<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[m²]  Sepi Ing Pamrih - Rame Ing gawe ! &#187; Hikmah</title>
	<atom:link href="http://mbah-marijan.org/category/hikmah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mbah-marijan.org</link>
	<description>Kliping Blog Simbah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Jan 2012 11:44:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=389</generator>
		<item>
		<title>Tidak Kutemukan Tuhan di Dalam Musik</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2011/04/10/tidak-kutemukan-tuhan-di-dalam-musik/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2011/04/10/tidak-kutemukan-tuhan-di-dalam-musik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 03:24:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[gif musik]]></category>
		<category><![CDATA[kliping ta'at]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan agama]]></category>
		<category><![CDATA[pergaulan bebas]]></category>
		<category><![CDATA[punk's bontang]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=731</guid>
		<description><![CDATA[NAMAKU Ricky. Aku lahir di Jakarta tahun 1981 lalu. Sejak setelah di baptis namaku berubah menjadi Erick Median. Itulah nama baptisku. Ayah dan ibuku asli Batak. Ibu bermarga Sihombing dan ayahku Hutabarat. Keduanya adalah penganut Kristen yang taat. Aku terlahir dari keluarga yang taat beragama. Walaupun ayahku kadang suka bergaya hidup bebas. Sedangkan keluarga dari ibu kebanyakan adalah aktivis gereja dan pendeta. Sejak kecil aku sudah dikenalkan dengan Tuhan Yesus. Ibukulah yang banyak memberikan pendidikan agama padaku. Namun sejak kecil ibu sudah meninggalkanku. Ia wafat dalam keadaan masih memeluk agama Kristen. Sebelum meninggal, ibu sempat masuk ke rumah sakit jiwa beberapa hari. Ibu terserang penakit paru paru basah dan komplikasi. Ibu pun meninggal. Peristiwa menyedihkan itu terjadi di tahun 1985. Sepeninggal ibu, ayahku menikah lagi. Sebetulnya, istri ayahku yang kedua ini adalah seorang muslimah. Tapi berkat bujuk rayu dan tekanan ayahku yang Kristen fanatik walaupun jarang ibadah, ibu tiriku yang muslimah itu pun masuk ke agama yang kami anut. Pernikahan mereka pun sebenarnya tidak direstui oleh orang tua sang mempelai wanita. Akhirnya mereka kawin lari. Musibah kembali menimpa keluarga kami. Tak lama, ayahku menyusul meninggal karena sakit. Aku sempat kalut dan stress berkepanjangan. Aku tidak tahu harus bagaimana waktu itu. Akhirnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2011/04/musik.gif" alt="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2011/04/musik.gif" /></p>
<p><strong>NAMAKU</strong> Ricky. Aku lahir di Jakarta tahun 1981 lalu. Sejak setelah di baptis namaku berubah menjadi Erick Median. Itulah nama baptisku. Ayah dan ibuku asli Batak. Ibu bermarga Sihombing dan ayahku Hutabarat. Keduanya adalah penganut Kristen yang taat. <br /><span id="more-731"></span><br />Aku terlahir dari keluarga yang taat beragama. Walaupun ayahku kadang suka bergaya hidup bebas. Sedangkan keluarga dari ibu kebanyakan adalah aktivis gereja dan pendeta. Sejak kecil aku sudah dikenalkan dengan Tuhan Yesus. Ibukulah yang banyak memberikan pendidikan agama padaku.</p>
<p>Namun sejak kecil ibu sudah meninggalkanku. Ia wafat dalam keadaan masih memeluk agama Kristen. Sebelum meninggal, ibu sempat masuk ke rumah sakit jiwa beberapa hari. Ibu terserang penakit paru paru basah dan komplikasi. Ibu pun meninggal. Peristiwa menyedihkan itu terjadi di tahun 1985.</p>
<p>Sepeninggal ibu, ayahku menikah lagi. Sebetulnya, istri ayahku yang kedua ini adalah seorang muslimah. Tapi berkat bujuk rayu dan tekanan ayahku yang Kristen fanatik walaupun jarang ibadah, ibu tiriku yang muslimah itu pun masuk ke agama yang kami anut. Pernikahan mereka pun sebenarnya tidak direstui oleh orang tua sang mempelai wanita. Akhirnya mereka kawin lari.</p>
<p>Musibah kembali menimpa keluarga kami. Tak lama, ayahku menyusul meninggal karena sakit. Aku sempat kalut dan stress berkepanjangan. Aku tidak tahu harus bagaimana waktu itu. Akhirnya, oleh keluarga dari pihak ibu kandung, aku dibawa pulang ke Medan. Di sana aku dan saudara saudaraku tinggal di rumah nenek dan diasuh olehnya.</p>
<p>Tidak berapa lama di Medan, aku kembali lagi ke Jakarta. Aku ikut dengan ibu tiriku yang dinikahi ayahku itu. Di kota metropolitan inilah aku berada pada titik kehidupan yang menggila. Di sini pula aku mulai mengenal pacaran dan pergaulan bebas. Tapi saya tidak merokok dan juga minum-minum. Entah, aku sangat benci dengan asap.</p>
<p>Tapi satu hal yang tidak bisa aku tinggalkan adalah musik. Aliran muski rock adalah yang paling aku gandrungi. Aku kecanduan dengannya. Aku merasa,  hidup tanpa musik serasa mati.</p>
<p>Syukurnya, di usia SMA itu, aku sudah bekerja di salah satu perusahaan <em>Desain and Printing </em>di Cikarang, Bekasi. Aku juga sudah punya kontrakan sendiri. Di kontrakan inilah aku saban hari bermusik. Tak pelak, setiap hari dentuman musik keras kerap mengantam-hantam ruangan kontrakanku yang tak terlalu besar itu.</p>
<p>Hampir segala jenis kaset musik aku koleksi seperti <em>Rock and roll, Progressive rock </em>dan <em>Psychedelic rock </em>yang meledak dan digandrungi anak anak muda ditahun 1960-an. Aku juga mengoleksi kaset aliran musik rock tahun 70-an seperti <em>Psychedelic rock, Hard rock, Punk Rock, Heavy metal, Hardcore punk</em>, dan <em>Black Metal </em>serta beberapa aliran musik cadas lainnya. Aku adalah pencinta musik sejati. Aku benar-benar dibuatnya tergila-gila.</p>
<p>Puncaknya, aku mendaftar menjadi peserta <em>Indonesian Idol </em>program RCTI tahun 2003 di Jakarta. Kata orang, sih, suaraku memang tidak jelek jelek amat. Tapi sayang, aku tidak beranjak untuk masuk proses audisi selanjutnya. Cita citaku untuk menjadi bintang yang akan dipuja-puja gagal.</p>
<p>Sejak itu, kehidupanku dan hari hariku hanya habis di ruang kehampaan. Aku semakin dalam terjerembab masuk ke dunia bebas nilai ini. Namun masih seperti biasa, aku tidak bisa merokok walaupun teman temanku mengajak dan selalu memancing. Aku sangat tidak suka asap. Padahal teman-temanku rata rata adalah perokok keras.</p>
<p>Aku juga sempat berpacaran dengan seorang Muslimah. Kami pun sangat saling mencintai. Tapi beberapa waktu kemudian, aku terpaksa memutuskannya. Entah, aku merasa telah banyak berbuat dosa kepada Tuhan.</p>
<p>Aku memutuskan cinta dengan Muslimah tersebut agar aku bisa lebih dekat kepada Tuhan Yesus dan meminta ampun atas segala dosaku. Aku ingin kembali padanya lebih dekat lagi. Aku ingin menghapus dosa-dosaku.</p>
<p>Tapi, rasa hampa dan berdosa itu terus mengusikku. Aku memang beribadah kepada Tuhan. Aku membaca Al Kitab. Tapi tidak ada kepuasan bathin yang kurasakan. Malah aku semakin gagap saja pada diriku sendiri. Aku tidak menemukan ketenangan itu.</p>
<p>Agar kehampaan itu tidak berlangsung lama, aku pun mulai giat mendalami dan membaca buku-buku rohani Kristen untuk menambah imanku yang pelan-pelan keropos ini. Aku sering ke toko buku dibilangan Cimone, Tangerang.</p>
<p><strong>Dari Trinitas</strong></p>
<p>Hingga pada kali waktu, aku menemukan buku yang berjudul <em>Sejarah Injil dan Gereja </em>karangan Ahmad Idrus di took buku itu. Anehnya, aku menemukan buku tersebut pada rak katalog buku buku rohani Kristen. Aku tertarik dan membelinya.</p>
<p>Aku membaca buku itu hingga tuntas. Banyak jawaban yang kutemukan di sana dari sekian banyak lontaran tanya yang pernah hinggap di kepalaku. Kala itu aku mulai bertanya-tanya, kenapa Tuhan ada tiga? Apakah dengan adanya tiga tuhan, mereka tidak saling berebut pengaruh dan akhirnya berkelahi? Dan masih banyak lontaran tanya lain yang mengepala.</p>
<p>Dan sesungguhnya, konsep Trinitas inilah yang kemudian menghantarku mengenal Islam lebih jauh. Aku semakin menyeriusi membaca buku tentang konsep Trinitas dari banyak sumber dan kemudian membandingkannya. Dan, aku semakin simpatik saja dengan Islam.</p>
<p>Keyakinanku pada Islam tidak bisa lagi dibendung. Setelah banyak membaca literatur tentang konsep ajaran Islam dan Kristen serta membandingkannya, aku semakin yakin dengan kebenaran ajaran Islam. Jalan inilah yang membuatku tenang dan tidak ada lagi rasa bimbang.</p>
<p>Sebelumnya, entah ada maksud dan ada petunjuk apa, aku pernah bermimpi mengejar sosok berjubah putih bersih. Aku minta diislamkan oleh sosok tersebut. Mimpiku ini aku ceritakan pada salah seorang rekan kerjaku yang Muslim, kebetulan aku sangat akrab dengannya. Ia jauh lebih tua dariku. Ia juga sudah berkeluarga dan punya anak. Ia sudah kuanggap orang tua sendiri.</p>
<p>Rekan kerjaku tersebut sempat tidak percaya tentang ihwal mimpiku itu. Ia hanya berkata: “Jangan masuk Islam kalau hanya mencoba, karena wanita (pacar),atau karena paksaan. Pelajari dan yakinilah dulu.”</p>
<p>Aku terhenyak. Tapi aku tidak bisa membohongi diriku sendiri. Aku memang sudah mantap memilih Islam sebagai jalan hidupku. Tidak ada paksaan. Tidak pula karena perempuan atau pacaran, apalagi hanya mencoba-coba. Aku sadar, pilihan ini pasti ada risikonya. Baik pertentangan dari keluarga ataupun kerabat yang lain.</p>
<p>Akhirnya, pada tanggal 27 Agustus 2004 lalu, aku mengikrarkan dua kalimat syahadat di Masjid Baitul Hasan Cikarang, Bekasi, sebelum sholat Jum’at. Disaksikan ratusan kaum Muslimin yang ada saat itu. Sejak hari itu, aku benar benar merasa terbebas dari penjara hidup yang hampa lagi sesak yang selama ini mengkungiku.</p>
<p>Kini, namaku berubah menjadi Muhamamd Rifqy Abdillah. Untuk memperdalam pemahaman tentang agama Islam, aku mengikuti program Kuliah Dai Mandiri selama tiga bulan lebih (sejak Februari s/d pertengahan Mei 2009) yang diselenggarakan oleh salah satu pesantren di Bogor. Di sana aku mendapatkan banyak ilmu agama dan bekal rohani yang semakin memantapkan jalanku ini.</p>
<p>Dari pihak keluarga, awalnya memang menentang keras keislamanku. Bahkan, aku sempat dituduh sebagai anak yang durhaka. Namun selanjutnya mereka bisa menerima meski kuakui itu berat bagi mereka.</p>
<p>Bahkan belakangan kuketahui, kakak keduaku yang menetap di daerah Bitung, Tangerang, ternyata lebih dulu masuk Islam setahun sebelum aku. Aku memang jarang melakukan komunikasi dengannya. Dari keluarga pihak ayah ataupun ibu, baru kami berdua yang memeluk Islam. Dan aku bahagia pada pilihanku ini.</p>
<p>Aku tetap berharap kepada Allah SWT agar keluargaku yang belum mendapatkan hidayah-Nya segera mendapatkan apa yang aku rasakan sekarang. Aku pasti masih dan akan tetap mencintai mereka serta berharap mereka semua mendapatkan petunjuk dari Allah SWT Amiiin. Mohon doanya. *</p>
<p><em>Seperti diceritakan Muhammad Rifqy Abdillah kepada <a href="http://hidayatullah.com/read/16104/29/03/2011/undefined">hidayatullah.com </a></em></p>
<p>Sumber : <br />Rep: Ainuddin Chalik<br />Red: Cholis Akbar</p>
<h4>Related External Links</h4>
<ul class="erp_pingback">
<li><a href="http://pitersimanjuntak.wordpress.com/2011/04/17/isa-almasih-turun-ke-bumi-menyelamatkan-orang-berdosa/">ISA ALMASIH TURUN KE BUMI MENYELAMATKAN ORANG BERDOSA « PITER <b>&#8230;</b></a></li>
<li><a href="http://freearticlesubmissionsite.com/anti-aging-products-and-books/"><b>Anti</b> Aging Products And Books | Free Article Submission Site</a></li>
<li><a href="http://knkini.blogspot.com/2011/04/peringatan-buat-individu-muslim.html">KN Kini: Peringatan Buat Individu Muslim</a></li>
<li><a href="http://www.pdfdoc.info/article/go-off-the-grid-with-nikola-tesla-free-of-charge-energy-generator/">Go Off The Grid With Nikola Tesla Free Of Charge Energy Generator <b>&#8230;</b></a></li>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2011/04/10/tidak-kutemukan-tuhan-di-dalam-musik/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2011/04/10/tidak-kutemukan-tuhan-di-dalam-musik/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2011/04/10/tidak-kutemukan-tuhan-di-dalam-musik/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2011/04/10/tidak-kutemukan-tuhan-di-dalam-musik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayat-Ayat Allah Swt dalam Gempa  Sumatera 17.16 ,17.58</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/10/06/ayat-ayat-allah-swt-dalam-gempa-sumatera-17-16-17-58/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/10/06/ayat-ayat-allah-swt-dalam-gempa-sumatera-17-16-17-58/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 08:30:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[ayat allah]]></category>
		<category><![CDATA[ayat ayat allah]]></category>
		<category><![CDATA[gemap sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[gempa sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[gempa sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[keagungan allah swt]]></category>
		<category><![CDATA[keajaiban allah swt saat musibah]]></category>
		<category><![CDATA[www ayat-ayat allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=657</guid>
		<description><![CDATA[Gempa besar berkekuatan 7,6 Skala Richter melantakkan kota Padang dan sekitarnya pukul 17.16 pada tanggal 30 September lalu. Gempa susulan terjadi pada pukul 17.58. Keesokan harinya, 1 Oktober kemarin, gempa berkekuatan 7 Skala Richter kembali menggoyang Jambi dan sekitarnya tepat pukul 08.52. Adalah ketetapan Allah Swt jika bencana ini bertepatan dengan beberapa momentum besar bangsa Indonesia, dulu dan sekarang: Pertama, tanggal 1 Oktober merupakan hari pelantikan anggota DPR dan DPD periode 2009-2014 yang menuai kontroversi. Acara seremonial yang sebenarnya bisa dilaksanakan dengan amat sederhana itu ternyata memboroskan uang rakyat lebih dari 70 miliar rupiah. Hal ini dilakukan di tengah berbagai musibah yang mengguncang bangsa ini. Dan kenyataan ini membuktikan jika para pejabat itu tidak memiliki empati sama sekali terhadap nasib rakyat yang kian hari kian susah. Bukan mustahil, banyak kaum mustadh’afin yang berdoa kepada Allah Swt agar menunjukkan kebesaran-Nya kepada para pejabat negara ini agar mau bersikap amanah dan tidak bertindak bagaikan segerombolan perampok terhadap uang umat. Satu lagi, siapa pun yang berkunjung ke Gedung DPR di saat hari pelantikan tersebut akan mencium aroma kematian di mana-mana. Entah mengapa, pihak panitia begitu royal menyebar rangkaian bunga Melati di setiap sudut gedung tersebut. Bunga Melati memang bunga yang biasanya mengiringi acara-acara sakral [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="border: 0px initial initial;" title="awan-allah2" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2009/10/awan-allah2.jpg" alt="awan-allah2" width="640" height="480" /></p>
<p>Gempa besar berkekuatan 7,6 Skala Richter melantakkan kota Padang dan sekitarnya pukul 17.16 pada tanggal 30 September lalu. Gempa susulan terjadi pada pukul 17.58. Keesokan harinya, 1 Oktober kemarin, gempa berkekuatan 7 Skala Richter kembali menggoyang Jambi dan sekitarnya tepat pukul 08.52.</p>
<p><span id="more-657"></span></p>
<p>Adalah ketetapan Allah Swt jika bencana ini bertepatan dengan beberapa momentum besar bangsa Indonesia, dulu dan sekarang:</p>
<p><em>Pertama,</em> tanggal 1 Oktober merupakan hari pelantikan anggota DPR dan DPD periode 2009-2014 yang menuai kontroversi. Acara seremonial yang sebenarnya bisa dilaksanakan dengan amat sederhana itu ternyata memboroskan uang rakyat lebih dari 70 miliar rupiah. Hal ini dilakukan di tengah berbagai musibah yang mengguncang bangsa ini. Dan kenyataan ini membuktikan jika para pejabat itu tidak memiliki empati sama sekali terhadap nasib rakyat yang kian hari kian susah.</p>
<p>Bukan mustahil, banyak kaum <em>mustadh’afin</em> yang berdoa kepada Allah Swt agar menunjukkan kebesaran-Nya kepada para pejabat negara ini agar mau bersikap amanah dan tidak bertindak bagaikan segerombolan perampok terhadap uang umat.</p>
<p>Satu lagi, siapa pun yang berkunjung ke Gedung DPR di saat hari pelantikan tersebut akan mencium aroma kematian di mana-mana. Entah mengapa, pihak panitia begitu royal menyebar rangkaian bunga Melati di setiap sudut gedung tersebut. Bunga Melati memang bunga yang biasanya mengiringi acara-acara sakral di negeri ini, seperti pesta perkawinan dan sebagainya. Namun agaknya mereka lupa jika bunga Melati juga biasa dipakai dalam acara-acara berkabung atau kematian.</p>
<p><em>Kedua</em>, 44 tahun lalu, tanggal 30 September dan 1 Oktober 1965 merupakan tonggak bersejarah bagi perjalanan bangsa dan negara ini. Pada tanggal itulah awal dari kejatuhan Soekarno dan berkuasanya Jenderal Suharto. Pergantian kekuasaan yang di Barat dikenal dengan sebutan <em>Coup de’ Etat</em> Jenderal Suharto ini, telah membunuh Indonesia yang mandiri dan revolusioner di zaman Soekarno, anti kepada neo kolonialisme dan neo imperialisme (Nekolim), menjadi Indonesia yang terjajah kembali. Suharto telah membawa kembali bangsa ini ke mulut para pelayan Dajjal, agen-agen Yahudi Internasional, yang berkumpul di Washington.</p>
<p><strong>Gempa dan Ayat-Ayat Allah Swt</strong></p>
<p>Segala sesuatu kejadian di muka bumi merupakan ketetapan Allah Swt. Demikian pula dengan musibah bernama gempa bumi. Hanya berseling sehari setelah kejadian, beredar kabar—di antaranya lewat pesan singkat—yang mengkaitkan waktu terjadinya musibah tiba gempa itu dengan surat dan ayat yang ada di dalam kitab suci Al-Qur’an.</p>
<p>“Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Coba lihat Al-Qur’an!” demikian bunyi pesan singkat yang beredar. Siapa pun yang membuka Al-Qur’an dengan tuntunan pesan singkat tersebut akan merasa kecil di hadapan Allah Swt. Demikian ayatayat Allah Swt tersebut:</p>
<p>17.16 (QS. Al Israa’ ayat 16):<em> “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”</em></p>
<p>17.58 (QS. Al Israa’ ayat 58): <em>“Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”</em></p>
<p>8.52 (QS. Al Anfaal: 52): <em>(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”</em></p>
<p>Tiga ayat Allah Swt di atas, yang ditunjukkan tepat dalam waktu kejadian tiga gempa kemarin di Sumatera, berbicara mengenai azab Allah berupa kehancuran dan kematian, dan kaitannya dengan hidup bermewah-mewah dan kedurhakaan, dan juga dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya. Ini tentu sangat menarik.</p>
<p>Gaya hidup bermewah-mewah seolah disimbolisasikan dengan acara pelantikan anggota DPR yang memang WAH. Kedurhakaan bisa jadi disimbolkan oleh tidak ditunaikannya amanah umat selama ini oleh para penguasa, namun juga tidak tertutup kemungkinan kedurhakaan kita sendiri yang masih banyak yang lalai dengan ayat-ayat Allah atau malah menjadikan agama Allah sekadar sebagai komoditas untuk meraih kehidupan duniawi dengan segala kelezatannya (yang sebenarnya menipu).</p>
<p>Dan yang terakhir, terkait dengan “Fir’aun dan para pengikutnya”, percaya atau tidak, para pemimpin dunia sekarang ini yang tergabung dalam kelompok Globalis (mencita-citakan<em> The New World Order</em>) seperti Dinasti Bush, Dinasti Rotschild, Dinasti Rockefeller, Dinasti Windsor, dan para tokoh Luciferian lainnya yang tergabung dalam Bilderberg Group, Bohemian Groove, Freemasonry, Trilateral Commission (ada lima tokoh Indonesia sebagai anggotanya), sesungguhnya masih memiliki ikatan darah dengan Firaun Mesir (!).</p>
<p>David Icke yang dengan tekun selama bertahun-tahun menelisik garis darah Firaun ke masa sekarang, dalam bukunya “The Biggest Secret”, menemukan bukti jika darah Firaun memang menaliri tokoh-tokoh Luciferian sekarang ini seperti yang telah disebutkan di atas. Bagi yang ingin menelusuri gais darah Fir’aun tersebut hingga ke Dinasti Bush, silakan cari di <em><a href="http://www.davidicke.com/">www.davidicke.com</a></em> (Piso-Bush Genealogy), dan ada pula di New England Historical Genealogy Society.</p>
<p><em>Nah</em>, bukan rahasia lagi jika sekarang Indonesia berada di bawah cengkeraman kaum NeoLib. Kelompok ini satu kubu dengan IMF, World Bank, Trilateral Commission, Round Table, dan kelompok-kelompok elit dunia lainnya yang bekerja menciptakan The New World Order. Padahal jelas-jelas, kubu The New World Order memiliki garis darah dengan Firaun. Kelompok Globalis-Luciferian inilah yang mungkin dimaksudkan Allah Swt dalam QS. Al Anfaal ayat 52 di atas. Dan bagi pendukung pasangan ini, mungkin bisa disebut sebagai <em>“…pengikut-pengikutnya.”</em></p>
<p>Dengan adanya berbagai “kebetulan” yang Allah Swt sampaikan dalam musibah gempa kemarin ini, Allah Swt jelas hendak mengingatkan kita semua. Apakah semua “kebetulan” itu sekadar sebuah “kebetulan” semata tanpa pesan yang berarti? Apakah pesan Allah Swt itu akan mengubah kita semua agar lebih taat pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya? Atau malah kita semua sama sekali tidak perduli, bahkan menertawakan semua pesan ini sebagaimana dahulu kaum kafir Quraiys menertawakan dakwah Rasulullah Saw? Semua berpulang kepada diri kita masing-masing. <em>Wallahu’alam bishawab</em>. (Ridyasmara) <a href="http://eramuslim.com/berita/tahukah-anda/ayat-ayat-allah-swt-dalam-gempa-di-sumatera.htm" target="_blank">SUmber</a></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/10/06/ayat-ayat-allah-swt-dalam-gempa-sumatera-17-16-17-58/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/10/06/ayat-ayat-allah-swt-dalam-gempa-sumatera-17-16-17-58/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/10/06/ayat-ayat-allah-swt-dalam-gempa-sumatera-17-16-17-58/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/10/06/ayat-ayat-allah-swt-dalam-gempa-sumatera-17-16-17-58/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah: MANTAN PENDETA ROMA MENJADI AHLUS SUNNAH</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/08/10/kisah-mantan-pendeta-roma-menjadi-ahlus-sunnah/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/08/10/kisah-mantan-pendeta-roma-menjadi-ahlus-sunnah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 04:24:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Critone Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[.. kidah pendeta jadi muallaf]]></category>
		<category><![CDATA[Ahlussunnah]]></category>
		<category><![CDATA[injil]]></category>
		<category><![CDATA[kesaksian muallaf mantan pastor]]></category>
		<category><![CDATA[kesaksian muallaf mantan pendeta]]></category>
		<category><![CDATA[kesaksian pastor mualaf]]></category>
		<category><![CDATA[kisah kisah mualaf dari mantan pendeta atau pastor]]></category>
		<category><![CDATA[kisah mantan misionaris]]></category>
		<category><![CDATA[kisah para muallaf ahlussunnah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah pendeta dan pastur jadi mualaf]]></category>
		<category><![CDATA[kristen]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj salaf]]></category>
		<category><![CDATA[MANTAN PENDETA ROMA]]></category>
		<category><![CDATA[mualaf pelabuhan ratu]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[pendeta masuk islam di palangkaraya]]></category>
		<category><![CDATA[Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[taurat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=651</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Syaikh Amjad bin Imron Salhub Segala puji bagi Allah. Semoga shalawat serta salam tetap terlimpahkan atas Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya, serta siapa saja yang mengikuti sunnahnya dan menjadikan ajarannya sebagai petunjuk sampai hari kiamat. Sejarah Islam, baik yang dulu maupun sekarang senantiasa menceritakan kepada kita, contoh-contoh indah dari orang-orang yang mendapatkan petunjuk, mereka memiliki semangat yang begitu tinggi dalam mencari agama yang benar. Untuk itulah, mereka mencurahkan segenap jiwa dan mengorbankan milik mereka yang berharga, sehingga mereka dijadikan permisalan, dan sebagai bukti bagi Allah atas makhluk-Nya. Sesungguhnya siapa saja yang bersegera mencari kebenaran, berlandaskan keikhlasan karena Allah Taâ€™aala, pasti Dia â€˜Azza Wa Jalla akan menunjukinya kepada kebenaran tersebut, dan akan dianugerahkan kepadanya nikmat terbesar di alam nyata ini, yaitu kenikmatan Islam. Semoga Allah merahmati syaikh kami al-Albani yang sering mengulang-ngulangi perkataan: Ø§Ù„Ù’Ø­ÙŽÙ…Ù’Ø¯Ù Ù„ÙÙ„Ù‘ÙŽÙ‡Ù Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙ‰ Ù†ÙØ¹Ù’Ù…ÙŽØ©Ù Ø§Ù’Ù„Ø¥ÙØ³Ù’Ù„Ø§ÙŽÙ…Ù ÙˆÙŽØ§Ù„Ø³ÙÙ†Ù‘ÙŽØ©Ù Segala puji bagi Allah atas nikmat Islam dan as-Sunnah Diantara kalimat mutiara ulama salaf adalah: Ø¥ÙÙ†Ù‘ÙŽ Ù…ÙÙ†Ù’ Ù†ÙØ¹Ù’Ù…ÙŽØ©Ù Ø§Ù„Ù„Ù‡Ù Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙ‰ Ø§Ù’Ù„Ø£ÙŽØ¹Ù’Ø¬ÙŽÙ…ÙÙŠÙÙ‘ ÙˆÙŽ Ø§Ù„Ø´ÙŽØ§Ø¨Ù Ø¥ÙØ°ÙŽØ§ Ù†ÙŽØ³ÙŽÙƒÙŽ Ø£ÙŽÙ†Ù’ ÙŠÙÙˆÙŽØ§ÙÙÙŠÙŽ ØµÙŽØ§Ø­ÙØ¨ÙŽ Ø³ÙÙ†Ù‘ÙŽØ©Ù ÙÙŽÙŠÙŽØ­Ù’Ù…ÙÙ„ÙŽÙ‡Ù Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙŠÙ’Ù‡ÙŽØ§ Sesungguhnya diantara nikmat Allah atas orangÂ  â€˜ajam dan pemuda adalah, ketika dia beribadah bertemu dengan pengibar sunnah, kemudian dia membimbingnya kepada sunnah Rasulullah. Ø£ÙŽØ´Ù’Ù‡ÙŽØ¯Ù Ø£ÙŽÙ†Ù’ Ù„Ø§ÙŽ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‡ÙŽ Ø¥ÙÙ„Ø§Ù‘ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‡Ù [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-654" title="read_quran_charge_your_iman__by_ustad_design" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2009/08/read_quran_charge_your_iman__by_ustad_design-300x239.jpg" alt="read_quran_charge_your_iman__by_ustad_design" width="245" height="195" /><strong>Oleh </strong>: Syaikh Amjad bin Imron Salhub</p>
<p>Segala puji bagi Allah. Semoga shalawat serta salam tetap terlimpahkan atas Rasulullah, keluarga dan para <em>sahaba</em>tnya, serta siapa saja yang mengikuti <em>sunnah</em>nya dan menjadikan ajarannya sebagai petunjuk sampai hari kiamat.</p>
<p>Sejarah Islam, baik yang dulu maupun sekarang senantiasa menceritakan kepada kita, contoh-contoh indah dari orang-orang yang mendapatkan petunjuk, mereka memiliki semangat yang begitu tinggi dalam mencari agama yang benar. Untuk itulah, mereka mencurahkan segenap jiwa dan mengorbankan milik mereka yang berharga, sehingga mereka dijadikan permisalan, dan sebagai bukti bagi Allah atas makhluk-Nya.</p>
<p>Sesungguhnya siapa saja yang bersegera mencari kebenaran, berlandaskan keikhlasan karena Allah <em>Taâ€™aala</em>, pasti Dia <em>â€˜Azza Wa Jalla</em> akan menunjukinya kepada kebenaran tersebut, dan akan dianugerahkan kepadanya nikmat terbesar di alam nyata ini, yaitu kenikmatan Islam. Semoga Allah merahmati <em>syaikh </em>kami al-Albani yang sering mengulang-ngulangi perkataan:</p>
<p>Ø§Ù„Ù’Ø­ÙŽÙ…Ù’Ø¯Ù Ù„ÙÙ„Ù‘ÙŽÙ‡Ù Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙ‰ Ù†ÙØ¹Ù’Ù…ÙŽØ©Ù Ø§Ù’Ù„Ø¥ÙØ³Ù’Ù„Ø§ÙŽÙ…Ù ÙˆÙŽØ§Ù„Ø³ÙÙ†Ù‘ÙŽØ©Ù</p>
<p><em>Segala puji bagi Allah atas nikmat Islam dan as-Sunnah</em></p>
<p><strong>Diantara kalimat mutiara ulama salaf adalah:<span id="more-651"></span></strong></p>
<p>Ø¥ÙÙ†Ù‘ÙŽ Ù…ÙÙ†Ù’ Ù†ÙØ¹Ù’Ù…ÙŽØ©Ù Ø§Ù„Ù„Ù‡Ù Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙ‰ Ø§Ù’Ù„Ø£ÙŽØ¹Ù’Ø¬ÙŽÙ…ÙÙŠÙÙ‘ ÙˆÙŽ Ø§Ù„Ø´ÙŽØ§Ø¨Ù Ø¥ÙØ°ÙŽØ§ Ù†ÙŽØ³ÙŽÙƒÙŽ Ø£ÙŽÙ†Ù’ ÙŠÙÙˆÙŽØ§ÙÙÙŠÙŽ ØµÙŽØ§Ø­ÙØ¨ÙŽ Ø³ÙÙ†Ù‘ÙŽØ©Ù ÙÙŽÙŠÙŽØ­Ù’Ù…ÙÙ„ÙŽÙ‡Ù Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙŠÙ’Ù‡ÙŽØ§</p>
<p><em>Sesungguhnya diantara nikmat Allah atas orangÂ  â€˜ajam dan pemuda adalah, ketika dia beribadah bertemu dengan pengibar sunnah, kemudian dia membimbingnya kepada sunnah Rasulullah.</em></p>
<p>Ø£ÙŽØ´Ù’Ù‡ÙŽØ¯Ù Ø£ÙŽÙ†Ù’ Ù„Ø§ÙŽ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‡ÙŽ Ø¥ÙÙ„Ø§Ù‘ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‡Ù ÙˆÙŽØ£ÙŽÙ†Ù‘ÙŽ Ù…ÙØ­ÙŽÙ…Ù‘ÙŽØ¯Ù‹Ø§ Ø±ÙŽØ³ÙÙˆÙ’Ù„Ù Ø§Ù„Ù„Ù‡Ù</p>
<p><em>Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya</em></p>
<p>Inilah kalimat <em>tauhid</em>, kalimat yang baik, kunci surga. Kalimat inilah stasiun pertama dari jalan panjang yang penuh dengan onak dan duri, kalimat taqwa bukanlah kalimat yang mudah bagi seorang insan yang ingin menggerakkan lisannya untuk mengucapkannya, demikian juga ketika dia ingin mengeluarkannya dari hatinya yang paling dalam. Karena, ketika seorang insan ingin mengeluarkannya dari hatinya yang paling dalam, maka dia harus mengetahui terlebih dahulu, bahwa kalimat itu keluar dengan seizin Allah <em>Taâ€™aala</em>.</p>
<p>Demikianlah yang dialami oleh Ibrahim (dulu bernama Danial) -semoga Allah memeliharanya, meluruskannya diatas jalan keistiqomahan, serta menutup lembaran hidupnya diatas Islam-.</p>
<p>Inilah dia yang akan menceritakan kepada kita, bagaimana dia meninggalkan agama kaumnya (<em>Nashrani</em>) menuju Islam, dan bagaimana dia telah mengorbankan kekayaan ayahnya serta kemewahan hidupnya, di suatu jalan (hakekat terbesar), demi mencari kebebasan akal dan jiwa.</p>
<p>Ibrahim (dulu bernama Danial) -semoga Allah memeliharanya, dan mengokohkannya diatas jalan ke<em>istiqomah</em>an- menceritakan:</p>
<p>Saya adalah seorang lelaki dari keluarga Roma, seorang anak dari keluarga kaya, semasa kecil, saya hidup dengan kemewahan dan kemakmuran. Demikianlah, kulalui masa kecilku. Ketika masa remajapun, saya banyak menghabiskan waktu dengan kemewahan bersama teman-temanku, ketika itu saya memiliki sebuah mobil mewah dan uang, sehingga saya bisa memiliki segala sesuatu dan tidak pernah kekurangan.</p>
<p>Akan tetapi sejak kecil, saya senantiasa merasa bahwa dalam kehidupan ini ada yang kurang, dan saya yakin bahwa ada sesuatu yang salah di dalam hidupku, serta suatu kekosongan yang harus kupenuhi, karena semua sarana kehidupan ini bukanlah tujuanku. Saya mulai tertarik dengan agama, dan mulailah kubaca <em>Injil</em>, pergi ke gereja, serta kusibukkan diriku dengan membaca buku-buku agama <em>Kristen</em>. Dari buku-buku yang kubaca tersebut, mulai kudapatkan sebagian jawaban atas berbagai pertanyaanku, akan tetapi tetap saja belum sempurna.</p>
<p>Dahulu saya bangun pagi setiap hari dan pergi ke pantai, saya merenungi laut sambil membaca buku-buku dan shalat. Setelah dua bulan dari permulaan hidupku ini, saya merasa mantap bahwa saya tidak mampu terus menerus menjalani hidupku seperti biasanya setelah beragama, ketika itu, saya mendatangi ayahku dan kukabarkan kepadanya bahwa saya tidak bisa melanjutkan bekerja dengannya, saya juga pergi mendatangi ibu dan saudari-saudariku dan kukabarkan kepada mereka bahwa saya telah mengambil keputusan untuk meninggalkan mereka.</p>
<p>Kemudian kusiapkan tasku lalu naik kereta tanpa kuketahui ke mana saya hendak pergi, hingga saya tiba di kota Polon, kemudian saya masuk ke<em> ad-dir</em> (Istilah untuk gereja yang terpencil dipedalaman.<em> â€“ pent.</em>) disana, lalu naik gunung yang tinggi. Saya menetap di gunung selama kira-kira sebulan, saya tidak berbicara dengan siapapun, saya hanya membaca dan beribadah.</p>
<p>Sekitar tiga tahun, saya senantiasa berpindah-pindah dari satu <em>ad-dir</em> ke <em>ad-dir</em> yang lain, saya membaca dan beribadah, kebalikannya para pendeta yang tidak bisa meninggalkan <em>ad-dir </em>mereka, karena saya tidak pernah memberikan janji untuk menjadi seorang pendeta di suatu<em> ad-dir </em>tertentu, dan janji tersebut akan menghalangiku untuk keluar masuk darinya.</p>
<p>Setelah itu, saya memutuskan untuk berkeliling ke pelbagai negeri, maka saya memulai perjalanan panjangku dari Italia melalui Slovania, Hungaria, Nimsa, Romania, Bulgaria, Turki, Iran, Pakistan, dari sana menuju India. Semua perjalanan ini saya tempuh melalui jalur darat. Saya mendengar suara adzan di Turki, dan saya sudah pernah mendengarnya di Kairo (Mesir) pada perjalananku sebelumnya, akan tetapi kali ini sangat berkesan, sehingga saya mencintainya.</p>
<p>Dalam perjalanan pulang, saya bertemu dengan seorang <em>Syiâ€™ah</em> di perbatasan Iran dan Pakistan, dia dan temannya menjamuku dan mulai menjelaskan kepadaku tentang Islam versi<em> Syiâ€™ah</em>, keduanya menyebutkan <em>Imam </em>Duabelas dan mereka tidak menjelaskan kepadaku tentang Islam dengan sebenarnya, bahkan mereka menfokuskan pada ajaran <em>Syiâ€™ah</em> dan Imam Ali, serta tentang penantian mereka terhadap seorang Imam yang ikhlas, yang akan datang untuk membebaskan manusia.</p>
<p>Semua diskusi tesebut sama sekali tidak menarik perhatianku, dan saya belum mendapatkan jawaban atas berbagai pertanyaanku dalam rangka mencari hakekat kebenaran. Orang <em>Syiâ€™ah</em> itu menawarkan kepadaku untuk mempelajari Islam di kota Qum, Iran, selama tiga bulan tanpa dipungut biaya, akan tetapi saya memilih untuk melanjutkan perjalananku dan kutinggalkan mereka.</p>
<p>Kemudian saya menuju India, dan ketika saya turun dari kereta, pertama yang kulihat adalah manusia yang membawa kendi-kendi di pagi hari sekali dengan berlari-lari kecil menuju ke dalam kota, maka kuikuti mereka dan saya melihat mereka ber<em>thowaf</em> mengelilingi sapi betina yang terbuat dari emas, ketika itu saya sadar bahwa India bukanlah tempat yang kucari.</p>
<p>Setelah itu, saya kembali ke Italia dan dirawat di rumah sakit selama sebulan penuh, hampir saja saya meninggal dikarenakan penyakit yang saya derita ketika di India, akan tetapi Allah telah menyelamatkanku. <em>Alhamdulillah</em>.</p>
<p>Saya keluar dari rumah sakit menuju rumah, dan mulailah saya berfikir tentang langkah-langkah yang akan saya ambil setelah perjalanan panjang ini, maka saya memutuskan untuk terus dalam jalanku mencari hakekat kebenaran. Saya kembali ke <em>ad-dir</em> dan mulailah kujalani kehidupan seorang pendeta di sebuah <em>ad-dir</em> di Roma. Pada waktu itu saya telah diminta oleh para pembesar pendeta disana untuk memberikan kalimat dan janji. Pada malam itu, saya berfikir panjang, dan keesokan harinya saya memutuskan untuk tidak memberikan janji kepada mereka lalu kutinggalkan <em>ad-dir</em> tersebut.</p>
<p>Saya merasa ada sesuatu yang mendorongku untuk keluar dari<em> ad-dir</em>, setelah itu saya menuju <em>al-Quds</em> karena saya beriman akan kesuciannya. Maka mulailah saya berpergian menuju<em> al-Quds </em>melalui jalur darat melewati berbagai negeri, sampai akhirnya saya tiba di Siria, Lebanon, Oman, dan <em>al-Quds</em>, saya tinggal disana seminggu, kemudian saya kembali ke Italia, maka bertambahlah pertanyaan-pertanyaanku, saya kembali ke rumah lalu kubuka <em>Injil</em>.</p>
<p>Pada kesempatan ini, saya merasa berkewajiban untuk membaca <em>Injil </em>dari permulaannya, maka saya memulai dari Taurat, menelusuri kisah-kisah para<em> nabi bani Israel</em>. Pada tahap ini mulai nampak jelas di dalam diriku makna-makna kerasulan hakiki yang Allah mengutus kepadanya, mulailah saya merasakannya, sehingga muncullah berbagai pertanyaan yang belum saya dapatkan jawabannya, saya berusaha menemukan jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut dari perpustakaanku yang penuh dengan buku-buku tentang <em>Injil </em>dan <em>Taurat</em>.</p>
<p>Pada saat itu, saya teringat suara <em>adzan </em>yang pernah kudengar ketika berkeliling ke berbagai negeri serta pengetahuanku bahwa kaum muslimin beriman terhadap Sesembahan yang satu, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Dia. <strong>Dan inilah yang dulu saya yakini, maka saya berkomitmen :</strong><em> Saya harus berkenalan dengan Islam, kemudian mulailah kukumpulkan buku-buku tentang Islam, diantara yang saya miliki adalah terjemahan al-Qurâ€™an dalam bahasa Italia, yang pernah saya beli ketika berkeliling ke berbagai negeri</em> <em></em>.</p>
<p>Setelah kutelaah buku-buku tersebut, saya berkesimpulan bahwa Islam tidak seperti yang dipahami oleh mayoritas orang-orang barat, yaitu sebagai agama pembunuh, perampok dan teroris akan tetapi yang saya dapati adalah <strong>Islam itu agama kasih sayang dan petunjuk, serta sangat dekat dengan makna hakiki dari <em>Taurat</em> dan <em>Injil</em>.</strong></p>
<p>Kemudian saya putuskan untuk kembali ke <em>al-Quds</em>, karena saya yakin bahwa <em>al-Quds</em> adalah tempat turunnya ke<em>rasul</em>an terdahulu, akan tetapi kali ini saya menaiki pesawat terbang dari Italia menuju<em> al-Quds</em>. Saya turun di tempat turunnya para pendeta dan peziarah dibawah panduan <em>hause bus Armenia</em> di daerah negeri kuno. Di dalam tasku, saya tidak membawa sesuatu kecuali sedikit pakaian, terjemahan <em>al-Qurâ€™an, Injil</em> dan <em>Taurat</em>. Kemudian saya mulai membaca lebih banyak lagi dan lebih banyak lagi, saya membandingkan kandungan <em>al-Qurâ€™an</em> dengan isi <em>Taurat </em>dan <em>Injil</em>, sehingga saya berkesimpulan bahwa kandungan al-Qurâ€™an sangat dekat dengan ajaran Musa dan Isa <em>â€˜alaihimassalaam</em> yang asli.</p>
<p>Selanjutnya saya mulai berdialog dengan kaum muslimin untuk menanyakan kepada mereka tentang Islam, sampai akhirnya saya bertemu dengan sahabatku yang mulia Wasiim Hujair, kami berbincang-bincang tentang Islam. Saya juga banyak bertemu dengan teman-teman, mereka menjelaskan kepada saya tentang Islam. Setelah itu, saudara Wasiim mengatakan kepadaku bahwa dia akan mengadakan suatu pertemuan antara saya dengan salah seorang dari teman-temannya para <em>daâ€™i</em>.</p>
<p>Pertemuan itu berlangsung dengan saudara yang mulia Amjad Salhub, kemudian terjadilah perbincangan yang bagus tentang agama Islam. Diantara perkara yang paling mempengaruhiku adalah kisah sabahat yang mulia, Salman al-Farisi, karena di dalamnya ada kemiripan dengan ceritaku tentang pencarian hakekat kebenaran.</p>
<p>Kami berkumpul lagi dalam pertemuan yang lain dengan saudara Amjad beserta teman-temannya, diantaranya <em>fadhilatusy Syaikh</em> Hisyam al-â€˜Arif â€“<em>hafidhohulloh</em>-, maka berlangsunglah dialog tentang Islam dan keagungannya, kebetulan ketika itu saya memiliki beberapa pertanyaan yang kemudian dijawab oleh <em>Syaikh</em>.</p>
<p>Setelah itu, saya terus menerus berkomunikasi dengan saudara Amjad yang dengan sabar menjelaskan jawaban atas mayoritas pertanyaan-pertanyaanku. Pada saat seperti itu di depan saya ada dua pilihan, antara saya mengikuti kebenaran atau menolaknya, dan saya sama sekali tidak sanggup menolak kebenaran tersebut setelah saya meyakini bahwa Islam adalah jalan yang benar.</p>
<p>Pada saat itu juga, saya merasakan bahwa waktu untuk mengucapkan kalimat <em>tauhid </em>dan <em>syahadat </em>telah tiba. Ternyata tiba-tiba saudara Amjad mendatangiku bertepatan dengan waktu dikumandangkannya <em>adzan </em>untuk <em>shalat</em> <em>dhuhur</em>. Waktu itu benar-benar telah tiba, sehingga tiada pilihan bagiku kecuali saya mengucapkan :</p>
<p>Ø£ÙŽØ´Ù’Ù‡ÙŽØ¯Ù Ø£ÙŽÙ†Ù’ Ù„Ø§ÙŽ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‡ÙŽ Ø¥ÙÙ„Ø§Ù‘ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‡Ù ÙˆÙŽØ£ÙŽÙ†Ù‘ÙŽ Ù…ÙØ­ÙŽÙ…Ù‘ÙŽØ¯Ù‹Ø§ Ø±ÙŽØ³ÙÙˆÙ’Ù„Ù Ø§Ù„Ù„Ù‡Ù</p>
<p><em>Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya</em></p>
<p>Maka serta merta saudara Amjad memelukku dengan pelukan yang ramah, seraya memberikan ucapan selamat atas keIslamanku, kemudian kami sujud syukur sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah atas anugerah nikmat ini. Kemudian saya diminta mandi (Sebagaimana <em>hadits </em>Qoish bin â€˜Ashim, Ketika beliau masuk Islam, Rasulullah memerintahkannya untuk mandi dengan air yang dicampur bidara. (HR. An-Nasai, at-Turmudzi dan Abu Daud. Di<em>shohih</em>kan oleh al-Albani dalam al-Irwaaâ€™ (128).)) dan berangkat ke <em>al-Masjid al-Aqsho</em> untuk menunaikan <em>shalat</em> <em>dhuhur</em>,</p>
<p>Di tempat tersebut setelah <em>shalat</em>, saya menemui<em> jamaah shalat</em> dengan <em>syahadat</em>, yaitu persaksian kebenaran dan <em>tauhid </em>yang telah Allah anugerahkan kepadaku. Setelah saya mengetahui bahwa siapa saja yang masuk Islam wajib baginya ber<em>khitan</em>, maka segala puji dan anugerah milik Allah, saya tunaikan kewajiban ber<em>khitan</em> tersebut sebagai bentuk meneladani bapaknya para nabi, yaitu Ibrahim yang melakukan <em>khitan </em>pada usia 80 tahun (Sebagaimana Rasulullah bersabda : <em>Ibrahim berkhitan ketika umur 80 tahun dengan â€œal-Qoduumâ€</em> (nama alat atau tempat).( HR. Al-Bukhori (3356) dan Muslim (2370).)).</p>
<p>Itulah diriku, saya telah memulai hidup baru dibawah naungan agama kebenaran, agama yang penuh dengan kasih sayang dan cahaya. Saya senantiasa menuntut ilmu agama dari kitab Allah<em> Taâ€™aala</em> dan <em>sunnah </em>Rasulullah sesuai dengan <em>manhaj salaf </em>(pendahulu) umat ini, dari kalangan para <em>sahabat </em>beserta siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat.</p>
<p>Segala puji bagi Allah atas anugerah Islam dan <em>as-Sunnah</em>.</p>
<p><strong>Dialihbahasakan oleh Abu Zahro Imam Wahyudi Lc. dari majalah ad-Daâ€™wah as-Salafiyah-Palestina edisi perdana, Muharram 1427 H halaman: 21-24.</strong></p>
<p>via <a href="http://ummusalma.wordpress.com/2008/05/13/mantan-pendeta-roma-menjadi-ahlus-sunnah/">ummu salma</a></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/08/10/kisah-mantan-pendeta-roma-menjadi-ahlus-sunnah/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/08/10/kisah-mantan-pendeta-roma-menjadi-ahlus-sunnah/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/08/10/kisah-mantan-pendeta-roma-menjadi-ahlus-sunnah/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/08/10/kisah-mantan-pendeta-roma-menjadi-ahlus-sunnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gerhana Matahari Total  22 Juli 2009</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/07/22/gerhana-matahari-total-22-juli-2009/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/07/22/gerhana-matahari-total-22-juli-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 20:40:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban Alam]]></category>
		<category><![CDATA[332003#332003]]></category>
		<category><![CDATA[allah's name al-maliku]]></category>
		<category><![CDATA[download gambar gerak gerhana bulan dan matahari]]></category>
		<category><![CDATA[gerhana]]></category>
		<category><![CDATA[gerhana matahari total]]></category>
		<category><![CDATA[gerhana matahari total 2009]]></category>
		<category><![CDATA[gerhana rembulan]]></category>
		<category><![CDATA[moon eclipse]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah gerhana matahari]]></category>
		<category><![CDATA[solar eclipse]]></category>
		<category><![CDATA[tanda kekuasaan allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=637</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu fenomena alam yang sangat menarik untuk diamati adalah peristiwa gerhana bulan (moon eclipse) dan gerhana matahari (solar eclipse). Terjadinya gerhana adalah sebagai bukti tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang meletakkan matahari dan bulan pada garis edarnya dan bergerak dengan perhitungan yang dapat dipelajari oleh manusia. Allah SWT berfirman, &#8220;Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.&#8221; (Ibrahim:33). Salah satu fenomena alam yang sangat menarik untuk diamati adalah peristiwa gerhana bulan (moon eclipse) dan gerhana matahari (solar eclipse). Terjadinya gerhana adalah sebagai bukti tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang meletakkan matahari dan bulan pada garis edarnya dan bergerak dengan perhitungan yang dapat dipelajari oleh manusia. Allah SWT berfirman, &#8220;Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.&#8221; (Ibrahim:33). Gb : wikipedia Allah SWT juga berfirman,Â &#8220;Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.&#8221;(Yasin:40) Pada hari Rabu, 22 Juli 2009, Insya Allah akan terjadi gerhana matahari total (total solar eclipse). Gerhana matahari terjadi ketika matahari-bulan-bumi terletak pada satu garis lurus. Karena itu, gerhana matahari selalu terjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;"><span class="intro2"><img class="size-full wp-image-638  alignleft" title="solar_eclipse_animate_2006-mar-29" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2009/07/solar_eclipse_animate_2006-mar-29.gif" alt="solar_eclipse_animate_2006-mar-29" width="250" height="270" />Salah satu fenomena alam yang sangat menarik untuk diamati adalah peristiwa gerhana bulan (moon eclipse) dan gerhana matahari (solar eclipse). Terjadinya gerhana adalah sebagai bukti tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang meletakkan matahari dan bulan pada garis edarnya dan bergerak dengan perhitungan yang dapat dipelajari oleh manusia. Allah SWT berfirman, &#8220;Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.&#8221; (Ibrahim:33).</span></p>
<p><span class="intro2"><br />
</span></p>
<div class="garis-bawah">
<p>Salah satu fenomena alam yang sangat menarik untuk diamati adalah peristiwa gerhana bulan (moon eclipse) dan gerhana matahari (solar eclipse). Terjadinya gerhana adalah sebagai bukti tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang meletakkan matahari dan bulan pada garis edarnya dan bergerak dengan perhitungan yang dapat dipelajari oleh manusia. Allah SWT berfirman,<em> &#8220;Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.&#8221;</em> (Ibrahim:33). Gb : wikipedia</p>
<p><span id="more-637"></span></p>
<p>Allah SWT juga berfirman,Â <em>&#8220;Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.&#8221;</em>(Yasin:40)</p>
<p>Pada hari Rabu, 22 Juli 2009, Insya Allah akan terjadi gerhana matahari total (total solar eclipse). Gerhana matahari terjadi ketika matahari-bulan-bumi terletak pada satu garis lurus. Karena itu, gerhana matahari selalu terjadi saat bulan baru (new moon), meskipun tidak setiap bulan baru akan terjadi gerhana matahari. Gerhana matahari bersifat total jika ada permukaan bumi yang terkena bayangan umbra bulan.</p>
<p>Pada tulisan ini, penulis tidak akan banyak menjelaskan secara detail tentang gerhana matahari total tersebut. Pembaca dapat membaca banyak referensi di buku sains, artikel maupun internet. Dalam tulisan ini, penulis hanya ingin menjelaskan, bagaimana cara menentukan daerah manakah yang merasakan gerhana total, berapakah koordinat (bujur, lintang geografis) yang bisa menyaksikan gerhana total tersebut, kapankah gerhana total terjadi di tempat itu, berapakah lebar daerah di tempat tersebut yang merasakan gerhana total, berapakah ketinggian (altitude) dan azimuth matahari saat itu dan lain-lain. Untuk dapat menentukan semua pertanyaan di atas, ada satu kata kunci yaitu angka-angka atau elemen Bessel (Besselian elements). Dengan mengetahui angka-angka Bessel pada suatu gerhana matahari, maka kita akan dapat mengetahui detail keadaan gerhana di bumi dari awal hingga akhir.</p>
<p>Sebenarnya, pembaca dapat merujuk pada prediksi dan perhitungan gerhana matahari 22 Juli 2009 yang dirilis oleh NASA dengan alamat</p>
<p><a href="http://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEmono/TSE2009/TSE2009.html">http://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEmono/TSE2009/TSE2009.html</a></p>
<p>NASA juga mengeluarkan semacam technical publication (TP) untuk gerhana matahari ini yang dapat diunduh di</p>
<p><a href="http://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEpubs/20090722/TP214169a.pdf">http://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEpubs/20090722/TP214169a.pdf</a></p>
<p>Berikut ini ringkasan prediksi/perhitungan gerhana yang dikeluarkan oleh Fred Espenak, astronom NASA yang dijuluki Mr. Eclipse. Lintasan bayangan umbra bulan berawal di India dan bergerak melewati Nepal, Bangladesh, Bhutan, Myanmar dan China. Setelah meninggalkan daratan Asia, lintasan tersebut melewati kepulauan Okinawa (Jepang selatan). Lintasannya lalu membelok ke arah tenggara menuju samudera Pasifik.</p>
<p>Sementara itu lintasan bayangan penumbra bulan dapat diamati di sebagian besar Asia (Tengah, Selatan, Timur, Tenggara) dan Samudera Pasifik. Khusus untuk Indonesia, daerah yang dapat mengamati gerhana parsial adalah sebagian Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi terutama daerah Utara, serta seluruh Papua.</p>
<p>Lebih detail, lintasan gerhana matahari total pada tanggal 22 Juli 2009 terdapat pada Gambar 1.</p>
<p><img class="captify" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/ilmu-hisab/lintasangerhana.jpg" alt="" width="372" /></p>
<p>Gambar 1. Lintasan Gerhana Matahari 22 Juli 2009. Dikutip dari NASA.</p>
<p>Hasil perhitungan menurut NASA (Fred Espenak) adalah sebagai berikut (lihat tabel 4 pada technical publication NASA halaman 27). Agar tidak terlampau banyak hasil yang ditampilkan, disini hanya disajikan hasil dalam rentang 30 menit.</p>
<ul>
<li>Permulaan gerhana pukul 0:52:54 UT, lintang 20:21:42 N, bujur 70:31:6 E, altitude matahari 0 derajat, azimuth matahari 68,3 derajat, lebar lintasan 205,5 km, durasi gerhana total 3 menit 9 detik.</li>
<li>Pukul 1 UT, 27:5:54 N, 91:2:6 E, 21,5 derajat, 77,5 derajat, 225 km, 4 menit 6 detik.</li>
<li>Pukul 1:30 UT, 30:49 N, 116:16:6 E, 50,2 derajat, 94,9 derajat, 245 km, 5 menit 36 detik.</li>
<li>Pukul 2 UT, 29:9:42 N, 131:5:54 E, 69,4 derajat, 110,9 derajat, 255 km, 6 menit 24 detik.</li>
<li>Pukul 2:30 UT, 25:7:24 N, 142:20:24 E, 84,9 derajat, 161 derajat, 258 km, 6 menit 39 detik.</li>
<li>Pukul 3 UT, 19:20:24 N, 151:58:54 E, 75,5 derajat, 276,3 derajat, 258 km, 6 menit 24 detik.</li>
<li>Pukul 3:30 UT, 11:46:24 N, 161:46:12 E, 57,5 derajat, 289,4 derajat, 255 km, 5 menit 44 detik.</li>
<li>Pukul 4 UT, 1:15:24 N, 175:23:6 E, 34,2 derajat, 293,8 derajat, 241 km, 4 menit 37 detik.</li>
<li>Akhir gerhana total pukul 4:17:48 UT, 12:54:42 S, 157:41:18 W, 0 derajat, 290,8 derajat, 205 km, 3 menit 9 detik.</li>
</ul>
<p>Setelah dijelaskan hasil perhitungan NASA di atas, selanjutnya penulis ingin menyampaikan bagaimana cara menghitung seperti halnya perhitungan NASA di atas. Cara menghitung dimanakah koordinat di bumi yang terkena gerhana matahari total memang lumayan panjang, tetapi tidak sulit karena hanya perhitungan matematik biasa.</p>
<p>Terlebih dahulu harus diketahui angka-angka Bessel (Besselian elements) untuk gerhana tersebut. Angka-angka Bessel tersebut berasal dari perpaduan algoritma VSOP87 (matahari) dan ELP2000-82 (bulan). Angka-angka tersebut dapat dilihat di buku Elements of Solar Eclipses 1951-2200 karya Jean Meeus, maupun Report yang dikeluarkan oleh NASA untuk gerhana matahari 22 Juli 2009. Angka-angka Bessel untuk setiap gerhana matahari berbeda-beda. Angka Bessel ini digunakan untuk menentukan tempat (bujur, lintang) di bumi yang terkena garis umbra, lebar garis umbra, lama maksimum gerhana di tersebut, ketinggian (alitude) matahari dan azimuth yang diamati dari tempat tersebut dan lain-lain.</p>
<p>Disini penulis mengambil angka Bessel yang berasal dari buku karya Jean Meeus tersebut. Angka-angka Bessel tersebut untuk gerhana matahari 22 Juli 2009 adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Waktu referensi (T0) = pukul 3 TD.</li>
<li>X0 = 0,239953. X1 = 0,5563954. X2 = -0,0000576. X3 = -0,00000943.</li>
<li>Y0 = -0,003456. Y1 = -0,1774579. Y2 = -0,0001344. Y3 = 0,00000318.</li>
<li>d0 = 20,26424. d1 = -0,007874. d2 = -0,000005.</li>
<li>M0 = 223,38822. M1 = 15,001002.</li>
<li>L10 = 0,53042. L11 = 0,0000063. L12 = -0,0000128.</li>
<li>L20 = -0,015626. L21 = 0,0000063. L22 = -0,0000127.</li>
<li>tan f1 = 0,0046014. tan f2 = 0,0045784.</li>
</ul>
<p>Perlu diingat, angka Bessel di atas hanya untuk gerhana matahari 22 Juli 2009. Untuk gerhana matahari pada waktu yang lain, angka Besselnya tentu saja berbeda. Selanjutnya, metode untuk menentukan daerah yang mengalami gerhana matahari total pada tanggal 22 Juli 2009 adalah sebagai berikut.</p>
<p>Misalnya kita ingin mengetahui dimanakah tempat yang mengalami gerhana total pada pukul 2:35:19 UT. Kita ubah waktu UT (Universal Time atau GMT) tersebut menjadi TD (Dynamical Time), yaitu TD = UT + Delta_T. Untuk tahun 2009, Delta_T = 66 detik, sehingga 2:35:19 UT + 66 detik sama dengan pukul 2:36:25 TD = pukul 2,60694444 TD. Karena waktu referensi untuk gerhana ini adalah T0 = 3 TD, maka t = TD &#8211; T0 = 2,60694444 &#8211; 3 = -0,39305556. Akhirnya dapat dihitung rumus-rumus sekaligus beserta hasilnya sebagai berikut.</p>
<ul>
<li> X = X0 + X1*t + X2*t*t + X3*t*t*t = 0,021250371.</li>
<li>Y = Y0 + Y1*t + Y2*t*t + Y3*t*t*t = 0,066273857.</li>
<li>d = d0 + d1*t + d2*t*t = 20,26733415 derajat.</li>
<li>M = M0 + M1*t = 217,4919928 derajat.</li>
<li>L2 = L20 + L21*t + L22*t*t = -0,015630438.</li>
<li>X&#8217; = X1 + 2X2*t + 3*X3*t*t = 0,556436309.</li>
<li>Y&#8217; = Y1 + 2Y2*t + 3*Y3*t*t = -0,177350773.</li>
<li>w = 1/SQRT(1 &#8211; 0,006694385*COS(d)*COS(d)) = 1,00295863.</li>
<li>p = M1/57,2957795 = 0,261816876.</li>
<li>b = Y&#8217; &#8211; p*X*SIN(d) = -0,179278045.</li>
<li>c = X&#8217; + p*Y*SIN(d) = 0,562446924.</li>
<li>y1 = w*Y = 0,066469936.</li>
<li>b1 = w*SIN(d) = 0,347425752.</li>
<li>b2 = 0,99664719*w*SIN(d) = 0,937707499.</li>
<li>B = SQRT(1 &#8211; X*X &#8211; y1*y1) = 0,997562113.</li>
</ul>
<p>Untuk menentukan koordinat yang terkena bayang-bayang umbra bulan, maka nilai B harus positif. Jika B negatif, maka tidak ada koordinat yang terkena garis umbra/garis sentral pada waktu tersebut.</p>
<ul>
<li>H = ATAN(X/(B*b2 &#8211; y1*b1)) = 1,334318687 derajat.</li>
<li>fai1 = ASIN(B*b1 + y1*b2) = 24,13626333 derajat.</li>
<li>TAN(Lintang) = 1,00336409*TAN(fai1) = 0,449588777.</li>
<li>Lintang = 24,20814868 = 24:12:29 derajat.</li>
<li>Bujur = H + 0,00417807*Delta_T &#8211; M = -215,8819215 derajat = 144,1180785 derajat = 144:7:5 derajat.</li>
</ul>
<p>Dalam rumus di atas, Delta_T dinyatakan dalam detik. Bujur harus dalam rentang -180 derajat hingga 180 derajat. Jika bujur lebih kecil dari -180 derajat, tambahkan dengan 360 derajat. Jika lebih besar dari 180 derajat, kurangkan dengan 360 derajat. Bujur negatif menunjukkan sebelah barat Greenwich. Bujur positif berarti sebelah timur Greenwich.</p>
<ul>
<li>L2&#8242; = L2 &#8211; B*tan f2 = -0,020197677.</li>
<li>a = c &#8211; p*B*COS(d) = 0,317438788.</li>
<li>n = SQRT(a*a + b*b) = 0,364565497.</li>
<li>Durasi = 7200*ABS(L2&#8242;)/n = 398,89 detik = 6 menit 39 detik.</li>
</ul>
<p>Jenis gerhana matahari ini dapat dilihat dari nilai L2&#8242;. Jika L2&#8242; negatif maka gerhana total. Jika L2&#8242; positif maka gerhana cincin. Karena L2&#8242; negatif, maka gerhana matahari ini adalah gerhana total. Untuk mengetahui posisi matahari (altitude) saat itu, maka digunakan rumus</p>
<ul>
<li>SIN(Altitude) = SIN(d)*SIN(Lintang) + COS(d)*COS(Lintang)*COS(H) = 0,997403573.</li>
<li>Altitude = 85,87028886 derajat = 85:52:13 derajat.</li>
</ul>
<p>Dengan menggunakan rumus transformasi koordinat dari ekuator ke horison, azimuth matahari juga dapat dihitung = 197,6579012 derajat = 197:39:28 derajat.</p>
<ul>
<li>K = SQRT(B^2 + ((X*a + Y*b)/n)^2) = 0997661577.</li>
<li>Lebar lintasan (path width) = 12756*ABS(L2&#8242;)/K = 258 km.</li>
<li>L1&#8242; = L10 + L11*t + L12*t*t &#8211; B*tan f1 = 0,525825364.</li>
<li>Sudut radius bulan /sudut radius matahari = (L1&#8242; &#8211; L2&#8242;)/(L1&#8242; + L2&#8242;) = 1,079891498.</li>
</ul>
<p>Karena perbandingan sudut radius bulan dengan matahari lebih besar dari satu, maka dalam gerhana ini sudut radius bulan lebih besar daripada sudut radius matahari, sehingga sifat gerhana adalah total.</p>
<p>Hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa pada pukul 2:35:19 UT, daerah yang terkena gerhana total memiliki koordinat lintang 24:12:29 derajat, bujur 144:7:5 derajat, altitude matahari 85:52:13 derajat, azimuth matahari = 197:39:28 derajat, lebar lintasan gerhana total 258 km, lama gerhana total di tempat tersebut 6 menit 39 detik.</p>
<p>Rumus-rumus di atas sudah penulis susun dalam file MS Excel yang dapat diunduh di</p>
<p><a href="http://www.4shared.com/file/119020611/8afddf1b/gerhana-matahari-total-22-juli-2009.html">http://www.4shared.com/file/119020611/8afddf1b/gerhana-matahari-total-22-juli-2009.html</a></p>
<p>Dengan menggunakan file tersebut untuk menentukan koordinat yang terkena gerhana total, maka hasilnya disajikan di bawah ini.</p>
<ul>
<li>Permulaan gerhana terjadi pada pukul 0:52:51,03 UT, koordinat yang mengalami gerhana total terletak pada lintang 20:21:57 N dan bujur 70:33:42 E, altitude matahari 0,04 derajat, azimuth matahari 68,3 derajat, lebar lintasan gerhana total di koordinat tersebut 205 km, lama gerhana total di tempat tersebut 3 menit 9 detik.</li>
<li>Pukul 1 UT, 27:5:28 N, 91:2:46 E, 21,47 derajat, 77,46 derajat, 225 km, 4 menit 6 detik.</li>
<li>Pukul 1:30 UT, 30:48:24 N, 116:16:23 E, 50,20 derajat, 94,89 derajat, 245 km, 5 menit 37 detik.</li>
<li>Pukul 2 UT, 29:09:04 N, 131:05:59 E, 69,40 derajat, 110,88 derajat, 254 km, 6 menit 25 detik.</li>
<li>Pukul 2:30 UT, 25:06:45 N, 142:20:19 E, 84,89 derajat, 160,98 derajat, 258 km, 6 menit 40 detik.</li>
<li>Pukul 3 UT, 19:19:46 N, 151:58:46 E, 75,52 derajat, 276,29 derajat, 258 km, 6 menit 24 detik.</li>
<li>Pukul 3:30 UT, 11:45:45 N, 161:46:04 E, 57,55 derajat, 289,37 derajat, 254 km, 5 menit 44 detik.</li>
<li>Pukul 4 UT, 1:14:46 N, 175:23:00 E, 34,18 derajat, 293,82 derajat, 241 km, 4 menit 37 detik.</li>
<li>Akhir gerhana pukul 4:17:47 UT, 12:52:02 S, 157:50:11 W, 0,15 derajat, 290,84 derajat, 205 km, 3 menit 9 detik.</li>
</ul>
<p>Dengan membandingkan antara kedua perhitungan di atas, nampak bahwa perhitungan yang penulis susun dalam file Excel di atas berdasarkan algoritma Meeus memberikan hasil yang praktis sama dengan hasil perhitungan NASA..Perbedaan posisi koordinat antara kedua perhitungan rata-rata kurang dari satu menit busur. Ketinggian dan azimuth matahari dapat dikatakan persis sama, demikian pula lama waktu (durasi) tempat tersebut merasakan gerhana total. Adapun perbedaan lebar lintasan umbra hanya berkisar 1 km saja. Dengan demikian, pembaca dapat menggunakan file Excel di atas untuk memperoleh gambaran daerah yang merasakan gerhana total.</p>
<p><strong><em>DR. Rinto Anugraha</em></strong><em> (Dosen Fisika FMIPA UGM Yogyakarta)</em></p>
<p><em>Referensi: # Jean Meeus, Elements of Solar Eclipses 1951-2200, Willmann-Bell, Virginia, 1989. # Jean Meeus, Astronomical Algorithm, Willmann-Bell, Virginia, 1991. # Fred Espenak and J. Anderson, Total Solar Eclipse of 2009 July 22, NASA.</em></p>
<p><em>Sumber :e</em><em><a href="http://eramuslim.com/syariah/ilmu-hisab/dr-gerhana-matahari-total-22-juli-2009.htm">ramuslim</a></em></div>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/07/22/gerhana-matahari-total-22-juli-2009/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/07/22/gerhana-matahari-total-22-juli-2009/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/07/22/gerhana-matahari-total-22-juli-2009/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/07/22/gerhana-matahari-total-22-juli-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alangkah Indahnya Islam</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/07/20/alangkah-indahnya-islam/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/07/20/alangkah-indahnya-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 14:46:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Adab-Adab Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Agama Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Agama Nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[Agama Syi'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Agama Yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[Alkohol]]></category>
		<category><![CDATA[Amalan Rajab]]></category>
		<category><![CDATA[amar ma'aru nahi mungkar]]></category>
		<category><![CDATA[Amar Ma'ruf Nahi Mungkar]]></category>
		<category><![CDATA[Ayat Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Arab Online]]></category>
		<category><![CDATA[Bedah Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Dauroh Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Demonstrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Donasi Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih Qurban]]></category>
		<category><![CDATA[Gerhana Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits Lemah dan Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Hak-Hak Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya (Ied)]]></category>
		<category><![CDATA[I'tikaf]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadurrahman]]></category>
		<category><![CDATA[Iklan]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Al Ghazali]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Bukhari]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Nawawi]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Syafi'i]]></category>
		<category><![CDATA[Info Dauroh dan Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Info Lembaga Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Isbal]]></category>
		<category><![CDATA[Isra Mi'raj]]></category>
		<category><![CDATA[Istiwa Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Jaringan Islam Liberal]]></category>
		<category><![CDATA[Jual Beli]]></category>
		<category><![CDATA[Jujur]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Khalwat]]></category>
		<category><![CDATA[Khamar]]></category>
		<category><![CDATA[Khawarij]]></category>
		<category><![CDATA[Kilas Website Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Lailatul Qadar]]></category>
		<category><![CDATA[Lowongan Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[Maulid Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad bin Abdul Wahab]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[Poligami]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Privat Bahasa Arab]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Riba]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Tangga Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sahabat Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[Salafy]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Tinggi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat]]></category>
		<category><![CDATA[Shalawat Nariyah]]></category>
		<category><![CDATA[Software]]></category>
		<category><![CDATA[Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Sunnah Fitrah]]></category>
		<category><![CDATA[Sururiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[Syafaat]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Ibnu Utsaimin]]></category>
		<category><![CDATA[Syirik]]></category>
		<category><![CDATA[Syura]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Takdir Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>
		<category><![CDATA[Taubat]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Tawakal]]></category>
		<category><![CDATA[Tayammum]]></category>
		<category><![CDATA[Valentine's Day]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Wahabi]]></category>
		<category><![CDATA[Wakaf dan Infaq]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Witir]]></category>
		<category><![CDATA[Wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi  Zakat Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Zakat Harta]]></category>
		<category><![CDATA[Zakat Profesi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=634</guid>
		<description><![CDATA[Tema keindahan Islam sangat luas, panjang lebar sulit untuk diringkas dengan bilangan waktu yang tersisa. Sebelumnya, yang perlu kita ketahui adalah firman Allah. Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ Ø§Ù„Ø¯ÙÙ‘ÙŠÙ†ÙŽ Ø¹ÙÙ†Ø¯ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‘Ù‡Ù Ø§Ù„Ø¥ÙØ³Ù’Ù„Ø§ÙŽÙ…Ù â€œSesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.â€ (Qs. Ali Imran: 19) Juga firman-Nya. ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ† ÙŠÙŽØ¨Ù’ØªÙŽØºÙ ØºÙŽÙŠÙ’Ø±ÙŽ Ø§Ù„Ø¥ÙØ³Ù’Ù„Ø§ÙŽÙ…Ù Ø¯ÙÙŠÙ†Ø§Ù‹ ÙÙŽÙ„ÙŽÙ† ÙŠÙÙ‚Ù’Ø¨ÙŽÙ„ÙŽ Ù…ÙÙ†Ù’Ù‡Ù â€œBarang siapa yang mencari selain Islam sebagai agama, maka tidak akan diterima.â€ (Qs. Ali Imran: 85) Jadi, agama yang dibawa oleh para nabi dan menjadi sebab Allah mengutus para rasul adalah dienul Islam. Allah mengutus para rasul untuk mengajak agar orang kembali kepada Allah. Para rasul datang untuk memperkenalkan Allah. Barang siapa menaati mereka, maka para rasul akan memberikan kabar gembira kepadanya. Adapun orang yang menentangnya, maka para rasul akan menjadi peringatan baginya. Para rasul diperintahkan untuk menegakkan agama di dunia ini. Allah berfirman. Ø´ÙŽØ±ÙŽØ¹ÙŽ Ù„ÙŽÙƒÙÙ… Ù…ÙÙ‘Ù†ÙŽ Ø§Ù„Ø¯ÙÙ‘ÙŠÙ†Ù Ù…ÙŽØ§ ÙˆÙŽØµÙŽÙ‘Ù‰ Ø¨ÙÙ‡Ù Ù†ÙÙˆØ­Ø§Ù‹ ÙˆÙŽØ§Ù„ÙŽÙ‘Ø°ÙÙŠ Ø£ÙŽÙˆÙ’Ø­ÙŽÙŠÙ’Ù†ÙŽØ§ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙŠÙ’ÙƒÙŽ ÙˆÙŽÙ…ÙŽØ§ ÙˆÙŽØµÙŽÙ‘ÙŠÙ’Ù†ÙŽØ§ Ø¨ÙÙ‡Ù Ø¥ÙØ¨Ù’Ø±ÙŽØ§Ù‡ÙÙŠÙ…ÙŽ ÙˆÙŽÙ…ÙÙˆØ³ÙŽÙ‰ ÙˆÙŽØ¹ÙÙŠØ³ÙŽÙ‰ Ø£ÙŽÙ†Ù’ Ø£ÙŽÙ‚ÙÙŠÙ…ÙÙˆØ§ Ø§Ù„Ø¯ÙÙ‘ÙŠÙ†ÙŽ ÙˆÙŽÙ„ÙŽØ§ ØªÙŽØªÙŽÙÙŽØ±ÙŽÙ‘Ù‚ÙÙˆØ§ ÙÙÙŠÙ‡Ù ÙƒÙŽØ¨ÙØ±ÙŽ Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙ‰ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ´Ù’Ø±ÙÙƒÙÙŠÙ†ÙŽ Ù…ÙŽØ§ ØªÙŽØ¯Ù’Ø¹ÙÙˆÙ‡ÙÙ…Ù’ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙŠÙ’Ù‡Ù Ø§Ù„Ù„ÙŽÙ‘Ù‡Ù ÙŠÙŽØ¬Ù’ØªÙŽØ¨ÙÙŠ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙŠÙ’Ù‡Ù Ù…ÙŽÙ† ÙŠÙŽØ´ÙŽØ§Ø¡Ù ÙˆÙŽÙŠÙŽÙ‡Ù’Ø¯ÙÙŠ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙŠÙ’Ù‡Ù Ù…ÙŽÙ† ÙŠÙÙ†ÙÙŠØ¨Ù â€œDia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-thumbnail wp-image-635 alignleft" title="duabunga" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2009/07/duabunga-150x150.jpg" alt="duabunga" width="150" height="150" />Tema keindahan Islam sangat luas, panjang lebar sulit untuk diringkas dengan bilangan waktu yang tersisa. Sebelumnya, yang perlu kita ketahui adalah firman Allah.</p>
<p class="arab">Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ Ø§Ù„Ø¯ÙÙ‘ÙŠÙ†ÙŽ Ø¹ÙÙ†Ø¯ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‘Ù‡Ù Ø§Ù„Ø¥ÙØ³Ù’Ù„Ø§ÙŽÙ…Ù</p>
<p><em>â€œSesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.â€</em> (Qs. Ali Imran: 19)</p>
<p><span id="more-634"></span></p>
<p>Juga firman-Nya.</p>
<p class="arab">ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ† ÙŠÙŽØ¨Ù’ØªÙŽØºÙ ØºÙŽÙŠÙ’Ø±ÙŽ Ø§Ù„Ø¥ÙØ³Ù’Ù„Ø§ÙŽÙ…Ù Ø¯ÙÙŠÙ†Ø§Ù‹ ÙÙŽÙ„ÙŽÙ† ÙŠÙÙ‚Ù’Ø¨ÙŽÙ„ÙŽ Ù…ÙÙ†Ù’Ù‡Ù</p>
<p><em>â€œBarang siapa yang mencari selain Islam sebagai agama, maka tidak akan diterima.â€</em> (Qs. Ali Imran: 85)</p>
<p>Jadi, agama yang dibawa oleh para nabi dan menjadi sebab Allah mengutus para rasul adalah dienul Islam. Allah mengutus para rasul untuk mengajak agar orang kembali kepada Allah. Para rasul datang untuk memperkenalkan Allah. Barang siapa menaati mereka, maka para rasul akan memberikan kabar gembira kepadanya. Adapun orang yang menentangnya, maka para rasul akan menjadi peringatan baginya. Para rasul diperintahkan untuk menegakkan agama di dunia ini.</p>
<p>Allah berfirman.</p>
<p class="arab">Ø´ÙŽØ±ÙŽØ¹ÙŽ Ù„ÙŽÙƒÙÙ… Ù…ÙÙ‘Ù†ÙŽ Ø§Ù„Ø¯ÙÙ‘ÙŠÙ†Ù Ù…ÙŽØ§ ÙˆÙŽØµÙŽÙ‘Ù‰ Ø¨ÙÙ‡Ù Ù†ÙÙˆØ­Ø§Ù‹ ÙˆÙŽØ§Ù„ÙŽÙ‘Ø°ÙÙŠ Ø£ÙŽÙˆÙ’Ø­ÙŽÙŠÙ’Ù†ÙŽØ§ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙŠÙ’ÙƒÙŽ ÙˆÙŽÙ…ÙŽØ§ ÙˆÙŽØµÙŽÙ‘ÙŠÙ’Ù†ÙŽØ§ Ø¨ÙÙ‡Ù Ø¥ÙØ¨Ù’Ø±ÙŽØ§Ù‡ÙÙŠÙ…ÙŽ ÙˆÙŽÙ…ÙÙˆØ³ÙŽÙ‰ ÙˆÙŽØ¹ÙÙŠØ³ÙŽÙ‰ Ø£ÙŽÙ†Ù’ Ø£ÙŽÙ‚ÙÙŠÙ…ÙÙˆØ§ Ø§Ù„Ø¯ÙÙ‘ÙŠÙ†ÙŽ ÙˆÙŽÙ„ÙŽØ§ ØªÙŽØªÙŽÙÙŽØ±ÙŽÙ‘Ù‚ÙÙˆØ§ ÙÙÙŠÙ‡Ù ÙƒÙŽØ¨ÙØ±ÙŽ Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙ‰ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ´Ù’Ø±ÙÙƒÙÙŠÙ†ÙŽ Ù…ÙŽØ§ ØªÙŽØ¯Ù’Ø¹ÙÙˆÙ‡ÙÙ…Ù’ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙŠÙ’Ù‡Ù Ø§Ù„Ù„ÙŽÙ‘Ù‡Ù ÙŠÙŽØ¬Ù’ØªÙŽØ¨ÙÙŠ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙŠÙ’Ù‡Ù Ù…ÙŽÙ† ÙŠÙŽØ´ÙŽØ§Ø¡Ù ÙˆÙŽÙŠÙŽÙ‡Ù’Ø¯ÙÙŠ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙŠÙ’Ù‡Ù Ù…ÙŽÙ† ÙŠÙÙ†ÙÙŠØ¨Ù</p>
<p><em>â€œDia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu â€˜Tegakkan agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.â€™ Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)Nya orang yang kembali (kepada)-Nya.â€</em> (Qs. Asy-Syura: 13)</p>
<p>Islam adalah agama yang dipilih Allah untuk makhluk-Nya. Agama yang dibawa Nabi merupakan agama yang paripurna. Allah tidak akan menerima agama selainnya. Jadi agama ini adalah agama penutup, yang dicintai dan diridhaiNya.</p>
<p>Allah berfirman.</p>
<p class="arab">ÙŠÙŽØ¬Ù’ØªÙŽØ¨ÙÙŠ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙŠÙ’Ù‡Ù Ù…ÙŽÙ† ÙŠÙŽØ´ÙŽØ§Ø¡Ù ÙˆÙŽÙŠÙŽÙ‡Ù’Ø¯ÙÙŠ Ø¥ÙÙ„ÙŽÙŠÙ’Ù‡Ù Ù…ÙŽÙ† ÙŠÙÙ†ÙÙŠØ¨Ù</p>
<p><em>â€œAllah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada)-Nya.â€</em> (Qs. Asy-Syura: 42)</p>
<p>Sebagian ahli ilmu mengatakan, Sebelumnya aku mengira bahwa orang yang bertaubat kepada Allah, maka Allah akan menerima taubatnya. Dan orang yang meridhoi Allah, niscaya Allah akan meridhoinya. Dan barang siapa yang mencintai Allah, niscaya Allah akan mencintainya. Setelah aku membaca Kitabullah, aku baru mengetahui bahwa kecintaan Allah mendahului kecintaan hamba pada-Nya dengan dasar ayat,</p>
<p class="arab">ÙŠÙØ­ÙØ¨ÙÙ‘Ù‡ÙÙ…Ù’ ÙˆÙŽÙŠÙØ­ÙØ¨ÙÙ‘ÙˆÙ†ÙŽÙ‡Ù</p>
<p><em>â€œDia mencintai mereka dan mereka mencitai-Nya.â€</em> (Qs. Al Maaidah: 54)</p>
<p>Ridha Allah kepada hambaNya mendahului ridha hamba kepada-Nya dengan dasar ayat,</p>
<p class="arab">Ø±ÙŽÙ‘Ø¶ÙÙŠÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‘Ù‡Ù Ø¹ÙŽÙ†Ù’Ù‡ÙÙ…Ù’ ÙˆÙŽØ±ÙŽØ¶ÙÙˆØ§Ù’ Ø¹ÙŽÙ†Ù’Ù‡Ù</p>
<p><em>â€œAllah meridhoi mereka dan mereka meridhoi-Nya.â€</em> (Qs. At-Taubah: 100)</p>
<p>Dan aku mengetahui bahwa penerimaan taubat dari Allah, mendahului taubat seorang hamba kepada-Nya dengan dasar ayat,</p>
<p class="arab">Ø«ÙÙ…ÙŽÙ‘ ØªÙŽØ§Ø¨ÙŽ Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙŠÙ’Ù‡ÙÙ…Ù’ Ù„ÙÙŠÙŽØªÙÙˆØ¨ÙÙˆØ§Ù’ Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘</p>
<p><em>â€œAllah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya.â€</em> (Qs. At-Taubah: 118)</p>
<p>Demikianlah, bila Allah mencintai seorang manusia, maka Dia akan melapangkan dadanya untuk Islam. DalamÂ <em>Shahihain</em>, dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah bersabda.Â <em>â€œDemi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Tidak ada seorang Yahudi dan Nasrani yang mendengarku dan tidak beriman kepadaku, kecuali surga akan haram buat dirinya.â€</em> (Hadits Riwayat Muslim)</p>
<p>Karena itu, agama yang diterima Allah adalah Islam. Umat Islam harus menjadikannya sebagai kendaraan. Persatuan harus bertumpu pada tauhid dan syahadatain. Islam agama Allah. Kekuatannya terletak pada Islam itu sendiri. Allah menjamin penjagaan terhadapnya.</p>
<p>Allah berfirman,</p>
<p class="arab">Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘Ø§ Ù†ÙŽØ­Ù’Ù†Ù Ù†ÙŽØ²ÙŽÙ‘Ù„Ù’Ù†ÙŽØ§ Ø§Ù„Ø°ÙÙ‘ÙƒÙ’Ø±ÙŽ ÙˆÙŽØ¥ÙÙ†ÙŽÙ‘Ø§ Ù„ÙŽÙ‡Ù Ù„ÙŽØ­ÙŽØ§ÙÙØ¸ÙÙˆÙ†ÙŽ</p>
<p><em>â€œSesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.â€</em> (Qs. Al-Hijr: 9)</p>
<p>Sedangkan agama selainnya, jaminan ada di tangan tokoh-tokoh agamanya.</p>
<p>Allah berfirman.</p>
<p class="arab">Ø¨ÙÙ…ÙŽØ§ Ø§Ø³Ù’ØªÙØ­Ù’ÙÙØ¸ÙÙˆØ§Ù’ Ù…ÙÙ† ÙƒÙØªÙŽØ§Ø¨Ù Ø§Ù„Ù„Ù‘Ù‡Ù</p>
<p><em>â€œDisebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab.â€</em> (Qs. Al Maaidah: 44)</p>
<p>Kalau mereka tidak menjaganya, maka akan berubah. Ia bagaikan sesuatu yang mati. Harus digotong. Tidak dapat menyebar, kecuali dengan dorongan sekian banyak materi. Sedangkan Islam pasti tetap akan terjaga. Karena itu, masa depan ada di tangan Islam. Islam pasti menyebar ke seantero dunia. Allah telah menjelaskannya dalam Al Quran, demikian juga Nabi dalam Sunnahnya. Kesempatan kali ini cukup sempit, tidak memungkinkan untuk menyebutkan seluruh dalil. Tapi saya ingin mengutip sebuah ayat.</p>
<p class="arab">Ù…ÙŽÙ† ÙƒÙŽØ§Ù†ÙŽ ÙŠÙŽØ¸ÙÙ†ÙÙ‘ Ø£ÙŽÙ† Ù„ÙŽÙ‘Ù† ÙŠÙŽÙ†ØµÙØ±ÙŽÙ‡Ù Ø§Ù„Ù„ÙŽÙ‘Ù‡Ù ÙÙÙŠ Ø§Ù„Ø¯ÙÙ‘Ù†Ù’ÙŠÙŽØ§ ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’Ø¢Ø®ÙØ±ÙŽØ©Ù ÙÙŽÙ„Ù’ÙŠÙŽÙ…Ù’Ø¯ÙØ¯Ù’ Ø¨ÙØ³ÙŽØ¨ÙŽØ¨Ù Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ Ø§Ù„Ø³ÙŽÙ‘Ù…ÙŽØ§Ø¡ Ø«ÙÙ…ÙŽÙ‘ Ù„ÙÙŠÙŽÙ‚Ù’Ø·ÙŽØ¹Ù’ ÙÙŽÙ„Ù’ÙŠÙŽÙ†Ø¸ÙØ±Ù’ Ù‡ÙŽÙ„Ù’ ÙŠÙØ°Ù’Ù‡ÙØ¨ÙŽÙ†ÙŽÙ‘ ÙƒÙŽÙŠÙ’Ø¯ÙÙ‡Ù Ù…ÙŽØ§ ÙŠÙŽØºÙÙŠØ¸Ù</p>
<p><em>â€œBarang siapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tidak menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya.â€</em> (Qs. Al-Hajj: 15)</p>
<p>Dalam Musnad Imam Ahmad dari sahabat Abdullah bin Amr, kami bertanya kepada Nabi,Â <em>â€œKota manakah yang akan pertama kali ditaklukkan? Konstantinopel (di Turki) atau Rumiyyah (Roma)?â€</em>BeliauÂ <em>shallallahu â€˜alaihi wa sallam</em> menjawab,Â <em>â€œKonstantinopel-lah yang akan ditaklukkan pertama kali, kemudian disusul Rumiyyah.â€</em> Yaitu Roma yang terletak di Italia. Islam pasti akan meluas di seluruh penjuru dunia. Pasalnya, Islam bagaikan pohon besar yang hidup lagi kuat, akarnya menyebar sepanjang sejarah semenjak Nabi Adam hingga Nabi MuhammadÂ <em>shallallahu â€˜alaihi wa sallam</em>.</p>
<p>Islam adalah agama (yang sesuai dengan) fitrah. Kalau anda ditanya, bagaimana engkau mengetahui Robb-mu. Jangan engkau jawab,Â <em>â€œdengan akalku,â€</em> tapi jawablah,Â <em>â€œdengan fitrahku.â€</em>Oleh karena itu, ketika ada seorang atheis yang mendatangi Abu Hanifah dan meminta dalil bahwa Allah adalah Haq (benar), maka beliau menjawab dengan dalil fitrah.Â <em>â€œApakah engkau pernah naik kapal dan ombak mempermainkan kapalmu?â€</em> Ia menjawab,Â <em>â€œPernah.â€</em> (Abu Hanifah bertanya lagi),<em>â€œApakah engkau merasa akan tenggelam?â€</em> Jawabnya,Â <em>â€œYa.â€</em> <em>â€œApakah engkau meyakini ada kekuatan yang akan menyelamatkanmu?â€</em> <em>â€œYa,â€</em> jawabnya.Â <em>â€œItulah fitrah yang telah diciptakan dalam dirimu. Kekuatan ada dalam dirimu itulah kekuatan fitrah Allah. Manusia mengenal Allah dengan fitrahnya. Fitrah ini terkandung dalam dada setiap insan. Dasarnya hadits Muttafaq â€˜Alaih. Nabi bersabda: â€œSetiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi.â€</em></p>
<p>Akal itu sendiri bisa mengetahui bahwa Allah adalah Al-Haq. Namun ia secara mandiri tidak akan mampu mengetahui apa yang dicintai dan diridhoi Allah. Apakah mungkin akal semata saja dapat mengetahui bahwa Allah mencintai sholat lima waktu, haji, puasa di bulan tertentu? Karena itu, fitrah itu perlu dipupuk dengan gizi yang berasal dari wahyu yang diwahyukan kepada para nabi-Nya.</p>
<p>Sekali lagi, nikmat dan anugerah paling besar yang diterima seorang hamba dari Allah ialah bahwa Allah-lah yang memberikan jaminan untuk menetapkan syariat-Nya. Dialah yang menjelaskan apa yang dicintai dan diridhaiNya. Inilah nikmat terbesar dari Allah kepada hamba-Nya. Bila ada orang yang beranggapan ada kebaikan dengan keluar dari garis ini dan mengikuti hawa nafsunya, maka ia telah keliru. Sebab kebaikan yang hakiki dalam kehidupan ini maupun kehidupan nanti hanyalah dengan menaati seluruh yang datang dari Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.</p>
<p>Syariat Islam datang untuk menjaga lima perkara. Allah telah mensyariatkan banyak hal untuk menegaskan penjagaan ini. Islam datang untuk menjaga agama. Karena itu, Allah mengharamkan syirik, baik yang berupa thawaf di kuburan, istighatsah kepada orang yang dikubur serta segala hal yang bisa menjerumuskan ke dalam syirik, dan mengharamkan untuk mengarahkan ibadah, apapun bentuknya, (baik) secara zahir maupun batin kepada selain Allah. Oleh sebab itu, kita harus memahami makna ringkas syahadatain yang kita ucapkan.</p>
<p>SyahadatÂ <em>â€œLaa Ilaaha Illa Allahâ€</em>, maknanya: tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, ibadah hanya milik Allah. Ini bagian dari pesona agama kita. Allah mengharamkan akal, hati dan fitrah untuk melakukan peribadatan dan istijabah (ketaatan mutlak) kepada selain-Nya. Sedangkan makna syahadatÂ <em>â€œWa asyhadu anna Muhammadar Rasulullahâ€</em>, (yakni) tidak ada orang yang berhak diikuti kecuali Muhammad Rasulullah. Kita tidak boleh mengikuti rasio, tradisi atau kelompok jika menyalahi Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah. Maka seorang muslim, di samping tidak beribadah kecuali kepada Allah, juga tidak mengikuti ajaran kecuali ajaran RasulullahÂ <em>shallallahu â€˜alaihi wa sallam</em>. Ia tidak mengikutiÂ <em>raâ€™yu</em> keluarga,Â <em>raâ€™yu</em> kelompok,Â <em>raâ€™yu</em> jamaâ€™ah,Â <em>raâ€™yu</em> tradisi dan lain-lain jika menyalahi Al Quran dan Sunnah.</p>
<p>Dakwah Salafiyah yang kita dakwahkan ini adalah dinullah yang suci dan murni, yang diturunkan oleh Allah pada kalbu Nabi. Jadi dalam berdakwah, kita tidak mengajak orang untuk mengikuti kelompok ataupun individu. Tetapi mengajak untuk kembali kepada Al Quran dan Sunnah. Namun, memang telah timbul dakhon (kekeruhan) dan tumbuh bidâ€™ah. Sehingga kita harus menguasai ilmu syarâ€™i. Kita beramal (dengan) meneladani ungkapan Imam Malik, dan ini, juga perkataan Imam Syafiâ€™i,Â <em>â€œSetiap orang bisa diambil perkataannya atau ditolak, kecuali pemilik kubur ini, yaitu Rasulullah.â€</em></p>
<p>Telah saya singgung di atas, agama datang untuk menjaga lima perkara. Penjagaan agama dengan mengharamkan syirik dan segala sesuatu yang menimbulkan akses ke sana. Kemudian penjagaan terhadap badan dengan mengharamkan pembunuhan dan gangguan kepada orang lain. Juga datang untuk memelihara akal dengan mengharamkan khamar, minuman keras, candu dan rokok. Datang untuk menjaga kehormatan dengan mengharamkan zina, percampuran nasab danÂ <em>ikhtilath</em>(pergaulan bebas). Juga menjaga harta dengan mengharamkan perbuatanÂ <em>tabdzir</em> (pemborosan) dan gaya hidup hedonisme. Penjagaan terhadap kelima perkara ini termasuk bagian dari indahnya agama kita. Syariat telah datang untuk memerintahkan penjagaan terhadap semua ini. Dan masih banyak perkara yang digariskan Islam, namun tidak mungkin kita paparkan sekarang.</p>
<p>Syariat telah merangkum seluruh amal shahih mulai dari syahadat hingga menyingkirkan gangguan dari jalan. Karena itu tolonglah jawab, kalau menyingkirkan gangguan dari jalan termasuk bagian dari keimanan, bagaimana mungkin agama memerintahkan untuk mengganggu orang lain, melakukan pembunuhan dan peledakan? Jadi, ini sebenarnya sebuah intervensi pemikiran asing atas agama kita. Semoga Allah memberkahi waktu kita, dan mengaruniakan kepada kita pemahaman terhadap Kitabullah dan Sunnah Nabi dengan lurus. Dan semoga Allah memberi tambahan karunia-Nya kepada kita. Akhirnya, kami ucapkanÂ <em>alhamdulillah Rabbil â€˜Alamin</em>.</p>
<p>[Diambil dari situs almanhaj.or.id yang disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun VIII/1425H/2005M rubrik Liputan Khusus yang diangkat dari ceramah Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman Tanggal 5 Desember 2004 di Masjid Istiqlal Jakarta]</p>
<p>***</p>
<p>Penulis: Syaikh Masyhur bin Hasan Alu SalmanÂ <em>hafizhahullah muslim.or.id</em></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/07/20/alangkah-indahnya-islam/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/07/20/alangkah-indahnya-islam/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/07/20/alangkah-indahnya-islam/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/07/20/alangkah-indahnya-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tawakalnya seorang Ibu&#8230;</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/07/03/tawakalnya-seorang-ibu/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/07/03/tawakalnya-seorang-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 14:19:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Critone Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al â€˜Arifi]]></category>
		<category><![CDATA[Jangan Takut Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Mengais Keajaiban Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Tawakalnya seorang Ibu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=601</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda memiliki anak pertama yang berumur 2.5 tahun, lahir setelah 17 tahun menikah, setelah Anda sembuh dari kemandulan. Anak Anda tersebut mengalami: bermasalah dalam pembuluh darah di liver, jantung berhenti berdetak selama 45 menit, pendarahan hebat yang membuat jantungnya berhenti berdetak untuk yang kedua kali pendarahan di liver, sembuh, pendarahan lagi berulang-ulang sampai 6 kali, tumor dan radang otak, radang ginjal, radang pada selaput kristal yang mengitari jantung, penyakit tersebut hadir silih berganti, terus menerus dalam waktu 6-8 bulanâ€¦, Apa yang Anda lakukan? Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al â€˜Arifi dalam bukunya â€˜Jangan Takut Sakitâ€™ (hal 111-117, penerbit Fawaid, -dengan sedikit penyesuaian) menuturkan sebuah kisah: Dr. Abdullah bercerita, â€œAda seorang perempuan yang datang kepada saya dengan menyeret langkah-langkah kakinya, ia menggendong anaknya yang tersiksa oleh penyakit. Ia adalah seorang ibu yang berusia mendekati empat puluh tahun. Ia memeluk anaknya yang masih kecil ke dadanya, seakan-akan anak tersebut adalah potongan tubuhnya. Kondisi anak itu memprihatinkan, terdengar satu dua tarikan nafas dari dadanya. Saya bertanya kepada si ibu, â€˜Berapa umurnya?â€™ Ia menjawab, â€˜Dua setengah tahun.â€™ Kami melakukan pemeriksaan kepada anak itu, ternyata anak itu bermasalah dalam pembuluh-pembuluh darah di livernya. Kami segera melakukan tindakan operasi kepadanya, dan dua hari setelah operasi, anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-603" title="penyembuh-adalah-alloh" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2009/07/penyembuh-adalah-alloh-300x258.jpg" alt="penyembuh-adalah-alloh" width="262" height="225" />Jika Anda memiliki anak pertama yang berumur 2.5 tahun, lahir setelah 17 tahun menikah, setelah Anda sembuh dari kemandulan. Anak Anda tersebut mengalami:</p>
<ul>
<li>bermasalah dalam pembuluh darah di liver,</li>
<li>jantung berhenti berdetak selama 45 menit,</li>
<li>pendarahan hebat yang membuat jantungnya berhenti berdetak untuk yang kedua kali</li>
<li>pendarahan di liver, sembuh, pendarahan lagi berulang-ulang sampai 6 kali,</li>
<li>tumor dan radang otak,</li>
<li>radang ginjal,</li>
<li>radang pada selaput kristal yang mengitari jantung,</li>
</ul>
<p>penyakit tersebut hadir silih berganti, terus menerus dalam waktu 6-8 bulanâ€¦, Apa yang Anda lakukan?</p>
<p>Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al â€˜Arifi dalam bukunya <strong>â€˜Jangan Takut Sakitâ€™</strong> (hal 111-117, penerbit Fawaid, -dengan sedikit penyesuaian) menuturkan sebuah kisah:</p>
<hr />Dr. Abdullah bercerita,<br />
â€œAda seorang perempuan yang datang kepada saya dengan menyeret langkah-langkah kakinya, ia menggendong anaknya yang tersiksa oleh penyakit.<span id="more-601"></span></p>
<p>Ia adalah seorang ibu yang berusia mendekati empat puluh tahun. Ia memeluk anaknya yang masih kecil ke dadanya, seakan-akan anak tersebut adalah potongan tubuhnya. Kondisi anak itu memprihatinkan, terdengar satu dua tarikan nafas dari dadanya.</p>
<p>Saya bertanya kepada si ibu, â€˜<em>Berapa umurnya?</em>â€™<br />
Ia menjawab, â€˜<em>Dua setengah tahun.</em>â€™</p>
<p>Kami melakukan pemeriksaan kepada anak itu, ternyata anak itu bermasalah dalam pembuluh-pembuluh darah di livernya.</p>
<p>Kami segera melakukan tindakan operasi kepadanya, dan dua hari setelah operasi, anak itu sudah sehat. Sang ibu pun tampak gembira dan riang.<br />
Ketika melihat saya, ia bertanya, â€˜<em>Kapan anak saya boleh pulang dok</em>?â€™</p>
<p>Tatkala saya hampir menulis surat keterangan pulang, tiba-tiba anak kecil itu mengalami pendarahan hebat di tenggorokannya, sehingga menyebabnya jantungnya berhenti berdetak selama 45 menit.</p>
<p>Kesadaran anak tersebut sudah hilang. Lalu para dokter berkumpul di dalam ruangannya. Beberapa jam telah berlalu, namun mereka tidak sanggup membuatnya tersadar.</p>
<p>Salah seorang teman saya segera mendatangi ibunya dan berkata kepadanya, â€˜<em>Kemungkinan anak Anda mengalami kematian otak (koma) dan saya mengira bahwa ia tidak memiliki harapan untuk hidup.</em>â€™ Saya menoleh kepada teman saya tersebut sambil mencelanya karena ucapannya tersebut.</p>
<p>Lalu saya melihat kepada si ibu, demi Allah, perkataan teman saya itu tidak menambah selain ia mengucapkan, â€˜<em>Penyembuh adalah Allah, Pemberi kesehatan adalah Allah.</em>â€™<br />
Kemudian ia terus menerus membaca, â€˜<em>Saya memohon kepada Allah jika ada kebaikan pada kesembuhannya, maka sembuhkanlah ia.</em>â€™</p>
<p>Setelah itu ia diam dan berjalan menuju sebuah kursi kecil, lalu duduk. Kemudian ia mengambil mushaf kecilnya yang berwarna hijau dan membacanya.</p>
<p>Para dokter pun keluar, saya juga keluar bersama mereka. Saya berjalan melewati anak itu, kondisinya belum berubah, sesosok tubuh yang terbujur kaku laksana mayat di atas tempat tidur putih. Lalu saya menoleh kepada ibunya, keadaannya juga masih tetap seperti sebelumnya.</p>
<p>Satu hari ia membacakan Al-Qurâ€™an kepada anaknya; satu hari membacanya dan satu hari setelannya mendoakannya. Beberapa hari kemudian, salah seorang perawat perempuan memberitahu saya bahwa anak itu sudah mulai bergerak, saya langsung memuji Allah.</p>
<p>Saya berkata kepada si ibu, <em>â€˜Wahai Ummu Yasir, saya sampaikan kabar gembira kepada Anda bahwa keadaan Yasir mulai membaik.</em>â€™<br />
Ia hanya mengucapkan satu ucapan sambil menahan air matanya, <em>â€˜Alhamdulillah, Alhamdulillah.</em>â€™</p>
<p>Dua puluh empat jam kemudian kami dikejutkan dengan kondisi si anak, ia kembali mengalami pendarahan hebat seperti pendarahan sebelumnya, dan jantungnya berhenti berdetak untuk kedua kalinya.</p>
<p>Tubuhnya yang kecil kelihatan lelah, gerakannya telah hilang. Salah seorang dokter masuk untuk melihat kondisinya secara langsung, lalu saya mendengarnya berucap, â€˜<em>Mati otak.</em>â€™</p>
<p>Sang ibu terus menerus mengulang-ulang, â€˜<em>Alhamdulillah, atas setiap keadaan, penyembuh adalah Allah.</em>â€™ Beberapa hari kemudian, anak itu sembuh kembali. Namun, baru berlalu beberapa jam, ia kembali mengalami pendarahan di dalam livernya, lalu gerakannya berhenti.</p>
<p>Beberapa hari kemudian ia sadar lagi, lalu kembali mengalami pendarahan baru, kondisinya aneh, saya tidak pernah melihat kondisi seperti itu selama hidup saya, pendarahannya berulang-ulang hingga enam kali, sedangkan dari lisan ibunya hanya keluar ucapan, â€˜<em>Segala puji bagi Allah, Penyembuh adalah Rabb-ku, Dia-lah Penyembuh.</em>â€™</p>
<p>Setelah beberapa kali pemeriksaan dan pengobatan, para dokter spesialis batang tenggorokan berhasil mengatasi pendarahan, Yasir mulai bergerak-gerak lagi. Tiba-tiba, Yasir kembali diuji dengan bisul besar (tumor) dan radang otak.</p>
<p>Saya sendiri yang memeriksa keadaannya. Saya berkata kepada ibunya, .â€™<em>Keadaan anak Anda mengenaskan sekali dan kondisinya berbahaya.</em>â€™ la tetap mengulang-ulang ucapannya, â€˜<em>Penyembuh adalah Allah</em>â€™</p>
<p>la mulai membacakan Al-Qurâ€™an kepada buah hatinya. Setelah dua minggu, tumor itu tetap ada. Dua hari kemudian, anak tersebut mulai sembuh, kami memuji Allah karenanya.</p>
<p>Sang ibu bersiap-siap untuk pulang, namun satu hari kemudian, tiba-tiba anak tersebut mengalami radang ginjal parah yang dapat menyebabkan gagal ginjal kronis dan hampir menyebakan kematiannya.</p>
<p>Sementara si ibu tetap berpegang teguh, bertawakal dan berserah kepada Rabb-nya serta terus mengulang-ulang, â€˜<em>Penyembuh adalah Allah.â€™</em> Lalu, ia kembali ke tempatnya dan membacakan Al-Qurâ€™an kepada anaknya.</p>
<p>Hari-hari berlalu, sedangkan kami terus berusaha memeriksa dan mengobati secara maraton hingga berlangsung sampai tiga bulan, kondisinya pun membaik, segala puji hanya bagi Allah.</p>
<p>Akan tetapi, kisah ini belum berhenti sampai di sini saja, si anak kembali diserang penyakit aneh yang belum pernah saya kenal selama hidup.</p>
<p>Setelah empat bulan, ia terserang radang pada selaput kristal yang mengitari jantung, sehingga memaksa kita untuk membuka sangkar dadanya dan membiarkannya terbuka untuk mengeluarkan nanah.</p>
<p>Ibunya hanya melihat kepadanya sambil berucap, â€˜<em>Saya memohon kepada Allah agar menyembuhkannya, Dia adalah penyembuh dan pemberi kesehatan.</em>â€™ Lalu, ia kembali ke kursinya dan membuka mushafnya.</p>
<p>Terkadang saya melihat kepada ibu tersebut, sementara mushaf ada di depannya, ia tidak menoleh ke sekelilingnya. Kemudian saya masuk ke ruang refreshing, maka saya melihat banyak pasien dengan berbagai penyakit dan para penunggu mereka.</p>
<p>Saya melihat sebagian dari para pasien tersebut berteriak-teriak dan yang lainya mengaduh-aduh, sedangkan para penunggunya menangis, dan sebagian dari mereka berjalan di belakang para dokter.</p>
<p>Sementara ibu itu tetap berada di atas kursinya dan di depan mushafnya, tidak berpaling kepada orang yang berteriak dan tidak berdiri menghampiri dokter serta tidak berbicara dengan seorang pun.</p>
<p>Saya merasa bahwa ia adalah gunung, setelah berada selama enam bulan di ruang refreshing. Saya berjalan melewati anaknya, saya melihat matanya terpejam, tidak berbicara dan tidak bergerak, dadanya terbuka.</p>
<p>Kami mengira bahwa ini merupakan akhir kehidupannya, sedangkan sang ibu tetap dalam keadaannya, membaca Al-Qurâ€™an. Seorang penyabar yang tidak mengeluh dan tidak mengaduh.</p>
<p>Demi Allah, ia tidak mengajak saya bicara dengan sepatah katapun dan tidak pula bertanya kepada saya tentang kondisi anaknya. Ia hanya berbicara setelah saya mulai mengajaknya bicara tentang anaknya tersebut.</p>
<p>Adapun usia suaminya sudah lebih dari empat puluh tahun. Terkadang suaminya menemui saya di dekat anaknya, ketika ia menoleh kepada saya untuk bertanya, istrinya menarik tangannya dan menenangkannya serta mengangkat spiritnya dan mengingatkannya bahwa sang Penyembuh adalah Allah.</p>
<p>Setelah berlalu dua bulan, keadaan anak tersebut sudah membaik, lalu kami memindahkannya ke ruangan khusus anak-anak di rumah sakit, kondisinya sudah mengalami banyak kemajuan.</p>
<p>Keluarganya pun mulai membiasakan kepadanya berbagai jenis terapi dan pelatihan. Setelah itu, anak tersebut pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki, ia melihat dan berbicara seakan-akan ia tidak pernah tertimpa sesuatu sebelumnya.</p>
<p>Maaf, kisah menakjubkan ini belum selesai, karena satu setengah tahun kemudian, ketika berada di ruang kerja saya, tiba-tiba suami wanita itu masuk menemui saya, sedangkan di belakangnya istrinya menyusulnya sambil menggendong bayi kecil yang sehat.</p>
<p>Ternyata si anak kecil itu sedang diperiksakan secara rutin di RS tersebut, mereka datang kepada saya untuk menyampaikan salam.</p>
<p>Saya bertanya kepada si suami, â€˜<em>Masya Allah, apakah bayi kecil ini adalah anak yang keenam atau ketujuh di dalam keluarga Anda?â€™ </em>Ia menjawab, â€˜<em>Ini yang kedua, dan anak pertama kami adalah anak yang Anda obati setahun yang lalu. Ia merupakan anak pertama kami yang lahir setelah tujuh belas tahun kami menikah dan sembuh dari kemandulan.â€™</em></p>
<p>Saya menundukkan kepala, dan langsung teringat dengan gambaran ibunya ketika sedang menunggui anaknya. Saya tidak mendengar suara yang keluar darinya dan tidak melihat tanda kegelisahan pada dirinya.</p>
<p>Saya mengucap di dalam hati, <em>â€˜Subhanallah</em>.â€™ Setelah tujuh belas tahun bersabar dan mencoba berbagai terapi kemandulan, lalu diberi rezeki dengan seorang anak laki-laki yang dilihatnya mati berkali-kali di hadapannya.</p>
<p>Akan tetapi, wanita tersebut hanya berpegang teguh pada kalimat â€˜Laailaaha illallaahâ€™ dan keyakinan bahwa Allah adalah Dzat Penyembuh dan Pemberi kesehatan. Subhanallah! Betapa besar tawakkal dan keimanan yang dimiliki wanita itu.â€</p>
<p>judul aslinya <a href="http://jilbab.or.id/archives/576-mengais-keajaiban-cinta/">Mengais Keajaiban Cinta</a></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/07/03/tawakalnya-seorang-ibu/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/07/03/tawakalnya-seorang-ibu/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/07/03/tawakalnya-seorang-ibu/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/07/03/tawakalnya-seorang-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Su&#8217;ul khotimah: Wanita Yang Tak Pernah Shalat, Mati Saat Sedang Berdandan!!</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/06/26/kisah-suul-khotimah-wanita-yang-tak-pernah-shalat-mati-saat-sedang-berdandan/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/06/26/kisah-suul-khotimah-wanita-yang-tak-pernah-shalat-mati-saat-sedang-berdandan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 08:58:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Critone Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[apa itu su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[apa itu su'ul kotimah]]></category>
		<category><![CDATA[cerita nyata suul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[cerita orang yg pernah mati]]></category>
		<category><![CDATA[cerita siksa kubur orang yang tak pernah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri mayit yang meninggal dalam keadaan suul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[ciri2 mati dalam keadaan su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[ciri2 meninggal khusnul khotomah]]></category>
		<category><![CDATA[contoh mati suul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[foto kematian su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[foto memandikan mayat]]></category>
		<category><![CDATA[gambar mati suulkhotimah]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah shalat]]></category>
		<category><![CDATA[khotbah su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah - kisah su'ul hatimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah meninggal saat sholat]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata mati siksa kubur]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata mati su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata mbah marijan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata suulkhotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata wafat su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah orang meninggal su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah orang yang meninggal dengan su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah orang yang meninggal dunia dalam keadaan suul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah orang yg meninggal su ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[kisah siksa kubur wanita yg tidak menutup aurat]]></category>
		<category><![CDATA[kisah su'ul hotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah-kisah su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[mati dalam keadaan su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[mati su ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[mati su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[mati su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal dengan su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal dengan su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal dunia dalam su'ul hatimah]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[mereka yang mati suul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[mesir]]></category>
		<category><![CDATA[serial kisah teladan -kumpulan kisah-kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[siapa yang udah pernah mati]]></category>
		<category><![CDATA[siksa kubur orang yang tidak shalat]]></category>
		<category><![CDATA[siksa kubur untuk orang yang su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[Su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[su'ul khotima]]></category>
		<category><![CDATA[Su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[su'ul khotimah di dalam kubur]]></category>
		<category><![CDATA[su'ul khotimah krn belum nikah]]></category>
		<category><![CDATA[tabaruj]]></category>
		<category><![CDATA[tanda su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda suul katimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda tanda mati su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda tanda orang meninggal suul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda tanda suud khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda kematian su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda su'ul khatimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda su'ul kotimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanda2 orang meninggal su,ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[tragedi su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[ujub dan su'ul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[usul kotimah]]></category>
		<category><![CDATA[www.cerita orang meninggal dalam suul khotimah]]></category>
		<category><![CDATA[www.kisah nyata orang yang mati su'ul khotimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[Temanku berkata kepadaku, &#8220;Ketika perang teluk berlangsung, aku sedang berada di Mesir dan sebelum perang meletus, aku sudah terbiasa menguburkan mayat di Kuwait yang aku ketahui dari masyarakat setempat. Salah seorang familiku menghubungiku meminta agar menguburkan ibu mereka yang meninggal. Aku pergi ke pekuburan dan aku menunggu di tempat memandikan mayat. Di sana aku melihat empat wanita berhijab bergegas meninggalkan tempat memandikan mayat tersebut. Aku tidak menanyakan sebab mereka keluar dari tempat itu karena memang bukan urusanku. Beberapa menit kemudian wanita yang memandikan mayat keluar dan memintaku agar menolongnya memandikan mayat tersebut. Aku katakan kepadanya, &#8216;Ini tidak boleh, karena tidak halal bagi seorang lelaki melihat aurat wanita.&#8217; Tetapi ia mengemukakan alasannya bahwa jenazah wanita yang satu ini sangat besar. Kemudian wanita itu kembali masuk dan memandikan mayat tersebut. Setelah selesai dikafankan, ia memanggil kami agar mayat tersebut diusung. Karena jenazah ini terlalu berat, kami berjumlah sebelas orang masuk ke dalam untuk mengangkatnya. Setelah sampai di lubang kuburan (kebiasaan penduduk Mesir membuat pekuburan seperti ruangan lalu dengan menggunakan tangga, mereka menurunkan mayat ke ruangan tersebut dan meletakkannya di dalamnya dengan tidak ditimbun). Kami buka lubang masuknya dan kami turunkan dari pundak kami. Namun tiba-tiba jenazahnya terlepas dan terjatuh ke dalam dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-596" title="8dfdf71c236803484e45076982f2d470" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2009/06/8dfdf71c236803484e45076982f2d470-150x150.jpg" alt="8dfdf71c236803484e45076982f2d470" width="150" height="150" />Temanku berkata kepadaku, &#8220;Ketika perang teluk berlangsung, aku sedang berada di Mesir dan sebelum perang meletus, aku sudah terbiasa menguburkan mayat di Kuwait yang aku ketahui dari masyarakat setempat. Salah seorang familiku menghubungiku meminta agar menguburkan ibu mereka yang meninggal. Aku pergi ke pekuburan dan aku menunggu di tempat memandikan mayat.</p>
<p>Di sana aku melihat empat wanita berhijab bergegas meninggalkan tempat memandikan mayat tersebut. Aku tidak menanyakan sebab mereka keluar dari tempat itu karena memang bukan urusanku. Beberapa menit kemudian wanita yang memandikan mayat keluar dan memintaku agar menolongnya memandikan mayat tersebut. Aku katakan kepadanya, &#8216;<em>Ini tidak boleh, karena tidak halal bagi seorang lelaki melihat aurat wanita</em>.&#8217; Tetapi ia mengemukakan alasannya bahwa jenazah wanita yang satu ini sangat besar.<span id="more-595"></span></p>
<p>Kemudian wanita itu kembali masuk dan memandikan mayat tersebut. Setelah selesai dikafankan, ia memanggil kami agar mayat tersebut diusung. Karena jenazah ini terlalu berat, kami berjumlah sebelas orang masuk ke dalam untuk mengangkatnya. Setelah sampai di lubang kuburan (kebiasaan penduduk Mesir membuat pekuburan seperti ruangan lalu dengan menggunakan tangga, mereka menurunkan mayat ke ruangan tersebut dan meletakkannya di dalamnya dengan tidak ditimbun).</p>
<p>Kami buka lubang masuknya dan kami turunkan dari pundak kami. Namun tiba-tiba jenazahnya terlepas dan terjatuh ke dalam dan tidak sempat kami tangkap kembali hingga aku mendengar dari gemeretak tulangnya yang patah ketika jenazah itu jatuh. Aku melihat ke dalam ternyata kain kafannya sedikit terbuka sehingga terlihat auratnya. Aku segera melompat ke jenazah dan menutup aurat tersebut.</p>
<p>Lalu dengan susah payah aku menyeretnya ke arah kiblat dan aku buka kafan di bagian mukanya. Aku melihat pemandangan yang aneh. Matanya terbe-lalak dan berwarna hitam. Aku menjadi takut dan segera memanjat ke atas dengan tidak menoleh ke belakang lagi.</p>
<p>Setelah sampai di apartemen, aku menghubungi salah seorang anak perempuan jenazah. Ia bersumpah agar aku menceritakan apa yang terjadi saat memasukkan jenazah ke dalam kuburan. Aku berusaha untuk mengelak, namun ia terus mendesakku hingga akhirnya terpaksa harus memberitahukannya. Ia berkata, &#8220;<em>Ya Syaikh </em>(panggilan yang sering diucapkan kepada seorang ustadz-red), <em>ketika anda melihat kami bergegas keluar dikarenakan kami melihat wajah ibu kami menghitam, karena ibu kami tidak pernah sekalipun melaksanakan shalat dan meninggal dalam keadaan berdandan.</em>&#8221;</p>
<p>Kisah nyata ini menegaskan bahwa Allah <em>Subhanahu wata&#8217;ala </em>menghendaki agar sebagian hamba-Nya melihat bekas Su&#8217;ul khatimah hamba-Nya yang durhaka agar menjadi pelajaran bagi yang masih hidup. Sesungguhnya yang demikian itu merupakan pelajaran bagi orang-orang yang berakal.</p>
<p><strong>Sumber:</strong> Serial Kisah Teladan karya Muhammad bin Shalih al-Qahthani, Juz 2 seperti yang dinukilnya dari Kisah-Kisah Nyata karya Abdul Hamid Jasim al-Bilaly, PENERBIT DARUL HAQ) <em>via </em>Note Teman</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/06/26/kisah-suul-khotimah-wanita-yang-tak-pernah-shalat-mati-saat-sedang-berdandan/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/06/26/kisah-suul-khotimah-wanita-yang-tak-pernah-shalat-mati-saat-sedang-berdandan/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/06/26/kisah-suul-khotimah-wanita-yang-tak-pernah-shalat-mati-saat-sedang-berdandan/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/06/26/kisah-suul-khotimah-wanita-yang-tak-pernah-shalat-mati-saat-sedang-berdandan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Innalillahi, Ahmadinejad Menghina Dua Sahabat Rasul!</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/06/24/innalillahi-ahmadinejad-menghina-dua-sahabat-rasul/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/06/24/innalillahi-ahmadinejad-menghina-dua-sahabat-rasul/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 01:57:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmadinejad]]></category>
		<category><![CDATA[MEnghina dua sahabat rosul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=592</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah eforia kemenangannya dalam pemilu Iran yang baru saja digelar, Ahmadinejad sebelumnya mengeluarkan pernyataan yang terang-terangan menghina dua orang sahabat Rasulullah Muhammad saw. Kecaman dan hinaan Ahmadinejad ituâ€”lebih gila lagiâ€”disampaikan dalam sebuah acara televisi secara langsung di Shabaka 3, saluran televisi Iran, hanya beberapa hari sebelum pelaksanaan pemilu Iran. Seperti yang diketahui, Iran yang berbasis Syiah iniâ€”salah satu aliran Islam yang dianggap menyimpangâ€”sudah sejak lama mempersempit ruang gerak para jamaah ahli Sunnah (kaum Sunni). Di bawah kepemimpinan Ahmadinejad, bahkan para jamaah Sunni mengalami penderitaan yang belum pernah dialami sejak Revolusi Rafidi Khomeini. Dalam acara itu, Ahmadinejad dengan lugas mengatakan bahwa Talhah dan Zubair adalah dua orang pengkhianat. â€œTalhah dan Zubair adalah dua orang sahabat Rasul, tapi setelah kepergian Rasul, mereka berdua kembali kepada ajaran sebelumnya dan mengikuti Muawiyah!â€ Padahal dalam sejarah, Talhah dan Zubair, dua orang sahabat Rasul itu, tak pernah bertempur dengan Muawiyah, karena keduanya meninggal lama sebelum peperangan Jamal di tahun ke-36 kekhalifahan Islam di mana Muawiyah menjadi rajanya. Pernyataan Ahmadinejad ini sudah jelas kemana arahnya, yaitu membuat sebuah perbandingan atas sahabat Rasul dulu dengan kejadian politik saat ini di Iranâ€”berkaitan dengan rivalnya Mousavi. Sebelumnya, Ahmadinejad sudah sangat sering menghina sekitar 15 juta penganut Sunni di Iran. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-593 alignleft" title="iran_by_hamidir" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2009/06/iran_by_hamidir.jpg" alt="iran_by_hamidir" width="300" height="225" />Di tengah <em>eforia </em>kemenangannya dalam pemilu Iran yang baru saja digelar, Ahmadinejad sebelumnya mengeluarkan pernyataan yang terang-terangan menghina dua orang sahabat Rasulullah Muhammad saw.</p>
<p>Kecaman dan hinaan Ahmadinejad ituâ€”<em>lebih gila lagi</em>â€”disampaikan dalam sebuah acara televisi secara langsung di Shabaka 3, saluran televisi Iran, hanya beberapa hari sebelum pelaksanaan pemilu Iran.</p>
<p>Seperti yang diketahui, Iran yang berbasis <em>Syiah </em>iniâ€”salah satu aliran Islam yang dianggap menyimpangâ€”sudah sejak lama mempersempit ruang gerak para jamaah ahli <em>Sunnah </em>(kaum <em>Sunni</em>). Di bawah kepemimpinan Ahmadinejad, bahkan para jamaah Sunni mengalami penderitaan yang belum pernah dialami sejak Revolusi Rafidi Khomeini.</p>
<p>Dalam acara itu, Ahmadinejad dengan lugas mengatakan bahwa Talhah dan Zubair adalah dua orang pengkhianat. â€œTalhah dan Zubair adalah dua orang sahabat Rasul, tapi setelah kepergian Rasul, mereka berdua kembali kepada ajaran sebelumnya dan mengikuti Muawiyah!â€<span id="more-592"></span></p>
<p>Padahal dalam sejarah, Talhah dan Zubair, dua orang sahabat Rasul itu, tak pernah bertempur dengan Muawiyah, karena keduanya meninggal lama sebelum peperangan Jamal di tahun ke-36 kekhalifahan Islam di mana Muawiyah menjadi rajanya.</p>
<p>Pernyataan Ahmadinejad ini sudah jelas kemana arahnya, yaitu membuat sebuah perbandingan atas sahabat Rasul dulu dengan kejadian politik saat ini di Iranâ€”berkaitan dengan rivalnya Mousavi. Sebelumnya, Ahmadinejad sudah sangat sering menghina sekitar 15 juta penganut Sunni di Iran. Bahkan, pendahulu Ahmadinejad, Rafidi menghina dan menganggap remeh alias menyepelekan 90% Muslim seluruh dunia.</p>
<p>Namun demikian, masih banyak juga pihak atau pengagum Rafidi dan pengingkar sahabat Rasul lainnya seperti Ahmadinejad ini. Mereka adalah orang yang tidak menyadari gerakan Syiah atau mereka yang tak mau memahami rejim 12 Imam ini yang merupakan musuh terbuka terhadap para sahabat Rasul. (sa/alqimmah/sunni-news/ayandenews)</p>
<p><em><span class="entry"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">sumber: <a rel="#someid0" href="http://www.eramuslim.com/berita/dunia/innalillahi-ahmadinejad-menghina-dua-sahabat-rasul.htm">http://www.eramuslim.com/berita/dunia/innalillahi-ahmadinejad-menghina-dua-sahabat-rasul.htm</a></span></span></em></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Mahmud Ahamadinejad dikecam di mana-mana</span></strong></span></p>
<p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 26.95pt;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Media internet dan milis di Timur Tengah ramai mengomentari masalah hinaan Ahmadinejad Presiden Iran terhadap dua sahabat Nabi Muhammad shallallahu â€˜alaihi wa sallam itu. Karena sama sekali penjelekan terhadap sahabat Nabi itu tidak layak bagi siapapun, apalagi penghujatnya seorang presiden. Sedangkan dua sahabat yang dijelekkan itu telah diyakini oleh Ahli Sunnah, termasuk dijamin (diberi khabar gembira) masuk surga oleh Nabi Muhammad shallallahu â€˜alaihi wa sallam.</span></p>
<p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 26.95pt;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Di antara kecaman yang bertubi-tubi terhadap Ahmadinejad akibat hinaannya terhadap Thalhah dan Zubair alaihimas salam itu, ada kecaman yang sopan dari Dr Auni anggota Majelis Syura Saudi Arabia yang disampaikan lewat situs islamtoday.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 26.95pt;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Dr Sharif Hatim bin Arif Al-Auni anggota Majlis Syura Saudi mengkritik hinaan yang dilakukan Presiden Iran Mahmud Ahamdinejad terhadap dua shahabat besar, Thalhah bin Ubaidillah dan Zubair bin Al-Awwam radhiyallahu â€˜anhuma. Auni berkata kepadanya, sesungguhnya engkau telah menjelekkan symbol semilyar Muslim Ahlis Sunnah dengan penjelekan yang memuncak dengan perkataan kacaumu terhadap dua orang besar symbol Islam bagi mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 26.95pt;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Dr Auni mengatakan dalam penjelasan lewat <em>alislam alyaum</em> (islamtoday) satu naskah diantaranya: <span style="background: yellow none repeat scroll 0pt 0pt;">Sesungguhnya tidak layak pada tokoh politik besar dalam tarap Kepala Negara untuk berbuat demikian, karena akan lebih banyak merugikan daripada menguntungkan, dan menambah nyala api golonganisme di wilayah itu sampai pada tarap baru yang belum pernah terjadi sebelumnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 26.95pt;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 26.95pt;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Dr Auni meminta, Ahmadinejad mesti harus mengajukan permintaan maaf secara resmi dari apa yang telah terlanjur darinya mengenai hak dua sahabat besar. Dan dia (Dr Aun) berkata: Surat ini walaupun surat khusus dariku, tetapi tuntutan untuk minta maaf itu adalah sebenarnya tuntutan ratusan juta dari Ahlus Sunnah di dunia dari orang yang memperolah keburukan ini darimu yang terhormat. Di samping adanya tuntutan dari umumnya Ahlis Sunnah, maka juga tuntutan pribadi-pribadi dari orang yang menyepakatiku mengenai keyakinan dari keluarga Nabi shallallahu â€˜alaihi wa sallam, yaitu sungguh saya merasakan sakit sekali karena kekacauan ucapanmu yang mulia terhadap dua symbol yang besar ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 26.95pt;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Dikutip dari situs islamtoday, 21 Jumadil tsaniyah 1430.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 26.95pt;"><span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;">Teks dari Dr Auni sebagai berikut: </span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="color: #000000;"><strong></strong></span></p>
<p style="text-align: right;" dir="rtl"><span style="color: #000000;"><strong>ÙØ®Ø§Ù…Ø© Ø§Ù„Ø±Ø¦ÙŠØ³ Ù…Ø­Ù…ÙˆØ¯ Ø£Ø­Ù…Ø¯ÙŠ Ù†Ø¬Ø§Ø¯ ÙˆÙÙ‚Ù‡ Ø§Ù„Ù„Ù‡ ØªØ¹Ø§Ù„Ù‰<br />
Ø±Ø¦ÙŠØ³ Ø¬Ù…Ù‡ÙˆØ±ÙŠØ© Ø¥ÙŠØ±Ø§Ù† Ø§Ù„Ø¥Ø³Ù„Ø§Ù…ÙŠØ©<br />
Ø§Ù„Ø³Ù„Ø§Ù… Ø¹Ù„ÙŠÙƒÙ… ÙˆØ±Ø­Ù…Ø© Ø§Ù„Ù„Ù‡ ÙˆØ¨Ø±ÙƒØ§ØªÙ‡</strong></span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="color: #000000;"><strong>Ù„Ù‚Ø¯ Ø§Ø³ØªÙ…Ø¹ Ø§Ù„Ø¹Ø§Ù„Ù… Ø§Ù„Ø¥Ø³Ù„Ø§Ù…ÙŠ Ù„Ø®Ø·Ø§Ø¨ÙƒÙ… Ø§Ù„Ø£ÙˆÙ„ ÙˆØ§Ù„Ø«Ø§Ù†ÙŠ Ø§Ù„Ø°ÙŠ ØªØ¹Ø±Ø¶ØªÙ… ÙÙŠÙ‡ Ù„Ø´Ø®ØµÙŠØªÙŠÙ† Ø¹Ø¸ÙŠÙ…ØªÙŠÙ† ÙÙŠ Ø§Ù„ØªØ§Ø±ÙŠØ® Ø§Ù„Ø¥Ø³Ù„Ø§Ù…ÙŠ ,ÙˆÙ‡Ù…Ø§ Ø´Ø®ØµÙŠØªØ§ Ø§Ù„ØµØ­Ø§Ø¨ÙŠÙŠÙ† Ø§Ù„Ø¬Ù„ÙŠÙ„ÙŠÙ† :Ø·Ù„Ø­Ø© Ø¨Ù† Ø¹Ø¨ÙŠØ¯ Ø§Ù„Ù„Ù‡ ÙˆØ§Ù„Ø²Ø¨ÙŠØ± Ø¨Ù† Ø§Ù„Ø¹ÙˆØ§Ù… Ø±Ø¶ÙŠ Ø§Ù„Ù„Ù‡ Ø¹Ù†Ù‡Ù…Ø§ ,ÙˆÙ‡Ù…Ø§ Ø¹Ù†Ø¯ Ø£Ù‡Ù„ Ø§Ù„Ø³Ù†Ø© (Ø¹Ù„Ù‰ Ø§Ù„Ø£Ù‚Ù„) Ù…Ù† Ø³Ø§Ø¯Ø© Ø§Ù„Ø£Ù…Ø© Ø§Ù„Ø¥Ø³Ù„Ø§Ù…ÙŠØ© ÙˆØ§Ø«Ù†Ø§Ù† Ù…Ù† Ø§Ù„Ø¹Ø´Ø±Ø© Ø§Ù„Ù…Ø¨Ø´Ø±ÙŠÙ† Ø¨Ø§Ù„Ø¬Ù†Ø© .ÙˆÙ‚Ø¯ Ø§Ø¹ØªØ±Ù ÙØ®Ø§Ù…ØªÙƒÙ… ÙÙŠ Ø®Ø·Ø§Ø¨ÙƒÙ… Ø§Ù„Ø«Ø§Ù†ÙŠ Ø£Ù†Ù‡Ù…Ø§ ÙƒØ§Ù†Ø§ Ù‚Ø¯ Ù‚Ø¯Ù…Ø§ Ø®Ø¯Ù…Ø§Øª Ø¬Ù„ÙŠÙ„Ø© Ù„Ù„Ø¥Ø³Ù„Ø§Ù… Ø¨Ø­Ø¶Ø±Ø© Ø§Ù„Ù†Ø¨ÙŠ ØµÙ„Ù‰ Ø§Ù„Ù„Ù‡ Ø¹Ù„ÙŠÙ‡ ÙˆØ³Ù„Ù… ÙˆÙÙŠ Ø­ÙŠØ§ØªÙ‡ , ÙˆÙ„ÙƒÙ†ÙƒÙ… ÙˆÙ„Ù„Ø£Ø³Ù Ø§Ù„Ø´Ø¯ÙŠØ¯ Ø¹Ø¯ØªÙ… Ø¹Ù„Ù‰ Ù‡Ø°Ø§ Ø§Ù„Ø«Ù†Ø§Ø¡ Ø¨Ø§Ù„Ù†Ù‚Ø¶ ,Ø¹Ù†Ø¯Ù…Ø§ ÙˆØµÙØªÙ…ÙˆÙ‡Ù…Ø§ Ø¨Ø£Ù†Ù‡Ù…Ø§ Ù‚Ø¯ Ù†ÙƒØ«Ø§ Ø§Ù„Ø¹Ù‡Ø¯ Ø¨Ø³Ø¨Ø¨ Ù…Ø§ Ø­ØµÙ„ ÙÙŠ Ù…ÙˆÙ‚Ø¹Ø© Ø§Ù„Ø¬Ù…Ù„ ,ÙˆØ£Ù†Ù‡Ù…Ø§ Ø¨Ø°Ù„Ùƒ Ù‚Ø¯ ÙÙ‚Ø¯ Ø§Ù„Ù…Ù…ÙŠØ²Ø§Øª Ø§Ù„ØªÙŠ Ø§Ø³ØªØ­Ù‚Ø§Ù‡Ø§ Ø¨Ø¬Ù‡Ø§Ø¯Ù‡Ù…Ø§ ÙˆØ¨Ø°Ù„Ù‡Ù…Ø§ Ù…Ø¹ Ø±Ø³ÙˆÙ„ Ø§Ù„Ù„Ù‡ ØµÙ„Ù‰ Ø§Ù„Ù„Ù‡ Ø¹Ù„ÙŠÙ‡ ÙˆØ³Ù„Ù… .ÙØ¨ØºØ¶ Ø§Ù„Ù†Ø¸Ø± Ø¹Ù† Ø§Ù„Ø±ÙˆØ§ÙŠØ§Øª Ø§Ù„ØªØ§Ø±ÙŠØ®ÙŠØ© Ø§Ù„Ù…Ù„ÙÙ‚Ø© Ø£Ùˆ Ø§Ù„Ù…Ø¬ØªØ²Ø£Ø© Ø§Ù„ØªÙŠ ØªØ¹Ø²Ø² Ø±Ø£ÙŠÙƒÙ… Ù‡Ø°Ø§ Ø­Ø³Ø¨ ÙˆØ¬Ù‡Ø© Ù†Ø¸Ø± Ø£Ù‡Ù„ Ø§Ù„Ø³Ù†Ø© ,ÙˆØ¨ØºØ¶ Ø§Ù„Ù†Ø¸Ø± Ø¹Ù† Ø§Ù„ØªÙØ³ÙŠØ±Ø§Øª Ø§Ù„Ø¨Ø¹ÙŠØ¯Ø© Ù„Ù„Ø­ÙˆØ§Ø¯Ø« Ø§Ù„Ø«Ø§Ø¨ØªØ© ÙÙŠ Ø§Ù„ØªØ§Ø±ÙŠØ® ,ÙˆØ¨ØºØ¶ Ø§Ù„Ù†Ø¸Ø± Ø¹Ù† Ø§Ù„Ù„ØºØ© Ø§Ù„Ù…ØªØ·Ø±ÙØ© Ø§Ù„ØªÙŠ ÙƒØªØ¨Øª Ù‡Ø°Ø§ Ø§Ù„Ù…ÙˆØ¶ÙˆØ¹ ÙÙŠ Ø§Ù„ÙƒØªØ¨ Ø§Ù„Ø¯ÙŠÙ†ÙŠØ© ÙˆØ§Ù„ØªØ§Ø±ÙŠØ®ÙŠØ© Ù„Ø¯Ù‰ Ø§Ù„Ø´ÙŠØ¹Ø© ÙˆØ§Ù„ØªÙŠ ØªØ¨Ù„Øº Ø­Ø¯Ø§ ØºØ§Ù„ÙŠØ§ Ù…Ù† Ø§Ù„ØªØ·Ø±Ù , ÙˆØ­Ø³Ø¨ ÙˆØ¬Ù‡Ø© Ù†Ø¸Ø± Ø£Ù‡Ù„ Ø§Ù„Ø³Ù†Ø© Ø£ÙŠØ¶Ø§ ,Ø¨ØºØ¶ Ø§Ù„Ù†Ø¸Ø± Ø¹Ù† Ø°Ù„Ùƒ ÙƒÙ„Ù‡ ÙˆØ¹Ù† Ø§Ù„Ù…Ù†Ø§Ù‚Ø´Ø§Øª Ø§Ù„Ø·ÙˆÙŠÙ„Ø© Ù„Ø£Ù‡Ù„ Ø§Ù„Ø³Ù†Ø© Ù„Ù‡ ,ÙÙ„Ù… ÙŠÙƒÙ† Ù…Ù† Ø§Ù„Ù…Ù†ØªØ¸Ø± Ù…Ù†ÙƒÙ… ,ÙˆØ£Ù†ØªÙ… Ø±Ø¦ÙŠØ³ Ø¯ÙˆÙ„Ø© ,Ø£Ù† ØªØ³ÙŠØ¦ÙˆØ§ Ø¥Ù„Ù‰ Ù…Ø´Ø§Ø¹Ø± Ù…Ù„ÙŠØ§Ø± Ù…Ø³Ù„Ù… Ù…Ù† Ø£Ù‡Ù„ Ø§Ù„Ø³Ù†Ø© Ù‡Ø°Ù‡ Ø§Ù„Ø¥Ø³Ø§Ø¡Ø© Ø§Ù„Ø¨Ø§Ù„ØºØ© Ø¨ØªØ¹Ø±Ø¶ÙƒÙ… Ù„Ø§Ø«Ù†ÙŠÙ† Ù…Ù† ÙƒØ¨Ø§Ø± Ø±Ù…ÙˆØ² Ø§Ù„Ø¥Ø³Ù„Ø§Ù… Ø¹Ù†Ø¯Ù‡Ù…, ÙˆÙ„Ø§ ÙŠÙ„ÙŠÙ‚ Ø¨Ø±Ø¬Ù„ Ø³ÙŠØ§Ø³Ø© ÙƒØ¨ÙŠØ± ÙÙŠ Ù…Ø³ØªÙˆÙ‰ Ø±Ø¦ÙŠØ³ Ø¯ÙˆÙ„Ø© Ø£Ù† ÙŠÙØ¹Ù„ Ø°Ù„Ùƒ Ø›Ù„Ø£Ù†Ù‡ Ø³ÙŠØ®Ø³Ø± Ø¨Ø°Ù„Ùƒ Ø£ÙƒØ«Ø± Ù…Ù…Ø§ ÙŠØ±Ø¨Ø­ ,ÙˆÙŠØ²ÙŠØ¯ Ù…Ù† Ø§Ù„Ù†Ø§Ø± Ø§Ù„Ø·Ø§Ø¦ÙÙŠØ© ÙÙŠ Ø§Ù„Ù…Ù†Ø·Ù‚Ø© Ø§Ø´ØªØ¹Ø§Ù„Ø§ ,ÙˆÙŠØµÙ„ Ø¨Ù‡Ø§ Ù…Ø³ØªÙˆÙ‰ Ø¬Ø¯ÙŠØ¯Ø§ ,Ù„Ù… ÙŠÙƒÙ†</strong></span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="color: #000000;"><strong>Ù‚Ø¯ ÙˆØµÙ„ Ø¥Ù„ÙŠÙ‡ Ø³Ø§Ø¨Ù‚Ø§ ,ÙÙ‚Ø¯ ÙƒØ§Ù† Ø³Ø§Ø¨Ù‚Ø§ ÙŠÙ‚ÙˆØ¯Ù‡ ØµØ±Ø§Ø­Ø© Ø¨Ø¹Ø¶ Ø±Ø¬Ø§Ù„ Ø§Ù„Ø¯ÙŠÙ† ÙˆØ­Ø¯Ù‡Ù… , ÙØ£ØµØ¨Ø­ Ø¨Ø®Ø·Ø§Ø¨ÙƒÙ… Ù‡Ø°Ø§ ÙŠÙ‚ÙˆØ¯Ù‡ Ø§Ù„Ø³ÙŠØ§Ø³ÙŠÙˆÙ† ØµØ±Ø§Ø­Ø© Ø£ÙŠØ¶Ø§ ,Ø¨Ù„ ÙŠÙ‚ÙˆØ¯Ù‡ Ø±Ø¦ÙŠØ³ Ø¯ÙˆÙ„Ø© Ù…Ø«Ù„ ÙØ®Ø§Ù…ØªÙƒÙ….</strong></span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="color: #000000;"><strong>ÙˆÙ…Ø¹ Ø£Ù†ÙŠ Ù„Ø§ Ø£Ø³Ù…Ø­ Ù„Ù†ÙØ³ÙŠ Ù‡Ù†Ø§ Ø£Ù† Ø£Ù†Ø§Ù‚Ø´ÙƒÙ… ÙÙŠ Ù‚Ù†Ø§Ø¹ØªÙƒÙ… Ø§Ù„Ø®Ø§ØµØ© Ø§Ù„ØªÙŠ ÙŠÙˆØ§ÙÙ‚ÙƒÙ… Ø¹Ù„ÙŠÙ‡Ø§ Ø¹Ø¯Ø¯ ÙƒØ¨ÙŠØ± Ù…Ù† Ø£Ø¨Ù†Ø§Ø¡ Ø£Ù…ØªÙƒÙ… Ø§Ù„Ø¹Ø¸ÙŠÙ…Ø© ,ÙˆÙŠØ®Ø§Ù„ÙÙƒÙ… ÙÙŠÙ‡Ø§ Ø£Ù‡Ù„ Ø§Ù„Ø³Ù†Ø© ÙƒÙ„Ù‡Ù… ,ÙˆÙ‡Ù… Ø§Ù„ØºØ§Ù„Ø¨ÙŠØ© Ø§Ù„ÙƒØ¨Ø±Ù‰ Ù…Ù† Ø§Ù„Ù…Ø³Ù„Ù…ÙŠÙ† Ø›Ø¥Ù„Ø§ Ø£Ù† Ø§Ù„Ù…Ù†ØªØ¸Ø± Ù…Ù† ÙØ®Ø§Ù…ØªÙƒÙ… Ø£Ù† ØªØ¹ØªØ°Ø±ÙˆØ§ Ù„Ù„Ø¹Ø§Ù„Ù… Ø§Ù„Ø¥Ø³Ù„Ø§Ù…ÙŠ Ø¹Ù† Ù‡Ø°Ù‡ Ø§Ù„Ø¥Ø³Ø§Ø¡Ø© , ÙØ§Ù„Ù‚Ù†Ø§Ø¹Ø§Øª Ø§Ù„Ø®Ø§ØµØ© Ù„Ø§ ØªØ¬ÙŠØ² Ø§Ù„Ø¥Ø³Ø§Ø¡Ø© Ù„Ù…Ø´Ø§Ø¹Ø± Ù…Ø¦Ø§Øª Ø§Ù„Ù…Ù„Ø§ÙŠÙŠÙ† Ù…Ù† Ø§Ù„Ù…Ø³Ù„Ù…ÙŠÙ† ,ÙˆØ¥Ø°Ø§ ÙƒØ§Ù† Ø§Ù„Ù„Ù‡ ØªØ¹Ø§Ù„Ù‰ Ù‚Ø¯ Ù†Ù‡Ø§Ù†Ø§ Ø£Ù† Ù†Ø³Ø¨ Ø§Ù„Ø£ÙˆØ«Ø§Ù† Ø§Ù„ØªÙŠ ÙƒØ§Ù† ÙŠØ¹Ø¨Ø¯Ù‡Ø§ Ø§Ù„Ù…Ø´Ø±ÙƒÙˆÙ† Ù„ÙƒÙŠ Ù„Ø§ ÙŠØ¤Ø¯ÙŠ Ø°Ù„Ùƒ Ø¥Ù„Ù‰ Ù…ÙØ³Ø¯Ø© Ø£Ø¹Ø¸Ù…, ÙˆØ°Ù„Ùƒ ÙÙŠ Ù‚ÙˆÙ„Ù‡ ØªØ¹Ø§Ù„Ù‰ (ÙˆÙ„Ø§ ØªØ³Ø¨ÙˆØ§ Ø§Ù„Ø°ÙŠÙ† ÙŠØ¯Ø¹ÙˆÙ† Ù…Ù† Ø¯ÙˆÙ† Ø§Ù„Ù„Ù‡ ÙÙŠØ³Ø¨ÙˆØ§ Ø§Ù„Ù„Ù‡ Ø¹Ø¯ÙˆØ§ Ø¨ØºÙŠØ± Ø¹Ù„Ù… ) ÙÙ…Ù† Ø¨Ø§Ø¨ Ø£ÙˆÙ„Ù‰ Ø£Ù† ÙŠÙƒÙˆÙ† Ù…Ù…Ø§ ÙŠÙ†Ù‡Ø§Ù†Ø§ Ø¹Ù†Ù‡ Ø§Ù„Ù„Ù‡ ØªØ¹Ø§Ù„Ù‰ Ø£Ù† Ù†Ø¹Ù„Ù† Ø¨Ø´ØªÙ… Ø£ØµØ­Ø§Ø¨ Ø±Ø³ÙˆÙ„ Ø§Ù„Ù„Ù‡ ØµÙ„Ù‰ Ø§Ù„Ù„Ù‡ Ø¹Ù„ÙŠÙ‡ ÙˆØ³Ù„Ù… ÙˆØ±Ø¶ÙŠ Ø§Ù„Ù„Ù‡ Ø¹Ù†Ù‡Ù… Ø£Ø¬Ù…Ø¹ÙŠÙ† Ù„Ù„Ø³Ø¨Ø¨ Ù†ÙØ³Ù‡ , ÙˆÙ‡Ùˆ Ø£Ù† Ø´ØªÙ…Ù‡Ù… Ø³ÙŠØ²ÙŠØ¯ Ù…Ù† Ù†Ø§Ø± Ø§Ù„Ø·Ø§Ø¦ÙÙŠØ© Ø§Ø´ØªØ¹Ø§Ù„Ø§ ÙÙŠ Ø§Ù„Ù…Ù†Ø·Ù‚Ø© ÙˆØ³ÙŠØ³Ø¦ Ø¥Ù„Ù‰ Ù…Ø´Ø§Ø¹Ø± Ù…Ù„ÙŠØ§Ø± Ù…Ø³Ù„Ù… .</strong></span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="color: #000000;"><strong>ÙˆÙ‡Ø°Ø§ Ø§Ù„Ø®Ø·Ø§Ø¨ ÙˆØ¥Ù† ÙƒØ§Ù† Ø®Ø·Ø§Ø¨Ø§ Ø®Ø§ØµØ§ Ù…Ù†ÙŠ ,Ù„ÙƒÙ† Ø§Ù„Ù…Ø·Ø§Ù„Ø¨Ø© Ø¨Ø§Ù„Ø§Ø¹ØªØ°Ø§Ø± Ù‡ÙŠ ÙÙŠ Ø§Ù„Ø­Ù‚ÙŠÙ‚Ø© Ù…Ø·Ù„Ø¨ Ù…Ø¦Ø§Øª Ø§Ù„Ù…Ù„Ø§ÙŠÙŠÙ† Ù…Ù† Ø£Ù‡Ù„ Ø§Ù„Ø³Ù†Ø© ÙÙŠ Ø§Ù„Ø¹Ø§Ù„Ù… Ù…Ù…Ù† Ø³Ø§Ø¡Ù‡Ù… Ù‡Ø°Ø§ Ø§Ù„ØªÙ†Ø§ÙˆÙ„ Ù…Ù† ÙØ®Ø§Ù…ØªÙƒÙ… ,ÙˆØ£Ø¶ÙŠÙ Ø¥Ù„Ù‰ ÙƒÙˆÙ†Ù‡ Ù…Ø·Ù„Ø¨Ø§ Ù…Ù† Ø¹Ù…ÙˆÙ… Ø£Ù‡Ù„ Ø§Ù„Ø³Ù†Ø© ÙÙ‡Ùˆ Ø£ÙŠØ¶Ø§ Ù…Ø·Ù„Ø¨ ÙŠØ®ØµÙ†ÙŠ ÙˆÙŠØ®Øµ Ù…Ù† ÙŠÙˆØ§ÙÙ‚Ù†ÙŠ Ø§Ù„Ø§Ø¹ØªÙ‚Ø§Ø¯ Ù…Ù† Ø¢Ù„ Ø¨ÙŠØª Ø§Ù„Ù†Ø¨ÙŠ ØµÙ„Ù‰ Ø§Ù„Ù„Ù‡ Ø¹Ù„ÙŠÙ‡ ÙˆØ³Ù„Ù… , ÙˆÙ‡Ùˆ Ø£Ù†ÙŠ ØªØ£Ù„Ù…Øª ÙƒØ«ÙŠØ±Ø§ Ù„ØªØ¹Ø±Ø¶ ÙØ®Ø§Ù…ØªÙƒÙ… Ù„Ù‡Ø°ÙŠÙ† Ø§Ù„Ø±Ù…Ø²ÙŠÙ† Ø§Ù„ÙƒØ¨ÙŠØ±ÙŠÙ† , ÙˆØ£ÙˆÙ…Ù† Ø£Ù† Ø¬Ø¯ÙŠ Ø£Ù…ÙŠØ± Ø§Ù„Ù…Ø¤Ù…Ù†ÙŠÙ† Ø¹Ù„ÙŠ Ø¨Ù† Ø£Ø¨ÙŠ Ø·Ø§Ù„Ø¨ Ø±Ø¶ÙŠ Ø§Ù„Ù„Ù‡ Ø¹Ù†Ù‡ Ù„Ùˆ ÙƒØ§Ù† Ù…ÙˆØ¬ÙˆØ¯Ø§ Ù„ØªØ£Ù„Ù… Ø£ÙƒØ«Ø± Ù…Ù†ÙŠ , Ù„Ø¹Ø¸ÙŠÙ… Ù…Ø­Ø¨ØªÙ‡ Ù„Ù‡Ù…Ø§ ,ÙˆÙ„Ø¹Ù„Ù…Ù‡ Ø¨Ø­Ù‚ÙŠÙ‚Ø© Ù…Ø§ Ø­ØµÙ„ Ù…Ù…Ø§ Ù„Ø§ ÙŠØ·Ø¹Ù† ÙÙŠ Ø¯ÙŠÙ† Ù‡Ø°ÙŠÙ† Ø§Ù„Ø³ÙŠØ¯ÙŠÙ† Ø§Ù„Ø¬Ù„ÙŠÙ„ÙŠÙ† ÙˆÙ„Ø§ ÙŠØ¨Ø·Ù„ Ø¬Ù‡Ø§Ø¯Ù‡Ù…Ø§ ÙˆØ¨Ø°Ù„Ù‡Ù…Ø§ Ø§Ù„Ø¹Ø¸ÙŠÙ…ÙŠÙ† Ù„ØªÙˆØ·ÙŠØ¯ Ø£Ø±ÙƒØ§Ù† Ø§Ù„Ø¯ÙŠÙ† ÙˆÙ†ØµØ±Ø© Ø§Ù„Ø¥Ø³Ù„Ø§Ù…. ÙˆÙ„Ø§ Ø£ØªØµÙˆØ± ÙƒÙŠÙ ÙŠØ­ØªÙ…Ù„ ÙØ®Ø§Ù…ØªÙƒÙ… Ø¥ÙŠØ°Ø§Ø¡ Ø¬Ø¯ÙŠ Ø£Ø¨ÙŠ Ø§Ù„Ø³Ø¨Ø·ÙŠÙ†</strong></span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="color: #000000;"><strong>Ø±Ø¶ÙŠ Ø§Ù„Ù„Ù‡ Ø¹Ù†Ù‡ (ÙˆÙ„Ùˆ Ø§Ø­ØªÙ…Ø§Ù„Ø§) ,ÙˆØ¥ÙŠØ°Ø§Ø¡ Ù…Ø´Ø§Ø¹Ø± Ø¹Ø´Ø±Ø§Øª Ø§Ù„Ø£Ù„ÙˆÙ Ù…Ù† Ø°Ø±ÙŠØªÙ‡ Ù…Ù† Ø£Ù‡Ù„ Ø§Ù„Ø³Ù†Ø© ) ÙŠÙ‚ÙŠÙ†Ø§ ).</strong></span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="color: #000000;"><strong>ÙØ®Ø§Ù…Ø© Ø§Ù„Ø±Ø¦ÙŠØ³ Ù„ÙŠØªÙƒÙ… ØªÙ‚ÙˆØ¯ÙˆÙ† Ø£Ù…ØªÙƒÙ… Ø§Ù„Ø¹Ø¸ÙŠÙ…Ø© Ø¥Ù„Ù‰ ØªØ¬Ø§ÙˆØ² Ø§Ù„ØªØ£Ø²Ù…Ø§Øª Ø§Ù„ØªØ§Ø±ÙŠØ®ÙŠØ© Ø§Ù„Ù‚Ø¯ÙŠÙ…Ø© Ø¥Ù„Ù‰ Ø§Ù†ÙØ±Ø§Ø¬ Ø¹Ù‚Ù„Ø§Ù†ÙŠ Ù…ØµÙ„Ø­ÙŠ ,ÙŠØ¨Ø¯Ø¯ Ø§Ù„Ø£ÙˆÙ‡Ø§Ù… Ø§Ù„ØªØ§Ø±ÙŠØ®ÙŠØ© ÙˆÙŠØ²ÙŠÙ„ Ø§Ù„Ø§Ø­ØªÙ‚Ø§Ù† Ø§Ù„Ø°ÙŠ Ø®Ù„ÙØªÙ‡ Ù„Ø¹ØµØ±Ù†Ø§ Ø§Ù„Ø­Ø§Ø¶Ø± .ÙˆØ®Ø·Ø§Ø¨ÙƒÙ… Ø§Ù„Ø£Ø®ÙŠØ± Ø¨Ø®Ù„Ø§Ù Ø°Ù„Ùƒ ØªÙ…Ø§Ù…Ø§ ,ÙÙ‡Ù„ ØªÙÙƒØ±ÙˆÙ† Ù…Ù„ÙŠØ§ ÙÙŠ Ø¥Ø¹Ø§Ø¯Ø© Ø§Ù„Ù†Ø¸Ø± ÙÙŠÙ‡ ØŸ</strong></span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="color: #000000;"><strong>ÙˆÙÙ‚ Ø§Ù„Ù„Ù‡ ÙØ®Ø§Ù…ØªÙƒÙ… Ø¥Ù„Ù‰ Ù…Ø§ ÙÙŠÙ‡ Ø®ÙŠØ± Ø¨Ù„Ø§Ø¯ÙƒÙ… ÙˆØ´Ø¹Ø¨ÙƒÙ… ,ÙˆØ£Ù† ÙŠØ¹ÙŠÙ†ÙƒÙ… Ù…Ø¹ Ø¨Ù‚ÙŠØ© Ù‚Ø§Ø¯Ø© Ø§Ù„Ø¹Ø§Ù„Ù… Ø§Ù„Ø¥Ø³Ù„Ø§Ù…ÙŠ Ø¹Ù„Ù‰ ØªÙˆØ­ÙŠØ¯ Ø§Ù„ØµÙ ÙˆÙ†ØµØ±Ø© Ø§Ù„Ø¥Ø³Ù„Ø§Ù… ÙˆØ§Ù„Ù…Ø³Ù„Ù…ÙŠÙ† .</strong></span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="color: #000000;"><strong>ÙˆØ§Ù„Ø³Ù„Ø§Ù… Ø¹Ù„ÙŠÙƒÙ… ÙˆØ±Ø­Ù…Ø© Ø§Ù„Ù„Ù‡ ÙˆØ¨Ø±ÙƒØ§ØªÙ‡ ØŒØŒØŒ<br />
ÙˆÙƒØªØ¨</strong></span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="color: #000000;"><strong>Ø¯/Ø§Ù„Ø´Ø±ÙŠÙ Ø­Ø§ØªÙ… Ø¨Ù† Ø¹Ø§Ø±Ù Ø§Ù„Ø¹ÙˆÙ†ÙŠ</strong></span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="color: #000000;"><strong>Ø¹Ø¶Ùˆ Ù…Ø¬Ù„Ø³ Ø§Ù„Ø´ÙˆØ±Ù‰ Ø§Ù„Ø³Ø¹ÙˆØ¯ÙŠ<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #000000;"><em>sumber: <a rel="#someid1" href="http://www.nahimunkar.com/innalillahi-ahmadinejad-menghina-dua-sahabat-rasul/">ustadz hartono ahmad jaiz</a></em></span></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/06/24/innalillahi-ahmadinejad-menghina-dua-sahabat-rasul/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/06/24/innalillahi-ahmadinejad-menghina-dua-sahabat-rasul/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/06/24/innalillahi-ahmadinejad-menghina-dua-sahabat-rasul/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/06/24/innalillahi-ahmadinejad-menghina-dua-sahabat-rasul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

