="text-align: justify; ">6.     Meyakini hanya Allah ta’ala yang dapat memberikan manfaat dan menimpakan bahaya atau menolaknya. Allah ta’ala telah mencela kaum musyrikin yang beribadah kepada selain-Nya, padahal tidak sedikitpun mampu memberi manfaat dan menimpakan bahaya kepada mereka, tidak pula mampu menghilangkan suatu bahaya, sebagaimana firman-Nya:</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>قَالَ أَفَتَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ مَا لا يَنفَعُكُمْ شَيْئًا وَلا يَضُرُّكُمْ</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">“Ibrahim berkata: ‘Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) memberi mudarat (bahaya) kepada kamu?’” <strong>[Al-Anbiya’ (21): 66]</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">Juga firman-Nya:</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>قُلِ ادْعُواْ الَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِهِ فَلاَ يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنكُمْ وَلاَ تَحْوِيلاً</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">“Katakanlah: ‘Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya dari padamu dan tidak pula memindahkannya’.” <strong>[Al-Isra’ (17): 56]</strong></p>
<p style="text-align: justify; "><strong>Doa menghadapi “Penunggu” Tempat Angker</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">Secara khusus, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah berpesan untuk meminta perlindungan kepada Allah ta’ala dengan sebuah do’a, sebagaimana dalam hadits <strong>Khaulah binti Hakim As-Sulamiyyah</strong> <em>radhiyallahu’anha</em>, beliau mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>إِذَا نَزَلَ أَحَدُكُمْ مَنْزِلاً فَلْيَقُلْ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. فَإِنَّهُ لاَ يَضُرُّهُ شَىْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْه</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">“Apabila seorang diantara kalian mendatangi suatu tempat hendaklah membaca:</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ</strong><strong></strong></p>
<p style="text-align: justify; "><strong><em>“A’uudzu bi kalimaatillaahit taammaati min syarri maa kholaq.”</em></strong></p>
<p style="text-align: justify; "><strong>“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya.”</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">Maka sesungguhnya (jika dia membaca doa tersebut) tidak ada apa pun yang dapat membahayakannya sampai dia meninggalkan tempat itu.” <strong>[HR. Muslim, no. 7054]</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">Doa ini juga dianjurkan untuk dibaca dalam memohon perlindungan kepada Allah ta’ala dari binatang berbisa (ataupun binatang buas), sebagaimana dalam hadits <strong>Abu Hurairah</strong> <em>radhiyallahu’anhu</em>, beliau berkata:</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا لَقِيتُ مِنْ عَقْرَبٍ لَدَغَتْنِى الْبَارِحَةَ قَالَ أَمَا لَوْ قُلْتَ حِينَ أَمْسَيْتَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ تَضُرُّكَ</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">“Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam lalu berkata, wahai Rasulullah, tadi malam aku disengat oleh kalajengking, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, Andaikan ketika memasuki waktu sore engkau membaca doa:</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ</strong><strong></strong></p>
<p style="text-align: justify; "><strong><em>“A’uudzu bi kalimaatillaahit taammaati min syarri maa kholaq.”</em></strong></p>
<p style="text-align: justify; "><strong>“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya.”</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">Maka (jika engkau membacanya) kalajengking itu tidak dapat membahayakanmu.”<strong>[HR. Muslim, no. 7055]</strong></p>
<p style="text-align: justify; "><strong>Penjelasan makna doa ini dapat didownload dalam artikel <a title="Bacaan di Tempat Angker" href="http://nasihatonline.wordpress.com/2011/09/10/bacaan-di-tempat-angker/" target="_blank">Bacaan di Tempat Angker</a> </strong></p>
<p style="text-align: justify; ">Link: <a href="http://nasihatonline.wordpress.com/2011/09/10/bacaan-di-tempat-angker/" target="_blank">http://nasihatonline.wordpress.com/2011/09/10/bacaan-di-tempat-angker/</a></p>
<p style="text-align: justify; ">Juga disunnahkan membaca sebuah doa untuk meminta perlindungan Allah ta’ala terhadap anak-anak dari setan, binatang berbisa dan mata manusia yang dapat menyebabkan penyakit <strong><em>‘ain</em></strong>, sebagaimana dalam hadits<strong> Ibnu Abbas</strong><em>radhiyallahu’anhuma</em>, beliau berkata:</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ ، أَعُيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ</strong><strong> وَيَقُولُ إِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يُعَوِّذُ بِهَا إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">“Nabi shallallahu’alaihi wa sallam pernah memperlindungkan Al-Hasan dan Al-Husain (kepada Allah <em>ta’ala</em>):</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>أَعُيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ</strong><strong></strong></p>
<p style="text-align: justify; "><strong><em>“U’idzukuma bi kalimaatillaahit taammati min kulli syaithonin wa haamatin wa min kulli ‘ainin laamatin.”</em></strong></p>
<p style="text-align: justify; "><strong>“Aku memperlindungkan kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang maha sempurna dari setan, binatang berbisa dan mata yang dengki (makna yang lain: segala macam bahaya).”</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">Dan beliau bersabda, (kepada Al-Hasan dan Al-Husain), sesungguhnya bapak kalian berdua (yaitu nabi Ibrahim <em>‘alaihissalam</em>) memperlindungkan Ismail dan Ishaq dengan doa ini.” <strong>[HR. Al-Bukhari, no. 3371]</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">Adapun secara umum, masih banyak doa-doa yang dapat dibaca untuk meminta perlindungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, jika seseorang belum menghapalnya maka boleh berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah ta’ala dengan bahasa apa saja yang dia ketahui, tentunya disertai dengan tawakal dan pengharapan hanya kepada Allah<em>tabaraka wa ta’ala</em>.</p>
<p style="text-align: justify; ">Bagi seorang muslim, doa dan tawakal kepada Allah ta’ala disertai usaha maksimal sudah cukup untuk selamat dari berbagai macam bahaya yang mengancamnya, dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala, karena itulah yang diajarkan oleh syari’at yang mulia ini. Sehingga tidak perlu membunyikan klakson ataupun minta permisi kepada para para jin yang mendiami jalan tertentu, apalagi sampai memohon kepada mereka agar dilindungi dan diselamatkan dalam perjalanan, karena perbuatan itu termasuk kesyirikan kepada Allah ta’ala yang jauh lebih berbahaya dibanding musibah kecelakaan yang kita alami di dunia ini.</p>
<p style="text-align: justify; "> </p>
<p style="text-align: justify; ">Sumber :<a href="http://nasihatonline.wordpress.com/">http://nasihatonline.wordpress.com</a></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2011/09/20/cara-menghadapi-%e2%80%9cpenunggu%e2%80%9d-tol-cipularang/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2011/09/20/cara-menghadapi-%e2%80%9cpenunggu%e2%80%9d-tol-cipularang/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2011/09/20/cara-menghadapi-%e2%80%9cpenunggu%e2%80%9d-tol-cipularang/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2011/09/20/cara-menghadapi-%e2%80%9cpenunggu%e2%80%9d-tol-cipularang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Penarik Becak Lulus Dokter di UGM</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2011/09/19/anak-penarik-becak-lulus-dokter-di-ugm/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2011/09/19/anak-penarik-becak-lulus-dokter-di-ugm/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2011 21:28:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Critone Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[datang ke]]></category>
		<category><![CDATA[fakultas kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[itu]]></category>
		<category><![CDATA[kampus ugm]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa baru]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[potret rakyat kecil penarik becak]]></category>
		<category><![CDATA[saya]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=856</guid>
		<description><![CDATA[Suyatno (63) memarkir becanya di belakang Graha Sabha Pramana dan menggemboknya dengan sebuah rantai. Tidak lama kemudian, ia mengambil sebuah bungkusan plastik berwarna hijau yang tersimpan di belakang kursi sandaran becaknya. Bergegas ia mencari sudut gedung dan membuka isi tas plastik itu. Sebuah baju batik berwarna coklat terlipat rapi. “Sebelum pakai batik, saya lap dulu keringat saya, banyak sekali,” kata Suyatno sebelum naik ke lantai dua tempat berlangsung sebuah acara. Suyatno datang ke kampus UGM dalam rangka menghadiri undangan pertemuan orangtua mahasiswa baru, Kamis (8/09/2011). Ia datang bukan sebagai orangtua mahasiswa baru, tetapi sebagai undangan khusus. Orangtua ini dinilai berhasil menguliahkan anaknya hingga lulus menjadi dokter di Fakultas Kedokteran (FK) UGM. Pria yang sehari-hari menetap di Terban, Kota Yogyakarta, ini memiliki empat orang anak. Namun, hanya anak bungsunya, Agung Bhaktiyar, yang dapat mengenyam bangku pendidikan tinggi, bahkan telah dilantik menjadi dokter pada pertengahan 2011 lalu. Suyatno berkisah bahwa sang anak tidak pernah memberitahu jika mendaftar tes masuk UGM pada tahun 2005. Setelah dinyatakan lulus, barulah si bungsu memberi tahu. Saat itu, Suyatno sempat kaget dan terdiam, tidak menyangka jika anaknya dapat diterima di FK UGM. Ia hanya mengiyakan akan mendukung keinginan anaknya tersebut meski sebenarnya Suyatno masih ragu apakah mampu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2011/09/gal3094556482.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-859" title="gal309455648" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2011/09/gal3094556482-300x273.jpg" alt="" width="300" height="273" /></a>Suyatno (63) memarkir becanya di belakang Graha Sabha Pramana dan menggemboknya dengan sebuah rantai. Tidak lama kemudian, ia mengambil sebuah bungkusan plastik berwarna hijau yang tersimpan di belakang kursi sandaran becaknya. Bergegas ia mencari sudut gedung dan membuka isi tas plastik itu. Sebuah baju batik berwarna coklat terlipat rapi. “Sebelum pakai batik, saya lap dulu keringat saya, banyak sekali,” kata Suyatno sebelum naik ke lantai dua tempat berlangsung sebuah acara.</p>
<p>Suyatno datang ke kampus UGM dalam rangka menghadiri undangan pertemuan orangtua mahasiswa baru, Kamis (8/09/2011). Ia datang bukan sebagai orangtua mahasiswa baru, tetapi sebagai undangan khusus. Orangtua ini dinilai berhasil menguliahkan anaknya hingga lulus menjadi dokter di Fakultas Kedokteran (FK) UGM.</p>
<p style="text-align: justify; ">Pria yang sehari-hari menetap di Terban, Kota Yogyakarta, ini memiliki empat orang anak. Namun, hanya anak bungsunya, Agung Bhaktiyar, yang dapat mengenyam bangku pendidikan tinggi, bahkan telah dilantik menjadi dokter pada pertengahan 2011 lalu.</p>
<p>Suyatno berkisah bahwa sang anak tidak pernah memberitahu jika mendaftar tes masuk UGM pada tahun 2005. Setelah dinyatakan lulus, barulah si bungsu memberi tahu. Saat itu, Suyatno sempat kaget dan terdiam, tidak menyangka jika anaknya dapat diterima di FK UGM. Ia hanya mengiyakan akan mendukung keinginan anaknya tersebut meski sebenarnya Suyatno masih ragu apakah mampu menguliahkan anaknya sampai selesai. Namun, keraguan itu tidak ia utarakan. </p>
<p>“Bapak akan berusaha sampai kamu bisa selesai kuliah, Nak,” ujarnya kala itu membesarkan hati sang anak.</p>
<p>Agung pun mafhum dengan kondisi keluarganya. Ia pun tidak pernah memaksa orangtuanya untuk memenuhi keinginannya. Sejak kecil, Suyatno sudah membiasakan anak-anaknya untuk hidup sederhana, bahkan untuk membeli baju seragam dan sepatu sekolah, Suyatno selalu membelikan yang serba bekas. Suyatno memang tidak dapat berbuat banyak. Dari menarik becak, Suyatno hanya dapat membawa pulang uang sebesar Rp20.000,00 hingga Rp30.000,00 per hari. Istrinya, Saniyem, membantunya menopang ekonomi keluarga dengan bekerja sebagai pengumpul barang rongsokan di pasar Terban.</p>
<p>Kendati demikian, Suyatno dan Saniyem tetap optimis dan berdoa agar suatu saat anaknya dapat bernasib lebih baik.</p>
<p style="text-align: justify; ">“Dulu saya berangan-angan paling tidak bisa melebihi saya,” kata pria tamatan pendidikan sekolah rakyat ini. Dalam perjalanannya, Suyatno tidak merisaukan biaya kuliah anaknya selama enam tahun di FK UGM karena Agung mendapat bantuan beasiswa dari UGM.</p>
<p style="text-align: justify; ">“Tapi kalau untuk fotokopi dan uang saku, dia tetap minta ke saya. Kalau tidak ada, tetap apa adanya,” ujarnya.</p>
<p>Pengalaman Suyatno dalam menguliahkan anaknya hingga lulus menjadi dokter ini disampaikan di hadapan 3.717 orangtua mahasiswa baru yang hadir di Grha Sabha Pramana. Kisahnya membuat beberapa orangtua menjadi terharu. Namun, tidak sedikit pula yang merasa tergugah. Yang pasti, testimoni Suyatno membuktikan penarik becak pun ternyata dapat menguliahkan anaknya di UGM, jadi dokter lagi!*/<strong>Gusti, </strong><em>ugm</em></p>
<p style="text-align: justify; "> </p>
<p style="text-align: justify; ">Foto: <em>Suyatno (humas ugm)</em></p>
<p style="text-align: justify; ">Sumber : Humas Ugm<br />Rep: Panji Islam<br />Red: Cholis Akbar</p>
<p style="text-align: justify; ">Sumber : <strong>Hidayatullah.com</strong></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2011/09/19/anak-penarik-becak-lulus-dokter-di-ugm/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2011/09/19/anak-penarik-becak-lulus-dokter-di-ugm/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2011/09/19/anak-penarik-becak-lulus-dokter-di-ugm/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2011/09/19/anak-penarik-becak-lulus-dokter-di-ugm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>NII Gadungan Dapat Dikategorikan Sebagai Kejahatan</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2011/05/30/nii-gadungan-dapat-dikategorikan-sebagai-kejahatan/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2011/05/30/nii-gadungan-dapat-dikategorikan-sebagai-kejahatan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 May 2011 23:10:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[ajaran lembaga kerasulan]]></category>
		<category><![CDATA[al zaitun]]></category>
		<category><![CDATA[alat - alat kelengkapan kejaksaan]]></category>
		<category><![CDATA[alzaitun2012]]></category>
		<category><![CDATA[bendera negara]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[doa perpisahan pimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur jawa barat]]></category>
		<category><![CDATA[hukum pidana]]></category>
		<category><![CDATA[isa bugis]]></category>
		<category><![CDATA[itu]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mata]]></category>
		<category><![CDATA[kejahatan politik]]></category>
		<category><![CDATA[lembaga kerasulan isa bugis]]></category>
		<category><![CDATA[mahad al zaitun 2012]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=848</guid>
		<description><![CDATA[Hidayatullah.com&#8211;Polemik tentang munculnya kembali gerakan NII KW9 hubungannya dengan Ma’had Al-Zaitun (MAZ) di Indramanyu belum menemukan titik temu, meski bukti tertulis para mantan anggotanya dan juga para korban sudah memberikan saksi. Karena itu, pemerintah melalui alat-alat kelengkapan negara harusnya mencari bukti-bukti bahwa NII KW9 merupakan gerakan yang mengarah kepada perbuatan makar.Paling tidak aktifitasnya merupakan kejahatan politik. Pernyataan ini disampaikan Prof.Dr.Edi Setiadi,SH,MH, dalam seminar bertema, ”NII Dari Masa ke Masa dalam Tinjuan Hukum” di aula Masjid Asy’ari Bandung, Senin (23/5). Lebih lanjut Edi mengatakan bahwa tugas negara-lah yang harus membuktikan secara mendalam,mengingat negara mempunyai kewenangan untuk itu dengan dukungan alat kelengkapan negara (polisi,kejaksaan,kementerian terkait dan intelejen) . ”Pernyataan bahwa gerakan NII belum muncul di permukaan juga pernyataan yang kontradiktif dengan sifat dan karakteristik dari perbuatan makar yang selalu dilakukan di bawah tanah,”sambung Guru Besar Hukum Pidana dan Peradilan Pidana Unisba tersebut. Edi mencontohkan, pada 2008 Pengadilan Negeri Bandung pernah menyidangkan perkara ”makar” yang mengaku sebagai Gubernur Jawa Barat.Tahun yang sama Pengadilan Negeri Garut juga menyidangkan perkara pidana ”penodaan bendera negara”. Di mana kedua terdakwa mengaku dari kelompok NII.Namun dalam persidangan tidak terungkap siapa pimpinan nasional (Presiden/amir NII) yang sebetulnya dari aspek hukum tidak logis (terdapat missing link). ”Tidak logisnya kalau bawahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong><a href="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2011/05/gal635691904.jpg"><img title="gal635691904" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2011/05/gal635691904.jpg" alt="" width="500" height="405" /></a></strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong><a href="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2011/05/gal635691904.jpg"></a>Hidayatullah.com&#8211;</strong>Polemik tentang munculnya kembali gerakan NII KW9 hubungannya dengan Ma’had Al-Zaitun (MAZ) di Indramanyu belum menemukan titik temu, meski bukti tertulis para mantan anggotanya dan juga para korban sudah memberikan saksi.</p>
<p>Karena itu, pemerintah melalui alat-alat kelengkapan negara harusnya mencari bukti-bukti bahwa NII KW9 merupakan gerakan yang mengarah kepada perbuatan makar.Paling tidak aktifitasnya merupakan kejahatan politik.</p>
<p>Pernyataan ini disampaikan Prof.Dr.Edi Setiadi,SH,MH, dalam seminar bertema, ”NII Dari Masa ke Masa dalam Tinjuan Hukum” di aula Masjid Asy’ari Bandung, Senin (23/5).</p>
<p>Lebih lanjut Edi mengatakan bahwa tugas negara-lah yang harus membuktikan secara mendalam,mengingat negara mempunyai kewenangan untuk itu dengan dukungan alat kelengkapan negara (polisi,kejaksaan,kementerian terkait dan intelejen) .</p>
<p>”Pernyataan bahwa gerakan NII belum muncul di permukaan juga pernyataan yang kontradiktif dengan sifat dan karakteristik dari perbuatan makar yang selalu dilakukan di bawah tanah,”sambung Guru Besar Hukum Pidana dan Peradilan Pidana Unisba tersebut.</p>
<p>Edi mencontohkan, pada 2008 Pengadilan Negeri Bandung pernah menyidangkan perkara ”makar” yang mengaku sebagai Gubernur Jawa Barat.Tahun yang sama Pengadilan Negeri Garut juga menyidangkan perkara pidana ”penodaan bendera negara”. Di mana kedua terdakwa mengaku dari kelompok NII.Namun dalam persidangan tidak terungkap siapa pimpinan nasional (Presiden/amir NII) yang sebetulnya dari aspek hukum tidak logis (terdapat missing link).</p>
<p>”Tidak logisnya kalau bawahan sudah tertangkap harusnya yang lebih tinggi (pimpinan tertingginya) bisa ditangkap juga,minimal terdeteksi siapa dan dimana.Karena dari kaca mata hukum pidana perbuatan seperti yang dilakukan kelompok tersebut sebenarnya dapat dikategorikan sebagai kejahatan,” jelas Edi.</p>
<p>Dirinya menyebutkan mereka itu bisa terjerat pasal 104,pasal 106,pasal 107 dan pasal 110 KUHP dimana bisa dihukum mati, seumur hidup atau paling ringan dua puluh tahun penjara.</p>
<p>Sikap pemerintah yang terkesan memuji gerakan NII KW9 dengan MAZ nya, menurut Edi bertolak belakang dengan politik kriminal yang dijalankan oleh pemerintah dalam penegakan hukum terhadap kasus terorisme.Dimana para terduga teroris bisa langsung ditangkap atau dihabisi dengan cara ditembak ditempat.Padahal,lanjut Edi,dimensi viktimologis dari kejahatan politik (gerakan NII KW9) dapat mengancam keutuhan dan eksistensi NKRI, yang mana Negara Indonesia bisa hilang karena kejahatan politik.</p>
<p>Sementar itu pembiacara lain, Dr Asep Zaenal Ausop,M.Ag, membenarkan keterkaitan antara NII KW9 dengan Ma’had Al Zaitun (MAZ).Menurut hasil penelitiannya yang telah dilakukan selama empat tahun diperoleh bukti yang signifikan tentang keterkaitan keduanya.</p>
<p>Dari sisi personalia banyak anggota NII KW9 yang menjadi pimpinan teras Ma’had Al Zaitun,bahkan Abu Toto alias AS Panji Gumilang adalah Imam NII KW9,” jelas Sekretaris Umum MUI Kota Bandung tersebut.</p>
<p>Asep menambahkan dari hasil penelitiannya juga ditemukan adanya perbedaan yang jauh antara doktrin NII KW9 dengan NII Kartosoewiryo. Di mana doktrin NII KW9 sangat dipengaruhi paham Isa Bugis dan ajaran Lembaga Kerasulan. Selain itu MAZ juga diyakini sebagai proyek orang-orang NII namun sudah berbeda dan menyimpang jauh dalam doktrin dan orientasinya.</p>
<p>Dari segi finansial,Asep juga menemukan bukti bahwa sebagian modal awal pembelian tanah dan pembangunan MAZ berasal dari jihad infaq anggota NII KW9.Namun bukan hasil kejahatan.</p>
<p>Memang, sambungnya, ada beberapa anggotanya yang mencuri atau menipu tetapi itu bukan ajaran,perintah atau implementasi NII KW9 melainkan hanya eskses.<br />Mengapa Pimpinan MAZ tersebut belum juga dimintai keterangan atau diperiksa oleh pihak kepolisian?.Baik Edi maupun Asep sepakat bahwa hal tersebut tergantung dari kemauan pemerintah.</p>
<p>”Kalau hasil dari penyelidikan, kajian maupun penelitian pemerintah begitu (tidak terbukti), ya mau apalagi, kan yang mempunyai kewenangan pemerintah.Namun kita harus tetap waspada dan cerdas ”membaca” setiap kejadian yang mengaku,mengaitkan ataupun memojokkan ummat Islam,”pungkasnya.*</p>
<p>Sumber : <a href="http://hidayatullah.com/read/17170/23/05/2011/nii-gadungan-dapat-dikategorikan-sebagai-kejahatan..html">http://hidayatullah.com/read/17170/23/05/2011/nii-gadungan-dapat-dikategorikan-sebagai-kejahatan..html</a></p>
<p>Rep: Ngadiman Djojonegoro<br />Red: Syaiful Irwan</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2011/05/30/nii-gadungan-dapat-dikategorikan-sebagai-kejahatan/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2011/05/30/nii-gadungan-dapat-dikategorikan-sebagai-kejahatan/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2011/05/30/nii-gadungan-dapat-dikategorikan-sebagai-kejahatan/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2011/05/30/nii-gadungan-dapat-dikategorikan-sebagai-kejahatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bocah 5 Tahun Jadi Perawat Ibunya yang Lumpuh</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2011/04/22/bocah-5-tahun-jadi-perawat-ibunya-yang-lumpuh/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2011/04/22/bocah-5-tahun-jadi-perawat-ibunya-yang-lumpuh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 18:03:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Critone Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[adit]]></category>
		<category><![CDATA[afiat]]></category>
		<category><![CDATA[bocah]]></category>
		<category><![CDATA[detiksurabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Perawat]]></category>
		<category><![CDATA[proses kelahiran]]></category>
		<category><![CDATA[Saat]]></category>
		<category><![CDATA[saya]]></category>
		<category><![CDATA[tak]]></category>
		<category><![CDATA[www.saat rumah sepi dengan ibu]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=773</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat cerita Sinar, bocah berusia 6 tahun asal Polewali Mandar Sulawesi Barat, yang tulus menjadi perawat sang ibu di tengah kelumpuhan. Kisah yang sama juga dialami Muhammad Aditya, bocah berusia 5 tahun asal Lingkungan Jarakan Kelurahan Ganung Kidul Kecamatan/Kabupaten Nganjuk. Menempati rumah kontrakan di Jl Wilis gang IIA, Adit, demikian Muhammad Aditya biasa disapa, menjadi perawat ibunya saat sang ayah menjalankan aktivitas pekerjaan di luar kota. Mulai dari membersihkan rumah, mencuci dan menjemur pakaian, hingga menyiapkan air mandi untuk sang ibu yang hanya bisa terbaring di kasur, dengan tulus dilakukannya. &#8220;Subhanallah. Kalau Adit tidak melakukan ini, saya tidak tahu bagaimana kehidupan ini bisa saya jalani,&#8221; kata Sunarti, ibu kandung Adit saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Selasa (19/4/2011). Adit adalah anak satu-satunya yang dimiliki Sunarti dari pernikahannya dengan suami kedua yakni Rudi (45) asal Jombang. Dari pernikahan pertamanya wanita asal Tambak Sawah, Sidoarjo dikaruniai 3 anak laki-laki, yang saat ini sudah tinggal terpisah darinya. Kisah pilu itu mulai terjadi saat Adit berusia setahun, tanpa sebab yang pasti mendadak Sunarti tak lagi bisa menggunakan kakinya untuk berjalan. Bahkan organ tubuh dari pinggang ke bawah saat ini sudah tak lagi berfungsi. Sunarti membantah dugaan kelumpuhannya akibat mall praktek penanganan kelahiran Adit. Meski mengalami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2011/04/Bocah-Perawat-Ibu-D.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-774" title="Bocah-Perawat-Ibu-D" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2011/04/Bocah-Perawat-Ibu-D.jpg" alt="" width="285" height="202" /></a></strong></p>
<p>Masih ingat cerita Sinar, bocah berusia 6 tahun asal Polewali Mandar Sulawesi Barat, yang tulus menjadi perawat sang ibu di tengah kelumpuhan. Kisah yang sama juga dialami Muhammad Aditya, bocah berusia 5 tahun asal Lingkungan Jarakan Kelurahan Ganung Kidul Kecamatan/Kabupaten Nganjuk.</p>
<p style="text-align: left;">Menempati rumah kontrakan di Jl Wilis gang IIA, Adit, demikian Muhammad Aditya biasa disapa, menjadi perawat ibunya saat sang ayah menjalankan aktivitas pekerjaan di luar kota. Mulai dari membersihkan rumah, mencuci dan menjemur pakaian, hingga menyiapkan air mandi untuk sang ibu yang hanya bisa terbaring di kasur, dengan tulus dilakukannya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Subhanallah. Kalau Adit tidak melakukan ini, saya tidak tahu bagaimana kehidupan ini bisa saya jalani,&#8221; kata Sunarti, ibu kandung Adit saat ditemui <strong>detiksurabaya.com</strong> di rumahnya, Selasa (19/4/2011).</p>
<p style="text-align: justify;">Adit adalah anak satu-satunya yang dimiliki Sunarti dari pernikahannya dengan suami kedua yakni Rudi (45) asal Jombang. Dari pernikahan pertamanya wanita asal Tambak Sawah, Sidoarjo dikaruniai 3 anak laki-laki, yang saat ini sudah tinggal terpisah darinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kisah pilu itu mulai terjadi saat Adit berusia setahun, tanpa sebab yang pasti mendadak Sunarti tak lagi bisa menggunakan kakinya untuk berjalan. Bahkan organ tubuh dari pinggang ke bawah saat ini sudah tak lagi berfungsi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sunarti membantah dugaan kelumpuhannya akibat mall praktek penanganan kelahiran Adit. Meski mengalami pendarahan dalam proses kelahiran Adit, Sunarti tak menganggapnya sebagai penyebab kelumpuhan. &#8220;Sampai Adit usia setahun, saya masih sehat wal afiat. Tapi setelah itu mendadak saya gak bisa apa-apa, sampai sekarang,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini Sunarti sepenuhnya menggantungkan hidupnya kepada Adit, meski dengan segala keterbatasan yang ada. Rudi, suaminya saat ini hanya pulang seminggu hingga dua minggu sekali untuk mengantarkan uang hasil bekerja, selebihnya banting tulang di luar rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya tidak pernah menyuruh dan tidak pernah memintanya melakukan. Seperti menyalakan lampu, saya hanya bilang kalau menggunakan kursi nanti bisa jatuh, gunakan saja sapu untuk menekan saklar, dan dia bisa melakukannya sendiri,&#8221; beber Sunarti mengenai apa yang dilakukan anaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara Adit, mengaku sama sekali tidak mengeluh. Meski tak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada ibunya, Adit mengaku melakukan semua pekerjaan itu karena rasa sayangnya kepada sang ibu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kasihan ibu atit (sakit),&#8221; kata Adit lirih, saat ditanya mengenai kelumpuhan ibunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bocah berambut ikal itu mengaku mengenal semua pekerjaan rumah yang tak semestinya sudah dilakukan. Mulai belajar kepada sang ayah saat pekerjaan yang sama dilakukan. Seperti mencuci pakaian, dia melakukan dengan merendam terlebih dahulu menggunakan sabun, menguceknya pelan, memeras dan menjemur pakaian yang didesain sedemikian rupa, sehingga terjangkau tubuhnya yang kecil.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Masak nasi ibu yang belsihkan belasnya. Nanti dimasukkan dandang. Kalau gas habis, saya beli, minta dipasang tabungnya. (Masak nasi ibu yang bersihkan berasnya. Nanti dimasukkan dandang (tempat menanak nasi). Kalau gas habis , saya beli, minta dipasangkan (sekalian) tabungnya),&#8221; urai bocah berkulit gelap tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan segala kesibukannya meladeni sang ibu, Adit tetaplah seorang bocah yang menginginkan kesenangan bermain dengan teman seusianya. Jika rasa itu datang dia langsung meminta izin ke ibunya, namun tak lupa pulang jika pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya sudah harus dilakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber :</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://surabaya.detik.com/read/2011/04/19/181323/1621069/475/bocah-5-tahun-jadi-perawat-ibunya-yang-lumpuh">http://surabaya.detik.com/read/2011/04/19/181323/1621069/475/bocah-5-tahun-jadi-perawat-ibunya-yang-lumpuh</a></p>
<p style="text-align: justify;">Berita Terkait</p>
<h2>Kisah Teladan Seorang Bocah dari Nganjuk<br /><a href="http://metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/04/23/126858/Kisah-Teladan-Seorang-Bocah-dari-Nganjuk">http://metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/04/23/126858/Kisah-Teladan-Seorang-Bocah-dari-Nganjuk</a></h2>
<ul class="erp_pingback"> </ul>
<ul class="erp_pingback">
<li><strong><br /></strong></li>
</ul>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2011/04/22/bocah-5-tahun-jadi-perawat-ibunya-yang-lumpuh/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2011/04/22/bocah-5-tahun-jadi-perawat-ibunya-yang-lumpuh/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2011/04/22/bocah-5-tahun-jadi-perawat-ibunya-yang-lumpuh/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2011/04/22/bocah-5-tahun-jadi-perawat-ibunya-yang-lumpuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sepenggal kisah R.A Kartini</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2011/04/21/sepenggal-kisah-r-a-kartini/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2011/04/21/sepenggal-kisah-r-a-kartini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 05:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Critone Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[adat istiadat]]></category>
		<category><![CDATA[adat istiadat ing bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[al qur]]></category>
		<category><![CDATA[al qur'an terjemahan bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa jawa tentang r a kartini]]></category>
		<category><![CDATA[biografi r a kartini dalam bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[c e r i t a r .a k a r t i n i]]></category>
		<category><![CDATA[carita ibu kartini versi bahasa sunda]]></category>
		<category><![CDATA[cerita ibu r.a.kartini]]></category>
		<category><![CDATA[cerita jawa sopan santun]]></category>
		<category><![CDATA[cerita perjuangan r.a.kartini]]></category>
		<category><![CDATA[cerita perjuangan raden ajeng kartini]]></category>
		<category><![CDATA[cerita r.a. kartini]]></category>
		<category><![CDATA[cerita riwat kartini]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sejarah raden ajeng kartini]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seputar ra kartini]]></category>
		<category><![CDATA[cerita tentang kehidupan r.a kartini bahasa sunda]]></category>
		<category><![CDATA[cerita tentang r.a.kartini singkat]]></category>
		<category><![CDATA[cerita titik bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[cerita tokoh r.a.kartini]]></category>
		<category><![CDATA[crita r.a kartini]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[itu]]></category>
		<category><![CDATA[jalan cerita r.a kartini]]></category>
		<category><![CDATA[kisah - kisah ra kartini]]></category>
		<category><![CDATA[kisah cerita ra kartini]]></category>
		<category><![CDATA[kisah hidup r.a. kartini]]></category>
		<category><![CDATA[kisah perjuangan kartini]]></category>
		<category><![CDATA[kisah perjuangan ra kartini]]></category>
		<category><![CDATA[kisah sejarah ibu kartini]]></category>
		<category><![CDATA[kisah sejarah ibu kartini (masa peperangan)]]></category>
		<category><![CDATA[kisah sepenggal sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah tentang r.a kartini]]></category>
		<category><![CDATA[menceritakan riwayat r.a kartini]]></category>
		<category><![CDATA[menceritakan tentang perjuangan r.a kartini]]></category>
		<category><![CDATA[menceritakan tokoh pahlawan raden ajeng kartini]]></category>
		<category><![CDATA[menceritakan tokoh r.a kartini]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan r.a kartini bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan r.a. kartini bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan ra kartini]]></category>
		<category><![CDATA[perjungan r kartini]]></category>
		<category><![CDATA[profil r.a kartini dalam bahasa sunda]]></category>
		<category><![CDATA[r.a. kartini]]></category>
		<category><![CDATA[ra kartini dalam bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[ra kartini dan perjuangannya, terjemahannya]]></category>
		<category><![CDATA[riwayat hidup dan perjuangan raden ajeng kartini]]></category>
		<category><![CDATA[riwayat hidup ra kartini dan perjuangannya]]></category>
		<category><![CDATA[riwayat perjuangan r.a kartini]]></category>
		<category><![CDATA[riwayat perjuangan ra.kartini]]></category>
		<category><![CDATA[riwayat ra kartini]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah cerita r a kartini]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah kartini dengan bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah kehidupan kartini]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah perjuangan ra kartini]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah r a kartini pakai bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah r.a kartini ke dalam basa jawa ?]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah ra kartini]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah ra kartini basa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah ra kartini versi islam]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah ra kartiv]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah ra katini]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah ra.karti]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah raden ajeng kartini terjemahkan kedalam bahasa sunda]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah riwayat dan masa perjuangan ra kartini]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah riwayat r.a kartini]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah singkat perjuangan r.a]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah tentang r. a.kartini]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah tentang ra kartini]]></category>
		<category><![CDATA[sepengal sejarah nkri]]></category>
		<category><![CDATA[sepenggal cerita r.a kartini dalam bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[surat ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[tentang wanita]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=741</guid>
		<description><![CDATA[Kyai Sholeh Darat, sempat tertegun ketika Kartini muda yang baru berusia belasan tahun bertanya dengan nada protes kepadanya, “Kyai, perkenankanlah saya menanyakan bagaimana hukumnya apabila ada seorang berilmu, namun dia menyembunyikan ilmunya?” “Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?”, Sang kyai balik bertanya. “Kyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama, dan induk Al-Qur’an yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hatiku kepada ALLOH. Namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa selama ini ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Qur’an dalam bahasa Jawa. Bukankah Al-Qur’an itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?” jawab Kartini. Tergugah oleh pertanyaan Kartini inilah, Kyai Sholeh menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam bahasa Jawa dengan judul Faizhur Rahman Fit Tafsiril Qur’an. Terjemahan ini terdiri dari 13 juz, mulai dari surat Al-Fatihah sampai surat Ibrahim, dihadiahkan kepada Kartini pada hari pernikahannya. Dialah Kartini, seorang pahlawan yang banyak di-salah-tafsir-kan sejarahnya. Baru sekian abad berselang R.A. Kartini merangkai pemikirannya tentang wanita, kini kaum wanita sepeninggalnya terbata-bata membaca sejarahnya yang tak lagi utuh. Apa yang dulu dibangun Kartini, kini diuraikan orang-orang yang mengaku pewaris perjuangannya. Apa yang dulu tak pernah dikatakan, kini dengan seenaknya sendiri orang menisbatkan kepadanya. Terlalu banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left; "><a href="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2011/04/200px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Portret_van_Raden_Ajeng_Kartini_TMnr_100187761.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-766" title="200px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Portret_van_Raden_Ajeng_Kartini_TMnr_10018776" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2011/04/200px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Portret_van_Raden_Ajeng_Kartini_TMnr_100187761.jpg" alt="" width="200" height="262" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Kyai Sholeh Darat, sempat tertegun ketika Kartini muda yang baru berusia belasan tahun bertanya dengan nada protes kepadanya, “Kyai, perkenankanlah saya menanyakan bagaimana hukumnya apabila ada seorang berilmu, namun dia menyembunyikan ilmunya?” “Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?”, Sang kyai balik bertanya. “Kyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama, dan induk Al-Qur’an yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hatiku kepada ALLOH. Namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa selama ini ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Qur’an dalam bahasa Jawa. Bukankah Al-Qur’an itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?” jawab Kartini.</p>
<p><span id="more-741"></span></p>
<p>Tergugah oleh pertanyaan Kartini inilah, Kyai Sholeh menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam bahasa Jawa dengan judul Faizhur Rahman Fit Tafsiril Qur’an. Terjemahan ini terdiri dari 13 juz, mulai dari surat Al-Fatihah sampai surat Ibrahim, dihadiahkan kepada Kartini pada hari pernikahannya.<br /> Dialah Kartini, seorang pahlawan yang banyak di-salah-tafsir-kan sejarahnya. Baru sekian abad berselang R.A. Kartini merangkai pemikirannya tentang wanita, kini kaum wanita sepeninggalnya terbata-bata membaca sejarahnya yang tak lagi utuh. Apa yang dulu dibangun Kartini, kini diuraikan orang-orang yang mengaku pewaris perjuangannya. Apa yang dulu tak pernah dikatakan, kini dengan seenaknya sendiri orang menisbatkan kepadanya. Terlalu banyak kezaliman dilakukan orang terhadap R.A. Kartini.</p>
<p>Sedangkan bukti paling autentik tentang cita-cita yang sebenarnya ada pada surat-surat yang dikirimnya (dikumpulkan menjadi sebuah buku Door Duisternis Tot Licht).</p>
<p><strong>PERGOLAKAN PEMIKIRAN KARTINI</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pada mulanya Kartini sangat kecewa dengan ajaran Islam dan adat istiadat Jawa. Keduanya dianggap sebagai penghambat kemajuan. kritiknya terhadap tradisi Jawa tampak dalam ungkapan berikut: “Sesungguhnya adat sopan santun kami orang Jawa amatlah rumit. Adikku harus merangkak, bila hendak berlalu dihadapanku. Kalau adikku duduk di kursi, saat aku lalu, haruslah segera ia turun duduk di tanah, dengan menundukkan kepala, sampai aku tidak kelihatan lagi. Adik-adikku tidak boleh ber-kamu dan ber-engkau kepadaku. Mereka hanya boleh menegur aku dengan bahasa kromo inggil. Tiap kalimat yang diucapkan haruslah selalu diakhiri dengan sembah&#8230;.” (Surat Kartini kepada Stella, 18 Agustus 1899).</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan lebih lanjut dia katakan: “Peduli apa aku dengan segala tata cara itu, segala peraturan-peraturan semua itu bikinan manusia, dan menyiksa diriku saja.” Sementara terhadap ajaran Islam, agama yang dipegang dengan teguh, Kartini pernah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan dengan guru ngajinya. Kepada Stella, ia menulis: “Mengenai agamaku Islam, Stella, aku harus menceritakan apa? Agama Islam melarang umatnya mendiskusikan dengan umat lain. Lagi pula sebenarnya agamaku Islam karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, kalau aku tidak mengerti, tidak boleh memahaminya? Al-Qur’an terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apapun. Di sini tidak ada orang yang mengerti bahasa Arab. Di sini orang diajar membaca Al-Qur’an tetapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Kupikir pekerjaan gilakah, orang diajar membaca tetapi tidak diajar makna yang dibacanya.” (Surat Kartini kepada Stella, 6 November, 1890).</p>
<p style="text-align: justify;">Kekecewaan Kartini semakin berkepanjangan kepada Islam lantaran guru-guru mengajinya yang tidak mampu menjelaskan hakekat Islam. Al-Qur’an tidak lebih hafalan-hafalan yang tidak dimengerti maksudnya. Kepada Abendanon, ia pernah menulis: “Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang aku tidak tahu apa perlunya dan manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Al-Qur’an, belajar menghafalkan perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya. Katakanlah kepadaku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa, kitab yang mulia itu terlalu suci sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya.” (Kepada EE. Abendanon, 15 Agustus 1902).</p>
<p style="text-align: justify;">ALLOH Subhanahu wata&#8217;ala mengaruniakan hidayah-NYA kepada siapa saja yang dikehendaki. Sejarah hidup Kartini mulai berubah sejak bertemu dengan ulama besar, Kyai Sholeh Darat, dalam pengajian keluarga di rumah pamannya di Demak. Sejak peristiwa itulah nada surat-suratnya mulai berubah . Keyakinannya mulai tumbuh dan semakin tebal, sementara kritik-kritiknya kepada budaya Eropa dan ajaran Kristen mulai bermunculan. Terlebih-lebih sejak ia mendapat hadiah pernikahan berupa terjemah Al-Qur’an dalam bahasa Jawa dari Kyai Sholeh. Pernikahan R.A. Kartini telah menjadi titik awal perubahan besar persepsinya tentang Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">Pandangan kritis Kartini tertuju kepada peradaban Barat yang selama itu menjadi kiblat orang Jawa yang keblinger. Ia mulai cerdas mencermati kerusakan peradaban Eropa. Kepada Abendanon, ia menulis: “Sudah lewat masanya , tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?” (Surat untuk EE. Abendanon, 27 Oktober 1902).</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami sekali-kali tidak hendak menjadikan murid-murid kami menjadi orang-orang setengah Eropa, atau orang Jawa yang kebarat-baratan.” (Kepada Ny. Abendanon, 10 Juli 1902).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>HAKIKAT PERJUANGAN KARTINI</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kartini tidak pernah mengajarkan emansipasi wanita yang didefinisikan sebagai wanita harus keluar berkarier menjadi pesaing para pria di berbagai lapangan kehidupan, untuk kemudian membiarkan anak-anak dan rumah-tangganya terbengkelai.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan bagi anak-anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.” (Kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902).</p>
<p style="text-align: justify;">Memang banyak anggapan yang menghinakan wanita Ada yang menganggap wanita itu manusia kelas dua, sehingga tidak diberi kesempatan mengenyam<br /> pendidikan dan pengajaran. Wajar jika Kartini mengangkat hal itu untuk diperhatikan. Akan tetapi bukan persamaan dalam segala hal antara lelaki dan wanita &#8211; emansipasi, kata orang &#8211; yang dituntut Kartini. Lihatlah ungkapannya yang sangat jelas: “&#8230;bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan lelaki dalam perjuangan hidupnya”, tetapi, “&#8230;agar wanita lebih cakapmelakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tanggannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama”.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>KARTINI MENENTANG MISSIONARIS</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Entah ini rekayasa sebuah kekuatan misi dunia atau bukan, yang jelas teman-teman Kartini yang berpolemik lewat surat itu ternyata para missionaris Kristen dan agen-agen gerakan feminisme Yahudi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dr. Adriani misalnya, salah seorang teman surat-menyurat Kartini yang dikenalnya lewat Ny. Abendanon, ia adalah seorang ahli bahasa dan pendeta yang bertugas menyebarkan ajaran kristen kepada suku Toraja Sul-Sel.</p>
<p style="text-align: justify;">Ny. Abendanon dan suaminya Mr. J.H.Abendanon, seorang direktur Departemen Pendidikan, Agama dan Kerajinan yang bertugas melaksanakan politik etis di Indonesia. Dia banyak berkonsultasi dengan Dr. Snouck Hurgronye (yang menyamar dengan nama palsu Abdul Ghafar), musuh besar umat Islam yang menyarankan pembaratan golongan Islam terutama santrinya (sekulerisasi).</p>
<p style="text-align: justify;">Stella, teman Kartini yang didapat setelah menawarkan diri sebagai sahabat pena untuk wanita Eropa, ternyata seorang wanita Yahudi di Belanda. Stella adalah seorang anggota militan Pergerakan Feminis di Belanda.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang tak kalah gencarnya dalam upaya mengkristenkan Kartini adalah Ny. Van Kol (Nellie Van Kol) yang sempat dituturkannya kepada Dr. Andriani: “Nyonya Van Kol banyak menceritakan kepada kami tentang Yesus yang tuan muliakan itu, tentang rasul-rasul Petrus dan Paulus, dan kami senang mendengar semua itu” (Surat kartini kepada Dr. Andriani, 5 Juli 1902).</p>
<p style="text-align: justify;">Ny. Van Kol ternyata gagal mengkristenkan Kartini. Walaupun Kartini sempat terpengaruh dengan nilai-nilai kristiani, namun dia segera sadar dengan misi Kristenisasi yang telah melingkupi bangsanya. Inilah puncak kesadaran agama, pribadi Kartini: “Dan saya menjawab, tidak ada Tuhan kecuali ALLOH. Kami mengatakan bahwa kami beriman kepada ALLOH dan kami tetap beriman kepada-NYA. Kami ingin mengabdi kepada ALLOH dan bukan kepada manusia. Jika sebaliknya tentulah kami sudah memuja orang dan bukan ALLOH.” (Surat kepada Ny. Abendanon, 12 oktober 1902).</p>
<p style="text-align: justify;">“Kesusahan kami hanya dapat kami keluhkan kepada ALLOH. Tidak ada yang dapat membantu kami dan hanya Dialah yang dapat menyembuhkan&#8230;. Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu hamba ALLOH.” (Surat kartini kepada Ny. Abendanon, 1 Agustus 1903)</p>
<p style="text-align: justify;">“Moga-moga kami mendapat rahmat, dan bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai.” (Kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1802)</p>
<p style="text-align: justify;">“ALLOH Pelindung orang-orang yang beriman, Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Dan orang-orang kafir, pelindung-pelindungnya adalah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Qs. Al-Baqoroh(Sapi betina) 2, 257).</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: Buletin Jum&#8217;at Masjid Muhammadiyah di Jogja tahun 2003</p>
<ul class="erp_pingback">
<li style="text-align: justify;"><strong><br /></strong></li>
</ul>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2011/04/21/sepenggal-kisah-r-a-kartini/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2011/04/21/sepenggal-kisah-r-a-kartini/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2011/04/21/sepenggal-kisah-r-a-kartini/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2011/04/21/sepenggal-kisah-r-a-kartini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak Kutemukan Tuhan di Dalam Musik</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2011/04/10/tidak-kutemukan-tuhan-di-dalam-musik/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2011/04/10/tidak-kutemukan-tuhan-di-dalam-musik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 03:24:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[gif musik]]></category>
		<category><![CDATA[kliping ta'at]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan agama]]></category>
		<category><![CDATA[pergaulan bebas]]></category>
		<category><![CDATA[punk's bontang]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=731</guid>
		<description><![CDATA[NAMAKU Ricky. Aku lahir di Jakarta tahun 1981 lalu. Sejak setelah di baptis namaku berubah menjadi Erick Median. Itulah nama baptisku. Ayah dan ibuku asli Batak. Ibu bermarga Sihombing dan ayahku Hutabarat. Keduanya adalah penganut Kristen yang taat. Aku terlahir dari keluarga yang taat beragama. Walaupun ayahku kadang suka bergaya hidup bebas. Sedangkan keluarga dari ibu kebanyakan adalah aktivis gereja dan pendeta. Sejak kecil aku sudah dikenalkan dengan Tuhan Yesus. Ibukulah yang banyak memberikan pendidikan agama padaku. Namun sejak kecil ibu sudah meninggalkanku. Ia wafat dalam keadaan masih memeluk agama Kristen. Sebelum meninggal, ibu sempat masuk ke rumah sakit jiwa beberapa hari. Ibu terserang penakit paru paru basah dan komplikasi. Ibu pun meninggal. Peristiwa menyedihkan itu terjadi di tahun 1985. Sepeninggal ibu, ayahku menikah lagi. Sebetulnya, istri ayahku yang kedua ini adalah seorang muslimah. Tapi berkat bujuk rayu dan tekanan ayahku yang Kristen fanatik walaupun jarang ibadah, ibu tiriku yang muslimah itu pun masuk ke agama yang kami anut. Pernikahan mereka pun sebenarnya tidak direstui oleh orang tua sang mempelai wanita. Akhirnya mereka kawin lari. Musibah kembali menimpa keluarga kami. Tak lama, ayahku menyusul meninggal karena sakit. Aku sempat kalut dan stress berkepanjangan. Aku tidak tahu harus bagaimana waktu itu. Akhirnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2011/04/musik.gif" alt="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2011/04/musik.gif" /></p>
<p><strong>NAMAKU</strong> Ricky. Aku lahir di Jakarta tahun 1981 lalu. Sejak setelah di baptis namaku berubah menjadi Erick Median. Itulah nama baptisku. Ayah dan ibuku asli Batak. Ibu bermarga Sihombing dan ayahku Hutabarat. Keduanya adalah penganut Kristen yang taat. <br /><span id="more-731"></span><br />Aku terlahir dari keluarga yang taat beragama. Walaupun ayahku kadang suka bergaya hidup bebas. Sedangkan keluarga dari ibu kebanyakan adalah aktivis gereja dan pendeta. Sejak kecil aku sudah dikenalkan dengan Tuhan Yesus. Ibukulah yang banyak memberikan pendidikan agama padaku.</p>
<p>Namun sejak kecil ibu sudah meninggalkanku. Ia wafat dalam keadaan masih memeluk agama Kristen. Sebelum meninggal, ibu sempat masuk ke rumah sakit jiwa beberapa hari. Ibu terserang penakit paru paru basah dan komplikasi. Ibu pun meninggal. Peristiwa menyedihkan itu terjadi di tahun 1985.</p>
<p>Sepeninggal ibu, ayahku menikah lagi. Sebetulnya, istri ayahku yang kedua ini adalah seorang muslimah. Tapi berkat bujuk rayu dan tekanan ayahku yang Kristen fanatik walaupun jarang ibadah, ibu tiriku yang muslimah itu pun masuk ke agama yang kami anut. Pernikahan mereka pun sebenarnya tidak direstui oleh orang tua sang mempelai wanita. Akhirnya mereka kawin lari.</p>
<p>Musibah kembali menimpa keluarga kami. Tak lama, ayahku menyusul meninggal karena sakit. Aku sempat kalut dan stress berkepanjangan. Aku tidak tahu harus bagaimana waktu itu. Akhirnya, oleh keluarga dari pihak ibu kandung, aku dibawa pulang ke Medan. Di sana aku dan saudara saudaraku tinggal di rumah nenek dan diasuh olehnya.</p>
<p>Tidak berapa lama di Medan, aku kembali lagi ke Jakarta. Aku ikut dengan ibu tiriku yang dinikahi ayahku itu. Di kota metropolitan inilah aku berada pada titik kehidupan yang menggila. Di sini pula aku mulai mengenal pacaran dan pergaulan bebas. Tapi saya tidak merokok dan juga minum-minum. Entah, aku sangat benci dengan asap.</p>
<p>Tapi satu hal yang tidak bisa aku tinggalkan adalah musik. Aliran muski rock adalah yang paling aku gandrungi. Aku kecanduan dengannya. Aku merasa,  hidup tanpa musik serasa mati.</p>
<p>Syukurnya, di usia SMA itu, aku sudah bekerja di salah satu perusahaan <em>Desain and Printing </em>di Cikarang, Bekasi. Aku juga sudah punya kontrakan sendiri. Di kontrakan inilah aku saban hari bermusik. Tak pelak, setiap hari dentuman musik keras kerap mengantam-hantam ruangan kontrakanku yang tak terlalu besar itu.</p>
<p>Hampir segala jenis kaset musik aku koleksi seperti <em>Rock and roll, Progressive rock </em>dan <em>Psychedelic rock </em>yang meledak dan digandrungi anak anak muda ditahun 1960-an. Aku juga mengoleksi kaset aliran musik rock tahun 70-an seperti <em>Psychedelic rock, Hard rock, Punk Rock, Heavy metal, Hardcore punk</em>, dan <em>Black Metal </em>serta beberapa aliran musik cadas lainnya. Aku adalah pencinta musik sejati. Aku benar-benar dibuatnya tergila-gila.</p>
<p>Puncaknya, aku mendaftar menjadi peserta <em>Indonesian Idol </em>program RCTI tahun 2003 di Jakarta. Kata orang, sih, suaraku memang tidak jelek jelek amat. Tapi sayang, aku tidak beranjak untuk masuk proses audisi selanjutnya. Cita citaku untuk menjadi bintang yang akan dipuja-puja gagal.</p>
<p>Sejak itu, kehidupanku dan hari hariku hanya habis di ruang kehampaan. Aku semakin dalam terjerembab masuk ke dunia bebas nilai ini. Namun masih seperti biasa, aku tidak bisa merokok walaupun teman temanku mengajak dan selalu memancing. Aku sangat tidak suka asap. Padahal teman-temanku rata rata adalah perokok keras.</p>
<p>Aku juga sempat berpacaran dengan seorang Muslimah. Kami pun sangat saling mencintai. Tapi beberapa waktu kemudian, aku terpaksa memutuskannya. Entah, aku merasa telah banyak berbuat dosa kepada Tuhan.</p>
<p>Aku memutuskan cinta dengan Muslimah tersebut agar aku bisa lebih dekat kepada Tuhan Yesus dan meminta ampun atas segala dosaku. Aku ingin kembali padanya lebih dekat lagi. Aku ingin menghapus dosa-dosaku.</p>
<p>Tapi, rasa hampa dan berdosa itu terus mengusikku. Aku memang beribadah kepada Tuhan. Aku membaca Al Kitab. Tapi tidak ada kepuasan bathin yang kurasakan. Malah aku semakin gagap saja pada diriku sendiri. Aku tidak menemukan ketenangan itu.</p>
<p>Agar kehampaan itu tidak berlangsung lama, aku pun mulai giat mendalami dan membaca buku-buku rohani Kristen untuk menambah imanku yang pelan-pelan keropos ini. Aku sering ke toko buku dibilangan Cimone, Tangerang.</p>
<p><strong>Dari Trinitas</strong></p>
<p>Hingga pada kali waktu, aku menemukan buku yang berjudul <em>Sejarah Injil dan Gereja </em>karangan Ahmad Idrus di took buku itu. Anehnya, aku menemukan buku tersebut pada rak katalog buku buku rohani Kristen. Aku tertarik dan membelinya.</p>
<p>Aku membaca buku itu hingga tuntas. Banyak jawaban yang kutemukan di sana dari sekian banyak lontaran tanya yang pernah hinggap di kepalaku. Kala itu aku mulai bertanya-tanya, kenapa Tuhan ada tiga? Apakah dengan adanya tiga tuhan, mereka tidak saling berebut pengaruh dan akhirnya berkelahi? Dan masih banyak lontaran tanya lain yang mengepala.</p>
<p>Dan sesungguhnya, konsep Trinitas inilah yang kemudian menghantarku mengenal Islam lebih jauh. Aku semakin menyeriusi membaca buku tentang konsep Trinitas dari banyak sumber dan kemudian membandingkannya. Dan, aku semakin simpatik saja dengan Islam.</p>
<p>Keyakinanku pada Islam tidak bisa lagi dibendung. Setelah banyak membaca literatur tentang konsep ajaran Islam dan Kristen serta membandingkannya, aku semakin yakin dengan kebenaran ajaran Islam. Jalan inilah yang membuatku tenang dan tidak ada lagi rasa bimbang.</p>
<p>Sebelumnya, entah ada maksud dan ada petunjuk apa, aku pernah bermimpi mengejar sosok berjubah putih bersih. Aku minta diislamkan oleh sosok tersebut. Mimpiku ini aku ceritakan pada salah seorang rekan kerjaku yang Muslim, kebetulan aku sangat akrab dengannya. Ia jauh lebih tua dariku. Ia juga sudah berkeluarga dan punya anak. Ia sudah kuanggap orang tua sendiri.</p>
<p>Rekan kerjaku tersebut sempat tidak percaya tentang ihwal mimpiku itu. Ia hanya berkata: “Jangan masuk Islam kalau hanya mencoba, karena wanita (pacar),atau karena paksaan. Pelajari dan yakinilah dulu.”</p>
<p>Aku terhenyak. Tapi aku tidak bisa membohongi diriku sendiri. Aku memang sudah mantap memilih Islam sebagai jalan hidupku. Tidak ada paksaan. Tidak pula karena perempuan atau pacaran, apalagi hanya mencoba-coba. Aku sadar, pilihan ini pasti ada risikonya. Baik pertentangan dari keluarga ataupun kerabat yang lain.</p>
<p>Akhirnya, pada tanggal 27 Agustus 2004 lalu, aku mengikrarkan dua kalimat syahadat di Masjid Baitul Hasan Cikarang, Bekasi, sebelum sholat Jum’at. Disaksikan ratusan kaum Muslimin yang ada saat itu. Sejak hari itu, aku benar benar merasa terbebas dari penjara hidup yang hampa lagi sesak yang selama ini mengkungiku.</p>
<p>Kini, namaku berubah menjadi Muhamamd Rifqy Abdillah. Untuk memperdalam pemahaman tentang agama Islam, aku mengikuti program Kuliah Dai Mandiri selama tiga bulan lebih (sejak Februari s/d pertengahan Mei 2009) yang diselenggarakan oleh salah satu pesantren di Bogor. Di sana aku mendapatkan banyak ilmu agama dan bekal rohani yang semakin memantapkan jalanku ini.</p>
<p>Dari pihak keluarga, awalnya memang menentang keras keislamanku. Bahkan, aku sempat dituduh sebagai anak yang durhaka. Namun selanjutnya mereka bisa menerima meski kuakui itu berat bagi mereka.</p>
<p>Bahkan belakangan kuketahui, kakak keduaku yang menetap di daerah Bitung, Tangerang, ternyata lebih dulu masuk Islam setahun sebelum aku. Aku memang jarang melakukan komunikasi dengannya. Dari keluarga pihak ayah ataupun ibu, baru kami berdua yang memeluk Islam. Dan aku bahagia pada pilihanku ini.</p>
<p>Aku tetap berharap kepada Allah SWT agar keluargaku yang belum mendapatkan hidayah-Nya segera mendapatkan apa yang aku rasakan sekarang. Aku pasti masih dan akan tetap mencintai mereka serta berharap mereka semua mendapatkan petunjuk dari Allah SWT Amiiin. Mohon doanya. *</p>
<p><em>Seperti diceritakan Muhammad Rifqy Abdillah kepada <a href="http://hidayatullah.com/read/16104/29/03/2011/undefined">hidayatullah.com </a></em></p>
<p>Sumber : <br />Rep: Ainuddin Chalik<br />Red: Cholis Akbar</p>
<h4>Related External Links</h4>
<ul class="erp_pingback">
<li><a href="http://pitersimanjuntak.wordpress.com/2011/04/17/isa-almasih-turun-ke-bumi-menyelamatkan-orang-berdosa/">ISA ALMASIH TURUN KE BUMI MENYELAMATKAN ORANG BERDOSA « PITER <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href="http://freearticlesubmissionsite.com/anti-aging-products-and-books/"><b>Anti</b> Aging Products And Books | Free Article Submission Site</a></li>
<li><a href="http://knkini.blogspot.com/2011/04/peringatan-buat-individu-muslim.html">KN Kini: Peringatan Buat Individu Muslim</a></li>
<li><a href="http://www.pdfdoc.info/article/go-off-the-grid-with-nikola-tesla-free-of-charge-energy-generator/">Go Off The Grid With Nikola Tesla Free Of Charge Energy Generator <b>&#8230;</b></a></li>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2011/04/10/tidak-kutemukan-tuhan-di-dalam-musik/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2011/04/10/tidak-kutemukan-tuhan-di-dalam-musik/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2011/04/10/tidak-kutemukan-tuhan-di-dalam-musik/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2011/04/10/tidak-kutemukan-tuhan-di-dalam-musik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

