Heboh “Video mesum Porno” Anggota DPR RI

logo-no-porn-480.gif
Beredarnya video porno yang diduga melibatkan anggota DPR RI berinisial YZ, betul-betul menjadi perhatian politisi Senayan. Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar pun berjanji akan menginstruksikan

Muhaimin Iskandar mengaku belum melihat secara langsung isi video tersebut, namun ia meminta masalah itu diusut. “Kalau benar, pimpinan akan menginstruksikan BK (badan kehormatan) untuk mengusut masalah ini,” ujarnya di gedung DPR, kemarin.

Hingga kini, pimpinan DPR belum mendapat laporan dari masyarakat mengenai kasus tersebut. Jika tidak ada pelanggaran hukum positif dari kasus itu, tidak ada hal yang harus dipersoalkan. “Tapi, saya belum tahu videonya,” ujarnya.

Ditemui secara terpisah, Wakil Ketua Badan Kehormatan Gayus Lumbuun mengingatkan, pengusutan kasus tersebut harus dilakukan secara hati-hati. Sebab, dalam dunia politik, banyak hal yang bersifat abu-abu. “Bisa saja, ada pihak yang ingin menjatuhkan citra seseorang,” terangnya.

Dengan barang bukti berupa video, dikhawatirkan upaya pembunuhan karakter dilakukan dengan rekayasa gambar. “Barang bukti seperti itu rentan rekayasa,” ujarnya.

Jika memang perlu ditindaklanjuti, pihaknya akan mengundang ahli telematika untuk menganalisis video tersebut. Sayang, setiap ada kasus yang mengaitkan anggota dewan, BK tidak bisa bersikap proaktif. BK hanya bisa bertindak selama ada laporan dari masyarakat atau perintah dari pimpinan DPR. “BK tidak bersifat aktif,” tandasnya. Karena, lanjut dia, semua itu sudah diatur dalam pasal 60 Tata Tertib DPR.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Golkar DPR, Andi Matallata mengatakan, perlu memastikan dahulu status video yang beredar di masyarakat. Untuk membangun keyakinan tersebut, partainya akan mencari orang yang menyebar atau mengambil secara sengaja gambar melalui handphone tersebut.

“Pencarian itu bukan untuk menyudutkan seseorang, tapi hanya membangun keyakinan,” ujarnya.

Namun, secara organisasi kepartaian, lanjut Andi, pihaknya tidak akan membebani YZ untuk melakukan klarifikasi. “Dia kan disakiti, mengapa harus dibebani lagi dengan itu,” bela Andi.

Jika nanti terbukti adanya pelanggaran kode etik, Partai Golkar akan melakukan mekanisme kontrol internal. YZ adalah salah satu anggota dewan kader dari Golkar.

Terpisah, kader Golkar asal Sulsel, Idrus Marham saat dikonfirmasi enggan berkomentar. “Saya tidak tahu. Dan saya tidak mau berkomentar soal itu,” katanya singkat.

Kader Golkar lainnya, Anwar Arifin juga menolak berkomentar terkait masalah itu. “Saya tidak pernah fokus soal itu. Apalagi, saat ini saya memang baru saja meninggalkan Jakarta,” ujarnya saat dikonfirmasi, malam tadi.

Sementara itu, di tengah hebohnya pemberitaan tentang YZ, yang bersangkutan ternyata sedang mengikuti kunjungan kerja tim peningkatan kinerja parlemen ke Australia. [jpnn/hidayatullah.com]