Kapan dimulai Romadhon
Posted on September 21, 2006 - Filed Under 1Woro Woro, Hangat
Berdasarkan Hisab Hakiki, Muhammadiyah akan memulai 1 Ramadan 1427 H hari Ahad, (24/9) nanti. Sementara itu PWNU masih menunggu hasil rukyah. Ada kemungkinan Idul Fitri berbeda
Muhamamadiyah akan memulai Ramadhan hari Ahad, (24/9) nanti. Sedang umat islam dapat memulai ibadah sunah shalat tarawih, Sabtu (23/9) malamnya. Kepastian ini berdasarkan Hisab Hakiki Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim di Markas Tanjung Kodok, Paciran.
“Berdasarkan hisab Hakiki PWM, maka awal Ramadan jatuh pada Ahad (24/9),” jelas Nadjib Hamid, Wakil Ketua PWM Jatim, Kamis (29/9).
Dijelaskannya, akhir Syaban akan jatuh pada Jumat (22/9), sehingga ibadah sunah shalat tarawih akan dimulai Sabtu (23/9).
Menurut Hamid, walaupun ada yang menggunakan metode rukyatul hilal, diperkirakan awal Ramadan akan jatuh pada hari yang sama yaitu, Ahad (24/9). Namun demikian, dipastikan perayaan Idul Fitri tidak akan bersamaan. Dalam Hisab Hakiki, Muhammadiyah akan menetapkan 1 Syawal 1427 H pada 23 Oktober 2006 sedangkan yang menggunakan metode rukyatul hilal, jatuh (24/9). “Awal Ramadan kemungkinan besar sama, tapi Idul Fitri dijamin tidak sama,” tegas Hamid.
Sholeh Hayat, Wakil Ketua PWNU Jatim menjelaskan, PWNU masih akan melakukan rukyatul hilal (melihat bulan) di 11 lokasi di antaranya, Tanjung Kodok (Lamongan), Pantai Serang (Blitar), Ujung Pangkah, Pantai Ambek (Pamekasan) dan lainnya. “Kami masih akan melakukan rukyatul hilal, hasilnya dapat diketahui, Jumat (22/9) pukul 18.00 WIB di kantor PWNU,” jelas Shaleh.
Pada Jumat (22/9) Departemen Agama RI juga akan menggelar sidang isbath untuk menentukan awal ramdhan dan mengundang berbagai tokoh mulai NU. Muhammadiyah, Al-Irsyad dan lainnya. “Jika ada perbedaan penentuan awal ramadhan, umat muslim dipersilakan memilih sesuai dengan keyakinannya,” tegasnya.
Sementara itu, untuk mempermudah rukyatul hilal, Departemen Agama RI telah membagikan alat teropong di setiap Kakanwil Depag. Hal itu disampaikan Direktur Zakat Depag RI, Drs Tulus, usai mengikuti pelatihan Ramadhan Fundraising Workshop Program yang diselenggarakan Forum Zakat Nasional (Foz) di Asrama Haji Sukolilo, 13-14 September.
“Sudah bulan lalu (teropong) dibagikan untuk mempermudah melihat bulan. Jadi nanti tidak perlu lagi melihat bulan dengan bambu, tapi bisa menggunakan teropong,” ujar Tulus.
Walaupun demikian, Depag RI akan menggelar sidang isbath (sidang penetapan) untuk menentukan awal Ramadan dan Idul Fitri ( Hidayatullah.com )
Comments
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
KOMENTAR BARU