Syirik versus Zina (renungan)
Posted on July 22, 2008 - Filed Under Hikmah, Critone Simbah, Mutiara
Tersebutlah seorang syaikh yang telah menulis sebuah kitab yang telah menjelaskan tentang urgensi tauhid. Dia menjelaskannya kepada para muridnya, dan terus mengulang-ulang pembahasannya.
Suatu hari, murid-muridnya berkata, “Wahai Syaikh, kami berharap Anda mengganti pelajaran yang Anda sampaikan kepada kami dengan materi-materi lain, seperti kisah, siroh, dan sejarah.”
Syaikh itu menanggapai, “Insya Alloh akan saya pertimbangkan.”
Keesokan harinya, syaikh tersebut keluar menemui murid-muridnya dengan wajah yang menyiratkan kesedihan dan beban pikiran. Para murid pun bertanya tentang hal yang menyebabkan beliau bersedih. Beliau menjawab, “Aku mendengar bahwa seorang warga kampung tetangga menempati rumah baru, dia merasa takut diganggu jin, lalu ia menyembelih seekor ayam jantan di ambang pintu untuk mendekatkan diri kepada jin, dan aku telah mengirim seseorang untuk mencari kebenaran berita tersebut.”
Ternyata para muridnya tidak bereaksi apapun mendengar berita tersebut. Mereka hanya berdoa memintakan hidayah bagi orang tersebuat, dan mereka hanya terdiam.
Keesokan harinya, syaikh kembali menemui mereka dan berkata, “Kami telah mendapatkan kejelasan berita tersebut, ternyata peristiwanya tidak seperti yang aku dengar. Lelaki tersebut tidak pernah menyembelih seekor ayam jantan untuk mendekatkan diri kepada jin, tapi yang ia lakukan adalah berzina dengan ibunya.”
Kontan mereka gempar dan marah. Mereka memaki-maki dan mengoceh banyak. Mereka berkata, “Perbuatan itu harus digugat, dia harus dinasihati, dia harus dihukum.” Dan banyak lagi umpatan mereka.
Kemudian syaikh berkata, “Sungguh aneh kalian ini. Begitukah reaksi kalian mengingkari orang yang terjerumus dalam satu perbuatan dosa besar padahal perbuatannya itu tidak mengeluarkannya dari Islam. Tapi kalian tidak mengingkari orang yang terjerumus dalam kemusyrikan, menyembelih untuk selain Alloh, dan mengalamatkan ibadah kepada selain Alloh?”
Murid-muridnya pun terdiam. Kemudian syaikh menunjuk salah satu dari mereka sambil berkata, “Bangun dan ambilkan kitab tauhid, kita akan membahasnya dari awal!”
Mungkin sebagian orang terkadang merasa kaget dan terperanjat, bahkan bersedih hati jika melihat banyaknya pezina dan peminum khamr, namun mereka tidak tersentuh (hatinya) ketika melihat banyaknya orang yang mencari berkah di kuburan dan mengalamatkan berbagai macam ibadah ke objek-objek syirik tersebut. Padahal zina dan minum khamr (meski) termasuk perbuatan dosa besar, namun tidak menyebabkan pelakunya keluar dari Islam. Sementara mengalamatkan sebuah ibadah kepada selain Alloh adalah syirik yang membuat pelakunya mati kafir jika dia mati dalam keadaan melakukan perbuatan syirik tersebut, dan belum sempat bertaubat. Oleh sebab itu, ulama rabbani menjadikan pelajaran akidah sebagai asas yang paling mendasar.
Alloh ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya perbuatan syirik adalah sungguh-sungguh kezhaliman yang paling besar.” (Q.S. Lukman:13)“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu: “Jika kamu berbuat syirik, niscaya akan terhapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (Q.S. Az-Zumar:65)
Sumber: Bahtera Tauhid via Bulbo Fs dari Akhi Kharisma
Comments
Leave a Reply
KOMENTAR BARU