Wasiat Emas & ‘Aqidah Syaikh Abdul Qadir Jaelani

http://pikojogja.files.wordpress.com/2008/03/wasiat-emas-dan-aqidah-syaikh-abdul-qadir-jaelani.jpg

Nama Syaikh Abdul Qadir al-Jilani telah lama dikenal oleh umumnya kaum Muslimin di negeri kita ini, akan tetapi kebanyakan cerita atau keyakinan yang disandarkan kepada beliau adalah kedustaan dan kebohongan belaka, bahkan sebagiannya sampai kepada perbuatan syirik Akbar yang dapat mengeluarkan pelakunya dari agama Islam, padahal beliau berlepas diri dari semua itu. Terbukti bahwa Syaikh Abdul Qadir al-Jilani telah menetapkan apa yang menjadi ‘aqidah (keyakinan) beliau di dalam kitab-kitab yang telah beliau tulis langsung, seperti kitab al-Ghunyah dan yang lainnya.


Di mana dengan tegas beliau menyatakan bahwa beliau mengikuti apa yang telah ditetapkan oleh para ulama Salaf; Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Bahkan beliau pun mewasiatkan kaum Muslimin untuk mengikuti ‘aqidah tersebut. Siapa saja yang menginginkan bukti akan kebenaran hal ini, silahkan membaca risalah ringkas yang ada di tangan para pembaca ini, karena risalah ini ditulis secara khusus untuk membuktikan kebenaran bahwa Syaikh Abdul Qadir al-Jilani benar-benar telah mengikuti ‘aqidah para ulama Salaf; Ahlus Sunnah wal Jama’ah, selain itu risalah ini juga dilengkapi dengan biografi singkat Syaikh Abdul Qadir al-Jilani.

Lokasi : Jogja Islamic Book Fair 2008, Wanitatama

Penulis : Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa

Kategori : Biografi Ulama

Penerbit : CV. Media Tarbiyah

Hal : 116

Harga : Rp. 24.500,-

Keterangan : Pengantar Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat.

Daftar Isi:

Daftar Isi:

Pengantar Penerbit – 3

Daftar Isi – 6

Kata Pengantar Ustadz Abdul Hakim Abdat – 9

Muqaddimah Penulis – 29

Biografi Singkat Syaikh Abdul Qadir al-Jilani – 31

Wasiat Emas Syaikh ‘Abdul Qadir al-Jilani – 35

~ Sekilas tentang Tarekat Qadiriyah – 35

~ Wasiat Emas Syaikh Abdul Qadir al-Jilani – 35

Ke-1: Kewajiban mengikuti ‘aqidah yang benar dan

mengikuti Salafush Shalih – 35

Ke-2: Wasiat Syaikh al-Jilani dalam hal berpegang teguh

dengan AI-Qur-an dan As-Sunnah – 36

Ke-3: Nasehat Syaikh al-Jilani bagi siapa saja yang

mengaku mendapatkan ilham – 37

Ke-4: Wala’ (loyalitas) dan Bara’ (berlepas diri) seseorang

harus ditimbang dengan dalil AI-Qur-an dan Sunnah – 39

Ke-5: Tiga hal penting – 40

Manhaj Syaikh Abdul Qadir al-Jilani dalam Berpegang

Teguh kepada AI-Qur-an dan As-Sunnah – 41

Ke-1: Wala’ (loyalitas) dan Bara’ (berlepas diri) seseorang

harus ditimbang dengan dalil AI-Qur-an dan Sunnah – 42

Ke-2: Ittiba’ Rasul shallallaahu ‘alaihi wa sallam – 43

Ke-3: Mengikuti Ahlus Sunnah wal Jama’ah – 44

Ringkasan ’Aqidah Syaikh ’Abdul Qadir aI-Jilani – 46

Ke-1: Syaikh Jilani Mengikuti’ Aqidah Salaf – 46

Ke-2: Mengikuti Ahlus Sunnah wal Jama’ah – 47

Ke-3: Kewajiban mengikuti ‘aqidah yang benar; yakni ‘aqidah

Salafush Shalih – 47

Ke-4: Tentang Iman – 48

Ke-5: SyaikhJilani membedakan antara “lman” dan “Islam” – 49

Ke-6: Syaikh Jilani tidak membolehkan bagi seseorang untuk

mengatakan “Saya beriman dengan sebenar-benarnya” – 49

Ke-7: Hukum atas para pelaku dosa besar – 50

Ke-8: Syaikh Abdul Qadir Jilani menetapkan rukun iman

dan rukun Islam – 51

Rukun iman Pertama: Beriman Kepada Allah – 53

Ke-1: Kewajiban Pertama dalam Agama Islam – 53

Ke-2: Syarat diterima amal ibadah – 54

Ke-3: Ibadah harus disertai dan diiringi dengan rasa takut Khauf)

dan harap (raja’) – 55

Ke-4: Larangan dari perbuatan Syirik – 56

Pertama: Tauhid Rububiyyah – 57

Kedua: Tauhid Uluhiyyah (Ibadah) – 58

Ketiga: Tauhid Asma’ Wa Shifat – 62

Rukun iman Kedua: Beriman Kepada Malaikat Allah – 73

Rukun iman Ketiga: Beriman Kepada Kitab-kitab Allah – 74

Rukun iman Keempat: Beriman Kepada Nabi dan Rasul (utusan) Allah – 78

Ke-1: Kenabian Muhammad shallallaahu ‘aIaihi wa sallam – 78

Ke-2: Beriman kepada Mukjizat – 79

Ke-3: Mukjizat AI-Qur-an – 79

Ke-4: Mukjizat-mukjizat Nabi shallallaahu ‘aIaihi wa sallam

yang lainnya – 80

Ke-5: Menetapkan Karamah para wali Allah Ta’ala – 81

Rukun iman Kelima: Beriman Kepada Hari Akhir – 82

ke-1: Adzab Kubur – 82

ke-2: Malaikat Munkar dan Nakir – 83

ke-3: Al Ba’tsu (Hari Kebangkitan) – 83

ke-4: Syafa’at Nabi shallallaahu ‘aIaihi wa sallam – 84

Ke-5: Haudh (telaga Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam) – 86

Ke-6: Shirath – 87

Ke-7: Mizan (Timbangan amal) – 88

Ke-8: Surga & Neraka – 89

Ke-9: Melihat Wajah Allah Ta’ ala di Akhirat – 90

Rukun Iman Keenam: Beriman Kepada Taqdir Allah – 92

Kewajiban Mencintai Para Shahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam – 96

Ke-1: Syaikh menetapkan bahwa umat Muhammad shallallaahu

‘alaihi wa sallam adalah umat terbaik – 96

Ke-2: Para Shahabat adalah generasi terbaik di antara umat

Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam – 96

Ke-3: Syaikh menetapkan tingkatan derajat keutamaan di

antara para Shahabat radhiyallaahu ‘anhum – 97

Ke-4: Syaikh menetapkan Keutamaan Khulafaa-ur Rasyidin – 98

Ke-5: Syaikh menetapkan Kekhilafahan Mu’awiyah bin

Abu Sufyan radhiyallaahu ‘anhu – 99

Ke-6: Syaikh menetapkan Keutamaan Istri-istri Rasulullah

shallallaahu ‘alaihi wa sallam – 100

Ke-7: Syaikh menetapkan Keutamaan’ Aisyah radhiyallaahu

‘anhuma – 100

Ke-8: Menetapkan Keutamaan Fathimah radhiyallaahu ‘anha – 101

Ke-9: Syaikh melarang untuk mencela hal yang pernah terjadi

diantara para Shahabat radhiyallahu ‘anhu -101

Kewajiban Mentaati Penguasa Muslim – 104

Sikap Syaikh terhadap Bid’ah & Ahli Bid’ah – 105

Ke-1: Syaikh memperingatkan kita dari bahaya bid’ah – 105

Ke-2: Sikap Syaikh Jilani terhadap ahli bid’ ah – 106

Ke-3: Di antara tanda-tanda para ahli bid’ ah – 108

Ke-4: Sikap beliau terhadap Asy’ariyah – 109

Ke-5: Menjauhi Ilmu Kalam (Filsafat) – 112

Kesimpulan – 113

Daftar Pustaka – 114