<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[m²]  Sepi Ing Pamrih - Rame Ing gawe ! &#187; Sesaji</title>
	<atom:link href="http://mbah-marijan.org/category/sesaji/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mbah-marijan.org</link>
	<description>Kliping Blog Simbah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Jan 2012 11:44:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=446</generator>
		<item>
		<title>Syirik, Bahaya Dan Fenomenanya</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2006/07/27/syirik-bahaya-dan-fenomenanya/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2006/07/27/syirik-bahaya-dan-fenomenanya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Jul 2006 09:42:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Ruqyah]]></category>
		<category><![CDATA[Sesaji]]></category>
		<category><![CDATA[20 fenomena syirik di lingkungan masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[apakah mengobati orang dengan air al'quran itu syirik?]]></category>
		<category><![CDATA[cara memanggil nyi roro kidul]]></category>
		<category><![CDATA[cara supaya tidak terjerumus sikap syirik]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena kesyirikan di sekitar kita]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena pengobatan dengan memanggil arwah leluhur]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena syirik dimasyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[kliping agama tentang syirik]]></category>
		<category><![CDATA[kopidjleg]]></category>
		<category><![CDATA[macam fenomena syirik]]></category>
		<category><![CDATA[masalah masyarakat mengenai syirik]]></category>
		<category><![CDATA[nyi roro kidul]]></category>
		<category><![CDATA[pemecahan masalah syirik]]></category>
		<category><![CDATA[roro kidul.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2006/07/27/syirik-bahaya-dan-fenomenanya/</guid>
		<description><![CDATA[Permasalahan syirik bukanlah perkara yang remeh, sebab kelurusan seseorang dalam bertauhid dan beraqidah menjadi jaminan bagi keselamatannya di dunia dan akhirat. Apabila tauhid seseorang melenceng dari standar Al-Qur&#8217;an dan As-sunnah, maka pasti dia terjerumus pada kesyirikan. Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), &#8220;Bukankah Aku ini Rabbmu&#8221;. Mereka menjawab, &#8220;Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi&#8221;. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan,&#8221;Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap hal ini (keesaan Rabb)&#8221;. Atau agar kamu tidak mengatakan, &#8220;Sesungguhnya orang-orang tua kami telah menyekutukan Ilah sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang yang sesat dahulu&#8221;. (QS. 7:172-173) Ayat di atas menjelaskan bahwa kebanyakan orang yang terjerumus ke dalam kesyirikan disebabkan oleh dua hal dan secara otomatis dia telah melanggar perjanjian, ikrar dan persaksiannya sendiri terhadap keesaan Allah, dua hal tersebut adalah: Jahil dan lalai terhadap tauhid dan syirik Taqlid buta pada adat istiadat dan kebiasaan nenek moyang. Permasalahan syirik bukanlah perkara yang remeh, sebab kelurusan seseorang dalam bertauhid dan beraqidah menjadi jaminan bagi keselamatannya di dunia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Permasalahan syirik bukanlah perkara yang remeh, sebab kelurusan seseorang dalam bertauhid dan beraqidah menjadi jaminan bagi keselamatannya di dunia dan akhirat. Apabila tauhid seseorang melenceng dari standar Al-Qur&#8217;an dan As-sunnah, maka pasti dia terjerumus pada kesyirikan.<br />
<span id="more-149"></span></p>
<p>Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), &#8220;Bukankah Aku ini Rabbmu&#8221;. Mereka menjawab, &#8220;Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi&#8221;. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan,&#8221;Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap hal ini (keesaan Rabb)&#8221;. Atau agar kamu tidak mengatakan, &#8220;Sesungguhnya orang-orang tua kami telah menyekutukan Ilah sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang yang sesat dahulu&#8221;. (QS. 7:172-173)</p>
<p>Ayat di atas menjelaskan bahwa kebanyakan orang yang terjerumus ke dalam kesyirikan disebabkan oleh dua hal dan secara otomatis dia telah melanggar perjanjian, ikrar dan persaksiannya sendiri terhadap keesaan Allah, dua hal tersebut adalah:</p>
<ul>
<li>Jahil dan lalai terhadap tauhid dan syirik</li>
<li>Taqlid buta pada adat istiadat dan kebiasaan nenek moyang.</li>
</ul>
<p>Permasalahan syirik bukanlah perkara yang remeh, sebab kelurusan seseorang dalam bertauhid dan beraqidah menjadi jaminan bagi keselamatannya di dunia dan akhirat. Apabila tauhid seseorang melenceng dari standar Al-Qur&#8217;an dan As-sunnah, maka pasti dia terjerumus pada kesyirikan.</p>
<p>Karena itu kita harus mengerti dan paham apa sebenarnya syirik itu, agar kita bisa terhindar dari bahaya dan malapetakanya di dunia dan di akhirat. Para ulama mengatakan, &#8220;Aku mengenali kejelekan bukan untuk melakukannya, tetapi agar terhindar darinya. Barangsiapa yang tidak bisa membedakan antara kebaikan dengan kejelekan pasti terjerumus pada kejelekan itu.&#8221; Untuk itu, marilah kita mengenali apa syirik itu sebenarnya.</p>
<p>Syirik adalah menyejajarkan/menyamakan makhluk dengan Al-Khaliq (Allah swt) dalam perkara-perkara yang merupakan hak khusus (istimewa) Allah swt.<br />
Hak istimewa Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala banyak sekali, seperti: Disembah, mencipta, mengatur, memberikan manfaat dan mendatangkan madharat, menentukan baik dan buruk, membuat hukum dan undang-undang (syari&#8217;at) dan lain-lainnya.</p>
<p>Secara umum jenis syirik itu ada dua: Syirik Akbar (besar) dan Syirik Ashghar (kecil). Perbedaan antara syirik akbar dan syirik asghar adalah:</p>
<p><strong>Syirik akbar; </strong></p>
<ul>
<li>Syirik akbar menghancurleburkan seluruh amal ibadah pelakunya.</li>
<li>Apabila dia meninggal dunia dalam keadaan berbuat syirik akbar maka tidak mendapat ampunan Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala.</li>
<li>Pelakunya tergolong murtad dari Islam.</li>
<li>Di akhirat kelak pelakunya akan kekal dalam neraka selama-lamanya.</li>
</ul>
<p><strong>Syirik Asghar (kecil); </strong></p>
<ul>
<li>Dosa syirik kecil tidak merusak seluruh amal ibadah.</li>
<li>Pelakunya diampuni apabila Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala menghendakinya.</li>
<li>Pelakunya tidak tergolong murtad dari Islam.</li>
<li>Di akhirat kelak pelakunya tidak akan kekal dalam neraka selama-lamanya.</li>
</ul>
<p><strong>Beberapa Fenomena Syirik</strong></p>
<p><em>A. Ngalap (mencari) berkah di kuburan wali, kiyai dan selainnya.</em></p>
<p>Sudah menjadi hal yang umum dan membudaya di masyarakat, dan bahkan dianggap ibadah yang sangat afdhal bahwa pada hari-hari/bulan-bulan tertentu, misalnya Maulud (Rabiul awal), menjelang Ramadhan, menjelang lebaran (Syawwal) dan lain sebagainya, banyak orang yang mendatangi kuburan kuburan kyai, orang-orang yang dianggap wali, atau kuburan orang shalih. Mereka datang dari tempat yang cukup jauh dengan mencurahkan tenaga, waktu, pikiran, dan harta. Padahal Rasulullah telah bersabda,<br />
â€œJanganlah kalian mengadakan perjalanan jauh (untuk beribadah, berziarah, mencari berkah) kecuali hanya ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawy), dan Masjid al-Aqsha.â€ (Muttafaqun &#8216;Alaih)<br />
Dengan melakukan ritual ziarah ke kuburan-kuburan wali/kiyai dari tempat yang jauh, maka itu sudah merupakan suatu pelanggaran terhadap konsekwensi hadits diatas.</p>
<p>Kalau ternyata tujuan dari ziarah kubur itu menyimpang dari tuntunan syari&#8217;at Islam yang suci ini, seperti: Mencari berkah, meminta-minta kepada penghuni kuburan itu, atau mencari syafa&#8217;at, maka perbuatan itu jelas merupakan syirik akbar. Apabila pelakunya tidak bertaubat hingga datang kematiannya, maka Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala tidak mengampuninya dan dia kekal dalam neraka, semoga kita terhindar dari hal itu.<br />
Allah berfirman:<br />
â€œSesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.â€ (QS. 4:48)</p>
<p><strong><em>B. Mencari kesaktian lewat amalan, dzikir atau ritual tertentu.</em><br />
</strong><br />
Fenomena ritual seperti ini sudah berurat dan berakar, bahkan menjadi trend dalam masyarakat kita. Dan yang terbelit dan terperangkap dalam lingkaran syetan ini mulai dari orang awam sampai para pejabat, rakyat jelata sampai orang berpangkat. Bahkan kalangan &#8220;terpelajar&#8221; yang mengaku &#8220;intelektual&#8221;pun menggandrungi klenik-klenik seperti ini. Mereka menyebutnya dengan &#8220;membekali diri dengan ngelmu (ilmu), kekebalan, kesaktian&#8221;.<br />
Untuk mengelabuhi orang-orang awam terkadang â€œorang pinterâ€ itu menyandangkan titel mentereng seperti: KH (Kyai Haji), Prof, DR, padahal semua itu mereka lakukan untuk melanggengkan bisnis mereka sebagai agen-agen dan kaki tangan syetan dan jin.</p>
<p>Untuk meraih kesaktian ini, ada yang dengan cara-cara klasik kebatinan, dengan istilah black magic (ilmu hitam) maupun white magic (ilmu putih), dan ada pula dengan cara-cara ritual &#8220;dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu&#8221;, dan cara yang terakhir ini lebih banyak mengelabui kaum muslimin, karena seakan-akan caranya Islami dan tidak mengandung kesyirikan.</p>
<p>Dan perlu diketahui bahwa&#8221;dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu&#8221; yang tidak ada syari&#8217;atnya dalam Islam, merupakan rumus dan kode etik untuk berhubungnan dengan alam supranatural (alam jin), hal seperti ini merupakan perangkap syetan yang menjerumuskan orang pada perbuatan syirik. Untuk mengetahui bahwa perbuatan itu termasuk perbuatan syirik adalah sebagai berikut:</p>
<p>Pertama, bahwa &#8220;dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu&#8221; tersebut bukanlah syari&#8217;at Islam, karena tidak memakai standar Al-Qur&#8217;an maupun Sunnah Rasulullah n, dan ini termasuk dalam kategori bid&#8217;ah, yang mana syetan lebih menyukai bid&#8217;ah daripada perbuatan maksiat sekalipun.</p>
<p>Ke dua, apabila tujuan seseorang melakukan &#8220;dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu&#8221; tersebut untuk memperoleh kesaktian, kekebalan, dan hal-hal yang luar biasa, maka sudah pasti itu bukan karena Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala, seperti membaca Al-fatihah 1000 X, Al-ikhlas 1000 X dan lain sebagainya dengan tujuan agar kebal terhadap senjata tajam, peluru dan tahan bacok. Atau membaca salah satu shalawat bikinan (baca;bid&#8217;ah) dengan iming-iming kesaktian tertentu seperti bisa menghilang dari pandangan orang, bisa makan besi, kaca, beling dan lain sebagainya. Itu semua bukanlah karomah tetapi merupakan hakikat syirik itu sendiri, karena telah memalingkan tujuan suatu ibadah kepada selain Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala.</p>
<p><em>C. Meminta bantuan arwah rasul, wali, atau tokoh tertentu agar terhindar dari marabahaya. </em></p>
<p>Ritual-ritual seperti ini dapat kita saksikan pada acara-acara malam 1 Syuro(Muharram). Diantara mereka ada yang mengadakan acara ritual di pantai laut selatan, mereka ramai-ramai melepaskan bermacam-macam sesajen seperti hewan yang masih hidup, aneka makanan, bunga-bungaan dan kemenyan sambil memanggil-manggil arwah Nabi Muhammad, Syekh Abdul Qodir Jailani dan memanggil Nyi Roro Kidul. Tujuan mereka melakukan ini agar Nyi Roro Kidul yang &#8220;katanya&#8221; menjadi penguasa di pantai laut selatan itu tidak minta korban pada tahun ini.</p>
<p><strong><em>D. Membuat sesajen untuk menolak roh jahat.</em><br />
</strong><br />
Kegiatan ritual syirik ini bisa kita temui ketika ada pembangunan jembatan, gedung atau rumah. Pada acara peletakan batu pertama, biasanya diadakan pemotongan hewan kemudian darahnya disiramkan atau dioleskan, dan kepala hewan itu ditanam di situ. Tujuannya agar bangunan itu kokoh, kuat, lancar dalam pembangunannya serta tidak meminta korban, terhindar dari bahaya, serta agar makhluk halus yang ada di situ tidak mengganggu. Ada juga yang meletakkan sesajen di atas tiang utama bangunan, agar terhindar dari gangguan makhluk halus yang berada di daerah itu.</p>
<p>Demikian pula, ketika orang merasa takut melewati pohon besar, kuburan, hutan atau lembah yang dianggap angker. Lalu dia mengirimkan berbagai macam bentuk sesajen. Kalau lewat di daerah itu harus minta izin terlebih dahulu, seperti mengucapkan &#8220;Mbah permisi saya mau lewat&#8221; sambil menundukkan badan pertanda tunduk, atau dengan membunyikan klakson kendaraan sambil menjalankannya dengan pelan-pelan, dan lain sebagainya.</p>
<p><em>E. Memakai Jimat-Jimat.</em></p>
<p>Ketika batu akik diyakini memiliki daya magic karena telah &#8220;diisi&#8221; oleh dukun atau orang pintar, maka menjadikan akik itu sebagai jimat pembawa keberuntungan berarti telah menjadikannya sebagai tuhan selain Allah.</p>
<p>Ketika bambu kuning atau potongan tulisan arab yang maknanya tidak jelas diletakkan di atas pintu rumah, agar&#8221;si kolor ijo&#8221;tidak bisa masuk rumah, maka berarti telah mempertuhankan jimat itu, dan ini adalah bantuk kesyirikan yang sangat nyata terhadap Allah SWT.</p>
<p>Demikian pula apabila al-Qur&#8217;an Stambul (Al-Qur&#8217;an berukuran sangat kecil yang tulisannya tidak bisa dibaca kecuali dengan mikroskop) dijadikan jimat untuk menolak marabahaya, maka pelakunyapun sudah terjerumus pada lingkaran syetan yaitu syirik.<br />
Rasulullah SAW bersabda, artinya,<br />
&#8220;Barangsiapa yang menggantungkan sesuatu (sebagai jimat), niscaya Allah menjadikan dia selalu bergantung kepada jimat itu&#8221;. (HR.Imam Ahmad dan at-Tirmizi)</p>
<p><em><strong>F. Ramal-Ramalan</strong></em></p>
<p>Yaitu segala bentuk ramalan, mulai dari ramalan keadaan Indonesia sampai keadaan pribadi seseorang untuk rentang waktu sepekan, sebulan atau setahun ke depan, baik mengenai ekonominya, politiknya dan lain sebagainya. Ini semua adalah klenik-klenik yang menghancurkan negara besar ini yang katanya mayoritas muslim terbesar di dunia. Klenik ini juga yang menjadi faktor utama datangnya musibah-musibah yang silih berganti dan tidak akan pernah hengkang dari tanah air kita ini selama kemaksiatan syirik ini dan dosa-dosa besar lainnya masih gentayangan menghancurkan sendi-sendi kehidupan beragama kita. Wallahul Mustaâ€™an, hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.</p>
<p><strong>Mudah-mudahan tulisan singkat ini menjadi bahan renungan bagi kita semua. </strong></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2006/07/27/syirik-bahaya-dan-fenomenanya/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2006/07/27/syirik-bahaya-dan-fenomenanya/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2006/07/27/syirik-bahaya-dan-fenomenanya/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2006/07/27/syirik-bahaya-dan-fenomenanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MASIH PERCAYA MBAH &#8230;?</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2006/07/20/masih-percaya-mbah/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2006/07/20/masih-percaya-mbah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jul 2006 08:02:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[1Woro Woro]]></category>
		<category><![CDATA[Ruqyah]]></category>
		<category><![CDATA[Sesaji]]></category>
		<category><![CDATA[agar tidak syirik jika memiliki barang pusaka]]></category>
		<category><![CDATA[alam semesta]]></category>
		<category><![CDATA[atau]]></category>
		<category><![CDATA[ayam cemani]]></category>
		<category><![CDATA[batu akik bawang]]></category>
		<category><![CDATA[batu mulia]]></category>
		<category><![CDATA[benda pusaka]]></category>
		<category><![CDATA[benda yang dianggap keramat]]></category>
		<category><![CDATA[besi kuning]]></category>
		<category><![CDATA[hadits tentang percaya keris batu jimat]]></category>
		<category><![CDATA[itu]]></category>
		<category><![CDATA[laut]]></category>
		<category><![CDATA[memuja benda keris batu mulia dan akik menurut islam]]></category>
		<category><![CDATA[minyak burung pelatuk bawang]]></category>
		<category><![CDATA[percaya keramat pada kubur]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia burung pelatuk]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[tuah keris dari bentuk dan jenisnya]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2006/07/20/masih-percaya-mbah/</guid>
		<description><![CDATA[Warga Cilacap Digemparkan Ikan Misterius yang Terdampar di Pantai&#8221;&#8220;Sambil mendorong, saya bilang ke mbah penguasa laut selatan, kalau ikan mau diambil, silahkan kembali ke laut. Tetapi kalau nanti balik lagi dan dia pingin bersama saya, nanti akan saya urus,&#8221; ceritanya Lihat di Detikom Tentu pasti ada penjelasan yang logis tentang keberadaan ikan tersebut, dan sebaiknya hal tersebut dapat diwaspadai, karena ikan dan hewan lainnya hidup dengan naluri, yang apabila terdampar setelah di lepaskan ke laut tetap kembali terdampar lagi, pasti mengikuti nalurinya untuk survive dan bukan karena disuruh oleh mbah penguasa laut, sesungguhnya hanya ALLAH yang dapat menyuruh makhlukNya untuk tunduk. Kalau mbah penguasa yang di ajak bicara oleh orang tersebut ada, pastilah mbah tersebut makhluk pilihan ALLAH yang cukup mulia (karena bisa menguasai laut, walaupun sesungguhnya penguasa alam semesta hanyalah ALLAH tanpa perlu menunjuk perwakilan2 ataupun menteri2 ataupun mbah2), tetapi pada dasarnya hanya manusia yang merupakan paling sempurna sebagai ciptaan ALLAH. Kenapa selalu mbah2 tersebut lebih diperhatikan dan populer daripada peringatan2 ALLAH. my nouva di the_untold_stories@yahoogroups.com Tambahan BENDA-BENDA YANG DIANGGAP KERAMAT Benda-benda keramat dalam istilah bahasa Arab disebut Tamimah.Definisi benda-benda keramat adalah benda-benda pusaka yang dipercaya memiliki kekuatan ghoib yang dapat membantu menyelesaikan segala persoalan hidup.Benda-benda keramat banyak sekali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><img class="alignnone" title="http://www.google.co.id/maps/vt/data=LtgX-e3f8ctI3U5dJtbt7EJ1ZfRneYme,sqwRSl6ezjwpfQdrCaTvqXHAGH2lrMVt0norzpg_9hufL0JvA_d5PbLDkXzIgYq8ackIl_K-h_PYDQ" src="http://www.google.co.id/maps/vt/data=LtgX-e3f8ctI3U5dJtbt7EJ1ZfRneYme,sqwRSl6ezjwpfQdrCaTvqXHAGH2lrMVt0norzpg_9hufL0JvA_d5PbLDkXzIgYq8ackIl_K-h_PYDQ" alt="" width="253" height="130" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Warga Cilacap Digemparkan Ikan Misterius yang Terdampar di Pantai&#8221;</strong>&#8220;Sambil mendorong, saya bilang ke mbah penguasa laut selatan, kalau ikan mau diambil, silahkan kembali ke laut. Tetapi kalau nanti balik lagi dan dia pingin bersama saya, nanti akan saya urus,&#8221; ceritanya<br /> Lihat di <a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/07/tgl/19/time/195810/idnews/639401/idkanal/10" target="_blank">Detikom</a></p>
<p>Tentu pasti ada penjelasan yang logis tentang keberadaan ikan tersebut, dan  sebaiknya hal tersebut dapat diwaspadai, karena ikan dan hewan lainnya hidup dengan naluri, yang apabila terdampar setelah di lepaskan ke laut tetap kembali terdampar lagi, pasti mengikuti nalurinya untuk survive dan bukan karena disuruh oleh mbah penguasa laut, sesungguhnya hanya ALLAH yang dapat menyuruh makhlukNya untuk tunduk.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-115"></span><br /> Kalau mbah penguasa yang di ajak bicara oleh orang tersebut ada, pastilah mbah tersebut makhluk pilihan ALLAH yang cukup mulia (karena bisa menguasai laut, walaupun sesungguhnya penguasa alam semesta hanyalah ALLAH tanpa perlu menunjuk perwakilan2 ataupun menteri2 ataupun mbah2), tetapi pada dasarnya hanya manusia yang merupakan paling sempurna sebagai ciptaan ALLAH.<br /> Kenapa selalu mbah2 tersebut lebih diperhatikan dan populer daripada peringatan2 ALLAH.<br /> my nouva  di  <a href="mailto:the_untold_stories@yahoogroups.com">the_untold_stories@yahoogroups.com</a></p>
<p>Tambahan</p>
<p><strong>BENDA-BENDA YANG DIANGGAP KERAMAT</strong></p>
<p>Benda-benda keramat dalam istilah bahasa Arab disebut Tamimah.Definisi benda-benda keramat adalah benda-benda pusaka yang dipercaya memiliki kekuatan ghoib yang dapat membantu menyelesaikan segala persoalan hidup.Benda-benda keramat banyak sekali bentuk dan jenisnya seperti : Keris,pedang,tombak,badik,batu mulia,batu kristal,besi kuning, jenglot (dipercaya sebagai tubuh orang sakti yang mati) dan lain sebagainya.</p>
<p>Namun benda-benda keramat tidak saja berbentuk benda mati makhluk hidup pun ada yang dikeramatkan seperti : kerbau putih,burung pelatuk bawang,ayam cemani, dan lain sebagainya.</p>
<p>Agar tuahnya tetap ada maka biasanya dilakukan penjamasan atau ritual perawatan dan pembersihan.Ritual jamasan pusaka merupakan salah satu momen penting bagi seseorang yang memiliki benda-benda pusaka. Dalam ritual tersebut, barang-barang pusaka seperti keris, tombak, pedang, dan benda-benda lain yang dianggap berkekuatan di luar nalar dibersihkan dengan minyak wangi tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang kolektor keris dan benda-benda keramat St Sukirno menjelaskan, tujuan jamasan tersebut agar bebas dari sengkala (marabahaya) karena setiap pusaka diakui memiliki kekuatan di luar nalar yang dapat membahayakan pemiliknya jika tidak dirawat.Pada masa kini benda-benda keramat oleh para ahli syirik itu diilmiahkan dengan istilah-istilah â€œkerenâ€ seperti â€œradiasi positif,medan energiâ€ agar dapat diterima oleh masyarakat banyak.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari semua penjabaran diatas sesungguhnya semua benda-benda keramat itu seperti mengkultuskan atau membawa keris,besi kuning,batu akik,batu mulia dan sejenisnya sebagai pengusir atau penangkal mara bahaya, jika ia meyakini bahwa benda-benda tersebut sebagai sarana tertolak atau tertangkalnya bala hal itu termasuk syirik akbar dan juga bagi orang yang membawa dan meyakini kekuatannya maka hidupnya tidak akan pernah bisa tenang.</p>
<p>Diriwayatkan dari Imam Ahmad pula dari Uqbah bin Amir dalam hadits marfu : â€œBarang siapa menggantungkan tamimah, semoga Allah tidak mengabulkan keinginannya; dan barang siapa menggantungkan wadaah, semoga Allah tidak memberi ketenangan pada dirinya.â€ Disebutkan dalam riwayat lain:â€ Barang siapa menggantungkan tamimah, maka dia telah berbuat syirikâ€</p>
<p>Imran bin Hushain radiallahu anhu menuturkan, bahwa Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam melihat seorang laki-laki terdapat di tangannya gelang kuningan, maka beliau bertanya: â€œ Apakah ini? â€Orang itu menjawab: â€œ Penangkal sakit .â€ Nabi pun bersabda: â€œ Lepaskan itu karena dia hanya akan menambah kelemahan pada dirimu; sebab jika kamu mati sedang gelang itu masih ada pada tubuhmu, kamu tidak akan beruntung selama-lamanya .â€( HR. Imam Ahmad dengan sanad yang bisa diterima ).</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika keris,batu akik diyakini memiliki daya magic karena telah dibuat atau &#8220;diisi&#8221; oleh empu,dukun atau orang pintar, maka menjadikan akik itu sebagai jimat pembawa keberuntungan berarti telah menjadikannya sebagai sekutu selain Allah.</p>
<p>Ketika bambu kuning,besi kuning atau potongan tulisan arab yang maknanya tidak jelas diletakkan di atas pintu rumah, agar&#8221;si kolor ijo&#8221; atau â€œsetan belangâ€ tidak bisa masuk rumah, maka berarti telah mempertuhankan benda-benda keramat itu, dan ini adalah bantuk kesyirikan yang sangat nyata terhadap Allah SWT.</p>
<p>Demikian pula apabila Al-Qur&#8217;an Stambul (Al-Qur&#8217;an berukuran sangat kecil yang tulisannya tidak bisa dibaca kecuali dengan mikroskop) dijadikan jimat untuk menolak marabahaya, maka pelakunya pun sudah terjerumus pada lingkaran syetan yaitu syirik.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah saw bersabda : &#8220;Barangsiapa yang menggantungkan sesuatu (sebagai tamimah), niscaya Allah menjadikan dia selalu bergantung kepada tamimah itu&#8221;. ( HR.Imam Ahmad dan at-Tirmizi ).</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan jika mereka yang memakai,mengagungkan dan mengkultuskan benda-benda keramat dengan memujanya (dengan cara dijamas,diberi bunga-bunga) sebagai sarana ikhtiar mendekatkan diri dan meminta pertolongan dari Allah melalui perantara benda-benda keramat itu tetaplah merupakan kesyirikan yang nyata sebab Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ingatlah, hanya kepunyaan Allahlah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): &#8220;Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya&#8221;. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.&#8221; ( Az-Zumar: 3 ).</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi tidak ada alasan sama sekali dalam Islam kita menyimpan,menggunakan,mengagungkan benda-benda keramat karena hukumnya sudah sangat jelas dan jika ada seseorang entah dia kiai,ustadz,paranormal,dukun,romo,Gus-gusan,Ki-kian atau apapun namanya mencoba menghalalkan benda-benda keramat maka dia berada pada kesesatan yang nyata,mereka seseungguhnya syaitan dalam bentuk manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Janganlah kita tertipu dengan cara mereka mencoba mengilmiahkan benda-benda keramat itu yang sering mereka katakan memiliki radiasi positif,energi positif,yoni,tuah dan istilah-istilah lainnya karena sudah jelas hukum dalam syari&#8217;ah Islam. <strong>Ruqyah-online.com</strong></p>
<h4>Related External Links</h4>
<ul class="erp_pingback">
<li>
</li>
</ul>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2006/07/20/masih-percaya-mbah/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2006/07/20/masih-percaya-mbah/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2006/07/20/masih-percaya-mbah/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2006/07/20/masih-percaya-mbah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Simbah</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2006/06/15/belajar/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2006/06/15/belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[1Woro Woro]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Hipnotis]]></category>
		<category><![CDATA[Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan Alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[Ruqyah]]></category>
		<category><![CDATA[Sesaji]]></category>
		<category><![CDATA[Terapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Belajar terus agar semakin baik&#8230;.Â  Tweet]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belajar terus agar semakin baik&#8230;.Â </p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2006/06/15/belajar/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2006/06/15/belajar/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2006/06/15/belajar/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2006/06/15/belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

