SIMBAH.ORG      Gratisan.com   Peduli.org       Jogjawebcenter.com    msuyanto.com

[m²] Sepi Ing Pamrih - Rame Ing gawe !

Kliping Berita- Ngeblog - belajar bareng

Syirik, Bahaya Dan Fenomenanya

Posted on July 27, 2006 - Filed Under Ruqyah, Hikmah, Sesaji

Permasalahan syirik bukanlah perkara yang remeh, sebab kelurusan seseorang dalam bertauhid dan beraqidah menjadi jaminan bagi keselamatannya di dunia dan akhirat. Apabila tauhid seseorang melenceng dari standar Al-Qur’an dan As-sunnah, maka pasti dia terjerumus pada kesyirikan.

Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Rabbmu”. Mereka menjawab, “Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan,”Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap hal ini (keesaan Rabb)”. Atau agar kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah menyekutukan Ilah sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang yang sesat dahulu”. (QS. 7:172-173)

Ayat di atas menjelaskan bahwa kebanyakan orang yang terjerumus ke dalam kesyirikan disebabkan oleh dua hal dan secara otomatis dia telah melanggar perjanjian, ikrar dan persaksiannya sendiri terhadap keesaan Allah, dua hal tersebut adalah:

Permasalahan syirik bukanlah perkara yang remeh, sebab kelurusan seseorang dalam bertauhid dan beraqidah menjadi jaminan bagi keselamatannya di dunia dan akhirat. Apabila tauhid seseorang melenceng dari standar Al-Qur’an dan As-sunnah, maka pasti dia terjerumus pada kesyirikan.

Karena itu kita harus mengerti dan paham apa sebenarnya syirik itu, agar kita bisa terhindar dari bahaya dan malapetakanya di dunia dan di akhirat. Para ulama mengatakan, “Aku mengenali kejelekan bukan untuk melakukannya, tetapi agar terhindar darinya. Barangsiapa yang tidak bisa membedakan antara kebaikan dengan kejelekan pasti terjerumus pada kejelekan itu.” Untuk itu, marilah kita mengenali apa syirik itu sebenarnya.

Syirik adalah menyejajarkan/menyamakan makhluk dengan Al-Khaliq (Allah swt) dalam perkara-perkara yang merupakan hak khusus (istimewa) Allah swt.
Hak istimewa Allah Subhannahu wa Ta’ala banyak sekali, seperti: Disembah, mencipta, mengatur, memberikan manfaat dan mendatangkan madharat, menentukan baik dan buruk, membuat hukum dan undang-undang (syari’at) dan lain-lainnya.

Secara umum jenis syirik itu ada dua: Syirik Akbar (besar) dan Syirik Ashghar (kecil). Perbedaan antara syirik akbar dan syirik asghar adalah:

Syirik akbar;

Syirik Asghar (kecil);

Beberapa Fenomena Syirik

A. Ngalap (mencari) berkah di kuburan wali, kiyai dan selainnya.

Sudah menjadi hal yang umum dan membudaya di masyarakat, dan bahkan dianggap ibadah yang sangat afdhal bahwa pada hari-hari/bulan-bulan tertentu, misalnya Maulud (Rabiul awal), menjelang Ramadhan, menjelang lebaran (Syawwal) dan lain sebagainya, banyak orang yang mendatangi kuburan kuburan kyai, orang-orang yang dianggap wali, atau kuburan orang shalih. Mereka datang dari tempat yang cukup jauh dengan mencurahkan tenaga, waktu, pikiran, dan harta. Padahal Rasulullah telah bersabda,
“Janganlah kalian mengadakan perjalanan jauh (untuk beribadah, berziarah, mencari berkah) kecuali hanya ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawy), dan Masjid al-Aqsha.” (Muttafaqun ‘Alaih)
Dengan melakukan ritual ziarah ke kuburan-kuburan wali/kiyai dari tempat yang jauh, maka itu sudah merupakan suatu pelanggaran terhadap konsekwensi hadits diatas.

Kalau ternyata tujuan dari ziarah kubur itu menyimpang dari tuntunan syari’at Islam yang suci ini, seperti: Mencari berkah, meminta-minta kepada penghuni kuburan itu, atau mencari syafa’at, maka perbuatan itu jelas merupakan syirik akbar. Apabila pelakunya tidak bertaubat hingga datang kematiannya, maka Allah Subhannahu wa Ta’ala tidak mengampuninya dan dia kekal dalam neraka, semoga kita terhindar dari hal itu.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. 4:48)

B. Mencari kesaktian lewat amalan, dzikir atau ritual tertentu.

Fenomena ritual seperti ini sudah berurat dan berakar, bahkan menjadi trend dalam masyarakat kita. Dan yang terbelit dan terperangkap dalam lingkaran syetan ini mulai dari orang awam sampai para pejabat, rakyat jelata sampai orang berpangkat. Bahkan kalangan “terpelajar” yang mengaku “intelektual”pun menggandrungi klenik-klenik seperti ini. Mereka menyebutnya dengan “membekali diri dengan ngelmu (ilmu), kekebalan, kesaktian”.
Untuk mengelabuhi orang-orang awam terkadang “orang pinter” itu menyandangkan titel mentereng seperti: KH (Kyai Haji), Prof, DR, padahal semua itu mereka lakukan untuk melanggengkan bisnis mereka sebagai agen-agen dan kaki tangan syetan dan jin.

Untuk meraih kesaktian ini, ada yang dengan cara-cara klasik kebatinan, dengan istilah black magic (ilmu hitam) maupun white magic (ilmu putih), dan ada pula dengan cara-cara ritual “dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu”, dan cara yang terakhir ini lebih banyak mengelabui kaum muslimin, karena seakan-akan caranya Islami dan tidak mengandung kesyirikan.

Dan perlu diketahui bahwa”dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu” yang tidak ada syari’atnya dalam Islam, merupakan rumus dan kode etik untuk berhubungnan dengan alam supranatural (alam jin), hal seperti ini merupakan perangkap syetan yang menjerumuskan orang pada perbuatan syirik. Untuk mengetahui bahwa perbuatan itu termasuk perbuatan syirik adalah sebagai berikut:

Pertama, bahwa “dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu” tersebut bukanlah syari’at Islam, karena tidak memakai standar Al-Qur’an maupun Sunnah Rasulullah n, dan ini termasuk dalam kategori bid’ah, yang mana syetan lebih menyukai bid’ah daripada perbuatan maksiat sekalipun.

Ke dua, apabila tujuan seseorang melakukan “dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu” tersebut untuk memperoleh kesaktian, kekebalan, dan hal-hal yang luar biasa, maka sudah pasti itu bukan karena Allah Subhannahu wa Ta’ala, seperti membaca Al-fatihah 1000 X, Al-ikhlas 1000 X dan lain sebagainya dengan tujuan agar kebal terhadap senjata tajam, peluru dan tahan bacok. Atau membaca salah satu shalawat bikinan (baca;bid’ah) dengan iming-iming kesaktian tertentu seperti bisa menghilang dari pandangan orang, bisa makan besi, kaca, beling dan lain sebagainya. Itu semua bukanlah karomah tetapi merupakan hakikat syirik itu sendiri, karena telah memalingkan tujuan suatu ibadah kepada selain Allah Subhannahu wa Ta’ala.

C. Meminta bantuan arwah rasul, wali, atau tokoh tertentu agar terhindar dari marabahaya.

Ritual-ritual seperti ini dapat kita saksikan pada acara-acara malam 1 Syuro(Muharram). Diantara mereka ada yang mengadakan acara ritual di pantai laut selatan, mereka ramai-ramai melepaskan bermacam-macam sesajen seperti hewan yang masih hidup, aneka makanan, bunga-bungaan dan kemenyan sambil memanggil-manggil arwah Nabi Muhammad, Syekh Abdul Qodir Jailani dan memanggil Nyi Roro Kidul. Tujuan mereka melakukan ini agar Nyi Roro Kidul yang “katanya” menjadi penguasa di pantai laut selatan itu tidak minta korban pada tahun ini.

D. Membuat sesajen untuk menolak roh jahat.

Kegiatan ritual syirik ini bisa kita temui ketika ada pembangunan jembatan, gedung atau rumah. Pada acara peletakan batu pertama, biasanya diadakan pemotongan hewan kemudian darahnya disiramkan atau dioleskan, dan kepala hewan itu ditanam di situ. Tujuannya agar bangunan itu kokoh, kuat, lancar dalam pembangunannya serta tidak meminta korban, terhindar dari bahaya, serta agar makhluk halus yang ada di situ tidak mengganggu. Ada juga yang meletakkan sesajen di atas tiang utama bangunan, agar terhindar dari gangguan makhluk halus yang berada di daerah itu.

Demikian pula, ketika orang merasa takut melewati pohon besar, kuburan, hutan atau lembah yang dianggap angker. Lalu dia mengirimkan berbagai macam bentuk sesajen. Kalau lewat di daerah itu harus minta izin terlebih dahulu, seperti mengucapkan “Mbah permisi saya mau lewat” sambil menundukkan badan pertanda tunduk, atau dengan membunyikan klakson kendaraan sambil menjalankannya dengan pelan-pelan, dan lain sebagainya.

E. Memakai Jimat-Jimat.

Ketika batu akik diyakini memiliki daya magic karena telah “diisi” oleh dukun atau orang pintar, maka menjadikan akik itu sebagai jimat pembawa keberuntungan berarti telah menjadikannya sebagai tuhan selain Allah.

Ketika bambu kuning atau potongan tulisan arab yang maknanya tidak jelas diletakkan di atas pintu rumah, agar”si kolor ijo”tidak bisa masuk rumah, maka berarti telah mempertuhankan jimat itu, dan ini adalah bantuk kesyirikan yang sangat nyata terhadap Allah SWT.

Demikian pula apabila al-Qur’an Stambul (Al-Qur’an berukuran sangat kecil yang tulisannya tidak bisa dibaca kecuali dengan mikroskop) dijadikan jimat untuk menolak marabahaya, maka pelakunyapun sudah terjerumus pada lingkaran syetan yaitu syirik.
Rasulullah SAW bersabda, artinya,
“Barangsiapa yang menggantungkan sesuatu (sebagai jimat), niscaya Allah menjadikan dia selalu bergantung kepada jimat itu”. (HR.Imam Ahmad dan at-Tirmizi)

F. Ramal-Ramalan

Yaitu segala bentuk ramalan, mulai dari ramalan keadaan Indonesia sampai keadaan pribadi seseorang untuk rentang waktu sepekan, sebulan atau setahun ke depan, baik mengenai ekonominya, politiknya dan lain sebagainya. Ini semua adalah klenik-klenik yang menghancurkan negara besar ini yang katanya mayoritas muslim terbesar di dunia. Klenik ini juga yang menjadi faktor utama datangnya musibah-musibah yang silih berganti dan tidak akan pernah hengkang dari tanah air kita ini selama kemaksiatan syirik ini dan dosa-dosa besar lainnya masih gentayangan menghancurkan sendi-sendi kehidupan beragama kita. Wallahul Musta’an, hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.

Mudah-mudahan tulisan singkat ini menjadi bahan renungan bagi kita semua.

Comments

19 Responses to “Syirik, Bahaya Dan Fenomenanya”

  1. jundi islam on July 28th, 2006 4:54 pm

    Menjadikan Pancasila sebagai idiologi adalah salah satu bentuk kesyirikan karena 1.Pancasila adalah falsafah hidup bangsa indoneia yg lahir dari budaya nenek moyang bangsa indonesia dahulu yaitu agama budha/polytiesme yg menyekutukan Allah bukan dari islam (agama tauhid) dan 2.Menjadikan pancasila sebagai sumber segala sumber hukum yg dibuat oleh tangan2 manusia dan peninggalan hukum penjajah belanda (ORANG2 KAFIR)bukan Al-Qur’an yg diturunkan Allah kepada umat manusia melalui jibril kepada utusan-Nya nabi Muhammad SAW sebagai pembawa risalah.
    “Barangsiapa yang tidak memutuskan hukum menurut yang diturunkan Allah, maka mereka adalah orang2 yang kafir.(QS. AL-MAIDAH : 44).

  2. ikhlas pamuji on August 2nd, 2006 9:35 am

    Kesyirikan adalah penyakit kronis yang diderita masyarakat kita saat ini. Telah kita ketahui tidak ada dosa yang lebih besar dari dosa syirik. Dunia mengenal negeri kita adalah penganut muslim terbesar di dunia. Tetapi betapa menyedihkannya manakala kita melihat kenyataan ditengah masyarakat kita, mereka masih terbelenggu dengan praktek2 atau ritual2 peninggalan nenek moyang yang masuk dalam kategori syirik akbar. Wallahul musta’an…, banyak terjadi bencana dinegeri kita akhir2 ini, wallahu ‘a’lam mungkin disebabkan karena kesyirikan2 yang dilakukan penduduk negeri ini tentunya selain dosa2 yang lainnya seperti maraknya perzinaan, khomr, perjudian dsb. Coba kita tengok kembali apa yang menimpa umat2 sebelum kita, Allah menimpakan adzab kepada mereka disebabkan karena kesyirikan mereka. Suatu hal yang biasa kita lihat masyarakat kita yang hidup di sekitar pesisir pantai, setiap tahun mereka mengadakan ritual2 syirik yang kata mereka untuk mencegah bencana, sebagai rasa syukur pada Tuhan, mencegah kemarahan Nyi Roro kidul dsb…, Ini adalah musibah.., sebesar2 musibah. Bertaubatlah wahai kaum muslimin…., kembalilah pada agamamu, tauhidkan Allah. Sudah saatnya kita tinggalkan kebiasaan warisan nenek moyang.., tinggalkan para dukun2 yang sok tahu soal perkara ghaib, kita buat mereka kehilangan pekerjaan mereka yang menyesatkan umat. Jangan tertipu dengan sebutan2 yang baik untuk mereka seperti paranormal, kyai, wong pinter atau sebaik apapun sebutan untuk mereka, ingatlah pada hakikatnya mereka adalah sama…, DUKUN sesat dan menyesatkan. Ukurlah seseorang dari Qur’an dan Sunnah kalau kita melihat seseorang yang bisa terbang di udara sekalipun atau bisa berjalan di air kalau ternyata dia menyimpang dari Qur’an dan Sunnah, yakinlah bahwa dia adalah Wali syaitan la’natullah ‘alaih. Hanya kepada Allah kita bergantung dan memohon pertolongan.., bukan pada Nyi roro kidul, atau yang lain apalagi pada para dukun2 yang bodoh.

    Mudah2an Allah memberi petunjuk pada kita semua.

  3. piko_jogja on August 2nd, 2006 9:38 am

    jazakalloh ya akhi

  4. gita on August 2nd, 2006 10:06 am

    mbah keren juga…. ^_^

  5. bajing_ on October 22nd, 2006 9:31 am

    pancasila sebagai ideologi adalah salah satu bentuk syirik. saya rasa tidak, anda hanya melihat dengan sebelah mata, bukalah pengetahuan dengan mata anda. Pancasila adalah untuk negara, negara ya negara, Islam adalah agama, agama ya agama, bukanlah dasar negara. negara sama sekali terpisah dari agama. tetapi negara indonesia yang berdasarkan pancasila memiliki sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan YME”, yang mewajibkan setiap warga negara memeluk agama. apakah ajaran yang mewajibkan setiap warga untuk memeluk agama adalah keburukan? apakah memeluk agama adalah bentuk perbuatan syirik? apakah saya yang memeluk agama islam ini syirik? jawab dengan hati nurani. apakah ke lima sila tersebut mengajarkan syirik? tentu tidak. janganlah melulu seseorang berpikir hanya memandang dari perspektif subjek saja, melainkan juga dari perspektif objek.
    Pancasila adalah segala hukum yang dibuat oleh tangan2 manusia, menurut anda. jelas sekali, anda mengetahui hal itu. tangan2 manusialah yang salah, tetapi rumusan pancasila adalah yang baik dan tidak bertentangan dengan martabat manusia. lagipula jika anda berpikir tentang masalah umat beragama, islam juga ada “lakum dinukum waliyadiin”.
    yang jelas mencampurkan persoalan agama dengan negara adalah sebuah kesalahan besar. “Orang mencuri belum tentu bersalah” pandanglah dari kacamata intelektual, “tidak memilih pun adalah sebuah pilihan” yang penting kita sadar akan apa yang kita tulis kita ucapkan kita perhatikan dan bertanggung jawab akan hal itu

    Terima kasih, Wassalam

  6. Hanif on November 2nd, 2006 1:41 pm

    Setuju, masalah terbesar akidah di negara kita adalah syirik. Bahkan syirik yang sering tidak kita sadari seperti mencintai sesuatu hal berlebihan di banding mencintai Allah dan Rasul Nya (baik harta benda, anak, istri/suami, jabatan dsb). Jadi marilah kita semua saling mengingatkan dan berhati hati dalam menjaga cinta kita kepada Allah dan Rasulullah.

  7. Hendra on December 21st, 2006 2:56 pm

    Masalah syirik ini sebaiknya dijabarkan lb lanjut, jelas2 kalau itu dukun, tukang sihir, tukang ramal ya syirik dan tidak diragukan.Tapi kalau ada orang tinggal di desa, dia sederhana, tidak menarifkan, dzikirnya kuat, doanya makbul, lalu kita minta didoakan untuk suatu keperluan tertentu…lha gimana ini?
    Saya pernah minta didoakan agar rumah yg saya mau jual cepat laku, kepada 3 orang, pertama, imam besar dimesjid komplek dimana saya tinggal(dia pembimbing haji bo!), dia bilang coba deh tanahnya diambil dikasih saya, masih dikomplek, tapi kali ini istri saya minta kepada guru ngajinya (ustadzah), sama, dia minta tanahnya, dan yang ketiga saya minta ke orang luar, ada di Cikini(terkenal), eeh sama, dia minta tanahnya, gimana ini padahal mereka orang2 yang disegani dihormati.
    Anybody can help me? liwat japri aja….. hendra_sampurna@yahoo.com. Trim sblmnya
    Wassalam,

  8. piko_jogja on December 22nd, 2006 11:31 am

    Secara garis besarnya Ngambil tanah itu tidak ada tununannya dari Rasululloh Sholallohu ‘alayhi wassalam. Kaidah dalam Islam:

    - Semua Ibadah hukum asal-nya HARAM dilakukan kecuali ada tuntunan dari Rasululloh.
    - Semua Muamalah / masalah Dunia (makanan, minuman dll) hukum asal-nya MUBAH (BOLEH) kecuali ada laranganya.

    Jika kurang faham…. dan kurang jelas.. insyaAlloh akan dikirim melalui e-mail…

    maksudnya japri apaan?

  9. susi on December 26th, 2006 5:04 pm

    punya artikel tentang murtad gk?????????????

  10. piko_jogja on December 26th, 2006 5:58 pm
  11. kopidjleg on June 3rd, 2007 10:57 am

    terlalu tergantung pada rasio, pikiran, dan akal juga syirik ya, semua hal diukur dengan logika, tanpa bertanya pada hati (qolb).

  12. GOBLOK on August 14th, 2007 4:13 pm

    dasar orang sok pinter semua… orng lain di bilang kafir, syirik, weleh2.. sampai ketemu kalau neraka itu ada..
    INGET KITA SEBAGAI MUSLIM YANG NOTABENE NEGARA INI BUKAN NEGARA ISLAM HARUSNYA KALIAN SADAR.. DI ARAB AJA G KAYA’ GITU.. DASAR GOBLOK

  13. - on August 18th, 2007 12:35 pm

    orang yang ngomong kalo’ orang laen itu goblok n sok pinter biasanya adl orang sirik.

  14. azam on December 8th, 2007 11:29 am

    Ya. Syirik adalah penyakit. Tapi menuduh orang lain berbuat syirik, dan menganggap diri orang yang paling suci, dan berdasar pada logiga dangkal juga lebih berbahaya.

    Sebagian masyarakat kita ada yang melakukan pengobatan dengan meminum air putih yang didoakan. Oleh sebagian orang dianggap syirik. Tetapi sekarang ada sebuah hasil penelitian modern (peneliti Jepang) menyatakan air putih yang didoakan ternyata dapat menyembuhkan. Dari hasil penelitiannya tentang air, begitu luar biasa. Dari berbagai jenis air, dan setelah mendapat perlakuan yang berbeda ternyata membentuk kristal yang berbeda pula. Jangan sok suci dan paling suci sendiri. Percaya pada logika juga syirik.

  15. Bodie,Somewhere deep on earth on January 10th, 2008 8:31 pm

    Sebenarnya yang disebut syirik itu apa sih? Apa karena orang itu membuat sesaji, ataukah karena orang itu tidak tahu sebenarnya makna dari orang membuat sesaji lalu dibilang syirik? Di jaman nabi Adam, bukankah kita juga sudah diajarkan membuat sesaji dengan kisah Habil & Kabil? Bukankah kita juga sudah dipaparkan membuat sesaji dalam tarikh Nabi Ibrahim dengan Ismail? Bukankan kita diajari perbaikan tata cara sesaji, pada jaman Nabi Musa dengan persembahan kepada Allah SWT ketika seorang manusia berbuat dosa? Lalu disempurnakan oleh junjungan kita Rasulullah SAW mengenai sesaji ? Dan hal itupun diajarkan oleh para Wali dalam sejarah Wali 9? bagi saya syirik adalah sebuah perbuatan memecah belah,sedangkan perbuatan tauhid adalah kebalikan dari memecah belah yaitu mempersatukan/ persatuan dan kesatuan. Itulah hakiki yang sebenarnya dari kemusyrikan dan ketauhidan.

  16. Djaim on January 17th, 2008 4:00 pm

    Assalamualaikum, Waduh-duh semuanya ngasih opini baik bener, tapi ingat….. Alloh ngasih kita akal supaya berfikir, tapi berkutat pada pikiran sendiri adalah egois, Rasul menegaskan “Jika terjadi perselisihan paham antara kamu (Agama..red) bertanyalah pada AHLINYA, karena gini umumnya kita hanya memahami agama dengan kapasitas kita, saya memandang pemahaman agama seperti piramid bersegi, dan mungkin kita berada pada sisi piramid denganletak tingkatan dan sisi yang berbeda menuju puncak piramid agar ketemu yang namanya ILMU YANG PALING HAQ dr ISLAM, jadi kita boleh beropini tapi jagan saling menyakiti oche Bro,,,,, (Mhnmaaflairbathinyo)

  17. anti bioenergi on March 7th, 2008 10:54 am

    anda ingin tahu penipuan bioenergi center, kunjungi http://bioenergicenter.blogspot.com

  18. Dodi on October 22nd, 2008 6:11 pm

    Siapa bilang Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Penduduk Indonesia sekitar 220 juta, umat Islam 80%, jadi 176 juta. Cap negara pemeluk Islam terbesar (padahal salah) telah melengahkan umat Islam itu sendiri, seakan-akan menjadi kebanggaan luar biasa. Padahal umat Islam terbesar di dunia adalah Cina. Mari kita hitung, penduduk cina mencapai 1.5 miliar umat Islam. Umat Islam di sana sebesar 25%. Jadi 375 juta. Lebih banyak mana Islam di Cina dengan Indonesia. Hanya saja, agama di Cina tidak dicantumkan dalam KTP.

  19. Dodi on October 22nd, 2008 6:17 pm

    Siapa bilang Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Penduduk Indonesia sekitar 220 juta, umat Islam 80%, jadi 176 juta. Cap negara pemeluk Islam terbesar (padahal salah) telah melengahkan umat Islam itu sendiri, seakan-akan menjadi kebanggaan luar biasa. Padahal umat Islam terbesar di dunia adalah Cina. Mari kita hitung, penduduk cina mencapai 1.5 miliar. Umat Islam di sana sebesar 25%. Jadi 375 juta. Lebih banyak mana Islam di Cina dengan Indonesia. Hanya saja, agama di Cina tidak dicantumkan dalam KTP. Dan pemeluk Islam di Cina masih melakukan pemujaan terhadap leluhur, penghormatan terhadap lingkungan hidup, pemaknaan terhadap gejala-gejala alam, dan melestarikan benda-benda kuno. Tapi mereka mengakui Tuhan: Allah swt, Nabi: Muhammad Saw, dan kitab suci: Al Quran dan Sunnah. Jadi, keIslaman mereka diragukan?

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.


Tag : Adab Akhlaq Al Qur'an Amal Aqidah Bahasa Arab Bakti Bid'ah Buah Hati Cinta Manajemen Qalbu Manhaj Salaf Maulid Nabi Mug Muhammad bin Abdul Wahab Muslimah Nasrani Poligami Pondok Pesantren Privat Bahasa Arab Pustaka Muslim Riba Sahabat Nabi Salaf Salafy Sekolah Tinggi Islam Shalat Shalawat Nariyah Sunnah Fitrah Syaikh Ibnur TIPS TIPS Tahun Baru Masehi Tauhid Tazkiyatun Nufs Thibbun Nabawiyh Istihadlah Dari Redaksi Demam Berdarah Dunia Muslimah Fatwa Ulama Fiqh Muslimah Habbatus Sauda Haidh Hari Raya Hukum Cadar Idul Adha Iman Info Pengajian Jadwal Kajii Wanita Wisma MTI Witirn Putri Jilbab dan Hijab Kebahagiaan Kecantikan Kegiatan Dakwah Kesehatan Khitan Wanita Kitab Allah Lukisan Malaikat Mandi Junub Manhaj Masa Subur Musik Namimah Nasihat Natal Nikah Nyanyian Parenting Pengajian Umum Pengobatan Nabi aAdab-Adab Muslim Agama Ahmadiyah Agama Syi'ah Agen Pustaka Muslim Alkohol Amar Ma'ruf Nahi Mungkar Bedah Buku Dauroh Umum Demonstras Utsaimin Syirik Tafsir Al-Quran Takdir Allah Tauhid Tawakal Tayammum WahabPuasa Qurban Ramadhan Rasul Riya Rumah Tangga Salaf Shalat Shalat Ied Sunnah Syirik Syirik Akbai Donasi Dakwah Fatwa Ulama Hak-Hak Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Ibadurrahman Iklan Imam Al Ghazali Imam Syafi'i Istiwa Allah Jaringan Islam Liberal Jual Beli Jujur Khalwat Khawarij Lembaga Dakwah Lowongan K Valentine's Day Vegetarian Wala' dan Baro' Wanita Zodiak