<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[m²]  Sepi Ing Pamrih - Rame Ing gawe ! &#187; Rahasia Ilahi</title>
	<atom:link href="http://mbah-marijan.org/category/rahasia-ilahi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mbah-marijan.org</link>
	<description>Kliping Blog Simbah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Jan 2012 11:44:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=256</generator>
		<item>
		<title>Kisah: MANTAN PENDETA ROMA MENJADI AHLUS SUNNAH</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/08/10/kisah-mantan-pendeta-roma-menjadi-ahlus-sunnah/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/08/10/kisah-mantan-pendeta-roma-menjadi-ahlus-sunnah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 04:24:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Critone Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[.. kidah pendeta jadi muallaf]]></category>
		<category><![CDATA[Ahlussunnah]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[kesaksian muallaf mantan pastor]]></category>
		<category><![CDATA[kesaksian muallaf mantan pendeta]]></category>
		<category><![CDATA[kesaksian pastor mualaf]]></category>
		<category><![CDATA[kisah kisah mualaf dari mantan pendeta atau pastor]]></category>
		<category><![CDATA[kisah mantan misionaris]]></category>
		<category><![CDATA[kisah para muallaf ahlussunnah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah pastor muallaf]]></category>
		<category><![CDATA[kisah pendeta dan pastur jadi mualaf]]></category>
		<category><![CDATA[kristen]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj salaf]]></category>
		<category><![CDATA[MANTAN PENDETA ROMA]]></category>
		<category><![CDATA[mualaf pelabuhan ratu]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[pendeta masuk islam di palangkaraya]]></category>
		<category><![CDATA[Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[taurat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=651</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Syaikh Amjad bin Imron Salhub Segala puji bagi Allah. Semoga shalawat serta salam tetap terlimpahkan atas Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya, serta siapa saja yang mengikuti sunnahnya dan menjadikan ajarannya sebagai petunjuk sampai hari kiamat. Sejarah Islam, baik yang dulu maupun sekarang senantiasa menceritakan kepada kita, contoh-contoh indah dari orang-orang yang mendapatkan petunjuk, mereka memiliki semangat yang begitu tinggi dalam mencari agama yang benar. Untuk itulah, mereka mencurahkan segenap jiwa dan mengorbankan milik mereka yang berharga, sehingga mereka dijadikan permisalan, dan sebagai bukti bagi Allah atas makhluk-Nya. Sesungguhnya siapa saja yang bersegera mencari kebenaran, berlandaskan keikhlasan karena Allah Taâ€™aala, pasti Dia â€˜Azza Wa Jalla akan menunjukinya kepada kebenaran tersebut, dan akan dianugerahkan kepadanya nikmat terbesar di alam nyata ini, yaitu kenikmatan Islam. Semoga Allah merahmati syaikh kami al-Albani yang sering mengulang-ngulangi perkataan: Ø§Ù„Ù’Ø­ÙŽÙ…Ù’Ø¯Ù Ù„ÙÙ„Ù‘ÙŽÙ‡Ù Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙ‰ Ù†ÙØ¹Ù’Ù…ÙŽØ©Ù Ø§Ù’Ù„Ø¥ÙØ³Ù’Ù„Ø§ÙŽÙ…Ù ÙˆÙŽØ§Ù„Ø³ÙÙ†Ù‘ÙŽØ©Ù Segala puji bagi Allah atas nikmat Islam dan as-Sunnah Diantara kalimat mutiara ulama salaf adalah: Ø¥ÙÙ†Ù‘ÙŽ Ù…ÙÙ†Ù’ Ù†ÙØ¹Ù’Ù…ÙŽØ©Ù Ø§Ù„Ù„Ù‡Ù Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙ‰ Ø§Ù’Ù„Ø£ÙŽØ¹Ù’Ø¬ÙŽÙ…ÙÙŠÙÙ‘ ÙˆÙŽ Ø§Ù„Ø´ÙŽØ§Ø¨Ù Ø¥ÙØ°ÙŽØ§ Ù†ÙŽØ³ÙŽÙƒÙŽ Ø£ÙŽÙ†Ù’ ÙŠÙÙˆÙŽØ§ÙÙÙŠÙŽ ØµÙŽØ§Ø­ÙØ¨ÙŽ Ø³ÙÙ†Ù‘ÙŽØ©Ù ÙÙŽÙŠÙŽØ­Ù’Ù…ÙÙ„ÙŽÙ‡Ù Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙŠÙ’Ù‡ÙŽØ§ Sesungguhnya diantara nikmat Allah atas orangÂ  â€˜ajam dan pemuda adalah, ketika dia beribadah bertemu dengan pengibar sunnah, kemudian dia membimbingnya kepada sunnah Rasulullah. Ø£ÙŽØ´Ù’Ù‡ÙŽØ¯Ù Ø£ÙŽÙ†Ù’ Ù„Ø§ÙŽ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‡ÙŽ Ø¥ÙÙ„Ø§Ù‘ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‡Ù [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-654" title="read_quran_charge_your_iman__by_ustad_design" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2009/08/read_quran_charge_your_iman__by_ustad_design-300x239.jpg" alt="read_quran_charge_your_iman__by_ustad_design" width="245" height="195" /><strong>Oleh </strong>: Syaikh Amjad bin Imron Salhub</p>
<p>Segala puji bagi Allah. Semoga shalawat serta salam tetap terlimpahkan atas Rasulullah, keluarga dan para <em>sahaba</em>tnya, serta siapa saja yang mengikuti <em>sunnah</em>nya dan menjadikan ajarannya sebagai petunjuk sampai hari kiamat.</p>
<p>Sejarah Islam, baik yang dulu maupun sekarang senantiasa menceritakan kepada kita, contoh-contoh indah dari orang-orang yang mendapatkan petunjuk, mereka memiliki semangat yang begitu tinggi dalam mencari agama yang benar. Untuk itulah, mereka mencurahkan segenap jiwa dan mengorbankan milik mereka yang berharga, sehingga mereka dijadikan permisalan, dan sebagai bukti bagi Allah atas makhluk-Nya.</p>
<p>Sesungguhnya siapa saja yang bersegera mencari kebenaran, berlandaskan keikhlasan karena Allah <em>Taâ€™aala</em>, pasti Dia <em>â€˜Azza Wa Jalla</em> akan menunjukinya kepada kebenaran tersebut, dan akan dianugerahkan kepadanya nikmat terbesar di alam nyata ini, yaitu kenikmatan Islam. Semoga Allah merahmati <em>syaikh </em>kami al-Albani yang sering mengulang-ngulangi perkataan:</p>
<p>Ø§Ù„Ù’Ø­ÙŽÙ…Ù’Ø¯Ù Ù„ÙÙ„Ù‘ÙŽÙ‡Ù Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙ‰ Ù†ÙØ¹Ù’Ù…ÙŽØ©Ù Ø§Ù’Ù„Ø¥ÙØ³Ù’Ù„Ø§ÙŽÙ…Ù ÙˆÙŽØ§Ù„Ø³ÙÙ†Ù‘ÙŽØ©Ù</p>
<p><em>Segala puji bagi Allah atas nikmat Islam dan as-Sunnah</em></p>
<p><strong>Diantara kalimat mutiara ulama salaf adalah:<span id="more-651"></span></strong></p>
<p>Ø¥ÙÙ†Ù‘ÙŽ Ù…ÙÙ†Ù’ Ù†ÙØ¹Ù’Ù…ÙŽØ©Ù Ø§Ù„Ù„Ù‡Ù Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙ‰ Ø§Ù’Ù„Ø£ÙŽØ¹Ù’Ø¬ÙŽÙ…ÙÙŠÙÙ‘ ÙˆÙŽ Ø§Ù„Ø´ÙŽØ§Ø¨Ù Ø¥ÙØ°ÙŽØ§ Ù†ÙŽØ³ÙŽÙƒÙŽ Ø£ÙŽÙ†Ù’ ÙŠÙÙˆÙŽØ§ÙÙÙŠÙŽ ØµÙŽØ§Ø­ÙØ¨ÙŽ Ø³ÙÙ†Ù‘ÙŽØ©Ù ÙÙŽÙŠÙŽØ­Ù’Ù…ÙÙ„ÙŽÙ‡Ù Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙŠÙ’Ù‡ÙŽØ§</p>
<p><em>Sesungguhnya diantara nikmat Allah atas orangÂ  â€˜ajam dan pemuda adalah, ketika dia beribadah bertemu dengan pengibar sunnah, kemudian dia membimbingnya kepada sunnah Rasulullah.</em></p>
<p>Ø£ÙŽØ´Ù’Ù‡ÙŽØ¯Ù Ø£ÙŽÙ†Ù’ Ù„Ø§ÙŽ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‡ÙŽ Ø¥ÙÙ„Ø§Ù‘ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‡Ù ÙˆÙŽØ£ÙŽÙ†Ù‘ÙŽ Ù…ÙØ­ÙŽÙ…Ù‘ÙŽØ¯Ù‹Ø§ Ø±ÙŽØ³ÙÙˆÙ’Ù„Ù Ø§Ù„Ù„Ù‡Ù</p>
<p><em>Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya</em></p>
<p>Inilah kalimat <em>tauhid</em>, kalimat yang baik, kunci surga. Kalimat inilah stasiun pertama dari jalan panjang yang penuh dengan onak dan duri, kalimat taqwa bukanlah kalimat yang mudah bagi seorang insan yang ingin menggerakkan lisannya untuk mengucapkannya, demikian juga ketika dia ingin mengeluarkannya dari hatinya yang paling dalam. Karena, ketika seorang insan ingin mengeluarkannya dari hatinya yang paling dalam, maka dia harus mengetahui terlebih dahulu, bahwa kalimat itu keluar dengan seizin Allah <em>Taâ€™aala</em>.</p>
<p>Demikianlah yang dialami oleh Ibrahim (dulu bernama Danial) -semoga Allah memeliharanya, meluruskannya diatas jalan keistiqomahan, serta menutup lembaran hidupnya diatas Islam-.</p>
<p>Inilah dia yang akan menceritakan kepada kita, bagaimana dia meninggalkan agama kaumnya (<em>Nashrani</em>) menuju Islam, dan bagaimana dia telah mengorbankan kekayaan ayahnya serta kemewahan hidupnya, di suatu jalan (hakekat terbesar), demi mencari kebebasan akal dan jiwa.</p>
<p>Ibrahim (dulu bernama Danial) -semoga Allah memeliharanya, dan mengokohkannya diatas jalan ke<em>istiqomah</em>an- menceritakan:</p>
<p>Saya adalah seorang lelaki dari keluarga Roma, seorang anak dari keluarga kaya, semasa kecil, saya hidup dengan kemewahan dan kemakmuran. Demikianlah, kulalui masa kecilku. Ketika masa remajapun, saya banyak menghabiskan waktu dengan kemewahan bersama teman-temanku, ketika itu saya memiliki sebuah mobil mewah dan uang, sehingga saya bisa memiliki segala sesuatu dan tidak pernah kekurangan.</p>
<p>Akan tetapi sejak kecil, saya senantiasa merasa bahwa dalam kehidupan ini ada yang kurang, dan saya yakin bahwa ada sesuatu yang salah di dalam hidupku, serta suatu kekosongan yang harus kupenuhi, karena semua sarana kehidupan ini bukanlah tujuanku. Saya mulai tertarik dengan agama, dan mulailah kubaca <em>Injil</em>, pergi ke gereja, serta kusibukkan diriku dengan membaca buku-buku agama <em>Kristen</em>. Dari buku-buku yang kubaca tersebut, mulai kudapatkan sebagian jawaban atas berbagai pertanyaanku, akan tetapi tetap saja belum sempurna.</p>
<p>Dahulu saya bangun pagi setiap hari dan pergi ke pantai, saya merenungi laut sambil membaca buku-buku dan shalat. Setelah dua bulan dari permulaan hidupku ini, saya merasa mantap bahwa saya tidak mampu terus menerus menjalani hidupku seperti biasanya setelah beragama, ketika itu, saya mendatangi ayahku dan kukabarkan kepadanya bahwa saya tidak bisa melanjutkan bekerja dengannya, saya juga pergi mendatangi ibu dan saudari-saudariku dan kukabarkan kepada mereka bahwa saya telah mengambil keputusan untuk meninggalkan mereka.</p>
<p>Kemudian kusiapkan tasku lalu naik kereta tanpa kuketahui ke mana saya hendak pergi, hingga saya tiba di kota Polon, kemudian saya masuk ke<em> ad-dir</em> (Istilah untuk gereja yang terpencil dipedalaman.<em> â€“ pent.</em>) disana, lalu naik gunung yang tinggi. Saya menetap di gunung selama kira-kira sebulan, saya tidak berbicara dengan siapapun, saya hanya membaca dan beribadah.</p>
<p>Sekitar tiga tahun, saya senantiasa berpindah-pindah dari satu <em>ad-dir</em> ke <em>ad-dir</em> yang lain, saya membaca dan beribadah, kebalikannya para pendeta yang tidak bisa meninggalkan <em>ad-dir </em>mereka, karena saya tidak pernah memberikan janji untuk menjadi seorang pendeta di suatu<em> ad-dir </em>tertentu, dan janji tersebut akan menghalangiku untuk keluar masuk darinya.</p>
<p>Setelah itu, saya memutuskan untuk berkeliling ke pelbagai negeri, maka saya memulai perjalanan panjangku dari Italia melalui Slovania, Hungaria, Nimsa, Romania, Bulgaria, Turki, Iran, Pakistan, dari sana menuju India. Semua perjalanan ini saya tempuh melalui jalur darat. Saya mendengar suara adzan di Turki, dan saya sudah pernah mendengarnya di Kairo (Mesir) pada perjalananku sebelumnya, akan tetapi kali ini sangat berkesan, sehingga saya mencintainya.</p>
<p>Dalam perjalanan pulang, saya bertemu dengan seorang <em>Syiâ€™ah</em> di perbatasan Iran dan Pakistan, dia dan temannya menjamuku dan mulai menjelaskan kepadaku tentang Islam versi<em> Syiâ€™ah</em>, keduanya menyebutkan <em>Imam </em>Duabelas dan mereka tidak menjelaskan kepadaku tentang Islam dengan sebenarnya, bahkan mereka menfokuskan pada ajaran <em>Syiâ€™ah</em> dan Imam Ali, serta tentang penantian mereka terhadap seorang Imam yang ikhlas, yang akan datang untuk membebaskan manusia.</p>
<p>Semua diskusi tesebut sama sekali tidak menarik perhatianku, dan saya belum mendapatkan jawaban atas berbagai pertanyaanku dalam rangka mencari hakekat kebenaran. Orang <em>Syiâ€™ah</em> itu menawarkan kepadaku untuk mempelajari Islam di kota Qum, Iran, selama tiga bulan tanpa dipungut biaya, akan tetapi saya memilih untuk melanjutkan perjalananku dan kutinggalkan mereka.</p>
<p>Kemudian saya menuju India, dan ketika saya turun dari kereta, pertama yang kulihat adalah manusia yang membawa kendi-kendi di pagi hari sekali dengan berlari-lari kecil menuju ke dalam kota, maka kuikuti mereka dan saya melihat mereka ber<em>thowaf</em> mengelilingi sapi betina yang terbuat dari emas, ketika itu saya sadar bahwa India bukanlah tempat yang kucari.</p>
<p>Setelah itu, saya kembali ke Italia dan dirawat di rumah sakit selama sebulan penuh, hampir saja saya meninggal dikarenakan penyakit yang saya derita ketika di India, akan tetapi Allah telah menyelamatkanku. <em>Alhamdulillah</em>.</p>
<p>Saya keluar dari rumah sakit menuju rumah, dan mulailah saya berfikir tentang langkah-langkah yang akan saya ambil setelah perjalanan panjang ini, maka saya memutuskan untuk terus dalam jalanku mencari hakekat kebenaran. Saya kembali ke <em>ad-dir</em> dan mulailah kujalani kehidupan seorang pendeta di sebuah <em>ad-dir</em> di Roma. Pada waktu itu saya telah diminta oleh para pembesar pendeta disana untuk memberikan kalimat dan janji. Pada malam itu, saya berfikir panjang, dan keesokan harinya saya memutuskan untuk tidak memberikan janji kepada mereka lalu kutinggalkan <em>ad-dir</em> tersebut.</p>
<p>Saya merasa ada sesuatu yang mendorongku untuk keluar dari<em> ad-dir</em>, setelah itu saya menuju <em>al-Quds</em> karena saya beriman akan kesuciannya. Maka mulailah saya berpergian menuju<em> al-Quds </em>melalui jalur darat melewati berbagai negeri, sampai akhirnya saya tiba di Siria, Lebanon, Oman, dan <em>al-Quds</em>, saya tinggal disana seminggu, kemudian saya kembali ke Italia, maka bertambahlah pertanyaan-pertanyaanku, saya kembali ke rumah lalu kubuka <em>Injil</em>.</p>
<p>Pada kesempatan ini, saya merasa berkewajiban untuk membaca <em>Injil </em>dari permulaannya, maka saya memulai dari Taurat, menelusuri kisah-kisah para<em> nabi bani Israel</em>. Pada tahap ini mulai nampak jelas di dalam diriku makna-makna kerasulan hakiki yang Allah mengutus kepadanya, mulailah saya merasakannya, sehingga muncullah berbagai pertanyaan yang belum saya dapatkan jawabannya, saya berusaha menemukan jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut dari perpustakaanku yang penuh dengan buku-buku tentang <em>Injil </em>dan <em>Taurat</em>.</p>
<p>Pada saat itu, saya teringat suara <em>adzan </em>yang pernah kudengar ketika berkeliling ke berbagai negeri serta pengetahuanku bahwa kaum muslimin beriman terhadap Sesembahan yang satu, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Dia. <strong>Dan inilah yang dulu saya yakini, maka saya berkomitmen :</strong><em> Saya harus berkenalan dengan Islam, kemudian mulailah kukumpulkan buku-buku tentang Islam, diantara yang saya miliki adalah terjemahan al-Qurâ€™an dalam bahasa Italia, yang pernah saya beli ketika berkeliling ke berbagai negeri</em> <em></em>.</p>
<p>Setelah kutelaah buku-buku tersebut, saya berkesimpulan bahwa Islam tidak seperti yang dipahami oleh mayoritas orang-orang barat, yaitu sebagai agama pembunuh, perampok dan teroris akan tetapi yang saya dapati adalah <strong>Islam itu agama kasih sayang dan petunjuk, serta sangat dekat dengan makna hakiki dari <em>Taurat</em> dan <em>Injil</em>.</strong></p>
<p>Kemudian saya putuskan untuk kembali ke <em>al-Quds</em>, karena saya yakin bahwa <em>al-Quds</em> adalah tempat turunnya ke<em>rasul</em>an terdahulu, akan tetapi kali ini saya menaiki pesawat terbang dari Italia menuju<em> al-Quds</em>. Saya turun di tempat turunnya para pendeta dan peziarah dibawah panduan <em>hause bus Armenia</em> di daerah negeri kuno. Di dalam tasku, saya tidak membawa sesuatu kecuali sedikit pakaian, terjemahan <em>al-Qurâ€™an, Injil</em> dan <em>Taurat</em>. Kemudian saya mulai membaca lebih banyak lagi dan lebih banyak lagi, saya membandingkan kandungan <em>al-Qurâ€™an</em> dengan isi <em>Taurat </em>dan <em>Injil</em>, sehingga saya berkesimpulan bahwa kandungan al-Qurâ€™an sangat dekat dengan ajaran Musa dan Isa <em>â€˜alaihimassalaam</em> yang asli.</p>
<p>Selanjutnya saya mulai berdialog dengan kaum muslimin untuk menanyakan kepada mereka tentang Islam, sampai akhirnya saya bertemu dengan sahabatku yang mulia Wasiim Hujair, kami berbincang-bincang tentang Islam. Saya juga banyak bertemu dengan teman-teman, mereka menjelaskan kepada saya tentang Islam. Setelah itu, saudara Wasiim mengatakan kepadaku bahwa dia akan mengadakan suatu pertemuan antara saya dengan salah seorang dari teman-temannya para <em>daâ€™i</em>.</p>
<p>Pertemuan itu berlangsung dengan saudara yang mulia Amjad Salhub, kemudian terjadilah perbincangan yang bagus tentang agama Islam. Diantara perkara yang paling mempengaruhiku adalah kisah sabahat yang mulia, Salman al-Farisi, karena di dalamnya ada kemiripan dengan ceritaku tentang pencarian hakekat kebenaran.</p>
<p>Kami berkumpul lagi dalam pertemuan yang lain dengan saudara Amjad beserta teman-temannya, diantaranya <em>fadhilatusy Syaikh</em> Hisyam al-â€˜Arif â€“<em>hafidhohulloh</em>-, maka berlangsunglah dialog tentang Islam dan keagungannya, kebetulan ketika itu saya memiliki beberapa pertanyaan yang kemudian dijawab oleh <em>Syaikh</em>.</p>
<p>Setelah itu, saya terus menerus berkomunikasi dengan saudara Amjad yang dengan sabar menjelaskan jawaban atas mayoritas pertanyaan-pertanyaanku. Pada saat seperti itu di depan saya ada dua pilihan, antara saya mengikuti kebenaran atau menolaknya, dan saya sama sekali tidak sanggup menolak kebenaran tersebut setelah saya meyakini bahwa Islam adalah jalan yang benar.</p>
<p>Pada saat itu juga, saya merasakan bahwa waktu untuk mengucapkan kalimat <em>tauhid </em>dan <em>syahadat </em>telah tiba. Ternyata tiba-tiba saudara Amjad mendatangiku bertepatan dengan waktu dikumandangkannya <em>adzan </em>untuk <em>shalat</em> <em>dhuhur</em>. Waktu itu benar-benar telah tiba, sehingga tiada pilihan bagiku kecuali saya mengucapkan :</p>
<p>Ø£ÙŽØ´Ù’Ù‡ÙŽØ¯Ù Ø£ÙŽÙ†Ù’ Ù„Ø§ÙŽ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‡ÙŽ Ø¥ÙÙ„Ø§Ù‘ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‡Ù ÙˆÙŽØ£ÙŽÙ†Ù‘ÙŽ Ù…ÙØ­ÙŽÙ…Ù‘ÙŽØ¯Ù‹Ø§ Ø±ÙŽØ³ÙÙˆÙ’Ù„Ù Ø§Ù„Ù„Ù‡Ù</p>
<p><em>Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya</em></p>
<p>Maka serta merta saudara Amjad memelukku dengan pelukan yang ramah, seraya memberikan ucapan selamat atas keIslamanku, kemudian kami sujud syukur sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah atas anugerah nikmat ini. Kemudian saya diminta mandi (Sebagaimana <em>hadits </em>Qoish bin â€˜Ashim, Ketika beliau masuk Islam, Rasulullah memerintahkannya untuk mandi dengan air yang dicampur bidara. (HR. An-Nasai, at-Turmudzi dan Abu Daud. Di<em>shohih</em>kan oleh al-Albani dalam al-Irwaaâ€™ (128).)) dan berangkat ke <em>al-Masjid al-Aqsho</em> untuk menunaikan <em>shalat</em> <em>dhuhur</em>,</p>
<p>Di tempat tersebut setelah <em>shalat</em>, saya menemui<em> jamaah shalat</em> dengan <em>syahadat</em>, yaitu persaksian kebenaran dan <em>tauhid </em>yang telah Allah anugerahkan kepadaku. Setelah saya mengetahui bahwa siapa saja yang masuk Islam wajib baginya ber<em>khitan</em>, maka segala puji dan anugerah milik Allah, saya tunaikan kewajiban ber<em>khitan</em> tersebut sebagai bentuk meneladani bapaknya para nabi, yaitu Ibrahim yang melakukan <em>khitan </em>pada usia 80 tahun (Sebagaimana Rasulullah bersabda : <em>Ibrahim berkhitan ketika umur 80 tahun dengan â€œal-Qoduumâ€</em> (nama alat atau tempat).( HR. Al-Bukhori (3356) dan Muslim (2370).)).</p>
<p>Itulah diriku, saya telah memulai hidup baru dibawah naungan agama kebenaran, agama yang penuh dengan kasih sayang dan cahaya. Saya senantiasa menuntut ilmu agama dari kitab Allah<em> Taâ€™aala</em> dan <em>sunnah </em>Rasulullah sesuai dengan <em>manhaj salaf </em>(pendahulu) umat ini, dari kalangan para <em>sahabat </em>beserta siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat.</p>
<p>Segala puji bagi Allah atas anugerah Islam dan <em>as-Sunnah</em>.</p>
<p><strong>Dialihbahasakan oleh Abu Zahro Imam Wahyudi Lc. dari majalah ad-Daâ€™wah as-Salafiyah-Palestina edisi perdana, Muharram 1427 H halaman: 21-24.</strong></p>
<p>via <a href="http://ummusalma.wordpress.com/2008/05/13/mantan-pendeta-roma-menjadi-ahlus-sunnah/">ummu salma</a></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/08/10/kisah-mantan-pendeta-roma-menjadi-ahlus-sunnah/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/08/10/kisah-mantan-pendeta-roma-menjadi-ahlus-sunnah/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/08/10/kisah-mantan-pendeta-roma-menjadi-ahlus-sunnah/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/08/10/kisah-mantan-pendeta-roma-menjadi-ahlus-sunnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tawakalnya seorang Ibu&#8230;</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/07/03/tawakalnya-seorang-ibu/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/07/03/tawakalnya-seorang-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 14:19:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Critone Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al â€˜Arifi]]></category>
		<category><![CDATA[Jangan Takut Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Mengais Keajaiban Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Tawakalnya seorang Ibu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=601</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda memiliki anak pertama yang berumur 2.5 tahun, lahir setelah 17 tahun menikah, setelah Anda sembuh dari kemandulan. Anak Anda tersebut mengalami: bermasalah dalam pembuluh darah di liver, jantung berhenti berdetak selama 45 menit, pendarahan hebat yang membuat jantungnya berhenti berdetak untuk yang kedua kali pendarahan di liver, sembuh, pendarahan lagi berulang-ulang sampai 6 kali, tumor dan radang otak, radang ginjal, radang pada selaput kristal yang mengitari jantung, penyakit tersebut hadir silih berganti, terus menerus dalam waktu 6-8 bulanâ€¦, Apa yang Anda lakukan? Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al â€˜Arifi dalam bukunya â€˜Jangan Takut Sakitâ€™ (hal 111-117, penerbit Fawaid, -dengan sedikit penyesuaian) menuturkan sebuah kisah: Dr. Abdullah bercerita, â€œAda seorang perempuan yang datang kepada saya dengan menyeret langkah-langkah kakinya, ia menggendong anaknya yang tersiksa oleh penyakit. Ia adalah seorang ibu yang berusia mendekati empat puluh tahun. Ia memeluk anaknya yang masih kecil ke dadanya, seakan-akan anak tersebut adalah potongan tubuhnya. Kondisi anak itu memprihatinkan, terdengar satu dua tarikan nafas dari dadanya. Saya bertanya kepada si ibu, â€˜Berapa umurnya?â€™ Ia menjawab, â€˜Dua setengah tahun.â€™ Kami melakukan pemeriksaan kepada anak itu, ternyata anak itu bermasalah dalam pembuluh-pembuluh darah di livernya. Kami segera melakukan tindakan operasi kepadanya, dan dua hari setelah operasi, anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-603" title="penyembuh-adalah-alloh" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2009/07/penyembuh-adalah-alloh-300x258.jpg" alt="penyembuh-adalah-alloh" width="262" height="225" />Jika Anda memiliki anak pertama yang berumur 2.5 tahun, lahir setelah 17 tahun menikah, setelah Anda sembuh dari kemandulan. Anak Anda tersebut mengalami:</p>
<ul>
<li>bermasalah dalam pembuluh darah di liver,</li>
<li>jantung berhenti berdetak selama 45 menit,</li>
<li>pendarahan hebat yang membuat jantungnya berhenti berdetak untuk yang kedua kali</li>
<li>pendarahan di liver, sembuh, pendarahan lagi berulang-ulang sampai 6 kali,</li>
<li>tumor dan radang otak,</li>
<li>radang ginjal,</li>
<li>radang pada selaput kristal yang mengitari jantung,</li>
</ul>
<p>penyakit tersebut hadir silih berganti, terus menerus dalam waktu 6-8 bulanâ€¦, Apa yang Anda lakukan?</p>
<p>Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al â€˜Arifi dalam bukunya <strong>â€˜Jangan Takut Sakitâ€™</strong> (hal 111-117, penerbit Fawaid, -dengan sedikit penyesuaian) menuturkan sebuah kisah:</p>
<hr />Dr. Abdullah bercerita,<br />
â€œAda seorang perempuan yang datang kepada saya dengan menyeret langkah-langkah kakinya, ia menggendong anaknya yang tersiksa oleh penyakit.<span id="more-601"></span></p>
<p>Ia adalah seorang ibu yang berusia mendekati empat puluh tahun. Ia memeluk anaknya yang masih kecil ke dadanya, seakan-akan anak tersebut adalah potongan tubuhnya. Kondisi anak itu memprihatinkan, terdengar satu dua tarikan nafas dari dadanya.</p>
<p>Saya bertanya kepada si ibu, â€˜<em>Berapa umurnya?</em>â€™<br />
Ia menjawab, â€˜<em>Dua setengah tahun.</em>â€™</p>
<p>Kami melakukan pemeriksaan kepada anak itu, ternyata anak itu bermasalah dalam pembuluh-pembuluh darah di livernya.</p>
<p>Kami segera melakukan tindakan operasi kepadanya, dan dua hari setelah operasi, anak itu sudah sehat. Sang ibu pun tampak gembira dan riang.<br />
Ketika melihat saya, ia bertanya, â€˜<em>Kapan anak saya boleh pulang dok</em>?â€™</p>
<p>Tatkala saya hampir menulis surat keterangan pulang, tiba-tiba anak kecil itu mengalami pendarahan hebat di tenggorokannya, sehingga menyebabnya jantungnya berhenti berdetak selama 45 menit.</p>
<p>Kesadaran anak tersebut sudah hilang. Lalu para dokter berkumpul di dalam ruangannya. Beberapa jam telah berlalu, namun mereka tidak sanggup membuatnya tersadar.</p>
<p>Salah seorang teman saya segera mendatangi ibunya dan berkata kepadanya, â€˜<em>Kemungkinan anak Anda mengalami kematian otak (koma) dan saya mengira bahwa ia tidak memiliki harapan untuk hidup.</em>â€™ Saya menoleh kepada teman saya tersebut sambil mencelanya karena ucapannya tersebut.</p>
<p>Lalu saya melihat kepada si ibu, demi Allah, perkataan teman saya itu tidak menambah selain ia mengucapkan, â€˜<em>Penyembuh adalah Allah, Pemberi kesehatan adalah Allah.</em>â€™<br />
Kemudian ia terus menerus membaca, â€˜<em>Saya memohon kepada Allah jika ada kebaikan pada kesembuhannya, maka sembuhkanlah ia.</em>â€™</p>
<p>Setelah itu ia diam dan berjalan menuju sebuah kursi kecil, lalu duduk. Kemudian ia mengambil mushaf kecilnya yang berwarna hijau dan membacanya.</p>
<p>Para dokter pun keluar, saya juga keluar bersama mereka. Saya berjalan melewati anak itu, kondisinya belum berubah, sesosok tubuh yang terbujur kaku laksana mayat di atas tempat tidur putih. Lalu saya menoleh kepada ibunya, keadaannya juga masih tetap seperti sebelumnya.</p>
<p>Satu hari ia membacakan Al-Qurâ€™an kepada anaknya; satu hari membacanya dan satu hari setelannya mendoakannya. Beberapa hari kemudian, salah seorang perawat perempuan memberitahu saya bahwa anak itu sudah mulai bergerak, saya langsung memuji Allah.</p>
<p>Saya berkata kepada si ibu, <em>â€˜Wahai Ummu Yasir, saya sampaikan kabar gembira kepada Anda bahwa keadaan Yasir mulai membaik.</em>â€™<br />
Ia hanya mengucapkan satu ucapan sambil menahan air matanya, <em>â€˜Alhamdulillah, Alhamdulillah.</em>â€™</p>
<p>Dua puluh empat jam kemudian kami dikejutkan dengan kondisi si anak, ia kembali mengalami pendarahan hebat seperti pendarahan sebelumnya, dan jantungnya berhenti berdetak untuk kedua kalinya.</p>
<p>Tubuhnya yang kecil kelihatan lelah, gerakannya telah hilang. Salah seorang dokter masuk untuk melihat kondisinya secara langsung, lalu saya mendengarnya berucap, â€˜<em>Mati otak.</em>â€™</p>
<p>Sang ibu terus menerus mengulang-ulang, â€˜<em>Alhamdulillah, atas setiap keadaan, penyembuh adalah Allah.</em>â€™ Beberapa hari kemudian, anak itu sembuh kembali. Namun, baru berlalu beberapa jam, ia kembali mengalami pendarahan di dalam livernya, lalu gerakannya berhenti.</p>
<p>Beberapa hari kemudian ia sadar lagi, lalu kembali mengalami pendarahan baru, kondisinya aneh, saya tidak pernah melihat kondisi seperti itu selama hidup saya, pendarahannya berulang-ulang hingga enam kali, sedangkan dari lisan ibunya hanya keluar ucapan, â€˜<em>Segala puji bagi Allah, Penyembuh adalah Rabb-ku, Dia-lah Penyembuh.</em>â€™</p>
<p>Setelah beberapa kali pemeriksaan dan pengobatan, para dokter spesialis batang tenggorokan berhasil mengatasi pendarahan, Yasir mulai bergerak-gerak lagi. Tiba-tiba, Yasir kembali diuji dengan bisul besar (tumor) dan radang otak.</p>
<p>Saya sendiri yang memeriksa keadaannya. Saya berkata kepada ibunya, .â€™<em>Keadaan anak Anda mengenaskan sekali dan kondisinya berbahaya.</em>â€™ la tetap mengulang-ulang ucapannya, â€˜<em>Penyembuh adalah Allah</em>â€™</p>
<p>la mulai membacakan Al-Qurâ€™an kepada buah hatinya. Setelah dua minggu, tumor itu tetap ada. Dua hari kemudian, anak tersebut mulai sembuh, kami memuji Allah karenanya.</p>
<p>Sang ibu bersiap-siap untuk pulang, namun satu hari kemudian, tiba-tiba anak tersebut mengalami radang ginjal parah yang dapat menyebabkan gagal ginjal kronis dan hampir menyebakan kematiannya.</p>
<p>Sementara si ibu tetap berpegang teguh, bertawakal dan berserah kepada Rabb-nya serta terus mengulang-ulang, â€˜<em>Penyembuh adalah Allah.â€™</em> Lalu, ia kembali ke tempatnya dan membacakan Al-Qurâ€™an kepada anaknya.</p>
<p>Hari-hari berlalu, sedangkan kami terus berusaha memeriksa dan mengobati secara maraton hingga berlangsung sampai tiga bulan, kondisinya pun membaik, segala puji hanya bagi Allah.</p>
<p>Akan tetapi, kisah ini belum berhenti sampai di sini saja, si anak kembali diserang penyakit aneh yang belum pernah saya kenal selama hidup.</p>
<p>Setelah empat bulan, ia terserang radang pada selaput kristal yang mengitari jantung, sehingga memaksa kita untuk membuka sangkar dadanya dan membiarkannya terbuka untuk mengeluarkan nanah.</p>
<p>Ibunya hanya melihat kepadanya sambil berucap, â€˜<em>Saya memohon kepada Allah agar menyembuhkannya, Dia adalah penyembuh dan pemberi kesehatan.</em>â€™ Lalu, ia kembali ke kursinya dan membuka mushafnya.</p>
<p>Terkadang saya melihat kepada ibu tersebut, sementara mushaf ada di depannya, ia tidak menoleh ke sekelilingnya. Kemudian saya masuk ke ruang refreshing, maka saya melihat banyak pasien dengan berbagai penyakit dan para penunggu mereka.</p>
<p>Saya melihat sebagian dari para pasien tersebut berteriak-teriak dan yang lainya mengaduh-aduh, sedangkan para penunggunya menangis, dan sebagian dari mereka berjalan di belakang para dokter.</p>
<p>Sementara ibu itu tetap berada di atas kursinya dan di depan mushafnya, tidak berpaling kepada orang yang berteriak dan tidak berdiri menghampiri dokter serta tidak berbicara dengan seorang pun.</p>
<p>Saya merasa bahwa ia adalah gunung, setelah berada selama enam bulan di ruang refreshing. Saya berjalan melewati anaknya, saya melihat matanya terpejam, tidak berbicara dan tidak bergerak, dadanya terbuka.</p>
<p>Kami mengira bahwa ini merupakan akhir kehidupannya, sedangkan sang ibu tetap dalam keadaannya, membaca Al-Qurâ€™an. Seorang penyabar yang tidak mengeluh dan tidak mengaduh.</p>
<p>Demi Allah, ia tidak mengajak saya bicara dengan sepatah katapun dan tidak pula bertanya kepada saya tentang kondisi anaknya. Ia hanya berbicara setelah saya mulai mengajaknya bicara tentang anaknya tersebut.</p>
<p>Adapun usia suaminya sudah lebih dari empat puluh tahun. Terkadang suaminya menemui saya di dekat anaknya, ketika ia menoleh kepada saya untuk bertanya, istrinya menarik tangannya dan menenangkannya serta mengangkat spiritnya dan mengingatkannya bahwa sang Penyembuh adalah Allah.</p>
<p>Setelah berlalu dua bulan, keadaan anak tersebut sudah membaik, lalu kami memindahkannya ke ruangan khusus anak-anak di rumah sakit, kondisinya sudah mengalami banyak kemajuan.</p>
<p>Keluarganya pun mulai membiasakan kepadanya berbagai jenis terapi dan pelatihan. Setelah itu, anak tersebut pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki, ia melihat dan berbicara seakan-akan ia tidak pernah tertimpa sesuatu sebelumnya.</p>
<p>Maaf, kisah menakjubkan ini belum selesai, karena satu setengah tahun kemudian, ketika berada di ruang kerja saya, tiba-tiba suami wanita itu masuk menemui saya, sedangkan di belakangnya istrinya menyusulnya sambil menggendong bayi kecil yang sehat.</p>
<p>Ternyata si anak kecil itu sedang diperiksakan secara rutin di RS tersebut, mereka datang kepada saya untuk menyampaikan salam.</p>
<p>Saya bertanya kepada si suami, â€˜<em>Masya Allah, apakah bayi kecil ini adalah anak yang keenam atau ketujuh di dalam keluarga Anda?â€™ </em>Ia menjawab, â€˜<em>Ini yang kedua, dan anak pertama kami adalah anak yang Anda obati setahun yang lalu. Ia merupakan anak pertama kami yang lahir setelah tujuh belas tahun kami menikah dan sembuh dari kemandulan.â€™</em></p>
<p>Saya menundukkan kepala, dan langsung teringat dengan gambaran ibunya ketika sedang menunggui anaknya. Saya tidak mendengar suara yang keluar darinya dan tidak melihat tanda kegelisahan pada dirinya.</p>
<p>Saya mengucap di dalam hati, <em>â€˜Subhanallah</em>.â€™ Setelah tujuh belas tahun bersabar dan mencoba berbagai terapi kemandulan, lalu diberi rezeki dengan seorang anak laki-laki yang dilihatnya mati berkali-kali di hadapannya.</p>
<p>Akan tetapi, wanita tersebut hanya berpegang teguh pada kalimat â€˜Laailaaha illallaahâ€™ dan keyakinan bahwa Allah adalah Dzat Penyembuh dan Pemberi kesehatan. Subhanallah! Betapa besar tawakkal dan keimanan yang dimiliki wanita itu.â€</p>
<p>judul aslinya <a href="http://jilbab.or.id/archives/576-mengais-keajaiban-cinta/">Mengais Keajaiban Cinta</a></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/07/03/tawakalnya-seorang-ibu/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/07/03/tawakalnya-seorang-ibu/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/07/03/tawakalnya-seorang-ibu/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/07/03/tawakalnya-seorang-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Su&#8217;ul khotimah: Wanita Yang Tak Pernah Shalat, Mati Saat Sedang Berdandan!!</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/06/26/kisah-suul-khotimah-wanita-yang-tak-pernah-shalat-mati-saat-sedang-berdandan/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/06/26/kisah-suul-khotimah-wanita-yang-tak-pernah-shalat-mati-saat-sedang-berdandan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 08:58:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Critone Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[apa itu su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[apa itu su'ul kotimah]]></category>
		<category><![CDATA[cerita nyata suul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[cerita orang yg pernah mati]]></category>
		<category><![CDATA[cerita siksa kubur orang yang tak pernah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri mayit yang meninggal dalam keadaan suul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[ciri2 mati dalam keadaan su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[ciri2 meninggal khusnul khotomah]]></category>
		<category><![CDATA[contoh kematian suul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[contoh mati suul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[foto kematian su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[foto memandikan mayat]]></category>
		<category><![CDATA[gambar mati suulkhotimah]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah shalat]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah - kisah su'ul hatimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah meninggal saat sholat]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata mati siksa kubur]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata mati su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata mbah marijan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata suulkhotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata wafat su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah orang meninggal su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah orang yang meninggal dengan su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah orang yang meninggal dunia dalam keadaan suul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah orang yg meninggal su ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[kisah siksa kubur wanita yg tidak menutup aurat]]></category>
		<category><![CDATA[kisah su'ul hotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah-kisah su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[mati dalam keadaan su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[mati su ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[mati su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[mati su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal dengan su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal dengan su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal dunia dalam su'ul hatimah]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[mereka yang mati suul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[mesir]]></category>
		<category><![CDATA[serial kisah teladan -kumpulan kisah-kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[siapa yang udah pernah mati]]></category>
		<category><![CDATA[siksa kubur orang yang tidak shalat]]></category>
		<category><![CDATA[siksa kubur untuk orang yang su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[Su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[su'ul khotima]]></category>
		<category><![CDATA[Su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[su'ul khotimah di dalam kubur]]></category>
		<category><![CDATA[su'ul khotimah krn belum nikah]]></category>
		<category><![CDATA[tabaruj]]></category>
		<category><![CDATA[tanda su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda suul katimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda tanda mati su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda tanda orang meninggal suul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda tanda suud khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda kematian su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda su'ul kotimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda2 orang meninggal su,ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[tragedi su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[ujub dan su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[usul kotimah]]></category>
		<category><![CDATA[www.cerita orang meninggal dalam suul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[www.kisah nyata orang yang mati su'ul khotimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[Temanku berkata kepadaku, &#8220;Ketika perang teluk berlangsung, aku sedang berada di Mesir dan sebelum perang meletus, aku sudah terbiasa menguburkan mayat di Kuwait yang aku ketahui dari masyarakat setempat. Salah seorang familiku menghubungiku meminta agar menguburkan ibu mereka yang meninggal. Aku pergi ke pekuburan dan aku menunggu di tempat memandikan mayat. Di sana aku melihat empat wanita berhijab bergegas meninggalkan tempat memandikan mayat tersebut. Aku tidak menanyakan sebab mereka keluar dari tempat itu karena memang bukan urusanku. Beberapa menit kemudian wanita yang memandikan mayat keluar dan memintaku agar menolongnya memandikan mayat tersebut. Aku katakan kepadanya, &#8216;Ini tidak boleh, karena tidak halal bagi seorang lelaki melihat aurat wanita.&#8217; Tetapi ia mengemukakan alasannya bahwa jenazah wanita yang satu ini sangat besar. Kemudian wanita itu kembali masuk dan memandikan mayat tersebut. Setelah selesai dikafankan, ia memanggil kami agar mayat tersebut diusung. Karena jenazah ini terlalu berat, kami berjumlah sebelas orang masuk ke dalam untuk mengangkatnya. Setelah sampai di lubang kuburan (kebiasaan penduduk Mesir membuat pekuburan seperti ruangan lalu dengan menggunakan tangga, mereka menurunkan mayat ke ruangan tersebut dan meletakkannya di dalamnya dengan tidak ditimbun). Kami buka lubang masuknya dan kami turunkan dari pundak kami. Namun tiba-tiba jenazahnya terlepas dan terjatuh ke dalam dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-596" title="8dfdf71c236803484e45076982f2d470" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2009/06/8dfdf71c236803484e45076982f2d470-150x150.jpg" alt="8dfdf71c236803484e45076982f2d470" width="150" height="150" />Temanku berkata kepadaku, &#8220;Ketika perang teluk berlangsung, aku sedang berada di Mesir dan sebelum perang meletus, aku sudah terbiasa menguburkan mayat di Kuwait yang aku ketahui dari masyarakat setempat. Salah seorang familiku menghubungiku meminta agar menguburkan ibu mereka yang meninggal. Aku pergi ke pekuburan dan aku menunggu di tempat memandikan mayat.</p>
<p>Di sana aku melihat empat wanita berhijab bergegas meninggalkan tempat memandikan mayat tersebut. Aku tidak menanyakan sebab mereka keluar dari tempat itu karena memang bukan urusanku. Beberapa menit kemudian wanita yang memandikan mayat keluar dan memintaku agar menolongnya memandikan mayat tersebut. Aku katakan kepadanya, &#8216;<em>Ini tidak boleh, karena tidak halal bagi seorang lelaki melihat aurat wanita</em>.&#8217; Tetapi ia mengemukakan alasannya bahwa jenazah wanita yang satu ini sangat besar.<span id="more-595"></span></p>
<p>Kemudian wanita itu kembali masuk dan memandikan mayat tersebut. Setelah selesai dikafankan, ia memanggil kami agar mayat tersebut diusung. Karena jenazah ini terlalu berat, kami berjumlah sebelas orang masuk ke dalam untuk mengangkatnya. Setelah sampai di lubang kuburan (kebiasaan penduduk Mesir membuat pekuburan seperti ruangan lalu dengan menggunakan tangga, mereka menurunkan mayat ke ruangan tersebut dan meletakkannya di dalamnya dengan tidak ditimbun).</p>
<p>Kami buka lubang masuknya dan kami turunkan dari pundak kami. Namun tiba-tiba jenazahnya terlepas dan terjatuh ke dalam dan tidak sempat kami tangkap kembali hingga aku mendengar dari gemeretak tulangnya yang patah ketika jenazah itu jatuh. Aku melihat ke dalam ternyata kain kafannya sedikit terbuka sehingga terlihat auratnya. Aku segera melompat ke jenazah dan menutup aurat tersebut.</p>
<p>Lalu dengan susah payah aku menyeretnya ke arah kiblat dan aku buka kafan di bagian mukanya. Aku melihat pemandangan yang aneh. Matanya terbe-lalak dan berwarna hitam. Aku menjadi takut dan segera memanjat ke atas dengan tidak menoleh ke belakang lagi.</p>
<p>Setelah sampai di apartemen, aku menghubungi salah seorang anak perempuan jenazah. Ia bersumpah agar aku menceritakan apa yang terjadi saat memasukkan jenazah ke dalam kuburan. Aku berusaha untuk mengelak, namun ia terus mendesakku hingga akhirnya terpaksa harus memberitahukannya. Ia berkata, &#8220;<em>Ya Syaikh </em>(panggilan yang sering diucapkan kepada seorang ustadz-red), <em>ketika anda melihat kami bergegas keluar dikarenakan kami melihat wajah ibu kami menghitam, karena ibu kami tidak pernah sekalipun melaksanakan shalat dan meninggal dalam keadaan berdandan.</em>&#8221;</p>
<p>Kisah nyata ini menegaskan bahwa Allah <em>Subhanahu wata&#8217;ala </em>menghendaki agar sebagian hamba-Nya melihat bekas Su&#8217;ul khatimah hamba-Nya yang durhaka agar menjadi pelajaran bagi yang masih hidup. Sesungguhnya yang demikian itu merupakan pelajaran bagi orang-orang yang berakal.</p>
<p><strong>Sumber:</strong> Serial Kisah Teladan karya Muhammad bin Shalih al-Qahthani, Juz 2 seperti yang dinukilnya dari Kisah-Kisah Nyata karya Abdul Hamid Jasim al-Bilaly, PENERBIT DARUL HAQ) <em>via </em>Note Teman</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/06/26/kisah-suul-khotimah-wanita-yang-tak-pernah-shalat-mati-saat-sedang-berdandan/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/06/26/kisah-suul-khotimah-wanita-yang-tak-pernah-shalat-mati-saat-sedang-berdandan/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/06/26/kisah-suul-khotimah-wanita-yang-tak-pernah-shalat-mati-saat-sedang-berdandan/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/06/26/kisah-suul-khotimah-wanita-yang-tak-pernah-shalat-mati-saat-sedang-berdandan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Husnul Khotimah: Perpisahan Terakhir*</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/06/23/kisah-husnul-khotimah-perpisahan-terakhir/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/06/23/kisah-husnul-khotimah-perpisahan-terakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 16:21:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Critone Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Umar basyir Al-Maidani]]></category>
		<category><![CDATA[Al-lahazhat Al-hasimah]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[Az-Zairul Akhir]]></category>
		<category><![CDATA[bisu]]></category>
		<category><![CDATA[Jaridahul Jazirah]]></category>
		<category><![CDATA[Kholid Abdurrohman Asy-Syayi']]></category>
		<category><![CDATA[Kholid Abu Sholih]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Husnul Khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah perpisahan suami istri]]></category>
		<category><![CDATA[Misteri Menjelang Ajal]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad ibn Abdul Aziz Al-Musnid]]></category>
		<category><![CDATA[Musyahidul Ihtidhor]]></category>
		<category><![CDATA[Perpisahan Terakhir]]></category>
		<category><![CDATA[Sulthon ibn Fahd Ar-Rosyid]]></category>
		<category><![CDATA[takdir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=588</guid>
		<description><![CDATA[*Kisah ini disebutkan dalam bentuk berita di surat kabar Jaridahul Jazirah edisi 10183. Di sini disebutkan sesuai redaksi aslinya. Ia seorang wanita sholihah, seorang wanita pendidik yang agung. Ia gemar bersedekah dan amat murah hati. Itu berdasarkan persaksian orang-orang yang dekat dengannya. Namun, selama lima puluh tahun masa hidupnya, ia dalam keadaan bisu. Suami dan keluarganya sudah terbiasa dengan kondisinya tersebut. Mereka yakin akan takdir dan ketetapan Alloh. Alloh tentu saja memiliki hikmah dalam segala sesuatu yang diatur-Nya dalam kehidupan alam semesta ini. Seorang muslim harus ridho terhadap takdir dan ketetapan Alloh setiap kali ia tertimpa bala atau musibah. Suatu malam, tidak seperti biasanya, ia bangun lebih cepat, beberapa jam sebelum sholat Shubuh. Ia bangkit dan sholat menghadap Alloh &#8216;Azza wa Jalla. Tiba-tiba ia berbicara dengan suara yang terdengar jelas, sehingga sang suami kontan terbangun dari tidurnya saat mendengar suara tersebut. &#8220;Ya Ilahi! Apa yang terjadi? Apakah selama lima puluh tahun ia hanya membisu kini tiba-tiba lidahnya berbicara?&#8221; Ya. ia memang berbicara untuk mengucapkan dua kalimat syahadat dengan bahasa yang jelas dan lugas. Ia berdoa kepada Alloh dengan pasrah, dengan kata-kata yang terdengar jelas. Si suami menunggu sampai sang istri selesai sholat dengan hati penasaran. Ia ingin bertanya apa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><small>*Kisah ini disebutkan dalam bentuk berita di surat kabar <em>Jaridahul Jazirah</em> edisi 10183. Di sini disebutkan sesuai redaksi aslinya.</small></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-589 aligncenter" title="spirituality_by_muslim_women" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2009/06/spirituality_by_muslim_women-300x227.jpg" alt="spirituality_by_muslim_women" width="300" height="227" /></p>
<p>Ia seorang wanita sholihah, seorang wanita pendidik yang agung. Ia gemar bersedekah dan amat murah hati. Itu berdasarkan persaksian orang-orang yang dekat dengannya. Namun, selama lima puluh tahun masa hidupnya, ia dalam keadaan bisu.<span id="more-588"></span></p>
<p>Suami dan keluarganya sudah terbiasa dengan kondisinya tersebut. Mereka yakin akan takdir dan ketetapan Alloh. Alloh tentu saja memiliki hikmah dalam segala sesuatu yang diatur-Nya dalam kehidupan alam semesta ini. Seorang muslim harus ridho terhadap takdir dan ketetapan Alloh setiap kali ia tertimpa bala atau musibah.</p>
<p>Suatu malam, tidak seperti biasanya, ia bangun lebih cepat, beberapa jam sebelum sholat Shubuh. Ia bangkit dan sholat menghadap Alloh<em> &#8216;Azza wa Jalla</em>.</p>
<p>Tiba-tiba ia berbicara dengan suara yang terdengar jelas, sehingga sang suami kontan terbangun dari tidurnya saat mendengar suara tersebut.</p>
<p><em>&#8220;Ya Ilahi! Apa yang terjadi? Apakah selama lima puluh tahun ia hanya membisu kini tiba-tiba lidahnya berbicara?&#8221;</em></p>
<p>Ya. ia memang berbicara untuk mengucapkan dua kalimat <em>syahadat </em>dengan bahasa yang jelas dan lugas. Ia berdoa kepada Alloh dengan pasrah, dengan kata-kata yang terdengar jelas.</p>
<p>Si suami menunggu sampai sang istri selesai sholat dengan hati penasaran. Ia ingin bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Akan tetapi ia sudah terdahului oleh takdir Alloh. Belum selesai sang istri sholat, Alloh sudah mengambil ruhnya, saat ia masih berada di atas sajadahnya yang empuk.</p>
<p>Ia telah menutup kehidupannya dengan kaliamat tauhid dan do&#8217;a. Pernahkah kita mendengar akhir kehidupan yang lebih indah daripada ini?</p>
<p><strong>Sumber:</strong><br />
Judul Asli <em>Al-lahazhat Al-hasimah, Muhammad ibn Abdul Aziz Al-Musnid</em><br />
Judul Asli <em>Az-Zairul Akhir, Kholid Abu Sholih</em><br />
Judul Asli <em>Musyahidul Ihtidhor </em>(cuplikan), <em>Kholid Abdurrohman Asy-Syayi&#8217;</em> dan <em>Sulthon ibn Fahd Ar-Rosyid</em><br />
Judul Terjemah <em>Misteri Menjelang Ajal</em>, Penerjemah <em>Abu Umar basyir Al-Maidani</em></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/06/23/kisah-husnul-khotimah-perpisahan-terakhir/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/06/23/kisah-husnul-khotimah-perpisahan-terakhir/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/06/23/kisah-husnul-khotimah-perpisahan-terakhir/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/06/23/kisah-husnul-khotimah-perpisahan-terakhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Takdir Ada 2 Macam.</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/05/01/takdir-ada-2-macam/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/05/01/takdir-ada-2-macam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 00:42:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dawuhe Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[2 macam takdir qadar]]></category>
		<category><![CDATA[2 macam tkdir]]></category>
		<category><![CDATA[ada 2 takdir]]></category>
		<category><![CDATA[firman alloh takdir ada 2]]></category>
		<category><![CDATA[hr. bukhari, no. 3208; muslim, no. 2643; ibnu majah, no. 76. lafazhnya adalah dari riwayat muslim]]></category>
		<category><![CDATA[macam - macam qadar]]></category>
		<category><![CDATA[macam macam takdir']]></category>
		<category><![CDATA[macam mcm takdir]]></category>
		<category><![CDATA[macam takdir]]></category>
		<category><![CDATA[macam takdir menurut islam]]></category>
		<category><![CDATA[macam takdir secara islam]]></category>
		<category><![CDATA[macam taqdir]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam qadar allah]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam takdir adalah]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam takdir allah (lengkap)]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam takdir allah .pdf]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam takdir qadar]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian kodo]]></category>
		<category><![CDATA[takdir]]></category>
		<category><![CDATA[takdir ada dua macam yaitu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2009/05/01/takdir-ada-2-macam/</guid>
		<description><![CDATA[Ø¨Ø³Ù… Ø§Ù„Ù„Ù‡ Ø§Ù„Ø±Ø­Ù…Ù† Ø§Ù„Ø±Ø­ÙŠÙ… Al-Qadarul Mutsbat &#038; Al-Qadarul Muâ€™allaq â€œAllah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).â€ (Ar-Raâ€™ad, QS 13: 39) Sebagian orang ada yang bertanya-tanya, jika rizki telah dituliskan (tidak bertambah dan tidak berkurang) dan ajal telah ditentukan (tidak dapat dimajukan dan dimundurkan), lalu bagaimana halnya dengan sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam: â€œBarangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim!â€ (Muttafaq â€˜alaih). Jawabannya adalah, bahwa qadar itu ada dua macam yaitu: 1. Al-Qadarul Mutsbat (qadar yang telah tetap dan pasti). Yaitu apa yang telah tertulis dalam Ummul-Kitab (al-Lauhul Mahfuzh). Qadar ini tetap, tidak berubah. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam: â€œAllah telah menetapkan ketentuan-ketentuan para makhluk 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumiâ€¦â€ (HR. Muslim, VIII/51) 2. Al-Qadarul Muâ€™allaq atau Muqayyad (qadar yang tergantung atau terikat). Yaitu, apa yang tertulis dalam catatan-catatan Malaikat, sebagaimana dalam sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam: â€œSesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal darah seperti itu pula (empat puluh hari), kemudian menjadi segumpal daging seperti itu pula, kemudian Dia mengutus seorang Malaikat untuk meniupkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ø¨Ø³Ù… Ø§Ù„Ù„Ù‡ Ø§Ù„Ø±Ø­Ù…Ù† Ø§Ù„Ø±Ø­ÙŠÙ…</p>
<p>Al-Qadarul Mutsbat &#038; Al-Qadarul Muâ€™allaq</p>
<p>â€œAllah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).â€ (Ar-Raâ€™ad, QS 13: 39)</p>
<p>Sebagian orang ada yang bertanya-tanya, jika rizki telah dituliskan (tidak bertambah dan tidak berkurang) dan ajal telah ditentukan (tidak dapat dimajukan dan dimundurkan), lalu bagaimana halnya dengan sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam: â€œBarangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim!â€ (Muttafaq â€˜alaih).</p>
<p>Jawabannya adalah, bahwa qadar itu ada dua macam yaitu:<span id="more-568"></span><br />
1.	Al-Qadarul Mutsbat (qadar yang telah tetap dan pasti).<br />
Yaitu apa yang telah tertulis dalam Ummul-Kitab (al-Lauhul Mahfuzh). Qadar ini tetap, tidak berubah. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam: â€œAllah telah menetapkan ketentuan-ketentuan para makhluk 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumiâ€¦â€ (HR. Muslim, VIII/51)</p>
<p>2.	Al-Qadarul Muâ€™allaq atau Muqayyad (qadar yang tergantung atau terikat).<br />
Yaitu, apa yang tertulis dalam catatan-catatan Malaikat, sebagaimana dalam sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam: â€œSesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal darah seperti itu pula (empat puluh hari), kemudian menjadi segumpal daging seperti itu pula, kemudian Dia mengutus seorang Malaikat untuk meniupkan ruh padanya, dan diperintahkan (untuk menulis) dengan empat kalimat: untuk menulis rizkinya, ajalnya, amalnya dan celaka atau bahagia(nya)â€¦â€ (HR. Bukhari, No. 3208; Muslim, No. 2643; Ibnu Majah, No. 76. Lafazhnya adalah dari riwayat Muslim). Maka inilah yang bisa dihapuskan dan ditetapkan.</p>
<p>Ajal, rizki, umur, dan selainnya yang ditetapkan dalam Ummul-Kitab, tidak berubah. Adapun dalam lembaran-lembaran yang ada pada tangan Malaikat, maka bisa dihapuskan, ditetapkan, ditambah, dan dikurangi.</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:<br />
Ajal (umur) itu ada dua: ajal mutlak yang (hanya) diketahui oleh Allah, dan ajal yang terikat. Dengan ini menjadi jelaslah makna sabda Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam: â€œBarangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim!â€<br />
Allah memerintahkan Malaikat untuk mencatat ajal untuknya seraya mengatakan: â€œJika ia menyambung tali silaturahim, maka Aku menambahkan kepadanya demikian dan demikian.â€ Sedangkan Malaikat tidak tahu apakah bertambah atau tidak. Tetapi Allah mengetahui perkara yang sebenarnya. Jika ajal telah datang, maka tidak dicepatkannya dan tidak diakhirkan. (Majmuuâ€™ul Fataawaa, VIII/517)</p>
<p>Rizki itu dua macam: salah satunya, apa yang diketahui oleh Allah bahwa Dia memberi rizki kepadanya, maka hal ini tidak berubah. Kedua, apa yang dituliskan dan diberitahukannya kepada para Malaikat, maka hal ini bertambah dan berkurang, menurut sebab-sebabnya. (Ibid.)</p>
<p>Ibnu Hajar rahimahullah  berkata:<br />
Seperti dikatakan kepada Malaikat, misalnya: â€œUmur fulan seratus tahun jika menyambung tali silaturahim, dan enam puluh tahun jika memutuskannya.â€ Tetapi telah diketahui oleh Allah sebelumnya bahwa ia akan menyambung atau memutuskannya. Apa yang ada dalam ilmu Allah, maka tidak dimajukan dan tidak ditunda, sedangkan yang ada dalam ilmu Malaikat, maka itulah yang memiliki kemungkinan bertambah dan berkurang. Inilah yang dinyatakan lewat firman-Nya:<br />
â€œAllah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).â€ (Ar-Raâ€™ad, QS 13: 39)<br />
Maka penghapusan dan penetapan itu adalah berhubungan dengan apa yang ada dalam ilmu Malaikat, sedangkan yang tertulis dalam Ummul-Kitab, yaitu yang berada dalam ilmu Allah Taâ€™ala, maka tidak ada penghapusan sama sekali. Untuk qadhaâ€™ ini dinyatakan dengan qadhaâ€™ yang bersifat tetap, sedangkan untuk yang disebutkan sebelumnya dinyatakan dengan qadhaâ€™ yang tergantung. (Fathul Baari, X/430; Syarh Shahiih Muslim, an-Nawawi, XVI/114; Ifaadah al-Khabar bin Nashshihi fii Ziyaadatil â€˜Umr wa Naqshihi, as-Suyuti)</p>
<p>Kemudian, sebab-sebab yang dengannya rizki akan diperoleh merupakan bagian dari apa yang ditakdirkan Allah dan dituliskan-Nya. Jika telah ditentukan sebelumnya, bahwa hamba akan diberi rizki dengan usahanya, maka Allah mengilhamkan kepadanya untuk berusaha. Maka, rizki yang Dia takdirkan untuknya dengan berusaha, tidak akan diperoleh dengan tanpa berusaha. Sedangkan rizki yang Dia takdirkan untuknya dengan tanpa usaha, seperti kematian orang yang diwarisinya, maka ia (rizki tersebut) akan datang kepadanya dengan tanpa usaha. (Majmuuâ€™ul Fataawaa, VIII/540-541)</p>
<p>Adapun dalam hal mencari rizki tetapi dengan cara yang tidak halal, maka tidak boleh dinisbatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Telah terdapat keterangan bahwa Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menyanjung Rabb-nya dengan mensucikan-Nya dari keburukkan, dalam ucapan beliau : â€œâ€¦Aku penuhi panggilan-Mu dengan senang hati, kebaikan seluruhnya ada di kedua tangan-Mu, dan keburukkan tidaklah dinisbatkan kepada-Mu. Aku berlindung dan bersandar kepada-Mu, Mahasuci Engkau dan Mahatinggiâ€¦â€ (HR. Muslim, No. 771).</p>
<p>Sesungguhnya, ketika Nabi Adam â€˜alaihissalam melakukan dosa, maka ia bertaubat, lalu Rabb-nya memilihnya dan memberi petunjuk kepadanya. Sedangkan Iblis, ia tetap meneruskan dosa dan menghujat, maka Allah melaknat dan mengusirnya. Barangsiapa yang bertaubat, maka ia sesuai dengan sifat Nabi Adam â€˜alaihissalam, dan barangsiapa yang meneruskan dosanya serta berdalih dengan takdir, maka ia sesuai dengan sifat Iblis. Maka orang-orang yang berbahagia akan mengikuti bapak mereka dan orang-orang yang celaka akan mengikuti musuh mereka, Iblis. (Ibid, VIII/64)<br />
Berkaitan dengan hal tersebut, penting kita perhatikan bahwa Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam pernah bersabda: â€œTidak satu jiwapun yang bernapas melainkan Allah telah menentukan tempatnya baik di surga atau neraka, dan juga telah dituliskan celaka atau bahagianya.â€ (HR. Bukhari â€“ Muslim). â€œâ€¦maka ahli surga dimudahkan untuk beramal dengan amalan ahli surga dan ahli neraka dimudahkan untuk beramal dengan amalan ahli neraka.â€ (HR. Ibnu Abi â€˜Ashim, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).<br />
Berdasarkan kedua hadits tersebut, maka layak bagi kita untuk segera bermuhasabah (introspeksi) atas diri kita masing-masing, apakah hati kita telah merasa ringan untuk melaksanakan amalan ahli surga, atau justru sebaliknya, merasa ringan untuk melakukan amalan ahli neraka. Semoga Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala jadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang senantiasa berjuang untuk melakukan amalan ahli surga. Allahul Mustaâ€™an.</p>
<p>Salah satu di antara sebab-sebab lain yang dapat merubah takdir yang telah dicatat oleh Malaikat, adalah doâ€™a. Doâ€™a merupakan perkara yang agung dan mulia, sebab ia dapat menolak takdir dan menghilangkan petaka. Ia bermanfaat terhadap apa yang sudah datang dan apa yang belum datang. Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: â€œâ€¦Tidak ada yang dapat menolak takdir, kecuali doâ€™aâ€¦â€ (Diriwayatkan oleh Ahmad, V/277; Ibnu Majah, No. 90; at-Tirmidzi, No. 139; dihasankan oleh al-Albani dalam Shahiihul Jaamiâ€™, No. 7687, dan ash-Shahiihah, No. 154).</p>
<p>Namun demikian, karena doâ€™a adalah perkara yang agung dan mulia, maka hendaknya setiap orang yang berdoâ€™a mengetahui Adab dan Sebab Terkabulnya Doâ€™a, sehingga tahu kapan dan bagaimana berdoâ€™a yang sesuai dengan sunnah-sunnah Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam yang shahih.</p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1084713685">Abu Muhammad Herman</a><span class="comment_meta_data"> via Pages FB</span><span class="comment_credits" /></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/05/01/takdir-ada-2-macam/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/05/01/takdir-ada-2-macam/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/05/01/takdir-ada-2-macam/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/05/01/takdir-ada-2-macam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahmat Islam untuk Rahmat Purnomo</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2008/11/01/rahmat-islam-untuk-rahmat-purnomo/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2008/11/01/rahmat-islam-untuk-rahmat-purnomo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 03:57:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Critone Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[abu hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[alaihi wa sallam]]></category>
		<category><![CDATA[ayat allah]]></category>
		<category><![CDATA[kota ambon]]></category>
		<category><![CDATA[laki laki]]></category>
		<category><![CDATA[masuk islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2008/11/01/rahmat-islam-untuk-rahmat-purnomo/</guid>
		<description><![CDATA[Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsari Ia adalah seorang laki-laki keturunan sang ayah Holandia dan ibu Indonesia dari kota Ambon yang terletak di pulau kecil di ujung timur kepulauan Indonesia. Kristen adalah agama yang diwariskan keluarganya dari bapak dan kakeknya. Kakeknya adalah seorang yang punya kedudukan tinggi pada agama kristen yang bermadzhab protestan, bapaknya juga demikian namun ia bermadzhab panticosta. Sedangkan ibunya sebagai pengajar injil untuk kaum wanita, adapun dia sendiri juga punya kedudukan dan sebagai ketua bidang daâ€™wah di sebuah gereja â€œBethel Injil Sabinoâ€. Tidak terbetik dalam hatiku walau sedikitpun untuk menjadi seorang muslim, sebab sejak kecil aku mendapatkan pelajaran dari orang tuaku yang selalu mengatakan padaku bahwa Muhammad adalah seorang laki-laki badui, tidak punya ilmu, tak dapat membaca dan menulis. Bahkan lebih dari itu aku telah membaca bukuc profesor doktor Ricolady seorang nasrani dari Prancis bahwa Muhammad itu seorang dajjal yang tinggal di tempat ke sembilan dari neraka. Demikianlah kedustaan itu dibuat untuk menjatuhkan pribadi Rasul shallallahu â€˜alaihi wa sallam, sejak itulah tertanam pada diriku pemikiran salah yang mendorongku untuk menolak Islam dan menjadikannya sebagai agama. Pada suatu hari pimpinan gereja mengutusku untuk berdaâ€™wah selama tiga hari tiga malam di kecamatan Dairi, letaknya cukup jauh dari ibu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsari</p>
<p>Ia adalah seorang laki-laki keturunan sang ayah Holandia dan ibu Indonesia dari kota Ambon yang terletak di pulau kecil di ujung timur kepulauan Indonesia. Kristen adalah agama yang diwariskan keluarganya dari bapak dan kakeknya.</p>
<p>Kakeknya adalah seorang yang punya kedudukan tinggi pada agama kristen yang bermadzhab protestan, bapaknya juga demikian namun ia bermadzhab panticosta. Sedangkan ibunya sebagai pengajar injil untuk kaum wanita, adapun dia sendiri juga punya kedudukan dan sebagai ketua bidang daâ€™wah di sebuah gereja â€œBethel Injil Sabinoâ€.<span id="more-548"></span></p>
<p>Tidak terbetik dalam hatiku walau sedikitpun untuk menjadi seorang muslim, sebab sejak kecil aku mendapatkan pelajaran dari orang tuaku yang selalu mengatakan padaku bahwa Muhammad adalah seorang laki-laki badui, tidak punya ilmu, tak dapat membaca dan menulis. Bahkan lebih dari itu aku telah membaca bukuc profesor doktor Ricolady seorang nasrani dari Prancis bahwa Muhammad itu seorang dajjal yang tinggal di tempat ke sembilan dari neraka. Demikianlah kedustaan itu dibuat untuk menjatuhkan pribadi Rasul shallallahu â€˜alaihi wa sallam, sejak itulah tertanam pada diriku pemikiran salah yang mendorongku untuk menolak Islam dan menjadikannya sebagai agama.</p>
<p>Pada suatu hari pimpinan gereja mengutusku untuk berdaâ€™wah selama tiga hari tiga malam di kecamatan Dairi, letaknya cukup jauh dari ibu kota Medan yang terletak di sebelah selatan pulau Sumatra Indonesia. Setelah selesai, aku hendak menemui penanggung jawab gereja di tempat itu. Tiba-tiba seorang laki-laki muncul di hadapanku lalu bertanya dengan pertanyaan aneh, â€œEngkau telah mengatakan bahwa Isa Al Masih adalah tuhan, mana dalilmu tentang ketuhanannya?â€ Aku menjawab, â€œBaik ada dalil ataupun tidak, perkara ini tidak penting bagimu, jika kamu mau beriman berimanlah, jika tidak kufurlah.â€</p>
<p>Namun ketika aku pulang ke rumah, suara laki-laki itu mengganggu pikiranku dan selalu terngiang-ngiang di telingaku, mendorongku untuk melihat kitab Injil mencari jawaban yang benar dari pertanyaannya. Telah diketahui bahwa di sana ada empat kitab Injil yang berbeda-beda, salah satunya MATHIUS, yang lainnya MARKUS, yang ketiga LUKAS, dan yang keempat YOHANNES , semuanya buatan manusia. Ini aneh sekali, aku bertanya-tanya pada diriku, â€œApakah Al Qurâ€™an dengan nuskhoh yang berbeda-beda juga buatan manusia?â€ Aku mendapatkan jawaban yang tak bisa lari darinya yakni dengan pasti, â€œBukan!â€</p>
<p>Aku mempelajari keempat Injil tersebut, lalu apa yang kudapatkan?</p>
<p>Injil MATHIUS berbicara apa tentang Al Masih Isa â€˜alaihis salam? Kami membaca di dalamnya sebagai berikut, â€œSesungguhnya Isa Al Masih bernasab kepada Ibrohim dan kepada Daudâ€¦â€ (1-1), lalu kalau begitu siapa Isa? Bukankah ia anak manusia? Ya, kalau begitu dia manusia.</p>
<p>Injil LUKAS berkata, â€œDialah yang merajai atas rumah Yaâ€™kub untuk selama-lamanya. Kerajaannya tidak akan berakhir.â€ (1-33).</p>
<p>Dan Injil MARKUS berkata, â€œInilah silsilah yang menasabkan Isa Al Masih anak Allah.â€ (1)</p>
<p>Dan yang terakhir injil YOHANNES berbicara apa tentang Isa Al Masih? Ia berkata, â€œPada awalnya ia adalah kalimat, dan kalimat itu di sisi Allah, maka kalimat itu adalah Allah.â€ (1:1). Makna dari nash ini dia pada awalnya adalah Al Masih dan Al Masih di sisi Allah, maka Al Masih adalah Allah.</p>
<p>Aku bertanya pada diriku, â€œBerarti di sana ada perbedaan yang jelas pada empat kitab ini seputar dzat Isa â€˜alaihis salam, apakah ia manusia ataukah anak Allah ataukah Raja ataukah Allah? Hal itu telah menyulitkanku dan aku belum menemukan jawabannya. Di sini aku ingin bertanya kepada teman-temanku orang-orang kristen, â€œApakah didapatkan dalam Al Qurâ€™an pertentangan antara satu ayat dengan yang lainnya?â€ Pasti tidak! Kenapa? Karena Al Qurâ€™an datang dari sisi Allah subhanahu wa taâ€™ala, adapun Injil-injil ini hanyalah buatan manusia. Kalian tahu dan tidak ragu kalau Isa â€˜alaihis salam sepanjang hidupnya berdakwah kepada Allah di sana-sini, kita patut bertanya: apa landasan awal yang didaâ€™wahkan oleh Isa â€˜alaihis salam?</p>
<p>Ini injil MARKUS berkata, â€œSeseorang datang dari Al Katbah, ia mendengar mereka berbincang-bincang, ketika terlihat bahwa ia adalah (Al Masih) mereka menerimanya dengan baik, menanyainya tentang ayat wasiat pertama? Ia menjawab sambil berjalan: Sesungguhnya wasiat yang pertama ialah â€˜Dengarkan wahai Bani Isroil! Robb Tuhan kita adalah Robb yang Esa.â€™â€ (12: 28-29). Inilah pengakuan yang jelas dari Isa â€˜alaihis salam, jadi kalau Isa telah mengaku bahwa Allah adalah Tuhan yang Esa / Satu, maka siapakah Isa kalau begitu? Jika Isa adalah Allah juga, maka takkan pernah ada keesaan bagi Allah. Bukankah begitu?</p>
<p>Kemudian aku lanjutkan pencarianku, dan aku temukan pada injil YOHANNES nash-nash yang menunjukkan doâ€™a dan ketundukan Isa Al Masih â€˜alaihis salam kepada Allah subhanahu wa taâ€™ala. Aku bertanya pada diriku: Jika sekiranya Isa adalah Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, lalu apakah ia membutuhkan kepada ketundukan dan doâ€™a? Tentu tidak! Oleh karena itu, Isa bukan tuhan tetapi dia adalah makhluk seperti kita. Simaklah bersamaku doâ€™a yang terdapat dalam injil YOHANNES , inilah nash doâ€™anya:</p>
<p>â€œInilah kehidupan yang abadi agar mengetahui bahwa Engkaulah Tuhan yang haqiqi, dan berjalanlah Al Masih yang Engkau telah mengutusnya, aku pekerjamu di bumi, amal yang Engkau telah berikan padaku ialah amalan yang aku telah menyempurnakannya.â€ (17-3-4).</p>
<p>Ini doâ€™a yang panjang, yang akhirnya berkata,</p>
<p>â€œWahai Rabbul Baar, sesungguhnya alam tidak mengenal-Mu, adapun aku mengenal-Mu dan mereka telah mengetahui bahwa Engkau telah mengutusku dan Engkau telah mengenalkan mereka akan nama-Mu dan aku akan mengenalkan mereka agar pada mereka ada kecintaan seperti Engkau telah mencintaiku.â€ (17-25-26).</p>
<p>Doâ€™a ini menggambarkan pengakuan Isa â€˜alaihis salam bahwa Allah Dialah Yang Maha Esa dan Isa adalah utusan Allah yang diutus pada kaum tertentu, bukan pada seluruh manusia, siapakah kaumnya itu? Kita baca dalam injil MATHIUS (15:24) di mana ia berkata, â€œAku tidak diutus melainkan pada kaum di rumah Isroâ€™il yang sasar.â€</p>
<p>Kalau demikian, jika kita gabungkan pengakuan-pengakuan nya ini dengan yang lainnya, sangat mungkin untuk kita katakan bahwa, â€œAllah adalah Tuhan Yang Esa dan Isa adalah utusan Allah kepada Bani Isroil.â€ Kemudian kulanjutkan pencarianku, maka aku teringat saat aku sholat aku selalu membaca kalimat berikut: (Allah Bapak, Allah Anak, Allah Roh Qudus, tiga dalam satu). Aku berkata pada diriku: Perkara yang sangat aneh! Kalau kita bertanya pada siswa kelas satu sekolah dasar â€œ1 + 1 + 1 = 3 ?â€ Pasti akan menjawab ya. Kemudian jika kita katakan padanya â€œAkan tetapi 3 juga = 1 ?â€ Tentu dia takkan menyepakati hal itu, sebab di sana terdapat pertentangan yang jelas pada apa yang kami ucapkan, karena Isa â€˜alaihis salam berkata dalam injil seperti yang kami lihat, bahwa Allah Esa tidak ada serikat baginya.</p>
<p>Telah terjadi pertentangan kuat antara aqidah yang menancap di jiwaku sejak kecil yakni: tiga dalam satu, dengan apa yang diakui Isa Al Masih sendiri dalam kitab-kitab injil yang ada di tengah-tengah kita sekarang bahwa sesungguhnya Allah itu satu tidak ada serikat baginya. Mana dari keduanya yang paling benar? Belum ada usahaku untuk mengikrarkannya waktu itu, namun yang benar dikatakan bahwa sesungguhnya Allah itu Esa / satu. Kemudian aku cari lagi dari kitab injil dari awal, barangkali aku temukan apa yang kuinginkan. Sungguh telah kutemukan dalam pencarianku nash berikut ini: â€œIngatlah wali-wali sejak dulu, karena sesungguhnya Aku adalah Allah, sedang yang lainnya bukan tuhan dan tak ada yang menyerupaiku.â€ (46: 9).</p>
<p>Sungguh perkara yang menakjubkan saat aku berpegang teguh dengan Islam, aku mendapatkan dalam surat Al Ikhlash firman Allah Taâ€™ala,</p>
<p>â€œDengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung padaNya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.â€</p>
<p>Ya, selama kalam itu adalah kalam Allah, maka tidak akan berbeda di manapun didapatkannya. Inilah pelajaran pertama pada agamaku masihiyyah yang dulu, dengan demikian â€œtiga dalam satuâ€ tidak ada keberadaannya dalam jiwaku.</p>
<p>Adapun pelajaran kedua dalam agama masihiyyah bahwa di sana ada yang disebut dengan warisan dosa atau kesalahan awal, maksudnya ialah bahwa dosa yang diperbuat Adam â€˜alaihis salam ketika memakan buah yang diharamkan dari pohon yang berada di surga, pasti seluruh anak manusia akan mewarisi dosa ini. Sekalipun janin yang berada dalam rahim ibu akan menanggung dosa ini dan akan lahir dalam keadaan berdosa. Apakah ini benar atau salah? Aku cari tentang kebenaran hal tersebut. Aku merujuk pada Perjanjian Lama, di tengah pencarianku aku menemukan pada hizqiyal sebagai berikut, â€œSeorang anak tidak menanggung dari dosa seorang bapak. Seorang bapak tidak menanggung dari dosa seorang anak â€¦â€ (Hizqiyal: 18: 20-21).</p>
<p>Barangkali yang cocok untuk kami sebutkan di sini apa yang dikatakan Al Qurâ€™anul Karim pada masalah ini,</p>
<p>â€œDan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain â€¦â€</p>
<p>Dan Rasulullah shallallahu â€˜alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>â€œAnak Adam dilahirkan dalam keadaan fitroh, kedua orang tuanyalah yang akan menjadikannya Yahudi atau menjadikannya Nashrani atau menjadikannya Majusi.â€</p>
<p>Inilah dia kaidah dalam Islam dan menyepakatinya apa yang ada / datang dalam injil, lalu bagaimana bisa dikatakan bahwa kesalahan Adam akan berpindah dari satu generasi ke generasi lainnya, dan bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan berdosa?</p>
<p>Aku melanjutkan pencarianku tentang beberapa hal yang berkaitan dengan keyakinan, pada suatu hari kuletakkan Injil dan Al Quran di depanku, kutujukan pertanyaan pada injil, â€œApa yang engkau ketahui tentang Muhammad?â€, jawabannya: tidak ada, karena nama Muhammad tidak terdapat dalam Injil. Kemudian kutujukan pertanyaan berikutnya pada Isa seperti Al Quran telah bercerita tentangnya, â€œWahai Isa ibnu Maryam, apa yang engkau ketahui tentang Muhammad?â€ Jawabannya: sungguh Al Quran telah menyebutkan perkara yang tidak ada keraguan sedikitpun bahwa seorang Rasul yang pasti akan datang setelahku namanya adalah Ahmad. Allah berfirman atas lisan Isa â€˜alaihis salam,</p>
<p>â€œDan ingatlah ketika Isa putra Maryam berkata: Hai bani Isroil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku yaitu Taurot dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku yang namanya Ahmad (Muhammad), maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: Ini adalah sihir yang nyata.â€ (QS Ash Shaff: 6). Lihatlah! Mana yang benar?!</p>
<p>Di sana ada satu Injil yakni Injil BARNABAS, berbeda dengan empat injil yang telah kusebutkan sebelumnya, namun sayang para pemuka-pemuka agamanya (Nashrani) mengharamkan pengikutnya untuk mentelaahnya. Tahukah kenapa? Yang paling benar ialah karena inilah satu-satunya Injil yang memuat kabar gembira tentang Muhammad, di dalamnya terdapat beberapa tambahan dan penyimpangan yang sangat, seperti halnya tedapat pula kenyataan yang sesuai dengan apa yang ada dalam Al Quran Al Karim. Dalam Injil BARNABAS (Ishaah: 163),</p>
<p>â€œWaktu itu para murid bertanya kepada Al Masih: Wahai guru! Siapa yang akan datang sesudahmu? Al Masih menjawab dengan senang dan gembira: Muhammad utusan Allah pasti akan datang sesudahku bagaikan awan putih akan menaungi orang-orang yang beriman seluruhnya.â€</p>
<p>Kemudian kubaca lagi ayat lainnya dari Injil BARNABAS yakni ucapannya pada (Ishaah: 72),</p>
<p>â€œWaktu itu seorang murid bertanya kepada Al Masih: Wahai guru! Saat Muhammad datang apa tanda-tandanya hingga kami mengenalnya? Al Masih menjawab: Muhammad tidak akan datang pada masa kita, tetapi akan datang setelah seratus tahun kemudian ketika Injil diubah (direkayasa) dan orang-orang yang beriman kala itu jumlah mereka tidak sampai tiga puluh orang, maka ketika itu Allah subhanahu wa taâ€™ala akan mengutus penutup para Nabi dan Rasul-rasul yaitu Muhammad Rasulullah shallallahu â€˜alaihi wa sallam.â€</p>
<p>Telah disebutkan berulang-ulang yang demikian itu dalam Injil BARNABAS, aku telah menghitungnya dan kudapatkan sebanyak empat puluh lima ayat menyebutkan tentang Muhammad. Aku sebutkan dua ayat di atas di antaranya sebagai satu bukti.</p>
<p>Setelah ini semua aku berazzam untuk keluar dari gereja dan tidak akan pernah pergi lagi padanya, saat ini tidak ada di hadapanku kecuali Islam. (Lihat kitab â€˜Uluwul Himmah, karya Muhammad Ahmad Ismail Al Muqoddim).</p>
<p>Para pembaca rahimakumullah demikianlah Islam yang dibawa oleh Nabi shallallahu â€˜alaihi wa sallam sebagai rahmat bagi semesta alam, menuntut kita selaku para pemeluknya untuk bersyukur. Allah berfirman,</p>
<p>â€œJika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu, dan Dia tidak meridhoi kekafiran bagi hamba-Nya, dan jika kamu bersyukur niscaya Dia meridhoi kesyukuranmu itu, dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan di (dada)mu.â€ (QS Az Zumar: 7).</p>
<p>Di sini ada beberapa hal yang perlu untuk kita perhatikan, wallahul haadi ila sabilir rosyad.</p>
<p>Pertama: manusia itu satu umat, memeluk agama yang satu. Allah berfirman,</p>
<p>â€œManusia dahulunya hanyalah satu umat kemudian mereka berselisih, kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan itu.â€ (QS Yunus: 19).</p>
<p>Kedua: Islam adalah agama tauhid. Allah berfirman,</p>
<p>â€œAllah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu) tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya agama (yang diridhoi) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian (yang ada) di antara mereka, barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisabnya. Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam) maka katakanlah: Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi, â€˜Apakah kamu (mau) masuk Islam?â€™ Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah) dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba- Nya.â€ (QS Ali Imron: 18-20).</p>
<p>Ketiga: Aqidah tauhid adalah fitroh manusia. Allah berfirman,</p>
<p>â€œDan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab: Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan). Atau agar kamu tidak mengatakan: Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu.â€ (QS Al Aâ€™raaf: 172-173).</p>
<p>Keempat: Petunjuk Allah mutlak harus diikuti. Allah berfirman,</p>
<p>â€œâ€¦ Katakanlah sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) ialah petunjuk Allah, dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Tuhanmu. Katakanlah sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunianya kepada siapa yang dikehendakinya. Dan Allah maha luas karunianya lagi maha mengetahui.â€ (QS Ali Imron: 73).</p>
<p>Kelima: Isa â€˜alaihis salam adalah Nabi dan Rasul Allah. Allah berfirman,</p>
<p>â€œWahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan kalimat-Nya) yang disampaikan- Nya kepada Maryam dan dengan (tiupan roh) dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul- Nya dan janganlah kamu mengatakan, â€˜(Tuhan itu) tigaâ€™. Berhentilah (dari ucapan itu). Itu lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak. Segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya, cukuplah Allah sebagai pemelihara.â€ (QS An Nisaa: 171).</p>
<p>Walhamdulillahi robbil alamin.</p>
<p>Sumber: Buletin Al Walaâ€™ wal Baraâ€™ Edisi ke-11 dan 12</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2008/11/01/rahmat-islam-untuk-rahmat-purnomo/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2008/11/01/rahmat-islam-untuk-rahmat-purnomo/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2008/11/01/rahmat-islam-untuk-rahmat-purnomo/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2008/11/01/rahmat-islam-untuk-rahmat-purnomo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Jenderal Adolf Roberto</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2008/10/15/kisah-jenderal-adolf-roberto/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2008/10/15/kisah-jenderal-adolf-roberto/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 01:31:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Critone Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[bocah]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[fanatik]]></category>
		<category><![CDATA[insya allah]]></category>
		<category><![CDATA[itu]]></category>
		<category><![CDATA[kalau tidak]]></category>
		<category><![CDATA[laki laki]]></category>
		<category><![CDATA[pegawai penjara]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda islam]]></category>
		<category><![CDATA[ummi]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2008/10/15/kisah-jenderal-adolf-roberto/</guid>
		<description><![CDATA[kisah-jenderal-adolf-roberto-al-ustadz-syaikh-ahmad-izzah-al-andalusy-al-andalusiy-syaikh-abdulloh-fattah-ismail-al-andalusi]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span />Suatu sore, ditahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ terasa hening mencengkam. Jendral Adolf Roberto, pemimpin penjara yang terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan. Setiap sipir penjara membungkukkan badannya rendah-rendah ketika &#8216;<em>algojo penjara</em>&#8216; itu berlalu di hadapan mereka. Karena kalau tidak, sepatu &#8216;<em>jenggel</em>&#8216; milik tuan Roberto yang fanatik Kristen itu akan mendarat di wajah mereka.</p>
<p>Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseorang mengumandangkan suara-suara yang amat ia benci.</p>
<p>&#8220;<em>Hai&#8230;hentikan suara jelekmu! Hentikan&#8230;!</em> &#8221; Teriak Roberto sekeras-kerasnya sembari membelalakan mata.Â <span id="more-546"></span></p>
<p>Namun apa yang terjadi? â€¨Laki-laki di kamar tahanan tadi tetap saja bersenandung dengan <em>khusyu&#8217;</em>nya. Roberto bertambah berang. Algojo penjara itu menghampiri kamar tahanan yang luasnya tak lebih sekadar cukup untuk satu orang.<br />
Dengan congak ia menyemburkan ludahnya ke wajah renta sang tahanan yang keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyulut wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dengan rokoknya yang menyala.</p>
<p>Sungguh ajaib&#8230; Tak terdengar secuil pun keluh kesakitan. Bibir yang pucat kering milik sang tahanan amat gengsi untuk meneriakkan kata <em>Rabbi, wa ana&#8217;abduka</em>.. . Tahanan lain yang menyaksikan kebiadaban itu serentak ber<em>takbir </em>sambil berkata, &#8220;<em>Bersabarlah wahai ustadz&#8230;Insya Allah tempatmu di Syurga.</em>&#8221;<br />
Melihat kegigihan orang tua yang dipanggil <em>ustadz </em>oleh sesama tahanan, &#8216;<em>algojo penjara</em>&#8216; itu bertambah memuncak amarahnya. Ia perintahkan pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu keras-keras hingga terjerembab di lantai.</p>
<p>&#8220;<em>Hai orang tua busuk! Bukankah engkau tahu,aku tidak suka bahasa jelekmu itu?! Aku tidak suka apa-apa yang berhubung dengan agamamu!<br />
Ketahuilah orang tua dungu, bumi Spanyol ini kini telah berada dalam kekuasaan bapak kami, Tuhan Yesus.<br />
Anda telah membuat aku benci dan geram dengan &#8216;suara-suara&#8217; yang seharusnya tak pernah terdengar lagi di sini.<br />
Sebagai balasannya engkau akan kubunuh. Kecuali, kalau engkau mau minta maaf dan masuk agama kami.</em> &#8221;</p>
<p>Mendengar &#8220;<em>khutbah</em>&#8221; itu orang tua itu mendongakkan kepala, menatap Roberto dengan tatapan tajam dan dingin.<br />
Ia lalu berucap, &#8220;<em>Sungguh&#8230;aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai kekasihku yang amat kucintai, Allah.<br />
Bila kini aku berada di puncak kebahagiaan karena akan segera menemuiNya, patutkah aku berlutut kepadamu, hai manusia busuk?<br />
Jika aku turuti kemauanmu, tentu aku termasuk manusia yang amat bodoh.</em>&#8221;</p>
<p>Baru saja kata-kata itu terhenti, sepatu lars Roberto sudah mendarat diwajahnya.<br />
Laki-laki itu terhuyung. Kemudian jatuh terkapar di lantai penjara dengan wajah bersimbah darah. Ketika itulah dari saku baju penjaranya yang telah lusuh,<br />
meluncur sebuah &#8216;<em>buku kecil</em>&#8216;. Adolf Roberto bermaksud memungutnya.â€¨â€¨ Namun tangan sang <em>Ustadz </em>telah terlebih dahulu mengambil dan menggenggamnya erat-erat.<br />
&#8220;<em>Berikan buku itu, hai laki-laki dungu!</em>&#8221; bentak Roberto.â€¨&#8221;<em>Haram bagi tanganmu yang kafir dan berlumuran dosa untuk menyentuh barang suci ini!</em>&#8220;ucap sang ustadz<br />
dengan tatapan menghina pada Roberto. Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto mengambil jalan paksa untuk mendapatkan buku itu.</p>
<p>Sepatu lars berbobot dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak jari-jari tangan sang <em>ustadz </em>yang telah lemah. Suara gemeretak tulang yang patah terdengar menggetarkan hati. Namun tidak demikian bagi Roberto. Laki-laki bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang yang terputus. Bahkan &#8216;<em>algojo penjara</em>&#8216; itu merasa lebih puas lagi ketika melihat tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yang telah hancur.</p>
<p>Setelah tangan renta itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yang membuatnya penasaran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yang telah lusuh.<br />
Mendadak algojo itu termenung. &#8220;<em>Ah&#8230;sepertinya aku pernah mengenal buku ini. Tapi kapan? Ya, aku pernah mengenal buku ini.</em>&#8221; suara hati Roberto bertanya-tanya.</p>
<p>Perlahan Roberto membuka lembaran pertama itu&#8230;â€¨Pemuda berumur tiga puluh tahun itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan-tulisan &#8220;<em>aneh</em>&#8221; dalam buku itu.</p>
<p>Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu. Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Spanyol.</p>
<p>Akhirnya Roberto duduk disamping sang ustadz yang telah melepas nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda tanya yang dalam.<br />
Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat peristiwa yang dialaminya sewaktu masih kanak-kanak.</p>
<p>Perlahan, sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto. Pemuda itu teringat ketika suatu sore di masa kanak-kanaknya terjadi kericuhan besar di negeri tempat kelahirannya ini.â€¨â€¨Sore itu ia melihat peristiwa yang mengerikan di lapangan <em>Inkuisisi </em>(lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia). Di tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa. Beribu-ribu jiwa tak berdosa berjatuhan di bumi Andalusia.</p>
<p>Di hujung kiri lapangan, beberapa puluh wanita berhijab (jilbab) digantung pada tiang-tiang besi yang terpancang tinggi.â€¨ Tubuh mereka bergelantungan tertiup angin sore yang kencang, membuat pakaian muslimah yang dikenakan berkibar-kibar di udara.</p>
<p>Sementara, di tengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup-hidup pada tiang-tiang salib, hanya karena tidak mau memasuki agama yang dibawa oleh para rahib.</p>
<p>Seorang bocah laki-laki mungil tampan, berumur tujuh tahunan, malam itu masih berdiri tegak di lapangan <em>Inkuisisi </em>yang telah senyap. Korban-korban kebiadaban itu telah syahid semua. Bocah mungil itu mencucurkan air matanya menatap sang ibu yang terkulai lemah di tiang gantungan.â€¨â€¨Perlahan-lahan bocah itu mendekati tubuh sang ummi yang sudah tak bernyawa, sembari menggayuti <em>abaya</em>nya.</p>
<p>Sang bocah berkata dengan suara parau, &#8220;<em>Ummi, ummi, mari kita pulang.â€¨Hari telah malam. Bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa&#8230;.? Ummi, cepat pulang ke rumah ummi&#8230;</em>&#8221;</p>
<p>Bocah kecil itu akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua menjawab ucapannya.<br />
Ia semakin bingung dan takut, tak tahu harus berbuat apa. Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah. Akhirnya bocah itu berteriak memanggil bapaknya &#8220;<em>Abi&#8230;Abi.. .Abi&#8230;</em>&#8220;. Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapak ketika teringat kemarin sore bapaknya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam.</p>
<p>&#8220;<em>Hai&#8230;siapa kamu?!</em>&#8221; teriak segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati sang bocah.</p>
<p>&#8220;<em>Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi&#8230;</em>&#8221; jawab sang bocah memohon belas kasih.</p>
<p>&#8220;<em>Hah&#8230;siapa namamu bocah, coba ulangi!</em>&#8221; bentak salah seorang dari mereka.</p>
<p>&#8220;<em>Saya Ahmad Izzah&#8230;</em>&#8221; sang bocah kembali menjawab dengan agak grogi.</p>
<p>Tiba-tiba &#8220;plak! sebuah tamparan mendarat di pipi sang bocah. &#8220;<em>Hai bocah&#8230;! Wajahmu bagus tapi namamu jelek. Aku benci namamu.<br />
Sekarang kuganti namamu dengan nama yang bagus. Namamu sekarang &#8216;Adolf Roberto&#8217; ..Awas! Jangan kau sebut lagi namamu yang jelek itu.<br />
Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!</em>&#8221; ancam laki-laki itu. Sang bocah meringis ketakutan, sembari tetap meneteskan air mata.Anak laki-laki mungil itu hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya keluar lapangan <em>Inkuisisi</em>. Akhirnya bocah tampan itu hidup bersama mereka.</p>
<p>Roberto sadar dari renungannya yang panjang. Pemuda itu melompat ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yang melekat pada tubuh sang <em>ustadz</em>.<br />
Ia mencari-cari sesuatu di pusar laki-laki itu. Ketika ia menemukan sebuah &#8216;<em>tanda hitam</em>&#8216; ia berteriak histeris,â€¨&#8221;<em>Abi&#8230;Abi.. .Abi&#8230;</em>&#8220;â€¨. Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti <em>Ahmad Izzah</em> dulu.</p>
<p>Fikirannya terus bergelut dengan masa lalunya. Ia masih ingat betul, bahwa buku kecil yang ada di dalam genggamannya adalah Kitab Suci milik bapanya, yang dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya.â€¨ Ia jua ingat betul ayahnya mempunyai &#8216;<em>tanda hitam</em>&#8216; pada bagian pusar. Pemuda beringas itu terus meraung dan memeluk erat tubuh renta nan lemah. Tampak sekali ada penyesalan yang amat dalam atas ulahnya selama ini.â€¨ Lidahnya yang sudah berpuluh-puluh tahun alpa akan Islam, saat itu dengan spontan menyebut, &#8220;<em>Abi&#8230; aku masih ingat alif, ba, ta, tsa&#8230;</em>&#8221;</p>
<p>Hanya sebatas kata itu yang masih terekam dalam benaknya.â€¨ Sang <em>ustadz </em>segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yang membasahi wajahnya.<br />
Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat seseorang yang tadi menyiksanya habis-habisan kini tengah memeluknya.</p>
<p>&#8220;<em>Tunjuki aku pada jalan yang telah engkau tempuh Abi, tunjukkan aku pada jalan itu&#8230;&#8221; </em>Terdengar suara Roberto memelas.</p>
<p><em> </em>Sang <em>ustadz </em>tengah mengatur nafas untuk berkata-kata, ia lalu memejamkan matanya.â€¨ Air matanya pun turut berlinang. Betapa tidak, jika sekian puluh tahun kemudian, ternyata ia masih sempat berjumpa dengan buah hatinya, ditempat ini.</p>
<p>Sungguh tak masuk akal. Ini semata-mata bukti kebesaran <em>Alloh</em>.â€¨ Sang <em>Abi </em>dengan susah payah masih bisa berucap. &#8220;<em>Anakku, pergilah engkau ke Mesir.<br />
Di sana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal dengan Syaikh Abdulloh Fattah Ismail Al-Andalusy.<br />
Belajarlah engkau di negeri itu,</em>&#8220;â€¨ Setelah selesai berpesan sang ustadz menghembuskan nafas terakhir dengan berbekal kalimah indah &#8220;<em>Asyahadu alla Illaaha ilAlloh, wa asyahadu anna Muhammad ar-Rasullulloh. ..</em>&#8220;.</p>
<p>Beliau pergi dengan menemui <em>Rabbi</em>-nya dengan tersenyum, setelah sekian lama berjuang dibumi yang fana ini.</p>
<p>Kini <em>Ahmad Izzah</em> telah menjadi seorang <em>&#8216;alim</em> di Mesir. Seluruh hidupnya dibaktikan untuk agamanya, <em>Islam</em>, sebagai ganti kekafiran yang di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda <em>Islam </em>dari berbagai penjuru berguru dengannya&#8230;</p>
<p align="center"><strong><em>Al-Ustadz Ahmad Izzah Al-Andalusy</em>.</strong></p>
<p>Benarlah firman Allah&#8230;â€¨&#8221;<em>Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.</em>&#8221; (QS 30:30)</p>
<p>Sumber: Majalah Sabili tahun 1988</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2008/10/15/kisah-jenderal-adolf-roberto/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2008/10/15/kisah-jenderal-adolf-roberto/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2008/10/15/kisah-jenderal-adolf-roberto/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2008/10/15/kisah-jenderal-adolf-roberto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Masuk Islam-nya Seorang Dokter Amerika Karena Satu Ayat Al-Quran..</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2008/09/16/kisah-masuk-islam-nya-seorang-dokter-amerika-karena-satu-ayat-al-quran/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2008/09/16/kisah-masuk-islam-nya-seorang-dokter-amerika-karena-satu-ayat-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 03:43:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Critone Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA["kisah orang yang masuk islam"]]></category>
		<category><![CDATA[al - kisah tentang islam]]></category>
		<category><![CDATA[alqur'an:hidayah memeluk islam]]></category>
		<category><![CDATA[amerika bakar al-qur'an pada natal]]></category>
		<category><![CDATA[awal masuk islam ke amerika]]></category>
		<category><![CDATA[ayat al qur'an tentang hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[ayat alqur an tentang hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[ayat alqur'an tentang hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[ayat alqur'an tentang memberi pada pengemis]]></category>
		<category><![CDATA[ayat ayat yang membuat orang masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[biksu masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[biksu yang masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[buku cerita orang islam]]></category>
		<category><![CDATA[ceria sejarah islam]]></category>
		<category><![CDATA[ceria seputar islam]]></category>
		<category><![CDATA[cerita al-qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[cerita bule masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[cerita islam 4pengembala]]></category>
		<category><![CDATA[cerita islam belanda]]></category>
		<category><![CDATA[cerita islam masuk di maladewa]]></category>
		<category><![CDATA[cerita islam tentan dabbah]]></category>
		<category><![CDATA[cerita islam tentang al qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[cerita islam']]></category>
		<category><![CDATA[cerita islami dr al-qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[cerita islami tentang seorang madura]]></category>
		<category><![CDATA[cerita islamic populer]]></category>
		<category><![CDATA[cerita isslam]]></category>
		<category><![CDATA[cerita kesaksian islam]]></category>
		<category><![CDATA[cerita kisah dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[cerita naspsunya dokterku]]></category>
		<category><![CDATA[cerita orang eropa amerika masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[cerita owg masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seseorang yang masuk islam karena al qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[cerita tengtang islam]]></category>
		<category><![CDATA[cerita tentang alqur'an]]></category>
		<category><![CDATA[cerita tentang hewan ,kisah islami]]></category>
		<category><![CDATA[cerita tentang ibu islam]]></category>
		<category><![CDATA[cerita tentang islam equqe]]></category>
		<category><![CDATA[cerita yang menyentuh orang masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[cerita" tentang islam]]></category>
		<category><![CDATA[cerite tentang islam]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen islami tentang seorang dokter]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen tentang seorang tokoh islam]]></category>
		<category><![CDATA[contoh orang masuk islam karena al qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[crita masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[derita umat islam]]></category>
		<category><![CDATA[dokter amerika jadi islam]]></category>
		<category><![CDATA[dokter amerika neorologi masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[hidayah orang masuk islam karena mendengar ayat suci al-qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[hidayah orang yang masuk islam karena al-qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[kisa memeluk islam]]></category>
		<category><![CDATA[kisah biarawati islam]]></category>
		<category><![CDATA[kisah dokter masuk islam']]></category>
		<category><![CDATA[kisah heroic islam]]></category>
		<category><![CDATA[kisah islam]]></category>
		<category><![CDATA[kisah islam yang menajupkan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah islami tentang prasangka]]></category>
		<category><![CDATA[kisah islami tentang tetangga]]></category>
		<category><![CDATA[kisah islasm]]></category>
		<category><![CDATA[kisah masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[kisah misionaris masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[kisah muallaf amerika masuk islam karena alqur'an]]></category>
		<category><![CDATA[kisah muslim dan muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah muslimah amerika.com]]></category>
		<category><![CDATA[kisah orang india yg masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[kisah orang yang masuk islam karna al-qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[kisah orang yangmasuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[kisah orang-orang yang baru masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[kisah orang2 di luar islam yang masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[kisah peneta masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[kisah seorang astronot masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[kisah snoop dogg memeluk islam]]></category>
		<category><![CDATA[kisah suatu islam]]></category>
		<category><![CDATA[kisah tentang islam]]></category>
		<category><![CDATA[lisah-kisah islami]]></category>
		<category><![CDATA[logika masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[masuk islam karena al qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[masuk islam karena celana dalam]]></category>
		<category><![CDATA[masuk islam karena dapat hidayah dari al-qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[masuk islam karena pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[masuk islam karena qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[masuk islam-nya seorang dokter amerika karna satu ayat al-qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[nabi cabul]]></category>
		<category><![CDATA[neils amstrong masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[oraang yang masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[orang masuk islam karena al qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[orang yang masuk islam karena al-qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman seseorang yang masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah orang yang masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah perjalanan islam]]></category>
		<category><![CDATA[seputar cerita islami]]></category>
		<category><![CDATA[surah yang menjelaskan orang masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[www.kisah masuk islam.com]]></category>
		<category><![CDATA[www.kisah orang2 masuk islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2008/09/16/kisah-masuk-islam-nya-seorang-dokter-amerika-karena-satu-ayat-al-quran/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun yang lalu, seorang teman bercerita kepadaku tentang kisah masuknya seorang dokter Amerika ke dalam Islam. Dari apa yang kuingat dari kisah yang indah ini adalah : Kisah ini terjadi pada salah satu rumah sakit di Amerika Serikat. Di rumah sakit tersebut, seorang dokter muslim bekerja dengan keilmuan yang sangat baik, sehingga memberi pengaruh besar untuk mengenal beberapa dokter Amerika. Dan dia, dengan kemampuan tersebut mengundang decak kagum mereka. Diantara para dokter Amerika ini, dia mempunyai satu teman akrab yaitu orang yang memiliki kisah ini. Mereka berdua selalu bertemu dan keduanya bekerja pada bagian persalinan. Pada suatu malam, di rumah sakit tersebut terjadi dua peristiwa persalinan secara bersamaan. Setelah kedua wanita itu melahirkan, dua bayi tersebut tercampur dan tidak ada yang mengetahui masing-masing pemilik kedua bayi yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu. Kerancuan ini terjadi disebabkan kecerobohan perawat yang seharusnya dia menulis nama ibu pada gelang yang diletakkan di tangan kedua bayi tersebut. Dan ketika kedua dokter tersebut tahu bahwa mereka berada dalam kebingungan; Siapakah ibu bayi laki-laki dan siapakah ibu bayi perempuan, maka dokter Amerika berkata kepada dokter Muslim, â€Engkau mengatakan bahwasanya Al-Qurâ€™an telah menjelaskan segala sesuatu dan engkau mengatakan bahwasanya Al-Qurâ€™an itu mencakup semua permasalahan-permasalahan apapun. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img width="91" height="158" align="left" alt="doctor.jpg" id="image531" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2008/09/doctor.jpg" />Beberapa tahun yang lalu, seorang teman bercerita kepadaku tentang kisah masuknya seorang dokter Amerika ke dalam Islam. Dari apa yang kuingat dari kisah yang indah ini adalah : Kisah ini terjadi pada salah satu rumah sakit di Amerika Serikat.</p>
<p>Di rumah sakit tersebut, seorang dokter muslim bekerja dengan keilmuan yang sangat baik, sehingga memberi pengaruh besar untuk mengenal beberapa dokter Amerika. Dan dia, dengan kemampuan tersebut mengundang decak kagum mereka. Diantara para dokter Amerika ini, dia mempunyai satu teman akrab yaitu orang yang memiliki kisah ini. Mereka berdua selalu bertemu dan keduanya bekerja pada bagian persalinan.<span id="more-530"></span></p>
<p>Pada suatu malam, di rumah sakit tersebut terjadi dua peristiwa persalinan secara bersamaan. Setelah kedua wanita itu melahirkan, dua bayi tersebut tercampur dan tidak ada yang mengetahui masing-masing pemilik kedua bayi yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu. Kerancuan ini terjadi disebabkan kecerobohan perawat yang seharusnya dia menulis nama ibu pada gelang yang diletakkan di tangan kedua bayi tersebut. Dan ketika kedua dokter tersebut tahu bahwa mereka berada dalam kebingungan; Siapakah ibu bayi laki-laki dan siapakah ibu bayi perempuan, maka dokter Amerika berkata kepada dokter Muslim,</p>
<p>â€<em>Engkau mengatakan bahwasanya Al-Qurâ€™an telah menjelaskan segala sesuatu dan engkau mengatakan bahwasanya Al-Qurâ€™an itu mencakup semua permasalahan-permasalahan apapun. Maka tunjukkanlah kepadaku cara mengetahui siapa ibu dari masing-masing bayi ini..!!</em>â€</p>
<p>Dokter Muslim itupun menjawab,</p>
<p>â€<em>Ya, Al-Qurâ€™an telah menerangkan segala sesuatu dan akan aku buktikan kepadamu tentang hal itu. Biarkan kami mendiagnosa ASI kedua ibu dan kami akan menemukan jalan keluar.</em>â€</p>
<p>Setelah nampak hasil diagnosa, dengan sangat percaya diri dokter muslim itu memberitahu temannya si dokter Amerika, siapakah ibu sebenarnya dari masing-masing bayi tersebutâ€¦!!!! Dokter Amerika itupun terheran-heran dan bertanya, â€Bagaimana kamu tahu?â€</p>
<p>Dokter Muslim menjawab</p>
<p>â€<em>Sesungguhnya hasil yang nampak menunjukkan bahwasanya kadar banyaknya ASI pada payudara ibu si bayi laki-laki dua kali lipat kandungannya dibanding ibu si bayi perempuan. Perbandingan kadar garam dan vitamin pada ASI si ibu bayi laki-laki itu juga dua kali lipat dibanding ibu si bayi perempuan.</em>â€</p>
<p>Kemudian dokter muslim tersebut membacakan ayat Al-Qurâ€™an yang dia jadikan dasar argumen dari jalan keluar itu,</p>
<p>â€<strong>Bagi laki-laki seperti bagian dua perempuan.</strong>â€ (QS. An-Nisa:11)</p>
<p>Dan setelah mendengarkan dokter Amerika itu arti ayat tersebut, dia jadi bengong, dan dia menyatakan keislamannya secara spontan tanpa ragu-ragu. <em>Subhanallah</em>, Maha Suci Allah Robb semesta alam.</p>
<p>Diambil dari : Kolom Kisah Teladan, Majalah Qiblati |Vol.01/No.4/ Desember 2005 | Dzulqaâ€™idah 1426 H.</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2008/09/16/kisah-masuk-islam-nya-seorang-dokter-amerika-karena-satu-ayat-al-quran/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2008/09/16/kisah-masuk-islam-nya-seorang-dokter-amerika-karena-satu-ayat-al-quran/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2008/09/16/kisah-masuk-islam-nya-seorang-dokter-amerika-karena-satu-ayat-al-quran/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2008/09/16/kisah-masuk-islam-nya-seorang-dokter-amerika-karena-satu-ayat-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>75</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

