Romantisme Jihad
Posted on May 27, 2008 - Filed Under Hikmah, Cinta, Mutiara
Romantisme memiliki makna yang demikian kompleks. Ternyata romantisme tidak hanya terkait dengan seks, tidak selalu terkait dengan kenikmatan-kenikmatan lahiriah, tidak hanya terkait dengan nostalgia, dengan mengenang keindahan masa lalu. Bahkan, dibalik berbagai musibah yang terjadi, juga terselip seribu satu romantisme. Bahkan, dibalik segala kesulitan, di sela-sela berbagai cobaan, aral dan rintangan, seringkali muncul hal-hal yang demikian romantis, menurut mata pandang iman.
Oleh sebab itu, Alloh menggambarkan jihad sebagai sebuah amal perbuatan yang memuat sejuta romantisme.
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Alloh itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Robbnya dengan mendapat rezeki. Mereka dalam Keadaan gembira disebabkan karunia Alloh yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.” (’Ali ‘Imron:166-171)
Dalam sebuah hadits, Nabi juga memberikan gambaran jihad sebagai berikut:
“Setiap luka yang menguak di jalan Alloh dan Alloh Maha Mengetahui siapa yang terluka di jalan Alloh, pasti datang pada hari kiamat dalam keadaan lukanya mengeluarkan darah, warnanya merah darah dan aromanya semerbak kasturi.” (Dikeluarkan oleh Bukhori No.2803, Kitab Al-Jihad; dan Muslim No. 1876(105), Kitab Al-Imron:169-171)
Rosululloh shalallohu ‘alayhiwasalam juga menggambarkan sosok yang berjihad, yang tubuhnya dipenuhi luka, bahwa di hari kiamat nanti, ia akan dibangkitkan dengan luka menganga menampakkan warna merah, menyebarkan wangi kasturi.
Itulah, romantisme jihad. Dan romantisme, memuat berbagai hal lain yang sulit digambarkan dengan kata-kata.
Sumber: Buku “Sutra Romantika: Meneladani Perilaku Nabi Shalallohu ‘alayhiwasalam yang romantis” - Ustadz Abu ‘Umar Basyir Dalam bab Romantisme Digugat Halaman:121-124)
www.mbah-marijan.org -www.simbah.org
Comments
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
KOMENTAR BARU