Gempa Bumi Yogyakarta dan Nyi Roro Kidul

15 June 2006
By

Hari sabtu, 27 Mei 2006, penduduk Yogyakarta dan sekitarnya dikejutkan oleh gempa bumi berkekuatan 5,8 skala richter. Gempa yang diketahui berpusat di Samudera Indonesia ini menewaskan lebih dari 5000 orang dan menghancurkan ribuan bangunan. Sampai saat ini masih ada kemungkinan bertambahnya korban, karena diduga masih banyak korban yang tertimbun reruntuhan bangunan yang belum ditemukan

Disaat banyaknya kerugian yang dialami akibat gempa bumi ini, ada beberapa orang yang diuntungkan dengan adanya musibah ini. Siapa lagi kalau bukan ‘Paranormal atau Dukun”. Seperti halnya Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden 2004 kemarin, selain partai-partai politik yang berlaga disana, maka para “Paranormal atau Dukun” ini juga tidak kalah serunya. Mereka adu kekuatan, dari mulai siaran tersembunyi maupun siaran langsung yang ditayangkan oleh televisi lewat acara infotainment.

Bahkan pemberitaan terhadap kinerja yang dilakukan oleh para Paranormal atau Dukun ini tidak kalah serunya dengan berita-berita nasional. Hari ini saja (05/06) ketika saya tadi pagi membuka “detiknews”, maka halaman depannya terpampang dengan jelas hasil dari kinerja mereka. Tidak hanya itu, beberapa tayangan infotainment pun pernah menyiarkan hal ini. “..Gempa bumi di Yogyakarta adalah ulah dari Nyi Roro Kidul…,dsb ”. mungkin kalimat tersebut adalah salah satu “statement” yang dikeluarkan oleh para dukun tersebut.

Tidak hanya Paranormal kelas kampung saja yang sekarang lagi “ngetrend”, tetapi kelas pejabat pun sama. Salah seorang pejabat yang lagi “ngetrend” saat ini adalah Permadi, SH. Anggota DPR Pusat yang berasal dari PDIP ini memang sejak dulu dikenal sebagai seorang Paranormal yang produktif mengeluarkan pernyataan sikap mengenai klenik dan semacamnya. Sehingga ketika gempa bumi di Yogyakarta dan sekitarnya ini terjadi, maka para wartawan infotainment langsung memburunya. Bahkan, mungkin karena kebanyakan “order”, Permadi kembali mengeluarkan sikapnya , yaitu Jakarta akan di timpa Gempa. Terang saja, pernyataan tersebut membuat Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso “naik darah”.

Terlepas dari itu semua, rakyat saat ini sedang diserbu oleh virus klenik. Dari mulai tayangan televisi, koran-koran bahkan obrolan di warung kopi. Bahkan klenik di televisi jenisnya bervariasi. Ada setan penolong, sehingga kita sepertinya terbuai untuk melakukan seperti halnya yang dilakukan setan tersebut, sampai setan pencari cinta. Mungkin tidak hanya Flu Burung yang saat ini menimpa Indonesia, tetapi juga penyakit TBC (Tahayul, Bid’ah dan Churafat). Oleh karena itu, dengan semakin banyaknya virus klenik yang menyerbu masyarakat, maka setiap anggota KAMMI sudah seharusnya menyebarkan “Anti Virus Klenik”.

Oleh : Ramlan Nugraha, Sekum KAMMI Komsat. UPI Bandung
www.kammi.or.id

Tags: ,

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Ads