<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[m²]  Sepi Ing Pamrih - Rame Ing gawe ! &#187; Cinta</title>
	<atom:link href="http://mbah-marijan.org/category/cinta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mbah-marijan.org</link>
	<description>Kliping Blog Simbah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Jan 2012 11:44:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=373</generator>
		<item>
		<title>Wahai Bundaku&#8230;. Tersenyumlah&#8230;</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/07/18/wahai-bundaku-tersenyumlah/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/07/18/wahai-bundaku-tersenyumlah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 09:22:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara]]></category>
		<category><![CDATA[Techno]]></category>
		<category><![CDATA[abu dawud]]></category>
		<category><![CDATA[bibir]]></category>
		<category><![CDATA[buaian]]></category>
		<category><![CDATA[gambar senyuman]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah]]></category>
		<category><![CDATA[ibnu majah]]></category>
		<category><![CDATA[sex dgn bundaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=615</guid>
		<description><![CDATA[Saat kita masih dalam buaian, dengan bersimbah keringat dan badan pegal-pegal, ibu bisa berjam-jam menggendong kita hanya agar jerit tangis terhenti, agar membias senyuman indah di bibir kita. Kala itu, rasa pegal-pegal di bagian punggungnya atau rasa sakit di pinggang dan lehernya, sudah tidak dirasakan lagi. Senyuman kita, bagi seorang ibu, adalah hadiah mahal yang mau dia bayar dengan apapun juga. Saat usia sudah mulai menggerogoti kekuatan fisik seorang ibu, teronggaklah dia menjadi orang tua yang serba pasrah menerima segalanya. Ia hanya terus berharap, agar segala upayanya selama ini tidak sia-sia. Agar anaknya bisa hidup berbahagia lebih beruntung dari dirinya. Meski demikian, tali kasih itu ternyata tidak pernah terputus. Dengan merangkak pun dia siap, untuk mendatangi kediaman anaknya yang amat jauh, demi berkesempatan melihat wajah anaknya yang ceria, demi memastikan bahwa anaknya itu masih baik-baik saja. Dengan realitas itu seorang anak harus sedikit tahu diri. Ia sudah sepatutnya bekerja keras untuk dapat membahagiakan orang tuanya, terutama sang ibu, sebagaimana ibunya telah berusaha membahagiakannya. Seorang ibu mungkin tidak pernah mengharapkan apa-apa. Namun lubuk hatinya, teramat membutuhkan siraman kebahagiaan melalui tawa dan canda. â€œAbdulah bin Amru, suatu hari datang menemui Rasulullah Shallallahu â€˜alaihi wasallam. Isa berkata, â€˜Duhai Rasulullah! Aku sangat ingin berhijrah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-616" title="mother_by_nariscuss" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2009/07/mother_by_nariscuss-300x146.jpg" alt="mother_by_nariscuss" width="300" height="146" /></p>
<p style="text-align: justify;">Saat kita masih dalam buaian, dengan bersimbah keringat dan badan pegal-pegal, ibu bisa berjam-jam menggendong kita hanya agar jerit tangis terhenti, agar membias senyuman indah di bibir kita. Kala itu, rasa pegal-pegal di bagian punggungnya atau rasa sakit di pinggang dan lehernya, sudah tidak dirasakan lagi. Senyuman kita, bagi seorang ibu, adalah hadiah mahal yang mau dia bayar dengan apapun juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat usia sudah mulai menggerogoti kekuatan fisik seorang ibu, teronggaklah dia menjadi orang tua yang serba pasrah menerima segalanya. Ia hanya terus berharap, agar segala upayanya selama ini tidak sia-sia. Agar anaknya bisa hidup berbahagia lebih beruntung dari dirinya. Meski demikian, tali kasih itu ternyata tidak pernah terputus. Dengan merangkak pun dia siap, untuk mendatangi kediaman anaknya yang amat jauh, demi berkesempatan melihat wajah anaknya yang ceria, demi memastikan bahwa anaknya itu masih baik-baik saja.<span id="more-615"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan realitas itu seorang anak harus sedikit tahu diri. Ia sudah sepatutnya bekerja keras untuk dapat membahagiakan orang tuanya, terutama sang ibu, sebagaimana ibunya telah berusaha membahagiakannya. Seorang ibu mungkin tidak pernah mengharapkan apa-apa. Namun lubuk hatinya, teramat membutuhkan siraman kebahagiaan melalui tawa dan canda.</p>
<p style="text-align: justify;">â€œAbdulah bin Amru, suatu hari datang menemui Rasulullah <em>Shallallahu â€˜alaihi wasallam</em>. Isa berkata, â€˜<em>Duhai Rasulullah! Aku sangat ingin berhijrah bersamamu. Namun tadi, aku meninggalkan kedua orang tuaku dalam keadaan menangis. Apa yang harus kulakukan</em>â€™ Rasulullah <em>Shallallahu â€˜alaihi wasallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Pulanglah. Buatlah mereka tertawa, sebagaimana engkau telah membuatnya menangis</em>.â€ (Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahih-nya II: 63, Abu Dawud II: 17, Ibnu Majah II: 930, dan Ahmad I: 160)</p>
<p style="text-align: justify;">Berupayalah untuk membuat sang ibu tertawa bahagia. Umumnya, pekerjaan itu hanya membutuhkan secercah keikhlasan. Sepucuk surat yang memuat doa hangat, sapaan santun dan sedikit basa-basi menceritakan kabar-kabar terkini sang anak, sudah cukup untuk membuat ibu menyunggingkan senyuman,bahkan terkadang, memaksanya meneteskan airmata naru.</p>
<p style="text-align: justify;">Berupayalah untuk membuat sang ibu tertawa berbahagia. Bisa jadi, terkadang kita harus merelakan biaya cukup besar dikuras dari kantong kita, hanya untuk bisa berjumpa dengan sang ibu. Bahkan, waktu berjam-jam mungkin malah berhari-hari, harus kita habiskan di perjalanan menuju kediamannya. Tapi sadarlah, bahwa kebahagiaan sang ibu adalah kebahagiaan kita juga. Sebesar apapun biaya itu tetap tak ada nilainya, bila dibandingkan doa tulus yang keluar dari mulutnya, â€˜<em>Mudah-mudahan, kamu murah rezeki</em>.â€™</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Duhg,</em> dentuman keras seperti membelah jantung, saat kita sadar, bahwa doa itu keluar dari mulut wanita agung yang bukan lebih berkecukupan dibandingkan kita, yang selayaknya doa itu diperuntukkan bagi dirinya sendiri, atau justru keluar dari mulut kita untuk si ibu yang terkasih. Tapi, tampaknya luapan kasihnya yang tidak terbentung, membuatnya mampu untuk lebnih enteng mengucapkan doa mulia tersebut, ketimbang kitaâ€¦</p>
<p style="text-align: justify;">Berupayalah untuk membuat sang ibu tersenyum bahagia. Di hari-hari tua itu mereka akan sangat membutuhkan hiburan kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Surat untuk Ibu:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Assalamuâ€™alaikum warahmatullahi wabarakatuh</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Ibunda. Maafkan kami, bila kurang mengisi hari-harimu dengan tawa.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Maafkan kami, bila kurang mampu membuatmu berbahagia.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Bahkan kami pun tahu, banyak tindakan dan ucapan kami yang telah membuat hatimu terluka. Demi Allah, kami menyesali semua itu. Tertawalah bunda, agar hari-hari kami pun menjadi semakin ceria..</em></p>
<p style="text-align: justify;">[Disarikan dari buku <strong>Sutra Kasih Ibunda</strong> karya <em>Ustadz Abu Umar Basyir</em>]</p>
<p style="text-align: justify;"><em>via </em><a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/04/21/buatlah-bunda-tertawa/">SalafyUnpad</a></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/07/18/wahai-bundaku-tersenyumlah/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/07/18/wahai-bundaku-tersenyumlah/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/07/18/wahai-bundaku-tersenyumlah/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/07/18/wahai-bundaku-tersenyumlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tawakalnya seorang Ibu&#8230;</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/07/03/tawakalnya-seorang-ibu/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/07/03/tawakalnya-seorang-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 14:19:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Critone Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Ilahi]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al â€˜Arifi]]></category>
		<category><![CDATA[Jangan Takut Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Mengais Keajaiban Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Tawakalnya seorang Ibu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/?p=601</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda memiliki anak pertama yang berumur 2.5 tahun, lahir setelah 17 tahun menikah, setelah Anda sembuh dari kemandulan. Anak Anda tersebut mengalami: bermasalah dalam pembuluh darah di liver, jantung berhenti berdetak selama 45 menit, pendarahan hebat yang membuat jantungnya berhenti berdetak untuk yang kedua kali pendarahan di liver, sembuh, pendarahan lagi berulang-ulang sampai 6 kali, tumor dan radang otak, radang ginjal, radang pada selaput kristal yang mengitari jantung, penyakit tersebut hadir silih berganti, terus menerus dalam waktu 6-8 bulanâ€¦, Apa yang Anda lakukan? Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al â€˜Arifi dalam bukunya â€˜Jangan Takut Sakitâ€™ (hal 111-117, penerbit Fawaid, -dengan sedikit penyesuaian) menuturkan sebuah kisah: Dr. Abdullah bercerita, â€œAda seorang perempuan yang datang kepada saya dengan menyeret langkah-langkah kakinya, ia menggendong anaknya yang tersiksa oleh penyakit. Ia adalah seorang ibu yang berusia mendekati empat puluh tahun. Ia memeluk anaknya yang masih kecil ke dadanya, seakan-akan anak tersebut adalah potongan tubuhnya. Kondisi anak itu memprihatinkan, terdengar satu dua tarikan nafas dari dadanya. Saya bertanya kepada si ibu, â€˜Berapa umurnya?â€™ Ia menjawab, â€˜Dua setengah tahun.â€™ Kami melakukan pemeriksaan kepada anak itu, ternyata anak itu bermasalah dalam pembuluh-pembuluh darah di livernya. Kami segera melakukan tindakan operasi kepadanya, dan dua hari setelah operasi, anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-603" title="penyembuh-adalah-alloh" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2009/07/penyembuh-adalah-alloh-300x258.jpg" alt="penyembuh-adalah-alloh" width="262" height="225" />Jika Anda memiliki anak pertama yang berumur 2.5 tahun, lahir setelah 17 tahun menikah, setelah Anda sembuh dari kemandulan. Anak Anda tersebut mengalami:</p>
<ul>
<li>bermasalah dalam pembuluh darah di liver,</li>
<li>jantung berhenti berdetak selama 45 menit,</li>
<li>pendarahan hebat yang membuat jantungnya berhenti berdetak untuk yang kedua kali</li>
<li>pendarahan di liver, sembuh, pendarahan lagi berulang-ulang sampai 6 kali,</li>
<li>tumor dan radang otak,</li>
<li>radang ginjal,</li>
<li>radang pada selaput kristal yang mengitari jantung,</li>
</ul>
<p>penyakit tersebut hadir silih berganti, terus menerus dalam waktu 6-8 bulanâ€¦, Apa yang Anda lakukan?</p>
<p>Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al â€˜Arifi dalam bukunya <strong>â€˜Jangan Takut Sakitâ€™</strong> (hal 111-117, penerbit Fawaid, -dengan sedikit penyesuaian) menuturkan sebuah kisah:</p>
<hr />Dr. Abdullah bercerita,<br />
â€œAda seorang perempuan yang datang kepada saya dengan menyeret langkah-langkah kakinya, ia menggendong anaknya yang tersiksa oleh penyakit.<span id="more-601"></span></p>
<p>Ia adalah seorang ibu yang berusia mendekati empat puluh tahun. Ia memeluk anaknya yang masih kecil ke dadanya, seakan-akan anak tersebut adalah potongan tubuhnya. Kondisi anak itu memprihatinkan, terdengar satu dua tarikan nafas dari dadanya.</p>
<p>Saya bertanya kepada si ibu, â€˜<em>Berapa umurnya?</em>â€™<br />
Ia menjawab, â€˜<em>Dua setengah tahun.</em>â€™</p>
<p>Kami melakukan pemeriksaan kepada anak itu, ternyata anak itu bermasalah dalam pembuluh-pembuluh darah di livernya.</p>
<p>Kami segera melakukan tindakan operasi kepadanya, dan dua hari setelah operasi, anak itu sudah sehat. Sang ibu pun tampak gembira dan riang.<br />
Ketika melihat saya, ia bertanya, â€˜<em>Kapan anak saya boleh pulang dok</em>?â€™</p>
<p>Tatkala saya hampir menulis surat keterangan pulang, tiba-tiba anak kecil itu mengalami pendarahan hebat di tenggorokannya, sehingga menyebabnya jantungnya berhenti berdetak selama 45 menit.</p>
<p>Kesadaran anak tersebut sudah hilang. Lalu para dokter berkumpul di dalam ruangannya. Beberapa jam telah berlalu, namun mereka tidak sanggup membuatnya tersadar.</p>
<p>Salah seorang teman saya segera mendatangi ibunya dan berkata kepadanya, â€˜<em>Kemungkinan anak Anda mengalami kematian otak (koma) dan saya mengira bahwa ia tidak memiliki harapan untuk hidup.</em>â€™ Saya menoleh kepada teman saya tersebut sambil mencelanya karena ucapannya tersebut.</p>
<p>Lalu saya melihat kepada si ibu, demi Allah, perkataan teman saya itu tidak menambah selain ia mengucapkan, â€˜<em>Penyembuh adalah Allah, Pemberi kesehatan adalah Allah.</em>â€™<br />
Kemudian ia terus menerus membaca, â€˜<em>Saya memohon kepada Allah jika ada kebaikan pada kesembuhannya, maka sembuhkanlah ia.</em>â€™</p>
<p>Setelah itu ia diam dan berjalan menuju sebuah kursi kecil, lalu duduk. Kemudian ia mengambil mushaf kecilnya yang berwarna hijau dan membacanya.</p>
<p>Para dokter pun keluar, saya juga keluar bersama mereka. Saya berjalan melewati anak itu, kondisinya belum berubah, sesosok tubuh yang terbujur kaku laksana mayat di atas tempat tidur putih. Lalu saya menoleh kepada ibunya, keadaannya juga masih tetap seperti sebelumnya.</p>
<p>Satu hari ia membacakan Al-Qurâ€™an kepada anaknya; satu hari membacanya dan satu hari setelannya mendoakannya. Beberapa hari kemudian, salah seorang perawat perempuan memberitahu saya bahwa anak itu sudah mulai bergerak, saya langsung memuji Allah.</p>
<p>Saya berkata kepada si ibu, <em>â€˜Wahai Ummu Yasir, saya sampaikan kabar gembira kepada Anda bahwa keadaan Yasir mulai membaik.</em>â€™<br />
Ia hanya mengucapkan satu ucapan sambil menahan air matanya, <em>â€˜Alhamdulillah, Alhamdulillah.</em>â€™</p>
<p>Dua puluh empat jam kemudian kami dikejutkan dengan kondisi si anak, ia kembali mengalami pendarahan hebat seperti pendarahan sebelumnya, dan jantungnya berhenti berdetak untuk kedua kalinya.</p>
<p>Tubuhnya yang kecil kelihatan lelah, gerakannya telah hilang. Salah seorang dokter masuk untuk melihat kondisinya secara langsung, lalu saya mendengarnya berucap, â€˜<em>Mati otak.</em>â€™</p>
<p>Sang ibu terus menerus mengulang-ulang, â€˜<em>Alhamdulillah, atas setiap keadaan, penyembuh adalah Allah.</em>â€™ Beberapa hari kemudian, anak itu sembuh kembali. Namun, baru berlalu beberapa jam, ia kembali mengalami pendarahan di dalam livernya, lalu gerakannya berhenti.</p>
<p>Beberapa hari kemudian ia sadar lagi, lalu kembali mengalami pendarahan baru, kondisinya aneh, saya tidak pernah melihat kondisi seperti itu selama hidup saya, pendarahannya berulang-ulang hingga enam kali, sedangkan dari lisan ibunya hanya keluar ucapan, â€˜<em>Segala puji bagi Allah, Penyembuh adalah Rabb-ku, Dia-lah Penyembuh.</em>â€™</p>
<p>Setelah beberapa kali pemeriksaan dan pengobatan, para dokter spesialis batang tenggorokan berhasil mengatasi pendarahan, Yasir mulai bergerak-gerak lagi. Tiba-tiba, Yasir kembali diuji dengan bisul besar (tumor) dan radang otak.</p>
<p>Saya sendiri yang memeriksa keadaannya. Saya berkata kepada ibunya, .â€™<em>Keadaan anak Anda mengenaskan sekali dan kondisinya berbahaya.</em>â€™ la tetap mengulang-ulang ucapannya, â€˜<em>Penyembuh adalah Allah</em>â€™</p>
<p>la mulai membacakan Al-Qurâ€™an kepada buah hatinya. Setelah dua minggu, tumor itu tetap ada. Dua hari kemudian, anak tersebut mulai sembuh, kami memuji Allah karenanya.</p>
<p>Sang ibu bersiap-siap untuk pulang, namun satu hari kemudian, tiba-tiba anak tersebut mengalami radang ginjal parah yang dapat menyebabkan gagal ginjal kronis dan hampir menyebakan kematiannya.</p>
<p>Sementara si ibu tetap berpegang teguh, bertawakal dan berserah kepada Rabb-nya serta terus mengulang-ulang, â€˜<em>Penyembuh adalah Allah.â€™</em> Lalu, ia kembali ke tempatnya dan membacakan Al-Qurâ€™an kepada anaknya.</p>
<p>Hari-hari berlalu, sedangkan kami terus berusaha memeriksa dan mengobati secara maraton hingga berlangsung sampai tiga bulan, kondisinya pun membaik, segala puji hanya bagi Allah.</p>
<p>Akan tetapi, kisah ini belum berhenti sampai di sini saja, si anak kembali diserang penyakit aneh yang belum pernah saya kenal selama hidup.</p>
<p>Setelah empat bulan, ia terserang radang pada selaput kristal yang mengitari jantung, sehingga memaksa kita untuk membuka sangkar dadanya dan membiarkannya terbuka untuk mengeluarkan nanah.</p>
<p>Ibunya hanya melihat kepadanya sambil berucap, â€˜<em>Saya memohon kepada Allah agar menyembuhkannya, Dia adalah penyembuh dan pemberi kesehatan.</em>â€™ Lalu, ia kembali ke kursinya dan membuka mushafnya.</p>
<p>Terkadang saya melihat kepada ibu tersebut, sementara mushaf ada di depannya, ia tidak menoleh ke sekelilingnya. Kemudian saya masuk ke ruang refreshing, maka saya melihat banyak pasien dengan berbagai penyakit dan para penunggu mereka.</p>
<p>Saya melihat sebagian dari para pasien tersebut berteriak-teriak dan yang lainya mengaduh-aduh, sedangkan para penunggunya menangis, dan sebagian dari mereka berjalan di belakang para dokter.</p>
<p>Sementara ibu itu tetap berada di atas kursinya dan di depan mushafnya, tidak berpaling kepada orang yang berteriak dan tidak berdiri menghampiri dokter serta tidak berbicara dengan seorang pun.</p>
<p>Saya merasa bahwa ia adalah gunung, setelah berada selama enam bulan di ruang refreshing. Saya berjalan melewati anaknya, saya melihat matanya terpejam, tidak berbicara dan tidak bergerak, dadanya terbuka.</p>
<p>Kami mengira bahwa ini merupakan akhir kehidupannya, sedangkan sang ibu tetap dalam keadaannya, membaca Al-Qurâ€™an. Seorang penyabar yang tidak mengeluh dan tidak mengaduh.</p>
<p>Demi Allah, ia tidak mengajak saya bicara dengan sepatah katapun dan tidak pula bertanya kepada saya tentang kondisi anaknya. Ia hanya berbicara setelah saya mulai mengajaknya bicara tentang anaknya tersebut.</p>
<p>Adapun usia suaminya sudah lebih dari empat puluh tahun. Terkadang suaminya menemui saya di dekat anaknya, ketika ia menoleh kepada saya untuk bertanya, istrinya menarik tangannya dan menenangkannya serta mengangkat spiritnya dan mengingatkannya bahwa sang Penyembuh adalah Allah.</p>
<p>Setelah berlalu dua bulan, keadaan anak tersebut sudah membaik, lalu kami memindahkannya ke ruangan khusus anak-anak di rumah sakit, kondisinya sudah mengalami banyak kemajuan.</p>
<p>Keluarganya pun mulai membiasakan kepadanya berbagai jenis terapi dan pelatihan. Setelah itu, anak tersebut pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki, ia melihat dan berbicara seakan-akan ia tidak pernah tertimpa sesuatu sebelumnya.</p>
<p>Maaf, kisah menakjubkan ini belum selesai, karena satu setengah tahun kemudian, ketika berada di ruang kerja saya, tiba-tiba suami wanita itu masuk menemui saya, sedangkan di belakangnya istrinya menyusulnya sambil menggendong bayi kecil yang sehat.</p>
<p>Ternyata si anak kecil itu sedang diperiksakan secara rutin di RS tersebut, mereka datang kepada saya untuk menyampaikan salam.</p>
<p>Saya bertanya kepada si suami, â€˜<em>Masya Allah, apakah bayi kecil ini adalah anak yang keenam atau ketujuh di dalam keluarga Anda?â€™ </em>Ia menjawab, â€˜<em>Ini yang kedua, dan anak pertama kami adalah anak yang Anda obati setahun yang lalu. Ia merupakan anak pertama kami yang lahir setelah tujuh belas tahun kami menikah dan sembuh dari kemandulan.â€™</em></p>
<p>Saya menundukkan kepala, dan langsung teringat dengan gambaran ibunya ketika sedang menunggui anaknya. Saya tidak mendengar suara yang keluar darinya dan tidak melihat tanda kegelisahan pada dirinya.</p>
<p>Saya mengucap di dalam hati, <em>â€˜Subhanallah</em>.â€™ Setelah tujuh belas tahun bersabar dan mencoba berbagai terapi kemandulan, lalu diberi rezeki dengan seorang anak laki-laki yang dilihatnya mati berkali-kali di hadapannya.</p>
<p>Akan tetapi, wanita tersebut hanya berpegang teguh pada kalimat â€˜Laailaaha illallaahâ€™ dan keyakinan bahwa Allah adalah Dzat Penyembuh dan Pemberi kesehatan. Subhanallah! Betapa besar tawakkal dan keimanan yang dimiliki wanita itu.â€</p>
<p>judul aslinya <a href="http://jilbab.or.id/archives/576-mengais-keajaiban-cinta/">Mengais Keajaiban Cinta</a></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/07/03/tawakalnya-seorang-ibu/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/07/03/tawakalnya-seorang-ibu/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/07/03/tawakalnya-seorang-ibu/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/07/03/tawakalnya-seorang-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ada apa dengan Valentineâ€™s Day ???</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2009/02/16/ada-apa-dengan-valentine%e2%80%99s-day/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2009/02/16/ada-apa-dengan-valentine%e2%80%99s-day/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 14:15:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[agama katolik]]></category>
		<category><![CDATA[agama kristen]]></category>
		<category><![CDATA[asal usul valentine]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[mengatakan]]></category>
		<category><![CDATA[nama nama]]></category>
		<category><![CDATA[romawi kuno]]></category>
		<category><![CDATA[sallam]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2009/02/16/ada-apa-dengan-valentine%e2%80%99s-day/</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillahilladzi hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fih kama yuhibbu robbuna wa yardho. Allahumma sholli â€˜ala nabiyyina Muhammad wa â€˜ala alihi wa shohbihi wa sallam. Banyak kalangan pasti sudah mengenal hari valentine (bahasa Inggris: Valentineâ€™s Day). Hari tersebut dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Namun, hari tersebut memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih sayang antara sesama, pasangan suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik dan lainnya. Sehingga valentineâ€™s day biasa disebut pula dengan hari kasih sayang. Cikal Bakal Hari Valentine Sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul Valentineâ€™s Day. Namun, pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi namaâ€“nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan dijadikan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Alhamdulillahilladzi hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fih kama yuhibbu robbuna wa yardho. Allahumma sholli â€˜ala nabiyyina Muhammad wa â€˜ala alihi wa shohbihi wa sallam.</em></p>
<p>Banyak kalangan pasti sudah mengenal hari valentine (bahasa Inggris: Valentineâ€™s Day). Hari tersebut dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Namun, hari tersebut memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih sayang antara sesama, pasangan suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik dan lainnya. Sehingga valentineâ€™s day biasa disebut pula dengan hari kasih sayang.</p>
<p><span id="more-536" /><br />
<strong>Cikal Bakal Hari Valentine</strong></p>
<p><span id="more-559"></span></p>
<p>Sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul Valentineâ€™s Day. Namun, pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (<em>queen of feverish love</em>) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi namaâ€“nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan dijadikan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.</p>
<p>Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama negara di Roma, penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentineâ€™s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Book Encyclopedia 1998).</p>
<p><strong>Kaitan Hari Kasih Sayang dengan Valentine</strong></p>
<p>The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa â€œSt. Valentineâ€ yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.</p>
<p>Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.</p>
<p>Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).</p>
<p>Versi lainnya menceritakan bahwa sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati sebagai pahlawan karena memperjuangkan kepercayaan), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis â€œDari Valentinusmuâ€. (Sumber pembahasan di atas: http://id.wikipedia.org/ dan lain-lain)</p>
<p>Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan:</p>
<ol>
<li>Valentineâ€™s Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan.</li>
<li>Upacara Romawi Kuno di atas akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentineâ€™s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi acara valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St. Valentine.</li>
<li>Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta.</li>
<li>Pada perkembangannya di zaman modern saat ini, perayaan valentine disamarkan dengan dihiasi nama â€œhari kasih sayangâ€.</li>
</ol>
<p>Sungguh ironis memang kondisi umat Islam saat ini. Sebagian orang mungkin sudah mengetahui kenyataan sejarah di atas. Seolah-olah mereka menutup mata dan menyatakan boleh-boleh saja merayakan hari valentine yang cikal bakal sebenarnya adalah ritual paganisme. Sudah sepatutnya kaum muslimin berpikir, tidak sepantasnya mereka merayakan hari tersebut setelah jelas-jelas nyata bahwa ritual valentine adalah ritual non muslim bahkan bermula dari ritual paganisme.</p>
<p>Selanjutnya kita akan melihat berbagai kerusakan yang ada di hari <a title="Valentine's Day" href="http://muslim.or.id/manhaj-salaf/6-kerusakan-valentines-day.html">Valentine</a>.</p>
<p><strong>Kerusakan Pertama: Merayakan Valentine Berarti Meniru-niru Orang Kafir</strong></p>
<p>Agama Islam telah melarang kita meniru-niru orang kafir (baca: tasyabbuh). Larangan ini terdapat dalam berbagai ayat, juga dapat ditemukan dalam beberapa sabda Rasulullah shallallahu â€˜alaihi wa sallam dan hal ini juga merupakan kesepakatan para ulama (baca: ijmaâ€™). Inilah yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab beliau <em>Iqtidhoâ€™ Ash Shiroth Al Mustaqim</em> (Taâ€™liq: Dr. Nashir bin â€˜Abdil Karim Al â€˜Aql, terbitan Wizarotusy Syuâ€™un Al Islamiyah).</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu â€˜alaihi wa sallam</em> memerintahkan agar kita menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani. Beliau <em>shallallahu â€˜alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p>Ø¥ÙÙ†Ù‘ÙŽ Ø§Ù„Ù’ÙŠÙŽÙ‡ÙÙˆØ¯ÙŽ ÙˆÙŽØ§Ù„Ù†Ù‘ÙŽØµÙŽØ§Ø±ÙŽÙ‰ Ù„Ø§ÙŽ ÙŠÙŽØµÙ’Ø¨ÙØºÙÙˆÙ†ÙŽ ØŒ ÙÙŽØ®ÙŽØ§Ù„ÙÙÙÙˆÙ‡ÙÙ…Ù’</p>
<p><em>â€œSesungguhnya orang Yahudi dan Nashrani tidak mau merubah uban, maka selisihlah mereka.â€</em> (HR. Bukhari no. 3462 dan Muslim no. 2103) Hadits ini menunjukkan kepada kita agar menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani secara umum dan di antara bentuk menyelisihi mereka adalah dalam masalah uban. (<em>Iqtidhoâ€™</em>, 1/185)</p>
<p>Dalam hadits lain, Rasulullah menjelaskan secara umum supaya kita tidak meniru-niru orang kafir. Beliau <em>shallallahu â€˜alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p>Ù…ÙŽÙ†Ù’ ØªÙŽØ´ÙŽØ¨Ù‘ÙŽÙ‡ÙŽ Ø¨ÙÙ‚ÙŽÙˆÙ’Ù…Ù ÙÙŽÙ‡ÙÙˆÙŽ Ù…ÙÙ†Ù’Ù‡ÙÙ…Ù’</p>
<p><em>â€œBarangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.â€</em> (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam <em>Iqtidhoâ€™</em> [hal. 1/269] mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaiman dalam <em>Irwaâ€™ul Gholil</em> no. 1269). Telah jelas di muka bahwa hari Valentine adalah perayaan paganisme, lalu diadopsi menjadi ritual agama Nashrani. Merayakannya berarti telah meniru-niru mereka.</p>
<p><strong>Kerusakan Kedua: Menghadiri Perayaan Orang Kafir Bukan Ciri Orang Beriman </strong></p>
<p>Allah Taâ€™ala sendiri telah mencirikan sifat orang-orang beriman. Mereka adalah orang-orang yang tidak menghadiri ritual atau perayaan orang-orang musyrik dan ini berarti tidak boleh umat Islam merayakan perayaan agama lain semacam valentine. Semoga ayat berikut bisa menjadi renungan bagi kita semua.</p>
<p>Allah Taâ€™ala berfirman,</p>
<p>ÙˆÙŽØ§Ù„Ù‘ÙŽØ°ÙÙŠÙ†ÙŽ Ù„ÙŽØ§ ÙŠÙŽØ´Ù’Ù‡ÙŽØ¯ÙÙˆÙ†ÙŽ Ø§Ù„Ø²Ù‘ÙÙˆØ±ÙŽ ÙˆÙŽØ¥ÙØ°ÙŽØ§ Ù…ÙŽØ±Ù‘ÙÙˆØ§ Ø¨ÙØ§Ù„Ù„Ù‘ÙŽØºÙ’ÙˆÙ Ù…ÙŽØ±Ù‘ÙÙˆØ§ ÙƒÙØ±ÙŽØ§Ù…Ù‹Ø§</p>
<p><em>â€œDan orang-orang yang tidak menyaksikan perbuatan zur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.â€</em> (QS. Al Furqon [25]: 72)</p>
<p>Ibnul Jauziy dalam <em>Zaadul Maysir</em> mengatakan bahwa ada 8 pendapat mengenai makna kalimat â€œtidak menyaksikan perbuatan zurâ€, pendapat yang ada ini tidaklah saling bertentangan karena pendapat-pendapat tersebut hanya menyampaikan macam-macam perbuatan zur. Di antara pendapat yang ada mengatakan bahwa â€œtidak menyaksikan perbuatan zurâ€ adalah tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Inilah yang dikatakan oleh Ar Robiâ€™ bin Anas.</p>
<p>Jadi, ayat di atas adalah pujian untuk orang yang tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Jika tidak menghadiri perayaan tersebut adalah suatu hal yang terpuji, maka ini berarti melakukan perayaan tersebut adalah perbuatan yang sangat tercela dan termasuk â€˜aib (Lihat <em>Iqtidhoâ€™</em>, 1/483). Jadi, merayakan Valentineâ€™s Day bukanlah ciri orang beriman karena jelas-jelas hari tersebut bukanlah hari raya umat Islam.</p>
<p><strong>Kerusakan Ketiga: Mengagungkan Sang Pejuang Cinta Akan Berkumpul Bersamanya di Hari Kiamat Nanti</strong></p>
<p>Jika orang mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan mendapatkan keutamaan berikut ini.</p>
<p>Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi <em>shallallahu â€˜alaihi wa sallam</em>,</p>
<p>Ù…ÙŽØªÙ‘ÙŽÙ‰ Ø§Ù„Ø³Ù‘ÙŽØ§Ø¹ÙŽØ©Ù ÙŠÙŽØ§ Ø±ÙŽØ³ÙÙˆÙ„ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù</p>
<p><em>â€œKapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?â€</em></p>
<p>Beliau <em>shallallahu â€˜alaihi wa sallam</em> berkata,</p>
<p>Ù…ÙŽØ§ Ø£ÙŽØ¹Ù’Ø¯ÙŽØ¯Ù’ØªÙŽ Ù„ÙŽÙ‡ÙŽØ§</p>
<p><em>â€œApa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?â€</em></p>
<p>Orang tersebut menjawab,</p>
<p>Ù…ÙŽØ§ Ø£ÙŽØ¹Ù’Ø¯ÙŽØ¯Ù’ØªÙ Ù„ÙŽÙ‡ÙŽØ§ Ù…ÙÙ†Ù’ ÙƒÙŽØ«ÙÙŠØ±Ù ØµÙŽÙ„Ø§ÙŽØ©Ù ÙˆÙŽÙ„Ø§ÙŽ ØµÙŽÙˆÙ’Ù…Ù ÙˆÙŽÙ„Ø§ÙŽ ØµÙŽØ¯ÙŽÙ‚ÙŽØ©Ù ØŒ ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙƒÙÙ†Ù‘ÙÙ‰ Ø£ÙØ­ÙØ¨Ù‘Ù Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡ÙŽ ÙˆÙŽØ±ÙŽØ³ÙÙˆÙ„ÙŽÙ‡Ù</p>
<p><em>â€œAku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya.â€</em></p>
<p>Beliau <em>shallallahu â€˜alaihi wa sallam</em> berkata,</p>
<p>Ø£ÙŽÙ†Ù’ØªÙŽ Ù…ÙŽØ¹ÙŽ Ù…ÙŽÙ†Ù’ Ø£ÙŽØ­Ù’Ø¨ÙŽØ¨Ù’ØªÙŽ</p>
<p><em>â€œ(Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.â€</em> (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Dalam riwayat lain di <em>Shohih Bukhari</em>, Anas mengatakan,</p>
<p>ÙÙŽÙ…ÙŽØ§ ÙÙŽØ±ÙØ­Ù’Ù†ÙŽØ§ Ø¨ÙØ´ÙŽÙ‰Ù’Ø¡Ù ÙÙŽØ±ÙŽØ­ÙŽÙ†ÙŽØ§ Ø¨ÙÙ‚ÙŽÙˆÙ’Ù„Ù Ø§Ù„Ù†Ù‘ÙŽØ¨ÙÙ‰Ù‘Ù &#8211; ØµÙ„Ù‰ Ø§Ù„Ù„Ù‡ Ø¹Ù„ÙŠÙ‡ ÙˆØ³Ù„Ù… &#8211; Â« Ø£ÙŽÙ†Ù’ØªÙŽ Ù…ÙŽØ¹ÙŽ Ù…ÙŽÙ†Ù’ Ø£ÙŽØ­Ù’Ø¨ÙŽØ¨Ù’ØªÙŽ Â» . Ù‚ÙŽØ§Ù„ÙŽ Ø£ÙŽÙ†ÙŽØ³ÙŒ ÙÙŽØ£ÙŽÙ†ÙŽØ§ Ø£ÙØ­ÙØ¨Ù‘Ù Ø§Ù„Ù†Ù‘ÙŽØ¨ÙÙ‰Ù‘ÙŽ &#8211; ØµÙ„Ù‰ Ø§Ù„Ù„Ù‡ Ø¹Ù„ÙŠÙ‡ ÙˆØ³Ù„Ù… &#8211; ÙˆÙŽØ£ÙŽØ¨ÙŽØ§ Ø¨ÙŽÙƒÙ’Ø±Ù ÙˆÙŽØ¹ÙÙ…ÙŽØ±ÙŽ ØŒ ÙˆÙŽØ£ÙŽØ±Ù’Ø¬ÙÙˆ Ø£ÙŽÙ†Ù’ Ø£ÙŽÙƒÙÙˆÙ†ÙŽ Ù…ÙŽØ¹ÙŽÙ‡ÙÙ…Ù’ Ø¨ÙØ­ÙØ¨Ù‘ÙÙ‰ Ø¥ÙÙŠÙ‘ÙŽØ§Ù‡ÙÙ…Ù’ ØŒ ÙˆÙŽØ¥ÙÙ†Ù’ Ù„ÙŽÙ…Ù’ Ø£ÙŽØ¹Ù’Ù…ÙŽÙ„Ù’ Ø¨ÙÙ…ÙØ«Ù’Ù„Ù Ø£ÙŽØ¹Ù’Ù…ÙŽØ§Ù„ÙÙ‡ÙÙ…Ù’</p>
<p><em>â€œKami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shallallahu â€˜alaihi wa sallam: Anta maâ€™a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).â€</em></p>
<p>Anas pun mengatakan,</p>
<p>ÙÙŽØ£ÙŽÙ†ÙŽØ§ Ø£ÙØ­ÙØ¨Ù‘Ù Ø§Ù„Ù†Ù‘ÙŽØ¨ÙÙ‰Ù‘ÙŽ &#8211; ØµÙ„Ù‰ Ø§Ù„Ù„Ù‡ Ø¹Ù„ÙŠÙ‡ ÙˆØ³Ù„Ù… &#8211; ÙˆÙŽØ£ÙŽØ¨ÙŽØ§ Ø¨ÙŽÙƒÙ’Ø±Ù ÙˆÙŽØ¹ÙÙ…ÙŽØ±ÙŽ ØŒ ÙˆÙŽØ£ÙŽØ±Ù’Ø¬ÙÙˆ Ø£ÙŽÙ†Ù’ Ø£ÙŽÙƒÙÙˆÙ†ÙŽ Ù…ÙŽØ¹ÙŽÙ‡ÙÙ…Ù’ Ø¨ÙØ­ÙØ¨Ù‘ÙÙ‰ Ø¥ÙÙŠÙ‘ÙŽØ§Ù‡ÙÙ…Ù’ ØŒ ÙˆÙŽØ¥ÙÙ†Ù’ Ù„ÙŽÙ…Ù’ Ø£ÙŽØ¹Ù’Ù…ÙŽÙ„Ù’ Ø¨ÙÙ…ÙØ«Ù’Ù„Ù Ø£ÙŽØ¹Ù’Ù…ÙŽØ§Ù„ÙÙ‡ÙÙ…Ù’</p>
<p><em>â€œKalau begitu aku mencintai Nabi shallallahu â€˜alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan â€˜Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.â€</em></p>
<p>Bandingkan, bagaimana jika yang dicintai dan diagungkan adalah seorang tokoh Nashrani yang dianggap sebagai pembela dan pejuang cinta di saat raja melarang menikahkan para pemuda. Valentine-lah sebagai pahlawan dan pejuang ketika itu. Lihatlah sabda Nabi <em>shallallahu â€˜alaihi wa sallam</em> di atas: <em>â€œKalau begitu engkau bersama dengan orang yang engkau cintaiâ€. Jika Anda seorang muslim, manakah yang Anda pilih, dikumpulkan bersama orang-orang sholeh ataukah bersama tokoh Nashrani yang jelas-jelas kafir?</em></p>
<p>Siapa yang mau dikumpulkan di hari kiamat bersama dengan orang-orang kafir[?] Semoga menjadi bahan renungan bagi Anda, wahai para pengagum Valentine!</p>
<p><strong>Kerusakan Keempat: Ucapan Selamat Berakibat Terjerumus Dalam Kesyirikan dan Maksiat</strong></p>
<p>â€œValentineâ€ sebenarnya berasal dari bahasa Latin yang berarti: â€œYang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasaâ€. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. (Dari berbagai sumber)</p>
<p>Oleh karena itu disadari atau tidak, jika kita meminta orang menjadi â€œTo be my valentine (Jadilah valentineku)â€, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi â€œSang Maha Kuasaâ€. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala.</p>
<p>Kami pun telah kemukakan di awal bahwa hari valentine jelas-jelas adalah perayaan nashrani, bahkan semula adalah ritual paganisme. Oleh karena itu, mengucapkan selamat hari kasih sayang atau ucapan selamat dalam hari raya orang kafir lainnya adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijmaâ€™ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim <em>rahimahullah </em>dalam kitabnya <em>Ahkamu Ahlidz Dzimmah</em> (1/441, <em>Asy Syamilah</em>). Beliau <em>rahimahullah</em> mengatakan, â€œAdapun memberi ucapan selamat pada syiâ€™ar-syiâ€™ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal atau selamat hari valentine, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijmaâ€™ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, â€˜Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimuâ€™, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.â€</p>
<p><strong>Kerusakan Kelima: Hari Kasih Sayang Menjadi Hari Semangat Berzina</strong></p>
<p>Perayaan Valentineâ€™s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.</p>
<p>Dalam semangat hari <a title="Valentine's Day" href="http://muslim.or.id/manhaj-salaf/6-kerusakan-valentines-day.html">Valentine</a> itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang. <em>Naâ€™udzu billah min dzalik.</em></p>
<p>Padahal mendekati zina saja haram, apalagi melakukannya. Allah Taâ€™ala berfirman,</p>
<p>ÙˆÙŽÙ„ÙŽØ§ ØªÙŽÙ‚Ù’Ø±ÙŽØ¨ÙÙˆØ§ Ø§Ù„Ø²Ù‘ÙÙ†ÙŽØ§ Ø¥ÙÙ†Ù‘ÙŽÙ‡Ù ÙƒÙŽØ§Ù†ÙŽ ÙÙŽØ§Ø­ÙØ´ÙŽØ©Ù‹ ÙˆÙŽØ³ÙŽØ§Ø¡ÙŽ Ø³ÙŽØ¨ÙÙŠÙ„Ù‹Ø§</p>
<p><em>â€œDan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.â€</em> (QS. Al Isroâ€™ [17]: 32)</p>
<p>Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan â€˜Janganlah melakukannyaâ€™. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang.</p>
<p><strong>Kerusakan Keenam: Meniru Perbuatan Setan</strong></p>
<p>Menjelang hari Valentine-lah berbagai ragam coklat, bunga, hadiah, kado dan souvenir laku keras. Berapa banyak duit yang dihambur-hamburkan ketika itu. Padahal sebenarnya harta tersebut masih bisa dibelanjakan untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat atau malah bisa disedekahkan pada orang yang membutuhkan agar berbuah pahala. Namun, hawa nafsu berkehendak lain. Perbuatan setan lebih senang untuk diikuti daripada hal lainnya. Itulah pemborosan yang dilakukan ketika itu mungkin bisa bermilyar-milyar rupiah dihabiskan ketika itu oleh seluruh penduduk Indonesia, hanya demi merayakan hari Valentine. Tidakkah mereka memperhatikan firman Allah,</p>
<p>ÙˆÙŽÙ„Ø§ ØªÙØ¨ÙŽØ°Ù‘ÙØ±Ù’ ØªÙŽØ¨Ù’Ø°ÙÙŠØ±Ù‹Ø§ Ø¥ÙÙ†Ù‘ÙŽ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¨ÙŽØ°Ù‘ÙØ±ÙÙŠÙ†ÙŽ ÙƒÙŽØ§Ù†ÙÙˆØ§ Ø¥ÙØ®Ù’ÙˆÙŽØ§Ù†ÙŽ Ø§Ù„Ø´Ù‘ÙŽÙŠÙŽØ§Ø·ÙÙŠÙ†Ù</p>
<p><em>â€œDan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.â€</em> (QS. Al Isroâ€™ [17]: 26-27). Maksudnya adalah mereka menyerupai setan dalam hal ini. Ibnu Masâ€™ud dan Ibnu â€˜Abbas mengatakan, <em>â€œTabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu pada jalan yang keliru.â€</em> (Lihat <em>Tafsir Al Qurâ€™an Al â€˜Azhim</em>)</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Itulah sebagian kerusakan yang ada di hari valentine, mulai dari paganisme, kesyirikan, ritual Nashrani, perzinaan dan pemborosan. Sebenarnya, cinta dan kasih sayang yang diagung-agungkan di hari tersebut adalah sesuatu yang semu yang akan merusak akhlak dan norma-norma agama. Perlu diketahui pula bahwa Valentineâ€™s Day bukan hanya diingkari oleh pemuka Islam melainkan juga oleh agama lainnya. Sebagaimana berita yang kami peroleh dari internet bahwa hari Valentine juga diingkari di India yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Alasannya, karena hari valentine dapat merusak tatanan nilai dan norma kehidupan bermasyarakat. Kami katakan: â€œHanya orang yang tertutup hatinya dan mempertuhankan hawa nafsu saja yang enggan menerima kebenaran.â€</p>
<p>Oleh karena itu, kami ingatkan agar kaum muslimin tidak ikut-ikutan merayakan hari Valentine, tidak boleh mengucapkan selamat hari Valentine, juga tidak boleh membantu menyemarakkan acara ini dengan jual beli, mengirim kartu, mencetak, dan mensponsori acara tersebut karena ini termasuk tolong menolong dalam dosa dan kemaksiatan. Ingatlah, Setiap orang haruslah takut pada kemurkaan Allah Taâ€™ala. Semoga tulisan ini dapat tersebar pada kaum muslimin yang lainnya yang belum mengetahui. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepada kita semua.</p>
<p><em>Alhamdulillahilladzi bi niâ€™matihi tatimmush sholihaat. Wa shollallahu â€˜ala nabiyyina Muhammad wa â€˜ala alihi wa shohbihi wa sallam.</em></p>
<p>Panggang, Gunung Kidul, 12 Shofar 1430 H<br />
Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya</p>
<p>Penulis: <a title="Blog Muhammad Abduh Tuasikal" href="http://rumaysho.wordpress.com/">Muhammad Abduh Tuasikal</a><a title="Blog Muhammad Abduh Tuasikal" href="http://rumaysho.wordpress.com/"><br />
</a>Artikel <a title="Valentine's Day" href="http://muslim.or.id/manhaj-salaf/6-kerusakan-valentines-day.html">www.muslim.or.id</a></p>
<h2>Dukung Dakwah</h2>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2009/02/16/ada-apa-dengan-valentine%e2%80%99s-day/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2009/02/16/ada-apa-dengan-valentine%e2%80%99s-day/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2009/02/16/ada-apa-dengan-valentine%e2%80%99s-day/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2009/02/16/ada-apa-dengan-valentine%e2%80%99s-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Belum Menikah Mas? 12 Sebab Menuda Menikah &amp; Solusinya</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2008/09/26/kenapa-belum-menikah-mas-12-sebab-menuda-menikah-solusinya/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2008/09/26/kenapa-belum-menikah-mas-12-sebab-menuda-menikah-solusinya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 06:56:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Dawuhe Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara]]></category>
		<category><![CDATA[Sex]]></category>
		<category><![CDATA[belum menikah knp]]></category>
		<category><![CDATA[gay dan solusinya]]></category>
		<category><![CDATA[hal menikah]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah walimah dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[jombaling belum menikah]]></category>
		<category><![CDATA[kenapa belum siap menikah]]></category>
		<category><![CDATA[kenapa prabowo belum menikah]]></category>
		<category><![CDATA[ngejawab kenapa belum menikah]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah belum nikah]]></category>
		<category><![CDATA[wanita usia tua belum menikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2008/09/26/kenapa-belum-menikah-mas-11-sebab-menuda-menikah-dan-solusinya/</guid>
		<description><![CDATA[Menikah merupakan sunnah (jalan hidup) para nabi dan rasul â€˜alaihimus salam sebagaimana difir-mankan Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala, â€œDan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan.â€ (Ar-Raâ€™d: 38) Menikah juga merupakan nikmat Allah kepada hamba-hamba-Nya yang dengannya akan diperoleh maslahat dunia dan akhirat, pribadi dan masyarakat, sehingga Allah menjadikannya sebagai salah satu tuntutan syaraâ€™. Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala berfirman, â€œDan kawinkan-lah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan.â€ (QS. 24:32) Menunda nikah kalau kita perhatikan, kini telah menjadi sebuah fenomena di masyarakat yang cukup menarik perhatian berbagai kalangan. Penundaan tersebut memiliki beberapa sebab, di antaranya ada yang berkaitan dengan keluarga dan masyarakat, ada pula yang terkait langsung dengan para pemuda dan pemudi sendiri. Di bawah ini di antara sebab-sebab yang menjadikan para pemuda dan pemudi menunda nikah: 1. Lemahnya Pemahaman Syarâ€™i Tentang Nikah. Seseorang jika tahu bahwa sesuatu itu adalah ibadah, maka segala apa yang dihadapinya akan tampak lebih ringan. Halangan dan rintangan yang ada, meskipun berat akan dihadapi dengan lapang dada dan penuh kesabaran, sehingga urusan menjadi terasa lebih mudah. Di dalam nikah, terdapat beberapa bentuk ibadah, di antaranya: Untuk menjaga para [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="MsgBodyText"><img align="left" alt="menikah.jpg" id="image542" src="http://mbah-marijan.org/wp-content/uploads/2008/09/menikah.thumbnail.jpg" />Menikah merupakan <span style="font-style: italic">sunnah </span>(jalan hidup) para nabi dan rasul <span style="font-style: italic">â€˜alaihimus salam s</span>ebagaimana difir-mankan Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala,<br />
</span></p>
<p><span class="MsgBodyText">â€œ<span style="font-style: italic">Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan.</span>â€ (Ar-Raâ€™d: 38)<br />
</span></p>
<p><span class="MsgBodyText">Menikah juga merupakan nikmat Allah kepada hamba-hamba-Nya yang dengannya akan diperoleh maslahat dunia dan akhirat, pribadi dan masyarakat, sehingga Allah menjadikannya sebagai salah satu tuntutan <span style="font-style: italic">syara</span>â€™.</span></p>
<p>Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala berfirman, â€œ<span style="font-style: italic">Dan kawinkan-lah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan.</span>â€ (QS. 24:32)</p>
<p><span class="MsgBodyText">Menunda nikah kalau kita perhatikan, kini telah menjadi sebuah fenomena di masyarakat yang cukup menarik perhatian berbagai kalangan. Penundaan tersebut memiliki beberapa sebab, di antaranya ada yang berkaitan dengan keluarga dan masyarakat, ada pula yang terkait langsung dengan para pemuda dan pemudi sendiri.</span></p>
<p>Di bawah ini di antara sebab-sebab yang menjadikan para pemuda dan pemudi menunda nikah: <span id="more-541"></span></p>
<p><span style="font-weight: bold">1. Lemahnya Pemahaman Syarâ€™i Tentang Nikah. </span></p>
<p>Seseorang jika tahu bahwa sesuatu itu adalah ibadah, maka segala apa yang dihadapinya akan tampak lebih ringan. Halangan dan rintangan yang ada, meskipun berat akan dihadapi dengan lapang dada dan penuh kesabaran, sehingga urusan menjadi terasa lebih mudah.</p>
<p>Di dalam nikah, terdapat beberapa bentuk ibadah, di antaranya: Untuk menjaga para pemuda dan pemudi dari perbuatan negatif dan dosa dan untuk melahirkan generasi pilihan yang siap beribadah kepada Allah, mendirikan shalat, berpuasa dan berjuang di jalan-Nya.</p>
<p><span style="font-weight: bold">2. Biaya yang Berlebihan </span></p>
<p>Angka rupiah yang melambung tinggi untuk biaya nikah terkadang menjadi momok tersendiri bagi para pemuda, sehingga hal itu menjadi beban bagi dirinya dan keluarganya.<br />
Masalah ini biasanya lebih dikarenakan alasan adat, ikut-ikutan, gengsi atau mengikuti trends. Ini semua menyalahi ajaran Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam dan merupakan penghalang bagi pemuda-pemudi untuk menikah.</p>
<p><span style="font-weight: bold">3. Terikat dengan Studi </span></p>
<p>Sebagian pemuda ada yang tidak memikirkan nikah sama sekali, kecuali setelah selesai studinya. Bahkan hingga tingkat pasca sarjana atau doktoral di luar negeri, hingga bertahun-tahun. Demikian pula dengan para pemudinya yang kuliah untuk dapat mengejar jenjang akademisnya, hingga mengabaikan masalah pernikahan.</p>
<p><span style="font-weight: bold">4. Kekeliruan Cara Pandang Terhadap Pemuda Pelamar </span></p>
<p>Ketika ada seorang pemuda melamar gadis maka yang pertama ditanyakan adalah apa pekerjaannya dan berapa penghasilan atau gajinya. Dan karena penghasilan yang kurang besar, banyak para pemuda yang tidak diterima lamarannya, padahal tidak seharusnya demikian.</p>
<p><span style="font-weight: bold"> 5. Banyaknya Pengaruh dari Orang Lain. </span></p>
<p>Baik itu dari tetangga, kerabat, teman atau sesama pemuda, padahal mereka bukanlah orang-orang yang faham ilmu syarâ€™i. Orang-orang tersebut memberikan pertimbangan-pertimbangan yang kurang proporsional sehingga menjadikan lemah dan kendornya semangat untuk menikah.</p>
<p><span style="font-weight: bold">6. Belum Ketemu yang Didambakan. </span></p>
<p>Ada sebagian pemuda yang menunda-nunda nikah karena mencari wanita yang betul-betul memenuhi kriteria impiannya, sempurna dari semua segi. Bahkan boleh jadi ada yang membatalkan lamaran karena si wanita tadi kurang tinggi beberapa senti saja. Demikian pula dengan pemudinya yang mendambakan laki-laki yang sempurna dari segala sisi, sehingga setiap ada pemuda yang melamar selalu ditolak karena tidak memenuhi kriteria yang didambakan.</p>
<p><span style="font-weight: bold">7. Kurang Adanya Kerja Sama di Masyarakat. </span><br style="font-weight: bold" /><br />
Kerjasama di masyarakat untuk saling memberi informasi pemuda-pemudi yang siap menikah, dirasakan masih kurang.</p>
<p><span style="font-weight: bold">8. Merebaknya Media yang Merusak </span></p>
<p>Seperti menampilkan acara-acara yang menggambarkan permasalahan-permasalahan rumah tangga, perteng-karan suami istri, antara istri dengan keluarga suami dan lain-lain. Hal ini berpengaruh, ketika seorang pemuda akan melamar, yaitu munculnya persangkaan negatif dan rasa curiga yang berlebihan.</p>
<p><span style="font-weight: bold">9. Kurangnya Rasa Tanggung Jawab di Kalangan Pemuda. </span></p>
<p>Tidak adanya keseriusan seorang pemuda di dalam mengemban tang-gung jawab hidup, terkadang meru-pakan penghalang untuk menikah. Mereka merasa amat berat dan lemah menghadapi kehidupan, apalagi kehidupan rumah tangga. Karena mereka tumbuh dan terbiasa dalam kondisi santai, serba enak dan dimanja.</p>
<p><span style="font-weight: bold"> 10. Banyaknya Media dan Tempat Hiburan. </span></p>
<p>Maraknya tempat-tempat hiburan dan tempat-tempat yang merusak, ditambah dengan sarana transportasi dan telekomunikasi yang tidak dimanfaatkan dengan benar menjadikan fitnah tersebar di mana-mana. Maka tak jarang pemuda atau pemudi asyik dan terlena dengan semua itu, sehingga tidak ada perhatian sama sekali terhadap nikah.</p>
<p><span style="font-weight: bold"> 11. Budaya Hubungan Pranikah (pacaran) </span></p>
<p>Jika seorang pemuda mengikat hubungan dengan pemudi sebelum menikah, maka pada dasarnya sama saja dengan menjerumuskan diri ke dalam bahaya dan kesulitan. Hal ini juga berdampak kepada si gadis, ketika akan dilamar, maka mungkin dia menolak dengan alasan telah ada hubungan dengan pemuda lain, padahal sebenarnya pemuda tersebut bukanlah apa-apanya.</p>
<p><span style="font-weight: bold"> 12. Keberatan Orang Tua terhadap Anak Gadisnya. </span></p>
<p>Terutama jika si anak memiliki penghasilan yang lumayan besar atau ia seorang anak yang berbakti, biasanya si orang tua berat hati melepasnya karena masih ingin mendapat perha-tian atau pelayanan darinya.</p>
<p><span style="font-weight: bold">SOLUSI </span></p>
<p>Masalah menunda pernikahan bagi pemuda dan pemudi merupakan masalah yang cukup serius dan memiliki dampak negatif yang amat banyak. Maka sebagai jalan keluarnya dalam kesempatan ini disampaikan beberapa saran kepada masyarakat umum dan lebih khusus para orang tua dan walinya. Diantaranya yaitu:</p>
<p>Memberikan pengarahan secara intensif kepada masyarakat tentang tujuan menikah, kebaikan yang diperoleh, hukum dan adabnya. Hendaknya disampaikan secara sederhana dan dengan bahasa yang mudah. Tujuannya supaya dapat menghilangkan anggapan keliru seputar pernikahan masa muda.</p>
<p>Menyebarluaskan pernikahan para pemuda/pemudi dan memberikan pujian kepada mereka serta orang tuanya.</p>
<p>Senantiasa mengingatkan bahwa usia yang paling utama untuk menikah adalah di masa muda. Alangkah indah jawaban yang disampaikan oleh seseorang ketika ditanya, â€œKapan usia yang tepat untuk menikah? Maka ia menjawab, â€œ<span style="font-style: italic">Kapan selayaknya seseorang itu makan?</span>&#8221; Maka orang tentu akan menjawab â€œ<span style="font-style: italic">ketika ia laparâ€</span>. Demikian pula ketika seorang remaja telah melewati masa baligh, maka itulah waktu yang sangat pas untuk menikah karena tuntutan kebutuhan fithrah dan sebagai penjagaan dari berbagai perilaku negatif.</p>
<p>Memberikan dorongan dan anjuran kepada para orang tua dan kerabat agar menikahkan putra-putrinya di usia muda serta memperingatkan akan bahaya dan dampak negatif dari menunda-nundanya.</p>
<p>Membiasakan agar tidak bermewah-mewahan di dalam mengadakan walimah, sebab hal ini sering menjadi masalah bagi para pemuda yang ingin menikah. Nabi telah bersabda, â€<span style="font-style: italic">Adakan walimah meski hanya dengan seekor kambing!</span>â€ Jelas sekali bahwa walimah tidak harus memaksakan diri dengan sesuatu yang serba mewah.</p>
<p>Mengajak kepada masyarakat agar memberikan keringanan dalam mahar (maskawin).</p>
<p>Senantiasa memberikan dorongan dan anjuran untuk menikah, karena ia merupakan salah satu sunnah Nabi <span style="font-style: italic">Shallallaahu alaihi wa Salam</span>.</p>
<p>Hendaknya bagi orang yang memiliki kelebihan dan keluasan harta supaya memberikan bantuan kepada saudara, teman atau kerabatnya yang membutuhkan biaya pernikahan demi untuk menjaga para pemuda dan pemudi dari hal-hal yang negatif. Asy-Syaikh Abdul <span style="font-style: italic">Aziz bin Baz</span> dan <span style="font-style: italic">Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin</span>-semoga Allah merahmati beliau berdua memperbolehkan penyaluran dana zakat untuk membantu para fakir miskin yang membutuhkan biaya pernikahan khusus untuk membayar mahar dan biaya pernikahan saja.</p>
<p>Menganjurkan para pemuda, baik melalui teman-temannya atau kerabatnya supaya memberikan dorongan untuk menikah. Juga menganjurkan para wali agar bersegera menikahkan putrinya atau para gadis yang berada dalam tanggungannya.</p>
<p>Memberikan kabar gembira bahwa menikah merupakan salah satu sebab dibukanya pintu rizki, sebagaimana disabdakan Nabi <span style="font-style: italic">Shallallaahu alaihi wa Salam</span> ,â€œ<span style="font-style: italic">Tiga orang yang akan dijamin pertolongan dari Allah: Orang menikah karena ingin menjaga diri, mukatib (hamba sahaya yang ingin memerdekakan diri) yang menepati janjinya dan orang yang berperang di jalan Allah.</span>â€</p>
<p>Memperingatkan para pemuda untuk tidak menyianyiakan harta dan agama, berfoya-foya dan senang-senang, suka melancong dan menghambur-hamburkan uang. Ingatkan pula bahwa menikah itu tidaklah membutuhkan biaya yang sangat besar, bahkan boleh jadi biaya yang digunakan sekali jalan dalam melancong adalah lebih besar daripada biaya pernikahan.</p>
<p>Bagi yang telah lebih dahulu menikah hendaklah memberikan pengarahan yang logis dengan penuh hikmah kepada para pemuda. Jangan-lah terlalu idealis di dalam memilih pendamping hidup, cukuplah sabda Nabi <span style="font-style: italic">Shallallaahu alaihi wa Salam</span> menjadi acuan di dalam hal memilih istri. Beliau mengatakan bahwa wanita dinikahi karena empat hal dan beliau menjadikan yang paling utama adalah yang baik agamanya.</p>
<p>Memperingatkan keluarga dan kerabat agar jangan menunda-nunda pernikahan putri-putrinya Nabi <span style="font-style: italic">Shallallaahu alaihi wa Salam</span> pernah bersabda kepada <span style="font-style: italic">shahabat </span>Ali <span style="font-style: italic">Radhiallaahu anhu</span>, â€œ<span style="font-style: italic">Tiga perkara wahai Ali, janganlah engkau menunda-nunda</span>,â€ <span style="font-style: italic">shalat jika telah masuk waktunya, jenazah bila telah siap dishalatkan, wanita sendirian jika telah ada jodohnya.</span>â€ (HR. Ahmad)</p>
<p>Membentuk keluarga dan ling-kungan yang baik dan islami yang mengerti dan bersungguh-sungguh dengan ajaran Islam. Sehingga dampak-nya adalah akan memberikan dukungan yang besar terhadap berkembangnya ajaran dan sunnah Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam termasuk salah satunya adalah menikah.</p>
<p>Memperingatkan para ibu dan bapak agar bersegera menikahkan putra-putrinya jika telah siap. Karena menundanya terkadang akan memberikan dampak negatif berupa penyimpangan moral atau terjadinya hubungan yang diharamkan. Dan sebagai orang tua tentu juga memperoleh dosa akibat kelalaian yang diperbuatnya.</p>
<p>Sumber: Forum fsÂ  <span style="font-style: italic">Ahlussunnah Wal Jama&#8217;ah</span></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2008/09/26/kenapa-belum-menikah-mas-12-sebab-menuda-menikah-solusinya/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2008/09/26/kenapa-belum-menikah-mas-12-sebab-menuda-menikah-solusinya/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2008/09/26/kenapa-belum-menikah-mas-12-sebab-menuda-menikah-solusinya/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2008/09/26/kenapa-belum-menikah-mas-12-sebab-menuda-menikah-solusinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Romantisme Jihad</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2008/05/27/romantisme-jihad/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2008/05/27/romantisme-jihad/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 02:51:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[kata kata romantis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2008/05/27/romantisme-jihad/</guid>
		<description><![CDATA[Romantisme memiliki makna yang demikian kompleks. Ternyata romantisme tidak hanya terkait dengan seks, tidak selalu terkait dengan kenikmatan-kenikmatan lahiriah, tidak hanya terkait dengan nostalgia, dengan mengenang keindahan masa lalu. Bahkan, dibalik berbagai musibah yang terjadi, juga terselip seribu satu romantisme. Bahkan, dibalik segala kesulitan, di sela-sela berbagai cobaan, aral dan rintangan, seringkali muncul hal-hal yang demikian romantis, menurut mata pandang iman. Oleh sebab itu, Alloh menggambarkan jihad sebagai sebuah amal perbuatan yangÂ  memuat sejuta romantisme. &#8220;Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Alloh itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Robbnya dengan mendapat rezeki. Mereka dalam Keadaan gembira disebabkan karunia Alloh yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.&#8221; (&#8216;Ali &#8216;Imron:166-171) Dalam sebuah hadits, Nabi juga memberikan gambaran jihad sebagai berikut: &#8220;Setiap luka yang menguak di jalan Alloh dan Alloh Maha Mengetahui siapa yang terluka di jalan Alloh, pasti datang pada hari kiamat dalam keadaan lukanya mengeluarkan darah, warnanya merah darah dan aromanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Romantisme memiliki makna yang demikian kompleks. Ternyata romantisme tidak hanya terkait dengan seks, tidak selalu terkait dengan kenikmatan-kenikmatan lahiriah, tidak hanya terkait dengan nostalgia, dengan mengenang keindahan masa lalu. Bahkan, dibalik berbagai musibah yang terjadi, juga terselip seribu satu romantisme. Bahkan, dibalik segala kesulitan, di sela-sela berbagai cobaan, aral dan rintangan, seringkali muncul hal-hal yang demikian romantis, menurut mata pandang iman.</p>
<p>Oleh sebab itu, Alloh menggambarkan jihad sebagai sebuah amal perbuatan yangÂ  memuat sejuta romantisme.<span id="more-491"></span></p>
<p><em>&#8220;Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Alloh itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Robbnya dengan mendapat rezeki. Mereka dalam Keadaan gembira disebabkan karunia Alloh yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.&#8221;</em> (&#8216;Ali &#8216;Imron:166-171)</p>
<p>Dalam sebuah hadits, Nabi juga memberikan gambaran jihad sebagai berikut:</p>
<p><em>&#8220;Setiap luka yang menguak di jalan Alloh dan Alloh Maha Mengetahui siapa yang terluka di jalan Alloh, pasti datang pada hari kiamat dalam keadaan lukanya mengeluarkan darah, warnanya merah darah dan aromanya semerbak kasturi.</em>&#8221; (Dikeluarkan oleh Bukhori No.2803, Kitab Al-Jihad; dan Muslim No. 1876(105), Kitab Al-Imron:169-171)</p>
<p>Rosululloh <em>shalallohu &#8216;alayhiwasalam</em> juga menggambarkan sosok yang berjihad, yang tubuhnya dipenuhi luka, bahwa di hari kiamat nanti, ia akan dibangkitkan dengan luka menganga menampakkan warna merah, menyebarkan wangi kasturi.</p>
<p>Itulah, romantisme jihad. Dan romantisme, memuat berbagai hal lain yang sulit digambarkan dengan kata-kata.<br />
<strong><br />
Sumber:</strong> Buku &#8220;Sutra Romantika: Meneladani Perilaku Nabi <em>Shalallohu &#8216;alayhiwasalam</em> yang romantis&#8221; <strong>- </strong>Ustadz Abu &#8216;Umar Basyir Dalam <strong>bab</strong> Romantisme Digugat <strong>Halaman</strong>:121-124)</p>
<p>www.mbah-marijan.org -www.simbah.org</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2008/05/27/romantisme-jihad/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2008/05/27/romantisme-jihad/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2008/05/27/romantisme-jihad/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2008/05/27/romantisme-jihad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8216;Cinta&#8217;</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2008/05/22/cinta/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2008/05/22/cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 05:40:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara]]></category>
		<category><![CDATA[Serat]]></category>
		<category><![CDATA[al qur]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[cinta abadi]]></category>
		<category><![CDATA[itu]]></category>
		<category><![CDATA[kontan]]></category>
		<category><![CDATA[mabuk]]></category>
		<category><![CDATA[rosul]]></category>
		<category><![CDATA[saja]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2008/05/22/cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Cintalah yang menggerakkan para Pecinta untuk mencari â€œyang dicintainyaâ€. Dengan Meraih hasil pencariannya itu ia akan merasa mendapat kesempurnaan. Cintalah yang menggerakkan pecinta Ar-Rohman, pecinta Al-Qurâ€™an, pecinta Ilmu dan Iman, pecinta barang perniagaan dan uang, pecinta berhala dan salib, pecinta wanita atau remaja pria, pecinta anak-anak, dan pecinta saudara; sehingga membangkitkan energi yang bersumber dari hati menuju apa pun yang dicintainya. Oleh sebab itu, kita akan mendapati, mereka yang mabuk kepayang kepada wanita dan remaja pria, juga penggilaKitab Suci Setan, yaitu lagu dan musik; tidak pernah tergerak hatinya untuk mendengar ilmu dan bukti-bukti keimanan, dan juga saat membaca Al-Qurâ€™an. Tapi Ketika apa yang dicintainya itu disebut-sebut, kontan hatinya tergugah dan menggeliat hebat, batin dan lahirnya pun bergerak mengejarnya dengan penuh kerinduan, bahkan ia akan sangat berbahagia mendengar â€™sang kekasihâ€™ disebut-sebut. Semua kecintaan di sini tentu saja bernilai kepunahan, kecuali kecintaan kepada Alloh dan kepada apa saja atau siapa saja yang membantu proses kecintaan kepadanya-Nya, seperti cinta kepada Rosul-Nya, Kitab-Nya, agama-Nya, dan wali-Nya, juga kepada kaum muslimin seluruhnya. Inilah cinta Abadi. Abadi buah dan kenikmatannya, karena keabadian Dzat yang menjadi tumpuan cinta. (Ighaatsatul Lahfaan &#8211; Imam Ibnu Qoyyim, I:132) http://pikojogja.wordpress.com Tweet]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cintalah yang menggerakkan para Pecinta untuk mencari â€œyang dicintainyaâ€.</p>
<p>Dengan Meraih hasil pencariannya itu ia akan merasa mendapat kesempurnaan.</p>
<p>Cintalah yang menggerakkan pecinta Ar-Rohman, pecinta Al-Qurâ€™an, pecinta Ilmu dan Iman, pecinta barang perniagaan dan uang, pecinta berhala dan salib, pecinta wanita atau remaja pria, pecinta anak-anak, dan   pecinta saudara; sehingga membangkitkan energi yang bersumber dari hati menuju apa pun yang dicintainya.<span id="more-490"></span><span id="more-190" /></p>
<p>Oleh sebab itu, kita akan mendapati, mereka yang mabuk kepayang kepada wanita dan remaja pria, juga penggilaKitab Suci Setan, yaitu lagu dan musik; tidak pernah tergerak hatinya untuk mendengar ilmu dan bukti-bukti keimanan, dan juga saat membaca Al-Qurâ€™an.</p>
<p>Tapi Ketika apa yang dicintainya itu disebut-sebut, kontan hatinya tergugah dan menggeliat hebat, batin dan lahirnya pun bergerak mengejarnya dengan penuh kerinduan, bahkan ia akan sangat berbahagia mendengar â€™sang kekasihâ€™ disebut-sebut.</p>
<p>Semua kecintaan di sini tentu saja bernilai kepunahan, kecuali kecintaan kepada Alloh dan kepada apa saja atau siapa saja yang membantu proses kecintaan kepadanya-Nya, seperti cinta kepada Rosul-Nya, Kitab-Nya, agama-Nya, dan wali-Nya, juga kepada kaum muslimin seluruhnya.</p>
<p>Inilah cinta Abadi.</p>
<p>Abadi buah dan kenikmatannya, karena keabadian Dzat yang menjadi tumpuan cinta.</p>
<p>(Ighaatsatul Lahfaan &#8211; Imam Ibnu Qoyyim, I:132)</p>
<p>http://pikojogja.wordpress.com</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2008/05/22/cinta/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2008/05/22/cinta/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2008/05/22/cinta/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2008/05/22/cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengais Rezeki Dengan Menikah (1)</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2008/05/15/mengais-rezeki-dengan-menikah-1/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2008/05/15/mengais-rezeki-dengan-menikah-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 15:23:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piko_jogja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Critone Simbah]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[bernama]]></category>
		<category><![CDATA[kira kira]]></category>
		<category><![CDATA[kisah pernikahan awal]]></category>
		<category><![CDATA[Mas]]></category>
		<category><![CDATA[mau]]></category>
		<category><![CDATA[menikah]]></category>
		<category><![CDATA[menikah melapangkan rejeki]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[rejeki ketika menikah]]></category>
		<category><![CDATA[rezeki niat untuk menikah]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2008/05/15/mengais-rezeki-dengan-menikah-1/</guid>
		<description><![CDATA[Seri Kisah nyata motifasi menikah Suatu hari ada seorang pemuda kurang terpelajar dengan kata lain bodo yang tinggal di Bantul, DIY mencari pekerjaan di kota Jogja. Akhirnya dia mendapatkan pekerjaan sebagai penjaga rental PS (Play Station) di Condong Catur tepatnya di selatan toko Pamella 6. Karena kendaraan yang dimilikinya hanyalah sepeda onthel, dia ngonthel alias mengayuh sepedanya dari Bantul sampe Condong Catur Sleman. Seiring waktu berjalan dia curhat sama salah seorang kenalannya bernama Mas Kukuh, mahasiswa AMIKOM yang tinggal di Sebuah Masjid. â€œMas, aku iki pingin nikah. Mbok ya o dicarikan bojo (istri). Yang seperti apa aja aku mau. Yang penting mau diajak rekoso (susah)â€ Mas Kukuh akhirnya mencarikan calon Istri buat pemuda itu. Akhirnya Mas Kukuh mendapati seorang wanita yang juga memintanya mencarikan suami untuk dia. â€œMas tolong saya carikan bojo (suami). Siapa aja mau yang penting mau rekoso (susah) dan mau bekerja keras&#8221; Tanpa pikir lagi Mas Kukuh menjodohkan mereka berdua. Walaupun mereka berdua belum mengetahui orangnya mereka setuju untuk dinikahkan. Akhirnya Mas Kukuh melamarkan pemuda tadi ke wanita itu. Proses pernikahan dilakukan sangat sederhana. Kira-kira sang pemuda mengeluarkan uang tidak sampai dari Rp.500.000,-. Sampai pernikahan selesai sang pemuda tadi hanya mengantongi uang Rp.50.000,-. Modal itulah untuk mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Seri Kisah nyata motifasi menikah</em></p></blockquote>
<p>Suatu hari ada seorang pemuda kurang terpelajar dengan kata lain <em>bodo</em> yang tinggal di Bantul, DIY mencari pekerjaan di kota Jogja. Akhirnya dia mendapatkan pekerjaan sebagai penjaga rental PS (Play Station) di Condong Catur tepatnya di selatan toko Pamella 6. Karena kendaraan yang dimilikinya hanyalah sepeda onthel, dia <em>ngonthel</em> alias mengayuh sepedanya dari Bantul sampe Condong Catur Sleman.<span id="more-489"></span></p>
<p>Seiring waktu berjalan dia curhat sama salah seorang kenalannya bernama Mas Kukuh, mahasiswa AMIKOM yang tinggal di Sebuah Masjid.<span id="more-187" /></p>
<p><em>â€œMas, aku iki pingin nikah. Mbok ya o dicarikan bojo (istri). Yang seperti apa aja aku mau. Yang penting mau diajak rekoso (susah)â€</em></p>
<p>Mas Kukuh akhirnya mencarikan calon Istri buat pemuda itu. Akhirnya Mas Kukuh mendapati seorang wanita yang juga memintanya mencarikan suami untuk dia.</p>
<p><em>â€œMas tolong saya carikan bojo (suami). Siapa aja mau yang penting mau rekoso (susah) dan mau bekerja keras&#8221;</em></p>
<p>Tanpa pikir lagi Mas Kukuh menjodohkan mereka berdua. Walaupun mereka berdua belum mengetahui orangnya mereka setuju untuk dinikahkan. Akhirnya Mas Kukuh melamarkan pemuda tadi ke wanita itu.</p>
<p>Proses pernikahan dilakukan sangat sederhana. Kira-kira sang pemuda mengeluarkan uang tidak sampai dari Rp.500.000,-. Sampai pernikahan selesai sang pemuda tadi hanya mengantongi uang Rp.50.000,-. Modal itulah untuk mereka memulai rumahtangga.</p>
<p>Setiap waktu sang pemuda yang menjadi suami bekerja di rental PS seperti biasa. Seiring waktu, dalam waktu hanya 3 bulan, pemuda tadi akhirnya bisa membeli sebuah motor. <em>MasyaAlloh wa ShubhanAlloh</em>. Alloh membukakan rizkinya bagi orang yang menikah.</p>
<p>Sampai sekarang sang suami itu masih bekerja sebagai penjaga Rental PS di selatan Toko Swalayan Pamella 6. <em>Mumkin</em>, setahun depan sang suami itu punya mobil atau bahkan punya usaha sendiri. <em>Allohu aâ€™lam</em>.<br />
 <a target="_blank" href="http://pikojogja.wordpress.com/2008/05/15/obrolan-singkat-dengan-mas-ahlihi/">(Riwayat Piko dari Ahlihi dari Mas Kukuh)</a></p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2008/05/15/mengais-rezeki-dengan-menikah-1/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2008/05/15/mengais-rezeki-dengan-menikah-1/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2008/05/15/mengais-rezeki-dengan-menikah-1/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2008/05/15/mengais-rezeki-dengan-menikah-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KISAH DI BALIK LAYAR AAC I</title>
		<link>http://mbah-marijan.org/2008/03/25/kisah-di-balik-layar-aac-i-hanung-bramantiyo/</link>
		<comments>http://mbah-marijan.org/2008/03/25/kisah-di-balik-layar-aac-i-hanung-bramantiyo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 18:42:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>simbah blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[bujet]]></category>
		<category><![CDATA[karpet]]></category>
		<category><![CDATA[md entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[penduduk indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[senyum yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbah-marijan.org/2008/03/25/kisah-di-balik-layar-aac-i-hanung-bramantiyo/</guid>
		<description><![CDATA[Aku mulai sadar bahwa tidak mudah membuat film agama. Itulah kenapa ibuku dulu berpesan kalau kamu sudah bisa membuat film, buatlah film tentang agamamu: Islam. Awalnya aku cuma tersenyum mendengar kata-kata ibuku. Senyum yang menyangsikan. Sebab pada waktu itu buatku film agama tidak lebih dari sekedar petuah-petuah yang membosankan. Lelaki berpeci dengan baju koko, bertasbih, kadang berewokan, mulutnya nerocos soal ayat dengan cara menghadap kamera. Membuat dirinya tampak suci dengan mengumbar ayat-ayat Quran. Ah, tidak terbayang olehku sebuah film agama. Aku terjun membuat film Cinta: Brownies, Catatan Akhir Sekolah, Jomblo, dsb &#8230; dsb &#8230; Tapi aku tetap yakin bahwa suatu saat akan datang masa aku membuat film tentang agama. Alhamdulillah, benar. MD Entertainment menawari membuat Film Ayat-Ayat Cinta (AAC). &#8216;Kenapa anda membuat film ini?&#8217; Tanyaku &#8216;Sederhana. Pertama, Ini film dari Novel best seller. Kedua, penduduk indonesia 80 persen muslim. Kenapa saya tidak membuat film tentang mereka? Kalau saya minta 1 persen dari 80 persen masak tidak bisa.&#8217; 1% dari 80% penduduk muslim Indonesia berarti sekitar 2 juta penonton. dikalikan 10 ribu per tiket. Berarti pendapatan kotor 20 milyar. Kalau bujet produksinya 10 milyar, keuntungan yang didapat 10 milyar. Lalu aku mulai memasuki tahap persiapan dan riset. Wallohu &#8230; Aku melihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://images.hanungbramantyo.multiply.com/image/26/photos/1/1200x120/2/_MG_0681.jpg?et=u00RVYgmTvu%2C1gGHJEkqVg&#038;nmid=54504775" alt="http://images.hanungbramantyo.multiply.com/image/26/photos/1/1200x120/2/_MG_0681.jpg?et=u00RVYgmTvu%2C1gGHJEkqVg&#038;nmid=54504775" /><br />
Aku mulai sadar bahwa tidak mudah membuat film agama. Itulah kenapa ibuku dulu berpesan kalau kamu sudah bisa membuat film, buatlah film tentang agamamu: Islam. Awalnya aku cuma tersenyum mendengar kata-kata ibuku. Senyum yang menyangsikan. Sebab pada waktu itu buatku film agama tidak lebih dari sekedar petuah-petuah yang membosankan. Lelaki berpeci dengan baju koko, bertasbih, kadang berewokan, mulutnya nerocos soal ayat dengan cara menghadap kamera. Membuat dirinya tampak suci dengan mengumbar ayat-ayat Quran. Ah, tidak terbayang olehku sebuah film agama.</p>
<p><span id="more-477"></span><br />
Aku terjun membuat film Cinta: Brownies, Catatan Akhir Sekolah, Jomblo, dsb &#8230; dsb &#8230; Tapi aku tetap yakin bahwa suatu saat akan datang masa aku membuat film tentang agama.<br />
Alhamdulillah, benar. MD Entertainment menawari membuat Film Ayat-Ayat Cinta (AAC).<br />
&#8216;Kenapa anda membuat film ini?&#8217; Tanyaku</p>
<p>&#8216;Sederhana. Pertama, Ini film dari Novel best seller. Kedua, penduduk indonesia 80 persen muslim. Kenapa saya tidak membuat film tentang mereka? Kalau saya minta 1 persen dari 80 persen masak tidak bisa.&#8217; 1% dari 80% penduduk muslim Indonesia berarti sekitar 2 juta penonton. dikalikan 10 ribu per tiket. Berarti pendapatan kotor 20 milyar. Kalau bujet produksinya 10 milyar, keuntungan yang didapat 10 milyar.</p>
<p>Lalu aku mulai memasuki tahap persiapan dan riset.<br />
Wallohu &#8230; Aku melihat islam dari dekat sekali. Sangat dekat. Di Kairo, aku menatap Menara Azhar, aku menyentuh dinding dan lantai Azhar university, aku mencium bau apek baju-baju dan karpet mahasiswa Alzhar tetapi memiliki roman muka bersih dan santun. Aku melihat keikhlasan mereka saat bersujud diatas sajadah buluk. Bibir mereka pecah-pecah oleh panas sekaligus dingin hawa Kairo, tetapi dibalik bibir pecah itu terlantun dzikir panjang menyebut: Alloh &#8230; Alloh &#8230;<br />
Lalu aku melihat seorang syaih duduk bersila dihadapan murid-muridnya. &#8216;Tallaqi&#8217; mereka menyebutnya. Aku mendengar seorang melantunkan ayat-ayat Al quran di sudut masjid. Dan juga di pinggiran jalan. Seolah quran bagaikan bacaan novel. Allohu Akbar &#8230; Allohu Akbar. Inikah caramu membuatku dekat dengan agamaku, Ibu?</p>
<p>Darahku menggelora membuat mataku terbelalak. Islam sangat indah. Islam sangat eksotis. Tapi orang-orang islam seperti tidak mengerti semua itu. Orang-orang Islam di Jakarta lebih memilih jalan-jalan ke eropa daripada ke Kairo.<br />
&#8216;Saya akan membuat film ini eksotis, pak&#8217; begitu kata saya ke producer.<br />
Dan mulailah persiapan dimulai. Semangatku menggelora. Aku baca buku-buku tentang Fiqih dan sunnah. Aku libatkan mahasiswa Al Azhar untuk mendampingiku. Aku sangat hati-hati sekali melakukan ini agar apa yang tertulis dalam novel dengan indah pula tersampaikan lewat gambar. Sebuah film yang lembut, yang indah, yang suci tergambar di depan mataku dan aku yakin sekali bisa mewujudkannya.<br />
Namun semua impianku itu tidak begitu saja mudah diwujudkan.<br />
Pertama kali berita tentang pembuatan film AAC tersebar, halangan pertama datang justru dari pembaca. Diantara banyak yang berharap, mereka juga menyangsikan, sinis, dan mencemooh. Bahkan ada yang bilang : &#8216;Wah, sayang sekali novel sebagus ini akan difilmkan. Jadi ill Feel, deh&#8217;. ada juga yang bilang &#8216;Tidak pernah aku lihat Novel yang di filmkan hasilnya bagus, sekalipun Harry Potter. Apalagi ini.&#8217;</p>
<p>Kami tahu bahwa film ini harus dibuat dengan hati-hati sekali. Kami juga tidak begitu saja memilih pemain hanya semata-mata ganteng dan &#8216;menjual&#8217;. Karena itu kami menggandeng ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin sebagai penasehat kami.<br />
Sebelum aku melakukan casting, aku berdiskusi dulu dengan kang Abik. Kang abik sangat concern dengan sosok Fahri. Dia harus turut serta memilih tokoh Fahri. Semula kami membuka casting di pesantren-pesantren . Tetapi hasilnya Nol. Bukan berarti para santri tidak ada yang ganteng dan pintar seperti fahri. Tetapi banyak diantara mereka sudah menganggap &#8216;Film&#8217; adalah produk sekuler. Oleh sebab itu banyak diantara mereka tidak mau ikut casting. Saya pernah membaca satu hadist, jangankan membuat film, menggambar manusia saja hukumnya Haram. Nanti di Neraka hasil gambar yang kita buat harus kita hidupkan. Kalau tidak bisa, Malaikat Jibril akan mencambuk kita dengan cambuk api.</p>
<p>Kami melakukan casting lebih dari 5 bulan. Semua yang ikut casting adalah pemain-pemain terkenal. Tapi diantara mereka banyak terjebak pada tuntutan atas &#8216;Kesucian Fahri&#8217;. Lalu ditengah keputusasaan kami datang seorang lelaki. Ganteng, tetapi tidak sombong (tidak merasa dirinya ganteng). Sering kita lihat di Mal-Mal, banyak lelaki pesolek, sadar sekali bahwa dirinya ganteng. Tetapi lelaki ini tidak . Dia sangat santun. Bahasanya pun santun. Ketika berucap Alloh, dia agak-agak canggung. Bahkan tidak fasih seperti ustadz. Pada saat dia sholat aku melihat gerakannya jauh dari sempurna. Tetapi lelaki itu punya mata yang didalamnya mengandung semangat belajar. Dia adalah Fedi Nuril. Aku berdiskusi dengan kang Abik. Terjadi tarik ulur dan perdebatan panjang. Akhirnya kita sepakat memutuskan dia yang main sebagai Fahri. Alasanku adalah, Fahri bukan lelaki sempurna. Tapi yang membuat Fahri tampak sempurna karena dia sadar bahwa dirinya tidak sempurna. Keputusan Fedi Nuril sebagai Fahripun mengundang banyak kesangsian di kalangan pembaca fanatik AAC, terutama di Malaysia. Karena film Fedi Nuril sebelumnya menampilkan Fedi ciuman dengan perempuan bukan muhrim. Fedi pun mengakui itu. Yang membuat aku terharu, Fedi menganggap film AAC sebagai media dia buat dekat dengan Islam. Belajar kembali tentang Islam. Karena film ini, Fedi jadi rajin membuka-buka lagi buku tentang Islam. Bahkan Fedi menyadari segala tingkah lakunya yang tidak Islami selama ini setelah memerankan Fahri. Sungguh, baru kali ini aku rasakan dampak film yang begitu besar mempengaruhi keimanan seseorang. Terima kasih kang abik. terima kasih Ibu.</p>
<p>Pada saat kami mencari sosok Aisha dan Maria, semula kami bersepakat untuk mencari pemain Mesir. Tetapi setelah kami melakukan riset disana, sangat mengagetkan. Perempuan-perempuan Mesir lebih tua dari umurnya. Aku mengcasting seorang perempuan mesir bernama Roughda untuk berperan sebagai Aisha. Tidak hanya cantik, tetapi mainnya luar biasa. Tetapi setelah di sejajarkan dengan Fahri, terlihat Roughda lebih pas sebagai kakaknya daripada isteri Fahri. Padahal umurnya lebih muda 3 tahun dari Fedi Nuril. Lalu kami mencari pemain dengan umur 8 tahun lebih muda dari Fedi. Pada saat kami sejajarkan, sangat pas. Tetapi disaat dia berdialog tentang perkawinan, tidak bisa dipungkiri &#8216;kedewasaannya&#8217; tidak tampak. Alias belum matang. Kami bingung dan akhirnya kami sepakat untuk mencari pemain indonesia saja.</p>
<p>Tidak gampang mencari pemain indonesia yang cantik sekaligus solihah. Pak Din Syamsudin berpesan kalau bisa pemain Aisha kesehariannya ber jilbab. Lihatlah siapa artis kita yang bertampang Bule yang seperti itu. Hanya Zaskia Meca saja yang berjilbab dan cantik. Selebihnya tidak ada. Sementara itu Zascia tidak bertampang bule. Dia sangat sunda. Pernah kita meng casting Nadine Candrawinata. Dia sangat cantik dan bermain bagus. Dangat cocok pula berdampingan dengan Fedi Nuril. Tapi Nadine bukan Muslim. Padahal Nadine sudah mau bermain sebagai perempuan Muslim. Aku pernah berdiskusi panjang dengan kang abik soal itu. Aku bilang padanya &#8230;</p>
<p>&#8216;Suatu hal yang unik, ketika tokoh Maria yang kristen dimainkan oleh seorang muslim, sementara tokoh Aisha yang Islam dimainkan seorang kristen. Ini akan memperlihatkan sikap toleransi dan demokratisasi dalam Islam seperti di India.&#8217;<br />
Tetapi kang abik dan pak Din Syamsudin menyarankan untuk jangan bertaruh terlalu besar di film ini. Masyarakat Islam di Indonesia berbeda dengan India. Di India, masyarakat moslem dan Non Moslem sudah terdidik tingkat kedewasaan dalam toleransi, sementara di Indonesia belum. Akhirnya dipilihlah Ryanti sebagai Aisha dan Carrisa Putri sebagai Maria.<br />
Ketiga pemain itu dikursuskan bahasa arab secara privat untuk mendalami kehidupan Muslim di kairo. Mereka sangat antusias. Namun antusiasme itu harus berhadapan dengan kenyataan bahwa mereka juga punya kesibukan lainnya. Ryanti sebagai VJ di MTV dan Carrisa bermain sinetron. Ryanti yang bagiku sangat keteter ketika berperan sebagai Aisha. Asiha adalah sosok yang memiliki beban berat. Sementara Ryanti sebagai VJ MTV harus selalu tampak riang dan ringan. Sering sekali benturan itu membuat proses pendalaman karakter tidak sempurna. Aku frustasi sendiri. Tetapi aku ingat, bahwa di Film ini kesabaranku benar-benar di uji. Impianku mewujudkan keindahan dan kedalaman Islam terbentur oleh kenyataan sebaliknya: Ringan, Riang, Hedonistik dan Pop. Apalagi ketika producer tiba-tiba berubah pikiran melihat kenyataan penonton Film Indonesia banyak di dominasi anak-anak muda yang pop, ringan dan tidak menyukai hal-hal bersifat perenungan. Dia lantas ingin mengubah karakterr film AAC menjadi sangat pop seperti Kuch Kuch Hotahai &#8230; Tuhanku! Tuhanku! selamatkan film ini &#8230;<br />
Tidak jarang aku berperang mulut dengan producerku ketika meminta adegan Talaqi dibuang. Karena boring dan membuat penonton mengantuk. Lalu beberapa adegan yang bersifat perenungan, seperti pada saat Fahri dipenjara dan menemukan hakikat kesabaran dan keikhlasan dari seorang penghuni penjara yang absurd (dalam novel digambarkan sebagai seorang professor agama bernama Abdul Rauf), Tetapi di Film saya adaptasi sebagai sosok imajinatif, bergaya liar, bermuka buruk tetapi memiliki hati bersih dan suara yang sangat tajam melafatskan kebenaran. Semua adegan itu diminta untuk dibuang atau dikurangi dan lebih mementingkan adegan romans seperti AADC ataupun Kuch Kuch Hotahai &#8230;<br />
Sabar &#8230; Sabar &#8230; Ikhlas &#8230; ikhlas!!!</p>
<p>begitulah yang aku dapatkan di film ini. Film ini tidak hanya mampu merobah pandanganku tentang Film. Film ini mampu dan sudah merobah pandangan hidupku: tentang agama, kesetiaan, kerjakeras, komitmen, dan &#8230; cinta. Berkali-kali aku berucap syukur yang besar kepada Tuhanku yang sudah memberikan aku jalan menuju kedewasaan. Berkali-kali aku berucap terima kasih kepada Kang Abik yang sudah secara tak langsung mempercayaiku menyutradarai film ini, dimana telah membuatku kembali merasa dekat dengan Islam yang indah, bersahaja dan penuh dengan toleransi. Dan terakhir, berkali-kali aku berucap syukur kepada Ibuku yang telah berpesan untuk membuat film tentang agama. Sekarang aku mengerti, kenapa Kau berpesan begitu Ibu. Tidak lain hanyalah untuk membuatku selalu dekat dengan Islam &#8230;<br />
La haula wa kuwwata illa billahi &#8230;</p>
<p>Oleh : Hanung Bramantiyo</p>
<p>Sumber Milis dan Blog<br />
hanungbramantyo.multiply.com/</p>
<div class="simple_likebuttons_container_small">
      <div class="simple_likebuttons_googleplus">
        <g:plusone size="medium" count="false" href="http://mbah-marijan.org/2008/03/25/kisah-di-balik-layar-aac-i-hanung-bramantiyo/"></g:plusone>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_twitter simple_likebuttons_twitter_s">
        <a href="https://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-url="http://mbah-marijan.org/2008/03/25/kisah-di-balik-layar-aac-i-hanung-bramantiyo/" data-lang="en">Tweet</a>
      </div>
    
      <div class="simple_likebuttons_facebook">
        <div id="fb-root"></div>
        <script>(function(d, s, id) {
          var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
          if (d.getElementById(id)) {return;}
          js = d.createElement(s); js.id = id;
          js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";
          fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
        }(document, "script", "facebook-jssdk"));</script>
        <div class="fb-like" data-href="http://mbah-marijan.org/2008/03/25/kisah-di-balik-layar-aac-i-hanung-bramantiyo/" data-send="false" data-layout="button_count" data-show-faces="false" data-width="90"></div>
      </div>
    </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbah-marijan.org/2008/03/25/kisah-di-balik-layar-aac-i-hanung-bramantiyo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

