Masyarakat TimorLeste Mulai Sesali Perpisahan dg NKRI

26 November 2006
By

schoolkids-timor.jpg

Sebagian besar masyarakat Timor Leste yang memisahkan diri dengan Negara Kesatuan Repubkil Indonesia (NKRI) melalui referendum mulai menyesali perpisahan tersebut.


Yang menikmati kemerdekaan Timor Leste hanyalah kelompok tertentu saja, sementara kehidupan mayoritas masyarakat Timor Leste yang tersebar di berbagai pelosok desa kian menderita, ketidakstabilan keamanan terjadi hingga saat ini,” kata Ny. Domingos kepada wartawan di Mataram, Jumat.

Ny. Domingos yang kebetulan datang berkunjung ke Mataram guna menjenguk saudaranya menuturkan kehidupan masyarakat Timor Leste setelah merdeka dibandingkan saat menjadi bagian integral dengan NKRI, sangatlah memprihatinkan.

Sebagian besar penduduk pedesaaan Timor Leste yang hidup di masa integrasi dengan NKRI merasa menyesal, mereka berkeinginan untuk kembali merasakan hidup bebas seperti dulu.

Masyarakat Timor Leste dalam dua tahun terakhir merasakan hidup tidak aman di negaranya sendiri, karena pertikaian antara kelompok, khususnya masyarakat Timor Leste bagian Timur dengan masyarakat Timor Leste bagian Barat hingga saat ini belum reda.

Hampir setiap hari terjadi pertikaian kelompok yang menyebabkan tewasnya sejumlah warga Timor Leste. Suasana itu telah menyebabkan banyak pengusaha dari Indonesia (Jakarta, Surabaya, Kupang dan Atambua) yang terpaksa meninggalkan kota Dili.

Di samping itu, biaya hidup di negara Timor Leste yang baru merdeka tersebut cukup tinggi, harga BBM jenis premium maupun minyak tanah harganya lebih dua kali lipat dari harga yang ada di Indonesia.

Harga eceran premium bisa mencapai 2,5 dolar US atau setara dengan Rp15.000 per liter, demikian juga harga minyak tanah bisa mencapai hampir Rp10.000/liter, sehingga minyak tanah banyak yang didapat dari daerah perbatasan melalui para pelintas batas.

“Kondisi kehidupan mereka yang kian sulit itu menyebabkan sebagian dari mereka sering mengungkapkan rasa penyesalan berpisah dengan NKRI, karena di masa integrasi masyarakat Timor Leste memiliki kehidupan yang lebih baik, padahal tujuan mereka merdeka sebelumnya agar mendapatkan kehidupan yang lebih dibanding sebelumnya,” katanya.

Menjawab pertanyaan, Ny. Domingos mengemukakan hingga kini belum ada perubahan pembangunan yang dilakukan pemerintahan Presiden Xanana Gusmao, karena bangunan-bangunan yang terbakar di masa jajak pendapat tahun 1999, tidak satupun yang diperbaiki.

Bangunan peninggalan orang-orang Indonesia tersebut hingga kini masih tampak jelas, tidak ada upaya rehabilitasi, sehingga sekarang situasinya semakin kacau karena di saat terjadi konflik hingga lengsernya Perdana Menteri Mari Al-Katiri beberapa bulan lalu, banyak bangunan yang dibakar sehingga suasana kota Dili kian mencekam.

Kondisi itu banyak mengakibatkan pengusaha yang datang dari Indonesia terpaksa meninggalkan kota-kota di Timor Leste, karena sudah tidak tahan.

Menurut cerita Ny. Domingos, selain mereka terpaksa mengalami kerugian besar karena tempat usahanya banyak yang dijarah pada saat kerusuhan, merekapun tidak tahan menghadapi ganasnya pertikaian antar kelompok yang hingga kini belum bisa diatasi aparat keamanan yang dibantu tentara asing.

“Konflik perang saudara sekarang lebih sadis dibanding saat jajak pendapat dulu, membunuh sesama warga Timor Leste yang berbeda kelompok kerap terjadi, bahkan wanita hamilpun tidak segan-segan dibunuh,” katanya.

Fasilitas kesehatan minim

Mengenai fasilitas kesehatan, Ny. Domingos menyatakan rumah sakit peninggalan Pemerintah Indonesia di Bidau itu tidak optimal, karena tenaga dokternya sangat minim dan tidak jarang mereka lari berobat ke Kupang (NTT).

Bagi keluarga yang kurang mampu, tentunya bisa dibayangkan ke mana mereka akan pergi berobat, sedang yang datang berobat ke Kupang itu adalah keluarga yang punya banyak uang.

Sedangkan rumah sakit milik TNI dulu, kini diperuntukkan bagi warga asing yang bertugas di Timor Leste, jadi fasilitas kesehatan masyarakat sangat minim.

Suasana keamanan yang kurang kondusif tersebut diperkirakan kian memanas, sehubungan akan dilangsungkannya Pemilihan Umum tahun 2007.

“Banyak warga Timor Leste yang ingin keluar, tetapi terbatas oleh penjagaan yang kian ketat di daerah perbatasan, demikian juga pengusaha dari Atambua ke Dili kian jarang karena mereka takut,” katanya. [ant/cha/hidayatuulah.com/oxam]

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Comments

104 Responses to Masyarakat TimorLeste Mulai Sesali Perpisahan dg NKRI

  1. amang on 10 July 2011 at 1:09 am

    suruh makan singkong aja tu rakyat TL, yg sinis ma RI ga usah makan produk indonesia. I LV Indonesia !!!!!!!

    • ISMAN on 8 January 2012 at 6:41 am

      Kau yang makan singkon biar kuat taiiii tahu tempe busuk kau masih coba hina anjing kau….. kau kalo di tempat saya saya sikat kau tahu …

  2. Alex Synyster on 14 July 2011 at 10:11 am

    makannya jangan misah dari indonesia, bodoh sih lagian misah. indonesia itu kaya hahaha.

  3. benidiktus on 16 July 2011 at 10:39 am

    buat kawan2 pemuda timor leste berfikir maju dan dahulukan kepentingan bersama……
    tinkatkan ekonomi perkapita penduduk dengan pemberdayaan suberdaya lokal..munkin bisa membantu teman2 d timorleste…ada banyak jalan untuk bangkit dri ketrpurukan dengan tanpa modal qt bisa…

    MULAY LAH DARI DIRI SENDIRI TUK TIDAK BERGANTUNG PADA KEMAMPUAN NEGARA…cari jalan yg efektif yg bisa membanti diri sendiri, keluara,n sanak sawdara dalam satu lingkup desa kemudaiaan baru bisa menjadi besar d dibawa ke wilayah lain..

    SEMANGAT……

  4. Dwi Ramadian Nasa on 16 July 2011 at 7:37 am

    menesal belakangan tak ada gunanya, semuana tlah terjadi

  5. andika on 16 July 2011 at 7:11 pm

    memang orang timor leste tidak tahu diri contohnya kapten inf agostinho sampiao da costa anggota tni ad yg berasal dari timor timor adalah seorang komunis yang menyusup ke Indonesia sekarang masih selalu memberi info ttg rahasia negara RI ke pejabat timor leste & PRD,waspadai dia sebelum timor leste akan menjadi negara yang membahayakan Indonesia karena rahasia Indonesia yang di berikan da costa,deportasi saja da costa ke timor leste dari pada membahayakan negara Indonesia

  6. andika on 16 July 2011 at 7:19 pm

    info penting untuk NKRI,orang timor timur ada yang di susupkan ke Indonesia untuk menjadi mata-mata bagi timor leste contohnya kapten inf agostinho sampiao da costa dia seorang komunis yang selalu mengirim info ttg rahasia RI ke pejabat timor leste & selalu menjalin komunikasi dengan PRD,waspadai kapten da costa tangkap & deportasi dia ke negaranya timor leste karena keberadaan dia di Indonesia sangat membahayakan NKRI,cepat atau lambat rahasia Indonesia akan di ketahui timor leste dari info yang di sampaikan da costa ke pejabat timor leste

  7. andika on 16 July 2011 at 10:44 pm

    mari suluruh rakyat RI ganyang orang timor leste yang ada di wilayah NKRI dari pada membuat rusuh,kotor negara Indonesia,mereka hanya numpang makan & buang hajat di Indonesia,mereka sama sekali tidak ada kontribusi positif di NKRI.sekarang kita sibuk lawan teroris padahal orang timor leste yang ada di Indonesia lebih berbahaya dari teroris contohnya kapten inf agostinho sampiao da costa dia benar2 komunis yang membahayakan keselamatan NKRI karena dia selalu memberi info ttg rahasia negara Indonesia ke pejabat timor leste & PRD,sebelum terlambat tangkap & deportasi dia ke negaranya timor leste yang kafir.

    • Mouzinho T. Correia on 13 August 2011 at 8:40 pm

      Andika, bukalah matamu, bukalah pintu hatimu, kalau anda seorang yang beragaam tentunya anda tidak berpikir hal semcam itu.

      • roro jonggrang on 7 October 2011 at 11:31 pm

        INDONESIA YA INDONESIA, TIMOR LESTE YA TIMOR LESTE……indonesia lom merdeka brooo,…timor leste yang sudah merdeka,…..tapi hati hati brooo indonesia lagi bikin nuklir, satu misil aja udah habis kalian…..thanks broo

        • ISMAN on 8 January 2012 at 6:46 am

          oi pesawat aja masih pake bekas eropa timur kapan mau bikin nuklirrrrrrrrrrrrrrrr???? Logika dongggggggggggggggg oiiiiiiiiiiiiiii cinnnnnnn berfikirrrrrrrrrr bukan pake lutut tp pake otak………. tauuuuuu

  8. odyz on 13 August 2011 at 2:46 am

    Negaraku Negaramu,damai itu indah..kalau toh harapan tidak sesuai kenyataan itu semua rahasia Allah SWT.saudaraku d TL,aku org Indonesia sangat menyayangi anda semua.ita samoa basudara…

  9. Mouzinho T. Correia on 13 August 2011 at 8:32 pm

    Teman-teman di Indonesia, rakyat timor leste tidak pernah ada rasa penyesalan sedikitpun di hati mereka, tapi yang ada justru kebanggan yang tersendiri. Memang sejarah kita berbeda, tapi sebagai negara tetangga jelas kita saling membutuhkan. Kalau anda sekalian masih sadar bahwa masyarakat timor leste tidak pernah bermusuhan dengan masyarakat Indonesia, perjuangan rakyat timor leste adalah melawan sistem kolonialisme yang sebagaimana yang tercantum di dalam Pembukaan UUD 45 dan juga dalam konstitusi RDTL maupun konvesi internasional hak asasi manusia. Berbeda negara tidak berarti kita saling bermusuhan tatapi justru kita salaing berbagi pengalaman terutama bagaimana proses perjuangan untuk membela hak-hak rakyat kecil dan hak kebebasan. Salam sejahtera dari Timor-Leste, semoga Tuhan Yang Maha Esa tetap melindungi kita semua.

  10. Mouzinho T. Correia on 13 August 2011 at 8:36 pm

    Sebagai generasi yang baik, tentunya harus menghargai hak-hak orang banyak. Sebetulnya rakyat timor leste telah memberikan referensi buat mereka yang hak-haknya diinjak-injak oleh pemimpinnya sendiri, oleh institusinya sendiri dan menjadi korban akibat suatu sistem.

  11. agung on 21 August 2011 at 11:33 pm

    Hidup di timor leste, tak ubahnya seperti hidup di negara afrika semacam somalia atau sudan….konflik, kemiskinan, dan perpecahan antar ras (porto & pribumi)…

  12. Neo Tazmanina on 10 September 2011 at 12:13 pm

    daripada berdebat negara mana yg lebih baik, mendingan saling kerjasama aja yang bisa mendatangkan keuntungan buat kedua belah pihak. banyak pengalaman dari kedua negara yg bisa diambil, yg jelek dihindari, yang bagus bisa diaplikasikan kalau memang sesuai dengan kondisi dan situasi.. dulu adalah satu.. kenapa skarang hrs saling menyalahkan? ga ada negara yg bisa hidup sendiri tanpa ada kerjasama dengan negara lain.

  13. dumadi on 27 September 2011 at 9:04 am

    @Lourenco Pedro wah negara yang gk punya utang.bsa mlah bhaya bz.cba klo cdangan sda nya hbis.pa kh mw diam saja.setiap negara di dunia baik kya maupun miskin pasti ttap punya yang nmanya htang.mustahil bz klw gk punya.negara gk punya htang d banggain

  14. jery lorico on 6 October 2011 at 3:53 pm

    tai kucing anjing kalian semua yang buat web ini siapa yang bilang rakyat timor leste menyesal sudah memisahkan diri dari NKRI?????
    Mungking kamu sakit hati kaleeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee!!!!!!!!!!!!!!!

    • kelixo de ramirez on 25 October 2011 at 7:42 pm

      Jangan berkata kasar seperti itu sobat.
      kami tetap menghormatimu senagai negara yang merdeka dan berdulat penuh

      • ISMAN on 8 January 2012 at 6:49 am

        harus kasar ommmmmmmmm alnya penulis indonesia kadan nulis pake lutut jadinya asallllllllllll tampa pake risettt

  15. WAWAN on 9 October 2011 at 9:11 pm

    SEMUANYA JANGAN PERNAH TERPROVOKASI OLEH OMONGAN ORANG YANG TAK BERTANGGUNG JAWAB….. WALAUPUN TIMOR LESTE MERDEKA SEKALIPUN MASYARAKAT INDONESIA DAN TIMORLESTE TETAP SAUDARA DEKAT KITA…. WALAUPUN 2 NEGARA MEMISAHKAN KITA JANGAN PERNAH PERSAUDARAAN TERPISAHKAN…..OLEH PERMUSUHAN……. INDO AND TIMOR YOU IN THE BEST…?? JAGA KERUKUNAN DI ANTARA KITA…

  16. DIRI YUNANI on 25 October 2011 at 2:49 am

    SEMOGA TIMOER LESTE MENJADI NEGARA YANG BAIK,SANTUN,DAN BERBUDI PEKERTI YANG LUHUR,SELALU MENJAGA PERSAHABATAN YANG BAIK DENGAN BANGSANYA SENDIRI MAUPUN DENGAN BANGSA INDONESIA SERTA SALING MELENGKAPI DEMI TERWUJUDNYA PERSAHABATAN DAN PERDAMAIAN YANG HAKIKI…SUKSES BUAT TIMOR LESTE…

  17. Ngadool Jozz on 25 October 2011 at 8:43 pm

    kita semua manusi mari bersahabat yang baik jangan ada permusuhan yang penting hormat menghormati..dan berusaha untuk maju..demi bangsa dan negara

  18. Keen on 14 November 2011 at 9:18 pm

    Salam dan bahagia kawan2 semua…
    Kalau tidak tau kenyataannya lebih baik tidak usah komen tentang Timor Leste…seperti pepatah mengatakan ” Tak kenal maka tak sayang”…sama seperti kalian yg komen tp tidak megetahui seperti apa kehidupan masyarakat di sana..Timor Leste pun sama halnya dgn Indonesia yg mempunyai kemajemukan suku. Dan itu kini yg akan kami(Negara Timor Leste)jadikan sebuah bangsa yg majemuk utk membangun Negara kami lebih baik. Apapun masalalu antar 2 negara, bukan menjadi halangan bagi kami utk terus melangtkah maju dgn tidak mengedepankan suku atupun ras pribumi maupun non pribumi. Saya pribadi TIDAK PERNAH MENYESAL LEPAS DARI NKRI tapi hanya satu yg saya sesalkan yaitu ” Kenapa masalalu itu harus dicampur dgn amarah yg berawal dari provokasi yg sebenarnya hanya akan menjatuhkan masing2 pihak.. ” Tidak kah lebih baik kita memikirkan,syukur2 bertindak bagaimana caranya agar kita bisa menjadi selangkah lebih maju dgn memaksimalkna kelebihan dan potensi yg kita punya utk memajukan Negara kita masing2.. Terimakasih..Obrigado.

    Salam.. ^_^

  19. imel on 1 December 2011 at 2:26 pm

    timor leste jgn pedulikan omongan org trus maju…
    hidup timor leste…saya mendukung penuh apaun keadaan timor leste saat ini…
    “timor loro sae hau hadomi o”

  20. M. Mathori Munawar on 22 December 2011 at 9:32 pm

    ADA 2 kelompok di Timor-Leste. Kelompok pertama kelompok pro-integrasi dgn Indonesia. Pernah berjaya pd awal 80-an. Krn berhasil melepaskan diri dari cenkraman kuku-2 Portugal sbg negara imperialis dari eropa. Dgn bantuan tentara Indonesi, termasuk Yonif 407 dari Pekalongan. Kelompok ke-2 adalah sekutu Portugal atau antek-2 dunia barat yang hendak melubangi wilayah NKRI. Mereka selalu berjuang mencari dukungan massa demi kepentingan & posisi mereka. Dan saat ini mereka berjaya setelah runtuhnya rezim Suharto. Selamat Hari Natal N. Isa as utkmu. Ada derita dibalik kejayaanmu. Trim’s.

  21. Reno Fernando de Lahoza on 25 December 2011 at 6:06 pm

    Bebricara timor leste….sebagai negara yang baru memisahkan diri/merdeka memang rentang dengan segala bentuk konflik sebagai akibat dari penyesuaian, perlu waktu yang cukup lama untuk menjadi stabil, oleh karena itu masyarakan akan merasa sedikit kesenjangan politik, ekonomi, sosbud, pendidikan. semua itu adalah proses menuju stabil.

  22. irone on 28 December 2011 at 10:26 pm

    rasain tu dulu di kasihani malah bangkang……..makan tu hasutan amrik dan ostralia…..he.he.he

    • ISMAN on 8 January 2012 at 6:51 am

      oi ommmmmm kau dulu kaya karena kami juga tahu aset mu di rumah berapa sih?????????????????

  23. Fei fei on 4 January 2012 at 2:29 pm

    Janganlah menjadi provokator!!! Ciptakan kedamaian!!!

  24. Fei fei on 4 January 2012 at 2:31 pm

    Janganlah menjadi provokator!!! Ciptakan kedamaian!!!Salut buat timor leste!! Fei=fei`manado

  25. Fei fei on 4 January 2012 at 2:31 pm

    Janganlah menjadi provokator!!! Ciptakan kedamaian!!! Fei=fei`manado

  26. ISMAN on 8 January 2012 at 6:44 am

    yang nulis berita ini risetnya kurang…. dia mungkin cuma wawancara sama orang otonomi yang mau cium pada kaki Indonesia saja makanya ngomong gituuuuuuuuuuuuu…fakta berita ini mana??? penulis sering nonton Gosip yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

  27. ISMAN on 8 January 2012 at 7:07 am

    kalian ngak tahu kalo WNI di timor leste banyal?????aiiii kau yang nulis ini yg ku kenal kau jadi makanan kaleng ini……. kau tunggu saja sa lgi cari siapa kamu??????

  28. arif rohmadi on 13 January 2012 at 9:24 pm

    indonesia aq cinta indonesia,,,,,yang lalu biar lah berlalu, timor leste semenjak integrasi dengan indonesia memang sudah ada pertentangan dari masarakat tl sendiri,,,,tapi saya pernah bermimpi suatu saat tl meminta untuk bergabung kembali dengan indonesia untuk menjadi bangsa yang besar, kita menjadi bangsa yang besar,,,,yaitu BANGSA INDONESIA,,,kita tetap bersedia menerima TL kembali setelah pengalaman merdeka sendiri yang justru gak berhasil….

  29. tita on 16 January 2012 at 11:53 am

    hahahahahahha dasarrr kalian orang indonesia orang timor leste kaya akan banyak halll engak kayak kalia yang suka korupsi dan morotin uang rakyat kasiannn aku liat kalian cAPEHHHH sana nyaca dulu baru koment negara orang lain dasarrrr

  30. agung on 16 January 2012 at 9:17 pm

    sukses buat timor leste untuk perjuangan kemerdekaan kalian.

  31. huda on 17 January 2012 at 9:18 pm

    yang ingin merdeka itu xxanana bukan rakyat timor,kita tahu bahwa timor leste itu kurang segalanya

  32. Ardo on 10 February 2012 at 3:43 pm

    @ISMAN: Jangan berbicara terlalu kasar bro….
    Tahu diri donk, negera kecil jangan banyak tingkah. Sekali gempur kalian sudah habis, NKRI Harga Mati.

  33. remaja on 11 February 2012 at 7:01 pm

    jangan salahin masyarakatnya tp salahin sekelompok orang yang skrg sedang memimpin, merekalah yang sudah menghasut org2 timor timur untk meng_acak2 negara kesatuan NKRI. Merekalah yang harus bertanggung jawab atas segala kekacauan dan penderitaan masyarakat itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Ads