SIMBAH.ORG      Gratisan.com   Peduli.org       Jogjawebcenter.com    msuyanto.com

[m²] Sepi Ing Pamrih - Rame Ing gawe !

Kliping Berita- Ngeblog - belajar bareng

Temulawak Bisa Atasi Flu Burung

Posted on May 28, 2008 - Filed Under Pengobatan Alternatif, Terapi

http://warintek.bantul.go.id/basisdata/Budidaya_Pertanian/images/temulawak.JPG

Temulawak (curcuma xanthorrhiza) bisa digunakan sebagai penambah daya tahan tubuh pada manusia maupun hewan, serta suplemen untuk meningkatkan selera makan dan stamina. Bahkan hasil penelitian di IPB menunjukkan bahwa temulawak juga berpotensi untuk mengatasi penyebaran penyakit flu burung (AI) dengan meningkatkan respons imun unggas yang telah diberi vaksin AI.

Temuan ini diungkapkan Rektor IPB Herry Suhardiyanto di Bogor, Selasa (27/5). ”Potensi temulawak sebagai tanaman obat yang mempunyai khasiat beragam harus digarap serius oleh seluruh pemangku kepentingan, sehingga tanaman asli Indonesia tersebut bisa dijadikan ”ginsengnya Indonesia”. Untuk itu harus ada upaya konvergen yang melibatkan semua pemangku kepentingan,” tambahnya.

Sementara itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pembukaan Simposium Internasional Jamu Temulawak dan Kebangkitan Jamu Indonesia di Istana Negara Jakarta, Selasa ( 27/5), mengatakan, jamu harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Selain itu meminta kalangan pengusaha jamu untuk melakukan sejumlah langkah sebagai usaha memajukan industri jamu dalam negeri sehingga mendorong pengembangan ekonomi nasional.
( Kedaulatan Rakyat /Kr.co.id)

Menurut Info dari Iptek.net.id

Temulawak (curcuma xanthorrhiza) banyak ditemukan di hutan-hutan daerah tropis. Temulawak juga berkembang biak di tanah tegalan sekitar pemukiman, terutaama pada tanah gembur, sehingga buaah rimpangnya mudah berkembang menjadi besar. Temulawak termasuk jenis tumbuh-tumbuhan herba yang batang pohonnya berbentuk batang semu dan tingginya dapat mencapai 2 meter. Daunnya lebar dan pada setiap helaian dihubungkan dengan pelapah dan tangkai daun yang agak panjang. Temulawak mempunyai bunga yang berbentuk unik (bergerombol) dan berwarna kuning tua. Rimpang temulawak sejak lama dikenal sebagai bahan ramuan obat. Aroma dan warna khas dari rimpang temulawak adalah berbau tajam dan daging buahnya berwarna kekuning-kuningan. Daerah tumbuhnya selain di dataran rendaah juga dapat tumbuh baik sampai pada ketinggian tanah 1500 meter di atas permukaan laut.

1. Sakit Limfa
Bahan: 2 rimpang temulawak, 1/2 rimpang lengkuas, 1 genggam
daun meniran.
Cara membuat: temulawak dan lengkuas diparut, kemudian semua
bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, dan
disaring.
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 cangkir.

2. Sakit Ginjal
Bahan: 2 rimpang temulawak, 1 genggam daun kumis kucing, 1
genggam daun kacabeling.
Cara membuat : temulawak diiris tipis-tipis, kemudian direbus
bersama dengan bahan lainnya dengan 1 liter air, dan disaring.
Cara menggunakan: diminum selama 3 hari.

3. Sakit Pinggang
Bahan: 1 rimpang temulawak, 1 rimpang kunyit sebesar ibu jari, 1
genggam daun kumis kucing.
Cara membuat : semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air,
dan disaring.
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas.

4. Asma
Bahan: 1 1/2 rimpang temulawak, 1 potong gula aren.
Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis dan dikeringkan. Setelah
kering direbus dengan 5 gelas air ditambah 1 potong gula aren
sampai mendidih hingga tinggal 3 gelas, kemudian disaring.

5. Sakit Kepala dan masuk angin.
Bahan: beberapa rimpang temulawak.
Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis, dikeringkan dan ditumbuk
halus menjadi tepung. Kurang lebih 2 genggam tepung temulawak
direbus dengan 4-5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 3
gelas, kemudian disaring disaring.

6. Maag
Bahan: 1 rimpang temulawak.
Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis dan diangin-anginkan
sebentar, kemudian direbus dengan 5-7 gelas air sampai mendidih,
dan disaring.
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas.

7. Sakit perut, Sakit perut pada waktu haid
Bahan: 1 rimpang temulawak, 3 buah mata asam, 1 potong gula
kelapa, garam secukupnya.
Cara membuat: temulawak diparut, kemudian direbus bersama
bahan lainnya dengan 3-4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal
2 gelas.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.

8. Menghilangkan bau amis sewaktu haid :
Bahan: 1 rimpang temulawak, 5 buah mata asam, 1 potong gula
kelapa.
Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis dan diangin-anginkan,
kemudian bersama bahan lainnya ditaruh dalam waskom (rantang/
panci), diberi 2 gelas air panas dan ditutup rapat selama kurang lebih
15 menit, dan disaring.
Cara menggunakan : diminum 3 kali, 1 kali sehari.

9. Memperbanyak produksi ASI
Bahan: 1 1/2 rimpang temulawak, dan tepung saga secukupnya.
Cara membuat: temulawak diparut, kemudian kedua bahan tersebut
dicampur dan ditambah air panas secukupnya sehingga menjadi
bubur.
Cara menggunakan : dimakan biasa.

10. Memacu ASI yang macet
Bahan : 1 1/2 rimpang temulawak diparut, 1 potong gula kelapa,
2-3 sendok makan adonan sagu.
Cara membuat : temulawak diparut, kemudian bersama bahan
lainnya direbus dengan 1 liter air sampai mendidih dan disaring.
Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari 1 cangkir secara teratur.

11. Kesulitan buang air besar/berak
Bahan: 1 rimpang temulawak, 3 buah mata asam, 1 potong gula
kelapa.
Cara membuat : temulawak diiris tipis-tipis dan diangin-anginkan
sampai kering, kemudian bersama bahan lainnya diseduh dengan air
panas secukupnya dan disaring.
Cara menggunakan: diminum biasa.

12. Sembelit
Bahan : 1 rimpang temulawak dan biji sawi secukupnya.
Cara membuat : kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus,
kemudian diseduh dengan air panas secukupnya dan disaring.
Cara menggunakan : diminum biasa.

13. Menambah nafsu makan
Bahan: 2 rimpang temulawak, 1/4 rimpang lengkuas, 1/2 genggam
daun meniran.
Cara membuat : semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air
sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring.
Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari 1/2 gelas.

14. Sakit Cangkrang
Bahan: 2 rimpang tem

Nama Lokal :
Temulawak, Temu putih (Indonesia), Temulawak (Jawa); Koneng Gede (Sunda), Temulabak (Madura);

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Daging buah (rimpang) temulawak mempunyai beberapa kandungan senyawa kimia antara lain berupa fellandrean dan turmerol atau yang sering disebut minyak menguap. Kemudian minyak atsiri, kamfer, glukosida, foluymetik karbinol. Dan kurkumin yang terdapat pada rimpang tumbuhan ini bermanfaat sebagai acnevulgaris, disamping sebagai anti inflamasi (anti radang) dan anti hepototoksik (anti keracunan empedu).

Comments

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.


Tag : Adab Akhlaq Al Qur'an Amal Aqidah Bahasa Arab Bakti Bid'ah Buah Hati Cinta Manajemen Qalbu Manhaj Salaf Maulid Nabi Mug Muhammad bin Abdul Wahab Muslimah Nasrani Poligami Pondok Pesantren Privat Bahasa Arab Pustaka Muslim Riba Sahabat Nabi Salaf Salafy Sekolah Tinggi Islam Shalat Shalawat Nariyah Sunnah Fitrah Syaikh Ibnur TIPS TIPS Tahun Baru Masehi Tauhid Tazkiyatun Nufs Thibbun Nabawiyh Istihadlah Dari Redaksi Demam Berdarah Dunia Muslimah Fatwa Ulama Fiqh Muslimah Habbatus Sauda Haidh Hari Raya Hukum Cadar Idul Adha Iman Info Pengajian Jadwal Kajii Wanita Wisma MTI Witirn Putri Jilbab dan Hijab Kebahagiaan Kecantikan Kegiatan Dakwah Kesehatan Khitan Wanita Kitab Allah Lukisan Malaikat Mandi Junub Manhaj Masa Subur Musik Namimah Nasihat Natal Nikah Nyanyian Parenting Pengajian Umum Pengobatan Nabi aAdab-Adab Muslim Agama Ahmadiyah Agama Syi'ah Agen Pustaka Muslim Alkohol Amar Ma'ruf Nahi Mungkar Bedah Buku Dauroh Umum Demonstras Utsaimin Syirik Tafsir Al-Quran Takdir Allah Tauhid Tawakal Tayammum WahabPuasa Qurban Ramadhan Rasul Riya Rumah Tangga Salaf Shalat Shalat Ied Sunnah Syirik Syirik Akbai Donasi Dakwah Fatwa Ulama Hak-Hak Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Ibadurrahman Iklan Imam Al Ghazali Imam Syafi'i Istiwa Allah Jaringan Islam Liberal Jual Beli Jujur Khalwat Khawarij Lembaga Dakwah Lowongan K Valentine's Day Vegetarian Wala' dan Baro' Wanita Zodiak