<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[m²]  Sepi Ing Pamrih - Rame Ing gawe ! &#187; Keajaiban Alam</title>
	<atom:link href="http://mbah-marijan.org/category/keajaiban-alam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mbah-marijan.org</link>
	<description>Kliping Blog Simbah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Jan 2012 11:44:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=443</generator>
		<item>
		<title>Gerhana Matahari Total  22 Juli 2009</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/07/22/gerhana-matahari-total-22-juli-2009/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/07/22/gerhana-matahari-total-22-juli-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 20:40:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban Alam]]></category>
		<category><![CDATA[332003#332003]]></category>
		<category><![CDATA[allah's name al-maliku]]></category>
		<category><![CDATA[download gambar gerak gerhana bulan dan matahari]]></category>
		<category><![CDATA[gerhana]]></category>
		<category><![CDATA[gerhana matahari total]]></category>
		<category><![CDATA[gerhana matahari total 2009]]></category>
		<category><![CDATA[gerhana rembulan]]></category>
		<category><![CDATA[moon eclipse]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah gerhana matahari]]></category>
		<category><![CDATA[solar eclipse]]></category>
		<category><![CDATA[tanda kekuasaan allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=637</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu fenomena alam yang sangat menarik untuk diamati adalah peristiwa gerhana bulan (moon eclipse) dan gerhana matahari (solar eclipse). Terjadinya gerhana adalah sebagai bukti tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang meletakkan matahari dan bulan pada garis edarnya dan bergerak dengan perhitungan yang dapat dipelajari oleh manusia. Allah SWT berfirman, &#8220;Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.&#8221; (Ibrahim:33). Salah satu fenomena alam yang sangat menarik untuk diamati adalah peristiwa gerhana bulan (moon eclipse) dan gerhana matahari (solar eclipse). Terjadinya gerhana adalah sebagai bukti tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang meletakkan matahari dan bulan pada garis edarnya dan bergerak dengan perhitungan yang dapat dipelajari oleh manusia. Allah SWT berfirman, &#8220;Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.&#8221; (Ibrahim:33). Gb : wikipedia Allah SWT juga berfirman,Â &#8220;Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.&#8221;(Yasin:40) Pada hari Rabu, 22 Juli 2009, Insya Allah akan terjadi gerhana matahari total (total solar eclipse). Gerhana matahari terjadi ketika matahari-bulan-bumi terletak pada satu garis lurus. Karena itu, gerhana matahari selalu terjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;"><span class="intro2"><img class="size-full wp-image-638  alignleft" title="solar_eclipse_animate_2006-mar-29" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2009/07/solar_eclipse_animate_2006-mar-29.gif" alt="solar_eclipse_animate_2006-mar-29" width="250" height="270" />Salah satu fenomena alam yang sangat menarik untuk diamati adalah peristiwa gerhana bulan (moon eclipse) dan gerhana matahari (solar eclipse). Terjadinya gerhana adalah sebagai bukti tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang meletakkan matahari dan bulan pada garis edarnya dan bergerak dengan perhitungan yang dapat dipelajari oleh manusia. Allah SWT berfirman, &#8220;Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.&#8221; (Ibrahim:33).</span></p>
<p><span class="intro2"><br />
</span></p>
<div class="garis-bawah">
<p>Salah satu fenomena alam yang sangat menarik untuk diamati adalah peristiwa gerhana bulan (moon eclipse) dan gerhana matahari (solar eclipse). Terjadinya gerhana adalah sebagai bukti tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang meletakkan matahari dan bulan pada garis edarnya dan bergerak dengan perhitungan yang dapat dipelajari oleh manusia. Allah SWT berfirman,<em> &#8220;Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.&#8221;</em> (Ibrahim:33). Gb : wikipedia</p>
<p><span id="more-637"></span></p>
<p>Allah SWT juga berfirman,Â <em>&#8220;Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.&#8221;</em>(Yasin:40)</p>
<p>Pada hari Rabu, 22 Juli 2009, Insya Allah akan terjadi gerhana matahari total (total solar eclipse). Gerhana matahari terjadi ketika matahari-bulan-bumi terletak pada satu garis lurus. Karena itu, gerhana matahari selalu terjadi saat bulan baru (new moon), meskipun tidak setiap bulan baru akan terjadi gerhana matahari. Gerhana matahari bersifat total jika ada permukaan bumi yang terkena bayangan umbra bulan.</p>
<p>Pada tulisan ini, penulis tidak akan banyak menjelaskan secara detail tentang gerhana matahari total tersebut. Pembaca dapat membaca banyak referensi di buku sains, artikel maupun internet. Dalam tulisan ini, penulis hanya ingin menjelaskan, bagaimana cara menentukan daerah manakah yang merasakan gerhana total, berapakah koordinat (bujur, lintang geografis) yang bisa menyaksikan gerhana total tersebut, kapankah gerhana total terjadi di tempat itu, berapakah lebar daerah di tempat tersebut yang merasakan gerhana total, berapakah ketinggian (altitude) dan azimuth matahari saat itu dan lain-lain. Untuk dapat menentukan semua pertanyaan di atas, ada satu kata kunci yaitu angka-angka atau elemen Bessel (Besselian elements). Dengan mengetahui angka-angka Bessel pada suatu gerhana matahari, maka kita akan dapat mengetahui detail keadaan gerhana di bumi dari awal hingga akhir.</p>
<p>Sebenarnya, pembaca dapat merujuk pada prediksi dan perhitungan gerhana matahari 22 Juli 2009 yang dirilis oleh NASA dengan alamat</p>
<p><a href="http://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEmono/TSE2009/TSE2009.html">http://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEmono/TSE2009/TSE2009.html</a></p>
<p>NASA juga mengeluarkan semacam technical publication (TP) untuk gerhana matahari ini yang dapat diunduh di</p>
<p><a href="http://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEpubs/20090722/TP214169a.pdf">http://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEpubs/20090722/TP214169a.pdf</a></p>
<p>Berikut ini ringkasan prediksi/perhitungan gerhana yang dikeluarkan oleh Fred Espenak, astronom NASA yang dijuluki Mr. Eclipse. Lintasan bayangan umbra bulan berawal di India dan bergerak melewati Nepal, Bangladesh, Bhutan, Myanmar dan China. Setelah meninggalkan daratan Asia, lintasan tersebut melewati kepulauan Okinawa (Jepang selatan). Lintasannya lalu membelok ke arah tenggara menuju samudera Pasifik.</p>
<p>Sementara itu lintasan bayangan penumbra bulan dapat diamati di sebagian besar Asia (Tengah, Selatan, Timur, Tenggara) dan Samudera Pasifik. Khusus untuk Indonesia, daerah yang dapat mengamati gerhana parsial adalah sebagian Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi terutama daerah Utara, serta seluruh Papua.</p>
<p>Lebih detail, lintasan gerhana matahari total pada tanggal 22 Juli 2009 terdapat pada Gambar 1.</p>
<p><img class="captify" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/ilmu-hisab/lintasangerhana.jpg" alt="" width="372" /></p>
<p>Gambar 1. Lintasan Gerhana Matahari 22 Juli 2009. Dikutip dari NASA.</p>
<p>Hasil perhitungan menurut NASA (Fred Espenak) adalah sebagai berikut (lihat tabel 4 pada technical publication NASA halaman 27). Agar tidak terlampau banyak hasil yang ditampilkan, disini hanya disajikan hasil dalam rentang 30 menit.</p>
<ul>
<li>Permulaan gerhana pukul 0:52:54 UT, lintang 20:21:42 N, bujur 70:31:6 E, altitude matahari 0 derajat, azimuth matahari 68,3 derajat, lebar lintasan 205,5 km, durasi gerhana total 3 menit 9 detik.</li>
<li>Pukul 1 UT, 27:5:54 N, 91:2:6 E, 21,5 derajat, 77,5 derajat, 225 km, 4 menit 6 detik.</li>
<li>Pukul 1:30 UT, 30:49 N, 116:16:6 E, 50,2 derajat, 94,9 derajat, 245 km, 5 menit 36 detik.</li>
<li>Pukul 2 UT, 29:9:42 N, 131:5:54 E, 69,4 derajat, 110,9 derajat, 255 km, 6 menit 24 detik.</li>
<li>Pukul 2:30 UT, 25:7:24 N, 142:20:24 E, 84,9 derajat, 161 derajat, 258 km, 6 menit 39 detik.</li>
<li>Pukul 3 UT, 19:20:24 N, 151:58:54 E, 75,5 derajat, 276,3 derajat, 258 km, 6 menit 24 detik.</li>
<li>Pukul 3:30 UT, 11:46:24 N, 161:46:12 E, 57,5 derajat, 289,4 derajat, 255 km, 5 menit 44 detik.</li>
<li>Pukul 4 UT, 1:15:24 N, 175:23:6 E, 34,2 derajat, 293,8 derajat, 241 km, 4 menit 37 detik.</li>
<li>Akhir gerhana total pukul 4:17:48 UT, 12:54:42 S, 157:41:18 W, 0 derajat, 290,8 derajat, 205 km, 3 menit 9 detik.</li>
</ul>
<p>Setelah dijelaskan hasil perhitungan NASA di atas, selanjutnya penulis ingin menyampaikan bagaimana cara menghitung seperti halnya perhitungan NASA di atas. Cara menghitung dimanakah koordinat di bumi yang terkena gerhana matahari total memang lumayan panjang, tetapi tidak sulit karena hanya perhitungan matematik biasa.</p>
<p>Terlebih dahulu harus diketahui angka-angka Bessel (Besselian elements) untuk gerhana tersebut. Angka-angka Bessel tersebut berasal dari perpaduan algoritma VSOP87 (matahari) dan ELP2000-82 (bulan). Angka-angka tersebut dapat dilihat di buku Elements of Solar Eclipses 1951-2200 karya Jean Meeus, maupun Report yang dikeluarkan oleh NASA untuk gerhana matahari 22 Juli 2009. Angka-angka Bessel untuk setiap gerhana matahari berbeda-beda. Angka Bessel ini digunakan untuk menentukan tempat (bujur, lintang) di bumi yang terkena garis umbra, lebar garis umbra, lama maksimum gerhana di tersebut, ketinggian (alitude) matahari dan azimuth yang diamati dari tempat tersebut dan lain-lain.</p>
<p>Disini penulis mengambil angka Bessel yang berasal dari buku karya Jean Meeus tersebut. Angka-angka Bessel tersebut untuk gerhana matahari 22 Juli 2009 adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Waktu referensi (T0) = pukul 3 TD.</li>
<li>X0 = 0,239953. X1 = 0,5563954. X2 = -0,0000576. X3 = -0,00000943.</li>
<li>Y0 = -0,003456. Y1 = -0,1774579. Y2 = -0,0001344. Y3 = 0,00000318.</li>
<li>d0 = 20,26424. d1 = -0,007874. d2 = -0,000005.</li>
<li>M0 = 223,38822. M1 = 15,001002.</li>
<li>L10 = 0,53042. L11 = 0,0000063. L12 = -0,0000128.</li>
<li>L20 = -0,015626. L21 = 0,0000063. L22 = -0,0000127.</li>
<li>tan f1 = 0,0046014. tan f2 = 0,0045784.</li>
</ul>
<p>Perlu diingat, angka Bessel di atas hanya untuk gerhana matahari 22 Juli 2009. Untuk gerhana matahari pada waktu yang lain, angka Besselnya tentu saja berbeda. Selanjutnya, metode untuk menentukan daerah yang mengalami gerhana matahari total pada tanggal 22 Juli 2009 adalah sebagai berikut.</p>
<p>Misalnya kita ingin mengetahui dimanakah tempat yang mengalami gerhana total pada pukul 2:35:19 UT. Kita ubah waktu UT (Universal Time atau GMT) tersebut menjadi TD (Dynamical Time), yaitu TD = UT + Delta_T. Untuk tahun 2009, Delta_T = 66 detik, sehingga 2:35:19 UT + 66 detik sama dengan pukul 2:36:25 TD = pukul 2,60694444 TD. Karena waktu referensi untuk gerhana ini adalah T0 = 3 TD, maka t = TD &#8211; T0 = 2,60694444 &#8211; 3 = -0,39305556. Akhirnya dapat dihitung rumus-rumus sekaligus beserta hasilnya sebagai berikut.</p>
<ul>
<li> X = X0 + X1*t + X2*t*t + X3*t*t*t = 0,021250371.</li>
<li>Y = Y0 + Y1*t + Y2*t*t + Y3*t*t*t = 0,066273857.</li>
<li>d = d0 + d1*t + d2*t*t = 20,26733415 derajat.</li>
<li>M = M0 + M1*t = 217,4919928 derajat.</li>
<li>L2 = L20 + L21*t + L22*t*t = -0,015630438.</li>
<li>X&#8217; = X1 + 2X2*t + 3*X3*t*t = 0,556436309.</li>
<li>Y&#8217; = Y1 + 2Y2*t + 3*Y3*t*t = -0,177350773.</li>
<li>w = 1/SQRT(1 &#8211; 0,006694385*COS(d)*COS(d)) = 1,00295863.</li>
<li>p = M1/57,2957795 = 0,261816876.</li>
<li>b = Y&#8217; &#8211; p*X*SIN(d) = -0,179278045.</li>
<li>c = X&#8217; + p*Y*SIN(d) = 0,562446924.</li>
<li>y1 = w*Y = 0,066469936.</li>
<li>b1 = w*SIN(d) = 0,347425752.</li>
<li>b2 = 0,99664719*w*SIN(d) = 0,937707499.</li>
<li>B = SQRT(1 &#8211; X*X &#8211; y1*y1) = 0,997562113.</li>
</ul>
<p>Untuk menentukan koordinat yang terkena bayang-bayang umbra bulan, maka nilai B harus positif. Jika B negatif, maka tidak ada koordinat yang terkena garis umbra/garis sentral pada waktu tersebut.</p>
<ul>
<li>H = ATAN(X/(B*b2 &#8211; y1*b1)) = 1,334318687 derajat.</li>
<li>fai1 = ASIN(B*b1 + y1*b2) = 24,13626333 derajat.</li>
<li>TAN(Lintang) = 1,00336409*TAN(fai1) = 0,449588777.</li>
<li>Lintang = 24,20814868 = 24:12:29 derajat.</li>
<li>Bujur = H + 0,00417807*Delta_T &#8211; M = -215,8819215 derajat = 144,1180785 derajat = 144:7:5 derajat.</li>
</ul>
<p>Dalam rumus di atas, Delta_T dinyatakan dalam detik. Bujur harus dalam rentang -180 derajat hingga 180 derajat. Jika bujur lebih kecil dari -180 derajat, tambahkan dengan 360 derajat. Jika lebih besar dari 180 derajat, kurangkan dengan 360 derajat. Bujur negatif menunjukkan sebelah barat Greenwich. Bujur positif berarti sebelah timur Greenwich.</p>
<ul>
<li>L2&#8242; = L2 &#8211; B*tan f2 = -0,020197677.</li>
<li>a = c &#8211; p*B*COS(d) = 0,317438788.</li>
<li>n = SQRT(a*a + b*b) = 0,364565497.</li>
<li>Durasi = 7200*ABS(L2&#8242;)/n = 398,89 detik = 6 menit 39 detik.</li>
</ul>
<p>Jenis gerhana matahari ini dapat dilihat dari nilai L2&#8242;. Jika L2&#8242; negatif maka gerhana total. Jika L2&#8242; positif maka gerhana cincin. Karena L2&#8242; negatif, maka gerhana matahari ini adalah gerhana total. Untuk mengetahui posisi matahari (altitude) saat itu, maka digunakan rumus</p>
<ul>
<li>SIN(Altitude) = SIN(d)*SIN(Lintang) + COS(d)*COS(Lintang)*COS(H) = 0,997403573.</li>
<li>Altitude = 85,87028886 derajat = 85:52:13 derajat.</li>
</ul>
<p>Dengan menggunakan rumus transformasi koordinat dari ekuator ke horison, azimuth matahari juga dapat dihitung = 197,6579012 derajat = 197:39:28 derajat.</p>
<ul>
<li>K = SQRT(B^2 + ((X*a + Y*b)/n)^2) = 0997661577.</li>
<li>Lebar lintasan (path width) = 12756*ABS(L2&#8242;)/K = 258 km.</li>
<li>L1&#8242; = L10 + L11*t + L12*t*t &#8211; B*tan f1 = 0,525825364.</li>
<li>Sudut radius bulan /sudut radius matahari = (L1&#8242; &#8211; L2&#8242;)/(L1&#8242; + L2&#8242;) = 1,079891498.</li>
</ul>
<p>Karena perbandingan sudut radius bulan dengan matahari lebih besar dari satu, maka dalam gerhana ini sudut radius bulan lebih besar daripada sudut radius matahari, sehingga sifat gerhana adalah total.</p>
<p>Hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa pada pukul 2:35:19 UT, daerah yang terkena gerhana total memiliki koordinat lintang 24:12:29 derajat, bujur 144:7:5 derajat, altitude matahari 85:52:13 derajat, azimuth matahari = 197:39:28 derajat, lebar lintasan gerhana total 258 km, lama gerhana total di tempat tersebut 6 menit 39 detik.</p>
<p>Rumus-rumus di atas sudah penulis susun dalam file MS Excel yang dapat diunduh di</p>
<p><a href="http://www.4shared.com/file/119020611/8afddf1b/gerhana-matahari-total-22-juli-2009.html">http://www.4shared.com/file/119020611/8afddf1b/gerhana-matahari-total-22-juli-2009.html</a></p>
<p>Dengan menggunakan file tersebut untuk menentukan koordinat yang terkena gerhana total, maka hasilnya disajikan di bawah ini.</p>
<ul>
<li>Permulaan gerhana terjadi pada pukul 0:52:51,03 UT, koordinat yang mengalami gerhana total terletak pada lintang 20:21:57 N dan bujur 70:33:42 E, altitude matahari 0,04 derajat, azimuth matahari 68,3 derajat, lebar lintasan gerhana total di koordinat tersebut 205 km, lama gerhana total di tempat tersebut 3 menit 9 detik.</li>
<li>Pukul 1 UT, 27:5:28 N, 91:2:46 E, 21,47 derajat, 77,46 derajat, 225 km, 4 menit 6 detik.</li>
<li>Pukul 1:30 UT, 30:48:24 N, 116:16:23 E, 50,20 derajat, 94,89 derajat, 245 km, 5 menit 37 detik.</li>
<li>Pukul 2 UT, 29:09:04 N, 131:05:59 E, 69,40 derajat, 110,88 derajat, 254 km, 6 menit 25 detik.</li>
<li>Pukul 2:30 UT, 25:06:45 N, 142:20:19 E, 84,89 derajat, 160,98 derajat, 258 km, 6 menit 40 detik.</li>
<li>Pukul 3 UT, 19:19:46 N, 151:58:46 E, 75,52 derajat, 276,29 derajat, 258 km, 6 menit 24 detik.</li>
<li>Pukul 3:30 UT, 11:45:45 N, 161:46:04 E, 57,55 derajat, 289,37 derajat, 254 km, 5 menit 44 detik.</li>
<li>Pukul 4 UT, 1:14:46 N, 175:23:00 E, 34,18 derajat, 293,82 derajat, 241 km, 4 menit 37 detik.</li>
<li>Akhir gerhana pukul 4:17:47 UT, 12:52:02 S, 157:50:11 W, 0,15 derajat, 290,84 derajat, 205 km, 3 menit 9 detik.</li>
</ul>
<p>Dengan membandingkan antara kedua perhitungan di atas, nampak bahwa perhitungan yang penulis susun dalam file Excel di atas berdasarkan algoritma Meeus memberikan hasil yang praktis sama dengan hasil perhitungan NASA..Perbedaan posisi koordinat antara kedua perhitungan rata-rata kurang dari satu menit busur. Ketinggian dan azimuth matahari dapat dikatakan persis sama, demikian pula lama waktu (durasi) tempat tersebut merasakan gerhana total. Adapun perbedaan lebar lintasan umbra hanya berkisar 1 km saja. Dengan demikian, pembaca dapat menggunakan file Excel di atas untuk memperoleh gambaran daerah yang merasakan gerhana total.</p>
<p><strong><em>DR. Rinto Anugraha</em></strong><em> (Dosen Fisika FMIPA UGM Yogyakarta)</em></p>
<p><em>Referensi: # Jean Meeus, Elements of Solar Eclipses 1951-2200, Willmann-Bell, Virginia, 1989. # Jean Meeus, Astronomical Algorithm, Willmann-Bell, Virginia, 1991. # Fred Espenak and J. Anderson, Total Solar Eclipse of 2009 July 22, NASA.</em></p>
<p><em>Sumber :e</em><em><a href="http://eramuslim.com/syariah/ilmu-hisab/dr-gerhana-matahari-total-22-juli-2009.htm">ramuslim</a></em></div>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/07/22/gerhana-matahari-total-22-juli-2009/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/07/22/gerhana-matahari-total-22-juli-2009/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/07/22/gerhana-matahari-total-22-juli-2009/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/07/22/gerhana-matahari-total-22-juli-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ilmuwan Temukan Planet Terbesar</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2007/08/09/ilmuwan-temukan-planet-terbesar/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2007/08/09/ilmuwan-temukan-planet-terbesar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2007 00:17:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keajaiban Alam]]></category>
		<category><![CDATA[bintang]]></category>
		<category><![CDATA[institut teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[kira kira]]></category>
		<category><![CDATA[planet terbesar']]></category>
		<category><![CDATA[rasi bintang]]></category>
		<category><![CDATA[Satu]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[tata surya]]></category>
		<category><![CDATA[teleskop]]></category>
		<category><![CDATA[transatlantic exoplanet survey]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2007/08/09/ilmuwan-temukan-planet-terbesar/</guid>
		<description><![CDATA[Satu tim yang terdiri dari sejumlah ahli astronomi internasional menemukan planet terbesar yang diketahui sampai saat ini, yang mengorbit bintang besar selain matahari (exoplanet). Planet ini berukuran sekitar 70% lebih besar dari planet terbesar di tata surya kita. Namun planet itu memiliki massa lebih kecil dari Jupiter sehingga berat jenis planet itu sangat rendah. Rincian penelitian ini akan diterbitkan di Jurnal Astrofisika. Planet yang diberi nama TrES-4, terletak di rasi bintang atau konstelasi Herkules dan ditemukan oleh tim peneliti di Transatlantic Exoplanet Survey (TrES). TrES-4 mengeliling bintang GSC02620-00648, yang berada sekitar 1.435 tahun cahaya dari Bumi. Planet itu hanya berjarak sekitar tujuh juta kilometer dari bintang induknya, yang membuat suhu planet itu sangat panas, kira-kira 1.327 derajat Celsius. &#8220;TrES-4 adalah exoplanet (planet yang mengorbit bintang selain Matahari) terbesar yang diketahui,&#8221; kata kepala tim penelitian Georgi Mandushev, dari Observatorium Lowell di Flagstaff, Amerika Serikat. Amat besar Planet itu begitu besar, sehingga sulit menjelaskan ukurannya dengan menggunakan teori yang ada saat ini tentang planet raksasa yang super panas. &#8220;Kami terus dikejutkan oleh seberapa besar planet-planet raksasa ini,&#8221; kata Francis O&#8217;Donovan, mahasiswa S3 bidang astronomi di Institut Teknologi California (Caltech) yang mengoperasikan salah satu teleskop TrES. &#8220;Namun jika kami bisa menjelaskan mengapa planet-planet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu tim yang terdiri dari sejumlah ahli astronomi internasional menemukan planet terbesar yang diketahui sampai saat ini, yang mengorbit bintang besar selain matahari (exoplanet). Planet ini berukuran sekitar 70% lebih besar dari planet terbesar di tata surya kita.<br />
<span id="more-416"></span></p>
<p>Namun planet itu memiliki massa lebih kecil dari Jupiter sehingga berat jenis planet itu sangat rendah. Rincian penelitian ini akan diterbitkan di Jurnal Astrofisika.</p>
<p>Planet  yang diberi nama TrES-4, terletak di rasi bintang atau konstelasi Herkules dan ditemukan oleh tim peneliti di Transatlantic Exoplanet Survey (TrES).</p>
<p>TrES-4 mengeliling bintang GSC02620-00648, yang berada sekitar 1.435 tahun cahaya dari Bumi.</p>
<p>Planet itu hanya berjarak sekitar tujuh juta kilometer dari bintang induknya, yang membuat suhu planet itu sangat panas, kira-kira 1.327 derajat Celsius.</p>
<p>&#8220;TrES-4 adalah exoplanet (planet yang mengorbit bintang selain Matahari) terbesar yang diketahui,&#8221; kata kepala tim penelitian Georgi Mandushev, dari Observatorium Lowell di Flagstaff, Amerika Serikat.</p>
<p>Amat besar</p>
<p>Planet itu begitu besar, sehingga sulit menjelaskan ukurannya dengan menggunakan teori yang ada saat ini tentang planet raksasa yang super panas.</p>
<p>&#8220;Kami terus dikejutkan oleh seberapa besar planet-planet raksasa ini,&#8221; kata Francis O&#8217;Donovan, mahasiswa S3 bidang astronomi di Institut Teknologi California (Caltech) yang mengoperasikan salah satu teleskop TrES.</p>
<p>&#8220;Namun jika kami bisa menjelaskan mengapa planet-planet besar ini berukuran besar meski berada di lingkungan yang keras, mungkin kami bisa lebih memahami planet-planet di tata surya kita sendiri dan proses pembentukannya.&#8221;</p>
<p>Planet TrES-4 mengobit bintang induknya setiap 3,55 hari jadi satu tahun di planet itu sama dengan kurang dari seminggu di Bumi.</p>
<p>TrES adalah jaringan yang terdiri dari tiga teleskop di Arizona, California and the Kepulauan Canary.</p>
<p>Untuk mengukur besar planet dengan tepat, para astronomi menggunakan sejumlah teleskop beraneka ukuran, yaitu di Observatorium Lowell dan Observatorium Whipple di Arizona, serta teleskop di Hawaii. [bbc/www.hidayatullah.com]</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2007/08/09/ilmuwan-temukan-planet-terbesar/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2007/08/09/ilmuwan-temukan-planet-terbesar/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2007/08/09/ilmuwan-temukan-planet-terbesar/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2007/08/09/ilmuwan-temukan-planet-terbesar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lagi Lafal ALLAH muncul pada daun Aglonema &amp; Kulit Telur</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2007/07/11/lagi-lafal-allah-muncul-pada-daun-aglonema-kulit-telur/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2007/07/11/lagi-lafal-allah-muncul-pada-daun-aglonema-kulit-telur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2007 08:41:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[aglonema]]></category>
		<category><![CDATA[bertuliskan lafal allah]]></category>
		<category><![CDATA[cache:e-_h_fikdkkj:mbah-marijan.org/2006/06/16/kesaksian-raja-jin-soal-marahnya-nyi-roro-kidul/ bengkel rohani]]></category>
		<category><![CDATA[daun ajaib]]></category>
		<category><![CDATA[gambar lafal alqur'an bismillah]]></category>
		<category><![CDATA[gambar lafal syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[gambar pohon bertulis allah]]></category>
		<category><![CDATA[lafal bismillah]]></category>
		<category><![CDATA[lafal kalimat syahadat]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat bunga aglaonema]]></category>
		<category><![CDATA[saya beli telur ada lafaz allah apa artinya]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan arab lafal bismillah]]></category>
		<category><![CDATA[www.aglonema.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2007/07/11/lagi-lafal-allah-muncul-pada-daun-aglonema-kulit-telur/</guid>
		<description><![CDATA[Tanaman Aglonema milik Susilo Hadi warga Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, menggegerkan warga kampungnya. Sebab, daun tanaman yang baru sepekan dibeli itu diketahui terdapat lafal Allah. Semnetara Sebuah telur ayam milik Hesti, warga Tanjungwangi, Tanah Merah, Penjaringan, Jakarta Utara, terdapat lafal Allah. Hesti tidak akan menjual telurnya itu. Surabaya &#8211; Sejak ditemukannya lafal Allah di daun bunga aglonema, rumah pasangan suami istri Susilo Hadi (44) dan Supramesti Bibit Rahayu (40) di Jl Brigjen Katamso Gang I/122, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, kebanjiran penonton. Selain para tetangga, banyak juga siswa SD, SMP dan SMK di Sidoarjo banyak berdatangan karena penasaran setelah mendengar bunga ajaib tersebut. Susilo mengaku sejak aglonema miliknya diberitakan media, rumahnya kebanjiran warga di sekitar Waru, Sidoarjo. â€œYang mengherankan, kok mereka tahu saja. Katanya saat jam istirahat, lihat internet di sekolah ternyata ada bunga aglonema yang memiliki lafal Allah,â€ kata Susilo kepada detikcom, Kamis (10/5/2007). Di antara pelajar yang penasaran berasal dari SDN Kepuh Kiriman II dan SDN Janti. Malah mereka tidak segan-segan membawa print hasil wawancara Susilo dengan detikcom. â€œMereka bilang, katanya merinding saat melihat bunga berlafal Allah di internet. Karena kurang puas, akhirnya mereka ingin melihat dari dekat,â€ jelasnya. Tidak hanya siswa SD atau SMP, Jupiter, seorang guru MAN [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img id="image413" height=90 alt=miracle-11b.jpg src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2007/07/miracle-11b.thumbnail.jpg" ALIGN=LEFT /></p>
<p>Tanaman Aglonema milik Susilo Hadi warga Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, menggegerkan warga kampungnya. Sebab, daun tanaman yang baru sepekan dibeli itu diketahui terdapat lafal Allah. Semnetara Sebuah telur ayam milik Hesti, warga Tanjungwangi, Tanah Merah, Penjaringan, Jakarta Utara, terdapat lafal Allah. Hesti tidak akan menjual telurnya itu.<br />
<span id="more-412"></span></p>
<p>Surabaya &#8211; Sejak ditemukannya lafal Allah di daun bunga aglonema, rumah pasangan suami istri Susilo Hadi (44) dan Supramesti Bibit Rahayu (40) di Jl Brigjen Katamso Gang I/122, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, kebanjiran penonton. Selain para tetangga, banyak juga siswa SD, SMP dan SMK di Sidoarjo banyak berdatangan karena penasaran setelah mendengar bunga ajaib tersebut.</p>
<p><img id="image413"  alt=miracle-11b.jpg src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2007/07/miracle-11b.jpg" /></p>
<p>Susilo mengaku sejak aglonema miliknya diberitakan media, rumahnya kebanjiran warga di sekitar Waru, Sidoarjo. â€œYang mengherankan, kok mereka tahu saja. Katanya saat jam istirahat, lihat internet di sekolah ternyata ada bunga aglonema yang memiliki lafal Allah,â€ kata Susilo kepada detikcom, Kamis (10/5/2007).</p>
<p>Di antara pelajar yang penasaran berasal dari SDN Kepuh Kiriman II dan SDN Janti. Malah mereka tidak segan-segan membawa print hasil wawancara Susilo dengan detikcom.</p>
<p>â€œMereka bilang, katanya merinding saat melihat bunga berlafal Allah di internet. Karena kurang puas, akhirnya mereka ingin melihat dari dekat,â€ jelasnya.</p>
<p>Tidak hanya siswa SD atau SMP, Jupiter, seorang guru MAN Darul Ulum Waru juga diliputi rasa penasaran, â€œItu berarti Allah ada di mana-mana. Awalnya saya tak percaya setelah ada cerita dari guru-guru. Karena penasaran, akhirnya saya pun ikut berangkat melihat lafal itu,â€ tambah dia.</p>
<p>Bahkan, lanjut Jupiter, ada orang-orang yang memiliki keimanan yang kuat, sehingga takut dan merinding setelah melihat keajaiban tersebut. (gik/asy/detik.com)</p>
<p>Aglonema Berlafal Allah Dilego Rp 10 Juta<br />
Surabaya &#8211; Susilo Hadi (44), warga Waru, Sidoarjo, bersedia melepas bunga aglonema miliknya yang dua daunnya terdapat tulisan lafal Allah, dengan harga Rp 10 juta.</p>
<p>â€œSebenarnya sayang juga. Tapi ndak apa-apa jika ada yang berani Rp 10 juta. Tapi kalau pun tidak ada yang beli berarti memang bunga ini jodoh pada saya,â€ kata Susilo kepada detikcom, Kamis (10/5/2007).</p>
<p>Tampaknya Susilo menganggap bunga unik yang dibelinya dari sebuah pameran fauna di hypermarket Giant 8 hari lalu itu bisa saja menimpa siapa saja.</p>
<p>â€œFenomena seperti bunga saya ini bisa terjadi dengan apa saja, di mana saja. Ini wujud kebesaran Tuhan,â€ tandas suami Supramesti Bibit Rahayu ini.</p>
<p>Kenapa dijual mahal? â€œSebenarnya tidak. Tapi harga ini sengaja besar agar selektif. Tentunya bagi yang serius akan membelinya. Sebab kalau murah kan siapa saja bisa beli termasuk para makelar,â€ katanya dengan tertawa.</p>
<p>Karena daun berlafal Allah, Susilo tak ingin nantinya ketika bunganya berpindah tangan tidak terawat atau mati. â€œKarena harga mahal pasti akan dirawat serius, ya apa tidak,â€ katanya.</p>
<p>Hingga saat ini, bunga aglonema milik Susilo sudah banyak yang menawar. Namun belum ada kecocokan harga.</p>
<p>â€œPaling banter yang nawar cuma Rp 5 juta. Ya jangan kalau segitu,â€ kata Susilo yang juga kolektor bunga ini. (bdh/nrl/ &#8211; detikcom)</p>
<p>Aglonema Berlafal Allah<br />
Fotografer: Budi Sugiharto<br />
Tanaman Aglonema milik Susilo Hadi warga Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, menggegerkan warga kampungnya. Sebab, daun tanaman yang baru sepekan dibeli itu diketahui terdapat lafal Allah.</p>
<p>Telur berlafal Allah Membuat Warga Penjaringan Penasaran<br />
Ari Saputra &#8211; detikcom<br />
Jakarta &#8211; Lafal Allah kembali membuat warga penasaran. Kali ini, lafal Allah terlihat di kulit telur ayam petelur milik Hesti (18), warga Tanjungwangi, Tanah Merah, Penjaringan, Jakarta Utara. Puluhan warga mendatangi rumah Hesti hanya sekadar ingin melihat telur itu.</p>
<p>Hesti &#8211; siswi kelas 3 SMK Pluit Raya, Jakarta Utara &#8211; mendapatkan telur itu pada Rabu pekan lalu. Hingga Senin (14/5/2007), Hesti masih menyimpan telur itu di almari pakaiannya. Telur itu ditaruh di tempat khusus yang terbungkus kain.</p>
<p>Saat ditemui detikcom, Hesti memperlihatkan telur tersebut. Bentuk telur itu memang berbeda dibanding telur-telur lainnya, karena ada bagian cangkang telur yang mengkerut. Di kerutan itulah terdapat lafal Allah dalam tulisan Arab yang menyembul.</p>
<p>Hesti bercerita awalnya dirinya tidak tahu bahwa telur itu berlafal Allah. Namun, setelah dirinya memperhatikan telur yang ia beli seharga Rp 700 itu, ternyata telur itu berhias lafal Allah.</p>
<p>â€œRabu kemarin, saya berniat untuk menukar uang Rp 50 ribu ke warung tetangga. Saya lihat ada telur yang bentuknya aneh. Penjual warung juga tidak tahu soal itu. Saya beli telur itu Rp 700. Setelah saya lihat baik-baik di rumah, ternyata ada lafal Allah,â€ ujar dia.</p>
<p>Semula Hesti akan merebus atau menggoreng telur itu. Namun, karena ada lafal Allah, Hesti pun menyimpan telur itu di almari pakaian. â€œSaya tidak simpan di kulkas, karena nanti bisa-bisa malah diambil untuk digoreng,â€ jelas dia.</p>
<p>Saat ini, hingga pukul 16.00 WIB, warga setempat masih bekerumun di rumah Hesti untuk melihat telur berwarna krem itu. â€œAda orang yang melihat bahwa kerutan ini bertuliskan la ilaaha illallah, tapi tidak terlalu jelas,â€ ujar Hesti yang mengaku tidak akan menjual telurnya itu. (asy/nrl)</p>
<p>Lafal Allah pada Sebuah Telur</p>
<p><img id="image414"  alt=miracle-12a.jpg src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2007/07/miracle-12a.jpg" /></p>
<p>Fotografer: Ari Saputra<br />
Sebuah telur ayam milik Hesti, warga Tanjungwangi, Tanah Merah, Penjaringan, Jakarta Utara, terdapat lafal Allah. Hesti tidak akan menjual telurnya itu.<br />
image<br />
Hesti (18 th) memegang telur berhias lafal Allah, Senin (14/5). Telur seharga Rp 700 itu diperolehnya dari warung tetangganya.</p>
<p>image<br />
Telur dengan lafal Allah. Semula Hesti akan merebus atau menggoreng telur itu. Namun, karena ada lafal Allah, Hesti pun menyimpan telur itu di almari pakaian.</p>
<p>image<br />
Bentuk telur memang agak berbeda dibanding telur-telur lainnya, karena ada bagian cangkang telur yang mengkerut. Di kerutan itulah terdapat lafal Allah dalam tulisan Arab yang menyembul.</p>
<p>Sumber : Detik.com</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2007/07/11/lagi-lafal-allah-muncul-pada-daun-aglonema-kulit-telur/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2007/07/11/lagi-lafal-allah-muncul-pada-daun-aglonema-kulit-telur/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2007/07/11/lagi-lafal-allah-muncul-pada-daun-aglonema-kulit-telur/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2007/07/11/lagi-lafal-allah-muncul-pada-daun-aglonema-kulit-telur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jogja: Melon Bertuliskan Lafal Allah</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2007/05/28/jogja-melon-bertuliskan-lafal-allah/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2007/05/28/jogja-melon-bertuliskan-lafal-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 May 2007 14:34:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keajaiban Alam]]></category>
		<category><![CDATA[bertuliskan lafal allah]]></category>
		<category><![CDATA[kebesaran allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2007/05/28/jogja-melon-bertuliskan-lafal-allah/</guid>
		<description><![CDATA[Buah Melon yang dibeli Patri Siswandi (46) warga Perum Ambarketawang Jl Bima No 14 Gamping Sleman di Java Mall Semarang 24 Mei lalu memiliki keunikan. Pada bagian kulit luarnya muncul guratan-guratan bertuliskan huruf Arab yang menyerupai lafal Allah. Buah jenis rock melon ini rencananya akan diawetkan oleh pemiliknya. Menurut Patri Siswandi buah melon tersebut ia dapatkan di sebuah pusat perbelanjaan di Semarang dengan membelinya seharga Rp 18 ribu. &#8220;Ketika saya akan membeli melon, pramuniaga yang sedang menata buah-buahan kaget dengan tulisan yang ada di kulit melon. Kemudian saya bayar, setelah diamat-amati tulisannya menyerupai lafal Allah,&#8221; ungkapnya kepada KR, Minggu (27/5) di redaksi KR Jl P Mangkubumi 42 Yogya. Dengan keanehan tulisan yang ada di kulit luar melon ini Patri belum berani membuka isi melon. Ia ingin memperlihatkan kepada semua orang tentang salah satu bukti kebesaran Allah yang ditunjukkan dalam tulisan di kulit buah melon. Sehingga, diharapkan orang lebih dekat dengan Tuhannya. &#8220;Menurut saya ini bisa disebut dakwah, karena semakin banyak orang yang melihat harapannya masyarakat bisa merasakan kebesaran Tuhannya,&#8221; kata Patri. Awalnya, kata Patri ia memang kurang yakin jika tulisan yang muncul tidak direkayasa. Oleh karenanya ia menanyakan tulisan asli atau rekayasa dari petani melonnya. Namun para petani melon yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buah Melon yang dibeli Patri Siswandi (46) warga Perum Ambarketawang Jl Bima No 14 Gamping Sleman di Java Mall Semarang 24 Mei lalu memiliki keunikan. Pada bagian kulit luarnya muncul guratan-guratan bertuliskan huruf Arab yang menyerupai lafal Allah. Buah jenis rock melon ini rencananya akan diawetkan oleh pemiliknya. <span id="more-405"></span></p>
<p>Menurut Patri Siswandi buah melon tersebut ia dapatkan di sebuah pusat perbelanjaan di Semarang dengan membelinya seharga Rp 18 ribu. &#8220;Ketika saya akan membeli melon, pramuniaga yang sedang menata buah-buahan kaget dengan tulisan yang ada di kulit melon. Kemudian saya bayar, setelah diamat-amati tulisannya menyerupai lafal Allah,&#8221; ungkapnya kepada KR, Minggu (27/5) di redaksi KR Jl P Mangkubumi 42 Yogya.</p>
<p>Dengan keanehan tulisan yang ada di kulit luar melon ini Patri belum berani membuka isi melon. Ia ingin memperlihatkan kepada semua orang tentang salah satu bukti kebesaran Allah yang ditunjukkan dalam tulisan di kulit buah melon. Sehingga, diharapkan orang lebih dekat dengan Tuhannya. &#8220;Menurut saya ini bisa disebut dakwah, karena semakin banyak orang yang melihat harapannya masyarakat bisa merasakan kebesaran Tuhannya,&#8221; kata Patri. Awalnya, kata Patri ia memang kurang yakin jika tulisan yang muncul tidak direkayasa. Oleh karenanya ia menanyakan tulisan asli atau rekayasa dari petani melonnya. Namun para petani melon yang ditemuinya mengatakan tidak mungkin tulisan tersebut dibuat dengan digores saat masih kecil karena melon akan busuk jika disayat atau digores,&#8221; kata Patri. Ia menambahkan jika diamati guratan yang membentuk lafal Allah tersebut menyatu dengan guratan-guratan alami buah melon tersebut. (R-3)-f sumber : KR.co.id/Monday, 28 May 2007</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2007/05/28/jogja-melon-bertuliskan-lafal-allah/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2007/05/28/jogja-melon-bertuliskan-lafal-allah/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2007/05/28/jogja-melon-bertuliskan-lafal-allah/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2007/05/28/jogja-melon-bertuliskan-lafal-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lafaz Allah Muncul di Sekerat Daging Sapi Kurban</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2007/01/06/lafaz-allah-muncul-di-sekerat-daging-sapi-kurban/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2007/01/06/lafaz-allah-muncul-di-sekerat-daging-sapi-kurban/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jan 2007 05:27:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[daging sapi]]></category>
		<category><![CDATA[keagungan allah]]></category>
		<category><![CDATA[kebesaran allah]]></category>
		<category><![CDATA[lafaz allah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda 7 manusia masuk surganya allah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda kebesaran allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2007/01/06/lafaz-allah-muncul-di-sekerat-daging-sapi-kurban/</guid>
		<description><![CDATA[WARGA Kampung Nyencang, Desa/Kec. Sukarame, Kab. Tasikmalaya, digegerkan munculnya, lafaz (kalimat) Allah di sekerat daging sapi kurban yang diterima oleh Ny Sumini (28), warga setempat. Sekerat daging sapi itu, kini disimpan di kediaman Mahdan, Kepala Desa Sukarame dan menjadi tontonan ratusan warga sejak Minggu (31/12) hingga Selasa (2/1). Sekerat daging yang ada kalimat Allah itu, berukuran 6 X 5 CM. Pemiliknya, semula tidak percaya dengan munculnya kalimat tersebut. Sehingga, daging itu sempat dimasak dibuat gepuk. Tapi, sampai selesai dimasak, kembali muncul. Bahkan, lebih jelas penampakannya. :foto Diceritakan, pada waktu Iduladha, Ny. Sumini mendapatkan bagian daging sapi sebanyak 1 kg. Kebetulan di daerah itu, Hj. Rokayah berkurban satu ekor sapi. Setelah daging kurban diterima oleh Sumini, lalu dipotong-potong untuk direbus. Daging itu akan dibikin gepuk. Setelah direbus, sekerat daging memiliki bentuk berbeda dan menarik perhatian. Karena ada tulisan Allah dalam huruf Arab. Tapi, ia tidak banyak cerita dan kurang begitu percaya dengan penglihatannya. Sekerat daging itu kembali dimasukan ke dalam wajan (ketel) untuk dimasak. Setelah dicampur bumbu dan kelapa yang sudah diparut halus, lalu dimasak seperti biasa. Ketika daging dalam ketel itu sedang dibolak-balik, tiba-tiba sekerat daging tadi ke luar atau jatuh. Namun, oleh Sumini kembali dimasukan ke dalam ketel. Istri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img id="image328" alt=miracle-04a-s.jpg src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2007/01/miracle-04a-s.jpg" /></p>
<p>WARGA Kampung Nyencang, Desa/Kec. Sukarame, Kab. Tasikmalaya, digegerkan munculnya, lafaz (kalimat) Allah di sekerat daging sapi kurban yang diterima oleh Ny Sumini (28), warga setempat. Sekerat daging sapi itu, kini disimpan di kediaman Mahdan, Kepala Desa Sukarame dan menjadi tontonan ratusan warga sejak Minggu (31/12) hingga Selasa (2/1).<br />
<span id="more-327"></span><br />
Sekerat daging yang ada kalimat Allah itu, berukuran 6 X 5 CM. Pemiliknya, semula tidak percaya dengan munculnya kalimat tersebut. Sehingga, daging itu sempat dimasak dibuat gepuk. Tapi, sampai selesai dimasak, kembali muncul. Bahkan, lebih jelas penampakannya. :foto</p>
<p>Diceritakan, pada waktu Iduladha, Ny. Sumini mendapatkan bagian daging sapi sebanyak 1 kg. Kebetulan di daerah itu, Hj. Rokayah berkurban satu ekor sapi.</p>
<p>Setelah daging kurban diterima oleh Sumini, lalu dipotong-potong untuk direbus. Daging itu akan dibikin gepuk. </p>
<p>Setelah direbus, sekerat daging memiliki bentuk berbeda dan menarik perhatian. Karena ada tulisan Allah dalam huruf Arab.</p>
<p>Tapi, ia tidak banyak cerita dan kurang begitu percaya dengan penglihatannya. Sekerat daging itu kembali dimasukan ke dalam wajan (ketel) untuk dimasak. Setelah dicampur bumbu dan kelapa yang sudah diparut halus, lalu dimasak seperti biasa.</p>
<p>Ketika daging dalam ketel itu sedang dibolak-balik, tiba-tiba sekerat daging tadi ke luar atau jatuh. Namun, oleh Sumini kembali dimasukan ke dalam ketel. Istri dari Dede ini sempat heran dengan sekerat daging tersebut, karena terus menarik perhatian. Tapi, ia tidak berpikir lebih jauh.</p>
<p>Ketika masakannya sudah matang, semua daging itu dimasukan dalam baskom. Anehnya, posisi daging yang bertuliskan Allah ini ada di tumpukan paling atas. Bahkan gambarnya jadi jelas.</p>
<p>Akhirnya Sumini menceritakan kepada suaminya. Oleh Dede, daging itu dicuci dengan air. Ternyata, setelah dicuci, gambarnya lebih jelas.</p>
<p>Temuan itu akhirnya menyebar ke masyarakat. Mereka berbondong melihat daging itu ke rumah Dede. Oleh Dede, akhirnya daging itu diserahkan ke rumah kepala desa setempat. Warga yang penasaran berdatangan ke rumah kepala desa untuk melihat dari dekat.</p>
<p>&#8220;Ini tanda kebesaran Allah yang muncul,&#8221; kata Eko asal Kota Tasikmalaya, yang melihat daging tersebut. (Undang Sudrajat/&#8221;PR&#8221;)*** </p>
<p>Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/012007/03/0306.htm</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2007/01/06/lafaz-allah-muncul-di-sekerat-daging-sapi-kurban/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2007/01/06/lafaz-allah-muncul-di-sekerat-daging-sapi-kurban/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2007/01/06/lafaz-allah-muncul-di-sekerat-daging-sapi-kurban/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2007/01/06/lafaz-allah-muncul-di-sekerat-daging-sapi-kurban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Gunung dan Bumi</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2006/06/19/tentang-gunung-dan-bumi/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2006/06/19/tentang-gunung-dan-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jun 2006 04:58:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sedulur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban Alam]]></category>
		<category><![CDATA[alfred wegener]]></category>
		<category><![CDATA[apa itu gunung parasit]]></category>
		<category><![CDATA[apa makna dan arti gunung]]></category>
		<category><![CDATA[apakah itu gunung]]></category>
		<category><![CDATA[benua]]></category>
		<category><![CDATA[benua amerika]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[deretan pegunungan besar yang bertemu di indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mid oceanic ridge]]></category>
		<category><![CDATA[pelusuran tentang gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Samudera]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah bumi]]></category>
		<category><![CDATA[tektonik lempeng]]></category>
		<category><![CDATA[tentnang gunung]]></category>
		<category><![CDATA[teori]]></category>
		<category><![CDATA[tiga deretan pegunungan besar yang bertemu di indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2006/06/19/tentang-gunung-dan-bumi/</guid>
		<description><![CDATA[Anggapan lama pernah ada pada abad-abad yang lampau bahwa bumi adalah sesuatu yang rigid atau kaku sementara benua-benua berada pada kedudukannya yang tetap tidak perpindah-pindah. An-Nahl 16:15 â€œDan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.â€ An-Naml 27:88 â€œDan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.â€ Tentang GunungSetelah ditemukannya benua Amerika dan dilakukan pemetaan pantai di Amerika dan Eropa ternyata terdapat kesesuaian morfologi dari pantai-pantai yang dipisahkan oleh Samudera Atlantik. Hal ini menjadi titik tolak dari konsep-konsep yang menerangkan bahwa benua-benua tidak tetap akan tetapi selalu bergerak. Konsep-konsep ini dibagi menjadi tiga menurut perkembangannya (Van Krevelen, 1993) : 1. Konsep yang menerangkan bahwa terpisahnya benua disebabkan oleh peristiwa yang katastrofik dalam sejarah bumi. Konsep ini dikemukakan oleh Owen dan Snider pada tahun 1857. 2. Konsep apungan benua atau continental drift yang mengemukakan bahwa benua-benua bergerak secara lambat melalui dasar samudera, dikemukakan oleh Alfred Wegener (1912). Akan tetapi teori ini tidak bisa menerangkan adanya dua sabuk gunung api di bumi. 3. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2006/11/ttg-gng-bumi.jpg" /></p>
<p>Anggapan lama pernah ada pada abad-abad yang lampau bahwa bumi adalah sesuatu yang rigid atau kaku sementara benua-benua berada pada kedudukannya yang tetap tidak perpindah-pindah.</p>
<p>An-Nahl 16:15<br />
â€œDan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.â€</p>
<p>An-Naml 27:88<br />
â€œDan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.â€</p>
<p>Tentang GunungSetelah ditemukannya benua Amerika dan dilakukan pemetaan pantai di Amerika dan Eropa ternyata terdapat kesesuaian morfologi dari pantai-pantai yang dipisahkan oleh Samudera Atlantik. Hal ini menjadi titik tolak dari konsep-konsep yang menerangkan bahwa benua-benua tidak tetap akan tetapi selalu bergerak.</p>
<p>Konsep-konsep ini dibagi menjadi tiga menurut perkembangannya (Van Krevelen, 1993) : <span id="more-255"></span></p>
<p>1. Konsep yang menerangkan bahwa terpisahnya benua disebabkan oleh peristiwa yang katastrofik dalam sejarah bumi. Konsep ini dikemukakan oleh Owen dan Snider pada tahun 1857.</p>
<p>2. Konsep apungan benua atau continental drift yang mengemukakan bahwa benua-benua bergerak secara lambat melalui dasar samudera, dikemukakan oleh Alfred Wegener (1912). Akan tetapi teori ini tidak bisa menerangkan adanya dua sabuk gunung api di bumi.</p>
<p>3. Konsep paling mutakhir yang dianut oleh para ilmuwan sekarang yaitu Teori Tektonik Lempeng. Teori ini lahir pada pertengahan tahun enampuluhan. Teori ini terutama didukung oleh adanya Pemekaran Tengah Samudera (Sea Floor Spreading) dan bermula di Pematang Tengah Samudera (Mid Oceanic Ridge : MOR) yang diajukan oleh Hess (1962).<br />
Pada awalnya ada dua benua besar di bumi ini yaitu Laurasia dan Gondwana kemudian kedua benua ini bersatu sehingga hanya ada satu benua besar (supercontinent) yang disebut Pangaea dan satu samudera luas atau yang disebut Panthalassa (270 jt th yll). Dari supercontinent ini kemudian terpecah lagi menjadi Gondwana dan Laurasia (150 jt th yll) dan akhirnya terbagi-bagi menjadi lima benua seperti yang dikenal dan ditempati oleh manusia sekarang. Terpecah-pecahnya benua ini menghasilkan dua sabuk gunung api yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediteranean yang keduanya melewati Indonesia. Mekanisme penyebab terpecahnya benua ini bisa diterangkan oleh Teori Tektonik Lempeng sebagai berikut :</p>
<p>1. Penyebab dari pergerakan benua-benua dimulai oleh adanya arus konveksi (convection current) dari mantle (lapisan di bawah kulit bumi yang berupa lelehan). Arah arus ini tidak teratur, bisa dibayangkan seperti pergerakan udara/awan atau pergerakan dari air yang direbus. Terjadinya arus konveksi terutama disebabkan oleh aktivitas radioaktif yang nimbulkan panas.</p>
<p>2. Dalam kondisi tertentu dua arah arus yang saling bertemu bisa menghasilkan arus interferensi yang arahnya ke atas. Arus interferensi ini akan menembus kulit bumi yang berada di atasnya. Magma yang menembus ke atas karena adanya arus konveksi ini akan membentuk gugusan pegunungan yang sangat panjang dan bercabang-cabang di bawah permukaan laut yang dapat diikuti sepanjang samudera-samudera yang saling berhubungan di muka bumi. Lajur pegunungan yang berbentuk linear ini disebut dengan MOR (Pematang Tengah Samudera) dan merupakan tempat keluarnya material dari mantle ke dasar samudera. MOR mempunyai ketinggian melebihi 3000 m dan lebarnya lebih dari 2000 km, atau melebihi ukuran Pegunungan Alpen dan Himalaya yang letaknya di daerah benua. MOR Atlantik (misalnya) membentang dengan arah utara-selatan dari lautan Arktik melalui poros tengah samudera Atlantik ke sebelah barat Benua Afrika dan melingkari benua itu di selatannya menerus ke arah timur ke Samudera Hindia lalu di selatan Benua Australia dan sampai di Samudera Pasifik. Jadi keberadaan MOR mengelilingi seluruh dunia.</p>
<p>3. Kerak (kulit) samudera yang baru, terbentuk di pematang-pematang ini karena aliran material dari mantle. Batuan dasar samudera yang baru terbentuk itu lalu menyebar ke arah kedua sisi dari MOR karena desakan dari magma mantle yang terus-menerus dan juga tarikan dari gaya gesek arus mantle yang horisontal terhadap material di atasnya. Lambat laun kerak samudera yang terbentuk di pematang itu akan bergerak terus menjauh dari daerah poros pematang dan &#8220;mengarungi&#8221; samudera. Gejala ini disebut dengan Pemekaran Lantai Samudera (Sea Floor Spreading).</p>
<p>4. Keberadaan busur kepulauan dan juga busur gunung api serta palung Samudera yang memanjang di tepi-tepi benua merupakan fenomena yang dapat dijelaskan oleh Teori Tektonik Lempeng yaitu dengan adanya proses penunjaman (subduksi). Oleh karena peristiwa Sea Floor Spreading maka suatu saat kerak samudera akan bertemu dengan kerak benua sehingga kerak samudera yang mempunyai densitas lebih besar akan menunjam ke arah bawah kerak benua. Dengan adanya zona penunjaman ini maka akan terbentuk palung pada sepanjang tepi paparan benua, dan juga akan terbentuk kepulauan sepanjang paparan benua oleh karena proses pengangkatan. Kerak samudera yang menunjam ke bawah ini akan kembali ke mantle atau jika bertemu dengan batuan benua yang mempunyai densitas sama atau lebih besar maka akan terjadi mixing antara material kerak samudera dengan benua membentuk larutan silikat pijar atau magma. (Proses mixing terjadi pada kerak benua sehingga tidak akan lebih dalam dari 30 km di bawah permukaan bumi). Karena sea floor spreading terus berlangsung maka magma hasil mixing yang terbentuk akan semakin besar sehingga akan menerobos batuan-batuan di atasnya sampai akhirnya muncul ke permukaan bumi membentuk deretan gunung api.</p>
<p>Kondisi Geologi Dinamis Indonesia</p>
<p>Kepulauan Indonesia terbentuk karena proses pengangkatan sebagai akibat dari penunjaman (subduksi). Lempeng (kerak) yang saling berinteraksi adalah Kerak Samudera Pasifik dan Hindia yang bergerak sekitar 2-5 cm per tahun terhadap Kerak Benua Eurasia. Jadi Indonesia merupakan tempat pertemuan 3 lempeng besar sehingga Indonesia merupakan salah satu daerah yang memiliki aktivitas kegempaan yang tertinggi di dunia. Terdapat dua sabuk gunung api yang melewati Indonesia yaitu Sirkum Mediteranean sebagai akibat penunjaman Kerak Samudera Hindia ke dalam Kerak Benua Eurasia, dan Sirkum Pasifik sebagai akibat penunjaman Kerak Samudera Pasifik ke dalam Kerak Benua Eurasia.</p>
<p>Dari uraian di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai pelajaran bagi kita:</p>
<p>1. Gunung api selalu bergerak (dalam skala waktu geologi) mengikuti pergerakan benua-benua karena adanya dinamisme mantle bumi (arus konveksi). Fenomena ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam Al-Qurâ€™an, â€œDan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.â€ (QS. 27:88)</p>
<p>2. Gunung api muncul karena tekanan yang tinggi pada magma hasil mixing sehingga akan menerobos ke atas. Andaikan saja magma ini tidak bisa menerobos ke atas membentuk gunung-gunung api maka tentulah akan tersimpan tekanan pada dapur magma yang sangat besar dan akan terus bertambah karena penunjaman masih terus berlangsung. Dengan demikian pada kondisi seperti itu apabila batuan sekitar yang menampung magma tersebut terlampaui batas elastisitasnya maka akan terjadi bencana gempa bumi yang teramat sangat hebatnya. Fenomena ini pun telah tersurat dalam Al-Qurâ€™an, â€œDan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.â€ (QS. 16:15)</p>
<p>â€œMaka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?â€ (QS. 55:13)<br />
Maha Benar Allah atas segala firman-Nya.</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2006/06/19/tentang-gunung-dan-bumi/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2006/06/19/tentang-gunung-dan-bumi/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2006/06/19/tentang-gunung-dan-bumi/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2006/06/19/tentang-gunung-dan-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pergerakan Gunung</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2006/06/16/pergerakan-gunung/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2006/06/16/pergerakan-gunung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jun 2006 11:26:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keajaiban Alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2006/06/16/pergerakan-gunung/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah ayat, kita diberitahu bahwa gunung-gunung tidaklah diam sebagaimana yang tampak, akan tetapi mereka terus-menerus bergerak. &#8220;Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 27:88) Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi. Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan. Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="gunung" alt="gunung" src="http://www.keajaibanalquran.com/files/hill950_ind.jpg" align="right" />Dalam sebuah ayat, kita diberitahu bahwa gunung-gunung tidaklah diam sebagaimana yang tampak, akan tetapi mereka terus-menerus bergerak.</p>
<p class="ayet">&#8220;Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 27:88)</p>
<p class="ayet"><span id="more-14"></span></p>
<p>Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.</p>
<p>Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.</p>
<p>Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.</p>
<p>Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.</p>
<p>Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:</p>
<p>Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. <span class="anasayfa">(Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)</span></p>
<p>Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah &#8220;continental drift&#8221; atau &#8220;gerakan mengapung dari benua&#8221; untuk gerakan ini. <span class="anasayfa">(National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)</span></p>
<p>Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qurâ€™an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qurâ€™an<br />
www.keajaibanalquran.com</p>
<p>Â </p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2006/06/16/pergerakan-gunung/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2006/06/16/pergerakan-gunung/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2006/06/16/pergerakan-gunung/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2006/06/16/pergerakan-gunung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MISTERI TERBELAHNYA BULAN</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2006/06/15/misteri-terbelahnya-bulan/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2006/06/15/misteri-terbelahnya-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jun 2006 10:54:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[1Woro Woro]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban Alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2006/06/15/misteri-terbelahnya-bulan/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ? Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut : Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qurâ€™an. Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, â€œWahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi â€œTelah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelahâ€ mengandung mukjizat secara ilmiah ? Maka saya menjawabnya: â€œTidak, sebab kehebatan ilmiah dapat diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu â€˜alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah SAW, maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ? Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut :</p>
<p><span id="more-4"></span></p>
<p>Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qurâ€™an.<br />
Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, â€œWahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi â€œTelah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelahâ€ mengandung mukjizat secara ilmiah ? Maka saya menjawabnya: â€œTidak, sebab kehebatan ilmiah dapat diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu â€˜alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah SAW, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qurâ€™an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah taâ€™alaa benar-benar Maha<br />
berkuasa atas segala sesuatuâ€.<br />
Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah SAW membelah bulan. Kisah itu adalah di masa sebelum hijrah dari Mekah Al-Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, â€œWahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?â€ Rasulullah bertanya, â€œApa yang kalian inginkan ?â€ Mereka menjawab: â€œCoba belahlah bulan â€¦â€ Maka Rasulullah SAW pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah SWT agar menolongnya. Maka Allah SWT<br />
memberitahu Muhammad SAW agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulan itu dengan sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!â€.<br />
Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja â€œmenyihirâ€ orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu. Mereka lantas menunggu-nunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang<br />
dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, â€œApakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?â€. Mereka menjawab, â€œYa, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembaliâ€¦!!!â€.<br />
Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: â€œSungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, â€œIni adalah sihir yang terus-menerusâ€, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap â€¦..â€ sampai akhir surat Al-Qamar.<br />
â€œIni adalah kisah nyataâ€, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdirilah seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, â€œAku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan?â€ Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab:<br />
â€œDipersilahkan dengan senang hati.â€<br />
Daud Musa Pitkhok berkata, â€œAku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-makna Al-Qurâ€™an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih<br />
kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qurâ€™an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: â€œTelah dekat hari<br />
qiamat dan bulan pun telah terbelahâ€¦â€¦.â€ Maka aku pun bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu??? Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah-lah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran.<br />
Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi hangat antara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa. Dan diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta<br />
dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, â€œKebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?â€ Mereka pun menjawab, â€œTidak, ..!!!</p>
<p>Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun. Maka presenter itu<br />
pun bertanya, â€œHakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya?â€ Mereka menjawab, â€œTernyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!!â€ Presenter pun<br />
bertanya, â€œBagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?â€ Mereka menjawab, â€œKami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, â€œHal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu<br />
bersatu kembaliâ€.</p>
<p>Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, â€œMaka aku pun turun dari kursi dan berkata, â€œMukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an ahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk<br />
menetapkan akan kebenaran muslimin !!!!â€&#8221;.<br />
Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah â€¦ (aku pun bergumam), â€œMaka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qurâ€™an dan aku baca surat Al-Qamar, dan â€¦ saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam. Diterjemahkan oleh: Abu Muhammad ibn Shadi</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2006/06/15/misteri-terbelahnya-bulan/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2006/06/15/misteri-terbelahnya-bulan/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2006/06/15/misteri-terbelahnya-bulan/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2006/06/15/misteri-terbelahnya-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

