<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[m²]  Sepi Ing Pamrih - Rame Ing gawe ! &#187; Curhat</title>
	<atom:link href="http://mbah-marijan.org/category/curhat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mbah-marijan.org</link>
	<description>Kliping Blog Simbah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Jan 2012 11:44:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=400</generator>
		<item>
		<title>Teganya ada yang Menipu Yatim Korban Gempa Bantul</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2008/09/05/teganya-ada-yang-menipu-pondok-yatim-dan-anak-anak-yatim-korban-gempa-bantul/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2008/09/05/teganya-ada-yang-menipu-pondok-yatim-dan-anak-anak-yatim-korban-gempa-bantul/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 10:39:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Critone Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[cempaka putih jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[gempa bantul]]></category>
		<category><![CDATA[kami]]></category>
		<category><![CDATA[kira kira]]></category>
		<category><![CDATA[nama allah]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok]]></category>
		<category><![CDATA[surat kabar]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2008/09/05/teganya-ada-yang-menipu-pondok-yatim-dan-anak-anak-yatim-korban-gempa-bantul/</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini berangkat dari bentuk keprihatinan atas moral anak manusia bangsa ini. Sungguh tulisan ini kami buat, bukan untuk membuka aib orang lain tetapi semata hanya untuk mengingatkan kepada para pembaca yang budiman agar tidak tertipu seperti kami. Pengalaman kami ini semoga menjadi pelajaran bagi kami dan harapannya kepada para pembaca semua. Kejadian ini berawal dari tulisan kami tentang Taman Bacaan yang di muat di salah satu surat kabar yang cukup terkenal di Yogyakarta. Ada seseorang yang mengaku bernama Pak Gufron dengan no HP 081227283468 yang berdomisili di Cempaka Putih Jakarta. Karena kebetulan istri beliau tinggal di Banguntapan Bantul. akan menyumbangkan Al Qur&#8217;an berjumlah 50 buah dan 60 buku berupa buku pelajaran SD s/d SMU &#038; buku bacaan. Bagaimana kami tidak bahagia, dengan jumlah buku yang sangat banyak itu tentu akan menambah koleksi buku yang- sudah ada di Taman Bacaan kami sekalipun masih sangat sedikit. Tanpa su&#8217;udzon sedikitpun kami merespon positif tanggapan Pak Gufron. Komunikasi yang kami lakukan via SMS &#038; Phone. Dengan sangat meyakinkan kami, beliau meminta ditransfer uang sebanyak 90 ribu sebagai ongkos biaya pengganti pengiriman buku melalui PT Herona. Untuk menghindari kekurangan beliau meminta kami mentrasfer uang sebanyak 100 ribu. Dengan bahasa SMS yang meyakinkan sampai dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" alt="http://images.pondokyatim.multiply.com/logo/5" title="http://images.pondokyatim.multiply.com/logo/5" src="http://images.pondokyatim.multiply.com/logo/5" />Tulisan ini berangkat dari bentuk keprihatinan atas moral anak manusia bangsa ini. Sungguh tulisan ini kami buat, bukan untuk membuka aib orang lain tetapi semata hanya untuk mengingatkan kepada para pembaca yang budiman agar tidak tertipu seperti kami. Pengalaman kami ini semoga menjadi pelajaran bagi kami dan harapannya kepada para pembaca semua.<span id="more-529"></span></p>
<p>Kejadian ini berawal dari tulisan kami tentang Taman Bacaan yang di muat di salah satu surat kabar yang cukup terkenal di Yogyakarta. Ada seseorang yang mengaku bernama Pak Gufron dengan no HP 081227283468 yang berdomisili di<br />
Cempaka Putih Jakarta. Karena kebetulan istri beliau tinggal di Banguntapan Bantul. akan menyumbangkan Al Qur&#8217;an berjumlah 50 buah dan 60 buku berupa buku pelajaran SD s/d SMU &#038; buku bacaan. Bagaimana kami tidak bahagia, dengan jumlah buku yang sangat banyak itu tentu akan menambah koleksi buku yang- sudah ada di Taman Bacaan kami sekalipun masih sangat sedikit. Tanpa su&#8217;udzon sedikitpun kami merespon positif tanggapan Pak Gufron. Komunikasi yang kami lakukan via SMS &#038; Phone. Dengan sangat meyakinkan kami, beliau meminta ditransfer uang sebanyak 90 ribu sebagai ongkos biaya pengganti pengiriman buku melalui PT Herona. Untuk menghindari kekurangan beliau meminta kami mentrasfer uang sebanyak 100 ribu. Dengan bahasa SMS yang meyakinkan sampai dengan menggunakan sumpah atas nama Allah akan mengembalikan kembalian dari pengganti biaya dengan silaturrahim langsung ke Pondok Yatim kami yang berada di Dsn. Miri RT 27 Pendowoharjo Sewon.</p>
<p>Kemudian saya menyampaikan kepada pengelola yang lain, karena uang yang akan kami transfer adalah amanah untuk anak-anak Yatim di Pondok kami. Tentu, di dunia maupun akhirat akan diminta pertanggungjawabann ya. Beliau meminta kami<br />
mentrasfer melalui Bank Muamalat atas nama Agung Prasetio no rek.9019331499. Setelah kami transfer beliau menyampaikan kira-kira buku akan sampai 3 hari lagi.</p>
<p>Beberapa saat kemudian beliau menyampaikan, kalau putranya punya komputer pentium 4 dan sudah tidak memerlukannya lagi. Beliau menyampaikan, apakah  anak-anak memerlukannya. Bagi kami ini sebuah karunia yang luar biasa, karena selama ini anak-anak memang membutuhkan untuk tugas sekolah. Setelah berembug dengan pengelola lagi kami mengiyakan dan beliau meminta kami untuk mentransfer uang sebesar 150 ribu untuk biaya travel. Karena kebetulan teman sejawatnya ada yang akan pulang ke Brebah Sleman ada keperluan keluarga. Biaya ini akan digunakan untuk menyewa satu tempat duduk di mobil travel. Teman beliau bernama Pak Trisno no HP 081227283481. Beliau juga meminta kami mentrasfer di Bank Muamalat atas nama Sutrisno no. rek 9057799599.</p>
<p>Sampai saat itu kami belum menaruh kecurigaan sama sekali. Kemudian saat akan berangkat Pak Trisno meminta kami untuk menambah uang sebanyak 150 ribu lagi karena komputer kami memakan dua tempat duduk. Mulai inilah kami sedikit merasa ada yang kurang beres. Karena keterbatasan dana kami, kami menyampaikan tidak dapat menambah lagi. Sekalipun Pak Trisno keberatan mengantar kami akan mengambilnya ke Brebah. Karena anak-anak sangat membutuhkannya.</p>
<p>Hari sudah berganti, sampai kemudian 3 hari setelah waktu yang dijanjikan. sampai hampir satu bulan,&#8230;.Buku yang dikirimkan belum sampai juga. Begitu juga Pak Trisno juga tidak sampai-sampai di Pondok. Harapan kami sirna seketika, ketika mengetahui semua no HP tidak dapat kami hubungi. Lemaslah kami. Sekali lagi bukan besar<br />
uangnya, tetapi berkaitan dengan amanah yang harus kami tanggung.</p>
<p>MasyaAllah.. ..ternyata ada orang yang bisa berbuat kejahatan sekalipun pada lembaga seperti kami, Pondok Yatim. Semoga Allah SWT membukakan pintu hatinya untuk mengulangi kejahatannya lagi. Amiin. Dan para pembaca semua<br />
dapat mengambil pelajaran dari cerita kami ini.</p>
<p>Nawati Meilina</p>
<p>Pengelola Pondok Yatim Daaru Aytam Korban Gempa Bantul<br />
HP Pondok : 02747159146 ( SMS Bisa )<br />
atau di sms ke GSM 08156887997 ( Ketua Pondok )</p>
<p>Detail info Pondok Yatim di : http://www.pondokya tim.net</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2008/09/05/teganya-ada-yang-menipu-pondok-yatim-dan-anak-anak-yatim-korban-gempa-bantul/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2008/09/05/teganya-ada-yang-menipu-pondok-yatim-dan-anak-anak-yatim-korban-gempa-bantul/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2008/09/05/teganya-ada-yang-menipu-pondok-yatim-dan-anak-anak-yatim-korban-gempa-bantul/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2008/09/05/teganya-ada-yang-menipu-pondok-yatim-dan-anak-anak-yatim-korban-gempa-bantul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tikus di Ayam Goreng Kripsi Pinggir Jalan</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2008/09/04/tikus-di-ayam-goreng-kripsi-hati-hati-bagi-yg-suka-mkn-fried-chiken-pinggir-jalan/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2008/09/04/tikus-di-ayam-goreng-kripsi-hati-hati-bagi-yg-suka-mkn-fried-chiken-pinggir-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 09:08:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[ra-Echo!]]></category>
		<category><![CDATA[ayam goreng]]></category>
		<category><![CDATA[ayam goreng imitasi]]></category>
		<category><![CDATA[berita bakso tikus d lkhosumawe]]></category>
		<category><![CDATA[berita kasus tikus goreng]]></category>
		<category><![CDATA[daging ayam palsu 2011]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[kalo]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus ayam goreng tikus]]></category>
		<category><![CDATA[poton]]></category>
		<category><![CDATA[punggung]]></category>
		<category><![CDATA[sayap]]></category>
		<category><![CDATA[sedikit]]></category>
		<category><![CDATA[tikus]]></category>
		<category><![CDATA[tikus ayam kremes]]></category>
		<category><![CDATA[usaha ayam goreng pinggir jalan]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2008/09/04/tikus-di-ayam-goreng-kripsi-hati-hati-bagi-yg-suka-mkn-fried-chiken-pinggir-jalan/</guid>
		<description><![CDATA[pukul 16.30 Sepulang dari ITC, aku menyempatkan diri untuk membeli makan malam, sekaligus makanan buat sahur. Niatnya sih mau puasa Senin-Kamis seperti biasa. Karena bosan dengan lauk yang itu-itu saja (aku harus beli lauk yang bias tahan sampe besok pagi, jadi biasanya ya paduan ayam goreng ma perkedel atau ayam goreng ma orek tempe ), aku ingin mencoba ayam goreng kremes (baca: KFC-KFCan atawa KFC palsu yang dijual di pinggir jalan) deket kosku. Memang selama 10 bulan lebih tinggal disana, aku tidak pernah beli di situ (kalo dulu sih gara-gara duitnya mepet). Maka aku membeli satu potong dada atas Rp 3800,- dan satu potong punggung Rp 2000,-. Rencananya bagian punggung kupakai buat lauk makan malam sedang bagian dada yang dipakai buat lauk sahur. Aku sempat bertanya pada penjualnya, â€ Ada sayap ga Mas?â€ karena di daftar tercantum menu tersebut. Masnya menjawab, â€œSudah habis, Mbakâ€. Sempat terbersit curiga, siang-siang kok udah habis, padahal kayanya sepi-sepi aja. Jangan-jangan memang ga jual. Ah, sudahlah, aku tak terlalu memusingkan hal tersebut. Pukul 17.30 Sehabis sholat ashar, karena masih males mandi, aku ingin mencicipi â€œmakananâ€ yang sudah kubeli. Keadaan kamar waktu itu remang-remang karena lampunya belum kunyalakan. Kubuka kantong kertas pembungkus dan kulongok ke dalamnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:6ix8V8ihzVCSiM:http://www.jajanan.com/files/image/ayam-goreng-tulang-lunak_0.jpg" /><strong>pukul 16.30</strong><br />
Sepulang dari ITC, aku menyempatkan diri untuk membeli makan malam, sekaligus makanan buat sahur. Niatnya sih mau puasa Senin-Kamis seperti biasa. Karena bosan dengan lauk yang itu-itu saja (aku harus beli lauk yang bias tahan sampe besok pagi, jadi biasanya ya paduan ayam goreng ma perkedel atau ayam goreng ma orek tempe ), aku ingin mencoba ayam goreng kremes (baca: KFC-KFCan atawa KFC palsu yang dijual di pinggir jalan) deket kosku. Memang selama 10 bulan lebih tinggal disana, aku tidak pernah beli di situ (kalo dulu sih gara-gara duitnya mepet). Maka aku membeli satu potong dada atas Rp 3800,- dan satu potong punggung Rp 2000,-. Rencananya bagian punggung kupakai buat lauk makan malam sedang bagian dada yang dipakai buat lauk sahur.</p>
<p>Aku sempat bertanya pada penjualnya, â€ Ada sayap ga Mas?â€ karena di daftar tercantum menu tersebut. Masnya menjawab, â€œSudah habis, Mbakâ€. Sempat terbersit curiga, siang-siang kok udah habis, padahal kayanya sepi-sepi aja. Jangan-jangan memang ga jual. Ah, sudahlah, aku tak terlalu memusingkan hal tersebut.<span id="more-528"></span></p>
<p><strong>Pukul 17.30</strong><br />
Sehabis sholat ashar, karena masih males mandi, aku ingin mencicipi â€œmakananâ€ yang sudah kubeli. Keadaan kamar waktu itu remang-remang karena lampunya belum kunyalakan. Kubuka kantong kertas pembungkus dan kulongok ke dalamnya. Tampaknya baik-baik saja. Rupa ayam goreng tepung biasa. Aku mengambil potongan yang lebih kecil, karena menurut dugaanku, itulah yang bagian punggung. Mencoba mencuil sedikit, tapi kok susah. Ya sudah, kugigitlah sedikit daging itu. Kukunyah, kok rasanya agak kenyal ya?</p>
<p><strong>Berlemak dan aneh. Jangan-jangan ayam mati?</strong><br />
Aku mulai deg-degan. Apalagi setelah melihat samar, potongan bekas yang kugigit berbentuk bulat, yang bisa kubayangkan bahwa semula dia berbentuk gilig. Emang ada bagian tubuh ayam yang berbentuk gilig? Di punggung pula?</p>
<p>Dengan panik kunyalakan lampu kamar. Dalam keadaan yang lebih terang, aku periksa lagi potongan daging itu. Benar, bentuknya seperti pipa, dengan diameter sedikit lebih besar dari 0,5 cm. Masa bagian tenggorokan saluran napas -yang biasanya ada di leher- kebawa sampe punggung? Jadi, â€œekorâ€?!</p>
<p>Itulah kesimpulan yang akhirnya muncul.<br />
Deg..degâ€¦ Aku mengambil piring dan bersiap mengoperasi â€œdaging punggungâ€ itu.</p>
<p>Untuk sekedar mengingatkan, selama 10 tahun lebih aku bergaul dengan ayam, dan sempet bergaul akrab dengan angsa dan burung puyuh. Bagi yang mengenalku dengan baik, tak disangkal, Nur adalah seorang penggemar unggas. Berbekal latar belakang itu, meski bukan lulusan kedokteran hewan, aku cukup mengenal dengan baik anatomi tubuh dan segala seluk beluk hewan ini.</p>
<p>Waktu beli tadi, aku membayangkan â€œpunggungâ€ adalah â€œrongkongâ€ dalam bahasa Jawa. Ini adalah salah satu bagian favoritku setelah sayap.</p>
<p>Jika anda meminta bagian ini, anda akan mendapatkan banyak sekali tulang (tulang rusuk dan taju pedang kalo di manusia), sedikit daging yang menempel di tulang, dan sedikit sekali kulit. Namun waktu ayam goreng itu kubelah dan kuhilangkan bagian tepungnya, AKU SAMA SEKALI TIDAK MENEMUKAN TULANG!</p>
<p>Yang ada malah bagian kulit yang lebar sekali, dengan lemak dan sedikit daging putih yang menempel. Bila dihubungkan dengan bagian yang kupikir sebagai â€œekorâ€, maka bisa dibayangkan kalo itu adalah bagian pantat dariâ€¦</p>
<p>SEEKOR TIKUS!! Memang beberapa hari sebelumnya aku mendapat email dari Mbak Kosku tentang daging tikus yang diolah sedemikian rupa agar mirip daging ayam, lalu dijual bebas di masyarakat. Tapi ga pernah kusangka, kejadian serupa akan secepat ini kualami sendiri. Hiks!</p>
<p>Udah mulai mual-mual, aku meneruskan pembedahan. Kuteliti kulit luas itu. Dari pengalaman, aku sangat ragu kalo kulit kasar itu pernah ditumbuhi bulu. Sebaliknya, dengan keyakinan 80% aku bisa bilang bahwa jejak pori disana adalah bekas tumbuh rambut!</p>
<p>Dengan lemas, kumulai pembedahan ke potongan daging kedua: potongan dada atas. Jika anda makan bagian dada ayam, anda akan menemukan sebuah tulang rawan berbentuk segitiga yang khas. Namun setelah memutilasi dan menghancurkannya, aku tidak menemukan tulang itu. Yang ada malah sebentuk tulang kecil yang aneh (berasa tidak pernah liat di tubuh ayam, dan susah membayangkan bagian tubuh ayam yang mana yang memilikinya) . Di bagian daging, biasanya daging dada ayam itu berserat, yang bila kita khancurkan akan menjadi serpihan (susah bilangnya, bayangin aja daging yang biasa ada di soto ayam deh). Namun setelah kuambil selembar, kutekan pake jari, daging itu tetap utuh karena terikat oleh lemak. Padahal setahuku daging bagian dada adalah yang paling sedikit lemaknya.</p>
<p>Yaiks, intinya, hari itu hampir saja aku makan daging tikus!! (udah gigit ekornya dikit sih, astaghfirullah! !) Hiiii, sampai s eka rang masih merinding kalo inget..</p>
<p>Yah, meskipun mungkin daging tikus bisa bikin kulit cantik ( kan Sandra Dewi tu makannya aneh-aneh, jadi kulitnya mulus), tiada niatanku mendapatkan kulit cantik dengan cara itu. Buhuhuâ€¦</p>
<p>Jadi temans, aku sarankan agar hati-hati bila beli ayam goreng, apalagi yang dibalut tepung tebal, karena tepung itu menyamarkan bentuk aslinya. Mending yang digoreng biasa atau ayam bakar, atau beli di tempat yang terjamin kebersihannya.</p>
<p><span style="font-weight: bold">Kesimpulan: sedikit tips yang bisa membantumu mbedain daging ayam dengan daging tikus</span></p>
<p>1. Dari segi daging, sama-sama putih dan rasanya benar-benar mirip, tapi daging tikus lebih banyak<br />
lemaknya dan seratnya halus (kalo ayam sedikit lebih kasar).<br />
2. Periksa kulitnya, apakah berpori besar atau kecil. Kalau kecil, kemungkinan yang pernah tumbuh<br />
adalah rambut, bukan bulu!<br />
3. Cek tulangnya (agak susah ya kalo ini), misal bagian dada ya ada si tulang rawan, kalo di paha ya<br />
tulang paha yang besar itu, kalo punggung ya tulang rusuk, dan sebagainya.<br />
4. Jangan tertipu dengan harga murah (itu kan buatmu sendiriâ€¦mwehehehe ).<br />
5. Coba cek apakah si penjual tersebut pernah jual sayap apa ga. Kalo ga pernah jual, anda patut<br />
curiga karena seperti kita tahu, salah satu ciri</p>
<p>Khas unggas adalah bagian sayap, yang tentunya tidak mungkin bias dpalsukan. ?????Ã˜Â²)?h?g??</p>
<p>Silahkan hungi ke &#8211; email dibawah ini.<br />
ronald situmeang-oneil_12810@yahoo.com</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2008/09/04/tikus-di-ayam-goreng-kripsi-hati-hati-bagi-yg-suka-mkn-fried-chiken-pinggir-jalan/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2008/09/04/tikus-di-ayam-goreng-kripsi-hati-hati-bagi-yg-suka-mkn-fried-chiken-pinggir-jalan/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2008/09/04/tikus-di-ayam-goreng-kripsi-hati-hati-bagi-yg-suka-mkn-fried-chiken-pinggir-jalan/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2008/09/04/tikus-di-ayam-goreng-kripsi-hati-hati-bagi-yg-suka-mkn-fried-chiken-pinggir-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MANFAAT SEDOTAN (Kisah Nyata)</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2008/07/14/manfaat-sedotan-kisah-nyata/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2008/07/14/manfaat-sedotan-kisah-nyata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 09:17:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Critone Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan Alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[biru biru]]></category>
		<category><![CDATA[hisap]]></category>
		<category><![CDATA[kecil]]></category>
		<category><![CDATA[ngeri]]></category>
		<category><![CDATA[referensi dari]]></category>
		<category><![CDATA[sate]]></category>
		<category><![CDATA[SEDOTAN]]></category>
		<category><![CDATA[sunatan]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2008/07/14/manfaat-sedotan-kisah-nyata/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika saya dengan teman-teman sedang makan sate. Kemudian seorang teman menyatakan betapa ia ngeri setiap melihat sate yang potongannya besar-besar.&#8220;Kenapa?&#8221; tanya saya. &#8220;Saya ingat keponakan yang meninggal karena makan sate,&#8221; katanya. Dia bercerita, waktu itu sedang ada syukuran dengan makan-makan. Dia masih ingat melihat si kecil keponakannya yang berlari-lari sambil membawa sate. Usianya sekitar 4 tahun. Kemudian musibah datang. Anak kecil itu tercekik daging sate. Semua orang berusaha menolong. Anak itu dibalik, dipukul-pukul belakang lehernya (bahkan sampai biru-biru, kata dia sambil matanya berkaca-kaca) . Daging sate tak juga keluar. Lalu mereka mencari angkot untuk membawa anak itu ke rumah sakit. Dia masih melihat anak kecil itu tersengal-sengal menarik nafas di kendaraan. Pemandangan yang sungguh memilukan. Tuhan berkehendak lain. Anak itu meninggal di perjalanan. Sampai di rumah sakit, petugas memberi tahu bahwa untuk mengeluarkan benda yang mencekik tenggorokan, cukup dengan memasukkan SEDOTAN MINUM ke kerongkongan. Lalu hisap sehingga benda itu menempel. Lalu tarik. Sesederhana itu. Menangislah semua orang. Betapa sederhananya untuk menyelamatkan nyawa. Betapa berharganya ilmu untuk menyelamatkan nyawa. KALAU ANAK ANDA TERCEKIK MAKANAN KENYAL, keluarkan PAKAI SEDOTAN! Semoga lebih banyak jiwa yang terselamatkan dengan pengetahuan sederhana ini. Amin. referensi dari email Sanad: diriwayatkan via MilisÂ  Sunatan oleh Titto Tottiez [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" alt="42-17248331.jpg" id="image517" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2008/07/42-17248331.thumbnail.jpg" /></p>
<p><font face="Times New Roman" size="3"><span style="font-size: 12pt">Suatu   ketika saya dengan teman-teman sedang makan sate. Kemudian<font color="navy"><span style="color: navy"> </span></font>seorang teman menyatakan betapa ia ngeri   setiap melihat sate yang potongannya besar-besar.</span></font><font face="Times New Roman" size="3">&#8220;<span style="font-style: italic">Kenapa?</span>&#8221; tanya saya.</font></p>
<p><font face="Times New Roman" size="3">&#8220;<span style="font-style: italic">Saya ingat keponakan yang meninggal karena makan sate</span>,&#8221; katanya.   Dia<font color="navy"><span style="color: navy"> </span></font>bercerita, waktu   itu sedang ada syukuran dengan makan-makan. Dia masih<font color="navy"><span style="color: navy"> </span></font>ingat melihat si kecil keponakannya yang   berlari-lari sambil membawa<font color="navy"><span style="color: navy"> </span></font>sate.   Usianya sekitar 4 tahun.</font><span id="more-516"></span><br />
<font face="Times New Roman" size="3">Kemudian musibah datang. Anak kecil itu tercekik daging sate. Semua<font color="navy"><span style="color: navy"> </span></font>orang berusaha menolong.   Anak itu dibalik, dipukul-pukul belakang lehernya (bahkan sampai biru-biru, kata dia sambil matanya<font color="navy"><span style="color: navy"> </span></font>berkaca-kaca) . Daging sate tak juga   keluar. Lalu mereka mencari<font color="navy"><span style="color: navy"> </span></font>angkot   untuk membawa anak itu ke rumah sakit. Dia masih melihat anak<font color="navy"><span style="color: navy"> </span></font>kecil itu tersengal-sengal   menarik nafas di kendaraan. Pemandangan<font color="navy"><span style="color: navy"> </span></font>yang sungguh memilukan.</font></p>
<p><font face="Times New Roman" size="3">Tuhan berkehendak lain. Anak itu meninggal di perjalanan.</font></p>
<p><font face="Times New Roman" size="3">Sampai di rumah sakit, petugas memberi tahu bahwa untuk mengeluarkan<font color="navy"><span style="color: navy"> </span></font>benda yang mencekik   tenggorokan, cukup dengan memasukkan <strong><font color="blue"><span style="color: blue; font-weight: bold">SEDOTAN MINUM</span></font><font color="navy"><span style="color: navy"> </span></font><font color="blue"><span style="color: blue">ke kerongkongan. Lalu hisap sehingga benda itu menempel</span></font></strong>.   Lalu tarik.</font></p>
<p><font face="Times New Roman" size="3">Sesederhana itu.</font></p>
<p><font face="Times New Roman" size="3">Menangislah semua orang. Betapa sederhananya untuk menyelamatkan nyawa.<font color="navy"><span style="color: navy"> </span></font>Betapa berharganya ilmu   untuk menyelamatkan nyawa.<font color="blue"><span style="color: blue" /></font></font></p>
<p><font face="Times New Roman" size="3"><font color="blue">KALAU ANAK ANDA TERCEKIK MAKANAN KENYAL</font>, keluarkan <strong><font color="blue"><span style="color: blue; font-weight: bold">PAKAI SEDOTAN</span></font></strong>!</font></p>
<p><font face="Times New Roman" size="3">Semoga lebih banyak jiwa yang terselamatkan dengan pengetahuan<font color="navy"><span style="color: navy"> </span></font>sederhana ini. Amin.</font></p>
<p><font size="1"> </font></p>
<div style="margin-left: 40px"><font size="1">referensi dari email<br />
Sanad: diriwayatkan via MilisÂ  Sunatan oleh  </font><font size="1"><strong><a href="mailto:tottiezd@yahoo.com">Titto Tottiez</a></strong></font><font size="1"> dari <strong> <a href="mailto:donny_cihuy@yahoo.com">donny oni </a><em> </em></strong> dari <span style="font-weight: bold"><a href="mailto:wi2_ok@yahoo.com">DWI DWI</a> </span>dari <a href="mailto:irene.octora@bakrietelecom.com"><span style="font-weight: bold">Irene Octora </span></a> dari <font face="Tahoma" size="2" style="font-weight: bold"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma">Yunelvi </span></font> dari <font face="Tahoma" size="2" style="font-weight: bold">Indra Kurniawan(sby)</font> dari <font face="Tahoma" size="2" style="font-weight: bold">Heny Purwaningsih</font>  dari <font face="Tahoma" size="2" style="font-weight: bold"><span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma">Fuisian </span></font></font><br />
<font size="1" /></div>
<p><font size="1"><font size="1"><font size="1"><font size="1"> </font> </font> </font> </font></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2008/07/14/manfaat-sedotan-kisah-nyata/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2008/07/14/manfaat-sedotan-kisah-nyata/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2008/07/14/manfaat-sedotan-kisah-nyata/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2008/07/14/manfaat-sedotan-kisah-nyata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Anarkis?</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2008/06/04/kenapa-anarkis/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2008/06/04/kenapa-anarkis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 09:54:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[front pembela islam]]></category>
		<category><![CDATA[front pembela islam fpi]]></category>
		<category><![CDATA[kira kira]]></category>
		<category><![CDATA[tempat hiburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2008/06/04/kenapa-anarkis/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr. Wb. Ustadz, saya mau menanyakan mengenai masalah FPI. Saya sebenarnya salut terhadap pergerakan merekayanglangsung terjun memberantas kemaksiatan dimasyarakat. Tetapi saya melihat di media TV kelompok tersebut tidak terkendali sampai melakukan tindakan anarkis seperti merusak bus/kendaraan yang dikendarai oleh sebuah kelompok partai yang dianggap beraliran Komunis. Ustadz, apakah FPI itu sebenarnya dan apakah jalur dakwah mereka baik? Akhwat Jawaban Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sebenarnya yang paling berhak untuk menjawab pertanyaan anda adalah teman-teman dari FPI sendiri, bukan kami. Namun kalau sekedar memberi komentar sekilas yang mungkin benar dan mungkin tidak, kira-kira jawabannya begini: Apa yang anda lihat tentang &#8216;aksi-aksi anarkis&#8217; Front Pembela Islam (FPI) di media, tidak pernah lepas dari penilaian subjektif dan objektif media itu sendiri. Kalau kesannya aksi-aksi itu anarkis, memang liputanya memang dibuat sedemikian rupa, setidaknya kesan anarkis itu memang diekspose, entah tujuannya untuk memojokkan posisi FPI, atau untuk menggambarkan betapa umat Islam itu anarkis atau memang sekedar kerjaan insan media yang haus sensasi. Yang terakhir itu dimungkinkan karena karekteristik media, terutama televisi memang butuh liputan dan gambar yang sensasional. Gambar-gambar yang menampilkan proses awal di mana para anggota FPI sedang melakukan negosiasi kepada para pemilik tempat hiburan yang secara hukum memang melanggar peraturan resmi, nyaris [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Wr. Wb.<br />
Ustadz, saya mau menanyakan mengenai masalah FPI. Saya sebenarnya salut terhadap pergerakan merekayanglangsung terjun memberantas kemaksiatan dimasyarakat.</p>
<p><span id="more-503"></span><br />
Tetapi saya melihat di media TV kelompok tersebut tidak terkendali sampai melakukan tindakan anarkis seperti merusak bus/kendaraan yang dikendarai oleh sebuah kelompok partai yang dianggap beraliran Komunis.</p>
<p>Ustadz, apakah FPI itu sebenarnya dan apakah jalur dakwah mereka baik?</p>
<p>Akhwat<br />
Jawaban</p>
<p>Assalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Sebenarnya yang paling berhak untuk menjawab pertanyaan anda adalah teman-teman dari FPI sendiri, bukan kami. Namun kalau sekedar memberi komentar sekilas yang mungkin benar dan mungkin tidak, kira-kira jawabannya begini:</p>
<p>Apa yang anda lihat tentang &#8216;aksi-aksi anarkis&#8217; Front Pembela Islam (FPI) di media, tidak pernah lepas dari penilaian subjektif dan objektif media itu sendiri. Kalau kesannya aksi-aksi itu anarkis, memang liputanya memang dibuat sedemikian rupa, setidaknya kesan anarkis itu memang diekspose, entah tujuannya untuk memojokkan posisi FPI, atau untuk menggambarkan betapa umat Islam itu anarkis atau memang sekedar kerjaan insan media yang haus sensasi.</p>
<p>Yang terakhir itu dimungkinkan karena karekteristik media, terutama televisi memang butuh liputan dan gambar yang sensasional. Gambar-gambar yang menampilkan proses awal di mana para anggota FPI sedang melakukan negosiasi kepada para pemilik tempat hiburan yang secara hukum memang melanggar peraturan resmi, nyaris tidak menarik untuk ditampilkan.</p>
<p>Tetapi ketika pihak pengelola tempat hiburan melakukan pelemparan dan provokasi, lalu FPI mempertahankan diri atau balas menyerang, secara gambar memang merupakan momen yang cukup menarik. Gambar para aktifis merusak tempat hiburan itulah yang dinaikkan di layar kaca. Karena secara visual, gambar itu lebih menarik ketimbang gambar orang sedang diskusi yang terlihat hanya pasif dan itu-itu saja.</p>
<p>Namun tidak tertutup kemungkinan ada unsur kesengajaan dalam penayangan gambar anarkisme yang terjadi. Sangat dimungkinkan bahwa pihak media dimanfaatkan oleh para cukong pemilik tempat hiburan yang bergelimang dengan harta itu untuk menampilkan kesan seolah-olah FPI itu tidak lebih dari segerombolan orang yang bertindak anarkis.</p>
<p>Mengapa analisa itu muncul?</p>
<p>Karena tindak anarki yang ditampilkan berulang-ulang di media itu nyaris tidak pernah menyentuh akar masalah. Tidak pernah diulas kenapa sampai terjadi tindakan itu. Media seolah-olahbagai macan ompong ketika harus bicara tentang para pengusaha tempat hiburan yang melanggar Perda dan perundangan. Yang dimunculkan selalu kesan bahwa FPI adalah pelaku tindak anarki. Namun pengusaha tempat maksiat yang jelas-jelas melanggar hukum negara dan sekaligus hukum agama, sama sekali tidak pernah diungkap.</p>
<p>Mengapa tidak pernah diungkap?</p>
<p>Karena para cukong itu punya uang tak terhingga jumlahnya untuk bisa membuat para wartawan, jurnalis bahkan pemred media sekalipun untuk duduk manis dan tenang, tidak mengorek kesalahan para pengusaha maksiat. Sebaliknya, uang juga bisa membuat mereka lebih fasih untuk mengatakan bahwa biang keroknya adalah FPI.</p>
<p>Bahkan uang mereka bisa membuat pihak aparat kepolisian pun duduk manis, diam seolah-olah tidak tahu bahwa ada pelanggaran berat yang sedang terjadi di depan hidungnya.</p>
<p>Di negeri kita, kebanyakan mediadan dan institusi kepolisian memang masih belum bisa gagah seperti yang sering kita lihat di film-film idealis. Mungkin semua itu masih ada di &#8216;Republik Mimpi&#8217;.</p>
<p>Dan kekuatan rakyat yang diwakili oleh organisasi semacam FPI masih harus terus menerima nasib buruk, yaitu dipelintir posisinya di media. Sayangnya, FPI sendiri juga tidak punya kekuatan media yang kuat untuk menangkis fitnah yang selalu memojokkan posisi mereka. Ini kritik positif buat teman-teman di FPI untuk punya perhatian lebih dari sisi media center.</p>
<p>Niat, tujuan dan idealisme mereka untuk beramar makruf dan nahi mungkar tidak pernah ada yang menyangsikan, kecuali oleh mereka yang suka maksiat dan berlumur dosa. Tinggal bagaimana mereka sering-sering duduk bersama dengan elemen lain umat Islam, bertukar pikiran dan berdiskusi, sebelum melakukan aksi dan tindakan. Agar tindakan mereka tidak terkesan bersifat individualis dan jalan sendiri, melainkan hasil dari musyawarah dengan banyak unsur dan elemen umat.</p>
<p>Ajaklah ormas-ormas Islam untuk mengupas semua masalah yang ada, tampilkan data dan fakta, beri informasi dan bangkitkan semangat perjuangan para petinggi ormas dan orsospol yang punya perhatian dalam masalah ini. Dan minta masukan dari masing-masing mereka dan jadikan masalah ini menjadi masalah bersama, bukan hanya masalah buat FPI saja.</p>
<p>Dan jangan lupa, FPI perlu menggandeng secara lebih serius teman-teman jusnalis muslim termasuk media-media yang konsern dengan amar makruf nahi mungkar. Agar tindakan mereka diback-up oleh kekuatan media tandingan.</p>
<p>Kalau dijelek-jelekkan oleh media tertentu, setidaknya ada media lain yang bisa memberi second opinion yang berbeda.</p>
<p>Nah, bola ada di tangan anda teman-teman FPI, semoga Allah SWT selalu membimbing niat dan tujuan anda menjadi sebuah solusi yang baik dan jauh dari fitnah.</p>
<p>Sekedar membuat press release tentu teramat lemah, karena pembentukan opini pada dasarnya adalah sebuah medan jihad tersendiri. Kita tidak bisa hanya sekedar melakukan klarifikasi. Kita butuh dukungan dari opini yang kita bentuk sejak awal leat jaringan pers yang kuat, kokoh dan didukung oleh seua elemen umat.</p>
<p>Kenapa tidak dibuat media massa khusus yang selalu mengangkat dasar tindakan dan asal muasal suatu tindakan, jauh sebelum tindakan itu diambil? Mengapa FPI tidak punya 100-an situs yang bekerja keras 24 jam untuk mengundang simpati dan membentuk opini?</p>
<p>Mengapa FPI tidak berpikir mendirikan sebuah stasiun radio yang akan menggiring opini umat Islam agar berpikir kritis dan menyampaikan informasi yang sebenarnya-benarnya? Atau setidaknya mengapa FPI tidak menggandeng umat Islam yang lain yang punya radio-radio? Banyak radio milik umat Islam dibiarkan &#8216;nganggur&#8217; tidak punya konten, yang pada akhirnya cuma menyetel lagu dangdung. Sayang sekali bukan?</p>
<p>Ketika Amerika menyerbu Iraq kemarin, apa yang dilakukan oleh TV Aljazeera sudah sangat luar biasa. Opini bahwa Amerika itu penjahat perang berhasl dibentuk. Hampir semua mata tidak lagi mempedulikan TV asing lainnya. Yang mereka tonton hanya satu, Aljazeera.</p>
<p>Sangat berbeda ketika dahulu di zaman Iraq vs Kuwait yang masih dikuasai CNN. Umat Islam saat itu belum punya kekuatan pers yang berani mengatakan tidak ketika dipaksa bilang iya.</p>
<p>Nah, sudah saatnya teman-teman FPI membentuk jaringan pers yang kuat dan mantap, mencakup semua jaringan pers yang milik umat Islam yang ada.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshawab, wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Ahmad Sarwat, Lc</p>
<p>http://eramuslim.com/ustadz/fqk/7529133625-kenapa-fpi-anarikis.htm</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2008/06/04/kenapa-anarkis/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2008/06/04/kenapa-anarkis/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2008/06/04/kenapa-anarkis/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2008/06/04/kenapa-anarkis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

