<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[m²]  Sepi Ing Pamrih - Rame Ing gawe ! &#187; Serat</title>
	<atom:link href="http://mbah-marijan.org/category/serat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mbah-marijan.org</link>
	<description>Kliping Blog Simbah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Jan 2012 11:44:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=123</generator>
		<item>
		<title>Masih Ingatkah Puisi &#8220;Tuhan Sembilan Senti&#8221; wahai Para Perokok</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/05/05/masih-ingatkah-puisi-tuhan-sembilan-senti-wahai-para-perokok-2/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/05/05/masih-ingatkah-puisi-tuhan-sembilan-senti-wahai-para-perokok-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 19:26:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara]]></category>
		<category><![CDATA[Parikan]]></category>
		<category><![CDATA[Serat]]></category>
		<category><![CDATA[puisi irian jaya]]></category>
		<category><![CDATA[puisibagi para perokok]]></category>
		<category><![CDATA[siksa kubur]]></category>
		<category><![CDATA[surat untuk perokok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2009/05/05/masih-ingatkah-puisi-tuhan-sembilan-senti-wahai-para-perokok-2/</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan Sembilan Senti Oleh Taufiq Ismail Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok Di sawah petani merokok di pabrik pekerja merokok di kantor pegawai merokok di kabinet menteri merokok di reses parlemen anggota DPR merokok di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok hansip-bintara- perwira nongkrong merokok di perkebunan pemetik buah kopi merokok di perahu nelayan penjaring ikan merokok di pabrik petasan pemilik modalnya merokok di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok. Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-naâ€™im sangat ramah bagi perokok tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok. Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok, di ruang kepala sekolah ada guru merokok, di kampus mahasiswa merokok, di ruang kuliah dosen merokok, di rapat POMG orang tua murid merokok, di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok, Di angkot Kijang penumpang merokok, di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok, di loket penjualan karcis orang merokok, di kereta api penuh sesak orang festival merokok, di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok, di andong Yogya kusirnya merokok, sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok, Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tuhan Sembilan Senti<br />
Oleh Taufiq Ismail</p>
<p>Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,<br />
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok</p>
<p>Di sawah petani merokok<br />
di pabrik pekerja merokok<br />
di kantor pegawai merokok<br />
di kabinet menteri merokok<br />
di reses parlemen anggota DPR merokok<br />
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok<br />
hansip-bintara- perwira nongkrong merokok<br />
di perkebunan pemetik buah kopi merokok<br />
di perahu nelayan penjaring ikan merokok<br />
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok<br />
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok.<span id="more-570"></span></p>
<p>Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-naâ€™im sangat ramah bagi perokok<br />
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok.<br />
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,<br />
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,<br />
di kampus mahasiswa merokok,<br />
di ruang kuliah dosen merokok,<br />
di rapat POMG orang tua murid merokok,<br />
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,</p>
<p>Di angkot Kijang penumpang merokok,<br />
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,<br />
di loket penjualan karcis orang merokok,<br />
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,<br />
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,<br />
di andong Yogya kusirnya merokok, sampai kabarnya kuda andong minta<br />
diajari pula merokok,</p>
<p>Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok<br />
tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok</p>
<p>Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru<br />
diam-diam menguasai kita</p>
<p>Di pasar orang merokok,<br />
di warung Tegal pengunjung merokok,<br />
di restoran, di toko buku orang merokok,<br />
di kafe di diskotik para pengunjung merokok</p>
<p>Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan abab rokok<br />
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur<br />
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok</p>
<p>Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul<br />
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya.</p>
<p>Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap<br />
rokok di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya.</p>
<p>Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,</p>
<p>Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia<br />
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena</p>
<p>Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,<br />
di apotik yang antri obat merokok,<br />
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,<br />
di ruang tunggu dokter pasien merokok,<br />
dan ada juga dokter-dokter merokok,</p>
<p>Istirahat main tenis orang merokok,<br />
di pinggir lapangan voli orang merokok,<br />
menyandang raket badminton orang merokok,<br />
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,<br />
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan<br />
bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor<br />
perusahaan rokok,</p>
<p>Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil â€˜ek-â€™ek orang goblok merokok<br />
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok<br />
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok,</p>
<p>Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-naâ€™im sangat ramah bagi orang<br />
perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,</p>
<p>Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,</p>
<p>Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat<br />
merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.<br />
Mereka ulama ahli hisap.<br />
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.<br />
Bukan ahli hisab ilmu falak,<br />
tapi ahli hisap rokok.</p>
<p>Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala<br />
kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, kemana-mana dibawa dengan setia,<br />
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,</p>
<p>Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,<br />
tampak kebanyakan mereka memegang rokok<br />
dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.</p>
<p>Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang<br />
sedikit golongan ashabus syimaal?</p>
<p>Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC<br />
penuh itu. Mamnuâ€™ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.</p>
<p>Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.<br />
Haadzihi al ghurfati maliiâ€™atun bi mukayyafi al hawwaâ€™i.</p>
<p>Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.<br />
Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.</p>
<p>25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.<br />
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.<br />
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?</p>
<p>Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu<br />
â€˜alayhimul khabaaith. Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada<br />
zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada<br />
rokok.</p>
<p>Jadi ini PR untuk para ulama.<br />
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,<br />
lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,</p>
<p>Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.<br />
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi<br />
itu, yaitu ujung rokok mereka.</p>
<p>Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.<br />
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang<br />
mulai terbatuk-batuk,</p>
<p>Pada saat sajak ini dibacakan malam hari<br />
ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.<br />
Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan<br />
lalu lintas, lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan<br />
longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba,</p>
<p>Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya,<br />
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah<br />
dan cerdasnya,</p>
<p>Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,<br />
tidak perlu rukuâ€™ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,<br />
karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan<br />
api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,</p>
<p>Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.</p>
<p>Diambil dari <a href="http://pikojogja.wordpress.com/2008/10/09/thank-you-for-smoking/">Buku Thank You For SmokingÂ  </a></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/05/05/masih-ingatkah-puisi-tuhan-sembilan-senti-wahai-para-perokok-2/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/05/05/masih-ingatkah-puisi-tuhan-sembilan-senti-wahai-para-perokok-2/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/05/05/masih-ingatkah-puisi-tuhan-sembilan-senti-wahai-para-perokok-2/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/05/05/masih-ingatkah-puisi-tuhan-sembilan-senti-wahai-para-perokok-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8216;Cinta&#8217;</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2008/05/22/cinta/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2008/05/22/cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 05:40:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara]]></category>
		<category><![CDATA[Serat]]></category>
		<category><![CDATA[al qur]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[cinta abadi]]></category>
		<category><![CDATA[itu]]></category>
		<category><![CDATA[kontan]]></category>
		<category><![CDATA[mabuk]]></category>
		<category><![CDATA[rosul]]></category>
		<category><![CDATA[saja]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2008/05/22/cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Cintalah yang menggerakkan para Pecinta untuk mencari â€œyang dicintainyaâ€. Dengan Meraih hasil pencariannya itu ia akan merasa mendapat kesempurnaan. Cintalah yang menggerakkan pecinta Ar-Rohman, pecinta Al-Qurâ€™an, pecinta Ilmu dan Iman, pecinta barang perniagaan dan uang, pecinta berhala dan salib, pecinta wanita atau remaja pria, pecinta anak-anak, dan pecinta saudara; sehingga membangkitkan energi yang bersumber dari hati menuju apa pun yang dicintainya. Oleh sebab itu, kita akan mendapati, mereka yang mabuk kepayang kepada wanita dan remaja pria, juga penggilaKitab Suci Setan, yaitu lagu dan musik; tidak pernah tergerak hatinya untuk mendengar ilmu dan bukti-bukti keimanan, dan juga saat membaca Al-Qurâ€™an. Tapi Ketika apa yang dicintainya itu disebut-sebut, kontan hatinya tergugah dan menggeliat hebat, batin dan lahirnya pun bergerak mengejarnya dengan penuh kerinduan, bahkan ia akan sangat berbahagia mendengar â€™sang kekasihâ€™ disebut-sebut. Semua kecintaan di sini tentu saja bernilai kepunahan, kecuali kecintaan kepada Alloh dan kepada apa saja atau siapa saja yang membantu proses kecintaan kepadanya-Nya, seperti cinta kepada Rosul-Nya, Kitab-Nya, agama-Nya, dan wali-Nya, juga kepada kaum muslimin seluruhnya. Inilah cinta Abadi. Abadi buah dan kenikmatannya, karena keabadian Dzat yang menjadi tumpuan cinta. (Ighaatsatul Lahfaan &#8211; Imam Ibnu Qoyyim, I:132) http://pikojogja.wordpress.com Tweet]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cintalah yang menggerakkan para Pecinta untuk mencari â€œyang dicintainyaâ€.</p>
<p>Dengan Meraih hasil pencariannya itu ia akan merasa mendapat kesempurnaan.</p>
<p>Cintalah yang menggerakkan pecinta Ar-Rohman, pecinta Al-Qurâ€™an, pecinta Ilmu dan Iman, pecinta barang perniagaan dan uang, pecinta berhala dan salib, pecinta wanita atau remaja pria, pecinta anak-anak, dan   pecinta saudara; sehingga membangkitkan energi yang bersumber dari hati menuju apa pun yang dicintainya.<span id="more-490"></span><span id="more-190" /></p>
<p>Oleh sebab itu, kita akan mendapati, mereka yang mabuk kepayang kepada wanita dan remaja pria, juga penggilaKitab Suci Setan, yaitu lagu dan musik; tidak pernah tergerak hatinya untuk mendengar ilmu dan bukti-bukti keimanan, dan juga saat membaca Al-Qurâ€™an.</p>
<p>Tapi Ketika apa yang dicintainya itu disebut-sebut, kontan hatinya tergugah dan menggeliat hebat, batin dan lahirnya pun bergerak mengejarnya dengan penuh kerinduan, bahkan ia akan sangat berbahagia mendengar â€™sang kekasihâ€™ disebut-sebut.</p>
<p>Semua kecintaan di sini tentu saja bernilai kepunahan, kecuali kecintaan kepada Alloh dan kepada apa saja atau siapa saja yang membantu proses kecintaan kepadanya-Nya, seperti cinta kepada Rosul-Nya, Kitab-Nya, agama-Nya, dan wali-Nya, juga kepada kaum muslimin seluruhnya.</p>
<p>Inilah cinta Abadi.</p>
<p>Abadi buah dan kenikmatannya, karena keabadian Dzat yang menjadi tumpuan cinta.</p>
<p>(Ighaatsatul Lahfaan &#8211; Imam Ibnu Qoyyim, I:132)</p>
<p>http://pikojogja.wordpress.com</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2008/05/22/cinta/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2008/05/22/cinta/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2008/05/22/cinta/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2008/05/22/cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hakikat Sahabat!</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2008/01/02/hakikat-sahabat/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2008/01/02/hakikat-sahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jan 2008 02:52:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara]]></category>
		<category><![CDATA[Serat]]></category>
		<category><![CDATA[itu]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[kuntum]]></category>
		<category><![CDATA[masih ada]]></category>
		<category><![CDATA[pilu]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[saja]]></category>
		<category><![CDATA[sembilu]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2008/01/02/hakikat-sahabat/</guid>
		<description><![CDATA[Hanya Semenit saja untuk mendapat SAHABAT, Satu Jam saja untuk menghargainya, Sehari untuk menyayanginya, tapi sepanjang hidup untuk lupakannya.. Seringkali insan tidak menghargai sesuatu yang dimiliki, insan jua buta tidak memandang apa yang dimiliki, insan jua masih mencari-cari, dan tatkala yang dimiliki sudah pergi, barulah insan menyadari tentang sesuatu yang dimiliki, dan menghargai apa yang dimiliki&#8230; tetapi dia sudah terlambat&#8230;karena, yang pergi tidakkan kembali lagi.. kasih cinta rindu tidaklah berulang buat kedua kali&#8230; Oleh Karena itu hargailah detik ini.. Seandainya kasih masih bersemi..dan hargailah hati, Karena pabila hati telah membenci tiada obat yang mudah mengobati.. pabila luka parah tiada kata boleh mengubah warna darah, dan hirisan sembilu kata masih di rasa silu dan pilu meski luka telah sembuh seperti sediakala. oleh itu hargailah ketika kasih masih ada, oleh itu hargailah ketika sayang masih bertahta.. moga mewangi kuntum ikhwan fillah hendaknya. amin ya robbal alamin.. sumber: temen fs dgn gubahan Tweet]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img id="image445" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2008/01/hakikat-sahabat.jpg" alt="hakikat-sahabat.jpg" align=left />Hanya Semenit saja untuk mendapat SAHABAT,<br />
Satu Jam saja untuk menghargainya,<br />
Sehari untuk menyayanginya,<br />
tapi sepanjang hidup untuk lupakannya..</p>
<p>
Seringkali insan tidak menghargai sesuatu yang dimiliki,<br />
insan jua buta tidak memandang apa yang dimiliki,<br />
insan jua masih mencari-cari,<br />
dan tatkala yang dimiliki sudah pergi,<br />
barulah insan menyadari tentang sesuatu yang dimiliki,<br />
dan menghargai apa yang dimiliki&#8230;<br />
tetapi dia sudah terlambat&#8230;karena,<span id="more-442"></span><br />
yang pergi tidakkan kembali lagi..<br />
kasih cinta rindu tidaklah berulang<br />
buat kedua kali&#8230;</p>
<p>Oleh Karena itu hargailah detik ini..<br />
Seandainya kasih masih bersemi..dan<br />
hargailah hati,<br />
Karena pabila hati telah membenci<br />
tiada obat yang mudah mengobati..<br />
pabila luka parah tiada kata boleh<br />
mengubah warna darah,<br />
dan hirisan sembilu kata masih di rasa<br />
silu dan pilu<br />
meski luka telah sembuh seperti<br />
sediakala.<br />
oleh itu hargailah ketika kasih masih ada,<br />
oleh itu hargailah ketika sayang masih<br />
bertahta..<br />
moga mewangi kuntum ikhwan fillah<br />
hendaknya.</p>
<p>amin ya robbal alamin..</p>
<p>sumber: temen fs dgn gubahan</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2008/01/02/hakikat-sahabat/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2008/01/02/hakikat-sahabat/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2008/01/02/hakikat-sahabat/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2008/01/02/hakikat-sahabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasukan Berani Hidup #1#</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2007/06/15/pasukan-berani-hidup-1/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2007/06/15/pasukan-berani-hidup-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jun 2007 01:42:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serat]]></category>
		<category><![CDATA[bekal]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[hanya satu]]></category>
		<category><![CDATA[kawanku]]></category>
		<category><![CDATA[kebun]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[kekal]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[masih]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2007/06/15/pasukan-berani-hidup-1/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kesendirianku, aku merenung. Mengingatkanku akan arti sebuah kehidupan. Kenapa mereka? Ada apa dengan mereka? Tatkala sebagian manusia, ingin hidup seribu abad lagi! Manusia-manusia ini, ingin menghabisi nyawanya yang hanya satu-satunya. Pantang menyerahlah! Berjuanglah kawan-kawankuâ€¦ Hidup masih panjang Dunia masih membutuhkan kita Dan kita masih membutuhkan dunia, sebagaimana tempat mengumpulkan bekal, â€˜tuk kehidupan selanjutnya yang terbaik. Seperti pendahulu baik kita, yang ketiga abad itu, menjadi panduan â€˜tuk meraih kebun-kebun yang kekal. piko-jogja! Tweet]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kesendirianku,<br />
aku merenung.<br />
Mengingatkanku akan arti<br />
sebuah kehidupan.</p>
<p>Kenapa mereka?<br />
Ada apa dengan mereka?<span id="more-406"></span></p>
<p>Tatkala sebagian manusia,<br />
ingin hidup seribu abad lagi!<br />
Manusia-manusia ini,<br />
ingin menghabisi nyawanya<span id="mce_editor_0_parent" /><br />
yang hanya satu-satunya.</p>
<p>Pantang menyerahlah!<span id="more-62" /><br />
Berjuanglah kawan-kawankuâ€¦<br />
Hidup masih panjang<br />
Dunia masih membutuhkan kita<br />
Dan kita masih membutuhkan dunia,<br />
sebagaimana tempat mengumpulkan bekal,<br />
â€˜tuk kehidupan selanjutnya yang terbaik.<br />
Seperti pendahulu baik kita,<br />
yang ketiga abad itu,<br />
menjadi panduan â€˜tuk meraih<br />
kebun-kebun yang kekal.</p>
<p><a target="_blank" href="http://pikojogja.wordpress.com/2007/05/27/pasukan-berani-hidup-1/"><font size="1"> piko-jogja!</font></a></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2007/06/15/pasukan-berani-hidup-1/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2007/06/15/pasukan-berani-hidup-1/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2007/06/15/pasukan-berani-hidup-1/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2007/06/15/pasukan-berani-hidup-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERHIASAN DUNIA DI HATI</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2007/05/24/perhiasan-dunia-di-hati/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2007/05/24/perhiasan-dunia-di-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 May 2007 09:07:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mutiara]]></category>
		<category><![CDATA[Serat]]></category>
		<category><![CDATA[cari jodoh]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[dia]]></category>
		<category><![CDATA[gubahan]]></category>
		<category><![CDATA[Hadirnya]]></category>
		<category><![CDATA[karunia]]></category>
		<category><![CDATA[perhiasan]]></category>
		<category><![CDATA[rahmat]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2007/05/24/perhiasan-dunia-di-hati/</guid>
		<description><![CDATA[Hadirnya tanpa kusadari Menggapai kasih cinta bersemi Hadirnya cinta insan dalamku Anugerah Karunia Ilahi Lembut tutur katanya Menggoda hatiku mendekatinya Kesopanannya memikat hati Damaikan jiwaku yang gerah akan dunia ini Ya Allah Jika dia benar untukku Dekatkanlah hatinya dengan hatiku Jika dia bukan milikku Damaikanlah hatiku Dengan ketentuan-Mu Dialah perhiasan dunia yang kucari Selama ini baru kutemui Tapi ku tak pasti rencana Ilahi Apakah dia kan kumiliki Tidak sekali dinodai nafsu Akan kubatasi dengan syariat-Mu Jika dirinya bukan untukku Ridha, hatiku dengan ketentuan-Mu Ya Allah Engkaulah tempat kubergantung harapanku Kuharap diriku sentiasa di bawah rahmat-Mu *****Untukmu yang sedang cari Jodoh dan calon****** (Gubahan dari Malaysia) Tweet]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hadirnya tanpa kusadari<br />
Menggapai kasih cinta bersemi<br />
Hadirnya cinta insan dalamku<br />
Anugerah Karunia Ilahi</p>
<p>Lembut tutur katanya<br />
Menggoda hatiku mendekatinya<br />
Kesopanannya memikat hati<br />
Damaikan jiwaku yang gerah akan dunia ini<span id="more-402"></span></p>
<p>Ya Allah<br />
Jika dia benar untukku<br />
Dekatkanlah hatinya dengan hatiku<br />
Jika dia bukan milikku<br />
Damaikanlah hatiku<br />
Dengan ketentuan-Mu</p>
<p>Dialah perhiasan dunia yang kucari<br />
Selama ini baru kutemui<br />
Tapi ku tak pasti rencana Ilahi<br />
Apakah dia kan kumiliki<br />
Tidak sekali dinodai nafsu<br />
Akan kubatasi dengan syariat-Mu<br />
Jika dirinya bukan untukku<br />
Ridha, hatiku dengan ketentuan-Mu</p>
<p>Ya Allah<br />
Engkaulah tempat kubergantung harapanku<br />
Kuharap diriku sentiasa di bawah<br />
rahmat-Mu</p>
<p>*****Untukmu yang sedang cari Jodoh dan calon******<br />
(Gubahan dari Malaysia)</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2007/05/24/perhiasan-dunia-di-hati/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2007/05/24/perhiasan-dunia-di-hati/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2007/05/24/perhiasan-dunia-di-hati/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2007/05/24/perhiasan-dunia-di-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah kita bahagia?</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2007/05/02/kebahagiaan-manusia/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2007/05/02/kebahagiaan-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 May 2007 07:19:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Serat]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[diri]]></category>
		<category><![CDATA[masih ada]]></category>
		<category><![CDATA[mau]]></category>
		<category><![CDATA[memiliki]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[sadar]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat sejati]]></category>
		<category><![CDATA[tentang]]></category>
		<category><![CDATA[tiap]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2007/05/02/kebahagiaan-manusia/</guid>
		<description><![CDATA[Kebahagian manusia ada bila ia bisa membuka mata hatinya, dan menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti dan menyadari betapa ia dicintai. Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri agar orang lain bisa mencintainya dengan tulusâ€¦ Kebahagian manusia tidak dapat hadir karena tidak mau membuka hati, dan berusaha meraih apa yang tidak dapat diraih, terlalu memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri apa yang ia miliki. Keegoisan manusia yang menyebabkannya menjadi buta, keegoisan dan hanya memikirkan diri sendiri yang menyebabkan manusia tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik untuknyaâ€¦ Begitu banyak sahabat yang begitu mencintai, tapi karena terlalu memilih, menilai dan menghakimi sendiri..justru sahabat sejati menjadi semakin jauh.. Terlalu memilih sahabat membuat manusia tak dapat menyadari di depan mata ada sahabat sejati yang dibutuhkannya.. Tiap tiap manusia memiliki arti dan peranan masing-masing, semua berbedaâ€¦tidak ada yang memiliki arti yang sama persis punya peranan dan kelebihan disatu hal, tidak harus memiliki peranan dan arti dalam hal lain.. dicintai oleh satu orang belum tentu disayang oleh orang lain.. Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri, jangan beraharap dari diri manusia lain, karena orang lain dapat mengkhianati.. Kebahagiaan ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" id="image378" alt="kebahagiaan-mns.gif" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2007/05/kebahagiaan-mns.gif" />Kebahagian manusia ada bila ia bisa membuka mata hatinya, dan menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti dan  menyadari betapa ia dicintai.</p>
<p>Manusia bisa bahagia,  bila ia mau membuka diri agar orang lain bisa mencintainya dengan tulusâ€¦</p>
<p>Kebahagian manusia tidak dapat hadir karena tidak mau membuka  hati, dan berusaha meraih apa yang tidak dapat diraih,  terlalu memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri apa yang ia miliki.<span id="more-377"></span></p>
<p>Keegoisan manusia yang menyebabkannya menjadi buta,  keegoisan dan hanya memikirkan diri sendiri  yang menyebabkan manusia tidak sadar bahwa ia begitu dicintai,  tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik untuknyaâ€¦</p>
<p>Begitu banyak sahabat yang begitu mencintai,  tapi karena terlalu memilih, menilai dan menghakimi sendiri..justru sahabat sejati menjadi semakin jauh..</p>
<p>Terlalu memilih sahabat membuat manusia tak dapat menyadari di depan mata ada<br />
sahabat sejati yang dibutuhkannya..</p>
<p>Tiap tiap manusia memiliki arti dan peranan masing-masing,  semua berbedaâ€¦tidak ada yang memiliki arti yang sama  persis punya peranan dan kelebihan disatu hal,  tidak harus<br />
memiliki peranan dan arti dalam hal lain.. dicintai oleh satu orang belum tentu disayang oleh orang lain..</p>
<p>Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri,  jangan beraharap dari diri manusia lain, karena orang lain dapat mengkhianati..</p>
<p>Kebahagiaan ada bila bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai<br />
diri sendiri,  mau mencintai dan menerima manusia lain..</p>
<p>Percaya kepada Alloh..  bersyukur bahwa manusia selalu diberikan yang terbaikâ€¦<br />
sesuai yang diperbuat manusia itu sendiri,  tak perlu berkeras hati,</p>
<p>Ia akan memberi di saat yang tepat apa yang manusiaNya  butuhkan, tidak harus saat<br />
ini, masih ada esok hari..</p>
<p>Terimakasih sahabat,<br />
jika hari ini aku lalai, tolong ingatkan aku..</p>
<p>Tentang masaku yang sia-sia,<br />
tentang kesibukanku dengan dunia,</p>
<p>Tentang rinduku pun cintaku yg sia-sia,<br />
tentang ajalku yg hampir tiba,<br />
tentang bekalku yg tak ada,</p>
<p>Tentang sendirikianku dlm tanah,<br />
tentang gelapnya kuburku, ttg dunia yg fana, dan<br />
akhirat yg abadi,</p>
<p>tolongâ€¦ingatkan aku..!!</p>
<p><span style="font-size: 8pt">sumber fs (dgn sedikit perubahan)</span></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2007/05/02/kebahagiaan-manusia/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2007/05/02/kebahagiaan-manusia/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2007/05/02/kebahagiaan-manusia/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2007/05/02/kebahagiaan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>INFORMASI PENERBANGAN GRATIS</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2007/04/14/362/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2007/04/14/362/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Apr 2007 07:57:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sedulur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Serat]]></category>
		<category><![CDATA[al barzah]]></category>
		<category><![CDATA[al hadist]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[garuda airlines]]></category>
		<category><![CDATA[halal haram]]></category>
		<category><![CDATA[kain kafan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2007/04/14/362/</guid>
		<description><![CDATA[Orang Cerdas Adalah Orang Yang Mengingat Akan Kematian, berikanlah waktu anda dan bacalah sampai habis, semoga dapat menjadikan hikmah buat kita semua dan sadar, bahwa kita akan mati dan tinggal menunggu waktunya, Wassalam. INFORMASI PENERBANGAN GRATIS AL-JENAZAH AIRLINES, LAYANAN PENUH 24 JAM Bila kita akan &#8216;berangkat&#8221; dari alam ini ia ibarat penerbangan ke sebuah negara.Dimana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan, tetapi melalui Al-Qur&#8217;an dan Al-Hadist. Dimana penerbangan bukannya dengan Garuda Airlines, Singapore Airlines, atau American Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines. Dimana bekal kita bukan lagi tas seberat 23Kg, tetapi amalan yang tak lebih dan tak kurang. Dimana bajunya bukan lagi Pierre Cardin, atau setaraf dengannya, akan tetapi kain kafan putih. Dimana pewanginya bukan Channel atau Polo, tetapi air biasa yang suci. Dimana passport kita bukan Indonesia, British atau American, tetapi Al-Islam. Dimana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi &#8216;Laailaahaillallah&#8217; Dimana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izrail dan lain-lain. Dimana servisnya bukan lagi kelas business atau ekonomi, tetapi sekedar kain yang diwangikan. Dimana tujuan mendarat bukannya Bandara Cengkareng, Heathrow Airport atau Jeddah International, tetapi tanah pekuburan. Dimana ruang menunggunya bukan lagi ruangan ber AC dan permadani, tetapi ruang 2&#215;1 meter, gelap gulita. Dimana pegawai imigrasi adalah Munkar dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang Cerdas Adalah Orang Yang Mengingat Akan Kematian, berikanlah waktu anda dan bacalah sampai habis, semoga dapat menjadikan hikmah buat kita semua dan sadar, bahwa kita akan mati dan tinggal menunggu waktunya, Wassalam.</p>
<div align="center">INFORMASI PENERBANGAN GRATIS</div>
<div align="center">AL-JENAZAH AIRLINES, LAYANAN PENUH 24 JAM</div>
<div align="center"></div>
<p><img width="192" height="192" align="left" id="image361" alt="penerbangan-Gratis.jpg" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2007/04/penerbangan-Gratis.jpg" />Bila kita akan &#8216;berangkat&#8221; dari alam ini ia ibarat penerbangan ke sebuah negara.Dimana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan, tetapi melalui Al-Qur&#8217;an dan Al-Hadist.</p>
<p>Dimana penerbangan bukannya dengan Garuda Airlines, Singapore Airlines, atau American Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines.</p>
<p>Dimana bekal kita bukan lagi tas seberat 23Kg, tetapi amalan yang tak lebih dan tak kurang.</p>
<p>Dimana bajunya bukan lagi Pierre Cardin, atau setaraf dengannya, akan tetapi kain kafan putih.<span id="more-362"></span></p>
<p>Dimana pewanginya bukan Channel atau Polo, tetapi air biasa yang suci.</p>
<p>Dimana passport kita bukan Indonesia, British atau American, tetapi Al-Islam.</p>
<p>Dimana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi &#8216;Laailaahaillallah&#8217;</p>
<p>Dimana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izrail dan lain-lain.</p>
<p>Dimana servisnya bukan lagi kelas business atau ekonomi, tetapi sekedar kain yang diwangikan.</p>
<p>Dimana tujuan mendarat bukannya Bandara Cengkareng, Heathrow Airport atau Jeddah International, tetapi tanah pekuburan.</p>
<p>Dimana ruang menunggunya bukan lagi ruangan ber AC dan permadani, tetapi ruang 2&#215;1 meter, gelap gulita.</p>
<p>Dimana pegawai imigrasi adalah Munkar dan Nakir, mereka hanya memeriksa apakah kita layak ke tujuan yang diidamkan.</p>
<p>Dimana tidak perlu satpam dan alat detector.</p>
<p>Dimana lapangan terbang transitnya adalah Al Barzah</p>
<p>Dimana tujuan terakhir apakah Syurga yang mengalir sungai di bawahnya atau Neraka Jahannam.</p>
<p>Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom, karena itu tak perlu bimbang.</p>
<p>Sajian tidak akan disediakan, oleh karena itu tidak perlu merisaukan masalah alergi atau halal haram makanan.</p>
<p>Jangan risaukan cancel pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat waktunya, ia berangkat dan tiba tepat pada masanya.</p>
<p>Jangan pikirkan tentang hiburan dalam penerbangan, anda telah hilang selera bersuka ria.</p>
<p>Jangan bimbang tentang pembelian tiket, ianya telah siap di booking sejak anda ditiupkan ruh di dalam rahim ibu.</p>
<p>YA!BERITA BAIK!! Jangan bimbangkan siapa yang duduk di sebelah anda.</p>
<p>Anda adalah satu-satunya penumpang penerbangan ini.</p>
<p>Oleh karena itu bergembiralah selagi bisa! Dan sekiranya anda bisa!</p>
<p>Hanya ingat! Penerbangan ini datang tanpa &#8216;Pemberitahuan&#8217;.</p>
<p>Cuma perlu ingat!! Nama anda telah tertulis dalam tiket untuk Penerbangan&#8230;.</p>
<p>Saat penerbangan anda berangkat&#8230;tanpa doa Bismillahi Tawakkaltu &#8216;Alallah, atau ungkapan selamat jalan.</p>
<p>Tetapi Inalillahi Wa Inna ilaihi Rajiuun&#8230;.</p>
<p>Anda berangkat pulang ke Rahmatullah. Mati.</p>
<p>ADAKAH KITA TELAH SIAP UNTUK BERANGKAT?</p>
<p>&#8216;Orang yang cerdas adalah orang yang mengingat kematian. Karena dengan kecerdasannya dia akan mempersiapkan segala perbekalan untuk menghadapinya.&#8217;</p>
<p>ASTAGHFIRULLAH 3X, semoga ALLOH<br />
mengampuni kita beserta keluarga&#8230;<br />
Amiin WALLAHU A&#8217;LAM</p>
<p>Catatan:</p>
<p>Penerbangan ini berlaku untuk segala umur&#8230;tanpa kecuali, maka perbekalan lebih baik dipersiapkan sejak dini&#8230;..sangat tidak bijak dan tidak cerdas bagi yang menunda-nunda mempersiapkan perbekalannya.</p>
<p>SUARA YANG DIDENGAR MAYAT</p>
<p>Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga hal yaitu:</p>
<p>1. Keluarga<br />
2. Hartanya<br />
3. Amalnya</p>
<p>Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu;</p>
<p>1. Keluarga dan Hartanya Akan Kembali<br />
2. Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.</p>
<p>Maka ketika Roh Meninggalkan Jasad&#8230;Terdengarlah Suara Dari Langit Memekik,</p>
<p>&#8220;Wahai Fulan Anak Si Fulan..<br />
Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang Meninggalkanmu<br />
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan, Atau Kekayaan Yang Telah Menumpukmu</p>
<p>Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu</p>
<p>Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menguburmu.&#8221;</p>
<p>Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan&#8230;.Terdengar Dari Langit Suara Memekik,<br />
&#8220;Wahai Fulan Anak Si Fulan&#8230;</p>
<p>Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat, Mengapa Kini Terkulai Lemah</p>
<p>Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara</p>
<p>Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa</p>
<p>Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib Tak Bersuara&#8221;</p>
<p>Ketika Mayat Siap Dikafan&#8230;Suara Dari Langit Terdengar Memekik,</p>
<p>&#8220;Wahai Fulan Anak Si Fulan Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha<br />
Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah Wahai Fulan Anak Si Fulan&#8230;</p>
<p>Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal</p>
<p>Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan Tidak Akan Kembali Selamanya</p>
<p>Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan.&#8221;</p>
<p>Ketika MayatDiusung&#8230;. Terdengar Dari Langit Suara Memekik,</p>
<p>&#8220;Wahai Fulan Anak Si Fulan.. Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan</p>
<p>Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Tobat</p>
<p>Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat.&#8221;</p>
<p>Ketika Mayat Siap Dishalatkan&#8230;.Terdengar Dari Langit Suara Memekik,</p>
<p>&#8220;Wahai Fulan Anak Si Fulan..</p>
<p>Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat</p>
<p>Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik</p>
<p>Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk.&#8221;</p>
<p>Ketika Mayat Dibaringkan Di Liang Lahat&#8230;.terdengar Suara Memekik Dari Langit,</p>
<p>&#8220;Wahai Fulan Anak Si Fulan&#8230;<br />
Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini</p>
<p>Wahai Fulan Anak Si Fulan&#8230;</p>
<p>Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku</p>
<p>Kau Menangis Dahulu Kau Bergembira,Kini Dalam<br />
Perutku Kau Berduka</p>
<p>Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam<br />
Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa.&#8221;</p>
<p>Ketika Semua Manusia Meninggalkannya Sendirian&#8230;.Allah Berkata Kepadanya,</p>
<p>&#8220;Wahai Hamba-Ku&#8230;.. Kini Kau Tinggal Seorang Diri<br />
Tiada Teman Dan Tiada Kerabat<br />
Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap..<br />
Mereka Pergi Meninggalkanmu.. Seorang Diri<br />
Padahal, Karena Mereka Kau Pernah Langgar Perintah-Ku</p>
<p>Hari Ini,&#8230;. Akan Kutunjukan Kepadamu<br />
Kasih Sayang-Ku<br />
Yang Akan Takjub Seisi Alam<br />
Aku Akan Menyayangimu<br />
Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya&#8221;.</p>
<p>Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman, &#8220;Wahai Jiwa Yang Tenang<br />
Kembalilah Kepada Tuhanmu<br />
Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya<br />
Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba-Ku<br />
Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku&#8221;</p>
<p>Anda Ingin Beramal Shaleh&#8230;?</p>
<p>catatan :<br />
Semoga bermanfaat bagi kita semua,<br />
Amiin&#8230;</p>
<p>sumber dari : Bulletin Fs</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2007/04/14/362/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2007/04/14/362/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2007/04/14/362/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2007/04/14/362/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendeteksi &#8220;Sumber&#8221; Bencana</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2007/02/12/mendeteksi-sumber-bencana/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2007/02/12/mendeteksi-sumber-bencana/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Feb 2007 02:47:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serat]]></category>
		<category><![CDATA[allah swt]]></category>
		<category><![CDATA[busung lapar]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[hilangnya adam air]]></category>
		<category><![CDATA[ini]]></category>
		<category><![CDATA[kapal tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[kereta api]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[oleh]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2007/02/12/mendeteksi-sumber-bencana/</guid>
		<description><![CDATA[Kecanggihan teknologi seakan-akan tak berkutik (lagi) untuk sekedar mengurangi, apalagi membendung beragam estafeta bencana dan musibah yang tanpa kompromi setiap saat bisa dahsyat menimpa segala penjuru bangsa kita. Hilangnya Adam air, pesawat Boeing 737 tipe 400 sebagai andalan dibanding tipe lain di bawahnya seperti 737-300 apalagi 737-200, belum lama ini, adalah contoh kecil dari keterbatasan â€˜teknologi manusiaâ€™, para ahli dari luar negeri dikerahkan, namun belum mendapatkan titik terang insiden itu. Ya Allahâ€¦, lengkap sudah bencana bangsa ini! Seolah-olah musibah â€˜kecanduanâ€™ untuk terus menggerus bangsa kita. Dari dasar laut (ada tsunami), dari daratan (ada gempa), dari puncak gunung (ada letusan), di sekeliling kita ada wabah infeksi dari binatang ke jasad manusia (flu burung dan sejenisnya). Juga ada kekurangan pangan (berupa busung lapar). Belum hilang duka dari musibah-musibah tersebut, kini menggila terjadinya bencana dari alat-alat yang dihasilkan oleh â€˜rekayasaâ€™ manusia, kapal (tenggelam), pesawat (meledak), kereta api (terjungkal), termasuk dalam nominasi ini adalah luapan â€œlumpur panasâ€ Lapindo yang tak jelas tanggung jawabnya, dan selusin musibah lainnya. Memang, Allah SWT tidak butuh disembah (QS.Ibrahim: 8). Namun dalam kondisi sedemikian memilukan ini, jika kita merasa sebagai manusia berperadaban (modern), tentu selain meningkatkan â€˜pembenahan dan kewaspadaan teknologiâ€™. Tak kalah signifikannya, sudah saatnya pula kita â€˜waspadaâ€™ atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kecanggihan teknologi seakan-akan tak berkutik (lagi) untuk sekedar mengurangi, apalagi membendung beragam estafeta bencana dan musibah yang tanpa kompromi setiap saat bisa dahsyat menimpa segala penjuru bangsa kita.<br />
<span id="more-341"></span></p>
<p>Hilangnya Adam air, pesawat Boeing 737 tipe 400 sebagai andalan dibanding tipe lain di bawahnya seperti 737-300 apalagi 737-200, belum lama ini, adalah contoh kecil dari keterbatasan â€˜teknologi manusiaâ€™, para ahli dari luar negeri dikerahkan, namun belum mendapatkan titik terang insiden itu.</p>
<p>Ya Allahâ€¦, lengkap sudah bencana bangsa ini! Seolah-olah musibah â€˜kecanduanâ€™ untuk terus menggerus bangsa kita. Dari dasar laut (ada tsunami), dari daratan (ada gempa), dari puncak gunung (ada letusan), di sekeliling kita ada wabah infeksi dari binatang ke jasad manusia (flu burung dan sejenisnya). Juga ada kekurangan pangan (berupa busung lapar).</p>
<p>Belum hilang duka dari musibah-musibah tersebut, kini menggila terjadinya bencana dari alat-alat yang dihasilkan oleh â€˜rekayasaâ€™ manusia, kapal (tenggelam), pesawat (meledak), kereta api (terjungkal), termasuk dalam nominasi ini adalah luapan â€œlumpur panasâ€ Lapindo yang tak jelas tanggung jawabnya, dan selusin musibah lainnya.</p>
<p>Memang, Allah SWT tidak butuh disembah (QS.Ibrahim: 8). Namun dalam kondisi sedemikian memilukan ini, jika kita merasa sebagai manusia berperadaban (modern), tentu selain meningkatkan â€˜pembenahan dan kewaspadaan teknologiâ€™. Tak kalah signifikannya, sudah saatnya pula kita â€˜waspadaâ€™ atau kembali insaf atas kebenaran dan keagungan Tuhan, dengan segala â€˜rambu-rambuâ€™-NYa yang telah lama blak-blakan ditabrak oleh banyak manusia abad ini.</p>
<p>Alangkah baiknya jika semua elemen bangsa ini dengan ikhlas kembali bersimpuh kepada Tuhan. Tidaklah cukup hanya â€˜diwakiliâ€™ oleh komunitas ulama (saja). Meminjam istilah para ahli agama: â€Fafirru ila Allahâ€, mari kita semua menangis bertaubat di hadapan Allah SWT.</p>
<p>â€˜Detektor Bencanaâ€™</p>
<p>Benar, banyak hadits meriwayatkan bahwa kasih sayang Rasulullah SAW tidak mengizinkan jika umatnya akan didera bencana akibat banyak melakukan dosa, sebagaimana umat para Nabi terdahulu itu. Harapan-Nya: Siapa tau anakâ€“cucu manusia kelak akan banyak yang bertakwa kepada Allah SWT.</p>
<p>Namun kita tak patut berbangga! Karena secara terpisah baginda Nabi SAW pun bersabda kepada Ummu Salamah (istriNya): â€œJika segala bentuk kemaksiatan telah merajalela di dalam suatu bangsa (umat-Ku), maka Allah meratakan adzab dari sisi-Nya kepada merekaâ€.</p>
<p>Ummu Salamah bertanya: â€œWahai Rasulallah, apakah dalam kondisi (dilaknat) itu masih terdapat orang sholeh, taat beribadah?â€</p>
<p>Rasulullah menjawab: â€œIa, masih adaâ€.</p>
<p>Ummu Salamah bertanya lagi: â€œLalu bagaimana mereka?â€</p>
<p>Rasulullah pun menjawab: â€œOrang-orang shaleh taat beribadah yang terdapat pada kaum (bangsa) tersebut, juga turut ditimpa bencana, kemudian mereka akan mendapatkan ampunan dan keridhoan dari Allah&#8221;. (HR. Ahmad dari Ummu Salamah isteri Nabi SAW. VI/ 304 atau no.26122, Al-Haitsami mengatakan, hadits ini rijalnya shahih).</p>
<p>Diantara esensi hadits tersebut. Kemaksiatan â€˜segelintirâ€™ orang, tidak hanya si pelaku yang menanggung akibatnya, tapi juga mampu menyebabkan datang dahsyatnya adzab bagi orang lain, bahkan seluruh bangsanya, yang taat beribadah sekalipun turut terkena imbasnya. Sungguh memilukan!</p>
<p>Contoh Nyata</p>
<p>Berbagai bencana, bentuk dan proses timbul hanya karena â€˜diundangâ€™ oleh manusia dengan ragam dosa-dosa yang dilakukannya sendiri, Al-Quran membuktikannya.</p>
<p>Kaum (selanjutnya disebut masyarakat) Nabi Nuh AS diadzab, ditenggelamkan dengan banjir bandang karena kekafiran mereka, hingga salah seorang anak Nabi Nuh sendiri (bernama Kanâ€™an) pun turut tenggelam karena keinkarannya (lihat QS. Huud/11: 41-44).</p>
<p>Masyarakat Nabi Luth AS (termasuk juga isterinya), mereka homoseks (istilah anak sekarang â€˜gayâ€™), diadzab oleh Allah dengan dihujani batu panas dan buminya dibalik (Lihat QS. Huud/ 11: 82-84).</p>
<p>Masyarakat Nabi Syu&#8217;aib AS, di Madyan dihantam gempa hingga jadi mayat-mayat yang bergelimpangan karena kekafiran mereka dan curang dalam menakar dan menimbang. (Lihat QS. Al-A&#8217;raaf: 85-94).</p>
<p>Manusia zaman Nabi Ibrahim dirubah wujud menjadi monyet karena mensepelekan sholat(Jumat) demi menumpuk harta (Lihat QS al-Baqarah : 65).</p>
<p>Masyarakat â€œTsamudâ€ dihancurkan dengan petir, dan masyarakat &#8216;Ad dihancurkan dengan angin dingin sangat kencang (lihat QS al-Haaqqah/69: 4-7).</p>
<p>Fir&#8217;aun (Ramsis 11) dan kroni-kroninya yang kafir telah dihunjami bencana berupa taufan, belalang, kutu, kodok, dan darah; kemudian minta agar dimohonkan oleh Nabi Musa AS untuk dilepaskan dari adzab itu. Setelah dilepaskan oleh Allah adzabnya, lalu mereka kafir lagi, bahkan sang Firaun tetap memproklamirkan diri sebagai â€˜Tuhanâ€™. Maka Allah tenggelamkan mereka di dasar laut Merah. (Lihat al-A&#8217;raaf/ 7:133-136).</p>
<p>Iblis dilaknat oleh Allah SWT, dikeluarkan dari surga karena tidak mau mengikuti perintahNya, untuk bersujud kepada Nabi Adam AS. ( lihat al-Hijr/ 15: 34-36).</p>
<p>Masyarakat Nabi Hud AS mendustakan Nabinya, maka mereka dibinasakan oleh Allah. (lihat as-Syu&#8217;ara&#8217;/ 26: 139).</p>
<p>Masyarakat Nabi Shaleh angkuh, kafir, dan menyembelih unta mukjizat yang tidak boleh diganggu, maka dilanda dahsyatnya bermacam-macam adzab (Lihat al-A&#8217;raaf/ 7:77-79).</p>
<p>Contoh di atas, hanya sebagian dari data atau â€˜dokumen bencanaâ€™ yang terdapat di dalam al-Quran, dan masih banyak contoh lainnnya. Belum cukupkah contoh-contoh itu sebagai pijakan introspeksi keimanan kita? Bukankah kemaksiatan dan bentuk bencana yang terjadi pada masyarakat terdahulu itu sudah banyak terjadi dan melanda bangsa kita, meski(bencana) lain bentuknya?</p>
<p>Pun di zaman Rasulullah Muhammad SAW(Nabi kita), umat Islam kocar-kacir dalam peperangan di gunung Uhud. Karena mayoritas Muslimin waktu itu tak mengindahkan(strategi perang) Baginda Nabi. Sehingga Hamzah sang paman Nabi SAW yang taat pun menanggung resiko terbunuh, adalah kronologis mirip dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah di atas tadi.</p>
<p>Wajah Bopeng</p>
<p>Bebarangan dengan estafeta dahsyatnya bencana. Hampir segala kemaksiatan yang pernah dilakukan oleh masyarakat (kaum) terdahulu yang mendatangkan bencana itu, anehnya segala ragam (kemaksiatan itu) terus bertambah menjalar kesegala sendi hidup dan kehidupan bangsa kita. Sungguh aneh!</p>
<p>Diantara contohnya. Free sex, Over dosis narkotika liar, kian akrab â€˜bersahabatâ€™ dengan berbagai lapisan usia penghuni negeri ini. Utamanaya kronis menjangkit komunitas generasi muda tak terkecuali mereka yang â€˜fisiknyaâ€™ akrab dengan bangku institusi pendidikan. Persis zaman jahiliyah, sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW pun bersabda: â€œBahwa maraknya zina adalah penyebab utama terjadinya malapetakaâ€œ(HR. Ahmad).</p>
<p>Perempuan Lia Eden telah lama mengaku sebagai â€˜malaikat Jibrilâ€™, Abdurrahman pengikutnya mengaku reinkarnasi â€˜Nabi Muhammadâ€™. Bak regenerasi(tepatnya anak-cucu) Firaun, bukan? Meski belum ada yang memproklamirkan diri sebagai â€™Tuhanâ€™.</p>
<p>Sekarang juga banyak yang suka dengan sesama jenis. Pria dengan pria, wanita dengan wanita. Se, semua sudah kebalik-balik. Inikah reinkarnasi masyarakat Nabi Luth?</p>
<p>Illegal logging dan sejenisnya, alias banyak kerusakan akibat perbuatan tangan-tangan manusia, kian menjadi â€™berita wajibâ€™ bangsa kita (lihat QS. ar-Ruum/ 30: 41).</p>
<p>Manipulasi, korupsi dijadikan lahan utama menumpuk kekayaan oleh para penguasa. Rakyat menjerit (busung lapar) tak dihiraukan. Bak â€˜Raja Qorunâ€™, dengan kekuasan dan kekayaannya berlimpah(masih juga) serakah merampas sebutir perhiasan mas yang hanya dikenakan seorang anak yatim kelaparan, yang akhirnya oleh Allah SWT ia pun beserta istana dan segala kekayannya dijebloskan ke perut bumi(QS. al-Qashash/ 28: 76-82).</p>
<p>Astaghirullah al-Adzim! Alangkah indahnya jika kita bersama-sama memohon ampunan pada Allah SWT di segala situasi.</p>
<p>Yang juga tak kalah dasyatnya adalah, makluk bernama; Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme (Sepilis). Jika illegal logging merusak hutan, Sepilis merusak akidah umat. Barangkali semua contoh-contoh di atas itulah akibatnya.</p>
<p>Ya, sesuai â€˜sportifitas keimananâ€™, bukankah seharusnya mendekatkan diri kepada Tuhan (Munajat), mari memohon ampunan (istighfar), berdoa atau berdikir dan amaliah ibadah lainnya.</p>
<p>Tidaklah hanya dilakukan ketika manusia dirundung tragisnya musibah, juga tidak pula harus dilakukan gegap-gempita di panggung terbuka, seperti istighotsah. Apalagi, jika â€˜tangisan tobatnyaâ€™ diekspose oleh media massa dan disaksikan oleh banyak manusia.</p>
<p>Alhasil, setiap saat selayalnya kita harus selalu mendekatkan diri kepada Tuhan, bukan hanya karena sedang atau takut akan didera bencana atau dijangkit wabah. Labih bagus lagi, kita mulai sekarang juga!<br />
Oleh: H. Nasrulloh Afandi, Lc [hidayatullah.com]</p>
<p>[Penulis pemerhati umat beragama dan kini Mahasiswa (NU) yang sedang studi di universitas Karaouiyine Maroko. Email: gusgaul@yahoo.comAlamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya ]</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2007/02/12/mendeteksi-sumber-bencana/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2007/02/12/mendeteksi-sumber-bencana/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2007/02/12/mendeteksi-sumber-bencana/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2007/02/12/mendeteksi-sumber-bencana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

