Astronom: Yesus Lahir Bulan Juni ?

19 December 2008
By

Astronom Australia, David Reneke memprediksi kelahiran Yesus Kristus bukan jatuh pada tanggal 25 Desember, seperti yang dirayakan umat Kristiani sedunia seperti sekarang ini.Seperti dilansir Telegraph, Kamis lalu, Reneke mengungkapkan jika ditilik dari peristiwa ‘bintang terang natal’ di Betlehem 2000 tahun silam, seharusnya Natal jatuh pada tanggal 17 Juni. Bintang terang natal itulah yang dikisahkan dalam tradisi Kristiani menuntun tiga orang majus pada bayi Yesus Kristus untuk mempersembahkan, mur emas, dan kemenyan.

Penelitian yang dilakukan oleh astronom mengasumsikan, bintang terang natal atau lebih dikenal bintang Betlehem yang terlihat di langit, merupakan kombinasi planet Venus dan Jupiter. Ketika itu, kedua planet berada pada posisi terdekat dan menjadikannya lebih bersinar terang dari biasanya.

Dave Reneke menggunakan sebuah program komputer yang sangat kompleks dan rumit untuk memastikan posisi langit pada malam kelahiran Yesus di Betlehem 2000 tahun silam. Reneke mengakui, kondisi astronomi di malam kelahiran Yesus dinilai sangat spektakuler dalam bidang astronomi.

“Kami memang memiliki software yang dapat memetakan ulang kondisi langit malam hari di setiap waktu hingga beberapa ribu tahun silam, dan kami menggunakannya untuk melihat kembali ke waktu kelahiran Yesus,” kata Reneke, yang juga seorang pengajar ilmu astronomi dan editor majalah Sky and Space.

Reneke juga mengungkapkan, Venus dan Jupiter berada sangat dekat di sekira tahun dua sebelum masehi. Kondisi itulah yang menghadirkan ‘bintang Betlehem’ menjadi terlihat sangat terang.

Selain pengamatan astronomi, Reneke dan timnya juga melakukan penelusuran menggunakan injil Matius. Kisah kelahiran Yesus menurut injil Matius dijadikan sebagai referensi untuk mengetahui peristiwa Natal.

Jika penelitian itu dapat dipertanggungjawabkan, maka dengan demikian Yesus berzodiak Gemini, dan bukan Capricornus seperti yang selama ini diyakini.

Kendati demikian, Reneke mengatakan, bintang tersebut tidak pasti ‘bintang Betlehem’ tapi setidaknya dapat menjadi penjelasan kuat mengenai itu karena tidak ada penjelasan sebelumnya yang mengungkapkan hal itu.

“Tak ada penjelasan yang pasti dan mendekati mengenai kejadian itu, dan ini adalah penjelasan mengenai tanda bintang yang digunakan tiga orang majus,” katanya.

Selain itu, Reneke mengatakan ia dan timnya tidak mencoba untuk menghina suatu agama. Tapi, penelitian itu dapat menunjukkan memang ada obyek bercahaya terang 2000 tahun silam.

“Meskipun kita sering mempertentangan ilmu dan agama yang sering mengecewakan orang. Tapi dalam kasus ini, saya kira justru dapat memperkuat keimanan dan keyakinan seseorang,” kata Reneke.

Sebagaimana diketahui, dari sudut sejarah tak ada tanggal paling pasti tentang kelahiran Yesus, namun perayaan Natal per 25 Desember sudah menjadi tradisi Kristen berabad-abad. Andaikan temuan ini benar, boleh jadi akan ada perubahan besar dalam perayaan Hari Natal. [chtp/www.hidayatullah.com]

Tags: , , , , , , , , , ,

Comments

6 Responses to Astronom: Yesus Lahir Bulan Juni ?

  1. hendra, Malang on 26 December 2008 at 11:28 am

    menurut sumber yang saya pernah baca (hanya saja saya lupa sumbernya : mohon maaf) bahwa tanggal 25 Desember itu sebenarnya adalah kelahiran dewa matahari versi yunani kuno.

    Informasi tentang bagaimana membuat bisnis online sendiri, bagaimana agar eksis di search engine

    manapun, sampai membuat website profesional dengan wordpress.org (bukan wordpress.com lo ya..) semuanya

    ada disini
    Salam hangat.

  2. Blog IT on 27 December 2008 at 12:44 pm

    Memang manusia wajib menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk kemajuan peradaban dan mengetahui yang selama ini tidak diketahui.

  3. stefani on 13 January 2009 at 3:39 pm

    Orang boleh saja beragapan bulan juni .itu kan kata orang ,namanya aja orang kan pernah salah ngak ada orang benar di dunia ini .
    dan itu juga angapan ,atau perkiraan
    kalau aku sih percaya sama kitap suci
    sebab kitap suci adalah dari TUHAN
    dan kitap suci saya INJIL dan saya percaya itu

  4. Teatzo on 13 March 2009 at 6:06 am

    Bila kita berilmu, tentu kita tidak akan dibodohi, entah apakah itu mengenai agama ataupun yang lain.

    Nah, bila ilmu yang kita dapat dari orang lain, memang perlu dipertanyakan, namun bila ilmu itu datangnya Dari kitab Suci “AlQur’an”, maka ilmu itu tidak dapat diragukan lagi.

    Saya juga sependapat mengenai kelahiran Yesus yang bukan pada tanggal 25 Desember, Sebenarnya ini telah diceritakan dalam AlQur’an Surah Maryam, disitu diceritakan bahwa sesaat sebelum Maryam Melahirkan Isa (Yesus) ia bersandar dibawah pohon kurma yang buahnya matang, bila dilihat, tentu kejadian itu terjadi bukan saat musim dingin (25 Desenber) tetapi pada musim panas (juni-agustus)

  5. antho on 23 April 2009 at 8:21 pm

    hujjah atau dalil saya sama dengan hendra dan teatzo. banyak buku literatur ilmiah yang ditulis oleh para pakar sejarah, fisika, dan astronomi eropa dan barat tentang kelahiran Nabi Isa a.s. dulu juga galileo menentang teori gereja yang menyatakan bumi ini datar, toh terbukti.

    saya ingin mengutip percakapan guru dan murid sbb:
    murid: guru, apa bedanya orang bodoh dengan orang tidak tahu?
    guru: orang bodoh akan tetap bodoh meskipun diberi pengetahuan. orang tidak tahu akan mengerti setelah diberi pengetahuan.
    murid: guru, apa bedanya orang kafir dengan orang beriman?
    guru: orang kafir itu akan tetap kafir meskipun semua orang memberi pengetahuan kepada mereka. Orang tidak tahu tapi beriman akan paham setelah diberi pengetahuan yang benar.

  6. mas jok on 22 December 2011 at 10:26 am

    Saya hargai pendapat-pendapat para ilmuwan, sepanjang tidak untuk memecah belah NKRI, karena kita itu BHINEKA TUNGGAL IKA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Ads