<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[m²]  Sepi Ing Pamrih - Rame Ing gawe ! &#187; Dawuhe Simbah</title>
	<atom:link href="http://mbah-marijan.org/category/critone-simbah/dawuhe-simbah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mbah-marijan.org</link>
	<description>Kliping Blog Simbah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Jan 2012 11:44:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=360</generator>
		<item>
		<title>Perokok Rawan Terkena Virus Influensa A-H1N1</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/05/27/perokok-rawan-terkena-virus-influensa-a-h1n1/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/05/27/perokok-rawan-terkena-virus-influensa-a-h1n1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 10:49:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dawuhe Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[akibat merokok]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya merokok]]></category>
		<category><![CDATA[cara berhenti merokok]]></category>
		<category><![CDATA[com]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[departemen kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[gaya hidup sehat]]></category>
		<category><![CDATA[juru]]></category>
		<category><![CDATA[KOMPAS]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2009/05/27/perokok-rawan-terkena-virus-influensa-a-h1n1/</guid>
		<description><![CDATA[HONGKONG, KOMPAS.com â€” Berkaitan dengan kemunculan influenza A-H1N1 baru-baru ini, juru bicara Departemen Kesehatan Hongkong, Senin (25/5), mendesak perokok agar menghentikan kebiasaan itu sebagai salah satu langkah pencegahan terbaik terhadap influenza. &#8220;Penelitian memperlihatkan risiko lebih tinggi terhadap infeksi influenza di kalangan perokok ketika dibandingkan dengan orang yang tidak merokok,&#8221; katanya. &#8220;Juga, angka kematian akibat influenza di kalangan perokok lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang bukan perokok,&#8221; kata juru bicara tersebut. Penerapan gaya hidup sehat dan dipeliharanya kesehatan pribadi yang baik juga menjadi langkah efektif guna mencegah influenza, katanya. Mulai 27 Mei, Departemen Kesehatan Hongkong berencana melancarkan serangkaian pameran keliling mengenai upaya berhenti merokok di berbagai wilayah guna meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak berbahaya akibat merokok dan menambah pengetahuan mereka tentang cara berhenti merokok. Pengunjung pameran keliling tersebut akan memperoleh pengertian lebih baik tentang bahaya merokok dan perokok pasif, cara efektif untuk berhenti merokok, serta saran dan saluran yang tersedia agar orang dapat berhenti merokok. Sumber: Kompas.com Tweet]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>HONGKONG, KOMPAS.com</strong> â€” Berkaitan dengan kemunculan influenza A-H1N1 baru-baru ini, juru bicara Departemen Kesehatan Hongkong, Senin (25/5), mendesak perokok agar menghentikan kebiasaan itu sebagai salah satu langkah pencegahan terbaik terhadap influenza.</p>
<p>&#8220;Penelitian memperlihatkan risiko lebih tinggi terhadap infeksi influenza di kalangan perokok ketika dibandingkan dengan orang yang tidak merokok,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Juga, angka kematian akibat influenza di kalangan perokok lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang bukan perokok,&#8221; kata juru bicara tersebut.</p>
<p>Penerapan gaya hidup sehat dan dipeliharanya kesehatan pribadi yang baik juga menjadi langkah efektif guna mencegah influenza, katanya.</p>
<p>Mulai 27 Mei, Departemen Kesehatan Hongkong berencana melancarkan serangkaian pameran keliling mengenai upaya berhenti merokok di berbagai wilayah guna meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak berbahaya akibat merokok dan menambah pengetahuan mereka tentang cara berhenti merokok.</p>
<p>Pengunjung pameran keliling tersebut akan memperoleh pengertian lebih baik tentang bahaya merokok dan perokok pasif, cara efektif untuk berhenti merokok, serta saran dan saluran yang tersedia agar orang dapat berhenti merokok.</p>
<p><strong>Sumber: Kompas.com</strong></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/05/27/perokok-rawan-terkena-virus-influensa-a-h1n1/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/05/27/perokok-rawan-terkena-virus-influensa-a-h1n1/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/05/27/perokok-rawan-terkena-virus-influensa-a-h1n1/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/05/27/perokok-rawan-terkena-virus-influensa-a-h1n1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Takdir Ada 2 Macam.</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/05/01/takdir-ada-2-macam/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/05/01/takdir-ada-2-macam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 00:42:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dawuhe Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[2 macam takdir qadar]]></category>
		<category><![CDATA[2 macam tkdir]]></category>
		<category><![CDATA[ada 2 takdir]]></category>
		<category><![CDATA[firman alloh takdir ada 2]]></category>
		<category><![CDATA[hr. bukhari, no. 3208; muslim, no. 2643; ibnu majah, no. 76. lafazhnya adalah dari riwayat muslim]]></category>
		<category><![CDATA[macam - macam qadar]]></category>
		<category><![CDATA[macam macam takdir']]></category>
		<category><![CDATA[macam mcm takdir]]></category>
		<category><![CDATA[macam takdir]]></category>
		<category><![CDATA[macam takdir menurut islam]]></category>
		<category><![CDATA[macam takdir secara islam]]></category>
		<category><![CDATA[macam taqdir]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam qadar allah]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam takdir adalah]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam takdir allah (lengkap)]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam takdir allah .pdf]]></category>
		<category><![CDATA[macam-macam takdir qadar]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian kodo]]></category>
		<category><![CDATA[takdir]]></category>
		<category><![CDATA[takdir ada dua macam yaitu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2009/05/01/takdir-ada-2-macam/</guid>
		<description><![CDATA[Ø¨Ø³Ù… Ø§Ù„Ù„Ù‡ Ø§Ù„Ø±Ø­Ù…Ù† Ø§Ù„Ø±Ø­ÙŠÙ… Al-Qadarul Mutsbat &#038; Al-Qadarul Muâ€™allaq â€œAllah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).â€ (Ar-Raâ€™ad, QS 13: 39) Sebagian orang ada yang bertanya-tanya, jika rizki telah dituliskan (tidak bertambah dan tidak berkurang) dan ajal telah ditentukan (tidak dapat dimajukan dan dimundurkan), lalu bagaimana halnya dengan sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam: â€œBarangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim!â€ (Muttafaq â€˜alaih). Jawabannya adalah, bahwa qadar itu ada dua macam yaitu: 1. Al-Qadarul Mutsbat (qadar yang telah tetap dan pasti). Yaitu apa yang telah tertulis dalam Ummul-Kitab (al-Lauhul Mahfuzh). Qadar ini tetap, tidak berubah. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam: â€œAllah telah menetapkan ketentuan-ketentuan para makhluk 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumiâ€¦â€ (HR. Muslim, VIII/51) 2. Al-Qadarul Muâ€™allaq atau Muqayyad (qadar yang tergantung atau terikat). Yaitu, apa yang tertulis dalam catatan-catatan Malaikat, sebagaimana dalam sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam: â€œSesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal darah seperti itu pula (empat puluh hari), kemudian menjadi segumpal daging seperti itu pula, kemudian Dia mengutus seorang Malaikat untuk meniupkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ø¨Ø³Ù… Ø§Ù„Ù„Ù‡ Ø§Ù„Ø±Ø­Ù…Ù† Ø§Ù„Ø±Ø­ÙŠÙ…</p>
<p>Al-Qadarul Mutsbat &#038; Al-Qadarul Muâ€™allaq</p>
<p>â€œAllah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).â€ (Ar-Raâ€™ad, QS 13: 39)</p>
<p>Sebagian orang ada yang bertanya-tanya, jika rizki telah dituliskan (tidak bertambah dan tidak berkurang) dan ajal telah ditentukan (tidak dapat dimajukan dan dimundurkan), lalu bagaimana halnya dengan sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam: â€œBarangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim!â€ (Muttafaq â€˜alaih).</p>
<p>Jawabannya adalah, bahwa qadar itu ada dua macam yaitu:<span id="more-568"></span><br />
1.	Al-Qadarul Mutsbat (qadar yang telah tetap dan pasti).<br />
Yaitu apa yang telah tertulis dalam Ummul-Kitab (al-Lauhul Mahfuzh). Qadar ini tetap, tidak berubah. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam: â€œAllah telah menetapkan ketentuan-ketentuan para makhluk 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumiâ€¦â€ (HR. Muslim, VIII/51)</p>
<p>2.	Al-Qadarul Muâ€™allaq atau Muqayyad (qadar yang tergantung atau terikat).<br />
Yaitu, apa yang tertulis dalam catatan-catatan Malaikat, sebagaimana dalam sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam: â€œSesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal darah seperti itu pula (empat puluh hari), kemudian menjadi segumpal daging seperti itu pula, kemudian Dia mengutus seorang Malaikat untuk meniupkan ruh padanya, dan diperintahkan (untuk menulis) dengan empat kalimat: untuk menulis rizkinya, ajalnya, amalnya dan celaka atau bahagia(nya)â€¦â€ (HR. Bukhari, No. 3208; Muslim, No. 2643; Ibnu Majah, No. 76. Lafazhnya adalah dari riwayat Muslim). Maka inilah yang bisa dihapuskan dan ditetapkan.</p>
<p>Ajal, rizki, umur, dan selainnya yang ditetapkan dalam Ummul-Kitab, tidak berubah. Adapun dalam lembaran-lembaran yang ada pada tangan Malaikat, maka bisa dihapuskan, ditetapkan, ditambah, dan dikurangi.</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:<br />
Ajal (umur) itu ada dua: ajal mutlak yang (hanya) diketahui oleh Allah, dan ajal yang terikat. Dengan ini menjadi jelaslah makna sabda Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam: â€œBarangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim!â€<br />
Allah memerintahkan Malaikat untuk mencatat ajal untuknya seraya mengatakan: â€œJika ia menyambung tali silaturahim, maka Aku menambahkan kepadanya demikian dan demikian.â€ Sedangkan Malaikat tidak tahu apakah bertambah atau tidak. Tetapi Allah mengetahui perkara yang sebenarnya. Jika ajal telah datang, maka tidak dicepatkannya dan tidak diakhirkan. (Majmuuâ€™ul Fataawaa, VIII/517)</p>
<p>Rizki itu dua macam: salah satunya, apa yang diketahui oleh Allah bahwa Dia memberi rizki kepadanya, maka hal ini tidak berubah. Kedua, apa yang dituliskan dan diberitahukannya kepada para Malaikat, maka hal ini bertambah dan berkurang, menurut sebab-sebabnya. (Ibid.)</p>
<p>Ibnu Hajar rahimahullah  berkata:<br />
Seperti dikatakan kepada Malaikat, misalnya: â€œUmur fulan seratus tahun jika menyambung tali silaturahim, dan enam puluh tahun jika memutuskannya.â€ Tetapi telah diketahui oleh Allah sebelumnya bahwa ia akan menyambung atau memutuskannya. Apa yang ada dalam ilmu Allah, maka tidak dimajukan dan tidak ditunda, sedangkan yang ada dalam ilmu Malaikat, maka itulah yang memiliki kemungkinan bertambah dan berkurang. Inilah yang dinyatakan lewat firman-Nya:<br />
â€œAllah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).â€ (Ar-Raâ€™ad, QS 13: 39)<br />
Maka penghapusan dan penetapan itu adalah berhubungan dengan apa yang ada dalam ilmu Malaikat, sedangkan yang tertulis dalam Ummul-Kitab, yaitu yang berada dalam ilmu Allah Taâ€™ala, maka tidak ada penghapusan sama sekali. Untuk qadhaâ€™ ini dinyatakan dengan qadhaâ€™ yang bersifat tetap, sedangkan untuk yang disebutkan sebelumnya dinyatakan dengan qadhaâ€™ yang tergantung. (Fathul Baari, X/430; Syarh Shahiih Muslim, an-Nawawi, XVI/114; Ifaadah al-Khabar bin Nashshihi fii Ziyaadatil â€˜Umr wa Naqshihi, as-Suyuti)</p>
<p>Kemudian, sebab-sebab yang dengannya rizki akan diperoleh merupakan bagian dari apa yang ditakdirkan Allah dan dituliskan-Nya. Jika telah ditentukan sebelumnya, bahwa hamba akan diberi rizki dengan usahanya, maka Allah mengilhamkan kepadanya untuk berusaha. Maka, rizki yang Dia takdirkan untuknya dengan berusaha, tidak akan diperoleh dengan tanpa berusaha. Sedangkan rizki yang Dia takdirkan untuknya dengan tanpa usaha, seperti kematian orang yang diwarisinya, maka ia (rizki tersebut) akan datang kepadanya dengan tanpa usaha. (Majmuuâ€™ul Fataawaa, VIII/540-541)</p>
<p>Adapun dalam hal mencari rizki tetapi dengan cara yang tidak halal, maka tidak boleh dinisbatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Telah terdapat keterangan bahwa Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam menyanjung Rabb-nya dengan mensucikan-Nya dari keburukkan, dalam ucapan beliau : â€œâ€¦Aku penuhi panggilan-Mu dengan senang hati, kebaikan seluruhnya ada di kedua tangan-Mu, dan keburukkan tidaklah dinisbatkan kepada-Mu. Aku berlindung dan bersandar kepada-Mu, Mahasuci Engkau dan Mahatinggiâ€¦â€ (HR. Muslim, No. 771).</p>
<p>Sesungguhnya, ketika Nabi Adam â€˜alaihissalam melakukan dosa, maka ia bertaubat, lalu Rabb-nya memilihnya dan memberi petunjuk kepadanya. Sedangkan Iblis, ia tetap meneruskan dosa dan menghujat, maka Allah melaknat dan mengusirnya. Barangsiapa yang bertaubat, maka ia sesuai dengan sifat Nabi Adam â€˜alaihissalam, dan barangsiapa yang meneruskan dosanya serta berdalih dengan takdir, maka ia sesuai dengan sifat Iblis. Maka orang-orang yang berbahagia akan mengikuti bapak mereka dan orang-orang yang celaka akan mengikuti musuh mereka, Iblis. (Ibid, VIII/64)<br />
Berkaitan dengan hal tersebut, penting kita perhatikan bahwa Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam pernah bersabda: â€œTidak satu jiwapun yang bernapas melainkan Allah telah menentukan tempatnya baik di surga atau neraka, dan juga telah dituliskan celaka atau bahagianya.â€ (HR. Bukhari â€“ Muslim). â€œâ€¦maka ahli surga dimudahkan untuk beramal dengan amalan ahli surga dan ahli neraka dimudahkan untuk beramal dengan amalan ahli neraka.â€ (HR. Ibnu Abi â€˜Ashim, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).<br />
Berdasarkan kedua hadits tersebut, maka layak bagi kita untuk segera bermuhasabah (introspeksi) atas diri kita masing-masing, apakah hati kita telah merasa ringan untuk melaksanakan amalan ahli surga, atau justru sebaliknya, merasa ringan untuk melakukan amalan ahli neraka. Semoga Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala jadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang senantiasa berjuang untuk melakukan amalan ahli surga. Allahul Mustaâ€™an.</p>
<p>Salah satu di antara sebab-sebab lain yang dapat merubah takdir yang telah dicatat oleh Malaikat, adalah doâ€™a. Doâ€™a merupakan perkara yang agung dan mulia, sebab ia dapat menolak takdir dan menghilangkan petaka. Ia bermanfaat terhadap apa yang sudah datang dan apa yang belum datang. Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: â€œâ€¦Tidak ada yang dapat menolak takdir, kecuali doâ€™aâ€¦â€ (Diriwayatkan oleh Ahmad, V/277; Ibnu Majah, No. 90; at-Tirmidzi, No. 139; dihasankan oleh al-Albani dalam Shahiihul Jaamiâ€™, No. 7687, dan ash-Shahiihah, No. 154).</p>
<p>Namun demikian, karena doâ€™a adalah perkara yang agung dan mulia, maka hendaknya setiap orang yang berdoâ€™a mengetahui Adab dan Sebab Terkabulnya Doâ€™a, sehingga tahu kapan dan bagaimana berdoâ€™a yang sesuai dengan sunnah-sunnah Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam yang shahih.</p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1084713685">Abu Muhammad Herman</a><span class="comment_meta_data"> via Pages FB</span><span class="comment_credits" /></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/05/01/takdir-ada-2-macam/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/05/01/takdir-ada-2-macam/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/05/01/takdir-ada-2-macam/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/05/01/takdir-ada-2-macam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Belum Menikah Mas? 12 Sebab Menuda Menikah &amp; Solusinya</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2008/09/26/kenapa-belum-menikah-mas-12-sebab-menuda-menikah-solusinya/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2008/09/26/kenapa-belum-menikah-mas-12-sebab-menuda-menikah-solusinya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 06:56:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Dawuhe Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara]]></category>
		<category><![CDATA[Sex]]></category>
		<category><![CDATA[belum menikah knp]]></category>
		<category><![CDATA[gay dan solusinya]]></category>
		<category><![CDATA[hal menikah]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah walimah dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[jombaling belum menikah]]></category>
		<category><![CDATA[kenapa belum siap menikah]]></category>
		<category><![CDATA[kenapa prabowo belum menikah]]></category>
		<category><![CDATA[ngejawab kenapa belum menikah]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah belum nikah]]></category>
		<category><![CDATA[wanita usia tua belum menikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2008/09/26/kenapa-belum-menikah-mas-11-sebab-menuda-menikah-dan-solusinya/</guid>
		<description><![CDATA[Menikah merupakan sunnah (jalan hidup) para nabi dan rasul â€˜alaihimus salam sebagaimana difir-mankan Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala, â€œDan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan.â€ (Ar-Raâ€™d: 38) Menikah juga merupakan nikmat Allah kepada hamba-hamba-Nya yang dengannya akan diperoleh maslahat dunia dan akhirat, pribadi dan masyarakat, sehingga Allah menjadikannya sebagai salah satu tuntutan syaraâ€™. Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala berfirman, â€œDan kawinkan-lah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan.â€ (QS. 24:32) Menunda nikah kalau kita perhatikan, kini telah menjadi sebuah fenomena di masyarakat yang cukup menarik perhatian berbagai kalangan. Penundaan tersebut memiliki beberapa sebab, di antaranya ada yang berkaitan dengan keluarga dan masyarakat, ada pula yang terkait langsung dengan para pemuda dan pemudi sendiri. Di bawah ini di antara sebab-sebab yang menjadikan para pemuda dan pemudi menunda nikah: 1. Lemahnya Pemahaman Syarâ€™i Tentang Nikah. Seseorang jika tahu bahwa sesuatu itu adalah ibadah, maka segala apa yang dihadapinya akan tampak lebih ringan. Halangan dan rintangan yang ada, meskipun berat akan dihadapi dengan lapang dada dan penuh kesabaran, sehingga urusan menjadi terasa lebih mudah. Di dalam nikah, terdapat beberapa bentuk ibadah, di antaranya: Untuk menjaga para [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="MsgBodyText"><img align="left" alt="menikah.jpg" id="image542" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2008/09/menikah.thumbnail.jpg" />Menikah merupakan <span style="font-style: italic">sunnah </span>(jalan hidup) para nabi dan rasul <span style="font-style: italic">â€˜alaihimus salam s</span>ebagaimana difir-mankan Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala,<br />
</span></p>
<p><span class="MsgBodyText">â€œ<span style="font-style: italic">Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan.</span>â€ (Ar-Raâ€™d: 38)<br />
</span></p>
<p><span class="MsgBodyText">Menikah juga merupakan nikmat Allah kepada hamba-hamba-Nya yang dengannya akan diperoleh maslahat dunia dan akhirat, pribadi dan masyarakat, sehingga Allah menjadikannya sebagai salah satu tuntutan <span style="font-style: italic">syara</span>â€™.</span></p>
<p>Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala berfirman, â€œ<span style="font-style: italic">Dan kawinkan-lah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan.</span>â€ (QS. 24:32)</p>
<p><span class="MsgBodyText">Menunda nikah kalau kita perhatikan, kini telah menjadi sebuah fenomena di masyarakat yang cukup menarik perhatian berbagai kalangan. Penundaan tersebut memiliki beberapa sebab, di antaranya ada yang berkaitan dengan keluarga dan masyarakat, ada pula yang terkait langsung dengan para pemuda dan pemudi sendiri.</span></p>
<p>Di bawah ini di antara sebab-sebab yang menjadikan para pemuda dan pemudi menunda nikah: <span id="more-541"></span></p>
<p><span style="font-weight: bold">1. Lemahnya Pemahaman Syarâ€™i Tentang Nikah. </span></p>
<p>Seseorang jika tahu bahwa sesuatu itu adalah ibadah, maka segala apa yang dihadapinya akan tampak lebih ringan. Halangan dan rintangan yang ada, meskipun berat akan dihadapi dengan lapang dada dan penuh kesabaran, sehingga urusan menjadi terasa lebih mudah.</p>
<p>Di dalam nikah, terdapat beberapa bentuk ibadah, di antaranya: Untuk menjaga para pemuda dan pemudi dari perbuatan negatif dan dosa dan untuk melahirkan generasi pilihan yang siap beribadah kepada Allah, mendirikan shalat, berpuasa dan berjuang di jalan-Nya.</p>
<p><span style="font-weight: bold">2. Biaya yang Berlebihan </span></p>
<p>Angka rupiah yang melambung tinggi untuk biaya nikah terkadang menjadi momok tersendiri bagi para pemuda, sehingga hal itu menjadi beban bagi dirinya dan keluarganya.<br />
Masalah ini biasanya lebih dikarenakan alasan adat, ikut-ikutan, gengsi atau mengikuti trends. Ini semua menyalahi ajaran Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam dan merupakan penghalang bagi pemuda-pemudi untuk menikah.</p>
<p><span style="font-weight: bold">3. Terikat dengan Studi </span></p>
<p>Sebagian pemuda ada yang tidak memikirkan nikah sama sekali, kecuali setelah selesai studinya. Bahkan hingga tingkat pasca sarjana atau doktoral di luar negeri, hingga bertahun-tahun. Demikian pula dengan para pemudinya yang kuliah untuk dapat mengejar jenjang akademisnya, hingga mengabaikan masalah pernikahan.</p>
<p><span style="font-weight: bold">4. Kekeliruan Cara Pandang Terhadap Pemuda Pelamar </span></p>
<p>Ketika ada seorang pemuda melamar gadis maka yang pertama ditanyakan adalah apa pekerjaannya dan berapa penghasilan atau gajinya. Dan karena penghasilan yang kurang besar, banyak para pemuda yang tidak diterima lamarannya, padahal tidak seharusnya demikian.</p>
<p><span style="font-weight: bold"> 5. Banyaknya Pengaruh dari Orang Lain. </span></p>
<p>Baik itu dari tetangga, kerabat, teman atau sesama pemuda, padahal mereka bukanlah orang-orang yang faham ilmu syarâ€™i. Orang-orang tersebut memberikan pertimbangan-pertimbangan yang kurang proporsional sehingga menjadikan lemah dan kendornya semangat untuk menikah.</p>
<p><span style="font-weight: bold">6. Belum Ketemu yang Didambakan. </span></p>
<p>Ada sebagian pemuda yang menunda-nunda nikah karena mencari wanita yang betul-betul memenuhi kriteria impiannya, sempurna dari semua segi. Bahkan boleh jadi ada yang membatalkan lamaran karena si wanita tadi kurang tinggi beberapa senti saja. Demikian pula dengan pemudinya yang mendambakan laki-laki yang sempurna dari segala sisi, sehingga setiap ada pemuda yang melamar selalu ditolak karena tidak memenuhi kriteria yang didambakan.</p>
<p><span style="font-weight: bold">7. Kurang Adanya Kerja Sama di Masyarakat. </span><br style="font-weight: bold" /><br />
Kerjasama di masyarakat untuk saling memberi informasi pemuda-pemudi yang siap menikah, dirasakan masih kurang.</p>
<p><span style="font-weight: bold">8. Merebaknya Media yang Merusak </span></p>
<p>Seperti menampilkan acara-acara yang menggambarkan permasalahan-permasalahan rumah tangga, perteng-karan suami istri, antara istri dengan keluarga suami dan lain-lain. Hal ini berpengaruh, ketika seorang pemuda akan melamar, yaitu munculnya persangkaan negatif dan rasa curiga yang berlebihan.</p>
<p><span style="font-weight: bold">9. Kurangnya Rasa Tanggung Jawab di Kalangan Pemuda. </span></p>
<p>Tidak adanya keseriusan seorang pemuda di dalam mengemban tang-gung jawab hidup, terkadang meru-pakan penghalang untuk menikah. Mereka merasa amat berat dan lemah menghadapi kehidupan, apalagi kehidupan rumah tangga. Karena mereka tumbuh dan terbiasa dalam kondisi santai, serba enak dan dimanja.</p>
<p><span style="font-weight: bold"> 10. Banyaknya Media dan Tempat Hiburan. </span></p>
<p>Maraknya tempat-tempat hiburan dan tempat-tempat yang merusak, ditambah dengan sarana transportasi dan telekomunikasi yang tidak dimanfaatkan dengan benar menjadikan fitnah tersebar di mana-mana. Maka tak jarang pemuda atau pemudi asyik dan terlena dengan semua itu, sehingga tidak ada perhatian sama sekali terhadap nikah.</p>
<p><span style="font-weight: bold"> 11. Budaya Hubungan Pranikah (pacaran) </span></p>
<p>Jika seorang pemuda mengikat hubungan dengan pemudi sebelum menikah, maka pada dasarnya sama saja dengan menjerumuskan diri ke dalam bahaya dan kesulitan. Hal ini juga berdampak kepada si gadis, ketika akan dilamar, maka mungkin dia menolak dengan alasan telah ada hubungan dengan pemuda lain, padahal sebenarnya pemuda tersebut bukanlah apa-apanya.</p>
<p><span style="font-weight: bold"> 12. Keberatan Orang Tua terhadap Anak Gadisnya. </span></p>
<p>Terutama jika si anak memiliki penghasilan yang lumayan besar atau ia seorang anak yang berbakti, biasanya si orang tua berat hati melepasnya karena masih ingin mendapat perha-tian atau pelayanan darinya.</p>
<p><span style="font-weight: bold">SOLUSI </span></p>
<p>Masalah menunda pernikahan bagi pemuda dan pemudi merupakan masalah yang cukup serius dan memiliki dampak negatif yang amat banyak. Maka sebagai jalan keluarnya dalam kesempatan ini disampaikan beberapa saran kepada masyarakat umum dan lebih khusus para orang tua dan walinya. Diantaranya yaitu:</p>
<p>Memberikan pengarahan secara intensif kepada masyarakat tentang tujuan menikah, kebaikan yang diperoleh, hukum dan adabnya. Hendaknya disampaikan secara sederhana dan dengan bahasa yang mudah. Tujuannya supaya dapat menghilangkan anggapan keliru seputar pernikahan masa muda.</p>
<p>Menyebarluaskan pernikahan para pemuda/pemudi dan memberikan pujian kepada mereka serta orang tuanya.</p>
<p>Senantiasa mengingatkan bahwa usia yang paling utama untuk menikah adalah di masa muda. Alangkah indah jawaban yang disampaikan oleh seseorang ketika ditanya, â€œKapan usia yang tepat untuk menikah? Maka ia menjawab, â€œ<span style="font-style: italic">Kapan selayaknya seseorang itu makan?</span>&#8221; Maka orang tentu akan menjawab â€œ<span style="font-style: italic">ketika ia laparâ€</span>. Demikian pula ketika seorang remaja telah melewati masa baligh, maka itulah waktu yang sangat pas untuk menikah karena tuntutan kebutuhan fithrah dan sebagai penjagaan dari berbagai perilaku negatif.</p>
<p>Memberikan dorongan dan anjuran kepada para orang tua dan kerabat agar menikahkan putra-putrinya di usia muda serta memperingatkan akan bahaya dan dampak negatif dari menunda-nundanya.</p>
<p>Membiasakan agar tidak bermewah-mewahan di dalam mengadakan walimah, sebab hal ini sering menjadi masalah bagi para pemuda yang ingin menikah. Nabi telah bersabda, â€<span style="font-style: italic">Adakan walimah meski hanya dengan seekor kambing!</span>â€ Jelas sekali bahwa walimah tidak harus memaksakan diri dengan sesuatu yang serba mewah.</p>
<p>Mengajak kepada masyarakat agar memberikan keringanan dalam mahar (maskawin).</p>
<p>Senantiasa memberikan dorongan dan anjuran untuk menikah, karena ia merupakan salah satu sunnah Nabi <span style="font-style: italic">Shallallaahu alaihi wa Salam</span>.</p>
<p>Hendaknya bagi orang yang memiliki kelebihan dan keluasan harta supaya memberikan bantuan kepada saudara, teman atau kerabatnya yang membutuhkan biaya pernikahan demi untuk menjaga para pemuda dan pemudi dari hal-hal yang negatif. Asy-Syaikh Abdul <span style="font-style: italic">Aziz bin Baz</span> dan <span style="font-style: italic">Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin</span>-semoga Allah merahmati beliau berdua memperbolehkan penyaluran dana zakat untuk membantu para fakir miskin yang membutuhkan biaya pernikahan khusus untuk membayar mahar dan biaya pernikahan saja.</p>
<p>Menganjurkan para pemuda, baik melalui teman-temannya atau kerabatnya supaya memberikan dorongan untuk menikah. Juga menganjurkan para wali agar bersegera menikahkan putrinya atau para gadis yang berada dalam tanggungannya.</p>
<p>Memberikan kabar gembira bahwa menikah merupakan salah satu sebab dibukanya pintu rizki, sebagaimana disabdakan Nabi <span style="font-style: italic">Shallallaahu alaihi wa Salam</span> ,â€œ<span style="font-style: italic">Tiga orang yang akan dijamin pertolongan dari Allah: Orang menikah karena ingin menjaga diri, mukatib (hamba sahaya yang ingin memerdekakan diri) yang menepati janjinya dan orang yang berperang di jalan Allah.</span>â€</p>
<p>Memperingatkan para pemuda untuk tidak menyianyiakan harta dan agama, berfoya-foya dan senang-senang, suka melancong dan menghambur-hamburkan uang. Ingatkan pula bahwa menikah itu tidaklah membutuhkan biaya yang sangat besar, bahkan boleh jadi biaya yang digunakan sekali jalan dalam melancong adalah lebih besar daripada biaya pernikahan.</p>
<p>Bagi yang telah lebih dahulu menikah hendaklah memberikan pengarahan yang logis dengan penuh hikmah kepada para pemuda. Jangan-lah terlalu idealis di dalam memilih pendamping hidup, cukuplah sabda Nabi <span style="font-style: italic">Shallallaahu alaihi wa Salam</span> menjadi acuan di dalam hal memilih istri. Beliau mengatakan bahwa wanita dinikahi karena empat hal dan beliau menjadikan yang paling utama adalah yang baik agamanya.</p>
<p>Memperingatkan keluarga dan kerabat agar jangan menunda-nunda pernikahan putri-putrinya Nabi <span style="font-style: italic">Shallallaahu alaihi wa Salam</span> pernah bersabda kepada <span style="font-style: italic">shahabat </span>Ali <span style="font-style: italic">Radhiallaahu anhu</span>, â€œ<span style="font-style: italic">Tiga perkara wahai Ali, janganlah engkau menunda-nunda</span>,â€ <span style="font-style: italic">shalat jika telah masuk waktunya, jenazah bila telah siap dishalatkan, wanita sendirian jika telah ada jodohnya.</span>â€ (HR. Ahmad)</p>
<p>Membentuk keluarga dan ling-kungan yang baik dan islami yang mengerti dan bersungguh-sungguh dengan ajaran Islam. Sehingga dampak-nya adalah akan memberikan dukungan yang besar terhadap berkembangnya ajaran dan sunnah Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam termasuk salah satunya adalah menikah.</p>
<p>Memperingatkan para ibu dan bapak agar bersegera menikahkan putra-putrinya jika telah siap. Karena menundanya terkadang akan memberikan dampak negatif berupa penyimpangan moral atau terjadinya hubungan yang diharamkan. Dan sebagai orang tua tentu juga memperoleh dosa akibat kelalaian yang diperbuatnya.</p>
<p>Sumber: Forum fsÂ  <span style="font-style: italic">Ahlussunnah Wal Jama&#8217;ah</span></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2008/09/26/kenapa-belum-menikah-mas-12-sebab-menuda-menikah-solusinya/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2008/09/26/kenapa-belum-menikah-mas-12-sebab-menuda-menikah-solusinya/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2008/09/26/kenapa-belum-menikah-mas-12-sebab-menuda-menikah-solusinya/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2008/09/26/kenapa-belum-menikah-mas-12-sebab-menuda-menikah-solusinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kitab &#8220;Ensiklopedi Al-Quran&#8221; Menyesatkan</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2006/10/14/kitab-ensiklopedi-al-quran-menyesatkan/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2006/10/14/kitab-ensiklopedi-al-quran-menyesatkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Oct 2006 16:33:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[1Woro Woro]]></category>
		<category><![CDATA[Dawuhe Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[budi handriarto]]></category>
		<category><![CDATA[buku ensiklopedia al qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[buku insklopedi islam kamil]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[einsklopedi alqur'an]]></category>
		<category><![CDATA[ensikloal quran]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklopedi al'qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklopedi al-qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklopedi al-qur'an & hadits]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklopedia agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklopedia al qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklopedia alqur'an]]></category>
		<category><![CDATA[ensikloprdialqur'an]]></category>
		<category><![CDATA[ensklopedia alqurqn]]></category>
		<category><![CDATA[enslikopedi al qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[gambar aneh]]></category>
		<category><![CDATA[gambar wanita seksi]]></category>
		<category><![CDATA[insiklopedia al qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[itu]]></category>
		<category><![CDATA[laki laki]]></category>
		<category><![CDATA[oleh]]></category>
		<category><![CDATA[Prof]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh islam]]></category>
		<category><![CDATA[wanita berjilbab]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2006/10/14/kitab-ensiklopedi-al-quran-menyesatkan/</guid>
		<description><![CDATA[Kitab Ensiklopedi yang terdiri dari 1.100 halaman dengan 1.160 gambar berwarna serta kaligrafi itu diterbitkan oleh Penerbit Kharisma Ilmu Jakarta. Ensiklopedi tersebut sangat menyesatkan karena berisi gambar-gambar yang tidak Islami. Dan yang aneh, di dalamnya ada propaganda terselubung mengenai agama Kristen.Â  Â  Buku ensiklopedi ini terdiri dari 6 jilid. Pada jilid pertama yang membahas masalah iman, tidak ada juntrungannya, bahkan terdapat ilustrasi penganut agama Kristen lengkap dengan salibnya. Demikian pula di dua halaman berikutnya, dengan sub judul gerbang iman kembali bergambar orang Kristen sedang berdoa di gereja. Semua gambar tersebut jelas dan menyolok memamerkan simbol dan aktivitas orang Kristen. Sebuah ilustrasi yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan isi yang sedang dibahas. Meski judulnya &#8216;Ensiklopedi Al-Quran&#8217; buku ini dirasa aneh. Selain itu banyak gambar aneh bertebaran seperti setan yang digambarkan dengan wajah menyeramkan dan bertanduk di dalam api; laki-laki sedang meniup terompet menggambarkan malaikat Isrofil meniup sangkalala; pohon dengan dahan berbentuk kepala ular yang lidahnya menjulur menggambarkan pohon zaqqum dan sebagainya. Ada lagi gambar wanita seksi yang tampak pusar dan dadanya menggambarkan wanita penghuni surga. Pada sub judul &#8216;melihat Allah di akhirat&#8217; tergambar seorang lelaki dengan wajah mirip Yesus bersama dua wanita berjilbab. Dan masih banyak lagi apabila dikaji gambar-gambar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kitab Ensiklopedi yang terdiri dari 1.100 halaman dengan 1.160 gambar berwarna serta kaligrafi itu diterbitkan oleh Penerbit Kharisma Ilmu Jakarta. Ensiklopedi tersebut sangat menyesatkan karena berisi gambar-gambar yang tidak Islami. Dan yang aneh, di dalamnya ada propaganda terselubung mengenai agama Kristen.Â <br />
Â <span id="more-238"></span></p>
<p>Buku ensiklopedi ini terdiri dari 6 jilid. Pada jilid pertama yang membahas masalah iman, tidak ada juntrungannya, bahkan terdapat ilustrasi penganut agama Kristen lengkap dengan salibnya.</p>
<p>Demikian pula di dua halaman berikutnya, dengan sub judul gerbang iman kembali bergambar orang Kristen sedang berdoa di gereja. Semua gambar tersebut jelas dan menyolok memamerkan simbol dan aktivitas orang Kristen. Sebuah ilustrasi yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan isi yang sedang dibahas.</p>
<p>Meski judulnya &#8216;Ensiklopedi Al-Quran&#8217; buku ini dirasa aneh. Selain itu banyak gambar aneh bertebaran seperti setan yang digambarkan dengan wajah menyeramkan dan bertanduk di dalam api; laki-laki sedang meniup terompet menggambarkan malaikat Isrofil meniup sangkalala; pohon dengan dahan berbentuk kepala ular yang lidahnya menjulur menggambarkan pohon zaqqum dan sebagainya.</p>
<p>Ada lagi gambar wanita seksi yang tampak pusar dan dadanya menggambarkan wanita penghuni surga. Pada sub judul &#8216;melihat Allah di akhirat&#8217; tergambar seorang lelaki dengan wajah mirip Yesus bersama dua wanita berjilbab.</p>
<p>Dan masih banyak lagi apabila dikaji gambar-gambar yang menyesatkan dan merusak akidah umat.</p>
<p>Buku berjudul Ensiklopedi Al-Quran ini ditulis oleh Muhammad Kamil Hasan Al Mahami dengan edisi Indonesia diberikan kata pengantar oleh Ichwan Sam, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sederet tokoh Islam ikut ditulis menjadi pembaca ahli, di antaranya; Prof KH Alie Yafie, Prof Dr H Moh Ardani, Prof Dr Nasaruddin Umar MA, Prof Dr H Ahmad Bachmid, Lc.</p>
<p>Modus operandi penjualan ensiklopedi tersebut banyak kepada kaum awam, terutama karyawan di perkantoran maupun di perumahan elite. Buku itu dijual dengan sistem cash maupun kredit. Hal ini tentu membahayakan akidah dan pemahaman Islam seseorang yang belum kuat imannya. Tidak menutup kemungkinan bisa mengarah pada unsur SARA atau penodaan atas agama.[hidayatullah.com]</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2006/10/14/kitab-ensiklopedi-al-quran-menyesatkan/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2006/10/14/kitab-ensiklopedi-al-quran-menyesatkan/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2006/10/14/kitab-ensiklopedi-al-quran-menyesatkan/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2006/10/14/kitab-ensiklopedi-al-quran-menyesatkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jamaneâ€¦ Jamane.. banyak yang Edan!</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2006/06/30/jamane%e2%80%a6-jamane-banyak-yang-edan/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2006/06/30/jamane%e2%80%a6-jamane-banyak-yang-edan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jun 2006 14:53:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[1Woro Woro]]></category>
		<category><![CDATA[Dawuhe Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA["aku akhwat bercadar"]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2006/06/30/jamane%e2%80%a6-jamane-banyak-yang-edan/</guid>
		<description><![CDATA[oNly fur musLimah .. ^_^ Kemana lagi mata ini harus memandang? Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab? Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali masuk rumah lagi. Dan kamu tau? Di luar sana, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak. Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang, mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah. Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas â€œTank Topâ€, noleh ke kiri pemandangan â€œPinggul/udel terbukaâ€, menghindar kekanan ada sajian â€œCelana ketat plus You Can Seeâ€, balik ke belakang dihadang oleh â€œDada indah/montok menantang!â€ Astaghfirullahâ€¦ kemana lagi mata ini harus memandang? Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka. Kurang merangsang itu mah! Tapi sayang, saya tak ingin hidup ini dibaluti oleh nafsu. Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang. Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata. Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran â€œngeresâ€ dan hatipun menjadi keras. Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img alt="Jamane-edan.jpg" id="image284" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2006/11/Jamane-edan.jpg" /><br />
oNly fur musLimah .. ^_^<br />
Kemana lagi mata ini harus memandang?</em></p>
<p>Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab?<br />
Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi.<br />
Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali masuk rumah lagi.</p>
<p>Dan kamu tau?<br />
Di luar sana, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak.<br />
Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang,<br />
mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.<br />
Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas â€œTank Topâ€,<br />
noleh ke kiri pemandangan â€œPinggul/udel terbukaâ€,<br />
menghindar kekanan ada sajian â€œCelana ketat plus You Can Seeâ€,<br />
balik ke belakang dihadang oleh â€œDada indah/montok menantang!â€<br />
Astaghfirullahâ€¦ kemana lagi mata ini harus memandang?<br />
Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka.<br />
Kurang merangsang itu mah!<br />
Tapi sayang, saya tak ingin hidup ini dibaluti oleh nafsu.<br />
Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang.<br />
Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata.<br />
Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau dipandang bikin sejuk di mata.<br />
Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran â€œngeresâ€ dan hatipun menjadi keras.</p>
<p>Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi.<br />
Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk menarik lelaki untuk menikmati â€œaset berhargaâ€ yang mereka punya.</p>
<p>Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks.<br />
Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah objek syahwat dalam alam pikirannya.<br />
Berharap anda melakukan lebih seksi, lebihâ€¦ dan lebih lagi !!!<br />
Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki?<br />
Yaitunya: anda bisa diajak untuk begini dan begitu alias gampangan!<br />
Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata lelaki.<br />
Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan.</p>
<p>Siapa yang semestinya disalahkan?<br />
Saya yakin anda menjawabnya â€œlelakiâ€ bukan?<br />
Oh betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki normal di jaman sekarang ini.<br />
Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual.<br />
Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin.<br />
Apalagi barang bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin siapa yang melihat ingin mencicipinya.</p>
<p>Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan pada mata ini.<br />
Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya.<br />
Saya ingin protes, tapi mau protes ke mana?<br />
Apakah saya harus menikmatinyaâ€¦?<br />
tapi saya sungguh takut dengan Zat yang memberi mata ini.<br />
Bagaimana nanti saya mempertanggungjawabkan nanti?<br />
sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup saya.<br />
Alloh Taâ€™ala telah berfirman: â€œKatakanlah kepada laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.â€ (QS. An-Nuur : 30-31).</p>
<p>Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini, duduk di depan computer menyerap sekian juta elektron yang terpancar dari monitor, saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak bisa pertanggungjawabkan nantinya di Akhirat.</p>
<p>Jadi tak salah juga bukan? kalau saya paling malas diajak ke mall, jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian.<br />
Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilemma seperti saya ini.<br />
Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa.</p>
<p><strong>Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk.Â </strong></p>
<p>Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pemadangan yang anda tayangkan?<br />
So, saudaraku muslimah berjilbablah â€¦ karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik, mempesona dan tentunya sejuk dimata lelaki.<br />
From : MyQuran.com</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2006/06/30/jamane%e2%80%a6-jamane-banyak-yang-edan/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2006/06/30/jamane%e2%80%a6-jamane-banyak-yang-edan/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2006/06/30/jamane%e2%80%a6-jamane-banyak-yang-edan/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2006/06/30/jamane%e2%80%a6-jamane-banyak-yang-edan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

