<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[m²]  Sepi Ing Pamrih - Rame Ing gawe ! &#187; Ruqyah</title>
	<atom:link href="http://mbah-marijan.org/category/ruqyah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mbah-marijan.org</link>
	<description>Kliping Blog Simbah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Jan 2012 11:44:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=160</generator>
		<item>
		<title>Mengobati Pengaruh Sihir</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2006/11/06/mengobati-pengaruh-sihir/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2006/11/06/mengobati-pengaruh-sihir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Nov 2006 08:50:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruqyah]]></category>
		<category><![CDATA[ajaran islam]]></category>
		<category><![CDATA[al hakim]]></category>
		<category><![CDATA[alaihi wasallam]]></category>
		<category><![CDATA[ciri - ciri orang terkena sihir]]></category>
		<category><![CDATA[ciri orang kenak sihir]]></category>
		<category><![CDATA[http://mbah-marijan.org/2006/11/06/mengobati-pengaruh-sihir/]]></category>
		<category><![CDATA[ibnu majah]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh do'a terhadap pengobatan alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan alternatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2006/11/06/mengobati-pengaruh-sihir/</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini, banyak orang yang mengaku dirinya seorang thabib dan bisa mengobati berbagai macam penyakit dengan mengistilahkan pengobatan alternatif, namun ternyata cara yang mereka pergunakan adalah sihir dan perdukunan. Sedangkan ajaran Islam sangat bertolak belakang dengan kedua hal tersebut, sebab dua hal itu termasuk perbuataan kufur dan syirik yang dapat membuat seseorang murtad dari Islam. Untuk itu Islam sangat mewanti-wanti ummatnya agar menjaga kemurnian aqidah dan tauhidnya dari unsur kekufuran dan kesyirikan Salah satu bentuk tindakan preventif untuk mengantisipasi sihir dan perdukunan yakni kaum muslimin dilarang mendatangi, konsultasi, dan percaya kepada dukun, tukang ramal, tukang sihir, paranormal, orang pintar, ahli supranatural, orang yang punya indra ke-6, dan orang-orang yang se-profesi dengan mereka. Rasulullah shallallahu â€˜alaihi wasallam bersabda, &#8220;Barangsiapa yang mendatangi &#8216;arrÃ¢f lalu berkonsultasi tentang sesuatu, maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari&#8221; (HR.Muslim). â€œArraf yaitu orang yang mengaku mengetahui kejadian yang telah lalu, mengetahui siapa pencuri, barang curian ada di mana, dan lain-lain. Dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu â€˜alaihi wasallam bersabda, &#8220;Barangsiapa yang datang kepada &#8216;arrÃ¢f atau kÃ¢hin (dukun) lalu dia membenar kan apa saja yang diucapkannya, maka dia telah kufur kepada ajaran yang diturunkan kepada Muhammad (murtad dari Islam)&#8221; (HR. Abu Daud, an-Nasa&#8217;i, at-Turmizi dan Ibnu Majah, dishahihkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img id="image228" height="96" alt="87331493_63d90a2263_m.jpg" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2006/08/87331493_63d90a2263_m.thumbnail.jpg" align="left" />Akhir-akhir ini, banyak orang yang mengaku dirinya seorang thabib dan bisa mengobati berbagai macam penyakit dengan mengistilahkan pengobatan alternatif, namun ternyata cara yang mereka pergunakan adalah sihir dan perdukunan. Sedangkan ajaran Islam sangat bertolak belakang dengan kedua hal tersebut, sebab dua hal itu termasuk perbuataan kufur dan syirik yang dapat membuat seseorang murtad dari Islam. Untuk itu Islam sangat mewanti-wanti ummatnya agar menjaga kemurnian aqidah dan tauhidnya dari unsur kekufuran dan kesyirikan</p>
<p><span id="more-245"></span></p>
<p>Salah satu bentuk tindakan preventif untuk mengantisipasi sihir dan perdukunan yakni kaum muslimin dilarang mendatangi, konsultasi, dan percaya kepada dukun, tukang ramal, tukang sihir, paranormal, orang pintar, ahli supranatural, orang yang punya indra ke-6, dan orang-orang yang se-profesi dengan mereka.<br />
Rasulullah shallallahu â€˜alaihi wasallam bersabda,<br />
&#8220;Barangsiapa yang mendatangi &#8216;arrÃ¢f lalu berkonsultasi tentang sesuatu, maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari&#8221; (HR.Muslim). â€œArraf yaitu orang yang mengaku mengetahui kejadian yang telah lalu, mengetahui siapa pencuri, barang curian ada di mana, dan lain-lain.<br />
Dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu â€˜alaihi wasallam bersabda,<br />
&#8220;Barangsiapa yang datang kepada &#8216;arrÃ¢f atau kÃ¢hin (dukun) lalu dia membenar kan apa saja yang diucapkannya, maka dia telah kufur kepada ajaran yang diturunkan kepada Muhammad (murtad dari Islam)&#8221; (HR. Abu Daud, an-Nasa&#8217;i, at-Turmizi dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al-Hakim).<br />
Dari Imran bin Hushain radhiyallahu â€˜anhu berkata, Rasulullah shallallahu â€˜alaihi wasallam bersabda,<br />
&#8220;Bukan golongan kami, orang yang menentukan nasib sial dan keberuntungan berdasarkan tanda-tanda benda, burung (dan lain-lainnya), atau yang melakoni perdukunan atau yang bertanya kepada dukun, atau penyihir atau meminta pada penyihir untuk melakukan sihir, dan barangsiapa yang mendatangi KÃ¢hin lalu membenarkan apa yang diucapkannya, maka dia telah kufur kepada ajaran yang diturunkan kepada Muhammad (murtad dari Islam)&#8221; (HR. al-BazzÃ¢r dengan sanad yang bagus).</p>
<p>Oleh karena itu ummat Islam dilarang mendatangi dukun, tukang sihir, paranormal, orang pintar dan yang lainnya dengan tujuan apa pun, seperti untuk berobat, konsultasi dalam masalah ekonomi, jodoh, karir dan lain sebagainya, karena hal itu berbahaya terhadap aqidah dan akibatnya bisa terjerumus kepada kekufuran dan kesyirikan. Lagi pula mereka pada hakikatnya tidak mengetahui yang ghaib, dan tidak ada makhluq yang mengetahui perkara ghaib. Hanya Allah subhanahu wataâ€™ala saja yang mengetahui hal itu.<br />
Untuk mengelabui ummat Islam dan menjauhkan mereka dari aqidah dan tauhid yang murni, ada di antara mereka (para dukun) itu yang berjubah putih dengan menggenggam tasbih di tangannya atau dikalungkan di lehernya, dan juga nama-nama mereka diembeli dengan gelar dan titel mentereng lainnya. Mereka seakan-akan orang hebat yang bisa melakukan apa saja yang tidak bisa dilakukan oleh kebanyakan orang.<br />
Ketahuilah bahwa apa yang mereka lakukan itu diperoleh dengan mempelajari sihir dan perdukunan. Mereka ini pada hakikatnya bukanlah ustadz atau kiyai, tapi dukun dan tukang sihir yang berpakaian seperti ustadz atau kiyai. Mereka adalah budak syaithan yang menjadi pembuka jalan menuju kekufuran dan kesyirikan.<br />
Cara Mencegah Sihir<br />
<strong>Sebelum terkena sihir, maka hendaklah melakukan tindakan preventif berikut ini sebagai bentuk pencegahan, caranya</strong> adalah:<br />
Â§ Menjaga kemurnian tauhid dan ikhlas beribadah hanya kepada Allah subhanahu wataâ€™ala saja serta menjauhi perbuatan syirik dan pelakunya.<br />
Â§ Menjaga seluruh kewajiban yang telah dibebankan pada diri seorang muslim, menjauhi seluruh larangan Allah subhanahu wataâ€™ala dan Rasul-Nya, serta bertaubat dari segala dosa dan kemaksiatan.<br />
Â§ Perbanyaklah membaca Al-Qur&#8217;an, dan hendaklah mewiridkan bacaan al-Qur&#8217;an tersebut setiap hari terutama surat Al-Baqarah, karena syaithan akan lari dari rumah yang dibacakan surat tersebut.<br />
Â§ Membentengi diri dengan bermacam-macam do&#8217;a dan ta&#8217;awwudz yang disyari&#8217;atkan oleh Rasulullah shallallahu â€˜alaihi wasallam, seperti wirid selesai shalat, wirid pagi dan sore hari dan ibadah-ibadah yang lainnya yang telah disyari&#8217;atkan oleh Rasulullah shallallahu â€˜alaihi wasallam.<br />
Â§ Jauhilah ibadah-ibadah bid&#8217;ah dan ritual-ritual klenik yang tidak punya dasar hukum dalam Islam, karena hal itu merupakan jalan syaithan untuk menjerumuskan orang yang beriman ke jurang neraka.<br />
Â§ Jika memungkinkan hendaklah memakan 7 butir kurma setiap hari, dan yang lebih utama adalah kurma Madinah/kurma Nabi shallallahu â€˜alaihi wasallam sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.</p>
<p><strong>Cara Mengobati Sihir.</strong><br />
Setelah terkena sihir, maka lakukanlah tindakan berikut ini;<br />
Cara Pertama; Mengeluarkan benda sihir yang dijadikan alat oleh tukang sihir dalam melakukan sihirnya, lalu memusnahkannya jika hal itu bisa dilakukan, dan ini adalah cara yang sangat efektif dalam membatalkan sihir ataupun dalam upaya pengobatan terkena sihir.</p>
<p>Cara ke dua; Hendaklah seorang muslim yang bertauhid, aqidahnya tidak terkotori oleh kesyirikan, dan ibadahnya tidak terkotori oleh riya`, sum&#8217;ah dan bid&#8217;ah, meruqyah orang yang terkena sihir tersebut dengan mengikuti petunjuk berikut ini:<br />
Â§ Menumbuk 7 helai daun bidara yang berwarna hijau, lalu masukkan ke dalam bejana yang sudah terisi air yang cukup untuk mandi, kemudian bacakan ruqyah berikut ini pada air yang ada dalam baskom tersebut; A&#8217;Ã»dzubillÃ¢h minasy-syaithÃ¢nir rajÃ®m, dilanjutkan dengan membaca ayat kursi (surat al-Baqarah ayat 255), kemudian surat al-A&#8217;rÃ¢f ayat 117-122, kemudian surat Yunus ayat 79-82, kemudian surat Thaha ayat 65-70, kemudian surat al-KÃ¢firÃ»n, al-Ikhlash, al-Falaq, an-Nas. Bacakanlah sebanyak 1 X atau 3 X. Kemudian hendaklah orang yang terkena sihir meminum air yang sudah dibacakan ruqyah tersebut 3 X tegukan dan selebihnya pergunakan untuk mandi. Cara seperti ini boleh diulangi berkali-kali hingga sihir yang ada hilang dengan izin Allah subhanahu wataâ€™ala.<br />
Â§ Membacakan surat al-Fatihah, ayat kursi, 2 ayat terakhir al-Baqarah, al-Ikhlas, al-Falq, an-Nas dan surat-surat atau ayat-ayat yang lainnya karena pada hakikatnya semua ayat al-Qur&#8217;an itu adalah obat. Bacaan ruqyah ini hendaklah disertai dengan tiupan pada orang yang kesurupan tersebut, dan hendaklah peruqyah meletakkan tangan kanannya pada tempat-tempat yang dirasakan sakit oleh penderita. Hal ini diulang hingga 3 X atau lebih. Kemudian setelah itu bacakan do&#8217;a-do&#8217;a yang disyari&#8217;atkan oleh Rasulullah shallallahu â€˜alaihi wasallam dalam hadits-haditsnya yang shahih.<br />
Â§ Hendaklah yang terkena sihir meletakkan tangan kanannya pada bagian tubuh yang terasa sakit, seraya membaca, â€œAâ€™udzu biâ€™izzatillahi wa qudratihi min syarri ma ajidu wa uhadziru (7 kali), BismillÃ¢hi (3 kali)</p>
<p>Cara ke tiga; Mengeluarkan penyakit dengan melakukan pembekaman (di bekam) pada bagian anggota tubuh yang tampak ada bekas sihirnya, jika memungkinkan untuk melakukannya.</p>
<p><strong>Ciri-ciri Dukun</strong><br />
Di antara ciri-ciri dukun:<br />
Â§ Menanyakan nama pasien dan nama ibunya (untuk syarat pengobatan), juga hari dan tanggal kelahiran<br />
Â§ Meminta bekas-bekas yang dipakai si sakit<br />
Â§ Meminta sembelihan tertentu, kadang dengan ciri-ciri khusus<br />
Â§ Menuliskan rajah-rajah dan huruf-huruf dengan berbagai susunan yang sedemikian rupa<br />
Â§ Membaca mantra yang tidak jelas maknanya<br />
Â§ Memberikan sesuatu yang harus ditimbun di tanah atau sekitar rumah<br />
Â§ Memberitahu kan perkara-perkara khusus berkaitan dengan si pasien<br />
Â§ Tampak tanda-tanda kefasikan padanya, seperti tidak pernah shalat berjamaah, suka kemaksiatan, tidak konsisten dengan sunnah dan lain-lain.</p>
<p>Rujukan: 1. Al-â€™Ilaaj fi ar-Ruqo, syaikh Said al-Qahthani 2. Hukmu as- Sihr wa al-Kahanah, Syaikh Abdul Aziz bin Baz 3. Brosur â€œAs-Sihr wal â€˜Ain wa ar-Ruqyah minhuma,â€ Fahd bin Sulaiman al-Qadhi. (Abu Abdillah Dzahabi)<br />
ruqyah-online.com</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2006/11/06/mengobati-pengaruh-sihir/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2006/11/06/mengobati-pengaruh-sihir/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2006/11/06/mengobati-pengaruh-sihir/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2006/11/06/mengobati-pengaruh-sihir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syirik, Bahaya Dan Fenomenanya</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2006/07/27/syirik-bahaya-dan-fenomenanya/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2006/07/27/syirik-bahaya-dan-fenomenanya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Jul 2006 09:42:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Ruqyah]]></category>
		<category><![CDATA[Sesaji]]></category>
		<category><![CDATA[20 fenomena syirik di lingkungan masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[apakah mengobati orang dengan air al'quran itu syirik?]]></category>
		<category><![CDATA[cara memanggil nyi roro kidul]]></category>
		<category><![CDATA[cara supaya tidak terjerumus sikap syirik]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena kesyirikan di sekitar kita]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena pengobatan dengan memanggil arwah leluhur]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena syirik dimasyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[kliping agama tentang syirik]]></category>
		<category><![CDATA[kopidjleg]]></category>
		<category><![CDATA[macam fenomena syirik]]></category>
		<category><![CDATA[masalah masyarakat mengenai syirik]]></category>
		<category><![CDATA[nyi roro kidul]]></category>
		<category><![CDATA[pemecahan masalah syirik]]></category>
		<category><![CDATA[roro kidul.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2006/07/27/syirik-bahaya-dan-fenomenanya/</guid>
		<description><![CDATA[Permasalahan syirik bukanlah perkara yang remeh, sebab kelurusan seseorang dalam bertauhid dan beraqidah menjadi jaminan bagi keselamatannya di dunia dan akhirat. Apabila tauhid seseorang melenceng dari standar Al-Qur&#8217;an dan As-sunnah, maka pasti dia terjerumus pada kesyirikan. Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), &#8220;Bukankah Aku ini Rabbmu&#8221;. Mereka menjawab, &#8220;Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi&#8221;. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan,&#8221;Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap hal ini (keesaan Rabb)&#8221;. Atau agar kamu tidak mengatakan, &#8220;Sesungguhnya orang-orang tua kami telah menyekutukan Ilah sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang yang sesat dahulu&#8221;. (QS. 7:172-173) Ayat di atas menjelaskan bahwa kebanyakan orang yang terjerumus ke dalam kesyirikan disebabkan oleh dua hal dan secara otomatis dia telah melanggar perjanjian, ikrar dan persaksiannya sendiri terhadap keesaan Allah, dua hal tersebut adalah: Jahil dan lalai terhadap tauhid dan syirik Taqlid buta pada adat istiadat dan kebiasaan nenek moyang. Permasalahan syirik bukanlah perkara yang remeh, sebab kelurusan seseorang dalam bertauhid dan beraqidah menjadi jaminan bagi keselamatannya di dunia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Permasalahan syirik bukanlah perkara yang remeh, sebab kelurusan seseorang dalam bertauhid dan beraqidah menjadi jaminan bagi keselamatannya di dunia dan akhirat. Apabila tauhid seseorang melenceng dari standar Al-Qur&#8217;an dan As-sunnah, maka pasti dia terjerumus pada kesyirikan.<br />
<span id="more-149"></span></p>
<p>Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), &#8220;Bukankah Aku ini Rabbmu&#8221;. Mereka menjawab, &#8220;Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi&#8221;. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan,&#8221;Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap hal ini (keesaan Rabb)&#8221;. Atau agar kamu tidak mengatakan, &#8220;Sesungguhnya orang-orang tua kami telah menyekutukan Ilah sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang yang sesat dahulu&#8221;. (QS. 7:172-173)</p>
<p>Ayat di atas menjelaskan bahwa kebanyakan orang yang terjerumus ke dalam kesyirikan disebabkan oleh dua hal dan secara otomatis dia telah melanggar perjanjian, ikrar dan persaksiannya sendiri terhadap keesaan Allah, dua hal tersebut adalah:</p>
<ul>
<li>Jahil dan lalai terhadap tauhid dan syirik</li>
<li>Taqlid buta pada adat istiadat dan kebiasaan nenek moyang.</li>
</ul>
<p>Permasalahan syirik bukanlah perkara yang remeh, sebab kelurusan seseorang dalam bertauhid dan beraqidah menjadi jaminan bagi keselamatannya di dunia dan akhirat. Apabila tauhid seseorang melenceng dari standar Al-Qur&#8217;an dan As-sunnah, maka pasti dia terjerumus pada kesyirikan.</p>
<p>Karena itu kita harus mengerti dan paham apa sebenarnya syirik itu, agar kita bisa terhindar dari bahaya dan malapetakanya di dunia dan di akhirat. Para ulama mengatakan, &#8220;Aku mengenali kejelekan bukan untuk melakukannya, tetapi agar terhindar darinya. Barangsiapa yang tidak bisa membedakan antara kebaikan dengan kejelekan pasti terjerumus pada kejelekan itu.&#8221; Untuk itu, marilah kita mengenali apa syirik itu sebenarnya.</p>
<p>Syirik adalah menyejajarkan/menyamakan makhluk dengan Al-Khaliq (Allah swt) dalam perkara-perkara yang merupakan hak khusus (istimewa) Allah swt.<br />
Hak istimewa Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala banyak sekali, seperti: Disembah, mencipta, mengatur, memberikan manfaat dan mendatangkan madharat, menentukan baik dan buruk, membuat hukum dan undang-undang (syari&#8217;at) dan lain-lainnya.</p>
<p>Secara umum jenis syirik itu ada dua: Syirik Akbar (besar) dan Syirik Ashghar (kecil). Perbedaan antara syirik akbar dan syirik asghar adalah:</p>
<p><strong>Syirik akbar; </strong></p>
<ul>
<li>Syirik akbar menghancurleburkan seluruh amal ibadah pelakunya.</li>
<li>Apabila dia meninggal dunia dalam keadaan berbuat syirik akbar maka tidak mendapat ampunan Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala.</li>
<li>Pelakunya tergolong murtad dari Islam.</li>
<li>Di akhirat kelak pelakunya akan kekal dalam neraka selama-lamanya.</li>
</ul>
<p><strong>Syirik Asghar (kecil); </strong></p>
<ul>
<li>Dosa syirik kecil tidak merusak seluruh amal ibadah.</li>
<li>Pelakunya diampuni apabila Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala menghendakinya.</li>
<li>Pelakunya tidak tergolong murtad dari Islam.</li>
<li>Di akhirat kelak pelakunya tidak akan kekal dalam neraka selama-lamanya.</li>
</ul>
<p><strong>Beberapa Fenomena Syirik</strong></p>
<p><em>A. Ngalap (mencari) berkah di kuburan wali, kiyai dan selainnya.</em></p>
<p>Sudah menjadi hal yang umum dan membudaya di masyarakat, dan bahkan dianggap ibadah yang sangat afdhal bahwa pada hari-hari/bulan-bulan tertentu, misalnya Maulud (Rabiul awal), menjelang Ramadhan, menjelang lebaran (Syawwal) dan lain sebagainya, banyak orang yang mendatangi kuburan kuburan kyai, orang-orang yang dianggap wali, atau kuburan orang shalih. Mereka datang dari tempat yang cukup jauh dengan mencurahkan tenaga, waktu, pikiran, dan harta. Padahal Rasulullah telah bersabda,<br />
â€œJanganlah kalian mengadakan perjalanan jauh (untuk beribadah, berziarah, mencari berkah) kecuali hanya ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawy), dan Masjid al-Aqsha.â€ (Muttafaqun &#8216;Alaih)<br />
Dengan melakukan ritual ziarah ke kuburan-kuburan wali/kiyai dari tempat yang jauh, maka itu sudah merupakan suatu pelanggaran terhadap konsekwensi hadits diatas.</p>
<p>Kalau ternyata tujuan dari ziarah kubur itu menyimpang dari tuntunan syari&#8217;at Islam yang suci ini, seperti: Mencari berkah, meminta-minta kepada penghuni kuburan itu, atau mencari syafa&#8217;at, maka perbuatan itu jelas merupakan syirik akbar. Apabila pelakunya tidak bertaubat hingga datang kematiannya, maka Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala tidak mengampuninya dan dia kekal dalam neraka, semoga kita terhindar dari hal itu.<br />
Allah berfirman:<br />
â€œSesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.â€ (QS. 4:48)</p>
<p><strong><em>B. Mencari kesaktian lewat amalan, dzikir atau ritual tertentu.</em><br />
</strong><br />
Fenomena ritual seperti ini sudah berurat dan berakar, bahkan menjadi trend dalam masyarakat kita. Dan yang terbelit dan terperangkap dalam lingkaran syetan ini mulai dari orang awam sampai para pejabat, rakyat jelata sampai orang berpangkat. Bahkan kalangan &#8220;terpelajar&#8221; yang mengaku &#8220;intelektual&#8221;pun menggandrungi klenik-klenik seperti ini. Mereka menyebutnya dengan &#8220;membekali diri dengan ngelmu (ilmu), kekebalan, kesaktian&#8221;.<br />
Untuk mengelabuhi orang-orang awam terkadang â€œorang pinterâ€ itu menyandangkan titel mentereng seperti: KH (Kyai Haji), Prof, DR, padahal semua itu mereka lakukan untuk melanggengkan bisnis mereka sebagai agen-agen dan kaki tangan syetan dan jin.</p>
<p>Untuk meraih kesaktian ini, ada yang dengan cara-cara klasik kebatinan, dengan istilah black magic (ilmu hitam) maupun white magic (ilmu putih), dan ada pula dengan cara-cara ritual &#8220;dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu&#8221;, dan cara yang terakhir ini lebih banyak mengelabui kaum muslimin, karena seakan-akan caranya Islami dan tidak mengandung kesyirikan.</p>
<p>Dan perlu diketahui bahwa&#8221;dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu&#8221; yang tidak ada syari&#8217;atnya dalam Islam, merupakan rumus dan kode etik untuk berhubungnan dengan alam supranatural (alam jin), hal seperti ini merupakan perangkap syetan yang menjerumuskan orang pada perbuatan syirik. Untuk mengetahui bahwa perbuatan itu termasuk perbuatan syirik adalah sebagai berikut:</p>
<p>Pertama, bahwa &#8220;dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu&#8221; tersebut bukanlah syari&#8217;at Islam, karena tidak memakai standar Al-Qur&#8217;an maupun Sunnah Rasulullah n, dan ini termasuk dalam kategori bid&#8217;ah, yang mana syetan lebih menyukai bid&#8217;ah daripada perbuatan maksiat sekalipun.</p>
<p>Ke dua, apabila tujuan seseorang melakukan &#8220;dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu&#8221; tersebut untuk memperoleh kesaktian, kekebalan, dan hal-hal yang luar biasa, maka sudah pasti itu bukan karena Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala, seperti membaca Al-fatihah 1000 X, Al-ikhlas 1000 X dan lain sebagainya dengan tujuan agar kebal terhadap senjata tajam, peluru dan tahan bacok. Atau membaca salah satu shalawat bikinan (baca;bid&#8217;ah) dengan iming-iming kesaktian tertentu seperti bisa menghilang dari pandangan orang, bisa makan besi, kaca, beling dan lain sebagainya. Itu semua bukanlah karomah tetapi merupakan hakikat syirik itu sendiri, karena telah memalingkan tujuan suatu ibadah kepada selain Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala.</p>
<p><em>C. Meminta bantuan arwah rasul, wali, atau tokoh tertentu agar terhindar dari marabahaya. </em></p>
<p>Ritual-ritual seperti ini dapat kita saksikan pada acara-acara malam 1 Syuro(Muharram). Diantara mereka ada yang mengadakan acara ritual di pantai laut selatan, mereka ramai-ramai melepaskan bermacam-macam sesajen seperti hewan yang masih hidup, aneka makanan, bunga-bungaan dan kemenyan sambil memanggil-manggil arwah Nabi Muhammad, Syekh Abdul Qodir Jailani dan memanggil Nyi Roro Kidul. Tujuan mereka melakukan ini agar Nyi Roro Kidul yang &#8220;katanya&#8221; menjadi penguasa di pantai laut selatan itu tidak minta korban pada tahun ini.</p>
<p><strong><em>D. Membuat sesajen untuk menolak roh jahat.</em><br />
</strong><br />
Kegiatan ritual syirik ini bisa kita temui ketika ada pembangunan jembatan, gedung atau rumah. Pada acara peletakan batu pertama, biasanya diadakan pemotongan hewan kemudian darahnya disiramkan atau dioleskan, dan kepala hewan itu ditanam di situ. Tujuannya agar bangunan itu kokoh, kuat, lancar dalam pembangunannya serta tidak meminta korban, terhindar dari bahaya, serta agar makhluk halus yang ada di situ tidak mengganggu. Ada juga yang meletakkan sesajen di atas tiang utama bangunan, agar terhindar dari gangguan makhluk halus yang berada di daerah itu.</p>
<p>Demikian pula, ketika orang merasa takut melewati pohon besar, kuburan, hutan atau lembah yang dianggap angker. Lalu dia mengirimkan berbagai macam bentuk sesajen. Kalau lewat di daerah itu harus minta izin terlebih dahulu, seperti mengucapkan &#8220;Mbah permisi saya mau lewat&#8221; sambil menundukkan badan pertanda tunduk, atau dengan membunyikan klakson kendaraan sambil menjalankannya dengan pelan-pelan, dan lain sebagainya.</p>
<p><em>E. Memakai Jimat-Jimat.</em></p>
<p>Ketika batu akik diyakini memiliki daya magic karena telah &#8220;diisi&#8221; oleh dukun atau orang pintar, maka menjadikan akik itu sebagai jimat pembawa keberuntungan berarti telah menjadikannya sebagai tuhan selain Allah.</p>
<p>Ketika bambu kuning atau potongan tulisan arab yang maknanya tidak jelas diletakkan di atas pintu rumah, agar&#8221;si kolor ijo&#8221;tidak bisa masuk rumah, maka berarti telah mempertuhankan jimat itu, dan ini adalah bantuk kesyirikan yang sangat nyata terhadap Allah SWT.</p>
<p>Demikian pula apabila al-Qur&#8217;an Stambul (Al-Qur&#8217;an berukuran sangat kecil yang tulisannya tidak bisa dibaca kecuali dengan mikroskop) dijadikan jimat untuk menolak marabahaya, maka pelakunyapun sudah terjerumus pada lingkaran syetan yaitu syirik.<br />
Rasulullah SAW bersabda, artinya,<br />
&#8220;Barangsiapa yang menggantungkan sesuatu (sebagai jimat), niscaya Allah menjadikan dia selalu bergantung kepada jimat itu&#8221;. (HR.Imam Ahmad dan at-Tirmizi)</p>
<p><em><strong>F. Ramal-Ramalan</strong></em></p>
<p>Yaitu segala bentuk ramalan, mulai dari ramalan keadaan Indonesia sampai keadaan pribadi seseorang untuk rentang waktu sepekan, sebulan atau setahun ke depan, baik mengenai ekonominya, politiknya dan lain sebagainya. Ini semua adalah klenik-klenik yang menghancurkan negara besar ini yang katanya mayoritas muslim terbesar di dunia. Klenik ini juga yang menjadi faktor utama datangnya musibah-musibah yang silih berganti dan tidak akan pernah hengkang dari tanah air kita ini selama kemaksiatan syirik ini dan dosa-dosa besar lainnya masih gentayangan menghancurkan sendi-sendi kehidupan beragama kita. Wallahul Mustaâ€™an, hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.</p>
<p><strong>Mudah-mudahan tulisan singkat ini menjadi bahan renungan bagi kita semua. </strong></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2006/07/27/syirik-bahaya-dan-fenomenanya/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2006/07/27/syirik-bahaya-dan-fenomenanya/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2006/07/27/syirik-bahaya-dan-fenomenanya/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2006/07/27/syirik-bahaya-dan-fenomenanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisakah Hal-Hal Ghaib Diketahui</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2006/07/27/bisakah-hal-hal-ghaib-diketahui/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2006/07/27/bisakah-hal-hal-ghaib-diketahui/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Jul 2006 09:30:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ruqyah]]></category>
		<category><![CDATA[azab kubur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2006/07/27/bisakah-hal-hal-ghaib-diketahui/</guid>
		<description><![CDATA[Beriman kepada yang ghaib adalah percaya kepada segala sesuatu yang tidak dapat dijangkau oleh panca indera dan tidak bisa dicapai oleh akal biasa, akan tetapi hanya dapat diketahui berdasarkan wahyu (khabar) yang diterima oleh para nabi dan rasul. Definisi Beriman Kepada Ghaib Secara Bahasa,Kata ghaib adalah bentuk masdar dari kata ghaa-ba, yang berarti setiap yang tidak dapat dicernah oleh panca indera, baik yang diketahui atau tidak. Secara Istilah,Beriman kepada yang ghaib adalah percaya kepada segala sesuatu yang tidak dapat dijangkau oleh panca indera dan tidak bisa dicapai oleh akal biasa, akan tetapi hanya dapat diketahui berdasarkan wahyu (khabar) yang diterima oleh para nabi dan rasul. Dalam permasalahan ini ahlus sunnah wal jamaâ€™ah berkeyakinan bahwa beriman kepada yang ghaib adalah merupakan salah satu sifat dari orang-orang mukmin, sebagaimana firman Allah Taâ€™ala, artinya: â€œAlif laam miim. Kitab (al-Qurâ€™an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka.â€ (QS. al-Baqarah: 1-3). Ada dua pendapat tentang makna iman di dalam ayat di atas: Bahwasanya mereka mengimani segala yang ghaib yang tidak dapat dijangkau oleh panca indera (dan akal), yaitu hal-hal yang telah diberitakan tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beriman kepada yang ghaib adalah percaya kepada segala sesuatu yang tidak dapat dijangkau oleh panca indera dan tidak bisa dicapai oleh akal biasa, akan tetapi hanya dapat diketahui berdasarkan wahyu (khabar) yang diterima oleh para nabi dan rasul.</p>
<p><span id="more-148"></span></p>
<p class="konten"><strong>Definisi Beriman Kepada Ghaib</strong></p>
<ul>
<li><strong>Secara Bahasa</strong>,Kata ghaib adalah bentuk masdar dari kata ghaa-ba, yang berarti setiap yang tidak dapat dicernah oleh panca indera, baik yang diketahui atau tidak.</li>
<li><strong>Secara Istilah</strong>,Beriman kepada yang ghaib adalah percaya kepada segala sesuatu yang tidak dapat dijangkau oleh panca indera dan tidak bisa dicapai oleh akal biasa, akan tetapi hanya dapat diketahui berdasarkan wahyu (khabar) yang diterima oleh para nabi dan rasul.</li>
</ul>
<p>Dalam permasalahan ini ahlus sunnah wal jamaâ€™ah berkeyakinan bahwa beriman kepada yang ghaib adalah merupakan salah satu sifat dari orang-orang mukmin, sebagaimana firman Allah Taâ€™ala, artinya:<br />
<em>â€œAlif laam miim. Kitab (al-Qurâ€™an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka.â€ </em>(QS. al-Baqarah: 1-3).</p>
<p><strong>Ada dua pendapat tentang makna iman di dalam ayat di atas</strong>:</p>
<ul>
<li>Bahwasanya mereka mengimani segala yang ghaib yang tidak dapat dijangkau oleh panca indera (dan akal), yaitu hal-hal yang telah diberitakan tentang Allah Taâ€™ala dan tentang Rasul-Nya.</li>
<li>Bahwasanya mereka beriman kepada Allah Taâ€™ala di waktu ghaib sebagaimana mereka beriman kepada-Nya di waktu hadir, dan ini berbeda dengan orang-orang munafik.</li>
</ul>
<p>Kedua makna di atas tidak bertentangan, bahkan keduanya harus ada pada diri seorang mukmin.</p>
<p>Ibnu Jarir ath-Thabari berkata: Yang dimaksud dengan beriman kepada hal ghaib adalah segala bentuk pembenaran terhadap Allah, titab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya dan bentuk pembenarannya adalah dengan amal perbuatan.</p>
<p>Berkata ar-Rabiiâ€™ bin Anas: Yang dimaksud adalah orang-orang yang beriman kepada Allah, malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, surga-Nya, neraka-Nya dan beriman terhadap kehidupan setelah mati.</p>
<p>Berkata Ibnu Masâ€™ud: Termasuk di dalamnya adalah beriman tentang adanya dan keberadaan Jin.</p>
<p>Ahlus Sunnah wal Jamaâ€™ah juga berkeyakinan bahwasanya pengetahuan terhadap hal yang ghaib termasuk hal yang menjadi rahasia Allah Taâ€™ala dan termasuk sifat Allah Taâ€™ala yang paling khusus, yang tidak ada seorang makhluk-pun dapat menyamai-Nya, sebagaimana firman-Nya;<br />
Artinya, <em>â€œDan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mwengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelei daun-pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Makhfudz)â€</em> (QS. al-Anâ€™an: 59)</p>
<p>Maka barangsiapa berkeyakinan bahwa dirinya atau orang lain boleh mengusai yang ghaib atau mengetahui hal yang ghaib berarti ia telah kufur, karena hal ini termasuk hal yang yang tidak pernah diberitakan oleh Allah Taâ€™ala kepada siapapun; tidak kepada para malaikat yang dekat dan tidak juga kepada para rasul yang diutus. Allah Taâ€™ala berfirman:</p>
<p>Ù‚ÙÙ„ Ù„Ø§Ù‘ÙŽ ÙŠÙŽØ¹Ù’Ù„ÙŽÙ…Ù Ù…ÙŽÙ† ÙÙÙŠ Ø§Ù„Ø³Ù‘ÙŽÙ…ÙŽØ§ÙˆÙŽØ§ØªÙ ÙˆÙŽØ§Ù’Ù„Ø£ÙŽØ±Ù’Ø¶Ù Ø§Ù„Ù’ØºÙŽÙŠÙ’Ø¨ÙŽ Ø¥ÙÙ„Ø§Ù‘ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‡Ù ÙˆÙŽÙ…ÙŽØ§ ÙŠÙŽØ´Ù’Ø¹ÙØ±ÙÙˆÙ†ÙŽ Ø£ÙŽÙŠÙ‘ÙŽØ§Ù†ÙŽ ÙŠÙØ¨Ù’Ø¹ÙŽØ«ÙÙˆÙ†ÙŽ</p>
<p><em>â€œKatakanlah! (Hai Muhammad) Tiada siapapun baik di langit maupun di bumi yang mengetahui hal-hal yang ghaib kecuali Allah, dan mereka tidak mengetahui kapan mereka dibangkitkanâ€ </em>(QS.An-Naml: 65)<br />
Dan firman-Nya;</p>
<p>Ù„Ø§ÙŽ Ø£ÙŽÙ‚ÙÙˆÙ„Ù Ù„ÙŽÙƒÙÙ…Ù’ Ø¹ÙÙ†Ø¯ÙÙŠÙ’ Ø®ÙŽØ²ÙŽØ¢Ø¦ÙÙ†Ù Ø§Ù„Ù„Ù‡Ù ÙˆÙŽÙ„Ø§ÙŽ Ø£ÙŽØ¹Ù’Ù„ÙŽÙ…Ù Ø§Ù„Ù’ØºÙŽÙŠÙ’Ø¨ÙŽ ÙˆÙŽÙ„Ø§ÙŽ Ø£ÙŽÙ‚ÙÙˆÙ„Ù Ù„ÙŽÙƒÙÙ…Ù’ Ø¥ÙÙ†Ù‘ÙÙŠ Ù…ÙŽÙ„ÙŽÙƒÙŒ Ø¥ÙÙ†Ù’ Ø£ÙŽØªÙ‘ÙŽØ¨ÙØ¹Ù<br />
Ø¥ÙÙ„Ø§Ù‘ÙŽ Ù…ÙŽØ§ ÙŠÙÙˆØ­ÙŽÙ‰ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙŠÙ‘ÙŽ</p>
<p>â€œKatakanlah! (Hai Muhammad): Aku tidak mengatakan kepada kalian bahwa perbendaharaan (rahasia) Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib, dan tidaklah aku mengatakan kepada kalian bahwa aku ini malaikat, aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadakuâ€ (QS.Al-Anâ€™am:50)</p>
<p>Adapun hal-hal yang ghaib yang dikhabarkan oleh para nabi dan rasul, sebagaimana Nabi kita Muhammad r menghabarkan kepada ummatnya tentang tanda-tanda hari kiamat, tentang adanya surga dan neraka, tentang adanya azab kubur dan nikmat kubur dan juga Rasulullah r pernah memegang leher jin Ifrit ketika beliau diganggu oleh Jin tersebut didalam shalatnya sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dan juga hal-hal yang ghaib lainnya, maka yang demikian tiada lain hanyalah sebagai salah satu tanda kenabian dan keistimewaan bagi beliau, dan hal ini hanyalah sebagai wahyu Ilahi, sebab beliau tidak bertutur kata melainkan berdasarkan bimbingan wahyu dari Allah Taâ€™ala.</p>
<p>Pada intinya hal-hal ghaib yang Allah <em>Subhanahu Wa Taâ€™ala</em> beritahukan kepada para nabi dan rasul merupakan kekhususan mereka dan tidak diberikan kepada selain mereka, hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah <em>Subhanahu Wa Taâ€™ala</em> dalam firmanNya,</p>
<p>Ø¹ÙŽØ§Ù„ÙÙ…ÙŽ Ø§Ù„Ù’ØºÙŽÙŠÙ’Ø¨Ù ÙÙŽÙ„Ø§ÙŽ ÙŠÙØ¸Ù’Ù‡ÙØ±Ù Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙ‰ ØºÙŽÙŠÙ’Ø¨ÙÙ‡Ù Ø£ÙŽØ­ÙŽØ¯Ù‹Ø§ Ø¥ÙÙ„Ø§Ù‘ÙŽ Ù…ÙŽÙ†Ù Ø§Ø±Ù’ØªÙŽØ¶ÙŽÙ‰ Ù…ÙÙ† Ø±Ù‘ÙŽØ³ÙÙˆÙ„Ù ÙÙŽØ¥ÙÙ†Ù‘ÙŽÙ‡Ù ÙŠÙŽØ³Ù’Ù„ÙÙƒÙ Ù…ÙÙ† Ø¨ÙŽÙŠÙ’Ù†Ù ÙŠÙŽØ¯ÙŽÙŠÙ’Ù‡Ù ÙˆÙŽÙ…ÙÙ†Ù’ Ø®ÙŽÙ„Ù’ÙÙÙ‡Ù Ø±ÙŽØµÙŽØ¯Ù‹Ø§</p>
<p><em>â€œ(Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang hal ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnyaâ€.</em> (QS.Al-Jinn: 26-27)</p>
<p>Namun sangat disayangkan banyak diantara kaum Muslimin yang masih percaya kepada cerita-cerita khurafat dan cerita-cerita syirik jahiliyah. Misalnya keyakinan bahwa ada diantara manusia yang dapat mengetahui hal yang ghaib apapun bentuk namanya. Kenyataan ini dapat didapati dari fenomena yang ada disekitar kita, apalagi dengan adanya sekian banyak bentuk tayangan media elektronik yang menggambarkan cerita-cerita demikian dan banyak digandrungi oleh banyak pemirsa justru memperparah dan seolah-olah telah melejitimasi bahwa yang demikian adalah benar padahal justru sebaliknya bahwa keyakinan-keyakian yang demikian adalah merupakan kekeliruan yang sangat berhaya terhadap aqidah dan keyakinan seseorang.</p>
<p>Karena pada dasarnya yang mereka lakukan itu tiada lain hanyalah <em>tipu daya Jin dan propaganda Syaithan</em> menggiring kaum Muslimin agar jauh dari tuntunan al-Qurâ€™an dan as-Sunnah, kemudian terjerumus ke lembah kesyirikan dan terkubur ke dalam lumpur kekufuran. Karena hal ini merupakan perbuatan menyekutukan Allah Taâ€™ala dengan selain-Nya dalam hal yang menjadi kekhususan Allah Taâ€™ala, yaitu mengetahui hal yang ghaib.<br />
Allah Taâ€™ala berfirman.</p>
<p>Ø¥ÙÙ†Ù‘ÙŽÙ‡Ù ÙŠÙŽØ±ÙŽØ§ÙƒÙÙ…Ù’ Ù‡ÙÙˆÙŽ ÙˆÙŽÙ‚ÙŽØ¨ÙÙŠÙ„ÙÙ‡Ù Ù…ÙÙ†Ù’ Ø­ÙŽÙŠÙ’Ø«Ù Ù„Ø§ÙŽ ØªÙŽØ±ÙŽÙˆÙ’Ù†ÙŽÙ‡ÙÙ…Ù’ Ø¥ÙÙ†Ù‘ÙŽØ§ Ø¬ÙŽØ¹ÙŽÙ„Ù’Ù†ÙŽØ§ Ø§Ù„Ø´Ù‘ÙŽÙŠÙŽØ§Ø·ÙÙŠÙ†ÙŽ Ø£ÙŽÙˆÙ’Ù„ÙÙŠÙŽØ¢Ø¡ÙŽ Ù„ÙÙ„Ù‘ÙŽØ°ÙÙŠÙ†ÙŽ Ù„Ø§ÙŽ ÙŠÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†ÙÙˆÙ†ÙŽ</p>
<p><em>â€œSesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak berimanâ€.</em> (QS.Al-Aâ€™raf:27)</p>
<p>Berkata Ibnu Hajar al-Asqalani dalkam kitabnya Fathul Baari, â€œ<em>Sesunggunya syaithan bisa menampakkan diri dan melakukan penyerupaan yang bisa dilihat wujudnya, dan tidak dapat dilihat dalam bentuk aslinya.â€</em> (Lihat Fathul Baari, 9/55)</p>
<p>Imam asy-Syafiâ€™i mengatakan, <em>â€œBarangsiapa yang mengaku bisa melihat jin maka syhadat(persaksiannya) tidak dapat diterima kecuali dia seorang Nabi.â€</em> (Fathul Baari, 4/489)</p>
<p>Dengan demikian klaim seseorang bahwa dia mengetahui hal yang ghaib telah banyak merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat. Masyarakat telah banyak mengeluarkan banyak harta dan biaya demi mendapat ilmu ghaib â€“menurut sangkaan mereka- , dan terkadang dia menghabarkan beberapa hal, sebagiannya benar (secara kebetulan) dan sebagiannya bohong, bahkan sebagian besarnya adalah bohong. Sehingga terbaliklah tolok ukur kehidupannya, yaitu banyak orang mengatur hidup mereka berdasarkan saran-saran yang disampaikan oleh sang pendusta dukun dan sebangsanya yang mengaku mengetahui hal ghaib.<br />
Allah Taâ€™ala berfirman,</p>
<p><strong>Ù‚ÙÙ„ Ù„Ø§Ù‘ÙŽ Ø£ÙŽÙ…Ù’Ù„ÙÙƒÙ Ù„ÙÙ†ÙŽÙÙ’Ø³ÙÙŠ Ù†ÙŽÙÙ’Ø¹Ù‹Ø§ ÙˆÙŽÙ„Ø§ÙŽ Ø¶ÙŽØ±Ù‘Ù‹Ø§ Ø¥ÙÙ„Ø§Ù‘ÙŽ Ù…ÙŽØ§ Ø´ÙŽØ¢Ø¡ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‡Ù ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙˆÙ’ ÙƒÙÙ†ØªÙ Ø£ÙŽØ¹Ù’Ù„ÙŽÙ…Ù Ø§Ù„Ù’ØºÙŽÙŠÙ’Ø¨ÙŽ Ù„Ø§Ø³Ù’ØªÙŽÙƒÙ’Ø«ÙŽØ±Ù’ØªÙ Ù…ÙÙ†ÙŽ Ø§Ù„Ù’Ø®ÙŽÙŠÙ’Ø±Ù ÙˆÙŽÙ…ÙŽØ§ Ù…ÙŽØ³Ù‘ÙŽÙ†ÙÙŠÙŽ Ø§Ù„Ø³Ù‘ÙÙˆØ¡Ù Ø¥ÙÙ†Ù’ Ø£ÙŽÙ†ÙŽØ§ Ø¥ÙÙ„Ø§Ù‘ÙŽ Ù†ÙŽØ°ÙÙŠØ±ÙŒ ÙˆÙŽØ¨ÙŽØ´ÙÙŠØ±ÙŒ Ù„ÙÙ‚ÙŽÙˆÙ’Ù…Ù ÙŠÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†ÙÙˆÙ†ÙŽ</p>
<p></strong><em>â€œKatakanlah! (Hai Muhammad): Aku tidak berkuasa mendatangkan manfa&#8217;at bagi diriku dan tidak (pula kuasa) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang berimanâ€.</em> (QS.Al-â€˜Araf:188)</p>
<p>Jika Nabi Shallallaahu â€˜alaihi wa sallam saja tidak mengetahui hal yang ghaib selain yang diwahyukan kepadanya, bahkan dengan terus terang beliau menafikan yang demikian itu atas dirinya, maka bagaimana dengan orang-orang selain beliau?? Tentu mereka pasti tidak lebih tahu. Karena Rasulullah lebih berhak daripada mereka.<br />
Tergelincirnya banyak orang ke dalam kesalahan berbahaya ini, disebabkan oleh beberapa berita yang mereka lihat â€œbenarâ€, yaitu berasal para dukun dan yang sebangsanya. Sehingga keyakinan mereka semakin kuat, dan selanjutnya mempercayai cerita-cerita mereka berikutnya.</p>
<p>Dan sebagai tolok ukur, berikut ada beberapa prinsip dasar berkaitan dengan hal ghaib, di antaranya;</p>
<ul>
<li>Hal ghaib adalah termasuk hal yang hanya diketahui oleh Allah Taâ€™ala, bahkan sebagian pemberitaan para nabi terhadap hal ini, hanyalah berdasarkan apa yang Allah Taâ€™ala telah beritakan kepada mereka dan bukan karena usaha mereka sendiri, tidak sebagaimana fenomena yang ada saat ini, banyak orang mengaku dengan bentuk nama apapun telah mengaku mengetahui yang ghaib. Ini tidak lain hanyalah sebuah kedustaan belaka. (Lihat QS. al-Jin: 26-27)</li>
<li>Seandainya mengetahui hal yang ghaib itu merupakan buah dari keimanan yang benar, tentunya orang yang paling berhak adalah Rasulullah. Padahal beliau telah mengingkari terhadap yang demikian. (Lihat QS. al-Aâ€™raf: 188)</li>
<li>Seandainya orang-orang yang mengaku mengetahui yang ghaib, tentu mereka akan dapat menghindarkan diri dari bencana, musibah dan kejahatan yang menimpa diri-diri mereka sendiri.</li>
<li>Mereka yang mengaku mengetahui yang ghaib, karena berhubungan dengan jin.
<p>ÙˆÙŽØ£ÙŽÙ†Ù‘ÙŽÙ‡Ù ÙƒÙŽØ§Ù†ÙŽ Ø±ÙØ¬ÙŽØ§Ù„ÙŒ Ù…Ù‘ÙÙ†ÙŽ Ø§Ù’Ù„Ø¥ÙÙ†Ø³Ù ÙŠÙŽØ¹ÙÙˆØ°ÙÙˆÙ†ÙŽ Ø¨ÙØ±ÙØ¬ÙŽØ§Ù„Ù Ù…Ù‘ÙÙ†ÙŽ Ø§Ù„Ù’Ø¬ÙÙ†Ù‘Ù ÙÙŽØ²ÙŽØ§Ø¯ÙÙˆÙ‡ÙÙ…Ù’ Ø±ÙŽÙ‡ÙŽÙ‚Ù‹Ø§</p>
<p><em>â€œDan bahwasannya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari kalangan jin, maka jin-jin itupun menambahkan bagi mereka dosa dan kesalahanâ€.</em> (QS. Al-Jin:6)</p>
<p>Syekh Abdullah Al-Jibrin suatu ketika pernah ditanya; apakah benar ada orang-orang tertentu yang bisa langsung melihat bangsa jin apa yang mereka kehendaki dan kapan saja mereka mau? Dijawab oleh beliau: Manusia tidak ada yang mampu melihat bangsa Jin secara hakiki dalam rupanya yang asli, tetapi syaithan-syaithan itulah yang merasuki mereka para penyihir dan dukun, lalu berbicara lewat mereka dan melihat Jin dalam rupannya yang asli, ketika itulah orang tersebut mengabarkan bahwa mereka melihat bangsa Jin kapan datang dan perginya sedangkan orang-orang yang ada disekeliling mereka tidak melihat apapun, Mereka (para penyihir dan dukun) harus berkhidmat kepada Jin &#038; Syaithan sehingga mampu menampakkan diri kepada mereka yang tidak bisa dilihat oleh selain mereka.</li>
<li>Kebanyakan orang yang mengaku mengetahui hal ghaib bukanlah orang baik-baik dan bertakwa. Bahkan ada diantara mereka yang fajir (penjahat) dan zindiq (kufur). Mereka banyak berkubang dalam banyak perbuatan yang diharamkan. Kenyataan ini menunjukkan bahwa kabar-kabar tentang sebagian hal ghaib kadang bersumber dari orang yang tidak shalih, bahkan non muslim. Bagaimana mungkin mereka ini bisa menjadi wali-wali Allah melainkan hanya kedustaan belaka??
<p><strong>ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ†Ù’ Ø£ÙŽØ¸Ù’Ù„ÙŽÙ…Ù Ù…ÙÙ…Ù‘ÙŽÙ†Ù Ø§ÙÙ’ØªÙŽØ±ÙŽÙ‰ Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙ‰ Ø§Ù„Ù„Ù‡Ù ÙƒÙŽØ°ÙØ¨Ù‹Ø§ Ø£ÙŽÙˆÙ’ Ù‚ÙŽØ§Ù„ÙŽ Ø£ÙÙˆÙ’Ø­ÙÙ‰ÙŽ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰Ù‘ÙŽ ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙ…Ù’ ÙŠÙÙˆØ­ÙŽÙ‰ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙŠÙ’Ù‡Ù Ø´ÙŽÙŠÙ’Ø¡ÙŒ ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ† Ù‚ÙŽØ§Ù„ÙŽ Ø³ÙŽØ£ÙÙ†Ø²ÙÙ„Ù Ù…ÙØ«Ù’Ù„ÙŽ Ù…ÙŽØ¢ Ø£ÙŽÙ†Ø²ÙŽÙ„ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‡Ù ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙˆÙ’ ØªÙŽØ±ÙŽÙ‰ Ø¥ÙØ°Ù Ø§Ù„Ø¸Ù‘ÙŽØ§Ù„ÙÙ…ÙÙˆÙ†ÙŽ ÙÙÙŠ ØºÙŽÙ…ÙŽØ±ÙŽØ§ØªÙ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙŽÙˆÙ’ØªÙ ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’Ù…ÙŽÙ„Ø§ÙŽØ¦ÙÙƒÙŽØ©Ù Ø¨ÙŽØ§Ø³ÙØ·ÙÙˆØ§ Ø£ÙŽÙŠÙ’Ø¯ÙÙŠÙ‡ÙÙ…Ù’ Ø£ÙŽØ®Ù’Ø±ÙØ¬ÙÙˆØ§ Ø£ÙŽÙ†ÙÙØ³ÙŽÙƒÙÙ…Ù Ø§Ù„Ù’ÙŠÙŽÙˆÙ’Ù…ÙŽ ØªÙØ¬Ù’Ø²ÙŽÙˆÙ’Ù†ÙŽ Ø¹ÙŽØ°ÙŽØ§Ø¨ÙŽ Ø§Ù„Ù’Ù‡ÙÙˆÙ†Ù Ø¨ÙÙ…ÙŽØ§ ÙƒÙÙ†ØªÙÙ…Ù’ ØªÙŽÙ‚ÙÙˆÙ„ÙÙˆÙ†ÙŽ Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙ‰ Ø§Ù„Ù„Ù‡Ù ØºÙŽÙŠÙ’Ø±ÙŽ Ø§Ù„Ù’Ø­ÙŽÙ‚Ù‘Ù ÙˆÙŽÙƒÙÙ†ØªÙÙ…Ù’ Ø¹ÙŽÙ†Ù’ Ø¡ÙŽØ§ÙŠÙŽØ§ØªÙÙ‡Ù ØªÙŽØ³Ù’ØªÙŽÙƒÙ’Ø¨ÙØ±ÙÙˆÙ†ÙŽ<br />
</strong><br />
<em>â€œDan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang mengadakan kedustaan terhadap Allah atau yang berkata:&#8221;Telah diwahyukan kepada saya&#8221;, padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata:&#8221;Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah&#8221;. Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalan tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata) :&#8221;Keluarkanlah nyawamu&#8221;. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri ayat-ayat-Nyaâ€.</em> (QS.Al-Anâ€™am:93)<br />
Dan juga firman Allah dalam surat yang sama,</p>
<p><strong>ÙÙŽÙ…ÙŽÙ†Ù’ Ø£ÙŽØ¸Ù’Ù„ÙŽÙ…Ù Ù…ÙÙ…Ù‘ÙŽÙ†Ù Ø§ÙÙ’ØªÙŽØ±ÙŽÙ‰ Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙ‰ Ø§Ù„Ù„Ù‡Ù ÙƒÙŽØ°ÙØ¨Ù‹Ø§ Ù„ÙÙŠÙØ¶ÙÙ„Ù‘ÙŽ Ø§Ù„Ù†Ù‘ÙŽØ§Ø³ÙŽ Ø¨ÙØºÙŽÙŠÙ’Ø±Ù Ø¹ÙÙ„Ù’Ù…Ù Ø¥ÙÙ†Ù‘ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‡ÙŽ Ù„Ø§ÙŽÙŠÙŽÙ‡Ù’Ø¯ÙÙŠ Ø§Ù„Ù’Ù‚ÙŽÙˆÙ’Ù…ÙŽ Ø§Ù„Ø¸Ù‘ÙŽØ§Ù„ÙÙ…ÙÙŠÙ†ÙŽ</strong></p>
<p>â€œMaka siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan&#8221;. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalimâ€. (QS. Al-Anâ€™am:144)<br />
Oleh : oleh : Abu Farwah/alsofwah.or.id</li>
</ul>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2006/07/27/bisakah-hal-hal-ghaib-diketahui/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2006/07/27/bisakah-hal-hal-ghaib-diketahui/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2006/07/27/bisakah-hal-hal-ghaib-diketahui/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2006/07/27/bisakah-hal-hal-ghaib-diketahui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MASIH PERCAYA MBAH &#8230;?</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2006/07/20/masih-percaya-mbah/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2006/07/20/masih-percaya-mbah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jul 2006 08:02:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[1Woro Woro]]></category>
		<category><![CDATA[Ruqyah]]></category>
		<category><![CDATA[Sesaji]]></category>
		<category><![CDATA[agar tidak syirik jika memiliki barang pusaka]]></category>
		<category><![CDATA[alam semesta]]></category>
		<category><![CDATA[atau]]></category>
		<category><![CDATA[ayam cemani]]></category>
		<category><![CDATA[batu akik bawang]]></category>
		<category><![CDATA[batu mulia]]></category>
		<category><![CDATA[benda pusaka]]></category>
		<category><![CDATA[benda yang dianggap keramat]]></category>
		<category><![CDATA[besi kuning]]></category>
		<category><![CDATA[hadits tentang percaya keris batu jimat]]></category>
		<category><![CDATA[itu]]></category>
		<category><![CDATA[laut]]></category>
		<category><![CDATA[memuja benda keris batu mulia dan akik menurut islam]]></category>
		<category><![CDATA[minyak burung pelatuk bawang]]></category>
		<category><![CDATA[percaya keramat pada kubur]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia burung pelatuk]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[tuah keris dari bentuk dan jenisnya]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2006/07/20/masih-percaya-mbah/</guid>
		<description><![CDATA[Warga Cilacap Digemparkan Ikan Misterius yang Terdampar di Pantai&#8221;&#8220;Sambil mendorong, saya bilang ke mbah penguasa laut selatan, kalau ikan mau diambil, silahkan kembali ke laut. Tetapi kalau nanti balik lagi dan dia pingin bersama saya, nanti akan saya urus,&#8221; ceritanya Lihat di Detikom Tentu pasti ada penjelasan yang logis tentang keberadaan ikan tersebut, dan sebaiknya hal tersebut dapat diwaspadai, karena ikan dan hewan lainnya hidup dengan naluri, yang apabila terdampar setelah di lepaskan ke laut tetap kembali terdampar lagi, pasti mengikuti nalurinya untuk survive dan bukan karena disuruh oleh mbah penguasa laut, sesungguhnya hanya ALLAH yang dapat menyuruh makhlukNya untuk tunduk. Kalau mbah penguasa yang di ajak bicara oleh orang tersebut ada, pastilah mbah tersebut makhluk pilihan ALLAH yang cukup mulia (karena bisa menguasai laut, walaupun sesungguhnya penguasa alam semesta hanyalah ALLAH tanpa perlu menunjuk perwakilan2 ataupun menteri2 ataupun mbah2), tetapi pada dasarnya hanya manusia yang merupakan paling sempurna sebagai ciptaan ALLAH. Kenapa selalu mbah2 tersebut lebih diperhatikan dan populer daripada peringatan2 ALLAH. my nouva di the_untold_stories@yahoogroups.com Tambahan BENDA-BENDA YANG DIANGGAP KERAMAT Benda-benda keramat dalam istilah bahasa Arab disebut Tamimah.Definisi benda-benda keramat adalah benda-benda pusaka yang dipercaya memiliki kekuatan ghoib yang dapat membantu menyelesaikan segala persoalan hidup.Benda-benda keramat banyak sekali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><img class="alignnone" title="http://www.google.co.id/maps/vt/data=LtgX-e3f8ctI3U5dJtbt7EJ1ZfRneYme,sqwRSl6ezjwpfQdrCaTvqXHAGH2lrMVt0norzpg_9hufL0JvA_d5PbLDkXzIgYq8ackIl_K-h_PYDQ" src="http://www.google.co.id/maps/vt/data=LtgX-e3f8ctI3U5dJtbt7EJ1ZfRneYme,sqwRSl6ezjwpfQdrCaTvqXHAGH2lrMVt0norzpg_9hufL0JvA_d5PbLDkXzIgYq8ackIl_K-h_PYDQ" alt="" width="253" height="130" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Warga Cilacap Digemparkan Ikan Misterius yang Terdampar di Pantai&#8221;</strong>&#8220;Sambil mendorong, saya bilang ke mbah penguasa laut selatan, kalau ikan mau diambil, silahkan kembali ke laut. Tetapi kalau nanti balik lagi dan dia pingin bersama saya, nanti akan saya urus,&#8221; ceritanya<br /> Lihat di <a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/07/tgl/19/time/195810/idnews/639401/idkanal/10" target="_blank">Detikom</a></p>
<p>Tentu pasti ada penjelasan yang logis tentang keberadaan ikan tersebut, dan  sebaiknya hal tersebut dapat diwaspadai, karena ikan dan hewan lainnya hidup dengan naluri, yang apabila terdampar setelah di lepaskan ke laut tetap kembali terdampar lagi, pasti mengikuti nalurinya untuk survive dan bukan karena disuruh oleh mbah penguasa laut, sesungguhnya hanya ALLAH yang dapat menyuruh makhlukNya untuk tunduk.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-115"></span><br /> Kalau mbah penguasa yang di ajak bicara oleh orang tersebut ada, pastilah mbah tersebut makhluk pilihan ALLAH yang cukup mulia (karena bisa menguasai laut, walaupun sesungguhnya penguasa alam semesta hanyalah ALLAH tanpa perlu menunjuk perwakilan2 ataupun menteri2 ataupun mbah2), tetapi pada dasarnya hanya manusia yang merupakan paling sempurna sebagai ciptaan ALLAH.<br /> Kenapa selalu mbah2 tersebut lebih diperhatikan dan populer daripada peringatan2 ALLAH.<br /> my nouva  di  <a href="mailto:the_untold_stories@yahoogroups.com">the_untold_stories@yahoogroups.com</a></p>
<p>Tambahan</p>
<p><strong>BENDA-BENDA YANG DIANGGAP KERAMAT</strong></p>
<p>Benda-benda keramat dalam istilah bahasa Arab disebut Tamimah.Definisi benda-benda keramat adalah benda-benda pusaka yang dipercaya memiliki kekuatan ghoib yang dapat membantu menyelesaikan segala persoalan hidup.Benda-benda keramat banyak sekali bentuk dan jenisnya seperti : Keris,pedang,tombak,badik,batu mulia,batu kristal,besi kuning, jenglot (dipercaya sebagai tubuh orang sakti yang mati) dan lain sebagainya.</p>
<p>Namun benda-benda keramat tidak saja berbentuk benda mati makhluk hidup pun ada yang dikeramatkan seperti : kerbau putih,burung pelatuk bawang,ayam cemani, dan lain sebagainya.</p>
<p>Agar tuahnya tetap ada maka biasanya dilakukan penjamasan atau ritual perawatan dan pembersihan.Ritual jamasan pusaka merupakan salah satu momen penting bagi seseorang yang memiliki benda-benda pusaka. Dalam ritual tersebut, barang-barang pusaka seperti keris, tombak, pedang, dan benda-benda lain yang dianggap berkekuatan di luar nalar dibersihkan dengan minyak wangi tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang kolektor keris dan benda-benda keramat St Sukirno menjelaskan, tujuan jamasan tersebut agar bebas dari sengkala (marabahaya) karena setiap pusaka diakui memiliki kekuatan di luar nalar yang dapat membahayakan pemiliknya jika tidak dirawat.Pada masa kini benda-benda keramat oleh para ahli syirik itu diilmiahkan dengan istilah-istilah â€œkerenâ€ seperti â€œradiasi positif,medan energiâ€ agar dapat diterima oleh masyarakat banyak.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari semua penjabaran diatas sesungguhnya semua benda-benda keramat itu seperti mengkultuskan atau membawa keris,besi kuning,batu akik,batu mulia dan sejenisnya sebagai pengusir atau penangkal mara bahaya, jika ia meyakini bahwa benda-benda tersebut sebagai sarana tertolak atau tertangkalnya bala hal itu termasuk syirik akbar dan juga bagi orang yang membawa dan meyakini kekuatannya maka hidupnya tidak akan pernah bisa tenang.</p>
<p>Diriwayatkan dari Imam Ahmad pula dari Uqbah bin Amir dalam hadits marfu : â€œBarang siapa menggantungkan tamimah, semoga Allah tidak mengabulkan keinginannya; dan barang siapa menggantungkan wadaah, semoga Allah tidak memberi ketenangan pada dirinya.â€ Disebutkan dalam riwayat lain:â€ Barang siapa menggantungkan tamimah, maka dia telah berbuat syirikâ€</p>
<p>Imran bin Hushain radiallahu anhu menuturkan, bahwa Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam melihat seorang laki-laki terdapat di tangannya gelang kuningan, maka beliau bertanya: â€œ Apakah ini? â€Orang itu menjawab: â€œ Penangkal sakit .â€ Nabi pun bersabda: â€œ Lepaskan itu karena dia hanya akan menambah kelemahan pada dirimu; sebab jika kamu mati sedang gelang itu masih ada pada tubuhmu, kamu tidak akan beruntung selama-lamanya .â€( HR. Imam Ahmad dengan sanad yang bisa diterima ).</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika keris,batu akik diyakini memiliki daya magic karena telah dibuat atau &#8220;diisi&#8221; oleh empu,dukun atau orang pintar, maka menjadikan akik itu sebagai jimat pembawa keberuntungan berarti telah menjadikannya sebagai sekutu selain Allah.</p>
<p>Ketika bambu kuning,besi kuning atau potongan tulisan arab yang maknanya tidak jelas diletakkan di atas pintu rumah, agar&#8221;si kolor ijo&#8221; atau â€œsetan belangâ€ tidak bisa masuk rumah, maka berarti telah mempertuhankan benda-benda keramat itu, dan ini adalah bantuk kesyirikan yang sangat nyata terhadap Allah SWT.</p>
<p>Demikian pula apabila Al-Qur&#8217;an Stambul (Al-Qur&#8217;an berukuran sangat kecil yang tulisannya tidak bisa dibaca kecuali dengan mikroskop) dijadikan jimat untuk menolak marabahaya, maka pelakunya pun sudah terjerumus pada lingkaran syetan yaitu syirik.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah saw bersabda : &#8220;Barangsiapa yang menggantungkan sesuatu (sebagai tamimah), niscaya Allah menjadikan dia selalu bergantung kepada tamimah itu&#8221;. ( HR.Imam Ahmad dan at-Tirmizi ).</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan jika mereka yang memakai,mengagungkan dan mengkultuskan benda-benda keramat dengan memujanya (dengan cara dijamas,diberi bunga-bunga) sebagai sarana ikhtiar mendekatkan diri dan meminta pertolongan dari Allah melalui perantara benda-benda keramat itu tetaplah merupakan kesyirikan yang nyata sebab Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ingatlah, hanya kepunyaan Allahlah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): &#8220;Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya&#8221;. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.&#8221; ( Az-Zumar: 3 ).</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi tidak ada alasan sama sekali dalam Islam kita menyimpan,menggunakan,mengagungkan benda-benda keramat karena hukumnya sudah sangat jelas dan jika ada seseorang entah dia kiai,ustadz,paranormal,dukun,romo,Gus-gusan,Ki-kian atau apapun namanya mencoba menghalalkan benda-benda keramat maka dia berada pada kesesatan yang nyata,mereka seseungguhnya syaitan dalam bentuk manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Janganlah kita tertipu dengan cara mereka mencoba mengilmiahkan benda-benda keramat itu yang sering mereka katakan memiliki radiasi positif,energi positif,yoni,tuah dan istilah-istilah lainnya karena sudah jelas hukum dalam syari&#8217;ah Islam. <strong>Ruqyah-online.com</strong></p>
<h4>Related External Links</h4>
<ul class="erp_pingback">
<li>
</li>
</ul>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2006/07/20/masih-percaya-mbah/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2006/07/20/masih-percaya-mbah/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2006/07/20/masih-percaya-mbah/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2006/07/20/masih-percaya-mbah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Simbah</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2006/06/15/belajar/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2006/06/15/belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[1Woro Woro]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Hipnotis]]></category>
		<category><![CDATA[Metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan Alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[Ruqyah]]></category>
		<category><![CDATA[Sesaji]]></category>
		<category><![CDATA[Terapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Belajar terus agar semakin baik&#8230;.Â  Tweet]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belajar terus agar semakin baik&#8230;.Â </p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2006/06/15/belajar/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2006/06/15/belajar/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2006/06/15/belajar/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2006/06/15/belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

